SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Program Gerakan Literasi di Sekolah
ABSTRAK Septyani, Cindy. 2017. Pengelolaan Program Gerakan Literasi di Sekolah. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata Kunci: literasi, pengelolaan program, program gerakan literasi, gerakan literasi di sekolahSebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi memengaruhi tingkat keberhasilan siswa baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Gerakan literasi di sekolah merupakan program yang digiatkan pemerintah guna meningkatkan kemampuan siswa dalam berliterasi. Olehkarenaitu, pengelolaan program gerakan literasi di sekolah perlu diterapkan sekolah sebagai upaya pengoptimalan gerakan literasi. Tujuan penelitian ini ada tiga, yaitu mendeskripsikan (1) perencanaan program gerakan literasi di sekolah, (2) pelaksanaan program gerakan literasi di sekolah, (3) evaluasi dan tindak lanjut program gerakan literasi di sekolah.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, dan SMAN 8 Malang. Data penelitian ada tiga yaitu (1) data perencanaan program gerakan literasi di sekolah, (2) data pelaksanaan program gerakan literasi di dalam kelas dan di luar kelas, serta (3) data evaluasi dan tindak lanjut program gerakan literasi di sekolah. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah guru koordinator program gerakan literasi, guru mata pelajaran, lingkungan sekolah, dan siswa. Instrumen penelitian meliputi pedoman observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwa perencanaan program gerakan literasi di SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, dan SMAN 8 Malang direncanakan oleh guru koordinator program gerakan literasi yang meliputi perencanaan kegiatan program, perencanaan pembiayaan program, perencanaan sarana dan prasarana program, serta perencanaan personil program. Hasil tersebut dibuktikan dengan adanya dokumen Rencana Aksi Gerakan Literasi di Sekolah dan wawancara dengan tim pelaksana gerakan literasi. Pelaksanaan program gerakan literasi di SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, dan SMAN 8 Malang dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah pada kegiatan literasi di dalam kelas yang meliputi kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai, kegiatan membuat ikhtisar atau rangkuman dalam kegiatan berliterasi, kegiatan menyampaikan isi bacaan yang dibaca secara lisan dalam kegiatan berliterasi, kegiatan pengadaan sudut baca di setiap kelas dan di luar kelas yang meliputi kegiatan pengadaan area baca selain di dalam kelas dan di perpustakaan, kegiatan pelibatan publik (pameran buku/ bazar buku), kegiatan festival atau lomba-lomba berbasis literasi. Hasil tersebut terekam dalam observasi, wawancara, dan studi dokumen. Evaluasi dan tindak lanjut program gerakan literasi di SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, dan SMAN 8 Malang yaitu dengan menjabarkan proses evaluasi program gerakan literasi dan aspek-aspek yang dievaluasi dalam program gerakan literasi. Hasil tersebut terekam dalam wawancara dan studi dokumen.Penelitian ini memberikan manfaat dan acuan bagi kepala sekolah, pengelola, guru, dan peneliti lain. Bagi kepala sekolah, pengelolaan program gerakan literasi di sekolah supaya dimaksimalkan yaitu dengan melakukan evaluasi program secara menyeluruh untuk memudahkan dalam mengidentifikasi adanya kekurangan maupun kelebihan dalam penyelenggaraan program. Bagi pengelola, pengorganisasian dan pembagian tugas supaya diperjelas sehingga masing-masing pengelola bisa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan struktur organisasi yang telah dibuat. Bagi guru, peran guru lain supaya lebih ditingkatkan, meskipun dalam struktur tidak termasuk pada jajaran pengelola, karena tanggung jawab dari penyelenggaraan program merupakan tanggung jawab bersama. Bagi peneliti lain supaya bisa melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai pengelolaan program gerakan literasi di sekolah dan tidak hanya meneliti di tingkat SMA saja. ABSTRACTSeptyani, Cindy. 2017. Pengelolaan Program Gerakan Literasi di Sekolah. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Keywords: literacy, the management of programs, literacy movement program, literacy movement at schoolMost educational processes depend on the ability and awareness of literacy. The literacy culture embedded in students affects the success rate both in school and in social life. The literacy movement in schools is a program that is intensified by the government in order to improve students' ability in literacy. Therefore, the management of literacy movement programs in schools need to be implemented by schools as an effort to optimize the literacy movement that is being intensified by the government. The objectives of this research are three (1) planning of literacy movement program at school, (2) implementation of literacy movement program at school, (3) evaluation and follow up of literacy movement program at school.This research method using qualitative research with descriptive research design. This research was conducted at SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, and SMAN 8 Malang. The research data are three (1) planning of literacy movement program at school, (2) implementation of literacy movement program at school; and (3) evaluation and follow up of literacy movement program at school. The data sources used by researchers are teacher coordinator of literacy movement program, subject teachers, school area, and students. Research instruments include observation guides, interview guides, and document analysis guidelines. Data collection techniques are observation, interview, and documentation study. Data analysis techniques performed by data reduction, data presentation, and conclusion.Based on the result of data exposure and discussion, it can be concluded that the planning of literacy movement program at SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, and SMAN 8 Malang is planned by the teacher