SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Tanda Semiotik dalam Naskah Drama Kampanye Karya Bayu Kresna Murti
ABSTRAK Dewantara, Irgo. 2017. Tanda Semiotik dalam Naskah Drama Kampanye. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si Kata Kunci: semiotik, tanda dan petanda, ikon, indeks, simbol. Penelitian ini mengkaji tentang tanda semiotik yang terkandung dalam naskah drama Kampanye karya Bayu Kresna Murti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud ikon, indek dan simbol pada naskah drama Kampanye karya Bayu Kresna Murti. Penelitian ini penting dilakukan karena tanda-tanda semiotik memiliki makna yang beragam khususnya pada ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa unsur-unsur kata, frasa, serta kalimat yang mengandung tanda semiotik berupa ikon, indeks dan simbol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data. Analisis data dilakukan melalui 5 tahap, yaitu identifikasi, klasifikasi, kategorisasi, interpretasi dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya tanda semiotik berupa wujud ikon, indeks dan simbol. Pertama, wujud ikon dalam naskah drama Kampanye diklasifikasikan menjadi tiga hal yaitu wujud ikon di lingkungan sekolah, wujud ikon kampanye di lingkungan sekolah dan wujud ikon kejahatan dalam kampanye. Wujud ikon di lingkungan sekolah yaitu lonceng sekolah, di podium, di lapangan, di kantin, di aula, dan di pasar; wujud ikon kampanye di lingkungan sekolah yaitu uang, panggung debat, pembuataan bilik, surat suara, dan konsumsi panitia; wujud ikon kejahatan dalam kampanye yaitu dompet, uang, dan air minum. Kedua, wujud indeks dalam naskah drama Kampanye diklasifikasikan menjadi dua hal yaitu wujud indeks berdasarkan makna konotatif dan wujud indeks berdasarkan gaya bahasa. Wujud indeks berdasarkan konotatif yaitu membangkitkan, tenggelam, perubahan besar, menangkap, mengambil, residivis, manis taoi berhati iblis, pandai mengolah kata memanfaatkan keadaan, maling uang rakyat, menggulingkan, menangkap, saat itulah kita sergap rame-rame dari belakang, menyergap, memegangi, menyeret, dan menghajar; wujud indeks berdasarkan gaya bahasa yaitu berat sama dipikul ringan sama dijinjing, menggunting dalam lipatan, memancing di air keruh, serigala berbulu domba, dan sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Ketiga, wujud simbol dalam naskah drama Kampanye yaitu listrik mati, di podium, di lapangan, dompet, si Merah Jambu, krudung, pelit, dan irunge. Berdasarkan paparan di atas dapat ditarik sebuah proposisi ilmiah bahwa penelitian Sistem Tanda Semiotik dalam Naskah Drama Kampanye memiliki ciri yang spesifik. Ciri tersebut dapat dilihat dari indikator tiap wujud tanda dalam naskah drama. Ikon, indeks dan simbol dalam naskah drama “Kampanye” menunjukkan keberagaman tanda-tanda semiotik yang mengandung sebuah makna
Interferensi Sintaksis Bahasa Jawa terhadap Bahasa Indonesia dalamKaranganNarasiSiswaKelas V SDN KepanjenLor 2 Blitar
ABSTRAK Miekasiwi, Benedicta Windy.2017. Interferensi Sintaksis Bahasa Jawa terhadap Bahasa Indonesia dalamKaranganNarasiSiswaKelas V SDN KepanjenLor 2 Blitar.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H.S., S.H., M.Hum., (II) Drs. DwiSaksomo, M.Si. Kata Kunci: interferensi sintaksis,karangan narasi, siswaSDN Kepanjen Lor 2 Blitar. Interferensimerupakanmasuknyaunsursuatubahasa (bahasaJawa) kedalambahasa lain (bahasa Indonesia) sebagaiakibatkurangnyakemampuanseseorangdalammenguasaisuatubahasatertentu. PenelitianinidimaksudkanuntukmendeskripsikaninterferensisintaksisbahasaJawa yang meliputiinterferensistrukturfrasadankalimatbahasaJawaterhadapbahasa Indonesia. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskriptifkualitatif. Data penelitianberupakalimat-kalimatdalamkarangansiswa yang berupastrukturfrasadanstrukturkalimatbahasaJawaterhadapbahasa Indonesia. Sumber data penelitianiniadalahkarangansiswakelasV SDNKepanjenLor 2 Blitar. Karangantersebutdidasarkanpadapengalamanpribadiketikaliburansekolah.Pengumpulan data menggunakantekniktesmenulisceritapendeksiswakelasV SDN KepanjenLor 2 Blitarberdasarkanliburanpengalamanpribadi siswa. Analisis data dimulaidaritahapmengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasi data berdasarkanbentukstrukturnya, danmenyimpulkanhasilpenelitian. Berdasarkanhasilanalisis data, diperolehduakesimpulan: (1) interferensisintaksisbahasaJawaterhadapbahasa Indonesia dalamdalamkaranganberbahasa Indonesia siswaditemukandalambentukinterferensistrukturfrasa, strukturklausa,danstrukturkalimat. (2) Interferensi yang terjadidalamragamtulissiswainiadalahadanyapenggunaanstrukturragambahasalisan (bahasaJawa) kedalamstrukturragambahasatulis (bahasa Indonesia) yang tidaksesuaidengantatabahasabakubahasa Indonesia. Hal tersebutkarenasituasidankondisikeberadaanpesertatuturdalamlingkupJawa yang tidaklepasdaripenggunaanbahasaJawadalamkesehariannya. Seseorang yang menguasaiduabahasaataulebihakancenderung memasukkanunsurkecil (dapatberupa kata, frasa) ataubahkanstruktursintaksisdaribahasasumber (bahasaJawa) kedalambahasapenerima (bahasa Indonesia) jikapenuturkurangmenguasaikaidahbahasapenerima. Sementaraupayauntukmencegahterjadinyainterferensioleh para guru adalahdengan: (1) membetulkanpenggunaanbahasadalamlisanmaupuntulis yang dilakukanoleh murid denganmenunjukkankesalahannyadan (2) mengisyaratkansiswa agar membiasakandirimenggunakanbahasa yang sesuaisistemdalambahasa Indonesia. ABSTRAK Miekasiwi, Benedicta Windy.2017. Javanese Syntax Interference to Bahasa Indonesia in Narrative Essay of Grade V Student at SDN KepanjenLor 2 Blitar.Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H.S., S.H., M.Hum., (II) Drs. DwiSaksomo, M.Si. Keywords: syntax interference, narrative essay, student of SDN KepanjenLor 2 Blitar. Interference is the entry of the element of a language (Javanese) into another language (Indonesian) as a result of the lack of a person's ability to master a particular language. This research is intended to describe the syntactic interference of Javanese language which includes interference of phrase structure and Javanese sentence to Indonesian language. This research uses descriptive qualitative research method. Research data in the form of sentences in the student essay in the form of phrase structure and structure of the Java language sentence to the Indonesian language. The data source of this research is student essay V SDN KepanjenLor 2 Blitar. The essay is based on personal experience during school holidays. Data collection using short story writing technique of grade V SDN KepanjenLor 2 Blitar students based on students' personal experience holiday. Data analysis starts from the stage of collecting data, identifying data, classifying data based on the structure, and summarizing the results of the research. Based on the results of data analysis, two conclusions are obtained: (1) syntactic interference of Javanese language to Indonesian language in Indonesian student essay found in the form of interference of phrase structure, clause structure, and sentence structure. (2) The interference that occurs in this student's writing variety is the use of the verbal language (Javanese) language structure into the written language structure (Indonesian language) which is not in accordance with the Indonesian language's standard grammar. This is because the situation and condition of the existence of the participants said in the scope of Java that can not be separated from the use of Javanese in everyday life. A person who controls two or more languages will tend to include small elements (can be words, phrases) or even syntactic structures from the source language (Javanese) into the recipient language (Indonesian) if the speaker is less familiar with the language rules of the recipient. While attempts to prevent interference by teachers are: (1) correct language use in oral and written by the students by pointing out their faults and (2) implying students to familiarize themselves with the appropriate language of the system in the Indonesian language
Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia Mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand Tahun 2016/2017
ABSTRAK Permatasari, Endah Suci. 2017. Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia Mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand Tahun 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.Pd., M.M. Kata Kunci: BIPA, teks narasi, ThailandTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi bahasa Indonesia mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand dari dua kelompok bahasa ibu: bahasa Thai dan bahasa Melayu. Setelah itu akan dideskripsikan perbedaan kemampuan menulis karangan narasi antara mahasiswa berbahasa ibu bahasa Thai dan mahasiswa berbahasa ibu bahasa Melayu. Penelitian ini penting dilaksanakan untuk dijadikan refleksi bagi mahasiswa dan guru. Selain itu, diharapkan dapat menjadi acuan pembanding penelitian selanjutnya, terutama dalam keterampilan menulis.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Data penelitian ini berupa skor yang menggambarkan kemampuan menulis teks narasi mahasiswa dari sumber data berupa karangan narasi mahasiswa. Sumber data yang terkumpul selanjutnya dianalisis berdasarkan rumus dan rubrik penyekoran. Unsur-unsur yang dianalisis diantaranya unsur: (1) alur, (2) tokoh dan penokohan, (3) perbuatan, (4) latar, (5) sudut pandang, dan (6) ciri bahasa narasi.Hasil penelitian kemampuan mengembangkan karangan narasi oleh 17 mahasiswa asing sebagai berikut. Pertama, mahasiswa berbahasa ibu bahasa Thai memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengembangkan karangan narasi. Kedua, mahasiswa berbahasa ibu bahasa Melayu memiliki kemampuan tinggi dalam