SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Dominasi Patriarki dalam Novel La Barka Karya Nh Dini

    No full text
    ABSTRAK   Verah, Elyn Olima. 2017. Dominasi Patriarki dalam Novel La Barka Karya Nh Dini. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M.Hum.   Kata Kunci: dominasi, patriarki, dan tokoh novel Novel merupakan salah satu karya sastra yang menjadi media untuk merepresentasikan realitas sosial yang telah maupun sedang terjadi dalam masyarakat, termasuk yang berhubungan dengan perempuan dan permasalahan yang dihadapi perempuan. Novel yang mengangkat tema tentang persoalan gender, kerap memposisikan tokoh perempuan sebagai objek yang dimanfaatkan dan mengalami diskriminasi karena hidup dalam masyarakat patriarki. Perempuan dalam masyarakat patriarki berada pada posisi inferior dan tidak mempunyai peran penting dalam masyarakat sehingga menjadi kaum marginal. Budaya patriarki muncul karena faktor tafsir agama, konstruksi sosial budaya, dan pemerintah, yang menyebabkan ketidakadilan gender dalam bentuk tindak marginalisasi, subordinasi, dan represi yang merugikan perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsiskan potret perempuan dari perspektif budaya patriarki yang mengalami berbagai tindak diskriminasi dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, dan represi yang direpresentasikan oleh tokoh perempuan dalam novel La Barka. Penelitian ini juga akan mendiskripsikan  timbulnya sistem patriarki karena konstruksi sosial budaya dan tafsir ajaran agama yang dianut yang menyebabkan perempuan tidak memiliki kebebasan dan terbelenggu dalam sistem tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata dan kalimat yang mencerminkan dominasi patriarki dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, dan represi, serta pelabelan sosial, hingga tafsir ajaran agama yang dianut dalam novel La Barka. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel La Barka karya Nh. Dini cetakan ke 7 yang terbit pada tahun 2000 dengan tebal 250 halaman dan diterbitkan oleh PT. Grasindo. Istrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen pendukung berupa tabel panduan analisi data. Kegiatan analisis dan interpretasi data dimulai dengan membaca cermat data-data yang sudah terkumpul, mengidentifikasi dan memberi makna. Selanjutnya dilakukan pengecekan keabsahan data dengan membaca berulang-ulang temuan sampai mencapai kredibilitas dan konfirmasi pembimbing untuk mendapat kritik dan masukan. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian disimpulkan bahwa dalam novel La Barka karya Nh Dini ditemukan data mengenai (1) tindak marginalisasi ekonomi untuk mencegah kemandirian istri, (2) tindak subordinasi untuk menempatkan perempuan dalam posisi inferior, yang meliputi subordinasi fisik karena sulit memiliki keturunan, subordinasi psikologis karena memiliki tingkat kepekaan yang tinggi, subordinasi sosial karena berstatus sebagai pekerja domestik, (3) tindak represi berupa usaha penekanan dan penindasan perempuan secara  psikis, dan (4) latar belakang munculnya dominasi patriarki karena pengaruh tafsir ajaran agama yang dianut dan latar belakang munculnya dominasi patriarki karena pengaruh konstruksi sosial budaya. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, dikemukakan dua saran sebagai berikut. Bagi pembaca, penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan bacaan dalam memahami karya sastra dengan perspektif feminis sehingga pembaca dapat memperkaya pengetahuan dan mempelajari teori feminis lain agar bisa digunakan dalam memahami isi dari novel La Barka. Bagi peneliti lain, penelitian ini masih terbatas pada aspek-aspek ketidakadilan gender yang direpresentasikan oleh tokoh perempuan dalam novel La Barka dengan ruang lingkup yang masih sangat terbatas. Diharapkan ada tindak lanjut kegiatan penelitian serupa dengan fokus penelitian yang lebih luas

