SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKS BIOGRAFI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS X SMA/MA/SMK
RINGKASAN Purwati, Eliana Destri. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Teks Biografi Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas X SMA/MA/SMK. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M. Pd. Kata Kunci: media pembelajaran interaktif, teks biografi, muatan pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 Penelitian dan pengembangan yang dilakukan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif teks biografi bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas X SMA/MA/SMK. Media pembelajaran ini disesuaikan dengan pembelajaran Kurikulum 2013. Pada pembelajaran Kurikulum 2013, hal yang harus diperkuat yaitu penanaman nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa. Hal ini juga tertuang pada Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter atau disingkat dengan PPK. Selain itu, PPK juga diatur dalam Permendikbud nomor 20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal. Pada Perpres nomor 87 tahun 2017 pasal 3 ayat 1, disebutkan bahwa PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Berdasarkan nilai-nilai yang harus ditanamkan pada siswa, yaitu nilai pendidikan karakter, maka salah satu yang dapat diterapkan yaitu melalui teks biografi. Spesifikasi produk yang dihasilkan ini meliputi (1) isi, (2) sistematika penyajian, (3) bahasa, dan (4) tampilan. Berdasarkan isi, ada dua kompetensi dasar yang digunakan, yaitu kompetensi dasar 3.14 menilai hal yang dapat diteladani dari teks biografi dan kompetensi dasar 4.14 mengungkapkan kembali hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh yang terdapat dalam teks biografi yang dibaca secara tertulis. Media pembelajaran ini juga disesuaikan dengan buku siswa Bahasa Indonesia kelas X edisi revisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2016. Berdasarkan sistematika penyajian, media pembelajaran ini terdiri dari lima bagian, yaitu (1) beranda, (2) kompetensi, (3) pemahaman konsep, (4) latihan, dan (5) profil pengembang. Pada media pembelajaran ini, bahasa yang digunakan yaitu (1) menggunakan bahasa baku, artinya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan kebingungan dan menggunakan struktur kalimat yang sederhana sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), (2) bersifat komunikatif atau mudah dipahami dengan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, dan jelas. Tampilan pada media pembelajaran ini dibuat menggunakan adobe flash professional CS 6. Warna tampilan yang digunakan pada media pembelajaran ini didominasi warna biru, hijau, putih, dan merah. Warna-warna tersebut dipilih agar menambah semangat siswa untuk belajar. Gambar-gambar yang digunakan juga disesuaikan dengan materi yang dibahas yaitu teks biografi, sehingga digunakan gambar-gambar tokoh untuk mendukung materi yang dibahas. Jenis huruf yang digunakan juga bervariasi, yaitu Segoi UI (regular, light, bold, black, semibold, italic, semibold italic), Tw Cen MT Condensed (extra bold), Arial Rounded MT (bold), Hobo Std, Calibri (bold), dan Berlin Sans FB Demi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan yang diaptasi dari metode Interactive Multimedia (IMM) yang dikemukakan oleh Rob Philips (dalam Kustandi, 2011). Model IMM ini memiliki empat tahapan, yaitu (1) design, (2) development, (3) evaluation, dan (4) implementation. Pada tahap evaluasi dilakukan uji validasi produk. Uji validasi produk ini dilakukan dengan ahli media, ahli materi, praktisi, dan uji coba lapangan yang dilakukan pada siswa kelas X Farmasi SMK Kesehatan Amanah Husada. Jenis data yang diperoleh dari uji validasi produk berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa data verbal yang diperoleh dari komentar dan saran yang dituliskan pada lembar angket oleh ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan siswa pada saat uji validasi produk. Sedangkan data kuantitatif berupa skor, yaitu skor rata-rata pada lembar angket penilaian yang didapatkan dari ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan siswa pada saat uji validasi. Berdasarkan hasil uji validasi produk, diperoleh data sebagai berikut. Hasil uji media diperoleh persentase seluruh komponen mencapai 92,3% dengan kualifikasi layak untuk diimplementasikan. Hasil uji materi diperoleh persentase seluruh komponen mencapai 95,59% dengan kualifikasi layak untuk diimplementasikan. Hasil uji praktisi diperoleh persentase seluruh komponen