SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Kecenderungan Tema dan Amanat Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Batu Tahun Pelajaran 2015/2016.

    No full text
    ABSTRAK   Arizka, Santi. 2016. Kecenderungan Tema dan Amanat Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Batu Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: kecenderungan tema, kecenderungan amanat, cerpen             Menulis sebuah cerpen merupakan pembelajaran yang tidak asing bagi siswa kelas XI SMA. Memilih tema dan amanat yang menarik merupakan kegiatan awal dalam menulis sebuah cerpen. Dalam penelitian ini dibahas mengenai kecenderungan dua unsur intrinsik cerpen, yakni tema dan amanat.  Kecenderungan merupakan kesukaan seseorang dalam memilih sesuatu, jika kecenderungan sebuah tema dan cerpen dapat diartikan kesukaan tema dan amanat bagaimana yang banyak digunakan oleh siswa. Tema dan amanat memiliki kaitan erat, keduanya dapat dijelaskan secara tersirat maupun tersurat. Jika pembaca telah menemukan sebuah tema maka amanat akan dapat disimpulkan setelah kita membaca keseluruhan isi cerpen.                             Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan dua unsur intrinsik cerpen, yakni kecenderungan tema dan kecenderungan amanat yang digunakan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu dalam memproduksi sebuah cerpen.             Penelitian ini menggunaka rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa data verbal dan non verbal, data verbal berupa dialog dan monolog serta data non verbal berupa tindakan atau perilaku tokoh dan pikiran tokoh dari hasil pekerjaan siswa berupa karya cerpen siswa kelas XI SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui pengambilan data dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu. Kegiatan analisis data yakni (1) data reduction atau pereduksian data, (2) data display atau penyajian data, dan (3) conclusion drawing and verification atau penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan sebagai berikut. pertama kecenderungan tema pada cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu pada tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 22 cerpen siswa cenderung tentang hubungan manusia dengan sesama sebanyak 68,3% yakni pada tema perjuangan demi memberikan hasil yang terbaik dengan jumlah 6 cerpen. Tema lain yang cenderung digunakan terkait hubungan manusia dengan diri sendiri sebanyak 13,6%, dan tema hubungan manusia dengan Tuhan sebanyak 4,5%. Kedua, kecenderungan amanat pada cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu pada tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 22 cerpen siswa yang cenderung disampaikan kepada teman yakni sebanyak 63,6% atau sebanyak 14 cerpen. Amanat lain juga ditemukan cenderung disampaikan kepada masyarakat sebanyak 31,85 atau sebanyak 7 cerpen, dan amanat yang cenderung disampaikan kepada orang tua sebanyak 4,5% atau sebanyak 1 cerpen

    CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI KARANGAN SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN

    No full text
    ABSTRACT CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI KARANGAN SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa teks laporan hasil observasi dalam karangan siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Hasil analisis, ditemukan ciri kata teks laporan hasil observasi yang meliputi istilah teknis berciri berasal dari bidang tertentu, kata lugas berciri memiliki makna tunggal dan ajeg, kata denotatif berciri tidak mengandung unsur perasaaan dalam kata, kata baku berciri tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan kata konkret berciri ­referent-nya dapat diindra. Penggunaan ciri kalimat yang ditemukan berupa kalimat berciri deskriptif memaparkan suatu objek secara jelas sehingga pembaca seolah melihat objek yang dipaparkan, kalimat berciri objektif menggunakan data berupa angka atau tempat, dan kalimat berciri informatif menginformasikan tentang makna, jenis, dan fungsi.yan

    Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Rangsang Video Pertunjukan Lukisan Pasir Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat

    No full text
    ABSTRACT Chandra, Afry Adi. 2015. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Rangsang Video Pertunjukan Lukisan Pasir Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum.Kata Kunci: cerpen, kemampuan menulis cerpen, video pertunjukan lukisan pasirPembelajaran menulis cerpen pada kurikulum KTSP diajarkan pada siswa kelas X, salah satunya diajarkan di kelas X K SMA Negeri 1 Srengat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mengamati kegiatan pembelajaran siswa di kelas dan menganalisa cerpen hasil tulisan siswa bahwa kemampuan siswa dalam kegiatan menulis cerpen masih rendah. Permasalahan yang terjadi antara lain kesulitan pada saat mengembangkan ide cerita, tidak memergunakan kerangka cerpen terlebih dahulu sebelum menulis cerpen, masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan alur cerita, pengembangan, dan tokoh dan penokohan masih kurang. Keseriusan siswa dalam menulis cerpen juga masih kurang. Oleh karena itu, diperlukan media yang dapat menarik siswa dalam kegiatan menulis cerpen.Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) meningkatkan proses kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir meliputi (a) tahap pramenulis, (b) tahap menulis, (c) tahap pascamenulis; (2) meningkatkan hasil kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan meliputi sub kemampuan mengembangkan (a) tema, (b) latar, (c) tokoh dan penokohan, (d) sudut pandang, serta (e) alur. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat.Rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini. Ketuntasan minimal atau nilai rata-rata kelas yang diharapkan adalah 75. Pada tiap siklusnya terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu data proses dan hasil. Data proses tindakan berupa interaksi proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan siswa di kelas, sedangkan data hasil berupa skor hasil evaluasi kemampuan menulis cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan cara pengamatan/observasi, rubrik penilaian proses, dan dokumentasi; sedangkan pengumpulan data hasil dilakukan dengan memberikan tes menulis cerpen yang dibantu dengan rubrik penilaian menulis cerpen. Pengolahan data dilakukan dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, serta menarik kesimpulan. Siswa dan guru bahasa Indoesia kelas X K SMA Negeri 1 Srengat merupakan sumber data dalam penelitian ini.Secara umum, kemampuan siswa kelas X K SMA Negeri 1 Srengat pada kegiatan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan proses menulis cerpen dapat dilihat dari tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pramenulis meliputi (1) melakukan curah pendapat tentang kegiatan menulis cerpen, (2) guru model memberikan contoh pengembangan cerpen dari video pertunjukan lukisan pasir, (3) siswa menyimak dan mengidentifikasi tayangan video pertunjukan lukisan pasir, serta (4) siswa menyusn hasil identifikasi menjadi kerangka cerpen. Pada kegiatan pramenulis siswa cukup aktif untuk bertanya maupun menyampaikan pendapatnya dan pada siklus II siswa semakin serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis cerpen. Kegiatan yang dilakukan pada tahap menulis meliputi (1) guru model mengingatkan kepada siswa terkait kegiatan pembelajaran pada kegiatan sebelumnya dan (2) siswa mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh. Kegiatan siswa tahap menulis pada tiap siklusnya semakin meningkat, pada siklus II siswa semakin serius dan lancar dalam mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh. Tahap pasmenulis kegiatan siswa meliputi (1) siswa menukarkan hasil menulis cerpennya untuk disunting bersama rekan sejawat dan (2) siswa menampilkan hasil menulis cerpennya di depan kelas. Pada tahap pascamenulis pada tiap siklusnya siswa semakin berani menampilkan hasil cerpennya di depan kelas dan memberikan komentar yang lebih beragam.Peningkatan hasil menulis cerpen siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil penilaian yang dilakukan terhadap setiap sub kemampuan yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, serta alur. Pada sub kemampuan mengembangkan tema siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 20% dan menjadi 33,33% pada siklus II. Tema yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator tema yang sesuai dengan isi video pertunjukan lukisan pasir, menarik, dan baru. Pada sub kemampuan mengembangkan latar siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 13,3% dan menjadi 26,67% pada siklus II. Latar yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator latar waktu, tempat, dan suasana yang tergambar dengan jelas dalam cerita. Pada sub kemampuan mengembangkan tokoh dan penokohan siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 36,7% dan menjadi 40% pada siklus II. Tokoh dan penokohan yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator tokoh dan penokohan yang berkaitan dengan isi video pertunjukan lukisan pasir, dideskripsikan ciri watak, dan ciri fisik dengan jelas. Pada sub kemampuan mengembangkan sudut pandang siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 66,7% dan menjadi 60% pada siklus II. Sudut pandang yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator memilih dan memergunakan sudut pandang dengan tepat serta konsisten. Pada sub kemampuan mengembangkan alur siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 6,67% dan menjadi 30% pada siklus II. Alur yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator pengenalan awal cerita yang menarik, jalannya konflik runtut, dan penyelesaian konflik jelas. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru bahasa Indonesia menggunakan rangsang video pertunjukan lukisan pasir untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan rangsang video pertunjukan lukisan pasir untuk meingkatkan kemampuan berbahasa lainnya