    Pemajasan dalam Novel Teenlit Baper in Love karya Samandayu

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhan, Ibnu Yustiya. 2017. Pemajasan dalam Novel Teenlit Baper in Love karya Samandayu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Ida Lestari, M.Si.   Kata Kunci: pemajasan, novel teenlit  Novel merupakan salah satu karya sastra yang banyak beredar dan menjadi bahan bacaan yang disenangi banyak kalangan. Novel juga memiliki beragam jenis salah satunya adalah novel teenlit. Novel teenlit berbeda dengan novel pada umumnya karena ditujukan untuk kalangan remaja. Selain itu, novel teenlit sebagian besar juga ditulis oleh remaja. Karya sastra seperti novel teenlit dapat dikaji untuk mencari tahu unsur-unsur yang ada di dalamnya. Tetapi, unsur-unsur yang terdapat pada novel teenlit masih jarang dikaji.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan fungsi pemajasan yang terdapat pada novel teenlit Baper in Love karya Samandayu.   Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode stilistika. Data penelitian dapat ditemukan pada kutipan isi novel berupa monolog, dialog, dan narasi pengarang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan analisis terhadap isi atau pesan pada novel. Pada penelitian ini, peneliti adalah instrumen utama yang bertugas untuk mernecanakan, menyusun, menelaah, dan melaporkan hasil penelitian dibantu dengan instrumen pembantu berupa prosedur pengumpulan data dan pedoman analisis data. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode stilistika. Uji keabsahan temuan dilakukan dengan membaca ulang sumber data, pengecekan sejawat, dan triangulasi data. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian yang meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan.  Dari hasil pembahasan ditarik dua kesimpulan. Pertama, pada novel teenlit Baper in Love ditemukan tiga jenis majas. Majas tersebut berupa (1) majas perbandingan, (2) majas pertentangan, dan (3) majas pertautan. Majas perbandingan yang ditemukan meliputi simile, metafora, dan personifikasi. Majas pertentangan yang ditemukan meliputi hiperbola, paradoks, litotes, dan ironi dan sarkasme Majas pertautan yang ditemukan meliputi sinekdoke dan metonimi. Kedua, jenis majas pada novel teenlit Baper in Love memiliki fungsi. (1) pada jenis majas perbandingan, simile berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas. Majas metafora berfungsi untuk menambah intensitas cerita. Majas personifikasi digunakan untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. (2) pada majas pertentangan, majas hiperbola berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan menambah intensitas cerita. Majas paradoks berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. Majas litotes digunakan untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. Majas ironi dan sarkasme berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu, memberikan gambaran yang jelas, dan menambah intensitas cerita. (3) pada majas pertautan, majas sinekdoke berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas. Majas metonimi digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas. Saran yang dapat diberikan berdasarkan simpulan tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, untuk penulis novel selanjutnya disarankan untuk lebih menambahkan penggunaan majas pada karya novelnya. Kedua, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap novel teenlit Baper in Love karya Samandayu

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama sebagai Penunjang Ekstrakurikuler Teater berbasis Aplikasi Flipbook untuk Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK Agustin, Nina Ayu. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama sebagai Penunjang Ekstrakurikuler Teater Berbasis Aplikasi Flipbook untuk Siswa SMA, Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata kunci: bahan ajar, menulis naskah drama, ekstrakurikulerBahan ajar merupakan sarana pembelajaran yang berisi materi, latihan, metode, dan evaluasi sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. Bahan ajar digunakan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Bahan ajar juga diperlukan saat kegiatan ekstrakurikuler.Ekstrakurikuler terdapat di sekolah sebagai kegiatan untuk mengasah potensi dan bakat siswa. Ekstrakurikuler teater termasuk yang banyak diminati karena memiliki beberapa aspek yang berbeda. Menulis naskah drama dapat dipelajari dalam ekstrakurikuler ini. Oleh karena itu bahan ajar ini dibuat untuk membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Karena, belum ada panduan menulis naskah drama yang dapat menjadi pedoman bagi guru ataupun siswa dalam menulis naskah drama.Tujuan penelitian ini untuk memberikan kemudahan siswa dan guru dalam proses pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian ini menghasilkan produk berupa multimedia pembelajaran yang layak dari segi isi, bahasa, sistematika, pemanfaatan software, dan tampilan.Metode penelitian pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil adaptasi dari metode Borg dan Gall. Metode tersebut diadaptasi menjadi empat tahap prosedur penelitian, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba dan revisi prosuk, dan (4) tahap penyempurnaan produk akhir.Proses pengujian produk dilaksanakan dengan melibatkan (1) ahli sastra, (2) ahli pembelajaran sastra, (3) ahli media, (4) praktisi yaitu pengajar ekstrakurikuler teater, dan (5) ujicoba terbatas terhadap 5 siswa SMA yang mengikuti ekstrakurikuler teater. Hasil uji coba produk berdasarkan kelayakan isi mendapat skor sebesar 79%, berdasarkan kesesuaian sistematika bahan ajar mendapat skor sebesar 100%, berdasarkan pemanfaatan software mendapat skor 70%. berdasarkan kelayakan bahasa mendapat skor 84,15%, dan berdasarkan kelayakan tampilan mendapat skor 74,3%.Berdasarkan hasil uji coba, produk penelitian dan pengembangan ini termasuk dalam kriteria layak dan dapat diimplementasikan. Akan tetapi, ada beberapa catatan atau saran perbaikan terhadap bahan ajar yang diberikan oleh ahli sastra, ahli pembelajaran sastra, ahli media, dan praktisi (pengajar ekstrakurikuler teater). Sedangkan hasil uji coba terbatas yang melibatkan 5 siswa SMA ekstrakurikuler teater dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar yang diterapkan dalam pembelajaran menulis naskah drama. Hasil penelitian dan pengembangan ini masuk dalam kriteria layak. Kriteria tersebut dikatakan layak karena hasil uji coba produk menunjukkan skor dalam kualifikasi layak dan dapat diimplementasikan. Pemanfaatan produk yang dilakukan peneliti adalah memberikan saran bagi pengajar ekstrakurikuler teater agar memanfaatkan bahan ajar ini sebagai salah satu alternatif pembelajaran menulis naskah drama. Siswa disarankan untuk memanfaatkan produk ini sebagai sumber belajar. Bahan ajar ini juga dapat digunakan secara mandiri ketika berada di luar sekolah, sehingga siswa dapat memperlajari materi yang berada dalam bahan ajar ini secara mandiri atau berkelompok. Bagi peneliti lain, produk yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk dapat menghasilkan bahan ajar yang lebih inovatif lagi. Penyebarluasan produk dapat dilakukan melalui jurnal pendidikan dan forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)

