SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK TEKS BIOGRAFI KARYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik struktur, isi, dan bahasa teks biografi karya siswa kelas VIII SMPN 13 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitiatif. Data penelitian berupa paparan verbal tulis yang digunakan siswa untuk mengembangkan struktur, isi, dan bahasa teks biografi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat tiga kesimpulan. Pertama yaitu. tidak semua siswa menuliskan struktur secara lengkap. Kedua, isi teks biografi. Ditemukan tiga pola pada masing-masing struktur, yaitu pola lengkap, cukup lengkap, dan tidak lengkap. Ketiga, bahasa pada teks biografi yaitu, kalimat deklaratif, kalimat seru, dan kalimat larangan
Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Model Mind Mapping Siswa Kelas X SMKN 6 Malang
ABSTRAK Ummah, Nahdliyatul. 2017. Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Model Mind Mapping Siswa Kelas X SMKN 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Menulis, Teks Eksposisi, Model Mind Mapping.Pembelajaran menulis teks eksposisi di SMK Negeri 6 Malang dilakukan berbeda dengan pembelajaran di tempat lain. Pembelajaran di sekolah ini dilakukan menggunakan model mind mapping atau peta pikiran. Model pembelajaran mind mapping adalah model berupa pembuatan peta konsep atau gambar pemetaan pikiran yang memudahkan seseorang mengingat banyak informasi. Hal ini untuk memudahkan siswa dalam menulis argumen yang menjadi bagian dari teks eksposisi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan model mind mapping.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis teks ekposisi di SMK Negeri 6 Malang. Dalam hal ini meliputi: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan model mind mapping.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti berkedudukan sebagai instrumen kunci. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 6 Malang, dengan data yang dibedakan berdasarkan tiap fokus penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) RPP, (2) pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa, (3) rekaman video pelaksanaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, teknik dokumen, observasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan meliputi (1) pedoman telaah dokumen, (2) pedoman observasi, dan (3) pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi, penyajian data, dan penyimpulan. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini ada tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) pelaporan.Dari analisis data diketahui bahwa pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan model mind mapping ada tiga komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Guru membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP. RPP yang dirancang guru terdiri atas 10 komponen, yaitu (1) identitas RPP, (2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (8) penilaian, (9) media, alat/bahan pembelajaran, dan (10) sumber belajar. Pelaksanaan pembelajaran, guru melakukan tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali pertemuan yang terdiri dari penyampaian konsep, pengorganisasian kegiatan, bimbingan penyelidikan dengan membuat peta konsep bersama-sama, dan mengembangkan hasil penyelidikan secara berkelompok. Pada komponen penilaian guru melakukan penilaian keterampilan dan sikap. Penilaian keterampilan dilakukan dengan melihat hasil kerja kelompok siswa dan penilaian sikap dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang ditujukan kepada Guru adalah lebih selektif dalam memilih model pembelajaran dan mempersiapkan RPP dengan baik agar proses pembelajaran lebih baik dan mencapai tujuan. Untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan dalam sebuah penelitian dan juga bisa melakukan penelitian yang sejenis namun dengan variabel yang berbeda
Pembelajaran Menulis Cerkak Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Turen
ABSTRAK Maulidia, Yunisa. 2017. Pembelajaran Menulis Cerkak Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Turen. Skripsi. Prodi. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunoto, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis, cerkakPenelitian pembelajaran menulis cerkak dilakukan karena mata pelajaran bahasa Jawa saat ini pada Kurikulum 2013 diwajibkan ada dalam muatan lokal. Kompetensi pembelajaran menulis cerkak bahasa Jawa bertujuan agar bervariasinya kosakata bahasa Jawa siswa, mengetahui nilai kesastraan Jawa dan secara tidak langsung belajar tentang budaya Jawa yang sering dituturkan dalam cerkak sehingga siswa mampu menulis cerkak dengan sistematika dan bahasa yang benar.