SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Ketersediaan dan Pemanfaatan Koleksi Nonpelajaran untuk Mendukung Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK     Choirunnisa, Hikma. 2017. Ketersediaan dan Pemanfaatan Koleksi Nonpelajaran untuk Mendukung Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd., (II) Setiawan, S.Sos., M.IP. Kata kunci: koleksi nonpelajaran, perpustakaan sekolah, gerakan literasi sekolah. MTs Muhammadiyah 1 Malang merupakan salah satu sekolah swasta yang menerapkan pendidikan budi pekerti melalui berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan pembiasaan baik kepada siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah. Peneliti ingin mengetahui sejauh mana Gerakan Literasi Sekolah mampu diterapkan di MTs Muhammadiyah 1 Malang meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan yang muncul sehingga pelaksanaannya tidak berjalan dengan begitu baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a) ketersediaan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang, (b) pola pemanfaatan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang, (3) kendala ketersediaan dan pemanfaatan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang. Penelitian ini menggunakan strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methode) terutama strategi eksploratoris sekuensial. Dalam penelitian ini tahap pertama mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif dalam menjawab rumusan masalah pertama dan ketiga. Kemudian tahap kedua, mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dalam hal ini untuk menjawab rumusan masalah kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, ketersediaan koleksi nonpelajaran di MTs Muhammadiyah 1 Malang berjumlah 63 koleksi nonpelajaran dan dapat dikatakan sangat kurang. Sebab jumlah koleksi nonpelajaran yang ada tidak sebanding dengan jumlah pemustaka. Kedua, pola pemanfaatan koleksi nonpelajaran dari hasil perlakuan terhadap dokumen menunjukkan sebagian responden membaca di tempat sebab beberapa koleksi tidak dapat dibawa pulang dan memilih memanfaatkan koleksi dengan cara meminjam untuk mengerjakan tugas sekolah. Sebagian memilih koleksi fiksi berupa cerita misteri/detektif. Sebagian besar responden memilih koleksi nonfiksi berupa cerita kehidupan sehari-hari.  Dari hasil frekuensi sebagian besar responden menggunakan koleksi ≤30 menit dalam sehari, perlu waktu selama 3 hari untuk membaca satu buku, memanfaatkan koleksi 1-2 kali perminggu dan melakukan penelusuran informasi buku melalui judul. Ketiga, kendala ketersediaan dan pemanfaatan koleksi nonpelajaran yang dialami oleh perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang terkait dengan minimnya anggaran yang dimiliki oleh perpustakaan, letak perpustakaan yang kurang strategis dan terkait pula dengan sistem peminjaman koleksi nonpelajaran. Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan, maka saran atau rekomendasi yang diajukan adalah sebagai berikut. Pertama, pengelola perpustakaan sekolah dalam hal ini adalah pustakawan perlu bergerak cepat dalam pengadaan buku-buku yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bermuatan budi pekerti seperti koleksi fiksi maupun nonfiksi berdasarkan kebutuhan pemustaka. Kedua, pustakawan hendaknya ikut proaktif dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan pihak MTs Muhammadiyah 1 Malang. Ketiga, kepala madrasah hendaknya lebih memperhatikan keberadaan perpustakaan sekolah baik dari letak perpustakaan, sarana prasarana, dan terutama dalam mengembangkan penyediaan koleksi nonpelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai sarana untuk menunjang tercapainya Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah yang baik

    Nilai Budaya dalam Mantra Bercocok Tanam Padi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah: Kajian Fungsi Sastra

    No full text
    Mantra bercocok tanam padi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih digunakan sampai saat ini ketika masyarakat melaksanakan semua proses pertanian padi. Mantra tersebut mengandung nilai-nilai yang dianggap ideal dalam kebudayaan masyarakat pemiliknya. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian terhadap nilai budaya dalam mantra tersebut.Penelitian ini fokus mengkaji nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, atau kalimat dari transkripsi mantra bercocok tanam padi yang mengandung nilai budaya. Data tersebut dianalisis mulai dari tahap penelaahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi yang terlihat melalui empat pola hubungan manusia. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri berupa kerja keras, sabar, tanggung jawab, tidak serakah, menjaga kebaikan diri, dan hemat. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan berupa berserah diri kepada Tuhan, meminta perlindungan dan pertolongan kepada Tuhan, memercayai kebaikan dan keburukan berasal dari Tuhan, meminta restu kepada Tuhan, memercayai hidup dan mati ada pada kuasa Tuhan, dan memercayai adanya hukuman dari Tuhan. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam berupa percaya adanya makhluk gaib di alam semesta, saling menghormati dan saling menjaga antarsesama makhluk hidup, tidak menyakiti makhluk hidup di alam, serta menghargai keberagaman di alam. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain berupa tidak mengambil milik orang lain. Nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi tersebut berfungsi melandasi, memandu, mengarahkan, menjaga, serta memberi petunjuk kepada manusia dalam berucap, bertindak, dan berperilaku. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan saran kepada beberapa pihak yang dipandang relevan. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan fokus yang lebih mendalam, yakni pada aspek implementasi mantra dengan mengkaji mantra dari konteks yang lebih praktis.  Kepada lembaga penelitian disarankan untuk mendokumentasikan mantra dengan merekam kemudian mentranskripsi mantra supaya sastra lisan di Indonesia tidak punah. Kepada masyarakat Indonesia disarankan untuk tetap menjaga dan melestarikan sastra lisan, khususnya mantra, dengan terus menggunakan mantra pada kegiatan tertentu dan mewariskan mantra kepada generasi selanjutnya sehingga mantra tersebut akan tetap hidup dan berkembang

    Kemampuan Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semanding TubanTahunPelajaran 2016/2017.