    Pengembahan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen Sebagai Pengembangan Ide untuk Siswa Kelas IX SMP

    No full text
    ABSTRAKWardani, Shinta Kusuma. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen sebagai Pengembangan Ide Untuk Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd.Kata kunci: bahan ajar, menulis naskah drama, cerpen.Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran menulis naskah drama di sekolah mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala pokok yang dihadapi oleh siswa adalah kurangnya minat siswa dalam menulis naskah drama. Kurangnya minat siswa itu terjadi karena siswa kesulitan memunculkan ide untuk menulis naskah drama. Selain itu kendala yang dihadapi siswa juga terjadi karena dalam buku paket belum ada latihan secara bertahap yang mampu memandu siswa menulis naskah drama.Berdasarkan kendala yang diperoleh pada tahap studi pendahuluan, peneliti menggunakan kendala tersebut sebagai landasan untuk mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat adalah sebuah bahan ajar yang mampu memunculkan ide kreatif siswa dan mampu memberikan latihan terbimbing pada siswa. Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan mencapai kompetensi menulis dengan kompetensi dasar 16.1, yakni menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang telah dibaca.Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a) Menghasilkan produk bahan ajar dengan deskripsi isi yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, yaitu menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, b) Menghasilkan produk bahan ajar dengan sistematika penyajian yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, c)  Menghasilkan produk bahan ajar  dengan penggunaan bahasa yang baku dan komunikatif sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, d) Menghasilkan produk bahan ajar dengan tampilan yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah, yaitu (1) prapengembangan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir.Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli menulis naskah drama, (2) ahli pembelajaran menulis teks eksposisi, (3) praktisi, yaitu guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dan (4) lapangan, yaitu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura.Jenis data dalam penelitian ini ada dua yaitu data prapengembangan dan data uji produk. Data prapengembangan berupa data verbal lisan yang diperoleh melalui wawancara pada tahap analisis kebutuhan. Jenis data pada uji coba produk berupa data verbal tertulis dan non verbal atau berupa numerik, data diperoleh berdasarkan angket uji ahli, uji praktis, dan uji lapangan.Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik analisis data secara kualitatif dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Sementara teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari angket penilaian produk bahan ajar.Uji produk melibatkan ahli menulis naskah drama menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 73,75 % ahli pembelajaran menulis naskah drama mencapai 75,83%, praktisi 85,85%, dan siswa 90,75%. Berdasarkan hasil uji tersebut, diketahui bahwa produk bahan ajar menulis perlu dilakukan revisi berdasarkan hasil uji ahli materi dan ahli pembelajaran, sedangkan berdasarkan uji ahli parktisi dan lapangan produk tergolong layak diimplementasikan.Uji lapangan dengan melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar.Simpulan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca perlu dilakukan revisi berdasarkan data ahli menulis naskah drama dan data ahli pembelajaran. Sedangkan berdasarkan data ahli praktisi dan lapangan  menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca ini untuk dijadikan salah satu alternatif sumber belajar dalam kompetensi menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Penelitian pengembangan bahan ajar menulis menulis naskah drama dengan cerpen sebagai pengembangan ide ini dapat dijadikan rujukan atau sebagai sumber data untuk penelitian selanjutnya yang relevan, baik dari segi jenis penelitian, subjek penelitian, maupun bahan penelitian. Penyebarluasan produk harus memertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet dan MGMP

    Makna Simbolis Unsur Verbal Wayang Topeng Malang pada Pergelaran Lakon “Jenggolo Mbangun Candi” di Sanggar Asmoro Bangun