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis cerkak siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen. Terdapat lima hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini, yaitu tujuan pembelajaran, penyajian materi, penggunaan media dan sumber belajar, bentuk kegiatan (kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup), dan penilaian guru (penilaian proses dan penilaian hasil).Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang dihimpun dibedakan menjadi lima fokus penelitian. Data tujuan pembelajaran berupa komponen RPP yang meliputi KI, KD, indikator pencapaian kompetensi dan gambaran tujuan pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran menulis cerkak. Data penyajian materi berupa komponen RPP yang meliputi materi pembelajaran pertemuan pertama dan kedua yang mencakup fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan. Data penggunaan media dan sumber belajar berupa komponen RPP yang meliputi pendekatan, metode, model pembelajaran dan media/alat dan sumber pembelajaran. Data bentuk kegiatan pembelajaran berupa transkrip pelaksanaan pembelajaran yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Data penilaian pembelajaran berupa instrumen penilaian proses dan penilaian hasil, serta informasi hasil wawancara tentang penilaian pembelajaran. Sumber data yang digunakan adalah RPP, peristiwa pembelajaran, rekaman video pelaksanaan, guru dan peneliti.Hasil penelitian pembelajaran menulis cerkak siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen terbagi menjadi lima aspek, yaitu tujuan pembelajaran, penyajian materi, penggunaan media dan sumber belajar, bentuk kegiatan dan penilaian. Hasil penelitian tujuan pembelajaran menulis cerkak sebagai berikut. Proses guru dalam menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan KI, KD, guru merumuskan indikator dan kemudian guru merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang disusun guru pada RPP kurang sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran. Pada RPP guru dikegiatan awal pertemuan pertama dan kedua tertulis menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa tapi guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa.Hasil penelitian penyajian materi pembelajaran menulis cerkak sebagai berikut. Proses guru dalam menyusun materi pembelajaran berdasarkan penyajian materi yang terdapat pada RPP mencakup aspek fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan. Penyajian materi pada pelaksanaan pembelajaran menulis cerkak masih belum dilakukan pada pertemuan pertama. Namun, pada pertemuan kedua guru mampu menyampaikan materi dengan runtut. Penyajian materi berdasarkan bentuk pembelajaran yakni guru sebagai tokoh sentral atau sebagai sumber tunggal.Hasil penelitian penggunaan media dan sumber belajar pada pembelajaran menulis cerkak sebagai berikut. Proses guru dalam menyusun media dan sumber belajar berdasarkan (1) pendekatan direct instruction, (2) metode penugasan, tanya jawab dan diskusi, dan (3) model pembelajaran saintifik serta media/alat dan sumber pembelajaran yang terdapat pada RPP guru.Hasil penelitian bentuk kegiatan pembelajaran menulis cerkak menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dua pertemuan. Setiap pertemuan terdapat tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan pertemuan pertama dan kedua, aktivitas yang dilakukan adalah sama persis yaitu salam, presensi, apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti pertemuan pertama, aktivitas yang dilakukan adalah menganalisis teks cerkak berdasarkan mencari pesan moral yang terdapat dalam teks cerkak, sedangkan pada kegiatan inti pertemuan kedua difokuskan untuk menyusun teks cerkak berdasarkan pengalaman pribadi siswa. Pada kegiatan penutup pertemuan pertama, aktivitas yang dilakukan guru adalah menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung, memberikan tugas dan salam, sedangkan kegiatan penutup pertemuan kedua, aktivitas yang dilakukan adalah menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung dan salam.Hasil penilaian menunjukkan bahwa guru menggunakan penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dilakukan untuk menilai sikap, sedangkan penilaian hasil digunakan untuk menilai kompetensi keterampilan. Penilaian proses dilakukan guru selama pembelajaran menulis cerkak berlangsung di dalam kelas, sedangkan penilaian hasil dilakukan ketika pembelajaran telah berakhir dengan cara menilai teks cerkak karya siswa.Simpulan dari penelitian ini terbagi menjadi lima bagian sesuai dengan fokus penelitian. Pertama, tujuan pembelajaran berdasarkan komponen KI, KD, dan indikator yang disusun oleh guru, namun hanya KI dan KD saya yang sudah sesuai, sedangkan indikator belum menggambarkan hasil yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Kedua, penyajian materi berdasarkan aspek fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan pada materi pembelajaran yang disusun oleh guru. Ketiga, penggunaan media dan sumber belajar berdasarkan pendekatan, metode dan model pembelajaran. Keempat, bentuk kegiatan pada pembelajaran menulis cerkak berjalan sesuai dengan rencana. Namun, pada kegiatan inti model pembelajaran saintifik tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh guru. Kelima, penilaian guru berdasarkan penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan ketika pembelajaran berlangsung. Penilaian hasil diperoleh berdasarkan hasil karya siswa yakni menulis teks cerkak. Saran dari penelitian ini terbagi menjadi tiga, yakni (1) bagi siswa disarankan lebih aktif pada proses pelaksanaan pembelajaran, (2) bagi guru disarankankan lebih matang dalam mempersiapkan RPP dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP, dan (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan mampu menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya
Argumentasi dalam Artikel Opini Surat Kabar Media Indonesia
ABSTRAKArgumentasi adalah suatu bentuk retorika yang bertujuan meyakinkan pembaca agar sependapat dengan pandangan penulis, dengan cara menyajikan bukti-bukti yang mendukung opini penulis. Penulis dapat menggabungkan bukti-bukti yang dimiliki dengan menggunakan metode pembuktian dalam argumentasi. Terdapat tujuh metode pembuktian dalam argumentasi, yaitu metode pembuktian dengan pendefinisian, metode pembuktian dengan sebab dan akibat, metode pembuktian dengan persamaan, metode pembuktian dengan pertentangan, metode pembuktian dengan perbandingan, metode pembuktian dengan kesaksian, dan metode pembuktian dengan autoritas. Penulis dapat menggunakan satu metode pembuktian atau beberapa metode pembuktian dalam wacana argumentasi. Susunan dari metode pembuktian yang digunakan dalam wacana argumentasidapatmembentuksebuah pola, yakni pola sederhana dan pola kompleks.Teks yang dapat menggunakan metode pembuktian dalam argumentasi dan pola argumentasi adalah kategori teks argumentasi. Salah satu teks yang masuk dalam kategori wacana argumentasi adalah artikel opini. Hal ini dikarenakan artikel opini bertujuan meyakinkan pembaca bahwa pandangan penulis benar adanya. Selain itu, artikel opini juga mengajukan bukti-bukti yang mendukung opini pengarang. Dengan demikian, penelitian ini secara umum bertujuan untuk menjelaskan argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia dan menjelaskan pola argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif analisis teks. Data penelitian ini berupa paragraf yang berisi metode argmentasi dan pola argumentasi. Sumber data yang digunakan adalah artikel opini dalam surat kabarMedia Indonesia. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan sejak pengumpumpulan data. Analisis data dimulai dari kegiatan identifikasi dan klasifikasi metode argumentasi,selanjutnya kegiatan identifikasi dan klasifikasi pola argumentasi. Hasilkedualangkah itu ditata dan diorganisasikan secara sistematis untikdilihat keutuhannya dalam sajian data. Tahapan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan sementara. Hasil simpulan sementara ditelaah kembali kesahihannya dengan cara diskusi dengan teman sejawat dan dosen pembimbing. Hasil simpulan yang sahih itulah yang digunakan sebagai simpulan akhir penelitian.Berdasarkan penelitian ini ditemukan metode argumentasi dan pola argumentasi dalam surat kabar Media Indonesia. Pertama, metode argumentasi yang digunakan dalam surat kabarMedia Indonesia dapat berupa 1) metode pendefinisian, 2) metode sebab-akibat, 3) metode sirkumstansi, 4) metode persamaan, 5) metode pertentangan, 6) metode perbandingan, 7) metode kesaksian dan metode autoritas. Metode pendefinisian dapat dinyatakan dengan bentuk pendefinisian sinonim kata, pendefinisian etimologi, dan pendefinisian luas. Metode sebab akibat dapat dinyatakan dengan bentuk sebab-akibat dan akibat-sebab. Metode sirkumstansi dapat dinyatakan dalam bentuk solusi tunggal dan solusi prosedural. Metode perbandingan dapat dinyatakan dengan bentuk perbandingan dua objek dan perbandingan lebih dari dua objek.Metode pertentangan dapat dinyatakan dengan bentuk antonim dan semestinya. Metode persamaan dapat dinyatakan dengan bentuk menyamakan dua objek atau permasalahan.Metode kesaksian dapat dinyatakan dengan bentuk kesaksian penulis dan kesaksian orang lain.Metode autoritas dapat dinyatakan dengan bentuk pendapat ahli, pendapat dari buku, dan pendapat survei dari sumber terpercaya.Kedua, pola metode argumentasi dalam surat kabarMedia Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yakni pola sederhana dan pola kompleks. Pola sederhana terbentuk dari gabungan dua metode pembuktian, gabungan tiga metode pembuktian, gabungan empat metode pembuktian. Pola kompleks terbentuk dari gabungan dua metode