SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Penanda Kohesi Gramatikal dalam Geguritan Karya Guru Bahasa Jawa SMP Se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Pada wacana tulis agar hubungan antarbagian dalam teks tercapai maka peran penanda kohesi sangat diperlukan. Penanda kohesi tersebut dapat berupa kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Namun dalam penelitian ini hanya berfokus pada penanda kohesi gramatikal dalam geguritan karya guru SMP se-Kota Malang tahun 2012.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal berupa referensi, substitusi, dan konjungsi dalam geguritan karya guru bahasa Jawa SMP se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah geguritan karya guru Bahasa Jawa SMP se-Kota Malang tahun 2012. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks geguritan yang berupa larik dalam bait geguritan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Studi dokumen digunakan untuk memperoleh data awal mengetahui piranti wacana dalam geguritan karya guru, langkah-langkah yang digunakan dalam melakukan studi dokumen, (1) mengumpulkan data berupa geguritan karya guru (2) membaca serta mencermati geguritan karya guru. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis melalui tahapan reduksi, identifikasi, deskripsi, dan simpulan data. Teknik penarikan kesimpulan menggunakan teknik penarikan kesimpulan induktif. Berdasarkan hasil analisis data geguritan, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian. Pertama dalam aspek penggunaan referensi, dalam geguritan karya guru terlihat penggunaan referensi yakni berupa referensi personal dan referensi demonstratif. Tetapi penggunaan referensi persona lah yang paling mendominasi dalam geguritan guru. Dari segi makna, makna referensial yang paling banyak ditemukan pada aspek referensi pronomina persona. Kedua, dalam geguritan karya guru, guru juga menggunakan penanda gramtikal berupa substitusi. Jenis substitusi yang digunakan yakni substitusi nomina persona dan substitusi pronomina non persona. Dari kedua jenis substitusi ini mayoritas yang paling banyak ditemukan adalah substitusi pronomina persona. Substitusi ini dalam geguritan guru berfungsi untuk menggantikan nama orang bisa juga bukan nama orang. Pada aspek ini juga ditemukan banyak sekali jenis makna berupa makna referensial.  Ketiga, konjungsi yang paling banyak digunakan dan sering muncul pada geguritan yaitu konjungsi pertentangan. Penggunaan konjungsi ini sangat penting karena geguritan karya guru secara umum bila dicermati dari isinya, isinya memang mengandung pertentangan. Pada aspek konjungsi ini jenis makna yang paling banyak ditemukan yaitu makna leksikal dan gramatikal

    Bahasa Kias dan Amanat Puisi Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Kasiman

