SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Kesalahan Penulisan Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMPN 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Indifita, Nurma Laili. 2017. Kesalahan Penulisan Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMPN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.   Kata kunci: teks deskripsi, aspek kebahasaan, keterampilan menulis.  Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa yang dilakukan dengan menuangkan ide dalam sebuah tulisan atau karya dengan memperhatikan aturan tertentu dan kaidah bahasa yang baik dan benar. Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII berdasarkan Kurikulum 2013 adalah teks deskripsi. Teks deskripsi merupakan teks yang menggambarkan atau mendeskripsikan suatu objek secara terperinci dan melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis. Sebuah teks deskripsi dapat dipahami ketika teks sudah logis dan terstruktur dengan baik dan benar, misalnya sudah tepatnya penulisan judul, penulisan identifikasi, penulisan deskripsi, dan penulisan penutup. Analisis kesalahan penulisan teks deskripsi bertujuan untuk mengidentifikasi hasil karya tulis siswa yang berupa teks deskripsi.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan teks deskripsi siswa kelas VII SMPN 4 Malang yang meliputi kesalahan penulisan judul, penulisan identifikasi, penulisan deskripsi, dan penulisan penutup dari segi isi dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis dokumen. Intrumen utama pada penelitian ini adalah diri sendiri sedangkan intrumen pendukung adalah tabel kodifikasi data, tabel panduan analisis data, dan tabel sajian data. Data penelitian ini berupa kesalahan penulisan judul, penulisan identifikasi, penulisan deskripsi, dan penulisan penutup dari segi isi dan bahasa. Sumber data penelitian ini adalah teks deskripsi siswa kelas VII SMPN 4 Malang. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Pada penelitian ini analisis data dilakukan dengan lima tahap, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, kodifikasi data, interpretasi data, dan penyajian data. Pengecekan keabsahan temuan dapat dilakukan dengan pengamatan tekun dan konsultasi kepada pembimbing.  Berdasarkan hasil penelitian telah diperoleh empat hasil penelitian yang meliputi kesalahan penulisan judul, penulisan identifikasi, penulisan deskripsi, dan penulisan penutup dari segi isi dan bahasa. Pertama,  kesalahan penulisan judul dari segi isi,yaitu kesalahan penulisan judul tidak mengungkapkan objek khusus, sedangkan kesalahan penulisan judul dari segi bahasa, yaitu kesalahan penulisan judul tidak menggunakan huruf besar kecil dan kesalahan penulisan judul diakhiri tanda baca. Kedua, kesalahan penulisan identifikasi dari segi isi, yaitu kesalahan penulisan identifikasi karena tidak terdapat informasi umum tentang objek, sedangkan kesalahan penulisan identifikasi dari segi bahasa, yaitu kesalahan penulisan identifikasi karena terdapat kesalahan paragraf dan kalimat, kesalahan penulisan identifikasi karena terdapat kesalahan pilihan kata dan ejaan. Ketiga, kesalahan penulisan deskripsi dari segi isi, yaitu kesalahan penulisan deskripsi karena tidak terdapat penjelasan sifat objek dan kesalahan penulisan deskripsi karena tidak terdapat kesan tentang objek, sedangkan kesalahan penulisan deskripsi dari segi bahasa, yaitu kesalahan penulisan deskripsi karena terdapat kesalahan paragraf dan kalimat serta kesalahan penulisan deskripsi karena terdapat kesalahan pilihan kata dan ejaan. Keempat, kesalahan penulisan penutup dari segi isi, yaitu kesalahan penulisan penutup karena tidak terdapat simpulan terhadap objek dan kesalahan penutup karena tidak terdapat kesan terhadap hal yang dideskripsikan, sedangkan kesalahan penulisan penutup dari segi bahasa, yaitu kesalahan penulisan penutup karena terdapat kesalahan paragraf dan kalimat serta kesalahan penulisan penutup karena terdapat kesalahan pilihan kata dan ejaan. Saran yang dikemukakan setelah penelitian ini adalah guru sebaiknya lebih memperhatikan siswa dalam menulis teks deskripsi mengenai struktur dan aspek kebahasaan teks deskripsi. Guru juga harus melakukan perbaikan atau inovasi dalam mengajar dengan cara memberikan tugas menulis teks deskripsi lebih dari satu kali, setelah itu karya siswa ditukarkan dengan teman sebangku untuk dikoreksi mengenai struktur dan aspek kebahasaan teks deskripsi. Selain itu guru sebaiknya juga mengoreksi hasil kerja siswa apakah struktur teks deskripsi dan aspek kebahasaan yang telah dikerjakan sudah benar atau belum. Sehingga siswa mengetahui letak kesalahannya dan lebih mudah memahami tentang menulis teks deskripsi yang meliputi penulisan judul, penulisan identifikasi, penulisan deskripsi, dan penulisan penutup dari segi isi dan bahasa. ABSTRAK   Indifita, Nurma Laili. Description Text Writing Error 2017 Seventh Grade Students of SMPN 4 Malang. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.   Keywords: Text description, aspects of language, writing skills.  Writing skills is one of the skills in the language do with ideas for an articleor work with regard to certain rules and rules of language is good and right. One of the writing skills taught in class VII Indonesian learning based curriculum in 2013 is a text description. Text is the text description that describes an object in detail and describe the condition of the object of the author's perspective. A description text can be understood when the text has a logical and structured properly, for example, have exactly the writing of the title, writing the identification, description writing, and writing cover. So that students can write text with structured and logical, it is necessary to do the analysis of the writing error description text. Description text entry error analysis aims to identify the written works of students in the form of text description.  This study aims to determine the error description text entry class VII SMPN 4 Malang covering headline writing error, a typing error identification, error description writing, and writing errors cover. This study used a qualitative approach to the design analysis of documents. The main instrument in this study were self-supporting while the instrument is a codification of the data table, the table guide data analysis, and data presentation table. This research data in the form of a typing error in the title, a typing error identification, error description writing, and writing errors cover. The data source of this research is a text description of the seventh grade students of SMPN 4 Malang. This research data collection process using documentation technique. In this study, data analysis was done with five stages, namely the identification of data, data classification, codification of data, data interpretation, and presentation of data. Checking the validity of the findings can be done with diligent observation and consultation to the supervisor.  Based on the research results have been obtained four research covering headline writing error, a typing error identification, error description writing, and writing errors cover. First, the headline writing errors include errors of writing the title does not reveal specific object, a typing error in the title because the title is not written, error writing the title does not use small caps, a typing error in the title use a dot. Second, a typing error identification included a typing error in the identification since there is no public information about the object, a typing error identification because there are parts of identification, error identification because it contains errors writing paragraphs and sentences, writing errors because there is an error identification and word choice spelling. Third, the error description writing includes writing a description error because there is no explanation of the nature of the object, writing a description error because there is no impression of the object, a typing error in the description because it contains errors paragraphs and sentences. description writing errors because there is word choice and spelling errors. Fourth, writing errors include errors of writing cover cover because there is no conclusion to the object, fault cover because there is no impression of the case described, the cover writing errors because it contains errors paragraphs and sentences, writing errors because there is an error closing word choice, and spelling. Suggestions were put forward after the study, there are two aimed at students and teachers. First,students should pay more attention to structural and linguistic aspects of the text descriptions, other than that the student must be actively practicing writing and consultation to teachers in order to make improvements. Second, teachers should pay more attention to the students in understanding the structure and aspects of language description text, make improvements or innovations in teaching to make students more easily understand the structure and aspects of language text descriptions, as well as examining student work if the structures and aspects of language description text that has been done is correct or not