of literacy movement coordinator program which includes the objective planning and program content, program financing planning, Programs, and personnel program planning. The result is evidenced by the document management program of literacy movement in schools. Implementation of literacy movement program SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, and SMAN 8 Malang implemented by all citizens of the school on literacy activities in the classroom and outside the classroom. This can be seen with the activity of 15 minutes reading before the learning begins, the activities to make an overview or summary on literacy activities, the activities convey the reading content read orally on literacy activities, procurement activities reading corner in each class, procurement activities other than the classroom reading And in libraries, public engagement events (book fairs), and literacy-based festivals or competitions. Evaluation and follow-up of the literacy movement program SMAN 5 Malang, SMAN 7 Malang, and SMAN 8 Malang is by describing the evaluation process of the literacy movement program and what aspects are evaluated in the literacy movement program. This study provides benefits and reference for principals, managers, teachers, and other researchers. For the principal, the management of the literacy movement program in the school to be maximized is to conduct a comprehensive program evaluation to facilitate in identifying any deficiencies or advantages in the implementation of the program. For managers, organizing and division of tasks to be clarified so that each manager can be more responsible in carrying out their duties in accordance with the organizational structure that has been made. For teachers, the role of other teachers should be improved even though the structure is not included in the management ranks, because the responsibility of the program is a shared responsibility. For other researchers to be able to do more in-depth research on the management of literacy movement programs in schools and not just researching at high school level only
TUTURAN DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP NEGERI 3 KOTA BLITAR
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tuturan direktif guru dalam pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 3 Kota Blitar. Penelitian ini termasuk penelitian tindak tutur atau wacana kelas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua kesimpulan, yaitu (1) ditemukan bentuk tuturan direktif pada tahap pembuka, inti, dan penutup pembelajaran bahasa Jawa meliputi permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan larangan, (2) ditemukan strategi penyampaian tuturan direktif pada tahap pembuka, inti, dan penutup pembelajaran bahasa Jawa meliputi langsung dan tidak langsung. Kata Kunci: Tuturan direktif, pembelajaran bahasa Jawa, SMP
RAGAM KOSAKATA DALAM KARANGAN MAHASISWA ASEAN STUDIES UNIVERSITAS WALAILAK THAILAND TAHUN 2016/2017
ABSTRAK Penelitian ini memiliki dua fokus penelitian, yaitu (1) ragam kosakata dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand tahun 2016/2017 ditinjau dari muatan isi dan (2) ragam kosakata dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand tahun 2016/2017 ditinjau dari kategori kelas kata. Tujuan penelitian ini ada dua, yaitu (1) untuk mengetahui bagaimana ragam kosakata dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand tahun 2016/2017 ditinjau dari muatan isi dan (2) untuk mengetahui bagaimana ragam kosakata dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand tahun 2016/2017 ditinjau dari kategori kelas kata. Manfaat penelitian ini ada tiga, yaitu (1) bagi pengajar BIPA, sebagai acuan dalam menyusun materi ajar yang cocok bagi pebelajar asing khususnya dengan memperhatikan pembendaharaan kata yang dikuasai pebelajar, (2) bagi penulis buku ajar BIPA, sebagai acuan dalam menyusun buku ajar bagi pebelajar asing dan (3) bagi peneliti selanjutnya, sebagai referensi untuk melakukan penelitian terhadap karangan khususnya dalam pengggunaan kata pada kalimat dalam karangan.Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis teks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa kosakata dalam karangan dengan sumber data yang berasal dari karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand. Data penelitian dianalisis dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan perpanjangan pengamatan terhadap data yang telah terkumpul dan triangulasi data. Tahap penelitian dilakukan oleh peneliti dalam tiga tahap, yaitu (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) penyelesaian.Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, ragam kosakata ditinjau dari muatan isi dapat diklasifikasikan menjadi tujuh, yaitu (1) kosakata kategori manusia (human), (2) kosakata kategori tumbuhan (living), (3) kosakata kategori objek (object), (4) kosakata kategori terestrial (terrestrial), (5) kosakata kategori energi (energy), (6) kosakata kategori ke-ada-an (being) dan (7) kosakata kategori binatang (animate). Kategori manusia terdiri dari nama orang, kata ganti orang, status atau atribut, dan tradisi. Kategori tumbuhan digolongkan dalam jenis tumbuhan konsumtif. Kategori objek terdiri dari kosakata makanan dan minuman, alat elektronik, kebutuhan sandang, alat musik, kendaraan, peralatan makan, peralatan mandi, alat transaksi, dan sumber bacaan. Kategori terestrial terdiri dari kosakata yang menunjukkan wilayah daratan dan perairan. Kategori energi terdiri dari kosakata energi air dan angin. Kategori ke-ada-an terdiri dari kosakata penggunaan waktu, suasana perasaan, dan kondisi. Kategori binatang terdiri dari kosakata binatang yang hidup di air dan binatang yang hidup di darat.Kedua, ragam kosakata ditinjau dari kategori kelas kata terbagi menjadi dua, yaitu kata isi dan kata tugas. Kata isi diklasifikasikan menjadi empat, yaitu (1) kata benda atau nomina, (2) kata kerja atau verba, (3) kata sifat atau adjektiva dan (4) kata keterangan atau adverbia. Kata