    No full text
    ABSTRAKSI Hamid, Muhammad Satrio. 2017. Bahasa Kias dan Amanat Puisi Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Kasiman. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.pd, M.Sn. Kata kunci: puisi remaja, bahasa kias, dan amanat.             Hal yang melatarbelakangi ditelitinya hasil tulisan puisi siswa  kelas XI IPA SMAN 1 Kasiman yaitu dampak dari perubahan kurikulum pendidikan yang sedikit menggeser ilmu tentang kesusastraan di sekolah. Dampak tersebut mengakibatkan kurangnya pembelajaran mengenai puisi yang menimbulkan kurangnya wawasan siswa tentang puisi. Melalui puisi, siswa dapat menuangkan hasil pemikirannya dengan menggunakan bahasa kias sebagai salah satu sarana yang mempermudah siswa untuk menulis puisi. Puisi, selain menggunakan bahasa kias sebagai karakteristiknya, puisi juga memiliki sebuah pesan atau amanat yang ingin disampaikan. Amanat atau pesan tersebut dapat disampaikan secara tersurat dan tersirat. Penggunaan bahasa kias juga mempengaruhi pesan yang akan disampaikan dalam sebuah puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa kias yang digunakan, pesan yang ingin disampaikan melalui puisi yang ditulis oleh siswa, dan hubungan penggunaan bahasa kias dengan amanat yang disampaikan. Masalah yang diteliti meliputi (1) bahasa kias yang digunakan siswa, (2) amanat yang ingin disampaikan melalui puisi karya siswa, (3) hubungan penggunaan bahasa kias dengan amanat yang disampaikan siswa.                Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Data penelitian yaitu puisi tulisan siswa. Data diperoleh dari responden, yaitu siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kasiman. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik dokumentasi dalam bentuk puisi siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) interpretasi data, (4) eksplanasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tringulasi peneliti. Tringulasi peneliti dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti lain yang dilihat dari kriteria yang sama yaitu bahasa kias dan amanat puisi.             Berdasarkan hasil analisis ditemukan kesimpulan terkait penggunaan bahasa kias dan amanat dalam puisi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kasiman. Pertama,  ditemukan bahasa kias pada puisi siswa yaitu bahasa kias personifikasi (penginsanan terhadap selain manusia), simile (penggunaan kata sebagai, bak, ibarat, dan bagaikan), dan metafora (perbandingan dalam bentuk singkat). Kedua, penyampaian pesan disampaikan siswa melalui dua cara, yakni tersurat dan tersirat. Penyampaian pesan secara tersurat dapat dilihat secara tekstual dari puisi siswa. Pesan yang disampaikan siswa yaitu tentang kematian yang disampaikan melalui rasa penyesalan, keikhlasan, kepercayaan, peristiwa, takdir, kesendirian, rasa duka, ketidaktahuan, kebimbangan, kebangkitan, pengaduan kepada Tuhan dan rasa putus asa kepada cinta. Penyampaian pesan secara tersirat dapat dilihat dari luar teks yang disajikan siswa melalui tulisan-tulisan di luar struktur puisi, bentuk simbol, dan gambar yang ditambahkan pada puisi siswa. Ketiga, hubungan penggunaan bahasa kias dengan amanat yang disampaikan siswa.                                                                       Berdasarkan temuan penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut. Pertama, kepada penulis puisi dan pembaca puisi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis puisi dan memaknai puisi yang berkaitan dengan bahasa kias dan amanat yang ingin disampaikan melalui puisi. Kedua, kepada tenaga pendidik, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran melalui puisi untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menalar, menulis, dan memaknai sebuah karya. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi penilaian tenaga pendidik dari keberanian siswa untuk menyampaikan pendapatnya melalui bahasa kias dan pesan yang disampaikan siswa melalui puisi. Ketiga, kepada peneliti lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan penelitian lebih lanjut dengan mengaitkan penggunaan bahasa kias dan amanat dengan psikologis dan latar belakang siswa

    Transformasi Sumpah Bisma dan Kunti dalam Kitab Puisi Arung Diri Karya Djoko Saryono

    No full text
    ABSTRAK Amanah, Siti. 2017. Transformasi Sumpah Bisma dan Kunti dalam Kitab Puisi Arung Diri Karya Djoko Saryono. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M.Hum.   Kata Kunci: intertekstual, transformasi, dan wayang. Wayang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Perujukan wayang dalam sastra Indonesia, menunjukan adanya tanggapan penyair terhadap wayang karena dalam teks puisi, penyair merupakan pembaca yang memberi tanggapan. Tanggapan itu berupa transformasi dari teks wayang ke teks sastra. Argument tentang transformasi suatu karya dapat dilihat atau dikaji dengan teori intertekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsiskan bentuk transformasi Sumpah Bisma dan Kunti dalam kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saroyono. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan intertekstual yang merujuk pada transformasi teks. Data penelitian ini berupa kutipan larik dan bait antologi kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saryono dan kutipan dari teks wayang. Sumber data penelitian ini berupa teks puisi Arung Cerita dalam kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saryono dan buku Ensiklopedia Wayang Indonesia. Sumber data dari antologi kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saryono pada tahun 2013, terdapat enam judul puisi. Sumber data dari buku Ensiklopedia Wayang Indonesia jilid 1, 2, & 3 pada tahun 1999. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian disimpulkan bahwa dalam kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saryono ditemukan data berupa tiga sumpah yang diucapkan Bisma dan tiga sumpah yang diucapkan Kunti, serta beberapa bentuk transformasi dalam modifikasi, ekserp, pararel, konversi, dan eksistensi. Hasil temuan data direpresentasikan oleh tokoh Bisma dan Kunti. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, dikemukakan saran sebagai berikut. Penelitian transformasi sumpah Bisma dan Kunti dalam kitab puisi Arung Diri karya Djoko Saryono yang masih terbatas pada aspek-aspek transformasi puisi yang direpresentasikan oleh tokoh wayang, dengan ruang lingkup yang masih sangat terbatas. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai inspirasi dan referensi penelitian lanjutan maupun penelitian lain yang sejalan tentang puisi, terutama perkembangan transformasi teks wayang