    karakteristik teks negosiasi karangan siswa kelas X SMAN 2 Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Rohmah, Hindun Iva Nur. 2017. Karakteristik Teks Negosiasi Karangan Siswa Kelas X SMAN 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno. Kata kunci: teks negosiasi, struktur, ciri kebahasaanTeks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial guna mencapai kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang berkepentingan. Teks negosiasi memiliki struktur dan ciri kebahasaan. Struktur teks negosiasi adalah orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Adapun ciri kebahasaan teks negosiasi adalah kesantunan berbahasa, kalimat persuasif, dan pasangan tuturan.Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik teks negosiasi karangan siswa kelas X SMAN 2 Pasuruan dengan subfokusyang menyertainya, yaitu mendeskripsikan struktur dan ciri kebahasaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini adalah data verbal yang berupa teks dan unsur-unsur pembentuk teks karya siswa menunjukkan struktur dan ciri kebahasaan. Sumber data penelitian ini adalah teks negosiasi karangan siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah panduan identifikasi data. Instrumen untuk menganalisis data adalah panduan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik indentifikasi data.Karakteristik struktur teks negosiasi terdiri dari bagian struktur dan struktur. Pada bagian struktur teks negosiasi dapat dijelaskan (1) orientasi ditemukanlima variasi pola meliputi tuturan salam, izin, perintah, pertanyaan, dan ajakan. (2) pengajuan ditemukan tiga variasi pola meliputi (a) penyampaian keinginan, (b) pertanyaan harga barang, dan (c) penyampaian keinginan dan pertanyaan harga barang. (3) penawaran ditemukandua variasi pola meliputiargumen harga barang danargumen alternatif lain. (4) persetujuan ditemukan tiga variasi meliputi persetujuan ditulis dengan (a) pernyataan langsung, (b) pernyataan tidak langsung, dan (c) pernyataan tidak langsung secara terpaksa. (5) penutup ditulis dengan dua variasi meliputi tuturan (a) ucapan terima kasih dan (b) ucapan terima kasih dan perintah. Pada struktur teks negosiasi dijelaskan kelengkapan dan pola penyajian struktur. Pola penyajian meliputi temuan (a) struktur ditulis secara urut, (b) variasi jumlah pengajuan dan (c) variasi jumlah penawaran. Variasi bagian struktur dan struktur tersebut terdapat pada teks negosiasi yang ditulis sesuai dengan teori. Terdapat temuan variasi baru pada teks negosiasi yang ditulis tidak sesuai teori. Temuan tersebut meliputi bagian orientasi ditulis dengan penawaran barang, bagian penawaran ditulis dengan membandingkan harga dan cara membayar, bagian penutup ditulis dengan permohonan izin. Selain itu, terdapat struktur yang ditulis lengkap dan tidak lengkap. Terdapat pula struktur yang ditulis urut dan tidak urut.Karakteristik ciri kebahasaan teks negosiasi meliputi (1) kesantunan berbahasa terwujud pada bahasa santun. Bahasa santun ditunjukkan pada penggunaan kata sapaan, perintah, ucapan terima kasih, permohonan, dan tuturan implisit.(2) kalimat persuasif ditulis dengan lima variasi, yaitu keunggulan barang, perbandingan, ajakan, potongan harga, dan permohonan. (3) pasangan tuturan yang terdapat pada karya siswa sebanyak delapan macam. Setiap karangan tediri dari 6-11 pasangan tuturan. Karakteristik ciri kebahasaan tersebut terdapat pada teks negosiasi yang ditulis sesuai dengan teori. Terdapat temuan pada teks negosiasi yang ditulis tidak sesuai dengan teori yang meliputi teks negosiasi ditulis dengan bahasa tidak santun, tidak memiliki kalimat persuasif, serta terdapat dua pasangan tuturan baru. Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi peneliti lain adalah dapat meneliti tentang teks negosiasi dari segi lain misalnya mengembangkan media ataupun meneliti kosakata percakapan dalam teks negosiasi. Selain itu, peneliti dapat melakukan penelitian tentang karakteristik untuk jenis teks lain. Bagi guru bahasa Indonesia dapat mengembangkan variasi contoh dan latihan dalam menulis teks negosiasi. Selain itu, guru dapat mencontohkan penggunaan bahasa santun dan tidak santun dalam berkomunikasi. Guru dapat merevisi struktur dan karakteristik teks negosiasi untuk bahan ajar bagi siswa