    Unsur Intrinsik Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRACT Unsur Intrinsik Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 9 MalangSetyawan, Tito. 2015. Unsur Intrinsik Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd,. (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.Kata Kunci: unsur intrinsik, cerpen, cerpen karya siswaCerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra. Cerpen juga memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut yang membuat cerpen berbeda dengan karya sastra lainya, seperti novel, puisi, dan roman. Cerpen dibangun atas beberapa unsur yang menopang-nya. Salah satu aspek yang dapat dikaji yakni aspek struktur cerpen. Begitu pula cerpen karya siswa juga dapat ditelaah dari berbagai aspek meskipun pada usia sekolah khususnya di jenjang SMP masih dalam tahap belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dipaparkan berupa 30 cerpen dari sumber data 112 cerpen karya siswa kelas IX A, IX B, IX C, dan IX D SMP Negeri 9 Malang. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis  berupa tabel analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kajian dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selanjutnya, untuk menjaga keabsahan data dilakukan ketekunan pembacaan dan pemeriksaan melalui diskusi dengan dosen dan teman sejawat.Berdasarkan paparan hasil analisis data tersebut, diperoleh enam simpulan hasil penelitian. Pertama, tema yang dipilih oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang meliputi persahabatan, percintaan, pendidikan, sosial, keluarga, dan ketuhanan. Tema yang paling banyak digunakan siswa adalah tema percintaan. Tema yang jarang diguna-kan adalah tema tentang ketuhanan. Artinya bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang belum mengenal atau masih belum tumbuh sifat religiusnya.Kedua, metode menampilkan tokoh yang digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang meliputi metode analitis atau langsung, metode dramatis atau tidak langsung, dan metode kontekstual. Banyak siswa yang menampilkan tokoh menggunakan metode analitis atau langsung. Metode menampilkan tokoh yang jarang digunakan adalah metode kontekstual. Artinya, bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang masih banyak yang belum dapat menampilkan tokoh melalui bahasa atau wacana yang digunakan oleh tokoh. Mereka cenderung menggunakan cara yang sederhana yaitu dengan menyebutkan ciri fisik dan status sosial.Ketiga, perwatakan yang dipilih oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang meliputi perwatakan baik hati, sabar, besar hati, pekerja keras, supel atau pandai menye-suaikan diri, rasa sosialnya tinggi, dan egois. Perwatakan yang paling banyak digunakan adalah perwatakan baik hati. Artinya bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang dalam menggambarkan perwatakan pada cerpen yang mereka tulis masih dalam tahapan belajar. Mereka hanya menggambarkan perwatakan positif yang ada pada dirinya sendiri, eksplorasi perwatakan yang bervariasi belum sepenuhnya dijangkau.Keempat, penyusunan alur yang digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang meliputi alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur yang banyak di-gunakan oleh siswa adalah alur maju. Artinya bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang memilih alur yang sederhana dan belum menguasai alur atau jalan cerita yang rumit. Mereka lebih memilih bercerita dengan menggambarkan jalan cerita yang lurus dan berurutan.Kelima, latar yang digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang, meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Latar tempat merupakan latar yang paling banyak digunakan oleh siswa. Artinya bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang dalam menggambarkan latar masih dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka. Belum banyak siswa yang menggambarkan latar dengan menggunakan latar yang imajiner. Latar yang digambarkan merupakan latar konkret yang pernah mereka alami dan temukan. Keenam, gaya bahasa yang digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang meliputi gaya bahasa persamaan, gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, dan gaya bahasa hipalase. Gaya bahasa personifikasi banyak digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 9 Malang karena gaya bahasa personifikasi berhubungan dengan pikiran anak usia SMP

    Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMPN 15 Malang yang Tercermin dalam Kemampuan Membaca Kritis Teks Diskusi