    No full text
    ABSTRAK Aulia, Sela Wildaan. 2017. Kemampuan Menulis Naskah  Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semanding TubanTahunPelajaran 2016/2017. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Roekhan M,Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, naskah dramaMenulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide ditemukan dalam  Kompetensi Dasar8.1KTSP. Naskah drama adalah karya sastra yang berisi cerita atau lakon yang ditulis dalam bentuk dialog berisikan konflik kehidupan manusia. Penelitian  ini bertujuan mengungkap kemampuan siswa dalam menulis naskah drama. Lima  aspek yang diteliti adalah aspek tema, penokohan, latar, alur, dan dialog.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semanding dengan populasi berjumlah 125 siswa. Penentuan  sampel dilakukan  dengan cara mengambil 20%-25% sehingga sampel yang digunakan berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Random Sampling. Cara tersebut dilakukan karena anggota populasi  homogen. Instrumen penelitian berupa perintah penugasan menulis naskah drama dalam satu  babak. Analisis data dilakukan berdasarkan model Arikunto yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data (Arikunto, 2006:235). Kegiatan pada tahap persiapan yaitu (1) mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi dan (2) mengecek kelengkapan data dengan memeriksa jumlah sumber data. Kegiatan pada tahap tabulasi adalah memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Kegiatan pada tahap penerapan data adalah mengolah data yang terkumpul dengan menggunakan rumus perhitungan skor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menulis naskah drama pada aspek tema. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 37,5 % (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek penokohan. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 12% (50 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa mampu menulis naskah drama pada aspek latar. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 50% (12 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 25% (6 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat kurang sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek alur. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 33,3% (8 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa).Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek dialog. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 41,6% (10 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memilki kualifikasi sangat rendah sebesar  20,8% (5 siswa).Secara keseluruhan dari lima aspek yang diteliti dalam kemampuan menulis naskah drama terdapat dua aspek yakni  aspek tema dan latar yang mampu mencapai KKM. Aspek tema dan latar mencapai skor rata-rata tertinggi 75. Aspek alur mencapai skor rata-rata terendah 45,8. Secara keseluruhan rata-rata kemampuan menulis naskah drama siswa adalah 65,6. SMPN 2 Semanding Tuban menerapkan kriterian ketuntasan minimal adalah 75. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahawa kemampuan menulis naskah drama siswa kelas VIII SMPN 2 Semanding Tuban Tahun Pelajran 2016/2017 tergolong kurang mampu, karena jumlah siswa yang mendapat kualifikasi kemampuan sangat mampu, mampu, cukup, dan kurang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dalam penelitian ini ditemukan masalah umum yang berkaitan dengan pembelajaran menulis naskah drama yaitu siswa belum mampu keluar dari cerita realitas kehidupannya. Secara umum siswa hanya menceritakan kembali kehidupannya bersama kelompok objek di sekitarnya.Berdasarkan hasil simpulan, disarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, guru disarankan agar menerapkan metode, media, bahan ajar  yang dapat menimbulkan minat siswa dalam menulis naskah drama dan dibutuhkan keikutsertaan guru untuk mengajak siswa  berlatih menulis naskah drama. Kedua, sekolah disarankan agar menyediakan sarana unjuk karya siswa dan menyediakan buku sastra, terutama naskah drama di perpustakaan sekolah. Ketiga, peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian tentang kemampuan menilis naskah drama siswa dengan menggunakan metode dan media yang mampu meningkatkan kemampusan siswa dalam menulis naskah drama dalam berbagai aspek.Aulia, Sela Wildaan. 2017. “Drama Script Writing Ability Class VIII students ofSMP Negeri 2 Semanding Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017”. Thesis,Majoring inIndonesia Language, Literature and Regional,Indonesian Literature Department, Faculty of Letters, State University ofMalang. Adviser Dr. Roekhan M, Pd. Kata Kunci: write skill, drama scriptCreative writing one-act plays by paying attention to originality is found in the Basic Competence 8.1 KTSP. The play is a literary work which contains a story or a play that was written in dialogue form containing conflict of human life. This study aims to reveal the students' abilities to write a play. Five aspects studied is the aspect of the theme, character, setting, plot, and dialogue.The research design used in this research is quantitative descriptive. This research was conducted in SMP Negeri 2 Semanding with a population of 125 students. Sampling was done by taking 20% ​​-25%, so that the samples used were 25 students. The sampling technique used is the technique of random sampling. The way it is done for members of a homogeneous population. The research instrument in the form of orders for deployment write a play in one act. Data analysis was performed based on the model Arikunto which includes three steps: (1) preparation, (2) tabulation, and (3) the application of the data (Arikunto, 2006: 235). The activities at the preparation stage, namely (1) check the completeness of the name and identity of filler and (2) checking the completeness of the data by examining the number of data sources. Activities in the tabulation stage is to give a score (scoring) of the items that need to be scored. Activity at the stage of application of the data is processing data collected using score calculation formula.The results showed that the students were able to write a play on aspects of the theme. Students who have qualified are very capable of 37.5% (9 students). Students who have qualified capable of 37.5% (9 students). Students who have a sufficient qualification by 16.6% (4 students). Students who have qualified very low at 8.3% (2 students). Students are not able to write a play on the aspects of the character. Students who have qualified are very capable of 20.8% (5 students). Students who have qualified capable of 12% (50 students). Students who have low qualifications of 12.5% ​​(3 students). Students who have qualified very low at 16.6% (4 students). Students are able to write a play in the background aspects. Students who have qualified are very capable of 50% (12 students). Students who have qualified capable of 25% (6 students). Students who have a sufficient qualification by 16.6% (4 students). Students who have qualified very less by 8.3% (2 students). Students are not able to write a play on the aspects of the flow. Students who have qualified are very capable of 12.5% ​​(3 students). Students who have qualified capable of 33.3% (8 students). Students who have low qualifications by 37.5% (9 students). Students who have qualified very low at 16.6% (4 students). Students are not able to write a play on the aspects of the dialogue. Students who have qualified are very capable of 20.8% (5 students). Students who have qualified capable of 41.6% (10 students). Students who have low qualifications by 16.6% (4 students). Students who have qualified very low at 20.8% (5 students).Overall the five aspects studied in the ability to write a play, there are two aspects of the aspects of the theme and background are able to reach the KKM. Aspects of background themes and achieve the highest average score of 75. Aspects of the groove achieve the lowest average score of 65.6. Overall average ability playwriting students is 41.6. SMPN 2 Semanding Tuban apply minimum completeness kriterian is 75. From these data we can conclude THAT ability playwriting class VIII SMPN 2 Semanding Tuban Pelajran Year 2016/2017 classified as less able, because the number of students who are very capable of qualifying capability, capable, reasonably and less yet achieve mastery in learning. In the present study found a common problem associated with learning playwriting that students have not been able to get out of the reality of his life story. In general, students were only recounting life with groups of objects in the vicinity. Conclusions based on the results, it is suggested to the parties involved in this study as follows. First, teachers are advised to apply the methods, media, materials that can cause students' interest in playwriting and required the participation of teachers to encourage students to practice writing plays. Second, it is suggested that schools provide a means of demonstration by the students and provide books of literature, especially plays in the school library. Thirdly, the researchers further recommended that conducts research on the ability menilis playwright students with methods and media that can improve student kemampusan in playwriting in various aspects

