SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerita Ulang Biografi dengan Memanfaatkan Media Pop-up Book Beralur

    No full text
    ABSTRAK Khavid, Muhammad Nur. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerita Ulang Biografi dengan Memanfaatkan Media Pop-up Book Beralur. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Ida LestariM.Si. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulisteks biografi, pop-up bookStudi pendahuluan yang dilakukan di SMA N 1 Singosari ditemukan bahwa (1) bahan ajar khusus untuk pembelajaran menulis teks cerita ulang biografi belum tersedia, (2) kompetensi dasar menulis teks cerita ulang biografi diarahkan pada kegiatan menceritakan kembali isi teks biografi sesuai dengan buku sumber dari pemerintah, (3) belum ada pembagian kegiatan pramenulis, menulis, dan pascamenulis di buku siswa dan (4) siswa lebih termotivasi jika disediakan media baik berupa multimedia maupun media konvensional sebagai rangsangan untuk menulis. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dilakukanlah penelitian dan pengembangan produk ini.Penelitian dan pengembangan ini mempunyai dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan bahan ajar menulis teks cerita ulang biografi dengan memanfaatkan media pop-up book beralur. Adapun tujuan khusus penelitian dan pengembangan ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan bahan ajar menulis teks cerita ulang biografi dengan memanfaatkan media pop-up book beralur yang memenuhi aspek deskripsi isi, sistematika penyajian, kebahasaan serta tampilan.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah pengembangan yang diadaptasi dari langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Adapun langkah-langkah tersebut yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) validasi produk, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan dan (7) penyempurnaan produk akhir. Desain uji produk penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yaitu dengan (1) ahli penyusunan bahan ajar, (2) ahli media, (3) praktisi atau guru dan (4) uji lapangan terbatas dengan 10 siswa kelas X IPS B 2016 SMA N 1 Singosari. Jenis data penelitian ini ada dua yaitu data nonverbal yang berupa skor pengisian angket dari uji ahli, praktisi serta siswa dan data verbal yang berupa komentar, catatan dan saran dari ahli, praktisi serta siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua, yaitu pedoman wawancara dan angket. Adapun data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif.Penyajian data hasil uji produk kepada ahli penyusunan bahan ajar menunjukkan persentase 90% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk kepada ahli media menunjukkan persentase 91,6% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produkkepada praktisi menunjukkan persentase 89% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk kepada siswa menunjukkan persentase 92,5% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.Simpulan penelitian dan pengembangan bahan ajar ini menunjukkan bahwa produk bahan ajar yang memanfaatkan media pop-up book yang dikembangkan telah layak dan dapat diimplementasikan. Adapun saran pemanfaatan ditujukan kepada guru bahasa Indonesia, siswa serta peneliti lain dan penyusun bahan ajar selanjutnya. Guru bahasa Indonesia dapat  memanfaatkan bahan ajar yang dikembangkan untuk memberikan latihan yang variatif dan lebih meningkatkan keaktifan siswa dengan belajar menggunakan bahan ajar serta media yang telah dikembangkan. Bagi siswa disarankan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran menulis teks cerita ulang biografi serta lebih selektif dalam memilih tokoh yang memberikan teladan inspiratif sehingga ketika siswa menulis tokoh tersebut siswa maupun pembaca lain dapat mengambil pelajaran dari kisah inspiratif yang telah ditulis. Saran bagi peneliti lain dan penyusun bahan ajar selanjutnya untuk lebih memerhatikan kebutuhan siswa sehingga produk yang dikembangkan dapat mencapai tujuan pembelajaran.ABSTRACT Khavid, Muhammad Nur. 2017. Development of Learning Material for Writing a Biography Story Text by Utilizing Pop-Up Book Media. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Counselor: Dra. Hj. Ida Lestari M.Si. Keywords: development of teaching material, writing biographical text, pop-up bookPreliminary study which was conducted at SMA N 1 Singosari found that (1) particular teaching material(s) for study of writing biographical text is not yet available, (2) during this time, basic competence of writing text of biographical story is directed at retelling the contents of biographical text in a accordance with the source book from the government, (3) there is no division of pre-writing, writing, post-writing activity on students’ book and (4) students are more motivated if they are provided a media either in the form of multimedia or conventional media as a stimulus to write. Based on those preliminary studies, the researcher conducts a research and development of this product.This research and development has two objectives, those are general objective and specific objective. The general objective of this research and development is to develop teaching material of writing biographical text by utilizing a grooved pop-up book media. The specific objective of this research and development is to describe the steps of developing teaching material to write biographical text by utilizing a grooved pop-up book media that meets aspects of contents’ description, presentation systematic, language, and appearance.This research and development uses a developmental steps which are adapted from the research and developmental steps of Borg and Gall. The steps are: (1) preliminary study, (2) planning, (3) development, (4) product validation, (5) revision of initial product, (6) field test, and (7) final product refinement. Design of product test is conducted through four stages: (1) the expert of preparation of teaching material, (2) media expert, (3) practitioner or teacher, (4) limited text with 10 students of class X IPS B 2016 SMA N 1 Singosari. There are two kinds of research data, nonverbal data in the form of questionnaire’s scores from the expert test, practitioner and students. Then, verbal data in the form of comments, notes, and suggestions from the expert, practitioner, and students. There are two Instrument of data collection in this research, they are interview and questionnaire. The data in this study are qualitative data and quantitative data.The presentation of result data from the product test to the expert of preparation of teaching materialshows percentage of 90% which means that the product is quite feasible and can be implemented. The presentation of result data from the product test to media expert shows 91.6% percentage which means that the product is quite feasible and can be implemented. Presentation of result data from the product test to the practitioner shows 89% percentage which means that the product is quote feasible and can be implemented. The presentation of product test result data to the students shows percentage of 92.5% which means that the product is quite feasible and can be implemented. The conclusions of this research and development of teaching material indicates that utilization of pop-up media which has been developed is feasible and can be implemented. The use suggestion is addressed to Indonesian language teachers, students, as well as other researchers and subsequent teaching material(s) compilers. Indonesian language teacher(s)can utilize teaching material that is developed to provide a variety of exercise and further enhance the students’ activeness by learning Indonesian language use teaching material and media that have been developed. For students, it is advisable to be actively involved in learning to write biographical text as well as to be more selective in choosing a character that gives an inspiring lead so that when students write that character, the students and also the other readers can take a lesson from the inspirational story which has been written by themselves. Suggestion for other researchers and also subsequent teaching material(s) compilers for putting more attention to the students’ needs, so that the product which has been developed can reach/achieve the objectives learning