    KemampuanMenemukanKalimat Utama dan Kalimat PenjelasTeksSiswakelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Yuni Catur. 2017. Kemampuan Menemukan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Teks Siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.m. M. Pd.   Kata kunci: kalimat utama, kalimat penjelas, gagasan pokok, gagasan pendukung   Cerpen merupakan salah satu bentuk teks tulis. Cerpen tidak sekedar menjadi bahan bacaan di kalangan masyarakat, melainkan juga menjadi bahan pengajaran di lembaga sekolah. Sebuah cerpen memiliki unsur-unsur yang membentuknya. Terdapat unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Cerita pendek ditulis dalam bentuk-bentuk paragraf. Setiap paragraf, berisi gagasan pokok dan juga gagasan pendukung. Peletakkan gagasan pokok di setiap paragraf melahirkan jenis-jenis paragraf. Gagasan pokok merupakan ide pokok atau pikiran utama yang menjadi ide dasar terbentuknya suatu paragraf. Gagasan pendukung adalah ide yang mendukung gagasan pokok berupa kalimat-kalimat penjelas yang bersifat lebih khusus. Kemampuan menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung merupakan ketrampilan dalam menemukan ide yang mendasari beserta ide-ide pendukung yang membentuk suatu paragraf. Ketrampilan ini dapat ditempuh dengan mengikuti tahapan-tahapan dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV dalam menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas. Hal ini dilakukan, karena perkembangan kurikulum menuntut siswa untuk mencapai salah satu kompetensi, yaitu mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, dan visual. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar penelitian-penelitian selanjutnya, khususnya pada pengajaran gagasan pokok dan gagasan pendukung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk skor yang merupakan hasil kemampuan siswa menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas. Penelitian ini menggunakan populasi dan sampel siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang sebanyak 39 siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada 11 November 2017 selama 90 menit atau 2 jam pelajaran. Pada penelitian ini digunakan tes tulis untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Tes yang diberikan berbentuk teks yang diklasifikasikan berdasar jenis paragraf. Hasil penelitian ini diperoleh dari teks cerita pendek yang memiliki paragraf berbeda. Pada tes pertama, diberikan teks paragraf deduktif. Pada tes kedua, diberikan teks paragraf induktif. Pada tes ketiga, diberikan teks paragraf campuran. Skor 4 merupakan skor tertinggi dengan begitu siswa dapat masuk dalam kategori sangat mampu. Skor 3 termasuk dalam kategori mampu. Skor 2 termasuk dalam kategori cukup mampu. Skor 1 termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf deduktif memperoleh hasil sebanyak 16 siswa atau 41,03% siswa termasuk dalam kategori sangat mampu; sebanyak 2 siswa atau 5,13% siswa termasuk dalam kategori mampu; sebanyak 7 siswa atau 17,95% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu; dan sebanyak 14 siswa atau 35,89% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf induktif memperoleh hasil sebanyak 39 siswa atau 100% siswa tergolong dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf campuran memperoleh hasil sebanyak 17 siswa atau 43,59% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu; dan sebanyak 22 siswa atau 56,41% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf deduktif memperoleh hasil sebanyak 14 siswa atau 35,90% siswa termasuk dalam kategori mampu; sebanyak 15 siswa atau 38,46% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu; dan sebanyak 10 siswa atau 25,64% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf induktif memperoleh hasil sebanyak 22 siswa atau 56,41% siswa tergolong dalam kategori cukup mampu; dan sebanyak 17 siswa atau 43,59% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf campuran memperoleh hasil sebanyak 29 siswa atau 74,36% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu; dan sebanyak 10 siswa atau 25,64% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disarankan untuk memberikan latihan dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Selain itu, dibutuhkan pula pengetahuan mengenai paragraf, sehingga mempermudah siswa dalam menemukan gagasan pokok