    Pengembangan Buku Penunjang mengenal, mengingat dan Memahami Aksara Jawa Berbasis Untuk Anak SD Kelas III

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Jawa dianggap pembelajaran yang penting di sekolah. Pentingnya pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah juga diperkuat dengan anggapan Bahasa Jawa adalah lambang kebanggaan dan jati diri daerah, alat pergaulan dalam keluarga dan masyarakat, sarana pengungkap dan budaya Jawa, sebagai pendukung pembangunan lokal dan nasional, pendukung proses pembelajaran di SD, pemerkaya perbendaharaan bahasa Indonesia dan lain-lain. Namun, Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah tidak didukung dengan media pembelajaran yang mewadahi. Hal ini juga terjadi pada pembelajaran Aksara Jawa. Pembelajaran Aksara Jawa tidak didukung dengan ketercukupinya media, jika pun ada, media hanya berupa poster tradisonal. Karena hal tersebut, tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran buku penunjang memahami Aksara Jawa berbasis buku cerita bergambar untuk siswa SD kelas III, sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa dalam belajar aksara Jawa.Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan menerapkan model five-D yang dikembangkan oleh Pranata (2009). Metode pengembangan five-D diawali dengan define, data, design, develop dan disseminate. Pada tahap define adalah menemukan masalah, menganalisis dan menentukan tujuan. Tahap data adalah mengumpulkan data yang terjadi di lapangan dan data teoritis. Design adalah tahap merancang produk yang diawali dengan pembuatan prototype dan membuat angket penilaian validasi. Tahap develop yakni melakukan penilaian terhadap produk yang diujicobakan pada ahli media, ahli materi dan kelompok kecil. Terakhir disseminate yakni menyebarluaskan produk yang telah valid. Subjek uji coba produk pengembangan adalah satu orang ahli media dan satu orang ahli materi di bidang aksara Jawa dan kelompok kecil merupakan sepuluh anak kelas III SD. Instrumen dalam penelitian pengembangan ini menggunakan kuesioner dengan penilaian skala linkert.Hasil penelitian pengembangan ini berupa buku penunjang yang berukuran 21x21 cm, memiliki tampilan full colour dengan berbagai gambar animasi dan memuat cerita di dalamnya. Hasil uji coba produk dalam penelitian pengembangan ini berupa data kuantitatif deskriptif. Tingkat kevalidan dari ahli media sebesar 96.8%, sedangkan kevalidan dari ahli materi mencapai 96.7%, serta uji kevalidan dari uji coba kelompok kecil mencapai 95.54%. hasil ujicoba oleh ahli yang mencapai angka di atas masuk ke dalam kualifikasi sangat valid dan layak digunakan. Revisi yang disarankan oleh ahli media dan ahli materi untuk buku penunjang ini adalah pada bagian judul buku, tampilan cover, tampilan background pada isi buku dan kepenulisan. Profil akhir produk ini di cetak pada art peper ukuran 21cm x 21cm dengan revisi bagian cover di cetak dengan kertas art peper 300 gram. Buku penunjang ini ditujukan untuk anak SD sebagai buku tambahan dalam pempelajari aksara Jawa yang memuat tips-tips mudah memahami dan menghafal aksara Jawa. Buku penunjang ini digunakan sebaga buku tambahan belajar anak SD untuk belajar aksara Jawa, oleh karena itu diperlukn produksi secara masal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Produk pengembangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi praktisi pendidikan atau pihak lain untuk mengembangkan buku serupa sebagai wujud mempermudahkan anak-anak dalam mempelajari aksara Jawa. Perlunya penambahan lay out berupa gambar-gambar ilustrasi yang sesuai dengan umur pembaca agar pembaca lebih tertarik. Pengembangan media pembelajaran untuk mempelajari aksara Jawa tidak hanya melalui buku penunjang interaktif namun juga dapat menggunakan media elektronik maupun yang lain