    JENIS DAN FUNGSI PIRANTI KONJUNGSI DALAM NOVEL

    No full text
    ABSTRAK Bimantara, Dhimas Gagah. 2017. Jenis dan Fungsi Piranti Konjungsi dalam Novel. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: jenis konjungsi, fungsi konjungsi, novelKonjungsi merupakan kata penghubung yang secara umum berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, atau bisa juga paragraf dengan paragraf. Secara umum, konjungsi memiliki jenis dan juga fungsi. Berkaitan dengan hal itulah penelitian tentang jenis dan fungsi konjungsi ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan konjungsi dalam novel Simple Miracle karya Ayu Utami yang memfokuskan pada jenis konjungsi dan fungsi konjungsi secara mendalam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiananalisis wacana. Data dalam penelitian ini berupa wacanadan sumber data berupa novel Simple Miracle karya Ayu Utami. Teknik pengumpulan data dengan baca dan catat. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data ada tiga tahap, yakni (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan data seperti berikut. Pertama, jenis konjungsi pada novel Simple Miracle karya Ayu Utami dibedakan menjadi dua, yaitu jenis konjungsi koordinatif dan jenis konjungsi subordinatif. Kedua, Penggunaan konjungsi koordinatif lebih banyak dibandingkan dengan konjungsi subordinatif, akan tetapi bentuk dari konjungsi subordinatif lebih bervariasi dibanding konjungsi jenis koordinatif.Ketiga, penggunaan konjungsi intrakalimat lebih banyak dibandingkan konjungsi  antarkalimat dan konjungsi koordinatif mendominasi penggunaan konjungsi intrakalimat.Keempat, Fungsi konjungsi dalam novel Simple Miracle karya Ayu Utami ditemukan ada enam belas fungsi, yaitu menambahinformasi, memilih informasi, mempertentangkan antarinformasi, meralat informasi, menguatkan informasi, membatasi suatu informasi, mengurutkan suatu infromasi, menyamakan informasi, menyimpulkan informasi, penyebab informasi, syarat informasi, tujuan informasi, menyungguhkan informasi, menyatakan waktu informasi, akibat dari informasi, membandingkan informasi. Kelima, banyakditemukannya fungsi konjungsi berkategori penjumlahan, pengurutan, dan kesewaktuan. Selain temuan data di atas, peneliti juga menemukan data yang berbeda dalam penggunaan dan kedudukan konjungsi. Terdapatbeberapapirantikonjungsi yang carapendistribusiannyatidakbenaratautidaksesuaidenganaturantatabahasatulis yaitu, dan, atau, hanya, dan sedangkan