    No full text
    ABSTRACT   Rohmy, Evid. 2016. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMPN 15 Malang yang Tercermin dalam Kemampuan Membaca Kritis. Skripsi, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhadi, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: berpikir kritis, membaca, teks diskusi, kelas VIII. Berpikir kritis adalah kegiatan berpikir secara terus-menerus dan teliti mengenai sebuah pengetahuan yang dipandang berdasarkan alasan yang mendukungnya dan kesimpulan yang menjadi kecenderungannya untuk memecahkan suatu masalah. Indikator berpikir kritis meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan berkreasi. Penguasaan kemampuan berpikir kritis juga menjadi salah satu tujuan dari pembelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Tujuan berpikir kritis dalam konteks pendidikan adalah untuk membentuk sifat terarah, tekontrol, korektif, dan tolerir dalam menghadapi suatu permasalahan. Kemampuan berpikir kritis seseorang dapat diukur melalui kemampuan membaca. Teks diskusi adalah salah satu teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang sekolah menengah pertama kelas VIII yang memancing pembacanya untuk berpikir kritis. Unsur yang ada dalam setiap teks pembelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 meliputi isi, struktur, dan penggunaan bahasa. Oleh karena itu aspek berpikir kritis yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek berpikir kritis dalam unsur teks tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP. Teknik analsisi data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik statistika yang menghasilkan data baru berupa persentase. Teknik tersebut dipilih untuk mempermudahkan klasifikasi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP. Klasifikasi kemampuan berpikir kritis siswa yang digunakan peneliti adalah adaptasi dari kriteria persentase keterlakasanaan tes kemampuan berpikir kritis Arikunto. Hasil analisis data akan disajikan dalam bentuk deskripsi. Oleh sebab itu, berdasarkan jenisnya penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII di SMPN 15 Malang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 55 dari jumlah populasi sebanyak 286 orang siswa. Hasil analisis data tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 15 Malang secara umum diperoleh persentase sebesar 60,73%, sehingga siswa dikategorikan cukup kritis. Indikator berpikir kritis yang paling dikuasai oleh siswa adalah kemampuan berkreasi dengan mendapatkan persentase sebesar 68,69% yang menandakan mereka masuk dalam kategori kritis. Pada indikator mengevaluasi dan menganalisis siswa termasuk kategori cukup kritis, dengan memperoleh persentase sebesar 58,90%, dan 58,67%. Aspek yang perlu diperhatikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 15 Malang adalah aspek menganalisis dan mengevaluasi isi teks diskusi. Karena hasil tes kemampuan siswa pada aspek tersebut termasuk dalam kategori kurang kritis dan hanya mampu mendapatkan persentase sebesar 49,09% dan 46,67%. Pada tiga aspek lain siswa sudah mampu mencapai kategori cukup kritis yaitu pada aspek, menganalisis penggunaan bahasa (62,72%), mengevaluasi struktur (65,45%), dan mengevaluasi penggunaan bahasa (55,45%). Kategori kritis pada siswa berhasil didapatkan pada aspek menganalisis struktur (66, 06%), berkreasi isi (67,27%), berkreasi struktur (66,06%), dan berkreasi penggunan bahasa (72,72 %)

