SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Analisis Penilaian Membaca dan Menulis dalam Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Implementasi K13 Kelas VII SMP N 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK Primasanti, Winda. 2017. Analisis Penilaian Membaca dan Menulis dalam Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Implementasi Kurikulum 2013 Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. TitikHarsiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata Kunci: penilaian, membaca, menulis, ulangan harian Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya adalah sekolah menengah pertama (SMP). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 104 tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dasar dan menengah. Pasal 2 menyebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan dalam bentuk penilaian autentik dan non-autentik. Bentuk penilaian autentik yang dimaksud mencakup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, proyek produk, jurnal, unjuk kerja, dan penilaian diri. Bentuk penilaian non-autentik yang dimaksud mencaku ptes, ulangan, dan ujian. Berdasarkan telaah kurikulum, penilaian hasil belajar oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan menggunakan instrument penilaian yang memuat komponen materi, konstruksi, dan bahasa. Sasaran hasil belajar oleh pendidik terhadap kompetensi pengetahuan meliputi tingkatan pembelajaran mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk penilaian membaca, bentuk-bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis. Penilaian hasil belajar siswa dilakukan secara terencana dan berkesinambungan melalui ulangan, ujian, tugas mandiri atau kelompok. Dalam penelitian ini, penilaian yang dianalisis adalah penilaian ulangan harian. Ulanganharian merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dan perilaku yang dapat diamati. Data penelitian ini berupa soal-soal tes ulangan harian membaca dan menulis dengan kompetensi dasar, yaitu memahami, membandingkan, menangkap makna, dan menyusun. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara antara narasumber (guru) dan peneliti, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, dan analisis dokumen RPP. Data yang sudah dianalisis kemudian dikelompokkan dalam tabel sesuai dengan tabel pedoman analisis data sehingga dapat diketahui bentuk penilaian membaca, bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan penilaian membaca dan menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Hasil dalam penelitian ini, yaitu pertamabentuk-bentuk penilaian membaca dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan dua bentuk, yaitu tes pilihan ganda dan tes uraian. Masing-masing tes mencapai sasaran penilaian membaca berdasarkan keterampilan mikro maupun makro. Itu berarti bahwa masih banya ktes yang dibuat oleh guru yang berbentuk pilihan ganda. Padahal tes pilihan ganda tersebut banyak memiliki kekurangan. Kedua, bentuk-bentuk penilaian menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia implementasi kurikulum 2013 kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan hanya ada satu bentuk, yaitu tes menulis dengan berbagai rangsang. Kedua jenis rangsangannya yaitu, video dan bacaan. Masing-masing tes tersebut sudah mencapai sasaran keterampilan makro dan mikro penilaian menulis. Minimnya jenis rangsangan menulis yang diberikan membuat siswa kurang mengembangkan kemampuan menulisnya. Ketiga, proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis ditemukan lima tahap. Kelima tahap tersebut, yaitu guru menentukan kompetensi dasar, guru menjabarkan indikator sesuai dengan kompetensi dasar, guru menentukan tujuan pembelajaran, guru menyusun kisi-kisi penilaian, dan guru menyusun alat penilaian. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara, hasil pengamatan, dan analisis RPP.

    PENGEMBANGAN MENULIS TEKS DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU NASKAH DRAMA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 4 BERAU

    No full text
    Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari KTSP dan berfungsi sebagai acuan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran. Perbedaan yang mencolok terdapat pada standar kompetensi lulusan. Kriteria dalam standar kompetensi lulus mencakup sikap, pengetahuam, dan keterampilan. Pada pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis teks. Salah satu teks yang diajarkan jenjang SMA adalah teks drama. Teks drama merupakan satu-satunya teks sastra yang diajarkan di kelas XI. Pembelajaran menulis teks drama kurang mendapat perhatian oleh peserta didik karena kurangnya apresiasi pendidik terhadap kegiatan pembelajaran ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Berau, diperoleh bahwa minat peserta didik pada kegiatan menulis teks drama masih kurang. Hasil wawancara dengan peserta didik pun menunjukan bahwa sebenarnya peserta didik menginginkan suasana pembelajaran menulis teks drama yang menyenangkan. Peserta didik menginginkan tersedianya media yang menyenangkan yang dapat mengatasi kesulitan mereka dalam belajar sehingga mereka juga lebih bersemangat. Kesulitan menemukan tema, alur cerita, dan cara mengembangkan cerita merupakan salah satu kendala siswa dalam menulis drama. Tujuan penelitian dan pengembangan ini secara umum adalah menghasilkan teks drama yang sesuai materi dengan menggunakan media pembelajaran berdasarkan kartu naskah drama untuk siswa SMA. Produk media yang dihasilkan secara khusus dikembangkan dengan memperhatikan muatan materi isi, bahasa, dan tampilan. Media yang dihasilkan berupa kartu naskah drama untuk kegiatan menulis teks drama. Terdapat materi pemodelan teks drama dan petunjuk penggunaan media yang disusun pada buku petunjuk media kartu naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Rancangan penelitian diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Plomp yang dimodifikasi menjadi empat yakni (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi /kontruksi, (4) fase tes, evaluasi, dan revisi. Uji kelayakan produk media ini melibatkan (1) ahli materi pembelajaran drama, (2) ahli media pembelajaran, (3) praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu pendidik bahasa Indonesia, dan (4) siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 4 Berau sebagai subjek uji lapangan. Wujud data dalam penelitian ini berupa