    PROBLEMATIKA AKTIVITAS TUTORIAL PADA PROGRAM BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2016

    No full text
    ABSTRAK     Rohman, Wildan Taufiqur. 2017. Problematika Aktivitas Tutorial pada Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang Tahun 2016. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd   Kata Kunci: problematika, aktivitas tutorial, program BIPA   Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan salah satu program Universitas Negeri Malang (UM) untuk kepentingan pembelajaran bagi penutur/pelajar asing. Program ini memiliki salah satu teknik pengajaran, yaitu teknik tutorial. Namun, pada praktiknya, muncul sejumlah problematika pada aktivitas tutorial. Kemungkinan hambatan yang dialami tutor dan pelajar menjadi beragam karena topik dan arah komunikasi lebih luas daripada aktivitas pembelajaran dalam kelas. Di samping itu, tutor juga harus mampu mencapai target aktivitas tutorial meskipun terdapat hambatan dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran aktivitas tutorial. Penerapan teknik tutorial sebagai proses pembelajaran dan segala problematika yang muncul merupakan hal yang bisa diamati untuk dapat menetapkan dan menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pelajar BIPA. Oleh sebab itu, problematika aktivitas tutorial menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika aktivitas tutorial program BIPA. Selanjutnya, penelitian ini difokuskan pada problematika aspek kebahasaan dan nonkebahasaan pada aktivitas tutorial tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa laporan tutor berupa format tutorial para tutor dan data pendukung berupa transkrip data hasil wawancara tentang aktivitas tutorial program BIPA tahun 2016. Instrumen kunci penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen lainnya, yakni pedoman wawancara, panduan kodifikasi data, panduan analisis data, dan tabel analisis data. Analisis data dimulai dari tahap mengumpukan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian tentang problematika aspek kebahasaan dan nonkebahasaan pada aktivitas tutorial program BIPA tahun 2016. Pertama, poblematika aspek kebahasaan pada aktivitas tutorial meliputi: (a) pada problematika penggunaan aspek leksikal muncul ketidaktepatan penggunaan kata abstrak (bagus, banyak tahun), kata konkret (memanjat, melakukan), dan partikel tidak dalam kalimat imperatif.  Ketidaktepatan itu disebabkan penggunaan strategi komunikasi kompensatoris penerjemahan harfiah yang dilakukan mahasiswa. Pemilihan kata tersebut juga disebabkan B1 mahasiswa (kekhilafan interlingual), (b) pada problematika penggunaan aspek bentukan kata muncul kesalahbentukan (misinformation) pada penggunaan afiks (meN-i) pada menyukai, (di-an) pada ditaburan, (meN-) pada mengingat, dan (per-an) pada pertanyaan. Selain itu juga ditemukan penanggalan (omission) afiks (ber-) pada pikir, (c) pada problematika penggunaan aspek pengalimatan muncul kesalahurutan (misordering) pada kalimat ujaran mahasiswa yang menandakan terjadinya kekhilafan interferensi (interlingual) sehingga menjadi kalimat tidak cermat dan taksa (ambigu). Berdasarkan paparan diatas, problematika komunikasi pada aktivitas tutorial terjadi pada tataran penggunaan aspek leksikal, pembentukan kata, dan pengalimatan. Kedua, problematika aspek nonkebahasaan pada aktivitas tutorial meliputi: (a) pada aspek psikologis terdapat problematika yang dipengaruhi kondisi fisik, yaitu gegar otak ringan dan kelelahan. Namun, gegar otak ringan yang dialami mahasiswa tidak sampai mengganggu kompetensi berbahasa, melainkan menjadi faktor tingginya frekuensi kelelahan. Kelelahan juga tidak selalu menurunkan kesediaan berkomunikasi/ willingness to communicate (WTC), tetapi kelelahan dapat mempengaruhi performasi berbahasa mahasiswa, yaitu tingginya frekuensi kekhilafan. Selain itu, kondisi psikologis, seperti suasana hati juga dapat mempengaruhi tingkat kesediaan berkomunikasi/ willingness to communicate (WTC) mahasiswa, (b) pada aspek sosiologis terdapat problematika yang dipengaruhi faktor dari luar mahasiswa, yaitu masalah keluarga dan pemahaman budaya B2. Tingkat pemahaman budaya B2 mempengaruhi munculnya kecemasan situasional yang berkenaan dengan peristiwa/ perbuatan tertentu, seperti kenduren dan pembagian Zakat Fitrah, dan (c) pada aspek lingkungan pembelajaran terdapat problematika yang dipengaruhi faktor, urutan pemerolehan (kosakata), Rules of speaking, batasan-batasan peer tutor, cuaca, dan peraturan program BIPA tahun 2016. Urutan pemerolehan yang dimaksud adalah muncul kesalahpahaman terhadap ragam suatu kosakata yang disebabkan kesempatan untuk berbahasa ragam informal jauh lebih luas daripada kesempatan berbahasa formal. Faktor Rules of Speaking, batasan peer tutor, peraturan program BIPA tahun 2016, dan cuaca mengakibatkan tutor: kesulitan menemukan topik pembicaraan yang menarik bagi mahasiswa, kesulitan memahamkan konsep suatu kosakata, kesulitan menjangkau objek tutorial dengan berjalan kaki, kesulitan melakukan interaksi karena situasi objek tutorial, kesulitan memenuhi tugas sebagai tutor ketika cuaca tidak mendukung (hujan). Berdasarkan temuan penelitian tersebut ditemukan saran. Pertama, diharapkan (1) ketidaktepatan penggunaan kata abstrak perlu diperbaiki dengan cara yang sesuai karakter mahasiswa agar mahasiswa mendapatkan konsep kosakata yang sama-sama dipahami oleh mahasiswa dan tutor, (2) bahwa kesalahan dan kekhilafan yang muncul pada performansi mahasiswa/pembelajar disebabkan oleh bahasa pertama mahasiswa dan sebaiknya mendapat respon posistif dari tutor, sehingga perkembangan belajar mahasiswa semakin cepat, dan (3) pelaporan aktivitas tutorial sebaiknya memang dipatuhi karena berdasarkan laporan aktivitas tutorial dapat diketahui perkembangan bahasa mahasiswa/ pembelajar. Dari data tersebut, guru beserta pihak terkait mengetahui permasalahan dan solusi dari problematika yang muncul. Kedua, bagi calon pengajar BIPA hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tertulis tentang problematika yang muncul pada aktivitas tutorial Program BIPA 2016, sebagai upaya untuk, menemukan solusi bagi mahasiswa untuk meningkatkan proses belajar bahasa kedua.