    Nilai Trilogi Islam dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan

    No full text
    Kambing dan Hujan adalah novel karangan Mahfud Ikhwan yang mengambil latar belakang cerita perbedaan akidah antara Islam tradisional dengan Islam modern. Novel ini banyak mengandung nilai-nilai agama Islam, baik berupa keislaman, keimanan, maupun keihsanan. Fokus utama kajian ini adalah 1) wujud nilai keislaman dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, 2) wujud nilai keimanan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, serta 3) wujud nilai keihsanan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan.Kajian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan konsep trilogi Islam yang berisi nilai keislaman, nilai keimanan, dan nilai keihsanan. Data kajian ini yakni kutipan novel Kambing dan hujan karya Mahfud Ikhwan, baik berupa narasi, monolog, maupun dialog, yang mengandung nilai trilogi Islam. Pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan cara studi teks berdasarkan teori sosiologi sastra, dengan rincian yakni identifikasi data, klasifikasi data, serta kodifikasi. Analisis data dalam kajian ini dilakukan dengan pengklasifikasian data berdasarkan fokus kajian, pendeskripsian dan penginterpretasian data, serta penarikan kesimpulan, yang didasarkan pada kecukupan serta kesesuaian data dengan fokus kajian ini.Berdasarkan kajian yang dilakukan, teridentifikasi nilai trilogi Islam dalam novel Kambing dan Hujan. Nilai trilogi Islam pertama adalah wujud nilai keislaman. Nilai keislaman terdiri atas lima aspek, yakni syahadat, salat, zakat, puasa, serta haji. Wujud nilai keislaman yang terdapat dalam novel Kambing dan Hujan yakni mendirikan salat, membayar zakat, serta mengerjakan puasa. Nilai trilogi Islam kedua adalah wujud nilai keimanan. Iman secara ringkas diartikan sebagai percaya, yakni percaya kepada Tuhan, malaikat, kitab, Rasul, hari akhir, serta takdir. Percaya kepada keenam aspek tersebut merupakan indikator keimanan. Wujud nilai keimanan yang dapat diidentifikasi dalam novel Kambing dan Hujan yakni percaya pada Tuhan, percaya pada Kitab, percaya pada Rasul, serta percaya pada takdir. Nilai trilogi Islam ketiga adalah nilai keihsanan. Ihsan adalah berbuat baik di mana pun dan kapan pun dengan tulus dan ikhlas karena merasa diawasi oleh Tuhan. Indikator keihsanan ditentukan dengan kemunculan kata Ihsan dalam Al Quran, yang diikuti dengan sikap sedekah, sabar, jihad, takwa, dan adil. Oleh karena itu, kelima sikap tersebut dijadikan sebagai indikator keihsanan.

    Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman dengan Metode Direct Reading Thinking Activity (DRTA)