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerita Ulang Biografi dengan Memanfaatkan Media Pop-up Book Beralur

    No full text
    ABSTRAK   Khavid, Muhammad Nur. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerita Ulang Biografi dengan Memanfaatkan Media Pop-up Book Beralur. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Ida LestariM.Si. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulisteks biografi, pop-up book Studi pendahuluan yang dilakukan di SMA N 1 Singosari ditemukan bahwa (1) bahan ajar khusus untuk pembelajaran menulis teks cerita ulang biografi belum tersedia, (2) kompetensi dasar menulis teks cerita ulang biografi diarahkan pada kegiatan menceritakan kembali isi teks biografi sesuai dengan buku sumber dari pemerintah, (3) belum ada pembagian kegiatan pramenulis, menulis, dan pascamenulis di buku siswa dan (4) siswa lebih termotivasi jika disediakan media baik berupa multimedia maupun media konvensional sebagai rangsangan untuk menulis. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dilakukanlah penelitian dan pengembangan produk ini. Penelitian dan pengembangan ini mempunyai dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan bahan ajar menulis teks cerita ulang biografi dengan memanfaatkan media pop-up book beralur. Adapun tujuan khusus penelitian dan pengembangan ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan bahan ajar menulis teks cerita ulang biografi dengan memanfaatkan media pop-up book beralur yang memenuhi aspek deskripsi isi, sistematika penyajian, kebahasaan serta tampilan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah pengembangan yang diadaptasi dari langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Adapun langkah-langkah tersebut yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) validasi produk, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan dan (7) penyempurnaan produk akhir. Desain uji produk penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yaitu dengan (1) ahli penyusunan bahan ajar, (2) ahli media, (3) praktisi atau guru dan (4) uji lapangan terbatas dengan 10 siswa kelas X IPS B 2016 SMA N 1 Singosari. Jenis data penelitian ini ada dua yaitu data nonverbal yang berupa skor pengisian angket dari uji ahli, praktisi serta siswa dan data verbal yang berupa komentar, catatan dan saran dari ahli, praktisi serta siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua, yaitu pedoman wawancara dan angket. Adapun data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Penyajian data hasil uji produk kepada ahli penyusunan bahan ajar menunjukkan persentase 90% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk kepada ahli media menunjukkan persentase 91,6% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produkkepada praktisi menunjukkan persentase 89% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk kepada siswa menunjukkan persentase 92,5% yang berarti bahwa produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Simpulan penelitian dan pengembangan bahan ajar ini menunjukkan bahwa produk bahan ajar yang memanfaatkan media pop-up book yang dikembangkan telah layak dan dapat diimplementasikan. Adapun saran pemanfaatan ditujukan kepada guru bahasa Indonesia, siswa serta peneliti lain dan penyusun bahan ajar selanjutnya. Guru bahasa Indonesia dapat  memanfaatkan bahan ajar yang dikembangkan untuk memberikan latihan yang variatif dan lebih meningkatkan keaktifan siswa dengan belajar menggunakan bahan ajar serta media yang telah dikembangkan. Bagi siswa disarankan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran menulis teks cerita ulang biografi serta lebih selektif dalam memilih tokoh yang memberikan teladan inspiratif sehingga ketika siswa menulis tokoh tersebut siswa maupun pembaca lain dapat mengambil pelajaran dari kisah inspiratif yang telah ditulis. Saran bagi peneliti lain dan penyusun bahan ajar selanjutnya untuk lebih memerhatikan kebutuhan siswa sehingga produk yang dikembangkan dapat mencapai tujuan pembelajaran.   ABSTRACT   Khavid, Muhammad Nur. 2017. Development of Learning Material for Writing a Biography Story Text by Utilizing Pop-Up Book Media. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Counselor: Dra. Hj. Ida Lestari M.Si. Keywords: development of teaching material, writing biographical text, pop-up book             Preliminary study which was conducted at SMA N 1 Singosari found that (1) particular teaching material(s) for study of writing biographical text is not yet available, (2) during this time, basic competence of writing text of biographical story is directed at retelling the contents of biographical text in a accordance with the source book from the government, (3) there is no division of pre-writing, writing, post-writing activity on students’ book and (4) students are more motivated if they are provided a media either in the form of multimedia or conventional media as a stimulus to write. Based on those preliminary studies, the researcher conducts a research and development of this product.             This research and development has two objectives, those are general objective and specific objective. The general objective of this research and development is to develop teaching material of writing biographical text by utilizing a grooved pop-up book media. The specific objective of this research and development is to describe the steps of developing teaching material to write biographical text by utilizing a grooved pop-up book media that meets aspects of contents’ description, presentation systematic, language, and appearance. This research and development uses a developmental steps which are adapted from the research and developmental steps of Borg and Gall. The steps are: (1) preliminary study, (2) planning, (3) development, (4) product validation, (5) revision of initial product, (6) field test, and (7) final product refinement. Design of product test is conducted through four stages: (1) the expert of preparation of teaching material, (2) media expert, (3) practitioner or teacher, (4) limited text with 10 students of class X IPS B 2016 SMA N 1 Singosari. There are two kinds of research data, nonverbal data in the form of questionnaire’s scores from the expert test, practitioner and students. Then, verbal data in the form of comments, notes, and suggestions from the expert, practitioner, and students. There are two Instrument of data collection in this research, they are interview and questionnaire. The data in this study are qualitative data and quantitative data.             The presentation of result data from the product test to the expert of preparation of teaching materialshows percentage of 90% which means that the product is quite feasible and can be implemented. The presentation of result data from the product test to media expert shows 91.6% percentage which means that the product is quite feasible and can be implemented. Presentation of result data from the product test to the practitioner shows 89% percentage which means that the product is quote feasible and can be implemented. The presentation of product test result data to the students shows percentage of 92.5% which means that the product is quite feasible and can be implemented.             The conclusions of this research and development of teaching material indicates that utilization of pop-up media which has been developed is feasible and can be implemented. The use suggestion is addressed to Indonesian language teachers, students, as well as other researchers and subsequent teaching material(s) compilers. Indonesian language teacher(s)can utilize teaching material that is developed to provide a variety of exercise and further enhance the students’ activeness by learning Indonesian language use teaching material and media that have been developed. For students, it is advisable to be actively involved in learning to write biographical text as well as to be more selective in choosing a character that gives an inspiring lead so that when students write that character, the students and also the other readers can take a lesson from the inspirational story which has been written by themselves. Suggestion for other researchers and also subsequent teaching material(s) compilers for putting more attention to the students’ needs, so that the product which has been developed can reach/achieve the objectives learning

    PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM TEKS ANEKDOT KARYA SISWA KELAS X MAN WLINGI BLITAR TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Cahyanti, ErvinaDwi. 2017. Penggunaan Gaya BahasaDalamTeksAnekdotKaryaSiswaKelas X MAN WlingiBlitarTahunAjaran 2016/2017.Skripsi, Program StudiPendidikanBahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing  Drs. PideksoAdi, M.Pd. Kata kunci: gayabahasa, gayabahasaretoris, gayabahasakiasan, teksanekdotGaya bahasamerupakansalahsatuhal yang menarikdalamsebuahkarya, khususnyateksanekdot.Gaya bahasajugadapatmenilaikepribadianpengarangdenganpenggunaanbahasanya.Olehkarenaitu, pengajaranbahasakepadasiswasangatlahpentinguntukmengembangkankosa kata siswa.Membuatsuatubahasatidaklahmudahsaat proses menulis, apalagijikabahasatersebutbermaksuduntukmenyindir. Olehkarenaitu, penggunaanbahasatersebutharussesuaidengantemadanstrukturpadateksanekdot.Penelitianinimengkajipenggunaangayabahasadalamstrukturteksanekdot yang ditulisolehsiswa.Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisgayabahasateksanekdotkaryasiswakelas X MAN WlingiBlitar. Penelitianinidapatmemberikankegunaansecarateoritissebagaipenunjangteoribahasa Indonesia terutamakelas X SMA/MAN/SMK danpraktisdijadikanmasukanbagiparapendidikuntukmengarahkanpesertadidikdalammenulisteksanekdotdenganunsurgayabahasadidalamnya.Penelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif. Data dalampenelitianberupagayabahasaretorisdangayabahasakiasan. Sumber data penelitianiniadalahteksanekdotkaryasiswakelas X MAN WlingiBlitar. Proses pengumpulan data dalampenelitianinidilakukanmenggunakanteknikdokumen. Instrumendalampenelitianiniadalahpenelitisendiri.Analisis data yang dilakukanmeliputi proses reduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Teknikpengecekankeabsahan data temuan yang dilakukanadalahketekunanpengamatan.Berdasarkanhasilpenelitianinidikemukakanduahasil.Pertama, gayabahasaretoris. Dari 29 data yang dianalisisterdapatbeberapagayabahasa yang digunakandalamteksanekdot: strukturorientasiterdapatgayabahasaaliterasi, gayabahasaasonansi, gayabahasa prolepsis, dangayabahasahiperbola; strukturreaksiterdapatgayabahasaapofasis, gayabahasaeufemismus, gayabahasapleonasmedanteutologi, gayabahasaerotesis, dangayabahasaparadoks; strukturkrisisterdapatgayabahasaelipsis, gayabahasaperifrasis,dangayabahasasilepsisdan zeugma. Kedua, gayabahasakiasan. Dari 29 data yang dianalisisterdapatbeberapagayabahasa yang digunakandalamteksanekdot:strukturorientasiterdapatgayabahasa simile, dangayabahasahipalase; strukturkrisisterdapatgayabahasaironi, sinisme, dansarkasme; strukturkodaterdapatgayabahasa satire dangayabahasainuendo. Berdasarkanhasilpenelitianini, dikemukakandua saran.Pertama, disarankankepadaguru Bahasa Indonesia kelas X MAN WlingiBlitaruntukmelatihsiswamenuliskangayabahasadalamteksanekdot agar terjadiperbaikanpada proses belajarmengajarselanjutnya. Kedua, siswadisarankan agar lebihbanyakberlatihmenuliskangayabahasadalamteksanekdotsertalebihbanyakmengenalgayabahasasehinggasiswadapatlebihterampildalammenulisteksanekdotdengangayabahasa yang tepat

    Nilai Estetis Puisi Tentang Alam Karya Siswa SMP Negeri 1 Mojo Tahun Ajaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Mukti, Sry Aji Prabowo. 2017. Nilai Estetis Puisi Tentang Alam Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mojo Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nita Widiati, M.Pd.   Kata kunci: estetis, puisi, alam.   Karya sastra merupakan gagasan seorang penulis terhadap suatu masalah yang disajikan baik secara eksplisit maupun implisit dengan mengedepankan unsur-unsur keindahan. Bahkan hakikat karya sastra adalah keindahan. Salah satu jenis karya sastra adalah puisi. puisi adalah karya sastra yang padat dan ringkas secara estetis serta terdapat ungkapan perasaan dan pengalaman penyair guna memerikan pesan moral kepada pembaca. Dalam menyampaikan pesan, tak jarang penulis menggunakan pilihan kata yang sesuai serta bahasa yang kias. Sehigga puisi lebih bermakna dan dalam menyampaikan maksud terkiaskan oleh bahasanya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Menurut Bogdan dan Guba (dalam Suharsyahputra  2012:181) penelitian kualitatif atau naturalistic inquiry adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Objek penelitian ini adalah puisi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai estetis pada (1) diksi, (2) majas, dan (3) makna puisi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1  Mojo. Data dalam penelitian ini terurai dalam bentuk kata-kata. Data dalam penelitian ini berupa puisi karya siswa yang memenuhi kriteria: (a) Keaslian tulisan, (b) Merupakan sebuah puisi bukan berupa suntingan lirik lagu ataupun prosa sejenis, (c) sesuai dengan tema yang telah dibatasi yaitu alam, (d) tulisan dapat dibaca dengan jelas, (e) tulisan memiliki identitas yang jelas dan lengkap, (f) intensitas serta variasi penggunaan diksi dan majas, dan (g) memiliki amanat dan makna. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri mojo. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) membaca data dengan cermat, (2) menyeleksi data, (3) mengidentifikasi data sesuai dengan fokus, dan (4) kodifikasi data. Setelah didapatkan data penulis menganalisis data dengan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, teridentifikasi sesuai fokus, yaitu pada diksi, majas, dan makna yang mengungkapkan nilai estetis dari puisi tersebut. Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata. Majas dapat diartikan bahasa kias yang digunakan penulis untuk mengiaskan makna. Dari 22 puisi yang telah diseleksi ditemukan hal yang sesuai dengan fokus, yaitu (1) pada penggunaan diksi dalam karya puisi siswa yang bertemakan alam ditemukan 2 jenis diksi, yaitu konotatif dan denotatif. Diksi denotatif ditemukan berupa 9 data. Diksi konotatif ditemukan 17 data, (2) pada penggunaan majas siswa yang telah ditentukan 5 majas, siswa telah menggunakan majas dengan baik. Jumlah data sesuai majas sebagai berikut, 11 metafora, 17 simile, 23 personifikasi, 1 metonimi, dan 10  sinekdoks. (3) makna pada puisi  siswa yang bertemakan alam, dianalis berdasarkan makna perbait dan keseluruhan makna