tugas diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu (1) preposisi, (2) konjungsi dan (3) partikel penegas. Kategori nomina terdiri dari nomina nama orang dan sapaan kekerabatan, nomina kata ganti orang, nomina nama tempat dan nomina nama benda atau segala yang dibendakan. Kategori verba terdiri dari verba perbuatan. Kategori adjektiva terdiri dari adjektiva sikap batin, pemberi sifat, ukuran, dan cerapan. Kategori adverbia terdiri dari adverbia kala, adverbia penjumlahan, adverbia keselesaian, adverbia kesanggupan, adverbia pembatasan, adverbia keinginan, adverbia kualitas dan adverbia sangkalan. Kategori preposisi terdiri dari preposisi tempat berada, preposisi tempat asal, preposisi tempat tujuan dan preposisi pelaku. Kategori konjungsi terdiri dari konjungsi penyebaban, konjungsi pengurutan, konjungsi kesewaktuan, konjungsi pertentangan, konjungsi tujuan dan konjungsi penjumlahan. Kategori partikel penegas terdiri dari partikel penegas -pun.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kosakata yang paling banyak ditemukan dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand adalah kosakata kategori manusia dan kategori objek. Kategori kosakata yang jarang digunakan dalam karangan mahasiswa adalah kosakata kategori energi. Mahasiswa sudah memiliki cukup banyak pembendaharaan kosakata yang dapat ditinjau berdasarkan muatan isi kata, baik berupa persepsi maupun kondisi lingkungan budaya mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan tiga hal berikut ini yaitu kepada pengajar BIPA, penulis buku ajar BIPA dan peneliti selanjutnya. Bagi pengajar BIPA, agar memperhatikan data temuan peneliti berupa kosakata yang diklasifikasikan menjadi beberapa kategori sebagai acuan dalam menyusun materi ajar yang cocok bagi pelajar asing khususnya dengan memperhatikan pembendaharaan kata yang dikuasai pelajar. Bagi penulis buku ajar BIPA, agar memperhatikan kosakata dalam karangan yang paling sedikit digunakan oleh mahasiswa sebagai acuan dalam menyusun buku ajar bagi pelajar asing yang belajar bahasa Indonesia dengan tujuan memperkaya pembendaharaan kata pelajar. Bagi peneliti selanjutnya, agar mengkaji lebih dalam penggunaan kata oleh pelajar asing baik secara lisan maupun tulis. Maka dari itu penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian terhadap karangan khususnya dalam penggunaan kata pada kalimat dalam karangan
Analisis Konfiks dalam Karangan Cerkak Bahasa Jawa Siswa Kelas VII dan VIII SMPN 16 Malang
ABSTRAK Murtiyastuti, Kiki Yuni. 2017. Analisis Konfiks dalam Karangan Cerkak Bahasa Jawa Siswa Kelas VII dan VIII SMPN 16 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Abdul Syukur Ghazali, M.Pd. Kata Kunci : afiksasi, cerkak, karangan, bahasa JawaAnalisis konfiks dalam karangan cerkak pada siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 16 Malang merupakan permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan konfiks dalam karangan cerkak bahasa Jawa siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 16 Malang yang mefokuskan pada dua aspek yang meliputi: (1) penggunaan konfiks, dan (2) penyebab kesalahan/penyimpangan pada konfiks .Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan penggunaan konfiks dilihat dari segi jenis, bentuk, makna serta penyebab kesalahan yang ada dalam proses afiksasi bahasa Jawa dalam karangan cerkak. Sumber data penelitian berupa karangan cerkak bahasa Jawa siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 16 Malang sedangkan data dalam penelitian berupa kata yang terdapat dalam karangan cerkak bahasa Jawa siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 16 Malang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan dokumentasi.Berdasarkan hasil temuan, siswa menggunakan berbagai jenis konfiks beserta variasi-variasinya. Ketepatan dalam penggunaan konfiks yang dapat ditemukan meliputi konfiks N-/-i, konfiks N-/-ake, konfiks di-/-i, konfiks di-/-ake, konfiks ka-/-an, konfiks ke-/-an, konfiks dak-/-ake, dankonfiks paN-/-an.Konfiks yang tidak tepat meliputi konfiks N-/-i, konfiks N-/-ake, konfiks di-/-i, konfiks di-/-ake, konfiks ke-/-an, konfiks paN-/-an, konfiks tak-/-i dan konfiks tak-/-ake. Wujudketidaktepatan/ penyimpangan dalam penggunaan konfiksmeliputi 5 jenis yaitu (1) Menentukan bentuk asal, (2) Penulisan klitika yang tidak tepat, (3) Fonem yang luluh dalam proses afiksasi tidak diluluhkan, (4) Kurang afiks, (5) Penggunaan afiks yang tidak tepat. Selanjutnya faktor penyebab terjadinya kesalahan/ penyimpangan yaitu (1) Materi pembelajaran, (2) Proses pembelajaran, (3) Dialek. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan beberapa saran yang berguna bagi guru bahasa Jawa dan penelitian lanjutan. Pertama, saran berikan kepada pengajar Guru Bahasa Jawa. Selama proses pembuatan siswa juga kesulitan dalam membuat karangan cerkak bahasa Jawa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi guru agar lebih inovatif dalam mengajarkan bahasa Jawa kepada siswa dengan menggunakan strategi dan teknik pembelajaran yang inovatif serta media pembelajaran yang menarik sehingga dapat membantu siswa dalam menambah pembendaharaan kata dalam menulis bahasa Jawa yang baik dan benar serta dapat memberikan kesadaran terhadap siswa untuk lebih giat dalam mempelajari bahasa daerahnya. Kedua, kepada calon peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih lanjut melakukan penelitian tentang afiks bahasa Jawa dengan subjek siswa SMP namun dengan daerah yang berbeda sehingga peneliti selanjutnya bisa mengetahui macam-macam variasi afiks dari daerah tersebut, selain itu peneliti juga bisa menggunakan jenis karangan yang berbeda agar dapat mengetahui bagaimana hasil karya siswa SMP terutama dalam penggunaan afiks
KUALITAS TEKS PUISI KARYA SISWA KELAS VIII MTs YASPURI MALANG