    No full text
    Sanggar Asmoro Bangun merupakan perkumpulan seniman Wayang Topeng Malang yang masih bertahan hingga dewasa ini. Pergelarannya memiliki ekspresi seni yang khas pada struktur penyajiannya. Di samping itu, kesenian tradisional seperti inimasih memegang teguh pakem dan ungkapan-ungkapan sebagai medium untuk menyampaikan makna tersembunyi kepada penonton. Makna tersebut terdapat pada bahasa verbal dalang dan sinden yang dapat dikaji menggunakan teori semiotika. Teori semiotika yang digunakan dalam hal ini adalah teori semiotika Charles Sanders Peirce.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan makna simbolis. Pertama, makna simbolis teks pertunjukan pada lakon JenggoloMbangunCandi. Kedua, makna simbolis tembang-tembang pada lakon JenggoloMbangunCandi. Lakon ini digelar di Sanggar Asmoro Bangun, Kedungmonggo, Karangpandan, Pakisaji, Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah semiotika. Data penelitian ini berupa data verbal yang diperoleh dari pergelaran lakon Jenggolo Mbangun Candi, yaitu teks pertunjukan dan tembang-tembang. Data tersebut didapatkan dari observasi pergelaran berupa video. Video diambil ketika pergelaran berlangsung dengan menggunakan handphone merek LG G3 Stylus. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada Bapak Tri Handoyo (ketua sanggar), Bapak Kamdani (dalang), dan Ibu Saini (sinden) serta studi dokumentasi pada buku kumpulan gending milik Sanggar Asmoro Bangun. Selanjutnya, data itu akan direduksi, disajikan, dan disimpulkan. Pengecekan keabsahan data yang dilakukan peneliti ada tiga cara, yaitu (1) triangulasi, (2) membercheck, dan (3) perpanjangan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna simbolis, yaitu tanda berupa unsur verbal merupakan simbol yang selalu memiliki dua tataran tanda. Dua tataran tanda yang dimaksud adalah (1) tataran kebahasaan (denotatif) dan (2) tataran mitis (konotatif). Makna simbolis yang ditemukan pada teks pertunjukan dan tembang-tembang memuat berbagai hal berupa nasehat tentang (1) ketuhanan, (2) kemasyarakatan, (3) kekeluargaan, (4) pendidikan, (5) kepemimpinan, dan (6) kepribadian.Dan temuan lain adalah adanya penanda adegan yang ditandai dengan (1) tarian, (2) janturan, dan (3) sendhon penutup.Pertama, makna simbolis unsur verbal teks pertunjukan dapat ditemukan pada (1) janturan (narasi), (2) sendhon (suluk/tanda), (3) bala ucana/bagi-binagi (dialog), dan (4) salam penutup. Keempat verbal tersebut tersaji dalam delapan adegan, yaitu (1) Jejer Kapisan: Kerajaan Rancang Kencana, (2) Jejer Kapindho:Alun-Alun Negara Jenggolo Manik, (3) Perang Gagal, (4) Jejer Katelu: Adeg Kaputren Jenggolo Manik, (5) Sigeg/Bapang, (6) Jejer Kapat: Alun-Alun Negara Jenggolo Manik, (7) Perang Besar, dan (8) Penutup.Kedua, makna simbolis unsur verbal tembang-tembang dapat ditemukan pada syair tembang. Namun, tidak semua syair tembang memiliki makna simbolis. Syair yang memiliki makna simbolis dapat ditemukan pada enam tembang, yaitu (1) tembang Ayak Jugag, (2) tembang Gagak Setro, (3) tembang Kembang Kacang, (4) tembang Lambang Malang, (5) tembang Pekalongan Jawa, dan (6) tembang Bubaran.Peneliti mempunyai saran berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Saran tersebut ditujukan kepada tiga subjek, yaitu (1) peneliti lain, (2) pemerhati seni/seniman, dan (3) masyarakat pemilik serta bukan pemilik.

    Peningkatan kemampuan menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa pada siswa kelas 1B SDN made 4 Lamngan menggunakan kartu pintar Bahasa Jawa