    Korelasi Strategi Literasi Informasi dan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Khadijah, Ika Diandra. 2017. Korelasi Penggunaan Strategi Literasi Informasi dan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang. S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, 83 halaman.   Kata Kunci: Strategi Literasi Informasi, Karya Ilmiah, Korelasi   Diperkenalkannya menulis karya ilmiah sejak sekolah menengah atas (SMA) termasuk di SMA Negeri 2 Malang dapat menunjang pembelajaran sehari-hari sehingga dapat menunjang keberhasilan siswa dalam membuat karya ilmiah ketika melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, pengenalan karya ilmiah saja tidaklah cukup jika tidak ditunjang dengan literasi yang berkualitas. Untuk itu, perlunya mempelajari bagaimana  mencari informasi yang tepat untuk menunjang karya ilmiah siswa, maka siswa harus menguasai literasi informasi. Dalam melakukan penelitian, siswa melewati berbagai macam proses literasi informasi dimulai dari memilih topik, mengakses sumber informasi, memilih, mengolah, mempresentasikan, dan mengevaluasi informasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menulis karya ilmiah siswa, mengetahui penggunaan strategi literasi informasi siswa, dan mengetahui hubungan strategi literasi informasi dengan kemampuan menulis karya ilmiah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Malang dengan mengambil sampel sebanyak 50 siswa yang terdiri dari kelas XI program MIPA, program IPS, dan program Bahasa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) skor penggunaan kemampuan literasi informasi, dan (2) skor hasil karya tulis ilmiah. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu melalui angket dan tes. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) penilaian acuan patokan skala lima, dan (2) program SPSS 16.0 for Windows dengan dua uji analisis yaitu: (1) uji prasyarat, dan (2) uji korelasional. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa siswa SMA Negeri 2 Malang banyak memperoleh sumber informasi literasi dari internet dan buku referensi.. Hasil skor rata-rata kemampuan menulis karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang adalah 71,89% dengan kategori cukup. Hasil skor menggunakan strategi literasi informasi siswa adalah 62,8% dengan kategori cukup. Korelasi antara penggunaan strategi literasi informasi dan kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah, dapat diketahui setelah pengamatan dan pengumpulan data skor hasil makalah siswa dan skor penggunaan strategi literasi informasi siswa yang kemudian diteliti dan dinilai. Dari ragam data yang didapat dari teknik pengumpulan data ini kemudian didapatkan hasil untuk dianalisis. Hasil dari analisis data menunjukkan adanya hubungan positif antara menggunakan strategi literasi informasi dan kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah dengan signifikansi rhitung 0, 553 > 0,230 rtabel. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada (1) guru, (2) pembina KIR, dan (3) peneliti lain. Pertama kepada guru, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah siswa sesuai dengan kaidah yang benar dan meningkatkan literasi informasi siswa dengan mencontohkan cara-cara penggunaan literasi informasi mulai dari mengetahui kebutuhan informasi, mendapatkan, menggunakan, mengevaluasi, menganalisis, menggunakan dan mengomunikasikan informasi secara baik serta meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah dan penggunaan literasi informasi siswa agar nilainya meningkat, karena hubungan strategi literasi informasi siswa masih termasuk dalam kategori cukup. Kedua kepada pembina KIR, supaya menambah mengajarkan cara berliterasi informasi yang baik agar hasil karya ilmiah siswa lebih baik lagi. Selain itu pembina KIR dapat meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah siswa pada aspek menulis kajian pustaka, menulis pembahasan, dan daftar rujukan karena siswa masih memperoleh nilai dengan kategori cukup pada aspek tersebut. Ketiga kepada peneliti lain, diharapkan pembelajaran literasi informasi.dapat dikaji ulang lebih lanjut mengingat perkembangan teknologi internet yang memudahkan mendapatkan informasi, cenderung membuat siswa menyampingkan penelitian penelitan terdahulu dan kurang memperhatikan kaidah-kaidah dalam penulisan literasi informasi yang benar dalam pembuatan karya ilmiah.    

    Pengembangan Bahan Ajar Membaca Reflektif Teks Cerita Fantasi untuk siswa SMP Kelas VII

    No full text
    ABSTRAK   Ningtyas, Bunga Septya. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Reflektif Teks Cerita Fantasi untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.   Kata Kunci: bahan ajar, membaca reflektif, teks cerita fantasi   Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan bahan ajar untuk mengembangkan keterampilan membaca siswa-siswi SMP kelas VII. Berdasarkan observasi awal, ditemukan hambatan-hambatan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam memilihkan bacaan cerita fantasi yang sesuai dengan minat dan perkembangan usia siswa sehingga wawasan siswa mengenai teks cerita fantasi yang erat dengan cerminan praktik sosial dan nilai-nilai kehidupan menjadi terbatas. Selain itu, siswa mengalami kesulitan memahami kata/istilah yang digunakan dalam teks sehingga sulit menemukan pesan yang terkandung dalam teks. Oleh karena itu, pembelajaran membaca reflektifteks cerita fantasi perludilatihkankepadasiswa-siswi, khusunyajenjang SMP. Dengan melatihkan keterampilanmembaca reflektif kepada siswa, diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial siswa dalam menanggapi praktik-praktik sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Secara umum, tujuan penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk bahan ajar membaca reflektif teks cerita fantasi untuk siswa SMP kelas VII sebagai bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran klasikal maupun individual.Berdasarkantujuanumumtersebut, dijabarkantujuankhususpenelitiandan pengembangan ini, yaitumenghasilkan produk dengan mengembangkan deskripsi isi bahan ajar, sistematika penyajian bahan ajar, penggunaan bahasa bahan ajar, dan tampilan bahan ajar. Model pengembangan yang digunakanpada penelitianiniterdiri atas tujuh langkah yang diadaptasidaridesain model pengembanganBorg & Gall.Pertama,  analisis kebutuhan. Kedua, perencanaan. Ketiga, pengembangan produk awal (draft produk). Keempat, uji validasi. Kelima, revisi produk awal. Keenam, uji lapangan. Ketujuh, penyempurnaan produk akhir.Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini yakni pedoman wawancara dan angket.Subjekcobapenelitian yang memberikanpenilaianterhadaphasilpengembanganberupaprodukbahan ajar melibatkanahlipenyusunanbahan ajar, ahlimaterimembaca, praktisi, dan 10 siswakelas 7H SMP Negeri 9 Malang. Berdasarkanhasiluji coba produk dengan ahli dan praktisi, diperoleh data berikut. Aspek deskripsi isi bahan ajar mendapat persentase 84,5%, aspek sistematika penyajian bahan ajar mendapat persentase 83,3%, aspek kebahasaan bahan ajar mendapat persentase 89,6%, dan aspek tampilan bahan ajar mendapat persentase 84,3%. Rata-rata persentase kelayakan bahan ajar membaca reflektif teks cerita fantasi secara keseluruhan mencapai 85,4% yang berarti tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan. Adapun berdasarkan hasil uji coba produk untuk mengetahui respon siswa diperoleh data berikut. Aspek deskripsi isi bahan ajar mendapat persentase 86,6%, aspek sistematika penyajian bahan ajar mendapat persentase 85%, aspek kebahasaan bahan ajar mendapat persentase 91,2%, dan aspek tampilan bahan ajar mendapat persentase 95%. Rata-rata persentase kelayakan bahan ajar membaca reflektif teks cerita fantasi secara keseluruhan mencapai 89,5% yang berarti tergolong sangat layak dan dapat diimpelementasikan. Hasil pengembangan produk bahan ajar membaca reflektif ini disarankan untuk dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. Dengan demikian, peneliti memperoleh komentar dan saran perbaikan yang dapat dijadikan masukan untuk peneliti dalam mengembangkan bahan ajar yang lebih baik. Selanjutnya, bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian untuk menguji efektivitas produk, karena dalam penelitian ini, penelitihanya sebatas mengembangkan produk dan melihat kebermanfaatannya saja. Penelitian efektivitas produk berguna untuk mengukur seberapa efektif produk bahan ajar ini bagi pembelajaran

    Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas x SMK

    No full text
    ABSTRAK Chasanah, Mufidatul. 2013. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M. Pd. (II) Dr. Imam Agus Basuki, M. Pd. Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksposisi, siswa SMK.Menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk disampaikan kepada pembaca. Salah satu kompetensi dasar aspek menulis dalam standar isi bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK adalah memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek perumusan judul, pengembangan tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor. Intrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian siswa yang berupa petunjuk dan perintah menulis teks eksposisi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa.Hasil analisis data kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X TKR 2 dan 3 SMK Negeri 1 Kademangan dinyatakan belum mampu. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan skor pada aspek perumusan judul, hanya sebanyak 3 siswa (6%) yang dapat memperoleh skor 4, 30 siswa (64%) mendapat skor 3, 13 siswa (28%) mendapat skor 2, dan 1 siswa (2%) mendapat skor 0. Perolehan skor pada aspek pengembangan tesis, hanya sebanyak 2 siswa (4%) yang mendapat skor 4, 39 siswa (83%) mendapat skor 3, dan 6 siswa (13%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan argumentasi, hanya sebanyak 1 siswa (2%) yang mendapat skor 4, 35 siswa (75%) mendapat skor 3, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan penegasan ulang, hanya sebanyak 4 siswa (9%) yang mendapat skor 4, 26 siswa (55%) mendapat skor 3, 5 siswa (11%) mendapat skor 2, 1 siswa (2%) mendapat skor 1, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 0. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak, yaitu kepada guru bahasa Indonesia, temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukkan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan apabila ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksposisi

    Karakteristik Teks Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK Sari, Arida Novita. Karakteristik Teks Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Univeristas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. H. Suparno.   Kata kunci: teks cerita fantasi, struktur, ciri kebahasaan      Salah stau pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP adalah menulis teks cerita fantasi. Teks cerita fantasi merupakan cerita yang dikembangkan dengan menghadirkan sebuah dunia lain di samping dunia realitas. Struktur teks cerita fantasi terdiri atas orientasi, komplikasi, rangkaian peristiwa, resolusi, dan koda. Adapun ciri kebahasaan teks cerita fantasi adalah kata ganti, konjungsi, kata kerja atau verba, kata sifat atau adjektif, dan kata keterangan atau adverbia. Fokus penelitian ini adalah (1) karakteristik struktur teks cerita fantasi dan (2) karakteristik kebahasaan teks cerita fantasi SMP Negeri 9 Malang. Cerita fantasi memiliki unsur kebaharuan sehingga menimalisir kejenuhan siswa di samping tema fulturistis dan magic. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah analisis teks karena dalam penelitian ini mendeskripsikan teks cerita fantasi karya siswa. Data penelitian ini adalah data verbal dan unsur-unsur pembentuk teks. Sumber data penelitian ini adalah teks cerita fantasi karya siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni 1) membaca keseluruhan teks cerita fantasi karya siswa, 2) mengidentifikasi dan mencatat data sesuai dengan aspek yang dikaji, 3) memberi kode, dan 4) memberi catatan analisis sesuai dengan panduan identifikasi data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua intrumen, yakni 1) panduan indentifikasi data, dan 2) format penampungan data dan analisis data. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Karateristik teks cerita fantasi terdiri atas struktur dan bagian-bagian struktur. Pada struktur ditemukan dua variasi pola penulisan yang digunakan oleh siswa, yakni a) menulis lengkap dengan empat bagian struktur dan b) menulis lengkap dengan lima bagian struktur. Bagian-bagian struktur teks cerita fantasi dapat dijelaskan (1) orientasi ditemukan empat variasi pola penulisan melipuri a) tokoh, latar tempat, dan waktu, b) tokoh, sifat tokoh, kelebihan tokoh, dan latar tempat, c) waktu dan tokoh, dan d) tokoh disertai sifat dan hobi tokoh. (2) Komplikasi ditemukan dua variasi pola penulisan meliputi a) penyampaian langsung dan b) penyampaian tidak langsung. (3) rangkaian peristiwa ditemukan empat variasi pola penulisan meliputi a) dua tahapan peristiwa sebelum mencapai klimaks, b) tiga tahapan peristiwa sebelum mencapai klimaks, c) empat tahapan peristiwa sebelum mencapai klimaks, dan d) lima tahapan peristiwa sebelum mencapai klimaks. (4) Resolusi ditemukan dua variasi pola penulisan meliputi a) akhir tuntas dan penyelesaian masalah terprediksi dan b) akhir penyelesaian tidak tuntas dan penyelesaian tidak terprediksi. (5) Koda ditemukan dua pola variasi penulisan a) berdasarkan penyampaiannya ditulis degan cara nasihat dan sindiran, dan b) berdasarkan bentuknya narasi dan dialog. Temuan struktur dan bagian-bagian struktur merupakan temuan sesuai dengan teori. Karakteristik ciri kebahasaan teks cerita fantasi yang digunakan adalah kata ganti, konjungsi, kata kerja atau verba, kata sifat atau adjektif, dan kata keterangan atau adverbia. Pada kata ganti ditemukan tiga bentuk kata ganti yakni, pertama tunggal (aku, saya) dan pertama jamak (kami, kita), kedua tunggal (Anda, kamu) dan kedua jamak (kalian), ketiga tunggal (dia, ia) dan ketiga jamak (mereka). Dilihat dari situasinya, siswa cenderung menggunakan situasi tidak formal daripada semi formal. Situasi formal digunakan pada kata ganti aku, kamu, kita, kami, kalian, ia, dan dia sedangkan semiformal Anda. Pada konjungsi siswa menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat. Konjungsi intrakalimat yang cenderung digunakan oleh siswa adalah dan dan lalu sedangkan konjungsi antarkalimat yang cenderung digunakan adalah setelah itu dan kemudian. Pada kata kerja atau verba yang digunakan oleh siswa adalah kata kerja aktif. Pada kata sifat ditemukan empat kata sifat berdasarkan makna yang dirujuk, yakni kata sifat watak, keadaan, penilaian, dan umu. Pada kata keterangan atau adverbia ditemukan lima kata keterangan berdasarkan makna yang dirujuk meliputi kata keterangan waktu, cara, frekuensi, tempat, dan tujuan.Temuan ciri kebahasaan tersebut merupakan temuan yang sesuai dengan teori. Selain itu, ditemukan ciri kebahasaan yang tidak sesuai dengan teori yang menunjukkan identitas teks cerita fantasi. Ciri kebahasaan tersebut berupa pernyataan fantasi yang meliputi pernyataan tokoh sakti, nama tokoh khayal, nama benda ajaib, nama latar tempat fantasi, dan latar sezaman. Berdasarkan hasil penelitian saran bagi peneliti lain adalah dapat meneliti teks cerita fantasi dari segi lain misalnya, meneliti kosa kata fantasi pada karya siswa atau pada teks lainnya dan dapat mengembangkan media pembelajaran menulis teks cerita fantasi. Bagi guru bahasa Indonesia, dapat mengembangkan variasi contoh dan laitihan menulis teks cerita fantasi. Pada ciri kebahasaan pernyataan-pernyataan fantasi guru dapat memberikan contoh secara lisan. Hal ini diperlukan agar teks cerita fantasi karya siswa lebih memunculkan karakteristik ciri kebahasaan teks cerita fantasi