mengembangkan karangan narasi. Ketiga, dua kelompok mahasiswa tersebut memiliki rata-rata kemampuan yang sama, yakni kemampuan tinggi dalam menulis karangan narasi. Dua kelompok memiliki kekurangan yang sama, yakni kurang mampu mengembangkan unsur tokoh dan penokohan. Mahasiswa berbahasa ibu bahasa Melayu mendapat rata-rata nilai yang lebih tinggi, yakni 77,4, dibandingkan dengan mahasiswa berbahasa ibu bahasa Thai, yakni 73,6. Berdasarkan simpulan, disarankan bagi mahasiswa untuk memperbanyak latihan menulis teks narasi yang bisa dimulai dari pembuatan kerangka karangan. Latihan menulis hendaknya difokuskan pada semua unsur yang membangun narasi. Bagi dosen pengampu, disarankan agar melakukan pembelajaran menulis dengan memperhatikan secara khusus langkah-langkah pembelajaran pengembangan karangan, terutama dalam mengembangkan unsur tokoh dan penokohan. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar melakukan eksperimen bahan ajar menulis teks narasi. Selain itu, dapat membuat media pembelajaran teks narasi agar mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa asing dalam menulis karangan narasi bahasa Indonesia dengan baik dan benar
Religiusitas Islami Tokoh dalam Novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy
ABSTRAK Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatarbelakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. Religiusitas adalah kedalaman penghayatan keagamaan seseorang dan keyakinannya terhadap adanya tuhan yang diwujudkan dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan dengan keikhlasan hati dan dengan seluruh jiwa dan raga. Salah satu karya sastra yang banyak memiliki nilai religiusitas Islami adalah novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan novel Bumi Cinta untuk diteliti dari segi religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan religiusitas Islami tokoh terhadap Allah SWT dan religiusitas Islami tokoh terhadap orang lain yang terkandung dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Penelitian ini berusaha untuk memberikan data secara objektif tentang religiusitas Islami tokoh terhadap Allah SWT dan religiusitas Islami tokoh terhadap orang lain yang terdapat di dalam novel Bumi Cinta. Data penelitian ini adalah berupa kutipan kalimat, paragraf, atau dialog tokoh yang terdapat di dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Sumber data penelitian ini adalah novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy cetakan pertama yang diterbitkan oleh penerbit santri pada bulan April 2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca novel secara keseluruhan untuk memperoleh gambaran umum mengenai isi cerita, mengumpulkan kutipan kalimat, dialog, paragraf, yang menunjukan religiusitas, mengidentifikasi data, kodifikasi data, dan pengelompokan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menginterpretasi data dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data diperlukan beberapa teknik. Peneliti membaca novel yang diteliti secara berulang-ulang dan mendiskusikan hasil temuan penelitian kepada pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat lima religiusitas Islami tokoh terhadap Allah SWT dan empat religiusitas Islami tokoh terhadap orang lain. Religiusitas Islami tokoh terhadap Allah yang terdapat dalam novel Bumi Cinta adalah (1) percaya adanya Tuhan, (2) taat beribadah dan taat terhadap perintah Allah, (3) menjaga iman, (4) bersyukur, dan (5) berdoa kepada Allah. Religiusitas Islami tokoh terhadap orang lain yang terdapat dalam novel Bumi Cinta adalah (1) menolong orang lain, (2) menasihati dalam kebaikan, (3) berbuat kebaikan, dan (4) menghormati dan menghargai orang lain. Peneliti juga memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian tentang religiusitas dalam karya sastra. Saran bagi para pembaca agar menjadikan novel Bumi Cinta sebagai bacaan yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang religiusitas. Bagi para pendidik, diharapkan dapat menjadikan karya sastra sebagai salah satu bahan ajar untuk peserta didik mengenai religiusitas. Bagi para penulis karya sastra diharapkan dapat menyajikan karya sastra yang bermutu, yang tidak hanya memberikan hiburan kepada pembaca, tetapi juga dapat memberikan pelajaran yang dapat dijadikan contoh yang baik untuk para pembacanya