    No full text
    ABSTRAKIshomuddin, M. Bagus. 2015. Peningkatan Kemampuan Menulis Suku Kata dan Kata Bahasa Jawa menggunakan Kartu Pintar Bahasa Jawa pada Kelas 1B SDN Made 4 Lamongan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. FS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M. PdKata Kunci: kemampuan menulis, menulis suku kata dan kata, media kartu pintar Bahasa Jawa.Pembelajaran menulis suku kata dan kata sudah diajarkan kepada siswa kelas IB SDN Made 4 Malang sesuai dengan KTSP. Terkait dengan pembelajaran menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa di sekolah tersebut, dilakukan studi pendahuluan atau tahap pratindakan dengan hasil bahwa (1) siswa cenderung bingung membedakan penulisan ‘A’ dan ‘O’. Siswa cenderung menuliskan apa yang mereka ucapkan, tanpa memperhatikan benar atau salah penulisan kata tersebut seperti contoh pada kata mata, irung dan sikil dalam penulisan Bahasa Jawa, kata mata, irung dan sikil  tetap ditulis mata, irung dan sikil bukan moto, erong dan sekel. Namun, banyak siswa kelas IB SDN Made 4 menulis kata mata, irung dan sikil seperti apa yang mereka ucapkan moto, erong dan sekel, (2) kurangnya pemahaman antara pengucapan dan penulisan siswa dalam pembelajaran Bahasa Jawa, (3) siswa kurang konsentrasi terhadap pembelajaran karena media yang digunakan kurang menarik.Kesulitan penulisan Bahasa Jawa disebabkan oleh kurangnya pemahaman antara penulisan dengan pengucapan. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan media kartu pintar Bahasa Jawa untuk lebih mengkhususkan pokok persoalan dalam menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa. Media kartu dipilih karena  media kartu mudah dibawa, mudah dipahami dan gambar yang disediakan mampu menarik minat siswa untuk belajar Bahasa Jawa.Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan peningkatkan proses pembelajaran keterampilan menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa menggunakan media kartu pintar Bahasa Jawa pada siswa kelas IB SDN Made 4 Lamongan, (2) mendeskripsikan peningkatkan hasil kemampuan menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa dengan memanfaatkan media kartu pintar Bahasa Jawa pada siswa kelas IB SDN Made 4 Lamongan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi lima tahapan, yaitu (1) pratindakan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) refleksi hasil tindakan. Data penelitian ini berupa data proses dan data hasil. Data proses berupa perlaku siswa saat proses pembelajaran menulis suku kata dan kata yang dilakukan siswa dan guru di kelas, sedangkan data hasil berupa skor kemampuan menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan rubrik penilaian proses, sedangkan data hasil dilakukan dengan tes yang dinilai menggunakan rubrik penilaian hasil menulis suku kata dan kata. Data proses dan data hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, dan menyimpulkan.Hasil penelitian menunujukkan bahwa media kartu pintar Bahasa Jawa mampu meningkatkan kinerja pembelajaran menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa pada proses dan hasil pembelajaran. Peningkatan proses tergambar (1) siswa lebih antusias dalam melaksanakan intruksi latihan dan melaksanakan tugas dengan tepat waktu,  (2) siswa lebih antusias dan serius dalam mengerjakan tes menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa, (3) siswa perhatian dalam mendengarkan penjelasan guru (4) siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mpembelajaran menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa. Peningkatan hasil terlihat pada aspek, (1) siswa mampu menulis suku kata dengan tepat, (2) siswa mampu menulis kata dengan tepat. Peningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis suku kata dan kata diikuti pula dengan peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam menulis suku kata dan kata. Pada tahap pratindakan nilai rata-rata siswa 65, pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah  84,06 dan pada siklus II, nilai rata-rata siswa adalah 91,42. Penggunaan media kartu dalam pembelajaran menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa mampu meningkatkan kemampuan menulis suku kata dan kata Bahasa Jawa. Media kartu mampu menarik perhatian siswa dan menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan. Gambar dalam media kartu, disesuaikan dengan keadaan sekitar, penjelasan guru membantu siswa dalam mengerjakan tes yang sekaligus ada pada kartu media. Pemberian contoh secara langsung dalam setiap tahapan menulis, bimbingan individu merata, pemberian waktu yang cukup, pemberian penguatan secara verbal dan nonverbal yang diberikan guru, menjadi motivasi siswa dalam menulis. Media kartu mampu meningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis suku kata dan kata. Oleh karena itu, disarankan kepada, (1) guru-guru yang mengajar Bahasa Jawa, agar menggunakan media kartu untuk meningkatkan kemampuan menulis suku kta dan kata, dan (2) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan media kartu dalam bentuk keterampilan berbahasa yang lain

    Kemampuan Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMPN 2 Semanding Tuban