    No full text
    ABSTRAK Jazilah, Hanik Nuril. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman dengan Metode DRTA. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M. Pd, (II) Dr. Martutik, M. Pd.Kata kunci: bahan ajar, membaca pemahaman, Metode DRTA Pencapaian kompetensi keterampilan membaca pada umumnya belum maksimal, karena beberapa faktor penyebab, salah satunya adalah bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Bahan ajar yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar, diharapkan akan mampu meningkatkan daya keaktifan siswa dalam pembelajaran. Selain bahan ajar yang tepat digunakan dalam pembelajaran membaca, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar harus tepat. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dengan metode Direct Reading Thinking Activity (DRTA) dianggap cocok untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Metode DRTA memfokuskan kerterlibatan siswa dengan teks karena siswa harus membuat prediksi dan membuktikannya ketika membaca. Metode DRTA diarahkan untuk mencapai tujuan umum agar siswa mampu melibatkan proses berpikir ketika membaca sebab pembaca haruslah melibatkan pengalamannya ketika akan merekonstruksi ide-ide pengarang. Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar membaca pemahaman yang kemudian dikemas dalam bentuk sebuah buku pelajaran. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar membaca pemahaman menggunakan metode DRTA untuk siswa SMP  yang layak dari segi isi (materi), bahasa, dan tampilannya sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur penelitian yang digunakan diadaptasi dari langkah-langkah penelitian pengembangan yang diungkapkan oleh Borg dan Gall. Langkah-langkah tersebut antara lain (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk awal, (4) uji coba dan penyempurnaan produk awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba produk, (7) penyempurnaan produk, (8) uji coba pemakaian, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) pembuatan produk secara masal. Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data nominal. Data verbal berupa komentar dari validator, sedangkan data nominal berasal dari  angket uji coba. Validator uji produk penelitian ini ada tiga, yaitu dosen sebagai ahli bahan ajar, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa sebagai sasaran penggunaan produk. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Angket yang digunakan adalah angket uji kelayakan bahan ajar. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui apakah bahan ajar yang dikembangkan sudah layak atau belum. Angket diisi oleh salah satu dosen UM sebagai ahli bahan ajar, guru Bahasa Indonesia sebagai ahli praktisi, dan 10 siswa SMPN 1 Babadan sebagai pengguna bahan ajar.Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar yang berbentuk buku cetak. Bahan ajar ini terdiri atas tiga jenis teks dalam satu genre yang terbagi dalam tiga unit, unit pertama membahas tentang teks cerita pendek, unit kedua membahas tentng teks fabel, unit kedua membahas tentang teks novel, latihan soal, dan refleksi. Unit pertama mengembangkan bahan ajar membaca teks cerpen dan latihan memahami teks cerpen dengan metode DRTA. Unit kedua mengembangkan bahan ajar membaca teks fabel dan latihan memahami teks fabel. Unit ketiga mengembangkan bahan ajar membaca teks novel, tetapi dalam bahan ajar ini cuplikan dari novel yang dikembangkan. Latihan soal dalam buku ini disajikan untuk menguji kemampuan siswa. Refleksi disajikan untuk mereviu apa saja yang sudah dipelajari dalam buku kumpulan bahan latihan tersebut. Berdasarkan uji yang telah dilakukan, aspek kelayakan materi bahan ajar diperoleh persentase sebesar 76.39% yang didapatkan dari uji ahli 70.83 % dari uji praktisi 83.33%  dan uji siswa 75%. Aspek kelayakan kebahasaan bahan ajar diperoleh persentase sebesar 69.67% yang didapatkan dari uji ahli 66.67%, dari uji praktisi 70.81%,  dan uji siswa 71.5%. Aspek kelayakan tampilan bahan ajar diperoleh persentase sebesar 77.11% yang didapatkan dari uji ahli 75%, dari uji praktisi 83.3%,  dan uji siswa 73%. Hampir setiap kriteria tidak ada yang di bawah 66% sehingga bahan ajar tergolong layak untuk diimplementasikan. Penilaian materi bahan ajar selain berupa skor nilai, juga berupa data verbal tertulis. Data verbal tersebut diperoleh dari hasil komentar dan saran yang diberikan oleh ahli bahan ajar, guru dan siswa. Data tersebut antara lain, untuk memfokuskan genre bacaan, memperhatikan kesalahan penulisan, menuliskan sumber bacaaan dan gambar secara jelas.Bahan ajar yang layak diimplementasikan tersebut dapat disebarluaskan melalui forum guru mata pelajaran, jurnal pendidikan, dan diterbitkan oleh penerbit. Hal tersebut dikarenakan agar bahan ajar tersebut dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. 