    Karakteristik Gaya Penulisan Teks Cerita Pendek Pada Siswa kelas XI Madrasah Aliyah negeri Kota Blitar tahun Ajaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Tyas, Wanudyoning. 2017. Karakteristik Gaya Penulisan Teks Cerpen Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nita Widiati, Dr. M.Pd Kata Kunci : karakteristik, gaya penulisan, cerpenGaya penulisan cerpen pada siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar merupakan permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya penulisan yang dipakai siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar dalam menulis cerpen karena cara penulisan adalah cara pengungkapkan diri sendiri melalui bahasa. Penelitian ini memfokuskan pada tiga aspek yang meliputi: (1) karakteristik gaya penulisan judul cerpen, (2) karakteristik gaya penulisan struktur alur, dan (3) karakteristik gaya bahasa.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Untuk mendeskripsikan dan mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen karya siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun ajaran 2016/2017 yang telah dibuat antologi. Antologi cerpen tersebut tidak diterbitkan dan hanya dibuat untuk dokumentasi. Sedangkan data dari penelitian ini adalah kata-kata atau kalimat yang dikelompokkan dalam (1) gaya penulisan judul, (2) gaya penulisan struktur alur, dan (3) gaya bahasa cerpen.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa gaya penulisan judul cerpen yang yang paling banyak digunakna siswa Madrasah Aliyah negeri Kota Blitar adalalh gaya penulisan pencerminan topik sebanyak dua puluh enam judul, yang kedua adalah gaya penulisan judul yang memiliki arti luas sebanyak empat judul, terakhir adalah gaya penulisan judul dengan penggunaan frasa sebanyak dua judul. Temuan penelitian yang kedua adalah tentang gaya penulisan struktur alur dalam cerpen karangan siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun ajaran 2016/2017. Penulisan struktur alur cerpen yang paling banyak digunakan dalam karangan cerpen kelas XI adalah alur maju yang berjumlah tiga puluh cerpen. Alur lain yang ditemukan dalam cerpen karangan siswa adalah alur campuran yang berjumlah dua cerpen saja. Temuan penelitian yang yang terakhir adalah gaya bahasa yang digunakan siswa dalam mengarang cerpen diantaranya ada majas simile, metafora, personifikasi, ironi, sarkasme, dan hiperbola. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan beberapa saran yang berguna kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, yaitu untuk mempertahankan kreativitas dalam menulis cerpen agar cerpen yang dihasilkan tetap bersifat utuh dan menarik untuk dibaca.  Saran selanjutnya untuk guru pengajar bahasa Indonesia khusunya kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, sebaiknya dalam penyampaian materi, guru lebih memperbaiki cara penyampaian materi kepada siswa, agar siswa lebih memahami struktur cerpen dengan baik. Saran yang terakhir ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sejenis dengan subjek siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar, namun dengan jenis karya yang berbeda agar dapat mengetahui begaimana hasil karya siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar terutama dalam keterampilan menulis