ABSTRAK Hidayat, Nurul. 2017. Kualitas Teks Puisi Karya Siswa Kelas VIII MTs Yaspuri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.Salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis adalah dengan pembelajaran menulis Puisi. Menulis puisi merupakan hasil ungkapan perasaan yang dituangkan melalui kata-kata/bahasa yang sengaja dipilih. Media dalam pembelajaran menulis puisi ini menggunakan teknik penggunaan gambar lukisan dinding sebagai sarana, upaya meningkatkan kreatifitas siswa dalam menulis puisi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas teks puisi karya siswa kelas VIII MTs Yaspuri Malang, meliputi,kualitas penggunaan bunyi, kata, larik, bait, dan tipografi dalam puisi. Proses penulisan puisi, siswa menulis puisi berdasarkan lukisan dinding yang ada dalam kelas.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, angket, dokumen tugas siswa, dan dokumentasi penelitian. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII MTs Yaspuri Malang.Teks puisi karya siswa menunjukkan bahwa kualitasdalam penggunaan bunyi dalam puisi siswa terdapat kombinasi bunyi. Bunyi-bunyi yang dihasilkan cukup indah. Bunyi rima yang sempurna itu tampak pada teks puisi karya siswa, selain itu, tampak adanyabunyi yang menuansakan kebahagian maupun kesedihan. Pada puisi karya siswa, penggunaan kata dalam teks puisi,kata-kata yang digunakan memiliki kesesuaian dengan tema yang ditentukan dalam pedoman tugas menulis puisi. Dalam puisi karya siswa tampak adanya simbol dan lambang. Penggunaan larik dan bait dalam puisi karya siswa, terdiri darilarik-larik yang memiliki kesatuan makna.Selanjutnya, larik-larik yang dibentuk menjadi bait dalam puisi tersebut memiliki kesatuan pokok pikiran pada setiap bait. Dalam puisi karya siswa tampak bait-bait puisi dengan bentuk penulisan indah.Disarankan kepada guru, media pembelajaran berupa lukisan dinding dalam kelas dikembangkan dengan menggunakan beberapa variasi sehingga memberikan daya tarik yang kuat pada siswa. Disarankan agar siswa menulis puisi berdasarkan lukisan dinding dalam kelas. ABSTRACTHidayat, Nurul. 2017. Quality Text of Student Poetry of Class VIII MTs Yaspuri Malang. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Counselor: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.One way to improve the creativity of students in writing is by learning to write Poetry. Writing poetry is the result of the expression of feeling poured through words / languages that are deliberately chosen. Media in learning to write this poem using the technique of using wall painting as a means, an effort to improve students' creativity in writing poetry.This study aims to describe the quality of poetry text by grade VIII students MTs Yaspuri Malang, including, the quality of sound, words, lines, verses, and typography in poetry. The process of writing poetry, students write poetry based on the existing wall paintings in the classroom.This research uses qualitative research type, data collecting technique used is, observation, interview, questionnaire, student duty document, and research documentation. Sources of data in this study are students of grade VIII MTs Yaspuri Malang.The poetry text of the students shows that the quality in the use of sound in the student's poem is a combination of sounds. The sounds produced are quite beautiful. The perfect rhyme sound appears in the poetry text of the student's work, in addition, there is a sound that there likes happiness and sadness. In the student's poetry, the use of words in poetical texts, the words used are in conformity with the theme prescribed in the guidelines for the task of writing poetry. In the student's poetry there are symbols and symbols. The use of arrays and stanzas in student poetry consists of rows that have a unity of meaning. Furthermore, the arrays formed into stanzas in the poem have a central unity in each verse. In poetry the work of students looks poems of poems with beautiful writing form. Suggested to the teacher, learning media in the form of wall paintings in the classroom developed by using several variations so as to provide a strong attraction to students. It is recommended that students write poetry based on frescoes in the classroom
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Kritis Cerita Fabel Bermuatan Nilai-nilai Karakter untuk Siswa Kelas VII SMP Laboratorium
ABSTRAK Fajriyah, Siska Jauharoh. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Kritis Cerita Fabel Bermuatan Nilai-nilai Karakter untuk Siswa Kelas VII SMP Laboratorium UM. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah, M.Pd. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, membaca kritis cerita fabel, nilai-nilai karakter.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMP, yaitu (1) minat baca siswa tergolong sedang. Hal ini dibuktikan dari angket siswa pada studi pendahuluan, sebanyak 24 dari 33 siswa yang membaca sekitar 1—6 teks fabel selama belajar cerita fabel, sementara itu sekitar 15—17 dari 33 siswa yang terbiasa menanggapi atau menganalisis cerita fabel menggunakan pemikiran kritisnya, sedangkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia menjelaskan bahwa bahan ajar yang digunakan belum memenuhi kebutuhan siswa dalam membaca kritis. (2) penurunan kualitas moral pada siswa SMP. Hal ini dibuktikan dari observasi saat guru mengajar sebanyak lima siswa tidur saat guru menerangkan materi dan kurangnya sopan santun terhadap guru. Kegiatan membaca kritis dalam bahan ajar ini dipadukan dengan cerita fabel. Cerita fabel dipilih karena dalam teks fabel termuat pesan moral atau nilai-nilai karakter, sehingga cerita fabel sangat tepat dipilih sebagai bahan pengembangan bahan ajar. Oleh karena itu, upaya dalam mengatasi masalah tersebut dilakukan pengembangan bahan ajar membaca kritis cerita fabel bermuatan nilai-nlai karakter dengan tujuan untuk memudahkan siswa menemukan makna tersurat maupun tersirat dalam cerita, menumbuhkan atau meningkatkan pemikiran kritis siswa, serta membentuk karakter siswa.Tujuan umum dari penelitian ini yaitu menghasilkan produk berupa bahan ajar membaca kritis cerita fabel bermuatan nilai-nilai karakter untuk siswa kelas VII SMP Laboratorium UM. Tujuan khusus penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar membaca kritis cerita fabel bermuatan nilai-nilai karakter untuk siswa kelas VII SMP Laboratorium UM yang layak dari segi isi, sistematika, bahasa, dan tampilan yang sesuai dengan kurikulum 2013.Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan produk, (4) tahap uji ahli dan uji praktisi, (5) tahap revisi produk awal berdasarkan hasil uji ahli dan praktisi, (6) tahap uji lapangan terbatas, dan (7) tahap penyempurnaan produk akhir. Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli materi membaca kritis cerita fabel, (2) ahli bahan ajar membaca kritis cerita fabel, (3) praktisi atau guru bahasa Indonesia, dan (4) siswa kelas VII SMP Laboratorium UM.Jenis data penelitian ini adalah data verbal dan data non verbal. Data non verbal berupa skor terhadap uji produk bahan ajar yang telah dituliskan oleh kelompok ahli, praktisi, dan siswa. Data verbal berupa catatan, komentar, dan saran yang disampaikan oleh kelompok ahli, praktisi, dan siswa. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan angket penilaian dan pedoman wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan cara, (1) mengumpulkan data non verbal dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal, (3) mengidentifikasi, mengklasifikasi, memaknai, dan menyimpulkan data verbal, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Hasil analisis data telah diperoleh beberapa informasi terkait dengan tujuan penelitian dan pengembangan, yakni (1) kelayakan dari segi isi mendapatkan 84, 3% dari ahli materi membaca kritis cerita fabel, 86,6% dari ahli bahan ajar membaca kritis cerita fabel, 75% dari ahli praktisi, dan 84,6% dari siswa. Produk tergolong sangat layak dari segi isi dan dapat diimplementasikan. (2) kelayakan dari segi sistematika mendapatkan 100% dari ahli bahan ajar membaca kritis cerita fabel, 91,6% dari ahli praktisi, dan 85,2% dari siswa. Produk tergolong sangat layak dari segi sistematika dan dapat diimplementasikan. (3) kelayakan dari segi kebahasaan mendapatkan 75% dari ahli bahan ajar membaca kritis cerita fabel, 75% dari ahli praktisi, dan 91,6% dari siswa. Produk tergolong sangat layak dari segi kebahasaan dan dapat diimplementasikan. (4) kelayakan dari segi tampilan mendapatkan 84,3% dari ahli bahan ajar membaca kritis cerita fabel, 84,3% dari ahli praktisi, dan 88,2% dari siswa. Produk tergolong sangat layak dari segi tampilan dan dapat diimplementasikan. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar dinilai layak dari segi isi, sistematika, bahasa, dan tampilan dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran membaca kritis cerita fabel.Saran pemanfaatan produk hasil pengembangan ditujukan pada guru, siswa, sekolah, peneliti lain, dan pengembangan produk lebih lanjut. Guru disarankan untuk melatih siswa dalam membaca kritis dan memanfaatkan bahan ajar sebagai alternatif pembelajaran membaca kritis cerita fabel dengan optimal sehingga kendala yang dihadapi dapat teratasi. Siswa disarankan untuk memanfaatkan bahan ajar membaca kritis cerita fabel bermuatan nilai-nilai karakter dengan baik, siswa juga disarankan berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga bahan ajar ini dapat membantu dalam menumbuhkan atau meningkatkan pemikiran kritis serta mampu memberikan nilai-nilai karakter yang dapat dicontoh atau diterapkan dalam kehidupan. Sekolah disarankan menggunakan bahan ajar ini sebagai tambahan penyediaan buku teks pelajaran. Peneliti lain disarankan untuk mempertimbangkan dan menjadikan bahan ajar membaca kritis cerita fabel sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan bahan ajar lebih baik. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan bagi pengembang bahan ajar lebih lanjut yaitu dengan mempelajari, meneliti, dan memanfaatkan produk ini sebagai bahan ajar membaca kritis cerita fabel sehingga peneliti mendapatkan komentar dan saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengembangan produk lebih lanjut. ABSTRACTFajriyah, Siska Jauharoh. 2017. Developing Textbook of Critical Reading in Fables Contained with The Values of Character Builds for Seven Graders in Junior High School Laboratorium UM . Thesis, Indonesian of Literature Department. Faculty of Letters. State University of Malang. Advisor. Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah, M.Pd. Keywords: developing textbook, critical reading fables, the values of character building.The background of this research is based on 2 problems which is faced by junior high school students first, students dont really like reading. It showed by the questionnaire that given to the students, from 33 students’ only 24 students can read 1—6 able text during the class lesson. Moreover, from 33 students only 15—17 students who is accustomed to respond or analyze fable using critical thinking, while the results of interviews with Indonesian teachers explained that the teaching materials used have not met the needs of students in critical reading. Second, decreasing of moral quality in junior high school students. It shows from the observation when the teacher’s teaching about five students sleep when the teacher explained the material and lack of courtesy towards the teacher. Critical Reading activity in this resource is combined with fable. Therefore, the effort to solve the problem is the development of teaching material in Critical Reading Material the Fable containing the values of character builds with the aim to help students to find the explicit or implicit meanings in the story, to grow or improve student’s critical thinking and to establish student’s character.The general objective of this research is to produce a product in the form of teaching materials to read critically fable containing values of character build for grade VII students of SMP Laboratorium UM. The specific purpose of this research is to produce a product, in the form of learning materials to read critically fable containing character values for grade VII