mencapai 95% dengan kualifikasi layak untuk diimplementasikan. Hasil uji coba lapangan terhadap siswa diperoleh persentase seluruh komponen mencapai 88,71% dengan kualifikasi layak untuk diimplementasikan. Saran yang diberikan terhadap peneliti dan pengembang selanjutnya yaitu (1) mengembangkan media pembelajaran yang lebih unik, kreatif, dan inovatif untuk menumbuhkan minat siswa dalam belajar, (2) memperhatikan karakteristik siswa dalam mengembangkan produk, (3) menggunakan bahasa yang komunikatif atau mudah dipahami dengan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, dan jelas, (4) memperhatikan tampilan untuk menarik minat dan memotivasi siswa untuk belajar
Permainan Bahasa Komika Ridwan Remin dalam Acara Grand Final Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 7
Latar belakang penelitian “Permainan Bahasa Komika Ridwan Remindalam Acara Grand Final Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 7” adalah penggunaan permainan bahasa oleh komika Ridwan Remin (RR) selaku juara SUCI 7. RR memiliki permainan bahasa dalam stand up comedy yang tidak terduga, cerdas, dan mengutamakan keresahan sebagian manusia, menurut dewan juri SUCI 7. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan orientasi teori pragmatik. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data yang kemudian ditranskrip dan dianalisis dengan mendeskripsikan temuan yang dihubungan dengan teori. Permainan bahasa dalam penelitian ini menggunakan data yang didapatkan dari penampilan komika RR.Penelitian ini penting untuk diteliti karena mengandung permainan bahasa oleh komika sebagai sarana komunikasi mengenai keresahan sebagian manusia atau masyarakat. Permainan bahasa dalam penelitian ini merupakan penggunaan bahasa yang mengandung penyimpangan atau pelanggaran yang bersifat pragmatis. Permainan bahasa tersebut memiliki bentuk, fungsi, dan gaya berbahasa untuk mencapai tujuan. Bentuk permainan bahasa meliputi penyimpangan prinsip dalam penggunaan bahasa. Fungsi permainan bahasa meliputi fungsi dari bentuk penyimpangan tersebut. Gaya bahasa meliputi gaya dalam permainan bahasa untuk mengungkapkan makna tidak langsung. Hal tersebut pada Keraf (2004) teori tentang gaya bahasa berdasarkan makna tidak langsung.Permasalahan dalam penelitian ini berdasarkan pada permainan bahasa yang diciptakan oleh komika RR. Permasalahan tersebut yaitu 1) apa saja bentuk permainan bahasa komika RR dalam acara grand final SUCI 7? 2) apa saja fungsi permainan bahasa komika RR dalam acara grand finalSUCI 7? 3) apa saja gaya berbahasa permainan bahasa komika RR dalam acara grand final SUCI 7?. Rumusan masalah tersebut juga menjadi fokus penelitian ini. Hal tersebut berkaitan dengan tujuan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan gaya berbahasa dalam permainan bahasa yang diciptakan oleh komika RR. Ketiga hal tersebut dianalisis berdasarkan data yang telah dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat berdasarkan kesenjangan antara kenyataan dan teori. Berdasarkan ketiga permasalahan dapat dipaparkan secara singkat hasil analisis penlitian sebagai berikut: pertama, ditemukan bentuk permainan bahasa komika RR yaitu bentuk penggunaan bahasa yang mengandung penyimpangan prinsip yang bersifat pragmatis dengan dominasi maksim kesopanan. Kedua, bentuk permainan bahasa komika RR memiliki kaitan fungsi dari penggunaan bahasa dan penciptaan istilah dalam bahasa. Fungsi tersebut telah sesuai antara kenyataan dan teori Wijana (2004) bentuk permainan bahasa mengandung fungsi humor dan kritiksosial. Hal tersebut juga membuktikan bahwa stand up comedy adalah salah satu media untuk mengkritik dengan pembawaan santai. Ketiga, gaya berbahasa dimanfaatkan oleh RR dalam permainan bahasa untuk mengungkap langsung dan tidaknya makna oleh RR. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penciptaan permainan bahasa RR melibatkan bentuk, fungsi, dan gaya permainan bahasa
Argumentasi pada Teks Editorial Media Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun argumentasi berupa proposisi argumentatif, evidensi argumentatif, dan konklusi argumentatif pada teks editorial Media Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan, yaitu (1) proposisi argumentatif terbagi atas proposisi pendirian faktual, proposisi pendirian penilaian, dan proposisi penilaian kebijakan, (2) evidensi argumentatif terbagi atas evidensi fakta dan evidensi opini, dan (3) konklusi terbagi atas konklusi saran dan konklusi harapan