    Piranti Kohesi dalam Teks Berita Radar Malang

    No full text
    Piranti kohesi merupakan salah satu bagian dari wacana yang ditandai dengan penggunaan unsur bahasa untuk menghubungkan bagian satu dengan bagian lain. Adanya piranti kohesi bertujuan memperoleh keserasian dalam suatu wacana dan menciptakan wacana yang koheren. Salah satu media informasi yang menggunakan piranti kohesi dalam penulisannya adalah surat kabar. Masyarakat banyak belajar atau mencontoh mengenai penulisan yang baik dan benar dari surat kabar, sebab mereka berpendapat bahwa surat kabar dalam penulisannya melalui proses edit yang dilakukan oleh tenaga berpendidikan dan mengerti mengenai kepenulisan yang benar. Berkaitan dengan hal tersebut penggunaan piranti kohesi hendaknya benar-benar menjadi perhatian bagi penulis atau pihak editor dari surat kabar, khususnya surat kabar Radar Malang yang banyak menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh informasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan piranti kohesi dalam teks berita Radar Malang berdasarkan fokus penelitian (1) wujud piranti kohesi dalam teks berita Radar Malang, dan (2) fungsi piranti kohesi dalam teks berita Radar Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi teks. Adapun prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan surat kabar Radar Malang sebagai sumber data. Analisis data yang kemudian dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data yang dilakukan melalui kegiatan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan hasil temuan yang disertai dengan alasan pengambilan data sesuai dengan teori yang digunakan. Selanjutnya, penarikan kesimpulan diperoleh melalui kegiatan menyimpulkan keseluruhan hasil analisis data yang telah dilakukan. Setelah ketiga proses tersebut telah dilaksanakan, maka proses selanjutnya adalah pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan dengan tiga teknik, yaitu (1) ketekunan pengamatan, (2) triangulasi, dan (3) pemerikasaan sejawat melalui diskusi.Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, dan pembahasan, diperoleh dua hasil penelitian. Pertama, dalam teks berita Radar Malang terdapat piranti kohesi gramatikal, yaitu (1) gramatikal referensi, (2) gramatikal subtitusi, dan (3) gramatikal konjungsi. Kedua, dalam teks berita Radar Malang terdapat piranti kohesi leksikal, yaitu (1) leksikal reiterasi, dan (2) leksikal kolokasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dikemukakan dua saran. Pertama, bagi pihak surat kabar disarankan lebih meningkatkan keragaman penggunaan piranti kohesi dalam teks berita. Sehingga, pembaca memperoleh pengetahuan berbagai macam piranti kohesi yang dapat digunakan. Kedua, peneliti selanjutnya sebaiknya tidak hanya melakukan penelitian mengenai piranti kohesi, tetapi juga mengenai koherensi. Sehingga, penelitian yang dilakukan akan lebih mendalam