    Problematika Menulis Siswa SD Kelas V SDN Kidal KAbupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Rubiah. 2016. Problematika Menulis Puisi Siswa SDN Kidal. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.Kemampuan menulis  puisi  merupakan  salah  satu  kemampuan  bersastra yang perlu dimiliki oleh seorang siswa. Memiliki kemampuan menulis  puisi tidak  semudah  yang  dibayangkan  orang. Keluhan  terhadap  kemampuan menulis  puisi banyak  terjadi  pada  siswa khususnya.  Kemampuan menulis  puisi  siswa masih  jauh  dari memadai. Berbagai aspek yang mempengaruhi kemampuan menulis puisi pada siswa antara lain kurangnya motivasi dalam belajar, siswa kurang mampu mengembangkan ide, kurangnya kosa kata yang dimiliki siswa dan siswa kurang mampu menulis puisi. Dalam  menulis  puisi,  siswa semestinya memperhatikan  unsur-unsur  yang  terdapat  di  dalam  puisi  agar puisi  yang ditulis  menjadi  lebih  indah.  Namun  jika  siswa  tidak  mampu menulis  puisi dengan memanfaatkan unsur-unsur puisi, hal tersebut mungkin karena adanya faktor-faktor yang membuat siswa merasa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif pemecahan menulis puisi untuk siswa.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif karena data yang dihasilkan berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal beserta alternatif pemecahannya. Sumber data utama dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal yang diperoleh melalui wawancara kepada siswa kelas V SDN Kidal. sumber data pendukung berupa deskripsi angket yang diberikan kepasa siswa. Sedangkan data penunjang dalam penelitian ini berupa deskripsi wawancara dengan guru. Serta dokumen yang digunakan sebagai alternatif pemecahan problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal. Data tersebut selanjutnya dianalisis, dideskripsikan, dan diambil kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal terbagi menjadi dua bagian, yaitu problematika pada tahapan menulis puisi dan faktor internal yang menjadi penyebab problematika menulis puisi. Problematika pada tahapan menulis puisi dibagi menjadi tujuh, yaitu pembebasan tema, pembatasan tema, kesulitan merangkai, kesulitan membahasakan ide baru, kesulitan menentukan judul, kesulitan menyesuaikan tema, dan kesulitan menentukan diksi. Faktor internal penyebab problematika menulis puisi oleh siswa adalah motivasi siswa yang kurang dalam menulis puisi serta wawasan siswa yang kurang terhadap manfaat menulis puisi. Dari problematika tersebut dijelaskan mengenai alternatif pemecahannya. Alternatif pemecahan yang bersumber dari guru. Guru menggunakan metode dan media yang menarik dan sesuai dengan pembelajaran.Problematika menulis puisi siswa dapat dilihat ketika pemberian tema. Dalam pemberian tema terdapat siswa yang kesulitan ketika mendapat tema yang bebas sebaliknya ada siswa yang merasa kesulitan saat mendapat tema yang ditentukan. Setelah kesulitan tersebut siswa dihadapkan pada kesulitan merangkai ide yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan. Siswa sulit membahasakan ide-ide baru. Setelah lepas dari merangkai siswa sulit menentukan judul dan diksi yang sesuai. Tidak berhenti pada problematika tersebut, saat puisi siswa utuh siswa takut akan ketidaksesuaian tema dengan puisi yang telah dibuat. Dalam hal ini guruberperan dalam memberikan batasan tema yang akan digunakan.Faktor internal penyebab problematika menulis puisi dapat diketahui melalui motivasi dan wawasan yang dimiliki dalam menulis puisi. Ketidaktertarikan siswa menjadi salah satu penyebab lemahnya motivasi siswa dalam menulis puisi. Sehingga minat yang kurang tersebut juga mempengaruhi kepuitisan puisi siswa. Siswa yang berminat cenderung dapat menulis bahasa yang indah dalam puisinya begitupun sebaliknya. Serta ketidaktahuan siswa tentang manfaat menulis puisi yang menjadikan siswa enggan untuk menulis puisi. Penyebab selanjutnya yaitu wawasan siswa mengenai menulis puisi. Wawasan siswa yang kurang terhadap menulis puisi menjadikan siswa mengalami kesulitan saat menuliskan puisi. Siswa perlu memperbanyak buku mengenai menulis puisi ataupun membaca beragam jenis puisi agar memiliki kosakata yang cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disusun kegunaan sebagai referensi bagi guru sebelum mengajarkan puisi. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai rujukan bagi penulis buku yang ingin menulis buku tentang problematika menulis puisi. Bagi peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini dengan masalah penelitian yang berbeda dan lebih mendalam lagi

    PENGEMBANGAN PROGRAM LITERASI AKADEMIK DI MA MA’ARIF NU BLITAR

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkanprogram pengembangan literasi akademik yang dikemas dalam buku panduan yang mempunyai kualitas(1) aspek deskripsi isi, (2) aspek tampilan, (3) aspek sistematika, dan (4) aspek penggunaan bahasa.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Desain penelitian ini diadaptasi dari model penelitian Borg and Gall. Skor ratarata yang diperoleh dari aspek isi yaitu 81.2%%. Skor rata-rata yang diperoleh dari aspek tampilan yaitu 80.5%. Skor rata-rata yang diperoleh dari aspek sistematika yaitu 85.5%. Skor rata-rata yang diperoleh dari aspek bahasa yaitu 84.9%.

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PADA SISWA KELAS X MIPA 5 SMAN 2 MALANG MELALUI MEDIA KARTU GAMBAR BERSERI