    Kemampuan Menulis Teks Cerita Biografi melalui Penggunaan Media Film pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRACT Kemampuan Menulis Teks Cerita Biografi melalui Penggunaan Media Film pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 MalangSari, Yunita, Mulia. 2016. Kemampuan menulis teks cerita biografi melalui penggunaan media film pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. (II) Dr. Sunaryo, HS., S.H. M.Hum.Kata Kunci: kemampuan menulis, pembelajaran menulis, teks cerita biografi, media film.Teks cerita biografi merupakan riwayat hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain. Dalam menulis teks cerita biografi perlu memperhatikan arah penulisan, tema, dan pendekatan yang akan dipilih dalam penulisan. Pembelajaran menulis teks cerita biografi merupakan bentuk kreativitas untuk mengetahui kemampuan menulis teks cerita biografi karya siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis teks cerita biografi melalui penggunaan media film siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripstif dengan desain kuantitatif. Subjek data penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang tahun ajaran 2015-2016. Sumber data penelitian ini adalah hasil karya siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua teknik, yaitu (1) tes tulis dan (2) rubrik penilaian. Peneliti melakukan pengamatan terlebih dahulu pada pembelajaran menyusun teks cerita biografi untuk mengetahui kemampuan siswa di kelas.Hasil penelitian ini berupa kemampuan menulis teks cerita biografi siswa kelas VIII-F SMP Negeri 9 Malang. Hasil penelitian dibagi menjadi tiga aspek sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu aspek struktur, isi, dan bahasa. Pada aspek struktur diketahui bahwa semua siswa (100%) berhasil mencapai KKM. Rinciannya, sebanyak 8 siswa (26%) berhasil mendapatkan skor 4 dengan kualifikasi Sangat Baik. Kemudian, sebanyak 11 siswa (36%) berhasil mendapatkan skor 3 dengan kualifikasi Baik. Selanjutnya, sebanyak 11 siswa (36%) berhasil mendapatkan skor 2 dengan kualifikasi Cukup. Pada aspek isi diketahui bahwa semua siswa (100%) berhasil mencapai KKM. Rinciannya, sebanyak 13 siswa (43%) berhasil mendapatkan skor 4 dengan kualifikasi Sangat Baik. Kemudian, sebanyak 17 siswa (57%) berhasil mendapatkan skor 3 dengan kualifikasi Cukup. Pada aspek bahasa diketahui bahwa tidak semua siswa berhasil mencapai KKM. Persentase siswa yang belum berhasil mencapai KKM lebih besar daripada persentase siswa yang mencapai KKM. Dari hasil skor di atas, ditemukan bahwa siswa yang berhasil mencapai KKM hanya mencapai 36% atau sebanyak 11 siswa. Dari sebelas siswa tersebut, hanya 1 siswa (3%) yang mencapai kualifikasi Sangat Baik dan 10 siswa (33%) mencapai kualifikasi Baik. Sementara itu, persentase siswa yang lebih besar, yakni 63% dari keseluruhan siswa atau sebanyak 19 siswa yang belum berhasil mencapai KKM dan masih tergolong kualifikasi Rendah. Saran penelitian ditujukan bagi siswa, guru, dan peneliti selanjutnya. Pertama, bagi guru disarankan untuk tidak terpaku pada satu buku pegangan, melainkan perlu penambahan informasi umum pada buku lain terkait dengan pembelajaran menyusun teks cerita biografi. Selain itu, guru juga disarankan untuk memperhatikan pengelolaan kelas untuk membangkitkan fokus belajar siswa. Kedua, bagi siswa, disarankan untuk menambah pengetahuan materi tentang menulis teks cerita biografi  dari sumber-sumber lain, seperti buku pengetahuan lain tentang menulis teks cerita biografi, internet, dan lain-lain. Selain itu, siswa disarankan untuk menggunakan media lain sebagai referensi belajar mengenai menulis teks cerita biografi, seperti video pembelajaran, buku cerita, dan lain-lain. Ketiga, bagi peneliti lain, disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai keterampilan menulis teks cerita biografi melalui penggunaan media yang berbeda untuk dapat mengetahui kemampuan menulis teks cerita biografi siswa. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai penambah wawasan peneliti selanjutnya karena dapat memberikan pengalaman baru dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran menulis teks cerita biografi

    Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Lagu Anak-anak pada Siswa Kelas V MI Jauharotut Tholibin Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK Sirod, Nurin Ariska. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Lagu Anak-anak pada Siswa Kelas V MI Jauharotut Tholibin Kabupaten Blitar.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I)Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci:  menulis puisi, media lagu anak-anak, pembelajaran menulis puisi Kegiatan menulis puisi merupakan kegiatan menulis kreatif. Pada pelaksanaannya, pembelajaran menulis puisi masih mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut dapat diatasi apabila guru dapat menggunakan kreativitasnya dalam pembelajaran menulis puisi. Salah satu bentuk kreativitas guru adalah dengan memafaatkan media pembelajaran. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media lagu anak-anak yang digunakan sebagai stimulus siswa dalam menemukan ide ketika menulis puisi. Pada pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media lagu anak-anak ini dilakukan dengan langkah-langkah yang  akan memudahkan siswa dalam menulis puisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil menulis puisi siswa dengan menggunakan media lagu anak-anak pada siswa kelas V MI Jauharotut Tholibin Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Jauharotut Tholibin Kabupaten Blitar yang berjumlah 26 siswa. Data proses dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dengan guru kelas V, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Data hasil dalam penelitian ini berupa kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media lagu anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media lagu anak-anak dapat meningkatkan pembelajaran dan kemampuan menulis puisi siswa kelas V MI Jauharotut Tholibin Kabupaten Blitar. Pada proses pembelajaran, siswa lebih aktif dalam mencari persamaan kata dan siswa juga lebih antusias dalam kegiatan pembelajaran.Pada akhir pembelajaran, siswa juga sudah lebih berani dan percaya diri untuk membacakan puisinya di depan kelas. Pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media lagu anak-anak dilaksanakan dengan lima tahapan menulis kreatif, yaitu tahap pramenulis, tahap pengedrafan, tahap perbaikan, tahap penyuntingan, dan tahap publikasi. Pada tahap pramenulis, siswa mendengarkan lagu kemudian menentukan tema lagu. Pada kegiatan pengedrafan, siswa mendaftar kata, mengelompokkan kata-kata ke dalam kata benda, kata kerja, dan kata sifat,  kemudian mencari sinonimnya. Pada tahap perbaikan dan penyuntingan, siswa membaca kembali puisinya untuk menemukan kesalahan ejaan, tulisan, atau penggunaan bahasa. Setelah itu, siswa memperbaiki dan menyunting kesalahan yang telah ditemukan. Pada tahap publikasi, siswa membacakan puisi di depan kelas dan menempelkan puisi pada mading kelas. Hasil penggunaan media lagu anak-anak dapat meningkatkan kemampuan siswa pada aspek (1) menulis puisi baru berdasarkan tema lagu, (2) menggunakan pilihan kata yang tepat, (3) menggunakan penggambaran, (4) menggunakan perulangan, baik kata maupun bunyi, (5)menentukan judul, dan (6) panjang puisi. Pada aspek perbandingan, belum ada peningkatan yang signifikan. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek penggambaran (citraan), yakni sebesar 42,31%. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil yang diperoleh pada siklus I sebesar 46,15%, sedangkan siklus II sebesar 88,46% . Peningkatan terendah terdapat pada aspek diksi, yakni sebesar 3,86%. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil yang diperoleh pada siklus I sebesar 96,15%, sedangkan siklus II sebesar 92,30%. Peningkatan juga terlihat pada nilai rata-rata kelas. Peningkatan tersebut terlihat pada pra tindakan nilai rata-rata siswa yaitu 63,65%, pada siklus I 68,46 % dan pada siklus II 76,5%. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian disarankan kepadabeberapa pihak. Pertama, bagi guru kelas Vdiharapkan guru menggunakan media pembelajaran dalam menulis puisi salah satunya adalah media lagu anak-anak.Kedua, bagi siswa hendaknya memanfaatka  media lagu anak-anak dalam pembelajaran menulis puisi. Ketiga, bagi peneliti lain diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian yang sejenis