    Kemampuan Menulis Teks Biografi Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Lesmana, Rina. 2017. Kemampuan Menulis Teks Biografi Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Malang. Skripsi. Jurusan Sasta Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nita Widiati, M.Pd.   Kata Kunci: kemampuan menulis, teks biografi, model pembelajaran think talk write.                  Kemampuan menulis adalah kemampuan yang bersifat aktif dan produktif di dalam menghasilkan tulisan yang diperoleh melalui proses pembelajaran dan latihan secara terus-menerus Pada penelitian ini difokuskan kepada kemampuan menulis teks biografi. Teks biografi merupakan suatu karya tulis yang mengisahkan seorang tokoh, peristiwa dan masalah yang dialami tokoh, yang ditulis oleh orang lain. Melalui kegiatan menulis teks biografi, siswa dapat mendokumentasikan suatu kisah hidup seorang tokoh dalam bentuk tulisan, dan hasil tulisan dapat memberikan suatu informasi kepada pembaca mengenai perjalanan hidup seseorang. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yaitu model pembelajaran yang dirancang untuk mendorong siswa dalam berpikir untuk memecahkan masalah secara berkelompok dan berdiskusi kemudian menuliskan hasil diskusi ke dalam bentuk tulisan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis teks biografi menggunakan model pembelajaran think talk write pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang dari dua aspek, yakni aspek ciri struktur dan aspek ciri kebahasaan teks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan desktiptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang tahun dan sampel yang dipilih adalah siswa kelas VIII-B, VIII-F, dan VIII-I SMP Negeri 15 Malang tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah 75 siswa. Sumber data merupakan hasil karya siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik, yaitu (1) tes uraian dan (2) rubrik penilaian. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yakni (1) persiapan, (2) pengkodean, (3) penilaian.               Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan terhadap kemampuan menulis teks biografi menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang, (1) kemampuan siswa menulis teks biografi dilihat dari aspek ciri struktur sebanyak 46 siswa dari 75 berhasil menulis struktur teks biografi, (2) kemampuan siswa menulis teks biografi dilihat dari aspek ciri kebahasaan sebanyak 44 siswa dari 75 siswa belum berhasil menulis ciri kebahasaan teks biografi. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berlaku di SMP Negeri 15 Malang yaitu 70. Jika dilihat dari jumlah siswa tersebut, lebih dominan siswa yang mampu menulis teks biografi dilihat dari aspek ciri struktur teks, dan ciri kebahasaan teks. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang mampu menulis teks biografi. Saran penelitian diajukan kepada tiga pihak, yakni (1) guru, (2) siswa, dan (3) peneliti lain.   ABSTRACT   Lesmana, Rina. 2017. The Ability of Writing Biography Text by Using Think Talk Write (TTW) Method on VIII Grade of Junior High School 15 Malang. Thesis. Departmen of Indonesian and Literature, Indonesia, Faculty of Literature, State University of Malang. Advisor: Dr. Nita Widiati, M.Pd.   Keywords: writing skill, biography text, think talk write method.   The ability of writing is an active and productive ability in producing writing obtained through continuous learning and training. In this study focused on the ability to write biography texts. The text of a biography is a paper that tells of a character, event and problem experienced by a character, written by someone else. Through the activities of writing biography texts, students can document a character's life story in the form of writing, and the results of writing can provide information to the reader about the journey of one's life. The learning method used is the Think Talk Write (TTW) learning model which is a learning model designed to encourage students in thinking to solve problems in groups and discuss and then write the results of the discussion into the form of writing. The purpose of this study is to describe the ability to write biographical text using the model of think talk write learning in the students of class VIII Grade of Junior Hight School 15 Malang from two aspects, namely aspects of structure and aspects of language linguistic features. The approach used in this research is quantitative descriptive approach. The population in this research is the students of class VIII Grade of Junior Hight School 15 Malang year and the selected sample is the students of class VIII-B, VIII-F, and VIII-I SMP Negeri 15 Malang academic year 2016/2017 with total 75 students. The data source is the work of the students. The sampling technique using simple random sampling. The data were collected through two techniques, namely (1) description test and (2) assessment rubric. Data analysis is done through three stages, namely (1) preparation, (2) coding, (3) assessment. Based on the findings of research and discussion on the ability to write biographical text using Think Talk Write (TTW) learning model in grade VIII students of Grade of Junior Hight School 15 Malang, (1) students' ability to write biographical text seen from structural features aspects as much as 46 students from 75 managed to write structure Biographical texts, (2) students' ability to write biographical texts viewed from aspects of language as much as 44 students from 75 students have not succeeded in writing the characteristic of biography text. Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM) applicable in Junior High School 15 Malang is 70. If seen from the number of students, more dominant students who are able to write biographical text seen from the aspects of the structure of text, and the characteristics of language text. Thus, it can be concluded that the students of grade VIII Grade of Junior Hight School 15 Malang are able to write biographical texts. The research suggestion is submitted to three parties, namely (1) teachers, (2) students, and (3) other researchers.  