students of SMP Laboratorium UM which are properly in terms of content, systematics, language, and appearance which are suitable with 2013 curriculum.This research uses the Borg and Gall development model which modified into seven stages: (1) preliminary study, (2) planning stage, (3) product development stage, (4) expert test stage and practitioner test, (5) product revision stage Based on expert test results and practitioners, (6) limited field test stages, and (7) final product improvement stage. The product test is done by involving (1) the material critic read the fable, (2) the expert of reading material criticism of fable, (3) the practitioner or Indonesian language teacher, and (4) the seventh grade students of SMP Laboratorium UM.The data type of this research is verbal and non-verbal data. Non-verbal data is in the form of scores on the test of teaching material products that have been written by a group of experts, practitioners, and students. Verbal data is in the form of notes, comments, and suggestions submitted by groups of experts, practitioners, and students. In this research development the researcher used questionnaire assessment and interview guidelines as an instrument of data collection. Data analysis is done by (1) collecting non-verbal data from assessment questionnaire, (2) transcribing verbal data, (3) identifying, classifying, interpreting and concluding verbal data, and (4) analyzing data and formulating analysis conclusions as basis to follow up on developed products.The results of data analysis have obtained some information related to the purpose of research and development, those are (1) properness in terms of content get 84, 3% from material experts read critically fable, 86.6% from expert reading material critical story fable, 75% From expert practitioners, and 84.6% from students. The product is very proper in terms of content and can be implemented. (2) The systematic feasibility of obtaining 100% of the teaching experts reading critically fable, 91.6% of the practitioners' experts, and 85.2% of the students. The product is properly in terms of systematics and can be implemented. (3) Eligibility in terms of language get 75% of the teaching experts read critically fable, 75% of experts’ practitioners and 91.6% from students. The product is proper in terms of language and can be implemented. (4) Properness in terms of appearance earns 84.3% of the teaching experts reading critically fable, 84.3% of the practitioner's experts, and 88.2% of the students. The product is very decent in terms of appearance and can be implemented. The conclusion of this development research is that the teaching materials are considered proper in terms of content, systematics, language, and appearance and can be implemented in critical reading learning fable.Utilization suggestion of development product result aimed at teacher, student, school, other researcher, and further product development. Teachers are advised to train students in critical reading and utilize teaching materials as an alternative learning to read critical stories with optimal fable so that the constraints faced can be overcome. Students are encouraged to use the teaching material to critically read the story of the fable containing the values of the characters well, the students are also advised to play an active role in the learning, so that this teaching material help students in growing or increasing critical thinking and able to give the values of characters that can be emulated or applied In daily life. Schools are encouraged to use this resource in addition to providing textbooks. Other researchers are advised to consider and make teaching materials critical of fable as a source of inspiration in developing better teaching materials. This teaching materials can be utilized for the developer of further teaching materials by studying, researching, and utilizing this product as a learning material to read critical fable so that researchers get comments and suggestions that can be used as consideration for further product development
Faktor Emotif dalam Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono
ABSTRAK Syafi’i, Mohammad Irwan. 2017. Faktor Emotif dalam Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata kunci: faktor emotif, puisi, ketidaklangsungan makna, nilai emotifPuisi sering digunakan berbagai perangkat bahasa untuk merangkai kata-kata yang indah. Perangkat bahasa yang digunakan untuk merangkai kata-kata tersebut boleh saja diselewengkan atau tidak mengikuti bentukan kata sesuai dengan pedoman ejaan yang disempurnakan. Terkadang juga terdapat penghilangan bunyi dalam puisi untuk membentuk kata-kata yang indah. Tujuan dari pembentukan kata yang indah tersebut tidak lain adalah untuk menyampaikan perasaan penyair. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji faktor perasaan yang terkandung di dalam puisi atau biasa disebut dengan faktor emotif puisi.Desain penelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif berciri-ciri umum, fleksibel, berkembang, dan muncul dalam proses penelitian (Prastowo, 2014:40). Pendekatan kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang terjadi secara alamiah, ada adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami (Arikunto, 2010: 12).Objek penelitian ini adalah kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan cara penggungkapan bahasa tingkat kedua sebagai sarana penyampaian emosi penyair, (b) mendeskripsikan perabot emotif yang digunakan, dan (c) mendeskripsikan jenis-jenis emosi hasil penggunaan perabot emotif dalam kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono.Data dalam penelitian ini terurai dalam bentuk kata-kata. Data dalam penelitian ini meliputi bait puisi yang memenuhi aspek: (1) memiliki faktor emotif di dalamnya, (2) menggunakan perabot emotif dalam penyampaiannya, dan (3) memiliki nilai emotif setelah dibaca. Data dalam penelitian ini berupa potongan baris yang memiliki faktor emotif, perabot emotif, dan nilai emotif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Hujan Bulan Juni”. Kriteria sumber yang digunakan, yaitu: (1) puisi dalam kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono, (2) Puisi yang digunakan merupakan puisi modern, dan (3) puisi yang digunakan adalah puisi kontemporer. Teknik yang digunakan adalah telaah dokumen. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara (1) membaca data, (2) menyeleksi data, (3) mengidentifikasi data, dan (4) mengodifikasi data. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) pengodean data, dan (5) menyimpulkan data.Hasil penelitian ini adalah (1) penyair lebih sering menggunakan perbandingan pada hal-hal yang bersifat sama. Hal ini menunjukkan bahwa penyair lebih sering menggunakan perbandingan pada hal-hal yang bersifat sama. Hal yang paling jarang dilakukan penyair adalah membandingkan dua hal yang berlawanan. Perbandingan menggunakan hal-hal pembanding (C1) jauh lebih menarik karena makna yang ingin diungkapkan dapat dilesapkan dengan lebih baik. Berbeda dengan penyimpangan arti (C2) yang lebih mudah dilihat penyampaian maknanya dengan melihat dari unsur pembandingnya, atau berbeda dengan penciptaan arti (C3) yang dengan mudah dilihat dari bentuknya, (2) faktor emotif yang digunakan dalam kumpulan puisi ini sangatlah variatif sehingga membuat puisi-puisinya tidak membosankan. Namun, dari sekian banyak faktor emotif tersebut yang paling menonjol adalah kata konkret dan imaji pengelihatan. Hal ini menunjukkan bahwa ada konkretisasi hal-hal yang bersifat emotif atau imajinatif. Pengkonkretan itu sebagian besar ditunjukkan dengan menggunakan imaji pengelihatan, dan (3) Hal ini menunjukkan bahwa penulis mampu mengungkapkan perasaannnya dalam berbagai situasi. Perasaan yang menonjol dalam kumpulan puisi di atas adalah rasa kesepian. Hal ini terlihat dari konkretisasi setting yang yang menunjukkan tanda-tanda sepi dan sunyi. Sebagian besar judul-judul puisinya juga berisi hal-hal yang menunjukkan kesepian, seperti rasa kesendirian di pemakaman, di belakang jenazah, dan tempat-tempat yang bernilai sepi dan sunyi lainnya. Dari hasil penelitian tersebut dikemukakan dua saran. Pertama kepada penulis, yaitu (1) penelitian ini jika dikaji secara perbaris akan memerlukan waktu yang lama. Sehingga dianjurkan untuk meneliti perpuisi saja, (2) pengkajian faktor emotif ini jika dilakukan dengan cara mengkaji perbaris, memerlukan pengecekan berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang valid, (3) faktor emotif ini dapat juga digunakan dalam pembelajaran untuk mengajarkan kepada siswa tentang cara mengungkapkan perasaan yang indah melalui tatabahasa yang indah, (4) faktor emotif dalam penelitian ini adalah faktor emotif dalam kajian stilistika. Jika dikaitkan dengan pengkajian faktor emotif dalam karya satra lainnya atau dalam genre teks lainnya, maka penelitian ini sangatlah berbeda karena dalam karya tulis lainnya, pengkajian faktor emotif ini menggunakan kajian semantis. Dengan begitu, penelitian ini dapat digunakan sebagai wawasan baru dalam pengkajian faktor emotif
KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 KADEMANGAN
ABSTRAK Chasanah, Mufidatul. 2013. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M. Pd. (II) Dr. Imam Agus Basuki, M. Pd. Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksposisi, siswa SMK.Menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk disampaikan kepada pembaca. Salah satu kompetensi dasar aspek menulis dalam standar isi bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK adalah memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek perumusan judul, pengembangan tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor. Intrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian siswa yang berupa petunjuk dan perintah menulis teks eksposisi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa.Hasil analisis data kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X TKR 2 dan 3 SMK Negeri 1 Kademangan dinyatakan belum mampu. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan skor pada aspek perumusan judul, hanya sebanyak 3 siswa (6%) yang dapat memperoleh skor 4, 30 siswa (64%) mendapat skor 3, 13 siswa (28%) mendapat skor 2, dan 1 siswa (2%) mendapat skor 0. Perolehan skor pada aspek pengembangan tesis, hanya sebanyak 2 siswa (4%) yang mendapat skor 4, 39 siswa (83%) mendapat skor 3, dan 6 siswa (13%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan argumentasi, hanya sebanyak 1 siswa (2%) yang mendapat skor 4, 35 siswa (75%) mendapat skor 3, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan penegasan ulang, hanya sebanyak 4 siswa (9%) yang mendapat skor 4, 26 siswa (55%) mendapat skor 3, 5 siswa (11%) mendapat skor 2, 1 siswa (2%) mendapat skor 1, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 0. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak, yaitu kepada guru bahasa Indonesia, temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukkan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan apabila ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksposisi
Hubungan Kemampuan Literasi Dasar dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMA Kelas X SMAN 2 Malang