pembuktian, gabungan tiga metode pembuktian, gabungan empat metode pembuktian, dan gabungan lima metode pembuktian. Pola sederhana artinya metode yang digunakan dalam argumentasi tidak berulang atau digunakan hanya sekali, sehingga membentuk metode sederhana. Disisi lain, pola kompleks artinya metode yang digunakan dalam berargumentasi berulang atau digunakan lebih dari sekali, sehingga membentuk bebrapa metode yang berulang. Saran yang diajukan peneliti berdasarkan hasil penelitian adalah kepada praktisi pembinaan dan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, yakni penyusun buku teks dan guru bahasa Indonesia, serta kepada peneliti argumentasi. Dalam menjelaskan, menyampaikan, dan melatihkan argumentasi hendaknya penyusun buku dan guru memperhatikan metode yang digunakan dalam argumentasi yang berupa metode pendefinisian, metode sebab-akibat, metode perbandingan, metode sirkumstansi, metode pertentangan, metode persamaan, metode kesaksian dan autoritas. Dalam meneliti argumentasi, khususnya metode dan pola peneliti dapat memperoleh hasil yang lebih mendalam tentang argumentasi
Penanda Kohesi dalam Paragraf Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VII MTsN Pandaan
ABSTRAKABSTRAKUlya, Syarifatul. 2017. PenandaKohesidalamParagrafTeksLaporanHasilObservasiSiswaKelas VII MTsNPandaan. Skripsi. JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: penandakohesi, tekslaporanhasilobservasiDalampembelajaranBahasa Indonesia, terdapatempatketerampilanberbahasa, yaituketerampilanmembaca, keterampilanmenyimak, keterampilanberbicara, danketerampilanmenulis. PadapembelajaranBahasa Indonesia kelas VII SMP berdasarkanKurikulum 2013, salahsatuketerampilanmenulis yang diajarkanadalahmenulistekslaporanhasilobservasi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanragampenandakohesidalamparagraftekslaporanhasilobservasisiswakelas VII MTsNPandaan. Penelitiandifokuskanpada (1) ragampenandakohesidalamparagrafyang meliputipenandakohesigramatikaldanpenandakohesileksikaldan (2) penggunaanpenandakohesiantarbagiandalamkalimat (intrakalimat) danpenggunaanpenandakohesiantarkalimat.Pendekatan yang dilakukanadalahpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif. Penelitiankualitatifinitermasukanalisisdokumenkarenapenelitimenganalisisdokumendanmendeskripsikanhasilpenelitiantersebut. Data tersebutdiperolehdaritesmenulisdandianalisisberdasarkanpedomananalisispenandakohesidalamparagraftekslaporanhasilobservasi. Sumber data penelitianiniadalahparagraftekslaporanhasilobservasi.Berdasarkananalisis data diperolehhasilpenelitianberikut. Pertama, penandakohesigramatikalhanyaditemukantiga, yaitureferensi, substitusi, dankonjungsi. Penelititidakmenemukanpenandakohesigramatikalelipsis. Siswatidakmenggunakanpenandaelipsissamasekaliketikamenulistekslaporanhasilobservasi. Hal tersebutterjadikarenadalamtekslaporanhasilobservasitidakdibutuhkanpelesapanmaknasehinggatidakperlumemasukkanpenandaelipsis. Konjungsi yang lebihseringdigunakansiswayaitukonjungsipenambahanberupa kata dan, serta, juga.Konjungsitersebutsering kali munculdalamsetiapkalimat. Kedua, penandakohesileksikal yang paling banyakmunculdarikaryasiswayaitureiterasi (perulangan) seluruhnya. Siswasering kali mengulang kata denganbentuk yang samatanpadikurangidanditambahiunsurnya. Penandakohesileksikalsinonimi, antonimi, hiponimi, dankolokasijarangsekalidigunakan.Ketiga, penggunanpenandakohesi yang ditemukanpadakaryasiswalebihbanyakmenggunakanpenggunaanpenandakohesiantarbagiandalamkalimat (intrakalimat) yang terdapat 7 fungsi yang meliputipenanda(1)hubungankelanjutan, (2) hubunganurutanwaktu, (3) kontras, (4) urutanjarak, (5) ilustrasi, (6) sebab-akibat, dan (7) pengandaian, sedangkanpenggunaanpenandakohesiantarkalimathanya 4 fungsi yang meliputipenanda (1) hubungankelanjutan, (2) kontras, (3) sebab-akibat, dan (4) simpulan. Saran penelitiandisampaikanpada guru matapelajaranBahasa Indonesia danpeneliti lain. Pertama, guru perlumemberikanpenempatanmateripenandakohesigramatikaldanleksikal. Guru haruslebihmemperhatikansiswadalammenulistekslaporanhasilobservasi, karenamasihbanyakkekurangansiswadalampenempatanpenandakohesigramatikalmaupunleksikal. Guru sebaiknyamemberikancontohdalammenulistekslaporanhasilobservasidenganbenarterutamapadapenempatanpenandakohesi. Kedua, penelitiselanjutnyadisarankanmelakukanpenelitian yang mendekati, yaitukesalahanpenempatanpenandakohesigramatikaldankohesileksika
Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jawa Ragam Krama dengan Menggunakan Media Tembang Dolanan Kreasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang
ABSTRAK Fitriani, Arin. 2017. Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jawa Ragam Krama dengan Menggunakan Media Tembang Dolanan Kreasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang. S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, 92 halaman. Kata Kunci : menulis bahasa Jawa ragam krama, media tembang dolanan kreasiData awal yang diperoleh di SMP Negeri 9 Malang menunjukkan adanya masalah dalam pembelajaran bahasa Jawa pada aspek keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama. Masalah itu muncul karena guru tidak menggunakan media apa pun dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan pembelajaran menjadi kurang menarik. Akibatnya siswa kurang aktif, cepat merasa bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, perlu ada tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa, yaitu dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi. Hasil penelitian pra siklus yang dilakukan pada siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang sebanyak 31 siswa, menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM 75 hanya 3 siswa atau 9,7% saja. Artinya, siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebanyak 28 atau sebesar 90,3%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi pada siswa kelas VIIG di SMP Negeri 9 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri dari tiga kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model kolaboratif, yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi.Peningkatan proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa dengan menggunakan media tembang dolanan kreasi dapat dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru pada setiap pertemuan. Pengamatan aktivitas siswa yang dilakukan selama satu siklus dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama diterapkan pada seluruh siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang yaitu sebanyak 32 siswa. Hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan total nilai 2276. Rata-rata aktivitas siswa mencapai 3,48 dengan total persentase sebesar 87%. Hasil observasi aktivitas guru menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan total nilai 47,8. Rata-rata aktivitas guru adalah 3,67 dengan persentase sebesar 91,75%.Peningkatan hasil pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama dengan menggunakan tembang dolanan kreasi pada siswa kelas VIIG SMPN 9 Malang dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 93,7 dari 31 siswa dengan total nilai mencapai 2905. Jumlah siswa yang tuntas belajar mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75 sebanyak 31 siswa dengan persentase 100%, artinya semua siswa telah tuntas belajar karena telah memenuhi KKM yang telah ditetapkan. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini, yaitu (1) bagi guru, (2) bagi siswa, dan (3) bagi peneliti lain. Pertama bagi guru, sebaiknya media tembang dolanan kreasi tidak hanya digunakan dalam peningkatan keterampilan menulis bahasa Jawa ragam krama saja, tetapi digunakan untuk materi pembelajaran bahasa Jawa yang lainnya, sebab media tembang dolanan kreasi ini mampu meningkatkan aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran. Kedua bagi siswa, media tembang dolanan kreasi diharapkan dapat memberikan semangat untuk lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, agar proses dan hasil belajar mengajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan. Ketiga bagi peneliti lain, media tembang dolanan kreasi diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif penyelesaian masalah, tidak hanya pada pembelajaran bahasa Jawa saja, namun pada pembelajaran lainnya
Perbandingan Tingkat Kerumitan Kesalahan Penggunaan Ejaan pada Karya Ilmiah Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Ambarwati, Ratna Dewi. 2017. Perbandingan Tingkat Kerumitan Kesalahan Penggunaan Ejaan pada Karya Ilmiah Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata Kunci: ejaan, kesalahan penggunaan ejaan, karya ilmiahEjaan merupakan aspek mekanis yang penting dan harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Ejaan berfungsi untuk memandu pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan dalam karya ilmiah. Tulisan yang penuh kesalahan penggunaan ejaan akan menyulitkan pembaca dalam memahami maksud penulis. Mahasiswa sering meremehkan persoalan ejaan sehingga ditemukan banyak kesalahan penggunaan ejaan dalam karya ilmiah mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan tingkat kerumitan kesalahan penggunaan ejaan yang ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat yang mengandung kesalahan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Sumber data penelitian adalah teks karya ilmiah individu yang dibuat oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Instrumen merupakan alat yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Instrumen yang digunakan meliputi panduan kodifikasi data dan pedoman analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Kegiatan analisis data yang dilakukan melalui tahap pengumpulan data, tahap perbandingan, dan tahap penafsiran. Tahap penelitian meliputi tahap penentuan kriteria kerumitan, tahap analisis kesalahan, tahap perbandingan, dan tahap penyajian hasil.Berdasarkan temuan penelitian, secara garis besar diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan pemakaian huruf yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat sembilan aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat enam aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW=TG≠AK (3 aspek), mahasiswa AW=AK≠TG (1 aspek), dan mahasiswa AW≠TG≠AK (2 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahannya, dapat diketahui bahwa kesalahan pemakaian huruf dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan pemakaian huruf yang sederhana dan sedang. Pada tingkat sederhana, kesalahan pada aspek pemakaian huruf kapital sebagai huruf pertama awal kalimat cenderung memiliki persebaran yang tinggi daripada yang lain. Kesalahan ini ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 55% dari keseluruhan karya ilmiah. Pada tingkat sedang, kesalahan pada aspek pemakaian huruf kapital sebagai huruf pertama setiap kata pada judul juga cenderung memiliki persebaran yang tinggi, mencapai rata-rata 60% dari keseluruhan karya ilmiah.Kedua, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan penulisan kata yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Kesamaan dan perbedaan tersebut terjadi pada tingkat sederhana, sedang, dan rumit. Terdapat tiga belas aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat tiga belas aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW≠TG≠AK (3 aspek), mahasiswa TG≠AW≠AK (1 aspek), mahasiswa AK≠AW≠TG (3 aspek), dan mahasiswa AW=TG≠AK (6 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahan tersebut, dapat diketahui bahwa kesalahan penulisan kata dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan penulisan kata yang sederhana, yaitu penulisan kata depan di, ke, dan dari yang diikuti nomina dan kata penunjuk arah. Kesalahan ini ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 62% dari keseluruhan karya ilmiah. Ketiga, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan pemakaian tanda baca yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Kesamaan dan perbedaan tersebut ditemukan pada tingkat sederhana, sedang, dan rumit. Terdapat tujuh belas aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat tujuh belas aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW≠TG≠AK (5 aspek), mahasiswa TG≠AW≠AK (1 aspek), mahasiswa AK≠AW ≠TG (6 aspek), mahasiswa AW=TG≠AK (4 aspek), dan mahasiswa AW=AK ≠TG (1 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahan tersebut, dapat diketahui bahwa kesalahan pemakaian tanda baca dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan pemakaian tanda baca yang sedang dan rumit. Pada tingkat sedang, kesalahan pada aspek (1) pemakaian tanda koma sebelum kata penghubung dalam kalimat majemuk setara dan (2) pemakaian tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat tergolong dalam kategori persebaran yang tinggi. Kesalahan tersebut ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 60% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek pertama dan 72% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek kedua. Pada tingkat rumit, kesalahan pada aspek (1) pemakaian tanda koma yang tidak diperlukan jika induk kalimat mendahului anak kalimat dan (2) pemakaian tanda koma untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi tergolong dalam kategori persebaran yang tinggi. Kesalahan tersebut ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 70% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek pertama dan 75% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek kedua
PENGGUNAAN ISTILAH PADA SIARAN PERTANDINGAN SEPAK BOLA DI TELEVISI
ABSTRAK Bastomy, Fariz. Penggunaan Istilah pada Siaran Pertandingan Sepak Bola di Televisi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kata kunci: siaran, istilah, istilah bentuk dasar, berimbuhan, pemajemukan.Televisi sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dan memberikan hiburan ke semua lapisan masyarakat. Media televisi memiliki kekuatan persuasif yang lebih sempurna dibanding radio karena televisi mampu menimbulkan pengaruh yang lebih menekankan pada pendengaran dan penglihatan. Perpaduan antara kata-kata dan gambar mampu ditayangkan di televisi, sehingga televisi menjadi media yang tepat dipilih sebagai sarana dalam menyampaikan berita maupun siaran pertandingan. Siaran televisi merupakan media komunikasi massa yang dalam menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara dan gambar baik terbuka maupun tertutup