    No full text
    ABSTRAKAulia, Sela Wildaan. 2017. Kemampuan Menulis Naskah  Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semanding Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Roekhan M,Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, naskah dramaMenulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide ditemukan dalam  Kompetensi Dasar 8.1KTSP. Naskah drama adalah karya sastra yang berisi cerita atau  lakon yang ditulis dalam bentuk dialog berisikan konflik kehidupan manusia. Penelitian  ini bertujuan mengungkap kemampuan siswa dalam menulis naskah drama. Lima  aspek yang diteliti adalah aspek tema, penokohan, latar, alur, dan dialog.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semanding dengan populasi berjumlah 125 siswa. Penentuan  sampel dilakukan  dengan cara mengambil 20%-25% sehingga sampel yang digunakan berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Random Sampling. Cara tersebut dilakukan karena anggota populasi  homogen. Instrumen penelitian berupa perintah penugasan menulis naskah drama dalam satu  babak. Analisis data dilakukan berdasarkan model Arikunto yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data (Arikunto, 2006:235). Kegiatan pada tahap persiapan yaitu (1) mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi dan (2) mengecek kelengkapan data dengan memeriksa jumlah sumber data. Kegiatan pada tahap tabulasi adalah memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Kegiatan pada tahap penerapan data adalah mengolah data yang terkumpul dengan menggunakan rumus perhitungan skor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menulis naskah drama pada aspek tema. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 37,5 % (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek penokohan. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 12% (50 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa mampu menulis naskah drama pada aspek latar. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 50% (12 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 25% (6 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat kurang sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek alur. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 33,3% (8 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek dialog. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 41,6% (10 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memilki kualifikasi sangat rendah sebesar  20,8% (5 siswa).Secara keseluruhan dari lima aspek yang diteliti dalam kemampuan menulis naskah drama terdapat dua aspek yakni  aspek tema dan latar yang mampu mencapai KKM. Aspek tema dan latar mencapai skor rata-rata tertinggi 75. Aspek alur mencapai skor rata-rata terendah 45,8. Secara keseluruhan rata-rata kemampuan menulis naskah drama siswa adalah 65,6. SMPN 2 Semanding Tuban menerapkan kriterian ketuntasan minimal adalah 75. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahawa kemampuan menulis naskah drama siswa kelas VIII SMPN 2 Semanding Tuban Tahun Pelajran 2016/2017 tergolong kurang mampu, karena jumlah siswa yang mendapat kualifikasi kemampuan sangat mampu, mampu, cukup, dan kurang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dalam penelitian ini ditemukan masalah umum yang berkaitan dengan pembelajaran menulis naskah drama yaitu siswa belum mampu keluar dari cerita realitas kehidupannya. Secara umum siswa hanya menceritakan kembali kehidupannya bersama kelompok objek di sekitarnya. Berdasarkan hasil simpulan, disarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, guru disarankan agar menerapkan metode, media, bahan ajar  yang dapat menimbulkan minat siswa dalam menulis naskah drama dan dibutuhkan keikutsertaan guru untuk mengajak siswa  berlatih menulis naskah drama. Kedua, sekolah disarankan agar menyediakan sarana unjuk karya siswa dan menyediakan buku sastra, terutama naskah drama di perpustakaan sekolah. Ketiga, peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian tentang kemampuan menilis naskah drama siswa dengan menggunakan metode dan media yang mampu meningkatkan kemampusan siswa dalam menulis naskah drama dalam berbagai aspek