    No full text
    ABSTRAK Handayani, Wega Nur Fitri. 2017. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Negosiasi Pada Siswa Kelas X MIPA 5 SMAN 2 Malang Melalui Media Kartu Gambar Berseri. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs.PideksoAdi, M.Pd. Kata kunci: menulis, teks negosiasi, media, kartu gambar berseriMedia merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru dalam suatu proses pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan media yang efektif dan efisien dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media kartu gambar berseri. Media kartu gambar berseri merupakan gambar datar yang berisi lima buah kartu gambar yang jika diurutkan akan membentuk sebuah rangkaian cerita. Suatu gambar atau seri gambar dapat dijadikan bahan menyusun paragraf. Penggunaan media kartu gambar berseri dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil menulis teks negosiasi melalui media kartu gambar berseri pada siswa kelas X MIPA 5 SMAN 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan melalui dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 5 SMAN 2 Malang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini berguna untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran menulis teks negosiasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan tahapan penelitian, yakni pada tahap perencanaan menggunakan teknik wawancara. Pada tahap pelaksanaan menggunakan teknik tes. Pada tahap pengamatan mengunakan teknik observasi dan dokumentasi. Pada tahap refleksi menggunakan teknik wawancara dan angket. Analisis data pada dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif, sedangkan hasil belajar siswa dianalisis dengan cara mengumpulkan hasil menulis teks negosiasi melalui media kartu gambar berseri, mengoreksi, dan menentukan skor berdasarkan rubrik penilaian.Berdasarkan hasil analisis data tersebut diketahui bahwa penggunaan kartu gambar berseri ini dapat meningkatkan proses dan hasil menulis teks negosiasi siswa. Peningkatan tersebut dilihat dari peningkatan proses dan hasil menulis teks negosiasi melalui media kartu gambar berseri. Pada pratindakan, dari segi proses, siswa tampak kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pada segi hasil, masih terdapat 22 siswa yang nilai menulis teks negosiasinya di bawah KKM. Pada siklus I, dari segi peningkatan proses, siswa telah mampu menuliskan kerangka teks negosiasi sesuai dengan media kartu gambar berseri dengan baik. Selain itu, sikap siswa selama proses pembelajaran menulis teks negosiasi juga mengalami peningkatan. Aspek-aspek sikap siswa tersebut meliputi aspek keaktifan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan percaya diri. Dari segi hasil, sudah banyak siswa yang nilai menulis teks negosiasinya sudah mencapai KKM, yakni sebanyak 31 siswa. Sedangkan yang belum memenuhi KKM, sebanyak 3 siswa. Pada siklus II, dari segi peningkatan proses, siswa telah mampu menuliskan kerangka teks negosiasi sesuai dengan media kartu gambar berseri dengan lebih baik. Selain itu, sikap siswa selama proses pembelajaran menulis teks negosiasi juga mengalami peningkatan. Aspek-aspek sikap siswa tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Hampir seluruh siswa telah memberikan respon positif selama mengikuti pembelajaran. Respons siswa ini didapatkan dari angket yang berisi beberapa peryantaan terkait dengan pembelajaran menulis teks negosiasi melalui media kartu gambar berseri . Selama proses pembelajaran, siswa terlihat lebih antusias dan turut berpartisipasi aktif. Siswa juga sudah bias mengerjakan tugas secara mandiri dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Dari segi hasil, nilai menulis teks negosiasi semua siswa sudah mencapai KKM. Peningkatan hasil menulis teks negosiasi melaui media kartu gambar berseri dapat dilihat dari 6 aspek, yaitu (1) kemenarikan judul (KJD); (2) isi teks negosiasi (ITN), yang meliputi orientasi (OR), pengajuan (PGJ), penawaran (PNW), persetujuan (PST), dan penutup (PTP); (3) tokoh/partisipan (TK); (4) latar (LT); (5) alur (AL); dan (6) kemampuan menulis ejaan dan tanda baca (ETB). Pada siklus I, diketahui bahwa siswa yang masuk kedalam kategori baik sebanyak 27 siswa, 4 siswa berkategori cukup, dan 3 siswa berkategori kurang. Artinya, sebanyak 31 siswa sudah mencapai KKM dan sebanyak 3 siswa dinyatakan belum mencapai KKM. Pada siklus II, diketahui bahwa siswa yang masuk dalam kategori sangat baik sebanyak 14 siswa, 13 siswa berkategori baik, dan 1 siswa berkategori cukup. Nilai rata-rata kelas X MIPA 5 mengalami peningkatan. Pada pratindakan nilai rata-rata siswa yaitu 70,38. Kemudian, siklus I nilai rata-ratanya yaitu 83,27, sedangkan pada siklus II yaitu 87,19. Artinya, sebanyak 34 siswa sudah mencapai KKM