Pembelajaran Memproduksi Teks Negosiasi pada Siswa Kelas X PJ A dan X PB A SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Savitri, Prisma Pratista Marta. 2017. Pembelajaran Memproduksi Teks Negosiasi pada Siswa Kelas X PJ A dan X PB A SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Martutik, M.Pd., (2) Dr. Pidekso Adi, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran, menulis, teks negosiasiPembelajaran yang direncanakan dengan baik tentu akan melahirkan kualitas siswa yang baik pula, begitupun sebaliknya. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X berbasis Kurikulum 2013 terdapat teks negosiasi yang perlu dipelajari siswa, utamanya bagi siswa kejuruan. Berkaitan dengan teks negosiasi tersebut, perlu adanya pembahasan mengenai kegiatan pembelajaran memproduksi teks negosiasi pada siswa kelas X SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara nyata tentang kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran memproduksi teks negosiasi pada siswa kelas X PJ A dan X PB A SMK PGRI 3 Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan mutlak diperlukan karena peneliti berperan sebagai instrumen utama sekaligus pengumpul data. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 3 Malang. Data perencanaan pembelajaran berupa komponen RPP. Data pelaksanaan pembelajaran berupa aktivitas siswa, aktivitas guru, interaksi antara guru dengan siswa, dan interaksi antara siswa dengan siswa. Data penilaian pembelajaran berupa perangkat penilaian dan skor hasil karangan siswa. Sumber data penelitian meliputi (1) RPP guru, (2) kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa di kelas, dan (3) karangan siswa. Instrumen penelitian berupa panduan wawancara, panduan analisis dokumen, panduan observasi pelaksanaan, dan panduan analisis penilaian pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penyimpulan data. Data penelitian yang telah dianalisis kemudian diperiksa dengan teknik triangulasi data dengan sumber, metode, dan teori.Hasil analisis perencanaan pembelajaran diuraikan sebagai berikut. RPP disusun sendiri oleh guru di awal semester. Komponen RPP meliputi identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran, media dan sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Adanya upaya menumbuhkan nilai sikap KI-1 (sikap spiritual) dan KI-2 (sikap sosial) serta pencapaian KI-4 (keterampilan). Kegiatan pembelajaran yang dirancang guru menerapkan pendekatan saintifik. Alokasi waktu yang dicantumkan guru berdasarkan ketentuan sekolah, yaitu 40 menit setiap satu kali tatap muka.Hasil analisis pelaksanaan pembelajaran menunjukkan adanya aktivitas guru dan siswa yang terbagi atas tiga tahap kegiatan, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan, aktivitas yang dilakukan yaitu salam, menanyakan kabar siswa, dan menanyakan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran. Pada kegiatan inti, aktivitas yang dilakukan yaitu penugasan membuat teks negosiasi (mencoba dan menalar) dan mengomunikasikan teks negosiasi yang telah dibuat. Pada kegiatan penutup, aktivitas yang dilakukan yaitu memberikan penilaian secara lisan dengan berpedoman pada rubrik penilaian, menyampaikan kegiatan tindak lanjut, dan salam.Hasil analisis penilaian pembelajaran menunjukkan bahwa guru melakukan penilaian sikap dan penilaian keterampilan menggunakan berbagai teknik penilaian. Penilaian sikap dilakukan guru selama di kelas dengan menandai nama siswa yang aktif selama pembelajaran. Penilaian keterampilan belum sepenuhnya dilaksanakan di kelas dan belum dapat dipastikan dilakukan guru dengan berpedoman pada rubrik penilaian atau tidak karena guru hanya memberikan tanda tangan pada karangan siswa tanpa adanya skor dan catatan. Hasil penilaian karangan siswa menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh siswa masih di bawah KKM sekolah, yakni 76 dengan rincian hanya ada 10 dari 61 siswa mampu meraih nilai sempurna.Simpulan dari penelitian ini dibagi berdasarkan fokus penelitian. Pertama, komponen RPP yang disusun guru masih berpedoman pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 karena masih mencantumkan KI dan antar komponen RPP yang disusun guru belum sepenuhnya saling berkaitan karena dalam indikator dan tujuan pembelajaran terdapat kegiatan menyunting yang seharusnya dilaksanakan pada kompetensi selanjutnya. Kedua, pendekatan saintifik belum terlaksana dengan maksimal selama pembelajaran karena guru belum sepenuhnya mampu menyesuaikan pembelajaran yang dirancang dengan kondisi siswa. Ketiga, penilaian pembelajaran dilakukan guru dengan menggunakan berbagai teknik penilaian, namun dalam pelaksanaannya guru belum memanfaatkan rubrik penilaian yang dicantumkan dalam RPP.Simpulan akhir dari seluruh kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran memproduksi teks negosiasi yang dilakukan guru di kelas X PJ A dan X PB A dikatakan belum maksimal dan belum berhasil. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga saran yang disampaikan, yakni kepada (1) guru Bahasa Indonesia SMK PGRI 3 Malang, pada kegiatan perencanaan, guru disarankan agar lebih meningkatkan kemampuan dalam menyusun RPP dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berlaku sehingga menghasilkan RPP yang sistematis dan operasional. Pada kegiatan pelaksanaan, guru disarankan agar lebih variatif dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang digunakan sehingga dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam belajar. Pada kegiatan penilaian, guru disarankan agar lebih bervariasi lagi dalam menggunakan teknik penilaian dan memanfaatkan rubrik penilaian yag dicantumkan dalam RPP ketika pelaksanaan pembelajaran, (2) untuk peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi peneliti lain untuk mengembangkan fokus penelitian dengan adanya penggunaan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif karena masih dalam tahap merekam kegiatan pembelajaran berupa perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, dan (3) untuk siswa, diharapkan agar lebih giat lagi dalam belajar memahami teks negosiasi dan lebih sering berlatih menulis teks negosiasi dengan memerhatikan kaidah bahasa dan penggunaan tanda baca sesuai ejaan bahasa Indonesia
Pengembangan Buku Suplemen Bacaan Teori Sastra Lisan
Sastra lisan merupakan bentuk sastra pertama yang diakui oleh ahli kesusastraan dunia dan diikuti pula oleh ahli kesusastraan Indonesia. Sastra lisan tercipta sebelum nenek moyang mengenal aksara, sehingga penyebarannya melalui mulut ke mulut dari generasi ke generasi. Pelestarian sastra lisan dapat dilakukan dengan mengetahui pengetahuan yang lebih mendalam tentang sastra lisan. Namun, buku-buku teori tentang sastra lisan terbatas jumlahnya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian pengembangan tentang buku sastra lisan.Penelitian dan pengembangan ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan produk buku suplemen bacaan teori sastra yang dapat digunakan oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Adapun secara khusus bertujuan untuk melaporkan hasil uji dari produk buku suplemen bacaan teori sastra lisan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini adaptasi dari model penelitian dan pengembangan Recursive Reflective Design and Development atau yang disingkat dengan R2D2 yang dikemukakan oleh Willis (1995). Model R2D2 terdapat tiga fokus, yaitu (a) penetapan, (b) desain dan pengembangan, dan (c) diseminasi atau penyebarluasan. Pada fokus penetapan terdapat penetapan produk dan penetapan tim partisipan. Pada fokus desain dan pengembangan terdapat persiapan dan pengembangan produk. Pada fokus diseminasi dilakukan dengan melakukan penulisan artikel dari penelitian dan pengembangan. Uji ahli produk dilakukan kepada dua ahli sastra lisan. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data verbal dan data angka. Data verbal dibagi menjadi dua, yaitu data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa kritik dan saran yang dituliskan oleh penguji ahli pada lembar penilaian. Data lisan berupa komentar yang diperoleh dari para ahli. Data lisan digunakan untuk mengetahui tanggapan dan memperoleh saran perbaikan produk. Data angka berupa angka-angka yang didapat dari penghitungan nilai pada lembar penilaian yang diberikan kepada penguji ahli.Berdasarkan uji coba produk, diperoleh data berikut. Presentase hasil uji ahli sastra lisan yang pertama mencapai 73,5% (kualifikasi cukup layak dengan tindak lanjut implementasi). Presentase uji ahli sastra lisan yang kedua mencapai 80% (kualifikasi cukup layak dengan tindak lanjut implementasi). Berdasarkan data hasil uji coba produk tersebut dimaknai bahwa (1) buku suplemen Pengantar Sastra Lisan memiliki kualifikasi layak dan dapat dilakukan tindak lanjut implementasi pada pembaca, yaitu mahasiswa maupun masyarakat umum, dan (2) buku suplemen tersebut efektif digunakan sebagai bahan bacaan pelengkap maupun sebagai buku rujukan matakuliah sastra lisan. Kelebihan buku suplemen ini dibanding dengan buku-buku yang sudah ada adalah teori dalam buku ini dikutip dari sumber-sumber yang relevan, mencakup ruang lingkup teori yang dibutuhkan secara luas dan mendalam, dan disertai dengan contoh-contoh sastra lisan yang ada dan dekat dengan masyarakat sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Saran yang disampaikan peneliti, yakni (1) untuk mahasiswa diharapkan dengan membaca buku ini, wawasan atau pengetahuan tentang sastra lisan dapat bertambah, (2) untuk masyarakat umum diharapkan dengan adanya buku ini dapat menambah jumlah buku-buku teori tentang sastra lisan yang terbatas. Selain itu, dengan membaca buku ini wawasan atau pengetahuan tentang sastra lisan dapat bertambah, dan (3) untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan produk sejenis dengan bahasan yang berbeda
Struktur Cerita Asal-Usul Desa Pagerwojo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung
Cerita asal-usul Desa Pagerwojo merupakan cerita lisan milik masyarakat Desa Pagerwojo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Cerita lisan masyarakat Pagerwojo tersebut merupakan bagian budaya yang diturunkan oleh nenek moyang Desa Pagerwojo. Dalam masyarakat Desa Pagerwojo mbah Gladak Mandelo dipercaya sebagai orang yang berjasa dalam terbentukanya Desa Pagerwojo. Hal tersebut dikenali dari simbol yang terdapat di Desa Pagerwojo. yakni pakuwojo. Berdasarkan isi cerita dan pengakuan masyarakat Desa Pagerwojo terdapat hubungan antara simbol pakuwojo dan nama Desa Pagerwojo. Penelitian ini secara rinci bertujuan untuk membentuk dan mendeskripsikan struktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dengan pendekatan kualitatif berdasarkan teori struktur antropologi Claude Levi Straus.Dengan pendekatan dan teori tersebut diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Struktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo ada 3 miteme, 6 ceriteme dan 5 episode cerita. Miteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo ditemukan yaitu mbah Gladak Mandelo, Singo Gebyong dan Moyogati, serta Karni. Ceriteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo yaitu babat alas pijek, rombongan dari Ponorogo, simbol pakuwojo, membuka pasar, kepercayaan dan keyakinan, kecamatan Pagerwojo. Episode cerita yang terbangun dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo meliputi babat alas desa Pagerwojo Desa Pagerwojo, simbol perlindungan, pengenalan ekonomi kepada masyarakat Desa Pagerwojo, pengenalan agama, pengetahuan sistem pemerintahan.Pertama, miteme merupakan bentuk relasi kata dalam kalimat yang dapat ditandai dengan tindakan yang dialami oleh tokoh. Hal tersebut dapat dilihat pada tokoh sentral dan tokoh bawahan. Kedua, ceriteme merupakan relasi antar kata yang membangun ide kalimat. Hal tersebut terlihat dari relasi antar kalimat yang terdapat dalam paragraf. Ceriteme tersebut dapat dibangun dari segmen cerita. Ketiga, episode dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo mengenai peristiwa awal pembukaan lahan Desa Pagerwojo. episode ini merupakan bentuk penjelasan simbolik masyarakat Pagerwojo untuk menjelaskan sejarah adanya Desa Pagerwojo. Episode cerita asal-usul Desa Pagerwojo ini dapat ditemukan dalam alur cerita. Berdasarkan pengungkapan stuktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dapat dijadikan acuan untuk membangun makna dalam sebuah cerita. Berdasarkan cerita asal-usul Desa Pagerwojo nenek moyang terdahulu ingin menunjukan makna dan nilai yang terkandung dalam setiap pemikiran orang jawa zaman dahulu. Jadi, keseluruhan cerita asal-usul cerita Desa Pagerwojo diharapkan untuk masyarakat Desa Pagerwojo agar lebih memaknai sastra lisan yang dimilikinya, serta menjaga dan melestarikan keberadaan cerita asal-usul Desa Pagerwojo di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung
Afiks Bahasa Jawa Dialek Malang
ABSTRAK Amalia, Vindy Radifani. 2016. Afiks Bahasa Jawa Dialek Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indondesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. pembimbing: (I) Dr. Sunaryo HS., S.H. M.Hum. (II) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: afiks, bahasa Jawa, dialek Malang Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang mengakibatkan masuknya bahasa yang berbeda-beda pula. Bahasa asli yang digunakan masyarakat kota Malang adalah bahasa Jawa dialek Malang (selanjutnya disebut BJDM). BJDM memiliki kekhasan pada stuktur katanya, sehingga ilmu bahasa yang digunakan adalah morfologi. Sebagai varian bahasa Jawa dialek Jawa Timur, BJDM bersistem aglutinasi, sehingga proses morfologis yang digunakan adalah proses afiksasi. Proses afiksasi adalah pelekatan afiks pada bentuk dasar untuk membentuk kata baru. Afiks atau imbuhan adalah salah satu bentuk morfem terikat yang menjadi komponen utama proses afiksasi, sehingga afiks inilah yang dikaji dalam penelitian ini. Teori afiks yang digunakan adalah afiks menurut Alwi, Muslich, dan Wedhawati. Menurut keduanya, afiks terdiri atas empat jenis, yaitu prefiks (awalan), infiks (sisipan), sufiks (akhiran), dan konfiks (gabungan afiks) yang memiliki bentuk dan maknanya masing-masing. Oleh karena hal tersebut, fokus penelitian ini adalah jenis afiks, bentuk afiks, dan makna afiks dalam BJDM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat (data verbal) yang ditranskripsikan ke dalam korpus data. Data verbal tersebut berdasar instrumen informan yang pengumpulan datanya melalui pengamatan dan wawancara. Dalam pengumpulan data di lapangan, peneliti hadir dan berperan sebagai partisipan aktif dalam proses penelitian di lima kecamatan di kota Malang. Lima kecamatan tersebut adalah kecamatan Klojen, kecamatan Kedungkandang, kecamatan Blimbing, kecamatan Lowokwaru, dan kecamatan Sukun. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode cakap yang menggunakan teknik pancing, rekam, dan catat. Sedangkan sumber datanya adalah masyarakat penutur asli BJDM yang sesuai dengan kriteria-kriteria informan menurut Soedjito dan Mahsun. Kegiatan analisis data dimulai setelah data ditranskip. Data yang telah ditranskip kemudian direduksi, disajikan, lalu ditarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis afiks dalam BJDM. Tiga jenis afiks tersebut adalah prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan konfiks (gabungan afiks). Berdasarkan tiga jenis afiks tersebut, ditemukan bentuk-bentuk afiksnya. Bentuk prefiks ditemukan empat bentuk, yaitu {N-}, {me-}, {di-}, dan {ke-}. Bentuk sufiks ditemukan lima bentuk, yaitu {-a}, {-na}, {-en}, {-an}, dan {-e}. Sedangkan bentuk konfiks, ditemukan enam bentuk, yaitu {N-/-i}, {dipeN-/-i}, {peN-/-an}, {ke-/-an}, {-el-/-an}, dan {-el-/-en}. Makna afiks dalam BJDM akan disimpulkan berdasarkan bentuk afiks. (a) Pelekatan prefiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut: ‘menjadi yang dinyatakan pada bentuk dasar’; ‘melakukan tindakan yang dinyatakan pada bentuk dasar’; dalam keadaan yang disebut pada kata dasar’; ‘melakukan pekerjaan menggunakan apa yang disebut pada bentuk dasar’; ‘(subjek) dikenai tindakan yang dinyatakan pada bentuk dasar’; ‘sudah di…’; kemungkinan di…’; dan ‘ketidaksengajaan’. (b) Pelekatan sufiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut: ‘perintah untuk bertindak atau bersikap sesuai dengan yang disebut pada bentuk dasar sehingga membuat (objek) melakukan tindakan seperti bentuk dasar’; ‘perintah terhadap lawan tutur untuk melakukan sesuatu yang disebut pada bentuk dasar sehingga menyebabkan (…) melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar untuk orang lain’; tempat suatu tindakan yang tersebut pada bentuk dasarnya’; dan ‘bentuk dasar yang dimiliki oleh …’. Serta (c) pelekatan konfiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut: ‘menyebabkan yang tersebut pada bentuk dasar’; ‘(subjek) dijadikan sasaran tindakan yang dinyatakan oleh bentuk dasar’; ‘hal atau proses atau hasil’; ‘peristiwa yang terjadi dengan tidak sengaja’; dan ‘perbuatan atau tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang-ulang’. Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, bagi masyarakat Malang yang diharapkan menggunakan dan mengembangkan BJDM, agar BJDM juga dikenal sebagai bahasa Jawa yang khas dan tidak mengalami kepunahan bahasa. Kedua, ditujukan kepada calon peneliti selanjutnya yang diharapkan untuk meneliti lebih lanjut afiks BJDM agar tidak berhenti di sini, terutama mengenai fungsi afiks BJDM. Ditambah pula mengenai proses morfologis dalam BJDM, seperti proses afiksasi, reduplikasi, atau komposisi.
Standar Kualitas Layanan Perpustakaan Universitas Ma Chung
ABSTRAK Khamidah, Ninik Fa’idatush. 2016. Standar Kualitas Layanan Perpustakaan Universitas Ma Chung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (2) Setiawan, S.Sos, M.IP. Kata Kunci: layanan perpustakaan, standar kualitas Perpustakaan menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Perpustakaan menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Layanan perpustakaan dikatakan bagus apabila pemustaka merasa puas dengan layanan dan sikap pustakawan saat melayani. Perpustakaan Universitas Ma Chung memiliki layanan sirkulasi, referensi, dan jurnal elektronik. Dari data statistik pengunjung, jumlah pengunjung dari Juli 2015-Juli 2016 mengalami penurunan. Penempatan gedung perpustakaan yang baru belum dimanfaatkan oleh pemustaka secara maksimal. Sistem access yang seringkali error saat peminjaman buku di perpustakaan menjadi salah satu kendala yang dialami saat ini Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan fakta-fakta. Data penelitian ini berupa aktivitas layanan dan kualitas layanan. Sumber data penelitian ini berupa pustakawan dan pemustaka. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik pengumpulan data dokumentasi dilakukan dengan mengambil data berupa buku catatan dan dokumen yang tersimpan. Wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan ke pemustaka dan petugas perpustakaan. Pengumpulan data melalui observasi dilakukan untuk mengamati kondisi layanan dan kualitas layanan yang diberikan untuk pemustaka. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, layanan perpustakaan Universitas Ma Chung, memiliki layanan sirkulasi, referensi, dan jurnal elektronik. Ketiga layanan tersebut mempunyai Standard Operating Procedure. Layanan sirkulasi dan jurnal elektronik menggunakan sistem layanan terbuka. Layanan referensi menggunakan sistem layanan terbuka dan tertutup. Kedua, standar kualitas layanan perpustakaan Universitas Ma Chung, kualitas layanan sirkulasi, menyediakan informasi terbaru yang dibutuhkan oleh pemustaka, memberikan kemudahan akses yang berupa OPAC, kecepatan pustakawan saat melayani pemustaka. Kualitas layanan referensi yaitu sumber rujukan yang dibutuhkan oleh pemustaka. Pustakawan mampu membimbing dan memberi pengarahan kepada pemustaka untuk tugas kuliah. Kualitas layanan jurnal elektronik yaitu Pustakawan menyediakan layanan jurnal elektronik yang sudah di bedakan sesuai dengan jurusan dan jenis jurnal.