    SIKAP DAN FUNGSI JIWA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LEYE BERDASARKAN PERSPEKTIF JUNG

    No full text
     Sari, Devi Nur Indah. 2017. Sikap dan Fungsi Jiwa Tokoh Utamadalam Novel Pulang Karya Tere Liye Berdasarkan Perspektif Jung. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata Kunci: sikap jiwa, fungsi jiwa, tokoh utama, novel PulangDalam suatu karya sastra, tokoh-tokoh lahir dari berbagai latar berdasarkan konflik tertentu yang telah ditentukan pengarang. Tokoh-tokoh tersebut mengalami permasalahan sehingga timbul aspek-aspek kejiwaan. Aspek kejiwaan tersebut membentuk kepribadian tertentu yang mempengaruhi perkembangan plot cerita secara keseluruhan. Dalam sistem kepribadian, seseorang dapat diketahui kepribadiannya antara lain melalui dimensi kesadaran. Kepribadian tokoh dalam karya sastra dapat diketahui dengan mengacu pada sistem kesadaran yang meliputi sikap dan fungsi jiwa. Sikap dan fungsi jiwa yang dominan dan tidak dominan pada tokoh akan menunjukkan kepribadian seorang tokoh dalam karya sastra. Salah satu karya sastra berbentuk novel yang memuat aspek kejiwaanadalahnovel Pulang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan (a) sikap jiwa tokoh utama dan (b) fungsi jiwa tokoh utama dalam novel Pulang karya Tere Liye berdasarkan perspektif Jung.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi karya yang mengacu pada teori psikoanalitik Jung. Data penelitian ini berupa unit-unit teks yang terdiri dari monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan sikap dan fungsi jiwa tokoh utama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik telaah teks. Instrumen yang digunakan penelitian ini berupa human instrumen, yaitu peneliti sendiri didukung dengan penggunaan tabel pengumpulan data. Data penelitian ini dianalisis melalui tahap pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Teknik validasi penelitian ini menggunakan tiga cara, yaitu perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sikap jiwatokoh utama dalam novel Pulang meliputi sikap jiwa ekstraversi dan sikap jiwa introversi. Sikap jiwa ekstraversi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu percaya diri, setia dan rela berkorban, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, senang berada di tengah banyak orang serta terbuka dengan hal-hal baru, banyak bicara, peduli dengan orang yang ada di dekatnya, dan mampu mengungkapkan perasaan. Ciri-ciri tersebut ditemukan pada tokoh utama, yaitu Bujang, Tauke Muda, Samad, dan Midah. Sikap jiwa introversi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu subjektif atau tidak peduli dengan orang lain dan komentar orang lain serta sangat pendiam dan cendurung banyak mengamati.Ciri-ciri sikap jiwa introversi hanya ditemukan pada tokoh utama Bujang.Kedua, fungsi jiwa tokoh utama dalam novel Pulangmeliputi fungsi jiwa pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi. Fungsi pikiran ditandai dengan ciri-ciri, yaitu berpikir secara logis dan menyimpulkan kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang diinderanya, serta mampu menyelesaikan masalah dan banyak bertanya agar mendapatkan suatu kebenaran. Fungsi pemikir tersebut ditemukan hanya pada tokoh utama Bujang. Fungsi perasaan ditandai dengan ciri-ciri, yaitu adanya perasaan takut/cemas, sedih, senang/tidak senang, dan sentimental. Fungsi perasa ditemukan pada tokoh utama Bujang, Tauke Muda, Samad, dan Midah. Fungsi pengindraan ditandai dengan ciri-ciri, yaitu pengamat yang baik dan melibatkan alat inderanya dengan baik untuk menghasilkan fakta-fakta konkret, suka mencoba, cepat tanggap, suka meniru, sabar dengan rutinitas, dan dapat merespon rangsangan dalam tubuhnya sendiri, dan penuh kesadaran tinggi dalam menyikapi permasalahan dan solusinya. Fungsi jiwa pengindraan ditemukan pada tokoh Bujang dan Tauke Muda. Fungsi intuisi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu secara tidak sadar Bujang memperoleh kebenaran yang tidak dapat dijelaskan secara konkret (insting) dan melihat segala sesuatu dengan berbagai kemungkinan serta berpikir tentang masa depan. Fungsi intuisi ditemukan pada tokoh Bujang dan Tauke Muda. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, saran penelitian ini ditujukan untuk peneliti selanjutnya dan pembaca hasil penelitian ini. Bagi peneliti selanjutnya, pertama, disarankan agar dapat melakukan penelitian serupa yang berkaitan dengan sistem kepribadian berdasarkan perspektif Jung, baik berupa dimensi kesadaran, ketidaksadaran, atau dua-duanya. Kedua, bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang menganalisis tentang tokoh-tokoh dalam karya sastra. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar membuat penelitian dengan objek novel Pulang karya Tere Liye menggunakan pendekatan teori psikologi sastra lain yang memungkinkan. Bagi pembaca, setelah membaca hasil penelitian ini, pembaca disarankan untuk mempelajari tentang sikap dan fungsi jiwa agar pembaca lebih mampu memahami ciri-ciri kepribadian seseorang dan memilah sikap, perilaku, maupun sifat positif sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan, khususnya dalam kehidupan sosial