. Keefektifan Metode Diskusi Kelompok Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Malang Tahun Ajaran 2018/2019
Kata Kunci: Metode diskusi berbasis masalah, kemampuan bertanya jawab, berpendapat, dan menyimpulkanKemampuan berbicara sangat diperlukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena kemampuan berbicara merupakan aspek penting untuk menyampaikan materi yang belum dipahami oleh siswa. Berdasarkan rumusan masalah yang digunakan, tujuan metode diskusi kelompok berbasis masalah memiliki tiga aspek, yaitu untuk mengetahui keefektifan metode diskusi kelompok berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan bertanya jawab, kemampuan berpendapat dan kemampuan menyimpulkan.Penelitian ini menggunakan rancangan kuntitatif dengan desain penelitian eksperimen one group eksprimental pre tes dan pos tes. Sampel dalam penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen, yaitu kelas VIII.5 SMP Negeri 23 Malang. Data penelitian ini berupa skor hasil aktivitas tanya jawab, berpendapat, dan menyimpulkan yang bersumber dari diskusi kelompok berbasis masalah. Skor hasil observasi pre tes dan pos tes digunakan untuk mengethui keefektifan metode diskusi kelompok berbasis masalah melalui tahap uji normalitas, uji hipotesis dan uji deskriptif sebagai hasil nilai rata-rata. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi diskusi kelompok dan tes performansi kemampuan berbicara. Pengumpulan data dilakukan malalui tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan, peneliti menyusun instrumen pre tes dan pos tes untuk memeroleh data, sedangkan tahap pelaksanaan, peneliti melakukan observasi pre tes dan pos tes serta melakukan analisis data menggunakan perhitungan SPSS 20.Analisis data menggunakan uji-t. Sebelum uji-t, telebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji hipotesis, dan uji deskriptif untuk mengetahui nilai rata-rata. Data pada penelitian ini dinyatakan berdistribusi normal (diterima) dengan keterangan 0,36>0,05 dan dinyatakan signifikan (diterima) dengan keterangan 0,0
STEREOTIP PEREMPUAN DALAM NOVEL DI BALIK KERLING SAATIRAH KARYA NINIK M.KUNTARTO: KAJIAN DEKONSTRUKSI JACQUES DERRIDA
RINGKASAN Adawiyah, Robiatul. 2018. Stereotip Perempuan dalam Novel Di Balik Kerling Saatirah Karya Ninik M. Kuntarto: Kajian Dekonstruksi Jacques Derrida. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd. Kata Kunci: stereotip, perempuan, kontradiksi, oposisi Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang berkembang di masyarakat. Setiap pembaca karya sastra mempunyai keleluasan dan kebebasan dalam menerjemahkan dan memahami karya sastra yang dibacanya. Tidak ada satu simpulan dan makna yang absolut dalam menafsirkan suatu karya sastra. Oleh karena itu, melalui dekonstruksi kontradiksi-kontradiksi yang terdapat di dalam suatu teks digunakan sebagai data untuk mengubah makna-makna yang telah melekat dalam teks tersebut. Penelitian ini bertujuan memetakan stereotip perempuan dalam novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto, memetakan oposisi dalam novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto, dan memaparkan konstruksi dalam Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekonstruksi. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang berbentuk dialog, monolog, dan narasi yang mengindikasikan stereotip, oposisi, dan konstruksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto dengan ketebalan 191 halaman yang diterbitkan oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia pada tahun 2017. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa dalam novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto ditemukan (1) stereotip umum dan tak umum perempuan, (2) oposisi berupa unsur yang diutamakan dan yang dikesampingkan (aporia), dan (3) konstruksi awal pembangun cerita dan konstruksi baru yang terbentuk berdasarkan data-data aporia yang ditemukan. Stereotip umum tercermin pada tokoh Saatirah yang dicitrakan sebagai seorang istri yang hanya bisa pasrah menerima perlakuan buruk suaminya, namun ia tetap melayani suaminya, ia juga selalu menutupi aib sang suami di depan orang lain, dan Saatirah selalu berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Stereotip tak umum tergambar melalui sikap Saatirah yang menjalin hubungan percintaan dengan pria yang lebih muda di belakang Andro jauh sebelum Andro berselingkuh dan menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai dosen, model, dan penulis. Novel ini secara garis besar mengutamakan tentang kisah perselingkuhan Andro dan sikapnya yang sering kali kasar