    Hubungan Kemampuan Memberi Tanggapan dalam Gerakan Literasi di Sekolah dengan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Bagi Siswa SMPN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK Hartani, Nur Okni. 2017. Hubungan Kemampuan Memberi Tanggapan dalam Gerakan Literasi di Sekolah dengan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Siswa SMPN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.     Kata Kunci: gerakan literasi sekolah, kemampuan menulis, dan teks ulasan.Kegiatan membaca dan menulis paling banyak dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut saling berkaitan karena dengan membiasakan membaca dapat memunculkan ide untuk suatu kreativitas salah satunya menulis. Dalam rangka mengembangkan warga yang literat di lingkungan sekolah, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa gerakan literasi di sekolah. Gerakan literasi di sekolah merupakan sebuah upaya yang menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat seperti memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, yakni membaca dan menulis dalam tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Jika ada tahap pembiasaan kemudian dilanjutkan pada tahap pengembangan, maka siswa akan terbiasa untuk membaca buku nonpelajaran kemudian berlatih memberi tanggapan melalui tulisan di jurnal harian. Hal ini akan membuat siswa mempunyai bekal yang lebih untuk menulis teks ulasan pada tahap pembelajaran dalam gerakan literasi di sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, kemampuan menulis teks ulasan, dan mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian korelasi. Sumber data diperoleh dari siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 6 SMP Negeri 5 Malang yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu tes tulis berupa esai untuk kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dan tes tulis berupa esai untuk kemampuan menulis teks ulasan. Data yang diperoleh ada dua, yaitu data memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dan data menulis teks ulasan berupa tes tulis yang diwujudkan dalam bentuk skor. Analisis hasil penelitian ini menggunakan analisis korelasi.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang tergolong cukup baik. Dari 30 siswa, 2 siswa (6,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah sangat baik, 15 siswa (49,9%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah baik, 8 siswa (26,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah cukup baik, 3 siswa (10,0%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah kurang baik, 2 siswa (6,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah sangat kurang baik, dan nilai rata-rata kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, yaitu 77,43. Kedua, kemampuan menulis teks ulasan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang tergolong baik. Dari 30 siswa, 14 siswa (46,6%) menulis teks ulasan sangat baik, 6 siswa (20,0%) menulis teks ulasan baik, 3 siswa (10,0%) menulis teks ulasan cukup baik, 3 siswa (10,0%) menulis teks ulasan kurang baik, 4 siswa (13,4%) menulis teks ulasan sangat kurang baik, dan nilai rata-rata kemampuan menulis teks ulasan, yaitu 82,53. Ketiga, kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan menulis teks ulasan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan sebesar 0,020 dan indeks korelasi sebesar 0,917 menunjukkan semakin tinggi nilai kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, maka semakin tinggi pula kemampuan menulis teks ulasan. Tingkat signifikansi dan indeks korelasi menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara (X) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan (Y) kemampuan menulis teks ulasan.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dari buku yang dibaca siswa setiap hari pada tahap pembiasaan kemudian berlatih memberi tanggapan melalui tulisan di jurnal harian yang tergolong cukup baik pada tahap pengembangan inilah yang dapat dijadikan faktor pendukung kelancaran menulis teks ulasan dengan baik pada tahap pembelajaran. Apabila seorang dangkal akan pengetahuan dan tidak pernah dilatih memberi tanggapan melalui tulisan, maka sudah tentu mengalami kesulitan dalam menulis, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan. Saran yang diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, bagi sekolah diharapkan untuk terus menerapkan gerakan literasi di sekolah setiap hari agar menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Kedua, bagi guru diharapkan untuk mampu meneruskan kebiasaan membaca dan berlatih menulis dalam tahap pembelajaran bahasa Indonesia, misalnya menggunakan metode atau media pembelajaran yang dapat menarik dan meningkatkan kebiasaan membaca serta berlatih menulis siswa. Ketiga, bagi siswa SMP Negeri 5 Malang diharapkan terus membiasakan membaca buku nonpelajaran kemudian berlatih menulis tentang tanggapan dari buku yang dibaca. Jika siswa memiliki kemampuan tersebut, maka pengetahuan dan pengalaman memberikan tanggapan melalui tulisan yang dimiliki akan lebih luas dan dapat dijadikan modal dalam menulis teks ulasan. ABSTRACTHartani, Nur Okni. 2017. Relationship Ability Giving Response in Movement Literacy in School with Text Writing Capability Student Reviews SMPN 5 Malang. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang, Advisor: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd Keywords: School literacy movements, writing skills, and review text.Reading and writing activities are mostly do in Bahasa Indonesi lesson. These activities are related because this can be used  in reding and bring the idea to creativity in writting. In order to develop literate citizens in the school environment, the government issued a policy of literacy movement in schools.  Leteracy  in school is an effort to makes the school as a learning organization whose citizens are life-long literate such as understanding and using something intelligently through various activities, namely reading and writing in the stage of habituation, development stage, and the learning stage. If there is a habituation stage then proceed at the developt this stage, then the students will be accustomed to reading non-learning books and then practice giving feedback through writing in daily journals. This will make students get  more understanding to write review text at the learning stage in the literacy movement at school.This research have a purpose to describe for  give responses in the literacy movement in schools, these ability to write a review text, and to understand whether there is a significant relationship between the ability and respond in the literacy movement in schools with the ability to write text reviews of students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang. The hypothesis in this research have connection significant relationship between the ability respond in literacy movement in schools to write a review text.This research uses quantitative approach and correlation research design. Source of  this data get from the students of class VIII SMP Negeri 5 Malang. The sample in this research is the students of class VIII 6 SMP Negeri 5 Malang consist of 30 students. The instruments used in collecting data, such as written test in the form of essay for the ability to respond in the literacy movement in school and writing test in the form of essay for the ability to write a review text. The data got from two source, first, the data give responses in the literacy movement in schools and data writing text reviews in the form of written tests are manifested in the form of scores. Second, analysis of the results of this study using correlation analysis.Based on the results of data analysis, the reseaecher got  three  results as a follows: First, the ability to give responses in the literacy movement at school in the 7th grade students of SMP Negeri 5 Malang was quite good. From  30 students, 2 students (6.7%) ability to respond in literacy movement in school was very good, 15 students (49,9%)  was good, 8 students (26,7%) school was quite well, 3 students (10.0%) was  not good, 2 students (6.7%) was  not very good, and the average value of the ability to respond in the literacy movement at school, that is 77.43. Second, the ability to write a reviewed  text on students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang was good. Out of 30 students, 14 students (46.6%) wrote was excellent review text, 6 students (20.0%) wrote good review text, 3 students (10.0%)  quite well, 3 students (10, 0%) wrote poorly reviewed text, 4 students (13.4%) wrote a very poorly reviewed text, and the average score of writing ability was 82.53. Third, the ability to respond in the literacy movement in schools has a significant relationship with the ability to write a review text on students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang. This can be seen from the level of significance between the ability to respond in the literacy movement in schools with the ability to wrote a review text of 0.020 and correlation index of 0.917 shows the higher the score of the ability to respond in the literacy movement in schools, the higher the ability to write a review text. The level of significance and correlation index indicated that there is a significant relationship between (X) the ability to respond in the literacy movement in schools with (Y) the ability to write a review text. Based on the results of this research, can be concluded that the knowledged  from books  that students read every day at the stage of habituation and practice was to give responses through the article in the daily journal that was quite good, at this stage of development that can be a factor supporting the smooth writing of the text with a good review at the learning stage. If a superficial for knowledge and never trained to respond through writing, then certainly have difficulty in writing, so there is a significant relationship between the ability to respond in the literacy movement in school with the ability to write a review text. Suggestion gived in this research as follows;  First, for school  was expected to continued for  applyed the literacy movement at school every day to gived a habit for reading and writing in the school environment. Second, for  the teacher was expected  to be able to continued reading and practice of writing in the learning phase of Indonesian  language lesson, for example using methods or learning media that can attract and improve reading habits and practice writing students. Third, for students of SMP Negeri 5 Malang is expected to continue used reading non-learning books and then  practice writing about the response of books which they have read. If the student has the ability and knowledged experience of responding through the writings this can be used in writing the review text

