SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa dalam Teks Berita di Rubrik Citizen Reporter Harian Surya

    No full text
    ABSTRAK Isnaini, Marin Nur. 2017. Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa dalam Teks Berita di Rubrik Citizen Reporter Harian Surya. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: diksi, gaya bahasa, Citizen ReporterBerita merupakan salah satu media yang efektif dalam penyampaian informasi kepada masyarakat secara tepat, cepat, dan akurat. Media yang cukup efektif dan menarik dalam penyampaian berita yaitu media online. Salah satu media massa yang memanfaatkan media online dalam penyampaian berita kepada masyarakat yaitu Harian Surya. Harian Surya memiliki rubrik Citizen Reporter yang memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tertarik dengan jurnalisme warga untuk menyampaikan peristiwa yang dialami ke dalam sebuah berita. Penyampaian berita di rubrik Citizen Reporter tentu menggunakan diksi dan gaya bahasa yang beragam sesuai karakteristik penulis berita dan telah melewati proses penyuntingan oleh redaksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam teks berita dalam rubrik Citizen Reporter Harian Surya.Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata yang menunjukkan paparan deskripsi penggunaan diksi dan gaya bahasa yang terdapat dalam teks berita. Sumber data penelitian ini adalah teks berita di rubrik Citizen Reporter Harian Surya dalam versi unggah online dalam periode Desember 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi karena teks berita yang diteliti berwujud dokumen online. Instrumen penelitian berupa tabel pengumpul teks berita dan tabel pedoman analisis data. Kegiatan analisis data dilakukan dengan pengklasifikasian data, penginterpretasian data, dan pendeskripsian data hasil analisis. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan diskusi sejawat.Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan diksi dalam teks berita berupa kata konkret, kata abstrak, kata umum, kata khusus, kata lugas, dan kata abstrak. Kata konkret dalam teks berita sebagai penggambaran secara nyata mengenai objek yang diberitakan. Kata abstrak dalam teks berita berupa kata sifat sebagai penjelasan lebih mendalam mengenai objek yang diberitakan. Kata umum dalam teks berita sebagai generalisasi dari objek yang diberitakan. Kata khusus dalam teks berita sebagai penjelasan yang lebih spesifik mengenai suatu objek. Kata lugas dalam teks berita diperlukan dalam teks berita karena menuntut  sebuah  ketajaman dalam  penyampaiannya.  Kata kias  dalam  teks  berita sebagai pemberi variasi dan warna terhadap teks sehingga mampu memberikan pemahaman  yang mendalam  terhadap  pembaca.  Kedua,  penggunaan  gaya  bahasa dalam teks berita berupa persamaan, metafora, personifikasi, hiperbola, dan erotesis atau retoris. Gaya bahasa persamaan, metafora, personifikasi, hiperbola, dan erotesis atau retoris dalam teks berita digunakan sebagai penegasan terhadap gagasan yang disampaikan penulis. Dalam penulisannya, penggunaan gaya bahasa dapat menarikperhatian pembaca, namun harus melalui pertimbangan mendalam agar pembaca dapat menangkap pesan yang disampaikan secara tepat. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua hal sebagai berikut. Pertama, dalam teks berita di rubrik Citizen Reporter Harian Surya lebih banyak menggunakan kata konkret, khusus, da