    Nilai-nilai Karakter dalam Cerpen Jawa Pos 2014

    No full text
    ABSTRACT Dewanty, Wanda Satriana. 2016. Nilai-Nilai Karakter dalam Cerpen Jawa Pos2014. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa, SastraIndonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Prof. Dr. A. Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dr. KusubaktiAndajani, M. Pd.Kata kunci: cerpen, nilai karakterPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai karakter yangterkandung dalam cerpen Jawa Pos 2014. Cerpen Jawa Pos 2014 menyajikancerpen realistik yang menggambarkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hariyang berisi nilai-nilai karakter yang ada dalam masyarakat. Cerpen Jawa Pos2014 cenderung menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami,bercerita tentang tema yang sederhana dan menggunakan istilah-istilah zamansekarang yang mudah dipahami oleh pembacaPendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitiandeskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah paparan bahasan yangmengandung nilai karakter dalam cerpen Jawa Pos 2014. Sumber datapenelitian berasal dari cerpen Jawa Pos 2014. Pada penelitian ini, penelitibertindak sebagai human instrument yang bertugas mengumpulkan danmengolah data. Selain itu, terdapat pula instrumen pendukung, meliputipedoman pengumpulan data dan pedoman indikator nilai-nilai karakter.Prosedur pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan tahapan berikut: (1)membaca dengan cermat cerpen Jawa Pos 2014; (2) mengidentifikasi kutipancerpen yang mengandung nilai karakter; (3) mengklasifikasi dan kodifikasi databerupa kutipan sesuai dengan indikator nilai karakter.Hasil penelitian meliputi, nilai karakter Ketuhanan, nilai karakter individu,dan nilai karakter sosial. Pertama, nilai karakter Ketuhanan, meliputi (a) taatberibadah ditemukan pada cerpen “Di Jalan Jabal Al Kaabah”, “Symphony ofLifes”, dan “Pada Sebuah Kuil”, (b) tasyakur/ syukur ditemukan pada cerpen“Symphony of Lifes”, (c) beriman ditemukan pada cerpen “Symphony of Lifes”.Kedua, nilai karakter individu, (a) komunikatif ditemukan pada cerpen “TukangParfum dan Pandai Besi” dan cerpen “Kekasih Hujan”, (b) tanggung jawabditemukan pada cerpen “Tukang Parfum dan Pandai Besi”, “Di Jalan Jabal AlKaabah”, “Bendera”, dan “Symphony of Lifes”, (c) ingin tahu ditemukan padacerpen “Di Jalan Jabal Al Kaabah” dan cerpen “Symphony of Lifes”, (d) kerjakeras ditemukan pada cerpen “Pada Sebuah Kuil” dan cerpen “Kekasih Hujan”.Ketiga, nilai karakter sosial, meliputi (a) peduli sosial ditemukan pada cerpen“Tukang Parfum dan Pandai Besi”, “Di Jalan Jabal Al Kaabah”, “Symphony ofLifes”, “Kekasih Hujan”, dan “Kalunh”, (b) toleransi ditemukan pada cerpen “Kalung”

    Teknik Penggarapan Penghayatan Peran Aktor oleh Sutradara Leo Zainy dalam Pentas Opera Ant Smooth

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian yang bersubjek padasutradara Leo Zainy dan difokuskan untuk mendeskripsikanteknik yang iagunakandalampenggarapanpenghayatanperanaktorpentasOpera Ant Smooth. Tahapanteknik yang iagunakantersebutmeliputianalisiskarakter, observasi, interpretasi, danpelaksanaanpemeranan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berusaha memaparkan teknik penggarapan penghayatan peran aktor oleh Leo Zainy dalam pentas lakon Opera Ant Smooth.Muhammad Zaeni atau yang lebih akrab disapa dengan nama panggung Leo Zainymerupakansosoksutradara yang selalumenyuguhkanpementasandenganberhasildengankualitaspenggarapanaktor yang matang.Data penelitianiniadalahtranskrip hasil wawancara,transkripcatatanlatihan, tayangan audio visual, gambar visual terkait informasi kegiatan pelatihan penggarapan penghayatan peran yang dilakukan oleh Leo Zainyterhadap aktor pentas Opera Ant Smooth.Sumber data dalam penelitian ini adalah sutradara Leo Zainy sebagai narasumber utama,dandokumentasi proses kreatif, antara lainfile rekaman video latihan, file foto latihan, dancatatanlatihan.Prosedurpengumpulan data adalahmelakukan wawancara secara terbuka terhadap sutradaraLeo Zainy, berburufoto,berburu video, danberburucatatanlapanganselama proses kreatifberlangsung,observasilapangandaripengalamanpenulissebagaisalahsatuaktor, dankajianpustaka.Analisis data dalampenelitianiniadalahreduksi data, kodifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa poin dalam empat tahapanpenggarapanpenghayatanperansutradara Leo Zainy (analisiskarakter,observasi, interpretasi, dan pelaksanaanpemeranan) yang telahdirumuskan.Padatahapanalisiskarakter Leo Zainymengkondisikan para aktoruntukmelakukanreading, sharing, dancasting. Padaobservasiterdapattigatahap, yakniobservasilangsung, observasitaklangsung, danlatihantransformasi. Padatahapinterpretasi Leo Zainymengkondisikan para aktoruntukmelakukanlatihanperpaduanatauasimilasi. Hinggapadaakhirnya Leo Zainymengkondisikan para aktoruntukmelaksanakanpemeranandenganmelaluitahapanmenghapalnaskah, stop and go, top-tail, run-through, danlatihanteknikpanggung. Penelitianinimerupakankajianterhadapteknikpenggarapanpenghayatanperan yang dilakukansutradarakepadaaktornya. Olehkarenaitu, kepada para sutradaradancalonsutradara yang hendakmengadakan proses pertunjukan, dapatmenjadikanhasilpenelitianinisebagaiacuanberproseskreatif, khususnyapadaaspekpenggarapanpenghayatanperanaktor.Begitu pula kepada para aktordapatmenerapkanhasilpenelitianinisebagaiacuanmempersiapkandiridanmelatihkanperanan yang akandimainkan.Kepadapenelitilanjutan, penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan atau menemukan gagasan baru pada objek yang sama, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak hal-hal yang harus dikembangkan pada penelitian ini