data numerik dan verbal. Data numerik diperoleh melalui angket penilaian produk kepada ahli materi pembelajaran drama, ahli media, praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, dan subjek uji lapangan. Data verbal berupa catatan komentar, kritik maupun saran yang dituliskan dalam angket penilaian. Data verbal selanjutnya dianalisis sebagai salah satu acuan revisi produk. Berdasarkan hasil uji diketahui hasil penelitian produk dari ahli materi sebesar 85,8%  ahli media sebesar 82,5% praktisi pembelajaran bahasa Indonesia sebesar 86,8% dan uji lapangan sebesar 80,8%. Berdasarkan penilaian ahli materi, produk pembelajaran tergolong layak meskipun masih perlu direvisi. Berdasarkan uji ahli media, produk tergolong layak dan perlu direvisi. Berdasarkan uji praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, produk tergolong layak. Hasil uji lapangan kepada siswa kelas XI Bahasa SMA digunakan peneliti untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan pembelajaran menulis teks drama. Kesimpulan penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran menulis teks drama kelas XI Bahasa SMA dengan kartu naskah drama tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, pendidik disarankan untuk menggunakan media pembelajaran ini sebagai penunjang kegiatan menyusun teks drama. Penggunaan media ini mampu mengatasi problematika peserta didik dalam kegiatan penulisan teks drama. Penggunaan media ini diharapkan menjadi alat evaluasi bagi pendidik sehingga mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Prosedur penelitian pengembangan ini dapat menjadi pedoman bagi peneliti lain untuk mengembangkan media dengan topik yang berbeda. Pengembang lain disarankan untuk mengikuti langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini. Penyebarluasan media ini dapat dilakukan dengan dua cara  (1) melalui MGMP Guru bahasa Indonesia, dan (2) melalui peserta didik yang telah menggunakan media. pan style='font-size:12.0pt; line-height:115%;font-family:"Times New Roman","serif"'>This research is meant to find out how great some factors i.e. Return on Asset (ROA) ,Current Ratio (CR),  Free Cash Flow (FCF), and Debt to Equity Ratio (DER) have an influence to the Dividend Payout Ratio (DPR). The samples are 14 manufacturing companies which are listed at Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2007-2009 periods. The research sample has been selected by using purposive sampling technique, in which the selection of sample members has been done based on the certain criteria. The analysis instrument has been done by using multiple linear regressions.  Based on the result of the research, it shows that the independent variables of profitability (ROA) and Debt to Equity Ratio (DER does not have any significant influence to the Dividend Payout Ratio (DPR), )  and whereas Current Ratio (CR) and Free Cash Flow (FCF) has significant influence to the Dividend Payout Ratio (DPR). The result of regression model feasibility test of ROA, CR, FCF, and DER variables have significant influence to the Dividend Payout Ratio (DPR) which can be proven by the value of sig-F is smaller than significance of 5% and the value of Adjusted R Square is 33.9%

    The Effect of Job Stress on Employees Satisfaction at CV Sinar Mentari Sukses Kediri

    No full text
    Human resources are assets that are considered potential and is important in an organization or company, which is essentially human resources are the driving force of life companies. Study of job satisfaction levels of employees that showed workers or employees in Indonesia have low levels of satisfaction. CV Sinar Mentari Sukses is a company engaged in the distribution. Based on interviews, the company has turnover rate that is quite high, which caused dissatisfaction of employees .this study aims to determine the effect of work stress on employee job satisfaction in CV Sinar Mentari Sukses. Work stress becomes the independent variable and job satisfaction becomes the dependent variable. The study population is all employees CV Sinar Mentari Sukses are 121 people and a sample of 93 employees using the Proportionate random sampling technique. This research method uses a quantitative approach with a simple linear regression analysis. Analysis of data using SPSS software version tools 17.0. The description of the data showed job stress on employee CV SinarMentariSukses in the category of low and job satisfaction of employees in the category. While the results showed that the variables of job stress has a negative effect on employee job satisfaction. Management advised to lower the stress levels of employees either by providing counseling for employees

    Pengaruh Penggunaan Teknik Editing Sejawat terhadap Kemampuan Menerapkan Ejaan pada Tugas Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan teknik editing sejawat terhadap kemampuan menerapkan ejaan dari (1) aspek pemakaian huruf, (2) aspek penulisan kata, dan (3) aspek pemakaian tanda baca.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain control group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-8 sebagai kelompok kontrol dan kelas VIII-5 sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan teknik editing sejawat, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Instrumen yang digunakan berupa tes menulis berbentuk esai.Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, terdapat pengaruh penggunaan teknik editing sejawat terhadap kemampuan menerapkan ejaan dari aspek pemakaian huruf . Hal ini berdasar pada hasil analisis statistik uji beda postes menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,004 (Sig. 2-taile

    Pengembangan Bahan Ajar Menyusun Teks Eksposisi untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs

    No full text