    Kualitas Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VII SMPN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Astri, Megasari Budi. 2017.Kualitas Teks Laporan Hasil Observasi Kelas VII SMPN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.   Kata kunci: kualitas teks, teks laporan hasil observasi   Teks laporan merupakan salah satu wacana tulis yang bertujuan menyampaikan informasi secara objektif dari sebuah pengamatan. Keraf (2001:284) menyatakan bahwa laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas teks laporan hasil observasi siswa kelas VII SMPN 9 Malang berdasarkan (1) kualitas isi, (2) kualitas bahasa, (3) kualitas penyajian/organisasi teks laporan hasil observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan rancangan penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah teks laporan hasil observasi siswa kelas VII SMPN 9 Malang. Proses pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik tes menulis. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah menugasi siswa untuk menulis laporan hasil observasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan sementara, dan pengecekan keabsahan temuan. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan teknik ketekunan atau keajegan pengamatan dan pemeriksaan melalui diskusi teman sejawat. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, kualitas isi. Kualitas isi berdasarkan aspek kesesuaian isi dengan judul, kelengkapan, dan keakuratan ditemukan 97% teks dikategorikan baik dan 3% dikategorikan kurang baik. Kedua, kualitas bahasa. Kualitas bahasa yang ditemukan berdasarkan  aspek penggunaan kalimat dan penggunaan pilihan kata, ditemukan 70% teks yang dikategorikan baik, 23% dikategorikan kurang baik, dan 7% dikategorikan tidak baik. Namun, kualitas bahasa berdasarkan penggunaan ejaan dan tanda baca ditemukan 26% teks dikategorikan baik, 55% dikategorikan kurang baik, dan 17% dikategorikan tidak baik. Ketiga, kualitas penyajian/organisasi. Kualitas penyajian/organisasi berdasarkan kelengkapan dan keruntutan ditemukan 83% teks dikategorikan baik dan 17% dikategorikan kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, disarankan kepada guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN 9 Malang untuk melatih keterampilan menulis siswa dengan memperhatikan kualitas isi. Kedua, disarankan juga kepada guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN 9 Malang untuk melatih keterampilan menulis siswa dengan memperhatikan kualitas bahasa. Ketiga, disarankan juga kepada guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN 9 Malang untuk melatih keterampilan menulis siswa dengan memperhatikan kualitas penyajian/organisasi.  

    Karakteristik Tembang Macapat karya Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat Tahun Pelajaran 2014/2015

    No full text
    ABSTRAK Naim, Elfan Muhammad. 2015. Karakteristik Tembang Macapat karya Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd, (II) Karkono, S.S., M.A. Kata Kunci: karakteristik, tembang macapat, siswa kelas X, SMA Negeri 1 SrengatDalam budaya Jawa, macapat masuk pada kategori tembang yang terwujud dalam pola persajakan tertentu. Dalam melestarikan produk budaya tersebut Pemerintah Daerah di Jawa Timur memiliki peran besar. Hal ini terangkum dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur yang menjelaskan bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa diselenggarakan pada jenjang SMA/SMALB/MA.SMA Negeri 1 Srengat, merupakan salah satu SMA di Kabupaten Blitar yang telah melaksanakan pembelajaran Bahasa Jawa pada kurun waktu satu tahun terakhir dengan tenaga pengajar yang terbatas. Menulis tembang macapat  merupakan salah satu Kompetensi Dasar pada Muatan Lokal Bahasa Jawa di SMA tersebut. Ketrampilan menulis tembang macapat harus dikuasai oleh siswa yang bertujuan untuk mengasah kreativitas siswa walaupun dengan keterbatasan tenaga pengajar.Penelitian ini penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tembang macapat karya siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat. Penelitian ini difokuskan pada karakteristik tembang macapat karya siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat yang meliputi sub fokus struktur dan pesan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi dokumen. Data dalam penelitian ini berupa (1) kutipan struktur yang terdiri dari guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu yang digunakan siswa dalam menulis tembang macapat dan (2) larik atau kutipan tembang macapat yang memuat pesan dalam tembang macapat.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen. Peneliti merupakan human instrument atau instrumen yang bersifat subjek. Peneliti dalam mendapatkan data menggunakan parameter. Parameter digunakan untuk membantu peneliti mendapatkan data berupa pesan yang terdapat pada tembang macapat karya siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, karakteristik struktur tembang macapat karya siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat tahun pelajaran 2014/2015 tertuang pada 10 jenis tembang macapat.  Siswa cenderung menggunakan diksi Bahasa Indonesia, menggunakan dasanama, dan melesapkan atau mengurangi suku kata pada diksi yang dipilih untuk menyesuaikan pakem struktur tembang. Kedua, karakteristik pesan dalam tembang macapat karya siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat tahun pelajaran 2014/2015 tertuang pada 10 jenis tembang macapat. Siswa mengambil pesan-pesan yang bersifat kesedihan, kemesraan, kebahagiaan, nasihat, dan tebakan. Siswa cenderung memperhatikan kesesuaian pesan tembang berdasarkan pakem pesan pada masing-masing tembang macapat

    Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dengan Media Pandang Geraktahun ajaran 2013/2014 Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lamongan

    No full text
    ABSTRAK Putro Suhardono, Eko 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dengan Media Pandang Geraktahun ajaran 2013/2014 Siswa Kelas XI SMA Negeri  1 Lamongan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pempimping (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M. Sn. Kata Kunci: peningkatan, kemampuan membaca cepat, media pandang gerak.Kemampuan membaca cepat merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa karena dengan keterampilan tersebut siswa dapat menggali  informasi secara cepat dan tepat. Namun, hal tersebut belum sesuai dengan kenyataan. Pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat berdampak pada kemampuan membaca cepat siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri  1 Lamongan membuktikan bahwa kemampuan membaca cepat siswa masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan tindak lanjut dengan penggunaan media pandang gerak untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lamongan dari segi proses dan hasil. Segi proses mencangkup kebiasaan atau perilaku baca siswa seperti, bersuara, menggerakkan bibir, menggerakkan kepala, dan menggunakamn alat bantu. Sedangkan segi hasil mencangkup tingkat pemahaman siswa terhadap bacaan. KD yang akan dicapai oleh siswa ialah  KD 11.1, yaitu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran), pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek umum yang diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas XI IA3, sedangkan subjek khususnya adalah siswa yang memperoleh skor penilaian di bawah Kriteria Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan.Data penelitian diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa pedoman observasi, tes subjektif membaca cepat, serta dokumentasi untuk mengetahui proses dan hasil membaca cepat siswa.Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa proses pembelajaran  membaca cepat melalui media pandang gerak dilaksanakan dengan beberapa langkah, yaitu siswa berlatih: mengurangi kebiasaan buruk dalam membaca, memperluas jangkauan mata, memperbaiki gerakan mata, konsentrasi, dan ingatan dalam membaca. Berdasarkan hasil analisis proses diketahui bahwa sebagian siswa mengikuti pembelajaran membaca cepat dengan cukup antusisas, sedangkan pada siklus 2 semua siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran membaca cepat.Hasil analisis kemampuan membaca cepat dengan media pandang gerak pada siklus 1 meliputi proses dan hasil membaca cepat. Setelah dilakukan tindakan,  perilaku baca siswa membaik daristudi pendahuluan yakni, 12,12% siswa yang menggerakkan kepala ketika membaca,  24,24 % siswa yang menggerakkan bibir ketika membaca, dan sudah tidak ada siswa yang bersuara dan menggunakan alat bantu ketika membaca. Pada aspek pemahaman, terdapat 9 siswa (25%) siswa yang belum tuntas dan masuk kriteria kurang.Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 yanng meliputi proses dan hasil membaca cepat, diperoleh hasil dari perilaku baca siswa membaik dengan hanya 6% siswa yang menggerakkan kepala ketika membaca, 6 % siswa yang menggerakkan bibir ketika membaca, dan sudah tidak ada siswa yang bersuara dan menggunakan alat bantu ketika membaca. Pada aspek pemahaman, sudah ada peningkatan meskipun belum semua siswa dikategorikan tuntas. Masih ada 2 siswa (6 %) siswa yang belum tuntas dan masuk kriteria kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia agar memanfaatkan atau menggunakan media pandang gerak untuk meningkatkan pembelajaran membaca cepat. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan bahan acuan peneliti berikutnya pada pembelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman

    Hubungan Kemampuan Memahami dan Kemampuan Menulis Surat Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Subagyo, Devi Prastuti. 2017. Hubungan Kemampuan Memahami dan Kemampuan Menulis Surat Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universistas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M.Pd.   Kata kunci: surat pribadi, bahasa Jawa, kemampuan memahami, kemampuan menulis, VIII SMP   Surat pribadi berbahasa Jawa merupakan alat komunikasi tertulis dengan bahasa Jawa yang sudah jarang digunakan. Hal ini dikarenakan munculnya alat komunikasi elektronik serta siswa belum memahami benar tata tulis surat menyurat dalam bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa SMP Negeri 4 Malang dan (2) hubungan kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data yang diperlukan adalah skor hasil tes kemampuan memahami dan menulis surat pribadi berbahasa Jawa serta hasil wawancara. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara dan tes. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, tahap tabulasi, dan tahap analisis data. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kemampuan memahami surat pribadi berbahasa Jawa tergolong dalam kategori baik, yakni siswa yang memperolah nilai di atas rata-rata berjumlah 21 orang, sementara 14 orang memperoleh nilai di bawah rata-rata. Kedua, kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa tergolong dalam kategori baik, yakni siswa yang memperolah nilai di atas rata-rata berjumlah 19 orang, sementara 16 orang memperoleh nilai di bawah rata-rata. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa, yakni 0,689 > 0,396 dan 0,000 0,396 and 0,000 < 0,05. Fourth, there are 10 students who show no correlation between the two ability values. Fifth, there are 6 students who get understanding ability values is higher than writing ability values. Sixth, there are 4 students who get understanding ability values is lower than writing ability values. Based on the research results above, then the proposed suggestions are (a) for school, it’s expected that school can facilitate the learning resources needed to support the learning process; (b) for teacher, it’s expected teacher can give more understanding painstakingly to students before doing the writing activity and choose and use the appropriate learning methods in accordance with the students’ ability and the difficulty of teaching materials; (c) for students, it’s expected to further enhance their enthusiasm for learn to write and read and understand the content of the reading; and (d) for advanced researcher, this research can be used as a basis to develop further with more varied variables, and it’s adviced researching the factors which caused no correlation beetwen understanding ability and writing ability which did by the writer

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI TOKOH INSPIRASI MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X-IPS 2 SMAN 1 BANGIL