kepada Saatirah. Namun, melalui pembacaan dekonstruktif di dalam novel ini terdapat pula unsur aporia, berupa paradoks, ironi, dan kontradiksi. Unsur aporia berupa paradoks tergambar melalui perilaku Saatirah yang merasakan kerinduan dan tertarik kepada pria lain, serta bekerja keras untuk membiayai perekonomian keluarganya. Unsur aporia berupa ironi tergambar melalui perasaan cinta Saatirah kepada pria lain yang tidak seharusnya dimiliki perempuan bersuami. Perasaan rindu dan cinta yang dimiliki oleh Saatirah seharusnya dicurahkan untuk suaminya bukan untuk pria lain. Unsur aporia berupa kontradiksi tergambar melalui perilaku Saatirah dan Andro. Selama sembilan tahun pernikahan, Andro selalu meluapkan kasih sayang berlebih untuk Saatirah bahkan saat berselingkuh dengan Sintia, ia pun meminta izin kepada Saatirah. Berbeda halnya dengan Saatirah yang menjalin hubungan percintaan dengan Tora tanpa sepengetauan Andro. Selain itu, perjuangan Saatirah untuk kembali mendapatkan cinta Andro bahkan hingga melakukan perbuatan musyrik juga bertolak belakang dengan perilakunya yang kembali menjalin hubungan dengan Tora tanpa sepengetahuan Andro. Konstruksi awal dan baru dalam novel DBKS. Konstruksi awal novel ini berpusat pada perselingkuhan yang dilakukan oleh Andro. Saatirah sebagai seorang istri yang baik hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Andro dan menyerahkan segalanya kepada kuasa Allah. Konstruksi baru dalam novel ini yaitu semua hal yang terjadi pada Saatirah bukan sepenuhnya kesalahan Andro. Saatirahlah yang pertama kali berkhianat, ia yang terlebih dulu berselingkuh di belakang Andro. Sosoknya yang dicitrakan sebagai perempuan taat agama, namun ternyata ia melakukan perbuatan musyrik dan menghalalkan segala cara demi mendapatkan kembali cinta Andro. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, dikemukakan dua saran sebagai berikut. Pertama, bagi mahasiswa sastra Indonesia dan umum disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan mengenai kajian dekonstruksi sehingga pembacaan karya sastra tidak terkungkung pada konsep lama. Kedua, bagi peneliti lain disarankan dapat melakukan penelitian dengan lebih sempurna, baik yang berhubungan dengan penelitian ini, maupun yang berhubungan dengan masalah lain dalam penelitian yang berobjek novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto karena terdapat banyak hal yang dapat digali dalam novel ini
POLA PENGEMBANGAN ISPola Pengembangan Isi dan Pola Pengungkapan Imaji dalam Teks Puisi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 MalangI DAN POLA PENGUNGKAPAN IMAJI DALAM TEKS PUISI KARYA SISWA KELAS VIII SMP
Kata Kunci: menulis teks puisi, pola pengembangan isi, pola pengungkapan imajiMenulis teks puisi merupakan salah satu keterampilan bersastra yang harus dikuasai oleh siswa di tingkat SMP/MTs pada matapelajaran bahasa Indonesia. Teks puisi merupakan salah satu jenis teks yang terdapat dalam kompetensi dasar yang diajarkan di kelas VIII SMP/MTs. Menurut Waluyo (2003:1), teks puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi rima dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata imajinatif. Melalui kegiatan menulis teks puisi, diharapkan siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang tahun pelajaran 2018/2019 dapat mengembangkan isi teks puisi dan dapat mengungkapkan imaji dalam teks puisi. Fokus penelitian ini ada dua, yaitu mendeskripsikan (1) pola pengembangan isi, dan (2) pola pengungkapan imaji dalam teks puisi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini yaitu teks puisi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah tes menulis teks puisi. Instrumen penelitian menggunakan perintah menulis puisi berupa petunjuk menulis teks puisi. Instrumen identifikasi data berupa panduan identifikasi data pola pengembangan isi dan pola pengungkapan imaji dalam teks puisi karya siswa. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menyeleksi teks puisi sesuai kriteria kelayakan teks puisi karya siswa, penyajian data berupa pola pengembangan isi dan pola pengungkapan imaji dalam teks puisi karya siswa, dan penarikan kesimpulan berupa tiga pola pengembangan isi, dan tiga pola pengungkapan imaji.Berdasarkan paparan data dan pembahasan, diperoleh dua kesimpulan. Pertama, dalam teks puisi karya siswa, ditemukan tiga pola pengembangan isi: deskriptif-ekspresif, deskriptif-sugestif, dan ekspresif-sugestif. Pola deskriptif-ekspresif memiliki empat variasi yaitu, variasi D-E (variasi yang banyak digunakan oleh siswa, 10 dari 30 teks puisi), variasi D-E-D-E, variasi D-E-D-E-D, dan variasi E-D-E. Pola deskriptif-sugestif memiliki tiga variasi yaitu variasi D-S (variasi yang banyak digunakan oleh siswa, 8 dari 30 teks puisi), variasi D-S-D-S, dan variasi D-S-D. Pola ekspresif-sugestif memiliki tiga variasi yaitu variasi E-S (variasi yang banyak digunakan oleh siswa, 3 dari 30 teks puisi), variasi E-S-E-S, dan variasi S-E-S.Kedua, dalam teks puisi karya siswa ditemukan tiga pola pengungkapan imaji: imaji visual, imaji auditif, dan imaji taktil yang ketiganya memiliki variasi langsung dan tidak langsung dengan frekuensi yang berbeda. Pola pengungkapan imaji visual memiliki dua variasi, yaitu variasi langsung sebanyak 70 data dan variasi tidak langsung sebanyak 47 data. Pola pengungkapan imaji auditif memiliki dua variasi, yaitu variasi langsung sebanyak 8 data dan variasi tidak langsung sebanyak 17 data. Pola pengungkapan imaji taktil memiliki dua variasi, yaitu variasi langsung sebanyak 32 data dan variasi tidak langsung sebanyak 17 data. Berdasarkan kesimpulan penelitian, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk mengasah kreativitas siswa dengan melatih teknik mengungkapkan imaji secara bervariasi (imaji visual, imaji auditif, imaji taktil) serta melatih teknik mengembangkan isi ekspresif sugestif agar teks puisi karya siswa lebih kaya secara estetis. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti hubungan pola pengembangan isi dan pola pengungkapan imaji terhadap kemampuan menulis teks puisi siswa, atau membandingkan pola pengembangan isi dan pola pengungkapan imaji dalam teks puisi karya siswa SMP dan teks puisi karya siswa SMA
TOKOH SEMAR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS GAYA LOWBROW ART
ABSTRAKSeptian, Figi. 2019. Tokoh Semar Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Penciptaan Seni Lukis Gaya Lowbrow Art. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd dan Fenny Rochbeind, S.pd., M.SnKata Kunci : Tokoh Semar, Lowbrow Art, Penciptaan, Karya Seni Lukis Tokoh Semar sebagai inspirasi penciptaan seni karena memiliki peran utama sebagai pemberi petunjuk, menyikapi ketimpangan yang dilakukan oleh manusia, mewakili watak yang sabar, sederhana, tenang , rendah hati , tulus , dan tidak munafik. Semar juga digambarkan sebagai penjelmaan dewa, namun hidup sebagai rakyat jelata. Semar adalah simbol manunggalnya bawahan dan atasan, manunggalnya yang profan dan yang sakral, merupakan objek utama dalam visualisasi keenam karya lukis. Konsep penciptaan adalah ‘glocalizer masyarakat urban’yang mengacu pada ide atau isi global, tetapi objek atau medium yang digunakan adalah lokal, yaitu Tokoh Semar. Adapun tema penciptaan keenam karya lukis adalah ‘Tokoh Semar diera kekinian’.LowbrowArt merupakan seni rendahan, gerakan seni bawah tanah, membangun sumber materi dan inspirasi dari beberapa pengaruh yang paling ilustratif, kaya warna, kontroversial, dan terkadang satir. Dalam perwujudan lukisan, gaya lowbrow art yang digunakan pencipta dalam berolah seni.Metode dalam penciptaan ini menggunakan metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu eksplorasi, eksperimentasi, dan pembentukan. berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Adapun tujuan penelitian ini adalah memamparkan proses penciptaan karya seni lukis dengan Tokoh Semar sebagai inspirasi dalam berkarya seni lukis gaya Lowbrow Art dan mendeskripsikan visualisasi keenam karya lukis gaya Lowbrow Art dengan Tokoh Semar sebagai sumber inspirasinya.Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis representasional yang berjudul Stigma , Feast , Red Yarn , Digadang-gadang, Dont Forget to Smile on Camera , dan who’s Cute, dengan pertimbangan aspek estetik sesuai unsur dan prinsip seni rupa. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kemampuan berolah seni bagi pencipta, dan wawasan apresasi bagi masyarakat khususnya generasi muda, pelajar, dan mahasiswa.Pesan edukasi melalui penciptaan ini, karya seni lukis bukan saja dinilai dari aspek estetika atau keindahannya tetapi dapat dikenal, dihargai, melalui Tokoh Semar sebagai citraan budaya bangsa
Pertahanan Diri Tokoh Ashadi dan Katya dalam Novel Sentimental Reasons Karya Cecillia Wangsadinata Pada Aplikasi Wattpad