dalam perpaduannya, antara suara dan gambar, kata adalah unsur pokok dalam menyampaikan tujuan siaran. Dalam penggunaannya, istilah yang digunakan dalam menyampaikan siaran cenderung khusus sesuai dengan jenis siaran yang disampaikan, tidak terkecuali siaran pertandingan sepak bola. Berkaitan dengan itu, diperlukan pembahasan mengenai pemaparan penggunaan istilah bidang lain pada siaran pertandingan sepak bola yang kemudian dijadikan fokus penelitian yang meliputi, (1) penggunaan istilah bentuk dasar pada siaran pertandingan sepak bola di televisi, (2) penggunaan istilah bentuk berimbuhan pada siaran pertandingan sepak bola di televisi, dan (3) penggunaan istilah bentuk pemajemukan pada siaran pertandingan sepak bola di televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan istilah istilah bidang lain pada siaran pertandingan sepak bola di televisi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup bentukan istilah pada kata dasar, berimbuhan, dan pemajemukan kata. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data yang diambil berupa bentuk istilah, yaitu istilah dasar, istilah berimbuhan, dan istilah pemajemukn. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dengan bantuan kamus. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentukan istilah pada kata dasar mengacu pada empat aspek, yaitu kata kerja, kata sifat, kata benda, dan kata bilangan, misalnya kata tendang. Kedua, bentukan istilah pada kata berimbuhan mengacu pada dua aspek, yaitu berupa awalan dan akhiran misalnya kata berjibaku dan serangan. Awalan dan akhiran yang ditambahkan pada bentuk dasar akan menghasilkan makna baru. Ketiga, bentukan istilah pada kata gabungan atau disebut juga dengan kata pemajemukan, terbentuk atas dua hal, yaitu bentuk dasar dengan bentuk dasar dan bentuk dasar dengan bentuk imbuhan misalnya kartu kuning. Pada bentuk pemajemukan, bentuk dasar yang digabungan dengan bentuk dasar maupun dengan bentuk berimbuhan akan menjadi makna baru. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diajukan dua saran, yaitu bagi guru bahasa Indonesia disarankan agar mengajarkan istilah-istilah pada bidang olahraga khususnya sepak bola dan juga guru dapat mengajarkan istilah pada siswa sehingga siswa lebih memahami istilah serta dapat menambah pembendaharaan istilah. Bagi peneliti lain, diharapkan agar dapat menggunakan skripsi ini sebagai sarana untuk melakukan penelitian mengenai bentukan istilah terhadap jenis berita yang lain
Bahasa Tabu dalam Kumpulan Naskah Drama “Mengapa Kau Culik Anak Kami?” karya Seno Gumira Ajidarma.
ABSTRAK Drama merupakan karya sastra yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Replika dari kehidupan nyata manusia yang mengandung konflik dituangkan ke dalam naskah drama. Unsur-unsur yang terdapat pada drama merupakan bentuk kehidupan manusia yang diwujudkan oleh penulis dalam naskah drama. Penulis naskah drama tidak jarang mengabaikan aturan-aturan yang ada dalam tata bahasa baku. Seperti halnya penggunaan bahasa tabu, bahasa tabu digunakan oleh penulis untuk memudahkan maksud dan tujuan dari cerita yang ditulis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahasa tabu karena takut, (2) mendeskripsikan bahasa tabu karena menginginkan kehalusan kata, (3) dan mendeskripsikan bahasa tabu karena ingin dikatakan sopan dalam kumpulan naskah drama Mengapa Kau Culik Anak Kami?.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiopsikologis dan menggunakan studi dokumen sebagai objek yang digunakan untuk penelitian. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan naskah drama Mengapa Kau Culik Anak Kami?. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa monolog, dialog, prolog, dan epilog yang mengandung tujuan penelitian. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung laiannya, berupa tabel kodifikasi data dan tabel analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Proses menganalisis data dimulai dari membaca secara intensif, mengklasifikan data-data, memberikan kodifikasi, dan menganalisis dengan menggunakan teori-teori yang ada.Hasil penelitian ini berupa kata-kata maupun bahasa yang mengandung bahasa tabu dalam kumpulan naskah drama ini. Bahasa tabu karena takut banyak ditemukan karena adanya ancaman, sedangkan pada tabu karena menginginkan kehalusan kata banyak ditemukan karena nama-nama tindakan kriminal. Pada tabu karena ingin dikatakan sopan banyak ditemukan karena makian.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan sejalan dengan tujuan penelitian sebagai berikut. Pertama, pada kumpulan naskah drama Mengapa Kau Culik Anak Kami? kata-kata yang mengandung tabu karena takut terdapat banyaknya ungkapan karena sesuatu yang menakutkan dan hanya sedikit pada penyebutan nama tuhan.Kedua, tabu karena menginginkan kehalusan kata pada kumpulan naskah drama ini banyak didominasi dengan ungkapan nama-nama tindakan kriminal, sedangkan hanya sedikit ungkapan nama-nama cacat fisik dan mental. Ketiga, tabu karena ingin dikatakan sopan pada kumpulan naskah drama ini banyaknya diungkapkan makian, sedangkan jarang ditemukan pada bagian dan fungsi tubuh
KORELASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) DENGAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA SMA NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Septiriani, Pungky. 2017. Korelasi Kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dengan Kemampuan Literasi Informasi Siswa SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata Kunci: ekstrakurikuler, KIR, literasi informasi. Hubungan kegiatan menulis karya ilmiah dengan kemampuan literasi informasi telah didiskusikan oleh para ahli sejak tahun 2004. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan tingkat hubungan kegiatan ekstrakurikuler KIR siswa SMA Negeri 2 Malang dengan kemampuan literasi informasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengukur kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR siswa, mengukur kemampuan literasi informasi siswa, dan mengukur hubungan kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa.Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa anggota ekstrakurikuler KIR SMA Negeri 2 Malang. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik penyampelan jenuh atau penyampelan sensus, sehingga seluruh siswa anggota ekstrakurikuler KIR sebanyak 16 siswa dipilih menjadi populasi sekaligus sampel penelitian. Terdapat empat instrumen penelitian yaitu tes KIR, tes literasi informasi, angket KIR, dan angket literasi informasi. Data penelitian diwujudkan dalam bentuk skor. Uji daya beda, uji tingkat kesukaran soal, dan uji validitas isi dilakukan untuk memastikan keabsahan instrumen penelitian. Uji prasyarat analisis statistik yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan untuk menentukan jenis analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, siswa anggota KIR memiliki rata-rata skor kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan klasifikasi cukup (skor 1.38). Rata-rata terendah (skor 0) ditunjukkan oleh siswa dengan kualitas kurang. Rata-rata tertinggi (skor 3) ditunjukkan oleh siswa dengan kualitas baik. Sebanyak enam siswa (37.5%) memiliki kualitas kurang, sembilan siswa (56.25%) memiliki klasifikasi cukup, dan sisanya, satu orang siswa (6.25%) memiliki kualitas kegiatan KIR yang baik. Berdasarkan intensitas kegiatan, siswa dengan kualitas kurang menunjukkan intensitas kegiatan KIR yang paling rendah (20.37%) daripada siswa dengan kualitas cukup (56.8%) dan siswa berkualitas baik (100%). Berdasarkan keterampilan menulis karya ilmiah, siswa berkualitas cukup menunjukkan presentase paling rendah (49.26%) daripada keterampilan menulis karya ilmiah siswa dengan kualitas kurang (54.7%) dan keterampilan menulis karya ilmiah siswa dengan kualitas baik (60.82%).Kedua, Kemampuan literasi informasi siswa tergolong pada kualifikasi cukup. Siswa anggota KIR yang aktif memiliki nilai kemampuan literasi informasi paling rendah (46.78%) daripada anggota kurang aktif (64.47%) dan anggota tidak aktif (56.11%). Variasi keaktifan siswa tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan literasi informasi mereka.Ketiga, terdapat hubungan positif antara kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa SMA Negeri 2 Malang. Hasil perhitungan statistik menunjukkan koefisien korelasi (rhitung) sebesar 0.101 0.05. Derajat signifikansi yang menunjukkan hubungan yang lemah terjadi akibat adanya faktor-faktor yang memengaruhi kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi siswa, yaitu (1) motivasi siswa, (2) program kegiatan ekstrakurikuler KIR itu sendiri, (3) iklim belajar di sekolah, (4) kompetensi guru, dan (5) jumlah data, (6) kondisi personal siswa, serta (7) lingkungan belajar siswa.Berdasarkan kesimpulan penelitian saran yang dapat dihasilkan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi siswa meliputi, (1) pembina ekstrakurikuler KIR dapat menyisipkan latihan kemampuan literasi informasi pada kegiatan menulis karya ilmiah untuk meningkatkan kualitas tulisan siswa, (2) guru mata pelajaran bahasa Indonesia dapat menyisipkan latihan kemampuan literasi informasi pada setiap materi menulis dan ikut berpartisipasi dalam pembinaan kegiatan ekstrakurikuler KIR di sekolah, dan (3) peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang kualitas ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi di sekolah yang berbeda dengan memperhatikan jumlah responden pada masing-masing variasi kualitas kegiatan KIR siswa untuk memperoleh kestabilan nilai pada masing-masing tingkatan kualitas