    “Kemampuan Menulis Pola Dialog Adegan Drama Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tiris Probolinggo”

    No full text
    ABSTRAK   Irmawati, Wiwin. 2017. “Kemampuan Menulis Pola Dialog Adegan Drama Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tiris Probolinggo”. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Heri Suwignyo, M. Pd. Kata kunci: menulis, naskah drama. Menulis naskah drama adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam bentuk tulisan suatu rangkaian perucapan maupun percakapan (dialog), dengan mempertimbangkan tema, isi, alur cerita, maupun irama. Biasanya disertakan keterangan tentang karakter atau perwatakan tokoh, suasana, dan setting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks naskah drama melalui hasil tes tulis yang telah diberikan dengan memperhatikan beberapa aspek penulisan teks naskah drama. Aspek yang diteliti adalah aspek alur dan dialog. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tiris, Probolinggo semester genap tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 1 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 36 siswa. Data penelitian ini adalah skor yang menggambarkan kemampuan menulis naskah drama.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi. Instrumen penelitian berupa  selembar soal yang berisi tugas kepada siswa untuk menulis sebuah naskah drama berdasarkan pengalaman pribadi. Analisis data dilakukan berdasarkan model Arikunto yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data (Arikunto, 2006:235). Kegiatan pada tahap persiapan, yaitu (1) mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi dan (2) mengecek kelengkapan data, yaitu dengan memeriksa jumlah sumber data. Kegiatan pada tahap tabulasi yaitu memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Kegiatan pada tahap penerapan data yaitu mengolah data yang terkumpul dengan menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kurang mampu menulis teks naskah drama pada aspek alur. Dari segi alur hanya 3 siswa (12%)  yang mencapai kualifikasi sangat baik, sedangkan yang mencapai kualifikasi baik hanya 2 siswa (8%), kualifikasi kurang ada 15 siswa (60%), dan 5 siswa (25%) yang mencapai kualifikasi sangat kurang. Siswa juga kurang mampu menulis teks naskah drama pada aspek dialog. Dari segi dialog atau percakapan, hanya 3 siswa (12%) yang mencapai kualifikasi sangat baik, sedangkan ada 8 siswa (32%) yang mencapai kualifikasi baik, dan kualifikasi kurang dicapai oleh 12 siswa (48%), sedangkan 2 siswa (8%) mencapai kualifikasi sangat kurang. Secara keseluruhan dari dua aspek yang diteliti dalam menulis teks naskah drama, belum ada aspek yang mampu mencapai KKM. Sebagian besar siswa belum mampu menulis teks naskah drama dengan baik karena masih terpaku dalam cerita atau realita kehidupan masing-masing. Secara garis besar, siswa hanya mampu menceritakan kembali kehidupan di sekitarnya dan objek-objek yang dirasa dekat dengan sekitarnya. Berdasarkan hasil simpulan, disarankan kepada pihak-pihak terkait dalam penelitian sebagai berikut. Pertama, guru disarankan dapat memperbaiki nilai siswa dengan cara melakukan kegiatan belajar mengajar yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga dapat menimbulkan minat belajar siswa dalam kegiatan menulis teks naskah drama. Guru juga disarankan mengetahui kelemahan siswa dalam pembelajaran agar dapat mengetahui aspek mana saja yang belum dipahami oleh siswa, serta dalam melakukan proses pembelajaran di kelas sebaiknya jangan terfokus pada satu topik dan guru juga harus memiliki berbagai macam referensi tentang topik-topik pembahasan tertentu. Dengan demikian siswa memiliki pemahaman yang kuat dan memiliki banyak cara untuk memberikan hasil pembelajaran yang baik dalam menulis teks naskah drama. Kedua, sekolah disarankan agar dapat menyediakan sarana dan prasarana siswa untuk unjuk karya, seperti diadakannya lomba kepenulisan teks naskah drama serta menambah buku bacaan tentang drama untuk dijadikan referensi siswa. Ketiga, peneliti selanjutnya, disarankan agar melakukan penelitian tentang kemampuan menulis teks naskah drama dengan menggunakan metode dan media yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naskah drama. Peneliti selanjutnya juga disarankan meneliti kemampuan yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda, sehingga diketahui lebih dalam tentang kemampuan siswa dalam menulis teks naskah drama dilihat dari berbagai aspek

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