    ABSTRAK Putri, Juventi Permana. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menyusun Teks Eksposisi untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: bahan ajar, teks eksposisi, menyusun teks eksposisi  Pengembangan Kurikulum 2013 termasuk dalam strategi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Orientasi Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek yang harus dikuasai oleh siswa. Tiga aspek tersebut yaitu aspek sikap, yang mencakup sikap spiritual dan sikap sosial, aspek keterampilan, dan aspek pengetahuan. Teks eksposisi merupakan salah satu teks yang dianggap mampu menjadi sarana untuk mengembangkan tiga aspek yang harus dimiliki siswa sesuai dengan orientasi Kurikulum 2013. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran ditentukan oleh proses pembelajaran dan bahan ajar yang digunakan oleh guru. Masalah yang sering timbul pada saat proses pembelajaran adalah siswa merasa kesulitan memahami teks yang dijadikan contoh pada bahan ajar utama yaitu buku Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan. Selain itu, pada saat siswa menyusun teks eksposisi tidak begitu memperhatikan struktur teks dan ciri teks eksposisi. Tidak hanya struktur dan ciri teks eksposisi, siswa juga kurang memperhatikan bagaimana menulis kalimat dan paragraf dengan baik. Berdasarkan masalah tersebut, maka diperlukan penelitian dan pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran teks eksposisi terutama pada kegiatan menyusun teks eksposisi. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan bahan ajar menyusun teks eksposisi untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah teruji kelayakannya dan mampu membantu guru menyampaikan materi menyusun teks eksposisi serta dapat memudahkan siswa kelas VII untuk menyusun teks eksposisi. Selain itu, tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan deskripsi hasil uji kelayakan pengembangan bahan ajar menyusun teks eksposisi kelas VII SMP/MTs. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Rancangan penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Model tersebut merupakan model penelitian dan pengembangan prosedural dan harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kuantitatif yang berupa hasil uji validasi ahli dan uji lapangan serta data kualitatif yang dihasilkan dari data verbal berupa komentar, saran, dan kritik. Pengembangan bahan ajar menyusun teks eksposisi ini melibatkan tiga validator ahli untuk menguji apakah bahan ajar layak digunakan atau tidak. Tiga validator tersebut adalah (1) Dr. Nita Widiati, M.Pd sebagai ahli materi dan isi, (2) Dr. Hj. Siti Cholisatul Hamidah sebagai ahli kebahasaan, dan (3) Dr. Nurhadi, M.Pd sebagai ahli penyusunan bahan ajar. Dari angket model check list  yang diisi oleh tiga validator ahli menghasilkan kelayakan bahan ajar yang disertai komentar, saran, dan kritik yang dijadikan acuan untuk menyempurnakan bahan ajar. Hasil uji validasi untuk kelayakan bahan ajar dari ahli materi dan isi mendapatkan skor 91,7% dari skor maksimal 100%.  Hasil uji validasi untuk kelayakan bahan ajar dari ahli kebahasaan mendapatkan skor 75% dari skor maksimal 100%. Hasil uji validasi untuk kelayakan bahan ajar dari ahli penyusunan bahan ajar mendapatkan skor 86,7% dari skor maksimal 100%. Berdasarkan komentar, saran, dan kritik dari validator ahli maka dilakukan revisi produk awal dan menghasilkan bahan ajar yang akan diujikan dalam uji coba lapangan. Uji coba lapangan melibatkan 20 siswa kelas VII SMP Negeri 25 Malang dan satu guru bahasa Indonesia SMP Negeri 25 Malang, Dra. Darsih. Uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui kemenarikan dan efektivitas penggunaan bahan ajar menyusun teks eksposisi yang telah dikembangkan. Hasil uji coba lapangan yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia SMP Negeri 25 Malang dengan menggunakan angket model check listmendapatkan skor 86,6% dari skor maksimal 100%. Hasil uji lapangan dengan 20 siswa kelas VII SMP Negeri 25 Malang dari angket tertutup dengan model pertanyaan yang dijawab “Ya” atau “Tidak” mendapatkan skor 87,7% dari skor maksimal 100%. Selain itu, terdapat juga data berupa komentar, saran, dan kritik yang digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki bahan ajar. Perbaikan produk akhir bahan ajar menyusun teks eksposisi tidak hanya didasarkan pada hasil uji coba lapangan. Selain itu, juga terdapat beberapa catatan dan tambahan dari dosen pembimbing untuk menyempurnakan produk bahan ajar. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah produk bahan ajar yang dikembangkan berupa buku teks berjudul Ayo Belajar Menyusun Teks Eksposisi yang telah diuji kelayakannya oleh validator ahli dan telah diujikan kepada guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII SMP Negeri 25 Malang. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan bahan ajar ini pada pembelajaran menulis teks eksposisi. Siswa disarankan memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis teks eksposisi dengan memperhatikan petunjuk atau perintah kerja pada buku. Pengembang lain disarankan untuk menggunakan buku ini sebagai referensi untuk mengembangkan materi yang belum ada pada buku ini. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan dipublikasikan dalam jurnal penelitian.  

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Foto Peristiwa untuk Siswa Kelas VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Sari,Yuntarti, Sovita. 2015. PengembanganBahan Ajar MenulisCerpendenganFotoPeristiwauntukSiswaKelas VII SMP. Skripsi, JurusanSastra Indonesia FakultasSastraUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. WahyudiSiswanto, M.Pd, (II) InderaSuherjanto, S.Pd.,M.Sn.   Kata Kunci:pembelajaransastra, bahan ajar, menuliscerpen   Penelitianpengembanganinidilatarbelakangiolehhasilstudipendahuluanbahwapembelajaranmenuliscerpenmengalamibeberapakendala.Hambatanpembelajaranterjadipadasiswa.Siswacenderungmengganggapbahwamenuliscerpenadalahkegiatanmembosankandanhanyabisadilakukanolehmereka yang memilikibakatmenulis. Guru menyampaikanpembelajaranmenuliscerpen di dalamkelasbersifatteoritisdengansumberbelajar yang terbatas. Guru dansiswaterutamasiswamemerlukanbahan ajar yang dapatmengatasihambatandanmendukungkelancaranmenuliscerpen. Bahanajarmemegangperananpentingterhadappembelajaran, karenabahan ajar dapatmempermudah proses pembelajaransehinggatujuanpembelajaran yang telahditentukandapattercapaisecara optimal. Tujuanpembelajaranmenuliscerpenatausastraantaralain (1) membantumeningkatkanketerampilanberbahasa, (2) meningkatkanpengetahuanbudaya, (3) mengembangkanciptadan rasa, dan (4) menunjangpembentukanwatakataukarakter. Beberapahaltersebutmemberipertimbangan, bahan ajar menuliscerpenuntukpembelajaranmenyusunataumenuliscerpenperludikembangkan agar tujuanpembelajaranmenuliscerpendapatdicapai. Penelitianinimenghasilkanprodukbahan ajar pembelajaranuntukmenuliscerpen.Bahan ajar tersebutdiberinamaFotokuCeritaku.Bahan ajar memergunakanfotountukmempermudahtahapan-tahapanmenuliscerpenuntuksiswa.Bahan ajar FotokuCeritakudikembangkanberdasarpendekatansaintifik yang dianjurkanolehkurikulum 2013.Bahan ajar FotokuCeritakumemberikankesempatanbagisiswadalammengonstruksipengetahuanmerekasendiriuntukmenghasilkantulisanatauproduknyata, yaknikaryasastrasiswaberupacerpen di dalamkelas. Tujuanpenelitianiniadalah (1) mengembangkanproduk yang layakdarisegiisi, (2) mengembangkanproduk yang layakdarisegisistematikanpenyajian, (3) mengembangkanproduk yang layakdarisegitampilan, dan(4) mengembangkanproduk yang layakdarisegibahasa. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitianpengembangan.Rancanganpenelitianinidiadaptasidariprosedurpenelitianpengembangan Borg dan Gall. Berdasarkanprosedurtersebut, terdapattujuhtahapprosedurpenelitian, yakni (1) studipendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangandrafproduk, (4) ujiahlidanujipraktisi, (5) revisihasilujiahlidanujipraktisi, (6) ujilapangan, dan(7) penyempurnaanprodukakhir. Ujiprodukdilakukandenganmelibatkan (1) ahlisastra (cerpen), (2) ahlipembelajaranBahasadanSastra Indonesia, (3) praktisi, yakni guru BahasadanSastra Indonesia, dan (4) lapangan, yaknisiswakelas VII C SMP Negeri 9 Malang. Jenis data penelitianiniadalah data kuantitatifatau numeric dan data kualitatifatau verbal.Data numerikberupa data skor yang diperolehdarihasilangketpenilaianahli, praktisi, dansiswaterhadapproduk.Data verbal dibedakanmenjadi data tertulisdan data lisan.Data tertulisberupacatatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskansubjekujipadaangketpenilaian, sedangkan data verbal lisanberupainformasi yang disampaikansecaralisanketikawawancaradenganketigakelompokuji.Hasilwawancaraselanjutnyaditranskripsi agar dapatdianalisis. Padapenelitianini, penelitibertindaksebagaihuman instrument.Angketpenilaiandanpedomanwawancarabebasdigunakansebagai instrument pengumpulan data.Analisis data dilakukandengancara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperolehdariangketpenilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan,dan (3) menganalisis data danmerumuskansimpulananalisissebagaidasaruntukmelakukantindaklanjutterhadapproduk yang dikembangkan. Ujiprodukmelibatkanahlisastra (cerpen) menghasilkan rata-rata kelayakanproduk 77,77%, ahlipembelajaranBahasadanSastra Indonesia 84,67%, praktisi 88,75%, dansiswa 82,74%. Berdasarkanhasilujimelibatkanahlisastra (cerpen) danahlipembelajaran, produktergolonglayakdansiapuntukdiimplementasikan.Berdasarkanhasilujimelibatkanpraktisi, produktergolongsangatlayakdansiapuntukdiimplementasikan.Namun, adabeberapaaspek yang perludirevisidanditambahkanberdasarkankomentardan saran perbaikandariahlisastra (cerpen), ahlipembelajaranBahasadanSastra Indonesia.Ujilapangandenganmelibatkansiswakelas VII SMP Negeri 9 Malang, ujicobalapanganhanyadilakukanpadasatukelasyaitukelas VII C. ujilapangandimaksudkanuntukmengetahuiresponsiswaterhadapbahan ajar FotokuCeritaku yang diterapkandalampembelajaranmenyusunataumenuliscerpen. Simpulanpenelitianpengembanganiniadalahbahan ajar FotokuCeritakuyang dikembangkanberdasarkantahapanmenulisceritapendekdenganmenunjukkanbahwaproduktergolonglayakdansiapdiimplementasikandalampembelajaranmenuliscerpen.Sebagailangkahpemanfaatanprodukhasilpengembangan, guru disarankanuntukmenggunakanbahan ajar FotokuCeritakusebagaisalahsatualternatifbahan ajar untukmengajarkankompetensimenyusunataumenuliscerpen.Siswadisarankanuntukmengikutisetiaptahapan-tahapanmenuliscerpen yang disajikan di dalambahan ajar agar siswamemperolehpengetahuan yang utuhtentangtahapanmenuliscerpen.Prosedurpenelitianpengembanganstrategipembelajaraninidapatmenjadipedomanbagipenelitilainuntukmelakukanpenelitianserupa. Pengembang lain disarankanmengikutilangkah-langkah yang ditempuhdalampenelitianiniuntukmengembangkanprodukbahan ajar lain yang dapatditerapkanpadakompetensipembelajaran lain. Selanjutnya, penyebarluasanprodukdapatdiunggahmelalui media internet ataupada MGMP guru BahasadanSastra Indonesia. ABSTRACT Sari, YuntartiSovita. 2015.Development ofInstructional MaterialsWritingShort StorywithPhotosEventsforSeventh Grade Studentsof SMP. Thesis, Department of Indonesian LiteratureFaculty of Letters,State University of Malang. Advisors:(I) ProfDr.WahyudiSiswanto, Pd, (II) InderaSuherjanto, S.Pd.,M.Sn.   Keywords: literature materials, teaching materials, writing short stories. Thisdevelopmentresearchis motivated bythe results ofa preliminary studythat learningto write short storieshaving some problems. Barriersoccuronstudentlearning. Studentstend to assumethat writinga short storyis aboringactivityandcan only be doneby thosewhohavea talent for writing. Teachersdeliverlearningto write short storiesin the classroomtheoreticalwithlimitedlearning resources. Teachersandstudents, especially students requireinstructional materialsthatcanovercomebarriersandsupport the smoothwriting short stories. Teaching materialsplay an important roletowards learning, becauselearning materialscanfacilitate the learning processso that thelearning objectives have beendeterminedcan beachieved optimally. The purpose of learningto write short storiesorliterature, among others, (1) to helpimprovelanguage skills, (2) increasecultural knowledge, (3) developingcreativityandtaste, and(4) support theformation of characterorcharacters. Some of the thingsthatgivesconsideration, teaching materials forlearningto write short storiescomposeorwriteshort storiesneed to be developedfor the purposeof learning to writeshort storiescan be achieved. Thisresearchproducesinstructional materialslearningto writeshort stories. Theteaching materialsare namedMy PhotosMy Story. Photomemergunakanteaching materialstofacilitatethe stages ofwriting short storiesforstudents.My pictureCeritakuteaching materialsdevelopedbased onscientificapproachadvocated bythe curriculumCeritaku2013.My pictureteaching materialsprovidean opportunity for studentstoconstructtheir own knowledgetoproducewrittenortangible products, namelyliteraturestudentsin the classroomin the form ofshort stories. The purpose ofthis study were (1) to developa viable productin terms of content, (2) developa viable productin terms ofsistematikanpresentation, (3) developa viable productin terms of appearance, and(4) developa viable productin terms oflanguage. Thisresearchmethoddevelopment research.The study designwas adaptedfromthe