Penggunaan Media Teks Iklan Televisi Berunsur Edukatif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V MI Al-Hidayah Donowarih Karangploso
ABSTRAKSa’diyah, Habibatus. 2017. Penggunaan Media Teks Iklan Televisi Berunsur Edukatif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V MI Al-Hidayah Donowarih Karangploso. Skripsi, JurusanPendidikanBahasaSastra Indonesia dan Daerah, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. MuakibatulHasanah, M.Pd,(II)Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: menulis puisi,media teks iklan televisi berunsur edukatif,pembelajaran menulis puisiKeterampilan menulis puisi merupakan proses menulis kreatif. Menulis puisi dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk menyalurkan kreativitas yang dimiliki seseorang dalam bentuk tulisan yang indah dan menarik. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan permasalahan yang dialami siswa kelas V MI Al-Hidayah dalam menulis puisi, yaitu (1) siswa kesulitan dalam: merangkai kata-kata dan mengembangkan imajinasi dalam menulis puisi, (2) siswa tidak antusias dalam menulis puisi, dan (3) guru menggunakan media pengalaman di sekitar siswa.Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan media yang menarikperhatian. Media tersebut dapat ditemukan pada media yang dapatdilihat, didengardandirasakanseperti media audiovisual. Salah satu media audiovisual yang dapat digunakan dalam menulis puisi adalah teks iklan televisi berunsur edukatif.Teks iklan yang berunsur edukatif dipilih agar siswa dapat memunculkan imajinasi melalui pengamatan peristiwa dalam iklan yang mengandung pesan-pesan mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil menulis puisi siswa kelas V MI Al-Hidayah Donowarih Karangploso dengan menggunakan media teks iklan televisi yang berunsur edukatif.Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Al-Hidayah Donowarih yang berjumlah 27 siswa. Data proses dalam penelitian ini berupa hasil observasi, catatan lapangan, dokumentasi selama proses pembelajaran dan wawancara dengan guru dan siswa kelas V. Data hasil dalam penelitian ini berupa kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media teks iklan televisi yang berunsur edukatif.Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari empat langkah, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Hasil analisis dataproses menunjukkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan media teks iklan televisi berunsur edukatif pada siswa kelas V MI Al-Hidayah mengalami peningkatan. Peningkatan proses pembelajaran menulis puisi dapat dilihat pada tahapan-tahapan menulis puisi dengan media teks iklan televisi yang dilakukan siswa. Tahapan-tahapan menulis puisi dengan media teks iklan televisi yang dilakukan siswa meliputi tahap penentuan ide, pengendapan ide, penulisan, dan penyuntingan serta perbaikan. Tahap penentuan idesiswa aktif bertanya jawab, tahap pengendapan idesiswa aktif mencermati pokok peristiwa dan mengembangkan jawaban menjadi lebih rinci, tahap penulisan siswa aktif menggunakan rincian jawaban sebagai acuan dalam menulis puisi, tahap penyuntingan dan perbaikan siswa aktif menandai dan memperbaiki kesalahan serta bertanggungjawab menyelesaikan tugas menulis tepat waktu dan pada akhir pembelajaran siswa percaya diri mengungkapkan perasaan saat mengikuti pembelajaran menulis puisi.Selain itu, diketahui bahwa pada akhir siklus II terjadi peningkatan pada perilaku siswa selama mengikuti pembelajaran menulis puisi. Peningkatan perilaku siswa meliputi: (1) aspek antusiasme memperhatikan penjelasan guru mencapai 100% (Siklus I 59,25%), (2) aspek keaktifan bertanya mencapai 85,18% (Siklus I 48,15%), aspek keaktifan menjawab pertanyaan mencapai 40,74% (Siklus I 22,22%), (3) aspek antusiasme mengerjakan tugas menulis puisi dengan baik mencapai 88,89% (Siklus I 62,96%), aspek antusiasme berdiskusi dengan baik mencapai 100% (Siklus I 85,18%), (6) aspek tanggungjawab dalam menyelesaikan tugas menulis puisi tepat waktu mencapai 100% (Siklus I 88,89%).Penggunaan media teks iklan televisi berunsur edukatif juga meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Secara umum pada akhir siklus II diketahui bahwa ada lima aspek dari enam aspek yang meningkat sangat tinggi dengan rata-rata 89%. Kelima aspek yang dimaksud meliputi:(1)tema mencapai 100% (Siklus I 63%), (2) diksi mencapai 96% (Siklus I 44%), (3) citraan mencapai 100% (Siklus I 81%), (4) majas mencapai 52% (Siklus I 0%), (5) rima mencapai 100% (Siklus I 52%), (6) judul mencapai 81% (Siklus I 59%). Khusus pada aspek majas (perbandingan), pada Siklus I keseluruhan siswa tidak menggunakan majas dalam puisi yang ditulis. Aspek tersebut meningkat sangat tinggi pada Siklus II, yaitu dari 0% meningkat sebesar 52%.Peningkatan tertinggi terlihat pada aspek diksi, majas dan rima. Secara umum, peningkatan kualitas pembelajaran menulis puisi terlihat pada saat studi pendahuluan, Siklus I dan Siklus II. Pada saat studi pendahuluan nilai rata-rata siswa yaitu 60,44%, pada Siklus I 63,07% dan pada Siklus II 86,59%. Rata-rata nilai siswa pada saat studi pendahuluan ke Siklus I meningkat sebesar 2,63%. Rata-rata nilai siswa pada saat Siklus I ke Siklus II meningkat sebesar 23, 52%.Berdasarkan hasil dan temuan penelitian disarankan bagi beberapa pihak. Pertama, bagi guru kelas V diharapkan guru dapat menggunakan media teks iklan televisi berunsur edukatif dalam pembelajaran menulis puisi atau menulis kreatif lainnya. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian yang sejenis