    Kalimat Bahasa Indonesia dalam Facebook Mahasiswa BIPA Program In-Country Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Kalimat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam komunikasi berbahasa Indonesia. Kalimat bahasa Indonesia banyak ditemukan dalam status dan komentar facebook mahasiswa Program In Country. Kalimat yang ditulisnya memiliki ciri khas sebab mahasiswa Program In Country merupakan mahasiswa yang baru belajar bahasa Indonesia. Program In Country merupakan salah satu program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (selanjutnya disebut BIPA) Universitas Negeri Malang. Program In Country merupakan kerjasama Universitas Negeri Malang dengan jurusan ASEAN Studies Universitas Walailak, Thailand. Mahasiswa In Country melakukan komunikasi melalui media sosial facebook. Facebook digunakan oleh mahasiswa program In Country untuk melakukan komunikasi tulis, misalnya status dan komentar ditulis dengan menggunakan kalimat berbahasa Indonesia.Facebook merupakan jaringan sosial yang memungkinkan terjadinya percakapan secara berkepanjangan. Hal ini dimungkinkan akan muncul kalimat-kalimat yang relatif banyak dan variatif. Dengan demikian, facebook dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar berbahasa Indonesia informal yang tepat.Oleh karena itu, penelitian tentang kalimat bahasa Indonesia dalam facebook mahasiswa BIPA Program In Country menarik untuk di teliti.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kalimat bahasa Indonesia dalam status dan komentar yang ditulis oleh mahasiswa In Country. Selanjutnya, penelitian ini difokuskan padakalimat berdasarkan struktur internalnya dan kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data dipaparkan dalam bentuk deskripsi dan bukan data numerikal sehingga penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif analisis teks. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat yang terdapat dalam status dan komentar facebook mahasiswa In Country.Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi.Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi datayang mencakup identifikasi data, klasifikasi data, dan kodifikasi data. Selanjutnya, dilakukan penyajian data, penarikan simpulan, dan pengecekan keabsahan temuan.Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan penelitian tentang kalimat dalam facebook mahasiswa BIPA program In Country. Pertama, kalimat berdasarkan struktur internalnya dalam facebook mahasiswa BIPA program In Country ada yang berstruktur lengkap dan ada yang berstruktur taklengkap. Kalimat yang berstruktur lengkap terdiri atas (1)  kalimat lengkap yang tidak disertai unsur selain (S dan P), (2)  kalimat lengkap yang disertai unsur O (S, P, dan O), (3) kalimat lengkap yang disertai unsur Ket. (S, P, dan Ket) dan (4) kalimat lengkap yang disertai unsur O dan Ket (S, P, O, dan Ket). Kalimat yang berstruktur taklengkap terdiri atas (1) kalimat taklengkap yang tidak disertai unsur selain P (P) dan (2) kalimat taklengkap yang disertai  unsur O (P dan O). Kedua, kalimatberdasarkan ada-tidaknya klausa dalam facebook mahasiswa BIPA program In Country ada yang berklausa dan ada yang takberklausa. Kalimat berklausa terdiri atas (1) kalimat berklausa tidak disertai unsur selain P (P), (2) kalimat berklausa yang disertai  unsur O (P dan O), (3)  kalimat berklausa yang tidak disertai unsur selain (S dan P), (4)  kalimat berklausa yang disertai O (S, P, dan O), (5) kalimat berklausa yang disertai unsur Ket. (S, P, dan Ket), dan (6) kalimat berklausa yang disertai O dan Ket. (S, P, O, dan Ket). Kalimat takberklausa terdiri atas (1) kalimat yang ditulis menggunakan penanda intonasi di awal dan (2) kalimat yang ditulis menggunakan penanda intonasi di awal dan di akhir. Berdasarkanhasil dan simpulan penelitian, terdapat empat saran yang dapat diberikan. Pertama, guru atau pengajar BIPA disarankan untuk lebih memperhatikan kalimat-kalimat bahasa Indonesia agar kalimat bahasa Indonesia yang digunakan oleh mahasiswa lebih variatif. Perhatian tersebut lebih ditekankan pada (1) kalimat berdasarkan struktur internalnya, yaitu kalimat lengkap yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), dan (S, P, O, Pel, Ket) dan kalimat taklengkap yang berstruktur (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), (P, O, Ket), dan (Ket);dan (2) kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa, yaitu kalimat berklausa yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), (S, P, O, Pel, Ket), (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), dan (P, O, Ket). Kedua, para tutor BIPA disarankan untuk memajankan kalimat yang variatif di saat jam tutorial. Kalimat yang dipajankan adalah(1) kalimat berdasarkan struktur internalnya, yaitu kalimat lengkap yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), dan (S, P, O, Pel, Ket) dan kalimat taklengkap yang berstruktur (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), (P, O, Ket), dan (Ket); dan(2) kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa, yaitu kalimat berklausa yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), (S, P, O, Pel, Ket), (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), dan (P, O, Ket). Ketiga, penulis buku teks atau bahan ajar BIPA disarankan untuk memperbanyak latihan dalam penulisan kalimat bahasa Indonesia agar kalimat bahasa Indonesia  yang ditulis lebih variatif. Latihan tersebut terutama ditekankan pada (1) kalimat berdasarkan struktur internalnya, yaitu kalimat lengkap yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), dan (S, P, O, Pel, Ket) dan kalimat taklengkap yang berstruktur (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), (P, O, Ket), dan (Ket); dan (2) kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa, yaitu kalimat berklausa yang berstruktur (S, P, Pel), (S, P, O, Pel), (S, P, O, Pel, Ket), (P dan Pel), (P dan Ket), (P, O, Pel), dan (P, O, Ket). Keempat, peneliti lain yang melakukan penelitian yang relevan disarankan untuk melakukan penelitian dengan topik yang berhubungan dengan adanya pemakaian kalimat bahasa Indonesia oleh mahasiswa yang mengikuti program In Country

    Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Pengalaman Proses Kreatif A.A. Navis Untuk Kelas IX SMP