    Relevansi Karakter Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Karya Siswa SMA Negeri 1 Lawang dengan Nilai Moral

    No full text
    ABSTRAK   Aryanti, Farida. 2017. Relevansi Karakter Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Karya Siswa SMA Negeri 1 Lawang dengan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.   Kata kunci: cerpen, tokoh, karakter, nilai moral   Salah satu unsur pembangun cerpen yang membuktikan bahwa cerpen merupakan representasi dari kehidupan nyata adalah tokoh-tokohnya. Tokoh memiliki sifat dan sikap sebagai kualitas diri masing-masing yang menunjuk pada watak, perwatakan, dan karakter. Kajian telaah karakter tokoh dalam hubungannya dengan nilai moral dan nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerpen karya siswa dapat menjadi alternatif dalam merefleksi terealisasinya ajaran nilai yang diperoleh siswa.Selain itu, pengamatan terhadap cerpen karya siswa dapat memberi pandangan tentang sikap dan perilaku siswa dalam kehidupannya, baik yang berkaitan dengan adat, budaya, agama, dan lain sebagainya. Penelitian ini terfokus pada karakter para tokoh dalam relevansinya dengan nilai moral dengan mengambil kumpulan cerpen karya siswa SMAN 1 Lawang sebagai sumber data. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. Data yang dianalisis kutipan berupa narasi dan dialog dari kumpulan cerpen yang menggambarkan karakter utama tokoh. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri karena peneliti merupakan alat pengumpul data utama. Sebagai instrumen pendukung peneliti menggunakan tabel pedoman analisis. Tahapan analisis dimulai dari tahap identifikasi data, pengodean, klasifikasi data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data terdapat 3 simpulan utama yang didapat tentang karakter tokoh, nilai moral, dan relevansi karakter tokoh dengan nilai moral dalam kumpulan cerpen karya siswa. Pertama, dari tujuh cerpen yang terpilih dalam kumpulan cerpen karya siswa, terdapat 13 jenis karakter tokoh yang ditemukan yakni (1) ingin tahu, (2) berani, (3) penuh kasih, (4) tegas, (5) peka, (6) semangat kebangsaan, (7) tangguh, (8) rasa syukur, (9) patuh, (10) baik hati, (11) takwa, (12) penakut, dan (13) pengendalian diri. Karakter tokoh ingin tahu, berani, penuh kasih, dan tegas ditemukan dalam cerpen Bara Dupa. Karakter peka dan semangat kebangsaan ditemukan dalam cerpen Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja. Karakter tanggunh dan rasa syukur ditemukan dalam cerpen Nasi Aking untuk Pak Kades. Karekter patuh ditemukan dalam cerpen Sepotong Keikhlasan Pejuang Hidup. Karakter baik hati ditemukan dalam cerpen Musik yang Menginginkanmu.  Dan karakter takwa, penakut, dan pengendalian diri ditemukan dalam cerpen Instrumen Sunyi. Kedua, dalam masing-masing cerpen memiliki nilai moral. Nilai moral tersebut ada yang memiliki kesamaan dengan nilai moral yang ada dalam cerpen yang lainnya, namun ada juga yang hanya ditemukan dalam satu cerpen saja. Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Bara Dupa, yakni  (1) berani, (2) jujur, (3) penuh kasih, dan (4) takwa. Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja, yakni (1) berani, (2) patuh, (3) penuh kasih, (4) setia, (5) setia kawan, dan (6) visioner. Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Nasi Aking untuk Pak Kades, yakni (1) baik hati, (2) santun, (3) takwa, dan (4) rasa syukur.  Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Sepotong Keikhlasan Pejuang Hidup, yakni (1) patuh dan (2) setia kawan. Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Yang tak Terlihat, yakni (1) tanggung jawab dan (2) penuh kasih. Nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Musik yang Menginginkanmu, yakni (1) baik hati, (2) berani, (3) pengendalian diri, (4) percaya diri, dan (5) setia kawan. Dan nilai moral yang ditemukan dalam cerpen Instrumen Sunyi, yakni (1) pengendalian diri, (2) percaya diri, (3) tanggung jawab, (4) tekun, (5) menghormati orang lain, (6) penuh kasih, (7) rasa syukur, dan (8) takwa. Ketiga, Karakter tokoh dalam tujuh cerpen yang terpilih dalam kumpulan cerpen karya siswa, yang memiliki relevansi dengan nilai moral hanya ditemukan pada lima judul cerpen saja. Karakter tersebut yakni (1) berani dan (2) penuh kasih dalam cerpen Bara Dupa. Karakter  rasa sykukur dalam cerpen Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja.  Karakter patuh dalam cerpen Nasi Aking untuk Pak Kades. Karakter (1) penuh kasih dan (2) rasa syukur dalam cerpen Yang Tak Terliahat. Karakter baik hati dalam cerpen Musik Yang Menginginkanmu. Dankarakter (1) takwa dan (2) rasa syukur dalam cerpen Instrumen Sunyi. Berdasarkankesimpulan yang telahdiperolehmengenairelevansikaraktertokohdalamkumpulancerpenkaryasiswa SMA Negeri 1 Lawangdengannilai moral, disarankan sebagai berikut.Pertama, disarankan kepada Guru untuk  lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk banyak berlatih mengembangkan karakter tokoh yang baik dan kuat.Kedua,disarankan kepada siswa untuk karya selanjutnya dapat lebih banyak memasukan karakter-karakter lain yang lebih beragam. Karakter tersebut diutamakan adalah hasil dari pengalaman, pengetahuan, danpengamatannyatentangnilai-nilaidalam kehidupannya sehingga tercipta tokoh yang memiliki karakter yang kuat. Ketiga,diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk menggunakan karya siswa yang lebih banyak memuat nilai-nilai, bukan hanya nilai moral namun juga nilai yang lainnya.               ABSTRACT   Aryanti, Farida. 