    NILAI ETIS JAWA DALAM CARITA CEKAK BERBAHASA JAWA KARYA SISWA KELAS XII SMKN 11 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Sujarwanti, Erlika. 2016. Nilai Etis Jawa dalam Carita Cekak Berbahasa Jawa Karya Siswa Kelas XII SMKN 11 Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.   Kata kunci: nilai etis jawa, carita cekak   Carita cekak merupakan salah satu jenis karya sastra berbahasa jawa yang populer di kalangan masyarakat Jawa. Seperti hal nya karya sastra lainnya, carita cekak memiliki beberapa unsur yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu unsur carita cekak yang berpengaruh terhadap interpretasi cerita adalah tokoh dan alur. Beberapa ucapan tokoh, perilaku tokoh, dan kutipan narasi pada carita cekak bisa menjadi bentuk refleksi dari keseharian masyarakat. Berkaitan dengan hal itu diperlukan pembahasan mengenai nilai etis jawa yang termuat dalam carita cekak.Penelitian ini bertujuan untuk mendalami macammacam nilai etis Jawa dalam carita cekak karya siswa dilihat dari nilai etis individu Jawa dan nilai etis sosial Jawa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa deskripsi nilai etis pada carita cekak karya siswa kelas XII SMKN 11 Malang dilihat dari aspek nilai etis individu dan nilai etis sosial. Teknik studi dokumentasi penugasan digunakan untuk memperoleh data berupa kutipan kata, kalimat, dan fragmen yang mencerminkan nilai etis individu dan nilai etis sosial. Kegiatan analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan reduksi data, yakni data yang telah ditemukan dikelompokkan ke dalam beberapa sub aspek. Setelah itu data diinterpretasikan dan dideskripsikan melalui tabel hasil interpretasi. Selanjutnya, penyajian data dalam bentuk uraian atau narasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya lima nilai etis individu jawa dan tiga nilai etis sosial Jawa pada carita cekak karya siswa kelas XII SMKN 11 Malang, nilai etis individu diperoleh melalui hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu meliputi nilai budi luhur, nilai rila/ikhlas, nilai temn/jujur, nilai narima, dan nilai watak/jujur. Nilai budi luhur merupakan nilai yang menjadi tolok ukur manusia jawa menjadi manusia yang berbudi/ jawa. Nilai etis sosial diperoleh melalui hubungan manusia dengan manusia lain, yaitu meliputi, sikap hormat, gotong royong, dan sikap rukun. Sikap rukun merupakan nilai yang harus diupayakan oleh masing-masing manusia jawa untuk mencapai keselarasan hubungan. Berdasarkan hasil analisis data carita cekak, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama dalam aspek muatan nilai individu terdapat lima nilai individu, yaitu (1) nilai budi luhur, (2) nilai rila/ikhlas, (3) nilai temen/jujur, (4) nilai narima, dan (5) nilai watak/jujur. Kedua dalam aspek muatan nilai sosial terdapat tiga nilai sosial, yaitu (1) sikap hormat, (2) sikap rukun, dan (3) nilai gotong royong. Berdasarkan kesimpulan diperoleh saran untuk guru mata pelajaran Bahasa Jawa guna menyisipkan nilai-nilai etis jawa dalam pembelajaran budi pekerti khususnya Bahasa Jawa

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