    Pengembangan Media Diorama untuk Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Kelas VIII SMP

    No full text
    ABSTRAK     Rifa’i, Muhammad Ma’ruf. 2017. Pengembangan Media Diorama untuk Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Kelas VIII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan media, diorama, menulis teks eksplanasi   Media pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, media berfungsi sebagai alat untuk membantu guru dan memudahkan siswa dalam belajar. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah diorama.Penelitian dan pengembangan media diorama untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi dilatarbelakangi oleh hasil analisis kebutuhan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan di SMP Negeri 21 Malang, ditemukan bahwa dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi guru hanya menggunakan sumber belajar dari pemerintah. Media pembelajaran yang digunakan guru selama ini hanya berupa video yang diambil dari internet. Dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, belum ada media konvensional yang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, perlu adanya media konvensional yang dapat memudahkan siswa dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Pengembangan media diorama yang dilengkapi dengan buku panduan untuk gurumemiliki tujuan yang dibagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian dan pengembangan ini adalahmenghasilkan produk media diorama yang dilengkapi buku panduan untuk guru untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP sebagai media pembelajaran. Tujuan khusus penelitian dan pengembangan ini adalah mengahsilkan produk media diorama yang dilengkapi buku panduan untuk guru untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP yang memenuhi syarat kelayakan isi, sistematika penyajian, tampilan, dan bahasa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian milik Borg dan Gall. Tidak semua model penelitian Borg dan Gall diterapkan dalam penelitian ini, melainkan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan. Model penelitian dan pengembangan tersebut diadaptasi menjadi enam langkah, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji validasi, (5) penyempurnaan produk, dan (6) diseminasi. Uji produk media pembelajaran ini dilakukan dengan melibatkan tiga subjek, yaitu ahli media pembelajaran, ahli materi pembelajaran, dan praktisi. Data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data verbal dan numerik. Data verbal berupa catatan, komentar, dan saran perbaikan dari subjek uji yang ditulis pada lembar angket. Selain itu, data verbal juga didapat dari hasil wawancara. Data numerik dalam penelitian dan pengembangan ini berupa skor yang didapat dari pengisian angket oleh subjek uji. Berdasarkan hasil uji produk yang dilakukan oleh ahli dan praktisi, diperoleh data yang dibagi ke dalam empat aspek, yaitu isi, sistematika penyajian, tampilan, dan bahasa. Hasil uji produk berdasarkan aspek isi memperoleh persentase 88,1%. Hasil uji produk berdasarkan aspek sistematika penyajian memperoleh persentase 90,3%. Hasil uji produk berdasarkan aspek tampilan memperoleh persentase 91,7. Hasil uji produk berdasarkan aspek bahasa memperoleh persentase 91,7. Rata-rata hasil uji produk untuk mengetahui kelayakan media diorama secara keseluruhan memperoleh persentase 90,45%. Hal ini menunjukkan bahwa produk media diorama sangat layak untuk diimplementasikan. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa media diorama yang dilengkapi dengan buku panduan untuk guru. Media diorama ini digunakan untuk pembelajaran menuilis teks eksplanasi kelas VIII SMP. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa produk tergolong sangat layak dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Saran pemanfaatan produk hasil penelitian dan pengembangan ini ditujukan kepada guru, siswa, dan peneliti lebih lanjut. Guru disarankan untuk memanfaatkan media diorama dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi secara kreatif dan inovatif dengan mempersiapkan media pendukung, memanfaatkan lingkungan sekolah, dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran. Bagi siswa, diharapkan memanfaatkan produk media diorama sebagai rangsangan untuk memunculkan dan mengembangkan ide serta merangkainya menjaditeks ekspalnasi secara utuh. Bagi peneliti lebih lanjut, disarankan untuk mempertimbangkan penelitian dan pengembangan ini sebagai landasan praktis dan teoretis untuk mengembangkan produk media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