procedureBorgandGalldevelopmentresearch. Based onthese procedures, there are sevenstages ofresearch procedures, namely(1) a preliminary study, (2) planning, (3) development ofa draftproduct, (4) testand testexpertpractitioners, (5) the revision ofthe test resultsandtestexpertpractitioners, (6) field test, and (7) the improvement ofthe final product. Product testperformedby involving(1) the expertliterature(short stories), (2) the expertlearningIndonesian language and literature, (3) practitioners, namelyIndonesian Language and Literatureteacher, and(4) field, thestudents of classVIICSMP9Malang. The type of datathis research isquantitative dataandqualitative dataornumericorverbal. Numerical datain the form ofscore dataobtained from thequestionnaireassessmentexperts,practitioners, andstudents to theproduct. Dataverbaldifferentiatedinto dataand datawrittenoral. Datais writtenin the form ofnotes, comments, criticisms, andsuggestionswrittenon thetest subjectassessmentquestionnaire, while the datain the form ofverbaloralinformation conveyedorallywheninterviewswith the threetest groups. Results ofsubsequent interviewsare transcribedto beanalyzed. In this study, researchersactas ahuman instrument. Assessmentquestionnaireandinterview guideis free to useas adata collectioninstrument. Data analysis wasdone by(1) a writtenverbalcollect dataobtained fromthe questionnaireassessment, (2) transcribingoralverbal data, and(3) analyzethe dataandformulateconclusionsanalysisas a basisfor further actionsagainstproducts thatare developed. Product testinvolvesexpertliterature(short story) produces an average of77.77% product feasibility, learning expertsLanguage andLiteratureIndonesia84.67%, 88.75% practitioners, and students of82.74%. Based on thetest resultsinvolvingthe expertliterature(short stories) andlearning experts, productsclassified asworthyandreadytobe implemented. Based on thetest resultsinvolving practitioners, productsclassified as veryworthyandreadytobe implemented. However, there areseveralaspectsthat need to berevisedandadded based oncommentsandsuggestions for improvementofthe expertliterature(short stories), learning expertsLanguage andLiteratureIndonesia.Fieldtrialsinvolvingthe seventh grade studentsof SMPNegeri 9Malang, field trials conducted ononlyone classisclassVIICfield testsintended to determine thestudents' response toinstructional materialsCeritakuMy pictureisapplied inpreparingteachingorwriting short stories. The conclusions of this research is the development of teaching materials developed Ceritaku My picture based on the stage to write a short story by showing that the product is classified as worthy and ready to be implemented in learning to write short stories. As the pace of utilization of products development, teachers are advised to use teaching materials Ceritaku My picture as one of alternative teaching materials to teach the competence compose or write short stories. Students are advised to follow all the stages of writing short stories presented in teaching materials so that students obtain a full knowledge of the stages of writing short stories. Procedures research development of learning strategies can serve as guidelines for other researchers to conduct similar research. Other developers are advised to follow the steps taken in this study to develop products other teaching materials that can be applied to other learning competencies. Furthermore, the dissemination of the products can be uploaded via the Internet or on MGMPs Indonesian language and literature teacher.                          

    Kreativitas dalam Mengonversi Teks Naratif Menjadi Teks Dramatik Siswa Kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Dewayani, Nonik Fajar. 2016. Kreativitas dalam Mengonversi Teks Naratif menjadi Teks Dramatik Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah, M.Pd.Kata Kunci: kreativitas, mengonversi, teks naratif, teks dramatik.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas dalam mengonversi teks naratif menjadi teks dramatik, berdasarkan kreativitas membuat judul, kreativitas mengembangkan alur, kreativitas mengembangkan dialog, kreativitas menggambarkan latar, dan kreativitas menggunakan petunjuk teknis atau lakuan karya siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menarik karena mengonversi merupakan salah satu kompetensi yang ada pada K13, yang di dalamnya tentu tidak terlepas dari kreativitas dalam mengonversi teks satu menjadi teks yang lain. Akan tetapi, kegiatan mengonversi teks naratif berupa teks cerpen menjadi teks dramatik masih kurang memenuhi kreativitas. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa paparan teks dramatik yang menunjukkan aspek judul, alur, dialog, latar, dan petunjuk teknis (lakuan), yang merupakan hasil konversi teks yang dipilih. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks dramatik hasil konversi karya siswa kelas XI IPS 2 dan XI MIPA 1 SMA Laboratorium UM tahun pelajaran 2015/2016. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu intrumen tambahan berupa LKS, panduan kriteria kelayakan data, dan panduan analisis data. Prosedur pengumpulan data penelitian ini menggunakan Lembar Kerja Siswa atau LKS tes mengonversi teks naratif menjadi teks dramatik, sedangkan instrumen analisis data berupa: (1) panduan kriteria kelayakan data, dan (2) panduan analisis data, yang didalamnya juga terdapat panduan kodifikasi teks dramatik (judul, alur, dialog, latar, petunjuk teknis. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, pengecekan sejawat, dan diskusi dengan dosen pembimbing. Kegiatan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, berdasarkan hasil analisis 28 judul ditemukan 12 (42,8%) judul lengkap atau memenuhi indikator kreativitas dan 16 (57,2%) tidak lengkap atau tidak memenuhi. Kelengkapan dalam kreativitas membuat judul ditandai dengan tidak lebih dari lima kata, tidak menggunakan judul yang sama dengan teks naratifnya, judul berkesinambungan dengan isi cerita, dan mengundang tanya pembaca. Kedua, berdasarkan hasil analisis 28 teks ditemukan 10 (35,7%) alur lengkap atau memenuhi indikator kreativitas dan 18 (64,3%) tidak lengkap atau tidak memenuhi. Kelengkapan dalam kreativitas mengembangkan alur ditandai dengan memiliki alur atau plot lebih dari satu (keragaman membuat alur maju, alur mundur, maupun alur campuran) namun tetap tidak mengubah cerita, dibangun melalui perkenalan konflik teks naratif yang mengena, tidak terikat dengan teks naratifnya, memiliki klimaks yang tajam, dan resolusi yang mengejutkan. Ketiga, berdasarkan hasil analisis 28 teks ditemukan 16 (57,1%) teks memiliki dialog lengkap atau memenuhi indikator kreativitas dan 12 (42,9%) tidak lengkap atau tidak memenuhi. Kelengkapan dalam kreativitas mengembangkan dialog ditandai dengan menunjukkan karakter tokoh, menggunakan bahasa lisan dan komunikatif, menggunakan percakapan baru, dan membangun konflik. Keempat, berdasarkan hasil analisis 28 teks ditemukan 13 (46,4%) teks memiliki latar lengkap atau memenuhi indikator kreativitas dan 15 (53,6%) tidak lengkap atau tidak memenuhi. Kelengkapan dalam kreativitas menggambarkan latar ditandai dengan keragaman dalam penggunaan kalimat untuk mendeskripsikan latar, menggunakan tempat, waktu, dan suasana baru, dan mendeskripsikan benda-benda yang ada dan letak benda tersebut. Kelima, Berdasarkan hasil analisis 28 teks ditemukan 13 (46,4%) teks memiliki petunjuk lakuan lengkap atau memenuhi indikator kreativitas dan 15 (53,6%) tidak lengkap atau tidak memenuhi. Kelengkapan dalam kreativitas mengembangkan petunjuk lakuan ditandai dengan menunjukkan ekspresi wajah dan perilaku tokoh, menunjukkan petunjuk lakuan (imajinasi) yang baru, tidak terikat perilaku tokoh pada teks naratifnya, dan setiap dialog memiliki petunjuk teknis atau lakuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru bahasa Indonesia agar lebih memperhatikan penyampaian materi mengonversi teks naratif menjadi teks dramatik. Guru diharapkan dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas dalam mengonversi teks naratif menjadi teks dramatik. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat melakukan perbaikan pada proses belajar mengajar selanjutnya. Bagi siswa disarankan agar lebih memperhatikan kreativitas dalam mengonversi, terutama kreativitas mengembangkan alur. Siswa diharapkan menghindari alur yang sama dengan teks naratif yang hendak dikonversi menjadi teks dramatik. Siswa harus lebih giat berlatih mengembangkan alur dengan tepat

    Plagiarisme Skripsi Mahasiswa pada Topik Menulis Cerpen Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT   Mariasih, Yulis. 2016. The Student’s Thesis Plagiarism in Short Story Writing Topics at 2012-2015 Indonesian Literature Department State University of Malang. Thesis. Departement of Indonesian Literature, faculty of letters, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd. Keywords: Plagiarism, Plagiarism Form, Writing Short Stories Plagiarism is the act of imitating or plagiarizing other people's work without specifying the rules of citation and publish the results plagiarism on its own behalf. Plagiarism become moral problems in education. One act of plagiarism in education is dishonesty in writing scientific papers. At the college level palgiarisme can be found in the thesis. This study aims to describe the forms of plagiarism and expose parts of the thesis contains acts of plagiarism in the student’s thesis Indonesian Literature Department State University of Malang at 2012-2015. This research uses descriptive qualitative research design. Sources of data in this study is a literature student thesis Indonesia the range of 2012-2015 with a topic to write short stories. Plagiarism action research data contained in the thesis. The next step each act of plagiarism is analyzed by the instrument forms of plagiarism to determine the form of plagiarism were found in the study. Data findings are grouped based on the findings part by part of thesis plagiarism. Based on the results of this research, there are two criteria to determine the form of acts of plagiarism, which is based on written form and nature. Based on the written form was found two forms of plagiarism, palgiarisme vague or mosaic and outright plagiarism or word by word plagiarism. By its nature, there are two forms of plagiarism, that is plagiarism of ideas and palgiarisme patterned. Plagiarism pattern described again into two, there isi straight plagiarism patterned cross plagiarism patterned. The findings of the second part containing the thesis plagiarism action. In the current study found plagiarism action in four parts, there is introduction, the study of theory, discussion, and occlusion. Based on these results the researchers provide advice to the faculty to provide more guidance on the rules of quoting in writing a thesis. Researchers suggest to students to be honest in a deafening scientific works and appreciate the writings of others. To other researchers, researchers advised to dig deeper into the actions of plagiarism because of this kind of research topics are rarely developed in the form of scientific research

    Penggunaan Bahasa Argumentatif dalam Teks Diskusi Bahasa Indonesia Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2015/2016

    No full text
    ABSTRACT Anggraini, Dessy. 2016. Penggunaan Bahasa Argumentatif dalam Teks Diskusi Bahasa Indonesia Karya Siswa Kelas VIII  SMP Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.Kata kunci : penggunaan bahasa, pernyataan, alasan pendukung, kesimpulan,  teks diskusiSalah satu bagian dari penggunaan bahasa yakni kegiatan berargumentasi. Pada kegiatan pembelajaran, kegiatan berargumentasi sangat penting untuk dilakukan. Diskusi merupakan bagian dari kegiatan berargumentasi. Kini, diskusi dalam bentuk tulis sudah terintegrasi dalam kurikulum 2013. Teks diskusi merupakan teks baru dalam kurikulum 2013. Penggunaan bahasa adalah hal penting yang perlu dikuasai seseorang untuk dapat terampil dalam kegiatan menulis. Berdasarkan observasi pendahuluan diketahui bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang dirasa sulit dan belum dikuasai oleh siswa. Bertolak dari penggunaan bahasa dan pentingnya penguasaan keterampilan menulis maka dipilihlah topik penelitian yakni analisis penggunaan bahasa dalam teks diskusi karya siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang. Topik tersebut memuat tiga fokus penelitian yakni (1) bahasa yang menyampaikan pernyataan terkait topik, (2) bahasa yang menyampaikan alasan pendukung, dan (3) bahasa yang menyampaikan kesimpulan dalam teks diskusi karya siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatatif dan merupakan jenis penelitian studi teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah tulisan teks diskusi siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang. Data penelitian ini yakni bahasa yang terdapat dalam penyampaian pernyataan, alasan pendukung, dan kesimpulan dalam tiga puluh satu teks diskusi karya siswa. Instrumen dalam penelitian ini yakni peneliti sebagai instrumen kunci, Lembar Kerja Siswa (LKS), pedoman analisis teks diskusi, dan tabel analisis teks diskusi. Tahap pelaksanaan meliputi tahap pengumpulan data, tahap analisis data, tahap pegecekan keabsahan data, dan tahap penarikan kesimpulan.Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, bahasa yang menyampaikan pernyataan dalam teks diskusi karya siswa (1) seluruhnya merupakan opini, pendapat, atau evaluasi subjektif penulis; (2) terdapat pernyataan yang belum memuat isu atau masalah; (3) pilihan kata yang digunakan sudah menggambarkan dan sesuai dengan topik diskusi yang dipilih; (4) banyak menggunakan modalitas berisi kemungkinan dan keharusan; (5) banyak ditemukan konjungsi perbandingan dan pertentangan dalam teks diskusi karya siswa; dan (6) memiliki bentuk  pernyataan berupa definisi, pendapat umum, ungkapan ekspresif, sajian masalah, pertanyaan, perbandingan, mengungkapkan seluruh aspek, mengungkapkan sebagian aspek, dan mengungkapkan satu aspek.Kedua, bahasa yang menyampaikan alasan pendukung dalam teks diskusi karya siswa (1) terdiri atas alasan pendukung yang berisi dukungan  dan alasan pendukung yang berisi penolakan atau menentang; (2) belum seluruhnya  berisi data, fakta, atau referensi; (3) selain konjungsi perbandingan dan pertentangan, banyak ditemukan konjungsi penyebaban dalam teks diskusi karya siswa; (4) banyak menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan; (5) alasan pendukung teks diskusi karya siswa memiliki bentuk berupa perbandingan,  contoh, hubungan sebab akibat, dan pengalaman penulis.Ketiga, bahasa yang menyampaikan kesimpulan dalam teks diskusi karya siswa (1) menggunakan kata dan istilah yang tepat serta memuat konjungsi yang bertentangan atau berlawanan; (2) memiliki lima bentuk berupa penegasan ulang, ringkasan, saran atau rekomendasi, harapan, dan jalan tengah yang tidak memihak.Saran yang terkait untuk penelitian ini adalah (1) penyampaian pernyataan belum seluruhnya berupa isu atau masalah. Maka sebaiknya siswa diajarkan untuk merumuskan pernyataan berupa isu atau masalah yang dapat bersumber dari pengamatan langsung di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa, koran, televisi, rangsang peristiwa, dll; (2) pada penyampaian alasan pedukung masih belum tampak data, fakta, dan referensi acuan. Maka sebaiknya dalam proses penulisan teks diskusi siswa diajarkan untuk mencari data, fakta, atau referensi sehingga dapat mendukung pernyataan isu. (3) keterampilan merumuskan kesimpulan teks diskusi siswa terus ditingkatkan sehingga siswa semakin mahir membuat kesimpulan.ABSTRACT Anggraini, Dessy. 2016. The Use of Argumentative Language In Discussion Text of VIII Class Students’ Works State Junior High School 8 Malang Education Year 2015/2016. Thesis, Department of Indonesian Language Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.Keywords: the use of language, claim, support, warrant, discussion textOne of the language part uses is argumentation activity. In learning activity, the argumentation activity is very important to be done. Discussion is a part of argumentation activity. Now, discussion in the form of writing has been integrated in the 2013 curriculum. The language use is an important thing to be mastered by one person to obtain the skill in writing activity. Based on the preliminary observation, it is known that the writing activity is such a difficult activity and not mastered by students. Based on the language use and the importance of writing skill acquisition, so it is selected the research topic namely the analysis of language use in discussion text of VIII B class students’ works of State Junior High School 8 Malang. The topic presents three research focuses, namely (1) the language delivering the claim related to the topic, (2) the language delivering the support, and (3) the language delivering the warrant in discussion text of VIII B class students’ works of State Junior High School 8 Malang.This research uses qualitative research and is a text study research. The source of data is the discussion text writing of VIII B class students’ of State Junior High School 8 Malang. The research data is the language in delivering claim, support, and warrant in thirty one discussion texts of students’ works. The research instruments are the researcher as the key instrument, student work sheet, guidance on analysis of discussion text, and analysis table of discussion text. The implementation stage includes the data collection stage, data analysis stage, data validity checking stage, and conclusion drawing stage. This research results in three findings. First, the language delivering the claim related in discussion texts of students’ works (1) all of which  are the student subjective opinions, argumentations or evaluation; (2) there are statement not presenting the issues or matters; (3) the word selection used has described and based on the selected discussion topic; (4) it uses many modalities presenting possibility and requirements; (5) there are many comparison and contrary conjunction found in the discussion texts of students’ works; and (6) it has claims forms as definition, general opinions, expressive expression, problem presentation, questions, comparison, expressing all aspect, expressing some aspects and expressing one aspect.Second, the language delivering the support in discussion texts of students’ works (1) consisting of supporting reason presenting supports and support with rejection or contrary; (2) it does not overall contain data, facts or references; (3) not only comparison and contrary conjunction, there are also found causal conjunction in the discussion texts of students’ works; (4) it uses many contrary words; (5) for the support of discussion text of students’ work, they have the forms as comparison, examples, causality correlation and author experiences.Third, the language delivering the warrant or conclusion in discussion text of students’ works (1) uses the appropriate words and terms as well as presents the contrary conjunction; (2) has five forms namely re-confirmation, summary, advises or recommendation, expectation and impartially middle ways. The advises related to this research are (1) the claim delivery is not overall as issues or matters. So, the students should be taught to formulate the claim in the form of issues or problems from direct observation around the environment where the students live, newspaper, television, event stimulation, etc; (2) in the delivery of support, it has not presented data, facts, and references. So, in the writing process of discussion texts, he students are taught to find the data, facts or reference so that it can support the issue statement. (3) the students’ skills in formulating the conclusion for discussion texts must be improved so that the students are skillful in drawing conclusion

    Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman dan Sikap Bahasa dengan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRACT Siti Wardani, Nila. 2015. Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman dan Sikap Bahasa dengan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn.Kata kunci: membaca pemahaman, sikap bahasa, menulis cerita pendek.Membaca merupakan salah satu aspek di dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Melalui membaca siswa dapat memperoleh banyak wawasan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam membaca ialah membaca pemahaman. Kemampuan membaca pemahaman dilakukan untuk memperoleh informasi dari apa yang telah dibaca. Seperti halnya kemampuan membaca cerita pendek. Kemampuan membaca pemahaman cerita pendek dapat dilihat dari seberapa besar seseorang memperoleh wawasan terkait bacaan yag telah dibaca. Sikap bahasa merupakan respon atau tindakan seseorang terhadap bahasa yang diterima. Sikap siswa terhadap bahasa Indonesia merupakan respon atau tindakan siswa terhadap bahasa Indonesia. Seorang siswa yang memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia, maka siswa akan cenderung menggunakan serta melestarikan bahasa Indonesia. Sebaliknya, seorang siswa yang memiliki sikap negatif terhadap bahasa Indonesia, maka siswa akan cenderung mengabaikan bahasa Indonesia. Menulis merupakan suatu kegiatan dengan cara menuangkan ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu karya tulis. Salah satu karya tulis yang dapat dihasilkan adalah cerita pendek. Di dalam menulis sebuah cerita pendek diperlukan ide, gagasan, imajinasi, dan wawasan yang sangat luas. Seperti keadaan lingkungan di sekitar (pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain) dapat digunakan sebagai ide di dalam menulis sebuah cerita pendek. Selain menuangkan ide di dalam cerita, pemilihan kata juga diperlukan di dalam menulis cerita pendek agar cerita yang dihasilkan hidup dan menarik.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana deskripsi kemampuan membaca pemahaman, sikap bahasa, dan kemampuan menulis cerita pendek, (2) adakah hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang, dan (3) adakah hubungan antara sikap bahasa dengan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang. Sebelum mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerita pendek dan hubungan sikap bahasa dengan kemampuan menulis cerita pendek, terlebih dahulu dilakukan deskripsi terhadap kemampuan membaca pemahaman, sikap bahasa, dan kemampuan menulis cerita pendek. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes tulis untuk kemampuan membaca pemahaman, angket/kuesioner untuk sikap bahasa, dan tes tulis untuk kemampuan menulis cerita pendek. Penelitian ini menggunakan sampel satu kelas yaitu kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang yang terdiri atas 30 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis uji beda. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman, sikap bahasa, dan kemampuan menulis cerita pendek. Analisis uji beda diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerita pendek dan mengetahui hubungan sikap bahasa dengan kemampuan menulis cerita pendek.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan yang menjawab rumusan masalah penelitian. Pertama, kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang sangat tinggi, sikap bahasa siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang sangat tinggi, dan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Malang sangat tinggi. Kedua, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerita pendek. Ketiga, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara sikap bahasa dengan kemampuan  menulis cerita pendek Saran yang diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, disarankan sekolah mampu mempertahankan sikap positif siswa terhadap bahasa, dengan cara melatih siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan sekolah karena melihat besarnya hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa dengan kemampuan menulis cerita pendek. Selain itu, sekolah mampu memfasilitasi sumber belajar yang diperlukan siswa untuk mendukung proses pembelajaran khususnya membaca dan menulis. Pembelajaran membaca dengan memaksimalkan perpustakaan sebagai tempat untuk siswa memperoleh wawasan. Pembelajaran menulis dengan memberikan motivasi kepada siswa untuk menghasilkan suatu karya tulis, seperti cerita pendek. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan reward (hadiah) kepada siswa yang menciptakan suatu karya tulis. Kedua, disarankan guru mampu membangun motivasi siswa untuk lebih giat belajar karena guru adalah pengelola dan juga pengarah dalam kegiatan belajar mengajar.  Selain itu, guru mampu memperhatikan sikap bahasa siswa dan mempertahankan sikap positif siswa terhadap bahasa Indonesia dengan cara menggunakan bahasa Indonesia di dalam proses pembelajaran.  Ketiga, disarankan siswa lebih meningkatkan semangatnya untuk belajar menulis atau membaca. Jika siswa memiliki kemauan untuk banyak membaca, maka pengetahuan yang dimiliki akan lebih luas dan dapat dijadikan modal dalam penulisan suatu karya tulis. Selain itu, siswa mampu mempertahankan bahasa Indonesia dengan cara melatih menggunakan bahasa Indonesia di dalam maupun di luar proses pembelajaran. Keempat, disarankan bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan variabel yang lebih bervariasi, menggunakan populasi atau sasaran yang lebih banyak/luas dan dimungkinkan pada jenis kompetensi atau tingkatan yang berbeda

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