2017. Figures Characters Relevance in Students Work Short Stories Collection SMA Negeri 1 Lawang With Moral Values. Essay. Indonesian Literature Department. Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisor:(1) Dr. KusubaktiAndajani, M.Pd.   Keywords: short story, figures, character,moral value   One element of the story builders who proved that the short story is a representation of real life is the figures. The figure has each character and attitude as the quality that refers to characters. The study of figure's character thatrelate to moral character education value in a collection of students' short stories can be an alternative in reflecting on the realization of the value teaching that students get. In addition, the observation of the students' short stories can give insight into the attitudes and behavior of students in their life, whether related to customs, culture, religion, etc. This study focuses on the character of the figures in relevance to the moral value by taking a collection of short stories that made by students of SMAN 1 Lawang as a source of data. This research is a descriptive qualitative research. The data that is analyzed quotations is in the form of narration and dialogue from a collection of short stories that describe the main characters of the figures. The key instrument in this study is the researcher herself because the researcher is a data collection tool with the guidance of analysis. Stages of analysis start from the data identification, coding, data classification, and conclusion. Based on the results of data analysis there are 3 main conclusions obtained about character figures, moral values, and the relevance of figure character characters with moral values in a collection of short stories of student work. First, from the seven short stories selected in the collection of students' short stories, there are 13 types of characters that are found: (1) curious, (2) courageous, (3) loving, (4) firm, (5) sensitive, (6) ) Noble spirit, (7) tough, (8) gratitude, (9) obedience, (10) kind heart, (11) piety, (12) coward, and (13) self-control. The character of curious, courageous, loving, and assertive figures is found in the short story of Bara Dupa. The sensitive character and the spirit of nationality are found in the short story Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja. Respect character and gratitude are found in the short story of NasiAkinguntuk Pak Kades. The submissive artist is found in the short story of the Sepotong Keikhlasan Pejuang Hidup. Good character is found in the short story of Musik yang Menginginkanmu. And the character of piety, cowardice, and self-control is found in the short stories of the Instrumen sunyi. Secondly, in each story has a moral value. There are moral values that have in common with the moral values that exist in other short stories, but there are also only found in one short story only. The moral values found in the short story of Bara Dupa are (1) brave, (2) honest, (3) loving, and (4) piety. The moral values found in the short story Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja, ie (1) brave, (2) obedient, (3) loving, (4) faithful, (5) faithful, and (6) visionary. The moral values found in the short stories of NasiAkinguntuk Pak Kades are (1) good heart, (2) polite, (3) piety, and (4) gratitude. The moral values found in the short stories of Sepotong Keikhlasan Pejuang Hidup, (1) are obedient and (2) faithful friends. The moral values found in the Yang tak Terlihat short story are (1) responsibility and (2) loving. Moral values are found in the short stories of the Musik yang Menginginkanmu, namely (1) good heart, (2) courage, (3) self-control, (4) confident, and (5) faithful friend. And the moral values found in the short stories of the Instrumen Sunyi, namely (1) self-control, (2) confidence, (3) responsibility, (4) diligent, (5) respect for others, (6) loving, (7) Gratitude, and (8) piety. Third, characters in the seven short stories are selected in the collection of short stories of students work, which has relevance to the moral values found in six short stories only. The characters are (1) brave and (2) loving in the short story of Bara Dupa. Character of a sense of shame in the short story of Mengapa Kita Tidak Berdamai Saja.Characters obedient in the short story of NasiAkinguntuk Pak Kades. Character (1) is loving and (2) gratitude in the short stories of the Yang Tak Terlihat. Good-hearted character in the short story of the Musik Yang Menginginkanmu.And the characters (1) piety and (2) gratitude in the short story of the Istrumen Sunyi. Based on the conclusions that have been obtained about the character relevance of characters in a collection of short stories by students of SMA Negeri 1 Lawang with moral values, it is suggested as follows. First,Teachers are expected to provide more training on character development of characters to students so that students are able to create a good and strong character that shows the quality of self-character. Secondly,It is hoped that the next work of the students can incorporate more of the more diverse characters. The character is preferred is the result of experience, knowledge, and observation of the values in life so as to create a character who has a strong character. Third,The relevance of charactersfigure with moral value found in the short stories of students' work is still less. Therefore, it is desirable for subsequent research to use the work of the student that contains more values, not just moral values but also other value