    No full text
    ABSTRAK   Pramesti, Ramadhani Widha. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Pengalaman Proses Kreatif A.A. Navis Untuk Kelas IX SMP. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M. Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan bahan ajar, pembelajaran menulis cerpen, proses   kreatif, A.A. Navis   Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil studi pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen kurang dikarenakan bahan ajar yang belum mampu menggali ide maupun potensi siswa untuk lebih termotivasi berimajinasi. Penelitian ini  bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul menulis cerpen berbasis pengalaman proses kreatif A.A. Navis yang sesuai dengan kurikulum 2013. Isi bahan ajar meliputi (1) informasi pengalaman proses kreatif dan biografi A.A. Navis (2) materi kegiatan sebelum menulis, (3) materi kegiatan saat menulis, dan (4) materi kegiatan setelah menulis. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural atau bertahap yang mengadaptasi model desain penelitiann Borg and Gall meliputi tujuh tahapan yaitu tahap pertama diaplikasikan sebagai studi pendahuluan, tahap kedua diaplikasikan sebagai perencanaan, tahap ketiga diaplikasikan sebagai uji coba produk awal, tahap kelima diaplikasikan sebagai revisi hasil uji coba produk awal, tahap keenam diaplikasikan sebagai uji coba lapangan terbatas, dan tahap kesembilan diaplikasikan sebagai penyempurnaan produk akhir berdasarkan masukan dari uji lapangan. Bahan ajar ini melalui dua tahap uji produk, yaitu uji ahli dan uji lapangan. Uji validasi terdiri dari uji validasi ahli materi cerpen dan uji validasi ahli pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sedangkan uji lapangan terdiri dari uji ahli praktisi pada guru dan uji lapangan terbatas pada siswa kelas IX. Berdasarkan hasil uji ahli dan lapangan, Bahan ajar menulis cerpen berbasis pengalaman proses kreatif A.A. Navis layak dan diimplementasikan berdasarkan empat aspek, yaitu (1) isi bahan ajar, (2) bahasa bahan ajar, (3) sistematika bahan ajar, dan (4) tampilan bahan ajar. Perbaikan dan saran oleh ahli dan pembimbing dilakukan pada empat aspek (1) isi bahan ajar, (2) bahasa bahan ajar, (3) sistematika bahan ajar, dan (4) tampilan bahan ajar. Bahan ajar ini dapat menjadi salah satu bahan ajar guru untuk mengajarkan kompetensi menulis cerpen di kelas. Oleh karena itu peneliti berharap dapat memperoleh tanggapan berupa komentar dan saran yang dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti untuk mengembangkan bahan ajar menjadi lebih baik.

    Karakteristik Gaya Penulisan Teks Cerita Pendek Pada Siswa kelas XI Madrasah Aliyah negeri Kota Blitar tahun Ajaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Tyas, Wanudyoning. 2017. Karakteristik Gaya Penulisan Teks Cerpen Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nita Widiati, Dr. M.Pd Kata Kunci : karakteristik, gaya penulisan, cerpenGaya penulisan cerpen pada siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar merupakan permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya penulisan yang dipakai siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar dalam menulis cerpen karena cara penulisan adalah cara pengungkapkan diri sendiri melalui bahasa. Penelitian ini memfokuskan pada tiga aspek yang meliputi: (1) karakteristik gaya penulisan judul cerpen, (2) karakteristik gaya penulisan struktur alur, dan (3) karakteristik gaya bahasa.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Untuk mendeskripsikan dan mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen karya siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun ajaran 2016/2017 yang telah dibuat antologi. Antologi cerpen tersebut tidak diterbitkan dan hanya dibuat untuk dokumentasi. Sedangkan data dari penelitian ini adalah kata-kata atau kalimat yang dikelompokkan dalam (1) gaya penulisan judul, (2) gaya penulisan struktur alur, dan (3) gaya bahasa cerpen.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa gaya penulisan judul cerpen yang yang paling banyak digunakna siswa Madrasah Aliyah negeri Kota Blitar adalalh gaya penulisan pencerminan topik sebanyak dua puluh enam judul, yang kedua adalah gaya penulisan judul yang memiliki arti luas sebanyak empat judul, terakhir adalah gaya penulisan judul dengan penggunaan frasa sebanyak dua judul. Temuan penelitian yang kedua adalah tentang gaya penulisan struktur alur dalam cerpen karangan siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun ajaran 2016/2017. Penulisan struktur alur cerpen yang paling banyak digunakan dalam karangan cerpen kelas XI adalah alur maju yang berjumlah tiga puluh cerpen. Alur lain yang ditemukan dalam cerpen karangan siswa adalah alur campuran yang berjumlah dua cerpen saja. Temuan penelitian yang yang terakhir adalah gaya bahasa yang digunakan siswa dalam mengarang cerpen diantaranya ada majas simile, metafora, personifikasi, ironi, sarkasme, dan hiperbola. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan beberapa saran yang berguna kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, yaitu untuk mempertahankan kreativitas dalam menulis cerpen agar cerpen yang dihasilkan tetap bersifat utuh dan menarik untuk dibaca.  Saran selanjutnya untuk guru pengajar bahasa Indonesia khusunya kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, sebaiknya dalam penyampaian materi, guru lebih memperbaiki cara penyampaian materi kepada siswa, agar siswa lebih memahami struktur cerpen dengan baik. Saran yang terakhir ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sejenis dengan subjek siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, namun dengan jenis karya yang berbeda agar dapat mengetahui begaimana hasil karya siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar terutama dalam keterampilan menulis

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