ABSTRAK Penelitian ini mengangkat novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya saat menghadapi konflik dan kecemasan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan melibatkan analisis teks yang dikaji menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) kemunculan konflik internal yang melibatkan antara id, ego, dan superego sedangkan konflik eksternal melibatkan pertengkaran yang di alami tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, Karina, dan lingkungan sekitarnya, (2) kemunculan kecemasan yang meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral, dan (3) kemunculan pertahanan diri tokoh Ashadi dan Katya dalam novel Sentimental Reasons. Kata kunci: konflik, kecemasan, pertahanan diri ABSTRACT This study raised the novel Sentimental Reasons Wangsadinata Cecilia works as objects of research. Using the study of psychoanalysis Sigmund Freud, this research analyzes the self-defense done by Katya in the face of conflict and anxiety. This research was qualitative research with classified involves analysis of the text is examined using the approaches of psychoanalysis Sigmund Freud. Specifically, the results of this research indicate two things, namely (1) the emergence of internal conflicts involving between id, ego, and superego while external conflict involves the contention that in the natural character of Katya with Ashadi, Alle, Karina, and the surrounding environment, (2) the emergence of neurotic anxiety include anxiety, anxiety, anxiety and moral reality, and (3) the emergence of the self defense figures Ashadi and Katya in the novel Sentimental Reasons. Keywords: conflict, anxiety, self defens
Nilai-nilai Karakter dalam Teks Fabel Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam nilai-nilai karakter dan nilai karakter yang dominan dalam teks fabel karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi. Data dalam penelitian ini adalah kutipan teks fabel yang memuat nilai-nilai karakter yang ditulis oleh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang yang bersumber pada teks fabel karya siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen utama dan instrumen bantu. Instrumen utama yang digunakan adalah analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti melakukan tahap tringulasi data yaitu, tahap membaca data berulang-ulang dan mendiskusikanya dengan guru dan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam teks fabel karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang memuat tiga jenis nilai karakter, yakni individu, sosial, dan nasionalisme. Kedua, nilai karakter yang dominan dalam teks fabel karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang dalam nilai karakter individu adalah nilai jujur, tanggung jawab, disiplin, dan rasa ingin tahu. Nilai karakter yang dominan dalam nilai sosial adalah peduli sosial, komunikatif/ bersabahat, dan toleransi. Nilai karakter yang dominan dalam nilai nasionalisme adalah demokratis, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih memahami atau lebih mengenal dekat nilai-nilai yang dominan tersebut dibandingkan dengan nilai yang lainnya
karakteristik diksi, citraan, dan majas puisi siswa kelas X SMA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk karakteristik diksi, citraan, dan majas dari puisi siswa dalam setiap karya mereka dari kelas yang berbeda tentunya kemampuan mengolah kosakata setiap siswa pun berbeda bergantung pada pemilihan diksi, citraan, dana majasnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data karakteristik diksi, citraan, dan majas dalam puisi dilakukan dengan analisis dekriptif kualitatif, dianalisis dengan mengumpulkan hasil dari karya puisi siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian sudah mencakup kelesuruhan aspek yang ingin dicapai dan menghasilkan tiga temuan. Pertama karakteristik diksi. Kedua, karakteristik citraan. Ketiga, karakteristik majas. Kata kunci: Karakteristik diksi, citraan, majas, puisi ABSTRACT This study aims to characterize diction, image, and level of poetry of students in each of their works from different classes, of course the ability to process vocabulary for each student will also differ depending on the selection of dictionaries, images, and advanced funds. This type of research is qualitative with a descriptive approach. Analysis of data on characteristics of diction, images, and lectures in poetry was carried out by qualitative descriptive analysis, analyzed by collecting results from students' poetry works. Data collection uses documentation data collection techniques. The results of the research carried out in this study have covered all aspects to be achieved and produced three findings. First, diction. Second, images. Third, figure of speech. Keywords: Characteristics of diction, imagery, majas, poetr