    Hubungan Status Sosial dengan Perilaku Sosial Tokoh dalam Novel De Winst Karya Afifah Afra

    No full text
    Hubungan merupakan keterkaitan antara suatu hal dengan hal yang lain. Dalam penelitian ini ditemukan hubungan antara status sosial dengan perilaku sosial tokoh dalam novel De Winst. Status sosial terbagi menjadi tiga macam, yaitu status dibebankan, status diraih, dan status diberikan. Status dibebankan merupakan status yang diperoleh karena faktor keturunan. Status diraih merupakan status yang diperoleh karena usaha-usaha yang dicapai sesuai dengan kemampuan. Status diberikan merupakan status yang diperoleh karena pemberian dari suatu kelompok atau golongan kepada seseorang yang berjasa. Status sosial yang ditemukan dalam penelitian ini memiliki hubungan dengan perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial. Tipe-tipe tindakan sosial meliputi tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan (a) status sosial tokoh, (b) perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial, dan (c) hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh yang ada dalam novel De Winst karya Afifah Afra. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kajian teks. Data penelitian ini berupa satuan teks yang terdiri atas monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan status sosial dan perilaku sosial tokoh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik telaah teks. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen manusiawi, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan memanfaatkan berbagai wacana sastra dan sosiologi, serta masukan-masukan dari peminat sastra yang dianggap ahli. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan data. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, status sosial tokoh yang ditemukan dalam novel De Winst. Status sosial tokoh dalam novel De Winst meliputi status dibebankan, status diraih, dan status diberikan. Status dibebankan dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang berlatar belakang sebagai bangsawan Jawa yaitu sebagai tokoh pangeran, kesatria, raden, dan putri. Status dibebankan ditemukan pada tokoh Rangga, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma, Raden Prakosa, Raden Suryadi, dan Sekar Prembayun. Status diraih dalam novel De Winst ditemukan pada tokohtokoh yang memiliki gelar atau jabatan akademik sebagai Profesor, Sarjana, Lulusan HBS, dan Kader Partai Rakyat. Status diraih ditemukan pada tokoh Rangga, Kareen, Prakosa, dan Johan Van De Vondell. Status diberikan dalam i novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang mempunyai peran sosial, yaitu sebagai aktivis pergerakan kemerdekaan, dan sebagai guru partikelir. Status diberikan ditemukan pada tokoh Pratiwi, dan Jatmiko. Kedua, perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tindakan sosial dalam novel De Winst meliputi tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Tindakan tradisional dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang berorientasi pada nilai tradisi masa lampau. Tindakan tradisional tokoh ditemukan pada tokoh Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Raden Ngabehi Suratman atau Kerabat Keraton, Prajurit Keraton, dan Ayah Sekar (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma). Tindakan afektif dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang dipengaruhi oleh perasaan emosi tokoh. Tindakan afektif tokoh ditemukan pada tokoh Rangga, Kareen, Pratiwi, Jatmiko, dan Jan Thijsse. Tindakan berorientasi nilai ditemukan pada tokoh-tokoh yang dipengaruhi oleh nilai-nilai religius, etis dan estetis. Tindakan berorientasi nilai tokoh ditemukan pada tokoh Rangga, Eyang Haji Keraton, anak-anak kecil, ibu-ibu, dan Pratiwi. Tindakan rasional instrumental ditemukan pada tokoh-tokoh yang mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai suatu tujuan. Tindakan rasional instrumental ditemukan pada tokoh Rangga, Jan Thijsse, Ayah Sekar (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma), Ayah Rangga (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara). Ketiga, hubungan status sosial dengan perilaku sosial yang berdasarkan tindakan sosial tokoh dalam novel De Winst. Hubungan status sosial dibebankan dengan empat tipe tindakan sosial, yaitu tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Hubungan tersebut ditemukan pada tokoh-tokoh dari golongan bangsawan Jawa, yang meliputi tokoh Rangga, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma, Raden Ngabehi Suratman, dan Prajurit Keraton. Hubungan status sosial diraih dengan tiga tipe tindakan sosial, yaitu tindakan afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Hubungan tersebut ditemukan pada beberapa tokoh yang berasal dari golongan yang berbeda-beda, meliputi tokoh Rangga, Jan Thijsse, Tuan Biljmer, dan Eyang Haji. Hubungan status sosial diberikan dengan dua tipe tindakan sosial, yaitu tindakan afektif dan berorientasi nilai. Hubungan tersebut ditemukan pada dua tokoh yang memiliki ambisi untuk kemerdekaan bangsa, yaitu tokoh Jatmiko dan Pratiwi. Saran penelitian ditujukan untuk peneliti selanjutnya dan pemerhati sastra. Peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang berkaitan dengan novel De Winst disarankan untuk mengembangkan penelitian terhadap hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh yang terdapat dalam novel dengan menggunakan teori yang lain. Dengan menggunakan teori yang lain akan memperdalam dan memperluas hubungan status sosial dengan perilaku sosial dalam novel. Pemerhati sastra disarankan memanfaatkan hasil penelitian ini dalam studi terhadap karya sastra, baik penulisan maupun penelitian. Selain itu, adanya hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial dalam novel juga dapat dimanfaatkan untuk menambah referensi atau sebagai bahan bandingan dalam menganalisis sebuah karya sastra

    Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI MAN Kunir Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK Khoirunnisa’, Nurul. 2017. Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI MAN  Kunir Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran menulis, teks eksplanasi, MAN KunirPembelajaran menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa selain membaca, berbicara, dan menyimak. Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang tercantum pada Kurikulum 2013. Pembelajaran menulis teks eksplanasi dilaksanakan pada kelas XI yang dilaksanakan dua pertemuan. Kegiatan pembelajaran tersebut diidentifikasi menggunakan model pembelajaran Treffinger (Creative Problem Solving) sehingga peneliti melakukan observasi lebih lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis teks eksplanasi di kelas XI MAN Kunir Blitar. Deskripsi perencanaan dijabarkan dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Deskripsi pelaksanaan dijabarkan dari proses interaksi antara siswa kelas XI dan guru. Deskripsi penilaian dijabarkan dari penilaian hasil dan proses.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan siswa kelas XI dan guru sebagi subjeknya. Data dalam penelitian ini yaitu data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang meliputi meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pertama, perencanaan yaitu komponen-komponen yang ada dalam RPP. Kedua, pelaksanaan yaitu interaksi antara siswa kelas XI dan Guru Bahasa Indonesia di dalam kelas. Pelaksanaan tersebut meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Ketiga, penilaian yaitu berupa informasi mengenai penilaian yang dilakukan guru dalam kelas dan daftar nilai guru berupa penilaian proses dan hasil. Sumber data dalam penelitian tersebut adalah berupa RPP dan wawancara kepada Guru Bahasa Indonesia MAN Kunir. Sumber data pelaksanaan yaitu guru dan siswa kelas XI MAN Kunir. Sumber data penilaian guru dan RPP yang disusun oleh Guru Bahasa Indonesia.Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang: (1) perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) penilaian pembelajaran. Pertama, perencanaan meliputi identitas RPP yang disusun oleh guru berisi identitas sekolah, mata pelajaran, kelas, dan waktu. Kompetensi inti tercantum aspek spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi dasar yang tercantum yaitu aspek spiritual, aspek sosial, dan aspek keterampilan. Indikator pencapaian yang mencakup aspek spiritual, aspek sosial, dan aspek keterampilan yaitu menulis dan menyunting teks eksplanasi. Tujuan pembelajaran mencakup aspek sosial dan keterampilan yaitu menulis dan menyunting teks eksplanasi. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, serta prinsip yang meliputi struktur, ciri kebahasaan, dan langkah-langkah penulisan teks eksplanasi. Metode pembelajaran yang menggunakan metode pemberian tugas, tanya jawab, diskusi, dan menggunakan model pembelajaran Treffinger yang telah disesuaikan dengan tujuan dan kondisi siswa. Langkah-langkah pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan  terdapat 3 kegiatan utama yaitu motivasi umum, apersepsi, dan kesepakatan langkah kegiatan, kegiatan inti guru mencantumkan kegiatan KD memproduksi teks eksplanasi, kegiatan penutup berisi refleksi. Sumber belajar dipilih oleh guru dari sumber tunggal yaitu buku pelajaran dan buku penunjang. Penilaian dalam RPP guru tercantum penilaian sikap sosial berupa rubrik penilaian sikap sosial dan penilaian keterampilan berupa rubrik penilaian tes kinerja.Kedua, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dua pertemuan yang berisi kegiatan menulis dan menyunting teks eksplanasi. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti pertemuan pertama dilakukan dengan siswa mengamati video, menuliskan ide pokok, mencari informasi. Namun, guru belum melakukan pendampingan penulisan berbahasa teks eksplanasi dengan tepat. Pada pertemuan kedua dilakukan untuk menyunting  teks yang telah ditulis siswa pada pertemuan pertama. Kegiatan ini dengan menukar teks eksplanasi mereka, menandai bagian yang kurang tepat, dan memberi masukan perbaikan. Oleh karena itu, guru sudah melakukan pendampingan penulisan teks eksplanasi dengan tepat.Ketiga, penilaian pembelajaran. Penilaian meliputi aspek sikap dan keterampilan. Penilaian aspek keterampilan dilakukan secara terbuka di dalam kelas bersama siswa sedangkan aspek sikap dilakukan oleh guru dengan mencatat pada jurnal perkembangan sikap. Namun, penilaian hanya pada kelompok sehingga kemampuan setiap individu belum terlihat. Berdasarkan hasil penelitian, saran diberikan kepada siswa, guru, dan peneliti selanjutnya. Pertama siswa, diharapkan mampu lebih aktif, kreatif, dan bekerjasama dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Kedua, guru diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran yang lainnya sehingga pembelajaran tidak monoton. Ketiga, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberi variasi tentang penelitian pembelajaran menulis teks eksplanasi

    Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jawa Ragam Krama dengan Menggunakan Media Tembang Dolanan Kreasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fitriani, Arin. 2017. Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jawa Ragam Krama dengan Menggunakan Media Tembang Dolanan Kreasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang. S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, 92 halaman.   Kata Kunci : menulis bahasa Jawa ragam krama, media tembang dolanan kreasi   Data awal yang diperoleh di SMP Negeri 9 Malang menunjukkan adanya masalah dalam pembelajaran bahasa Jawa pada aspek keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama. Masalah itu muncul karena guru tidak menggunakan media apa pun dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan pembelajaran menjadi kurang menarik. Akibatnya siswa kurang aktif, cepat merasa bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, perlu ada tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa, yaitu dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi. Hasil penelitian pra siklus yang dilakukan pada siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang sebanyak 31 siswa, menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM 75 hanya 3 siswa atau 9,7% saja. Artinya, siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebanyak 28 atau sebesar 90,3%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi pada siswa kelas VIIG di SMP Negeri 9 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri dari tiga kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model kolaboratif, yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Peningkatan proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi dapat dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru pada setiap pertemuan. Pengamatan aktivitas siswa yang dilakukan selama satu siklus dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama diterapkan pada seluruh siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang yaitu sebanyak 32 siswa. Hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan total nilai 2276. Rata-rata aktivitas siswa mencapai 3,48 dengan total persentase sebesar 87%. Hasil observasi aktivitas guru menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan total nilai 47,8. Rata-rata aktivitas guru adalah 3,67 dengan persentase sebesar 91,75%. Peningkatan hasil pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama dengan menggunakan tembang dolanan kreasi pada siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 93,7 dari 31 siswa dengan total nilai mencapai 2905. Jumlah siswa yang tuntas belajar mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75 sebanyak 31 siswa dengan persentase 100%, artinya semua siswa telah tuntas belajar karena telah memenuhi KKM yang telah ditetapkan. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini, yaitu (1) bagi guru, (2) bagi siswa, dan (3) bagi peneliti lain. Pertama bagi guru, sebaiknya media tembang dolanan kreasi tidak hanya digunakan dalam peningkatan keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama saja, tetapi digunakan untuk materi pembelajaran bahasa Jawa yang lainnya, sebab media tembang dolanan kreasi ini mampu meningkatkan aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran. Kedua bagi siswa, media tembang dolanan kreasi diharapkan dapat memberikan semangat untuk lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, agar proses dan hasil belajar mengajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan. Ketiga bagi peneliti lain, media tembang dolanan kreasi diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif penyelesaian masalah, tidak hanya pada pembelajaran bahasa Jawa saja, namun pada pembelajaran lainnya

    KESALAHAN PENULISAN KATA BAHASA INDONESIA SISWA YANG BERBAHASA IBU BAHASA MELAYU DI SEKOLAH WIENGSUWANWITTAYAKHOM, NARATHIWAT, THAILAND