    Karaketeristik Struktur dan Isi Teks Biografi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Watsiqoh, Silmi. 2017. Karakteristik Struktur dan Isi Teks Biografi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurursan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M. Si.  Kata Kunci: Teks Biografi, Struktur, dan Pengembangan Isi.  Teks biografi merupakan teks yang menceritakan tentang kisah hidup seseorang beserta pengalaman-pengalaman hidup yang dialaminya yang ditulis oleh orang lain. Dalam kurikulum 2013 teks biografi diajarkan pada siswa kelas VIII pada jenjang SMP. Dalam pembelajaran bebrbasis teks siswa diharapkan mampu menulis teks yang diajarkan sesuai dengan struktur yang ada dalam teks tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karangan biografi karya siswa kelas VIII SMPN 21 Malang  dari segi kelengkapan struktur dan pengembangan isinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan studi dokumen. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dengan bantuan instrumen tabel pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks biografi karya siswa yang diminta pada guru pengampuh pelajaran. Sedangkan data dalam penelitian ini adalah data verbal berupa paparan teks biografi tersebut. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga tahap yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terdapat beberapa temuan. Berdasarkan struktur isi teks, terdapat 3 temuan yakni teks biografi yang ditulis dengan 3 struktur, teks biografi yang ditulis dengan 2 struktur,  dan  teks biografi yang ditulis dengan 1 struktur. Berdasarkan pola pengembangan isi dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan struktur. Terdapat 9 pola pengembangan yang digunakan dalam mengemabangkan bagian orientasi, yakni pengembangan berdasarkan nama-ciri fisik-sosok, pengembangan berdasarkan nama-informasi kerluraga, pengembangan berdasarkan nama-tempat dan tanggal lahir-informasi keluarga-sosok-riwayat pendidikan, pengembangan berdasarkan nama-tempat dan tanggal lahit-informasi keluarga-masa kecil, nama-tempat dan tanggal lahir, pengembangan berdasarkan informasi keluarga-riwayat pendidikan-masa kecil, pengembangan berdasarkan nama-tempat dan tanggal lahir-riwayat pendidikan-sosok, pengembangan berdasarkan nama-tempat dan tanggal lahir-informasi keluarga-sosok, pengembangan berdasarkan nama-informasikeluarga- tempat dan tanggal lahir, pengembangan berdasarkan nama-informasi keluarga-sosok. Pola pengembangan isi yang ditemukan pada bagian rangkaian peristiwa terdapat 4 pola pengembangan, yakni pengembangan berdasarkan waktu, pengembangan berdasarkan berdasarkan kehidupan pribadi, pengembangan berdasarkan berdasarkan prestasi dan pengembangan berdasarkan berdasarkan pandangan hidup tokoh. Pola pengembangan isi pada bagian reorientasi terdapat 2 pola, yakni pengembangan berdasarkan pandangan penulis danpengembangan berdasarkan harapan penulis Pola pengembangan paragraf yang digunakan siswa dalam mengembangkan paragraf dalam teks biografinya. Pada bagian orientasi ditemukan siswa hanya menggunakan dua variasi pola yakni pola pengembangan umum-khusus dan pola pengembangan campuran. Pada bagian rangkaian peristiwa siswa menggunakan pola pengembangan contoh-contoh, pengembangan sebab-akibat/akibat-sebab, pengembangan urutan waktu, pola pengembangan perbandingan, dan pengembangan dengan teknik campuran. Sedangkan pada bagian reorientasi siswa menggunakan pola pengembangan sebab-akibat/akibat-sebab, umum-khusus, dan perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga saran dalam penelitian ini. Saran pertama adalah saran bagi guru mata pelajaran yaitu diharapkan guru dapat memberikan lebih banyak variasi teks biografi ketika mengajarkan teks biografi kepada siswa agar memberikan lebih banyak wawasan kepada siswa dan memudahkan siswa dalam menyusun teks biografi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan peneliti melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai teks biografi dan melakukan jenis penelitian yang berbeda

    ANALISIS ISI DAN PENYAJIAN MATERI BUKU SISWA KELAS VII MAPEL BAHASA INDONESIA TERBITAN KEMENTRIAN, PENDIDIKAN, DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013  kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah  uraian materi dan dan  latihan-latihan/instruksi penugasan yang ada di dalam buku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatkompetensi dasar aspek pengetahuan  yang tidak dikembangkan yaitu KD 3.2. Cakupan materi untuk mencapai komptensi dasar dilakukan dengan instruksi penugasan.Berdasarkan temuan  penelitian cakupan materi untuk mencapai kompetensi dasar belum  dikembangkan secara menyeluruh, terutama KD 3.2, KD 3.3, KD 4.3, dan KD 4.4 Ururtan penyajian materi yang dilakukan sesuai dengan strategi membedah teks yaitu membangun konteks, pemodelan teks, pemecahan masalah secara mandiri, dan pemecahan masalah secara berkelompo

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