ABSTRAK Literasi dasar merupakan kemampuan membaca dan menulis yang saat ini sangat dibutuhkan siswa dalam pembelajaran di sekolah. Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, siswa perlu menggunakan kemampuan literasinya secara maksimal. Hasil pengukuran literasi siswa di Indonesia dapat dilihat dari beberapa penelitian. PISA mengukur prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Penentuan sampel PISA berdasarkan tiga strata yaitu jenis sekolah (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), status sekolah (Negeri/Swasta), dan performansi sekolah (Baik/Sedang/Kurang). Hasil penelitian PISA tahun 2012 menunjukkan kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia menempati urutan terburuk kedua dari 65 negara dan pada tahun 2015 Indonesia menempati urutan ke-6 dari 72 negara. Selain itu, berdasarkan survei UNESCO tahun 2012, minat baca masyarakat Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, pada setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Dapat disimpulkan bahwa literasi siswa Indonesia berbeda jauh dengan negara-negara lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) kemampuan literasi dasar siswa kelas X SMAN 2 Malang, (2) prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Malang, dan (3) hubungan kemampuan literasi dasar terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Malang, khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Malang sebanyak 344 siswa, sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 120 siswa yang diambil dari kelas X IPA 1, IPA 2, IPS 1, IPS 2, dan Bahasa 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Uji coba instrumen dilakukan sebelum instrumen digunakan. Data diperoleh dari hasil uji instrumen tes dan angket, serta nilai rata-rata Bahasa Indonesia siswa semester gasal. Teknik analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows dalam menguji data, meliputi uji prasyarat dan uji korelasional. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, skor rata-rata kemampuan literasi dasar siswa kelas X adalah 78,30% yang meliputi kemampuan (1) menerima informasi sebesar 79,60%, (2) membentuk pemahaman yang luas sebesar 73%, (3) mengembangkan interpretasi sebesar 76,70%, (4) merefleksi dan mengevaluasi isi teks sebesar 87%, dan (5) merefleksi dan mengevaluasi bentuk teks sebesar 75%. Kedua, skor rata-rata prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa semester gasal tahun pelajaran 2016/2017 adalah 81,7% yang meliputi (1) IPA 1 sebesar 81,2%, (2) IPA 2 sebesar 82,9%, (3) IPS 1 dengan nilai 80,7%, (4) IPS 2 sebesar 79,8%, dan (5) Bahasa 2 sebesar 84%. Ketiga, hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,028 0,151 rtabel. Dengan demikian, terdapat hubungan positif antara variabel kemampuan literasi dasar dan variabel prestasi belajar. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi dasar siswa sebesar 78,3% tergolong baik, prestasi belajar bahasa Indonesia sebesar 81,7% tergolong baik, dan terdapat hubungan positif antara kemampuan literasi dasar dan prestasi belajar siswa SMAN 2 Malang. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada (1) guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa melalui tes dan (2) peneliti lain untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai masukan dalam melakukan penelitian lain terkait literasi dasar dan prestasi belajar
Pemajasan Dalam Novel Teenlit Baper in Love karya Samandayu
ABSTRAK Ramadhan, Ibnu Yustiya. 2017. Pemajasan dalam Novel Teenlit Baper in Love karya Samandayu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: pemajasan, novel teenlit Novel merupakan salah satu karya sastra yang banyak beredar dan menjadi bahan bacaan yang disenangi banyak kalangan. Novel juga memiliki beragam jenis salah satunya adalah novel teenlit. Novel teenlit berbeda dengan novel pada umumnya karena ditujukan untuk kalangan remaja. Selain itu, novel teenlit sebagian besar juga ditulis oleh remaja. Karya sastra seperti novel teenlit dapat dikaji untuk mencari tahu unsur-unsur yang ada di dalamnya. Tetapi, unsur-unsur yang terdapat pada novel teenlit masih jarang dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan fungsi pemajasan yang terdapat pada novel teenlitBaper in Love karya Samandayu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode stilistika. Data penelitian dapat ditemukan pada kutipan isi novel berupa monolog, dialog, dan narasi pengarang.Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan analisis terhadap isi atau pesan pada novel.Pada penelitian ini, peneliti adalah instrumen utama yang bertugas untuk mernecanakan, menyusun, menelaah, dan melaporkan hasil penelitian dibantu dengan instrumen pembantu berupa prosedur pengumpulan data dan pedoman analisis data. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode stilistika.Uji keabsahan temuan dilakukan dengan membaca ulang sumber data, pengecekan sejawat, dan triangulasi data.Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian yang meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Dari hasil pembahasan ditarik dua kesimpulan. Pertama, pada novel teenlit Baper in Love ditemukan tiga jenis majas. Majas tersebut berupa (1) majas perbandingan, (2) majas pertentangan, dan (3) majas pertautan. Majas perbandingan yang ditemukan meliputi simile, metafora, dan personifikasi.Majas pertentangan yang ditemukan meliputi hiperbola, paradoks, litotes, dan ironi dan sarkasmeMajas pertautan yang ditemukan meliputi sinekdoke dan metonimi. Kedua, jenis majas pada novel teenlit Baper in Love memiliki fungsi. (1) pada jenis majas perbandingan, simile berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas. Majas metafora berfungsi untuk menambah intensitas cerita. Majas personifikasi digunakan untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. (2) pada majas pertentangan, majas hiperbola berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan menambah intensitas cerita. Majas paradoks berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. Majas litotes digunakan untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu dan memberikan gambaran yang jelas. Majas ironi dan sarkasme berfungsi untuk membangkitkan kesan atau suasana tertentu, memberikan gambaran yang jelas, dan menambah intensitas cerita. (3) pada majas pertautan, majas sinekdoke berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas. Majas metonimi digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas. Saran yang dapat diberikan berdasarkan simpulan tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, untuk penulis novel selanjutnya disarankan untuk lebih menambahkan penggunaan majas pada karya novelnya. Kedua, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap novel teenlit Baper in Love karya Samandayu