    No full text
    ABSTRAK   Nisrina, Dina. 2017. Kesalahan Penulisan Kata Bahasa Indonesia Siswa yang Berbahasa Ibu Bahasa Melayu di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom, Narathiwat, Thailand. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd   Kata Kunci : analisis kesalahan, bahasa Indonesia,bahasa Melayu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia siswa yang berbahasa ibu bahasa Melayu di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom, Narathiwat, Thailand. Kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia ini perlu diketahui guru bahasa Indonesia utamanya guru BIPA. Informasi-informasi ilmiah ini berguna untuk meningkatkan kompetensi dan performansi bahasa Indonesia siswa, sebagai pijakan refleksi untuk meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia siswa, dan sebagai rujukan untuk memperlakukan siswa dalam belajar bahasa Indonesia sesuai dengan karakteristik siswa. Selain berguna bagi guru BIPA, informasi ilmiah tentang bentuk-bentuk kesalahan kata bahasa Indonesia ini juga berguna bagi tutor, siswa maupun pebelajar asal Thailand yang mengikuti program BIPA, penulis buku teks atau bahan ajar BIPA, dan peneliti lain. Mempertimbangkan manfaat yang nyata ini, dirasa penting untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena datanya berupa data kualitatif, yaitu kata bahasa Indonesia yang salah yang digunakan oleh siswa Matthayom (setingkat SMP-SMA). Sumber data penelitian ini adalah tulisan tangan bahasa Indonesia siswa Matthayom (setingkat SMP-SMA) yang berbahasa ibu bahasa Melayu,yang berasal dari(1) buku catatan siswa (yang berisi catatan materi dan tugas harian), (2) pekerjaan siswa di kelas, dan (3) catatan guru. Data dikumpulkan dengan cara mengklasifikasi siswa yang berbahasa ibu bahasa melayu, (2) mengumpulkan sumber data, (3) mendokumentasikan sumber data, (4) membaca sumber data, (5) menandai kesalahan penulisan, (6) menginventarisasi data awal, (7) mengidentifikasi jenis kesalahan, (8) memberi kode pada data awal, (9) mengklasifikasi data awal, (10) mereduksi data, dan (11) mempersiapkan data yang siap dianalisis. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok temuan. Pertama,kesalahan penulisan kata yang berupa penghilangan (omission) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (a) penghilangan konsonan n di tengah kata dan (b) penghilangan konsonan h  di akhir kata. Kedua, kesalahan penulisan kata yang berupapenambahan (addition) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penambahan konsonan h di akhir kata. Ketiga, kesalahan penulisan kata yang berupa salah formasi (misformation) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (a) salah formasi konsonan b, c, dan d di awal kata, (b) salah formasi konsonan b, c, dan y di tengah kata, (c) salah formasikonsonan h dan s di akhir kata, (d) salah formasi vokal a, e, dan u di tengah kata, dan (e) salah formasi vokal a di akhir kata. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan enam saran. Pertama, pengajar BIPA untuk siswa Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani disarankan untuk lebih memperhatikan cara menulis huruf pada kosakata bahasa Indonesia terutama yang di dalamnya terdapat beberapa huruf yang rentan salah di awal, tengah, dan akhir kata berdasarkan hasil penelitian. Kedua, para tutor BIPA untuk mahasiswa Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani (apabila pembelajaran dilakukan di Indonesia), dapat memajankan penulisan kata yang sering salah cara penulisannya di saat jam tutorial. Ketiga, dengan mengetahui kesalahan apa saja yang sering ditemukan, para pebelajar asal Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani disarankan bisa memperbaiki kekurangannya dan meningkatkan keberhasilan belajarnya. Keempat, bagi penyusun buku teks BIPA, para penulis buku teks bisa lebih memperbanyak latihan dalam penulisan kata bahasa Indonesia yang rentan salah di awal, tengah, dan akhir kata berdasarkan hasil penelitian. Kelima, hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan untuk peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan topik yang berhubungan dengan adanya interferensi bahasa Melayu-Pattani terhadap bahasa Indonesia.Terakhir, para pengembang ilmu dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk menambah referensi pengembangan teori Analisis Kesalahan Berbahasa tentang ragam kesalahan penulisan kata yang ditulis oleh sebagian besar pebelajar yang berbahasa ibu bahasa Melayu, khususnya pada program BIPA PPL/KKN Thailand di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom dan juga pengembangan materi perkuliahan Pengembangan Bahan Ajar BIPA dan Strategi Pembelajaran BIPA sebagai Bahasa Asing

    KARAKTERISTIK PENILAIAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN KELAS XI IBB, XI MIA, XI IIS SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    ABSTRAK   Implementasi kurikulum 2006 yang disebut juga dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berbeda dengan implementasi kurikulum 2013. Perbedaan tersebut secara garis besar terletak pada proses pembelaran dan penilaian. Pembelajaran menulis teks cerpen pada kurikulum KTSP terdapat pada kelas X SMA, sedangkan pada kurikulum 2013 terdapat pada kelas XI SMA/SMK. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik penilaian menulis teks cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteritik tugas atau soal menulis cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, (2) mendeskripsikan karakteristik rubrik penilaian menulis cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, dan (3) mendeskripsikan balikan atau koreksi dari guru terhadap cerpen karangan siswa di SMA Negeri 1 Gondanglegi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis teks/dokumen. Peneliti menganalisis teks yang dijadikan bahan penelitian secara teliti, cermat, dan mendalam sehingga diperoleh hasil analisis yang menjadi tujuan penelitian. Data yang dianalisis diperoleh tanpa rekayasa atau dipaksakan. Data diperoleh dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari guru bahasa Indonesia kelas XI, teks cerpen siswa kelas XI IBB, MIA dan IIS, serta wawancara dengan guru dan siswa SMA Negeri 1 Gondanglegi tahun ajaran 2014/2015. Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga kelas yang menjadi objek penelitian memiliki karakteristik yang berbeda dalam penilaian pembelajaran menulis teks cerpen. Berdasarkan jenis tugas yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks cerpen, kelas XI IBB menggunakan tugas menulis cerpen berbentuk perintah langsung dengan rangsang pengalaman orang lain, kelas XI MIA menggunakan tugas menulis teks cerpen berbentuk perintah langsung dengan rangsang buku, kelas XI IIS menggunakan tugas menulis teks cerpen berbentuk perintah langsung yang disertai perintah lanjutan dengan rangsang pengalaman orang lain. Berdasarkan jenis rubrik penilaian yang digunakan guru untuk menilai tugas menulis teks cerpen, kelas XI IBB menggunakan rubrik holistik dengan rentang skor 4 sebagai skor tertinggi dan 0 sebagai skor terendah, kelas XI MIA dan XI IIS menggunakan rubrik analitik, pada kelas XI MIA memiliki rentang skor 4 sampai dengan 0 dan kelas XI IIS 10 sampai dengan 0. Berdasarkan jenis balikan yang digunakan, pada kelas XI MIA dan XI IIS menggunakan balikan ataukoreksi secara langsung dan tidak langsung, sedangkan pada kelas XI IBB guru tidak memberikan balikan. Berdasarkan penyususnan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran. Saran tersebut ditujukan bagi (1) guru bahasa Indonesia, (2) siswa, dan (3)  peneliti lanjut. Bagi guru bahasa Indonesia diharapkan guru bahasa Indonesia mampu memberikan rangsang menulis yang bervariatif agar tidak terjadi kesamaan rangsang pada setiap kelas. Selain itu, diharapkan guru bahasa Indonesia untuk benar-benar menilai teks cerpen karangan siswa secara fokus. Siswa diharapkan agar lebih belajar dan berlatih menulis menggunakan rangsang apa saja. Bukan hanya menulis teks cerpen, melainkan tes apa saja yang diperintahkan guru. Diharapkan pula ada penelitian lanjut yang membahas hal yang relevan dengan penelitian ini dengan subjek yang sama, namun dengan jenis teks yang berbeda. Dengan demikian, diharapkan hal ini akan membantu guru dan siswa dalam mengevaluasi hasil pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek menulis teks cerpen

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