    No full text
    ABSTRAK Yanti, SuciWicah. 2017. PeningkatanKemampuanMenulisTeksBiografiTokohInspirasiMenggunakan Model Project Based Learning padaSiswaKelas X-IPS 2 SMAN 1 Bangil. Skripsi, Program S1 PendidikanBahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. PideksoAdi, M.Pd. Kata Kunci: menulis, teksbiografi, model project based learningPembelajaranmenulisteksbiografimerupakansalahsatukompetensidasar yang adadalamKurikulum 2013jenjang SMA yang harusdikuasaiolehsiswakelas X. Tujuannya agar siswadapatmengenal, memahami, danmenulisteksbiografidenganmemerhatikanisidanciribahasateksbiografi. Namun, padakenyataannyakemampuanmenulisteksbiografisiswamasihrendah. Rendahnyanilaisiswatersebutdisebabkanolehkurangnyapemahamansiswaterhadapmaterimenulisteksbiografi. Olehkarenaitu,untukmengatasipermasalahantersebutdibutuhkan model pembelajaranuntukmeningkatkankemampuansiswadalammenulisteksbiografi.Salah satu model yang digunakandalampembelajaranmenulisteksbiografi, yaitu model project based learning.Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkan proses belajardanhasilmenulisteksbiografimenggunakan model project based learning padasiswakelas X-IPS 2 SMAN 1 Bangil.Penelitianinidilaksanakanmelaluiduasiklus. Padasetiapsiklusnyadilaksanakanberdasarkantahapanpenelitiantindakankelas. JenispenelitianiniadalahPenelitianTindakanKelas (PTK). Subjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas X-IPS 2 SMAN 1 Bangil yang berjumlah 36 siswa. Data penelitianmeliputi data prosesdanhasil. Data penelitiandiperolehmelaluiwawancara, observasi, angket, dokumentasi, dantes. Analisis data proses pembelajarandilakukandenganteknikdeskriptifkualitatif, sedangkanhasilbelajardianalisisdengancaramengumpulkanhasilmenulisteksbiografimenggunakan model project based learning, mengoreksi, danmenentukanskorberdasarkanrubrikpenilaian.Berdasarkanhasilanalisis data penelitian, diketahuibahwapenggunaan model project based learning dapatmeningkatkan proses danhasilmenulisteksbiografisiswa. Padapeningkatan proses siswatelahmampumelaksanakan proses pramenulis, menulis,danpascamenulisdenganbaik. Hal tersebutdapatdiketahuidarihasil proses tahapanmenulissiswapadasiklus I dansiklus II. Padasiklus I nilai rata-rata tahapan proses menulisadalah 81,47danmasihadabeberapa yang belummencapai KKM (78,00). Padasiklus II Nilai rata-rata proses tahapmenulissiswaadalah 89,89dansemuasiswasudahmencapai KKM (78,00). Selainitu, padapeningkatan proses jugadilihatdarisikapsiswaselama proses pembelajaranberlangsung. Siswatelahmengikutipembelajarandengandengandisiplin, aktifbertanyadanmengeluarkanpendapat, siswatidakmenjiplakpekerjaanteman, tepatwaktudalammengumpulkantugas, danpercayadiridalammenampilkankarya. Berdasarkansikapsiswatersebut, diketahuibahwahampirseluruhsiswatelahmemberikanresponpositifselamamengikutipembelajaran. Responsiswadidapatkandariangket yang berisipernyataanterkaitdengan proses pembelajaranmenulisteksbiografimenggunakan model project based learning.Hasilmenulisteksbiografisiswa X-IPS 2 mengalamipeningkatansetelahmenggunakan model project based learning. Peningkatanhasilmenulisteksbiografimenggunakan model project based learning dapatdilihatdaritigaaspek, yaitu (1) strukturbiografi, (2) kaidahkebahasaanbiografi, (3) kemampuanberbahasa. Padastudipendahuluandiketahuinilai rata-rata darihasilmenulisteksbiografisiswakelas X-IPS 2 adalah 70,39. Padahasilmenulisteksbiografistudipendahuluanterdapatsebanyak 11 siswaatau 30,56% memperolehnilai di atas KKM (78,00) dansebanyak 25 siswaatau 69,44% siswamasihmemperolehnilai di bawah KKM. Padahasilmenulisteksbiografisiklus I,  sebanyak 63,89% atau 23 siswasudahmencapai KKM dansebanyak 36,11% atau 13 siswadinyatakanbelummencapai KKM. Nilai rata-rata darihasilmenulisteksbiografipadasiklus I adalah 78,67. Padasiklus II, nilai rata-rata hasilmenulisteksbiografiadalah 89,92danseluruhsiswakelas X-IPS 2 SMAN 1 Bangilsudahmampumencapai KKM (78,00). Berdasarkanhasilpenelitiantersebutdapatdisimpulkanbahwa model project based learning dapatmeningkatkkan proses danhasildalampembelajaranmenulisteksbiografi. Padahasilpenelitianini, disarankanpada guru agar dapatmemilih model pembelajarandengantepat. Selainitu, dapatmenerapkanhasilpenemuaninisebagaiinovasipembelajaranbahasa Indonesia yang dapatmenciptakankreativitassiswadalammenulisteksbiografi. Selainitu, bagipenelitiselanjutnyadiharapkandapatmenggunakandanmengembangkan model project based learning menjadilebihbervariasipadapembelajaranmenulisteksbiografi

    Implikatur Percakapan pada Film “Filosofi Kopi” Karya Angga Dwimas Sasongko

    No full text
    ABSTRAK Film yang berjudul Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko merupakan film yang memiliki tema persahabatan. Percakapan yang terjadi pada film ini berupa percakapan informal. Percakapan informal pada film ini ditandai dengan adanya implikatur percakapan untuk menyampaikan makna yang tersirat. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan maksud yang menimbulkan tindakan bagi lawan tutur. Masalah yang diteliti pada penelitian ini, meliputi (1) bentuk implikatur percakapan pada film Filosofi Kopi dan (2) fungsi implikatur percakapan pada film Filosofi Kopi.Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa percakapan tokoh pada film Filosofi Kopi yang mengandung implikatur percakapan. Sumber data penelitian ini adalah film Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko. Instrumen penelitian yang digunakan terbagi menjadi dua yakni instrumen pengumpul data dan instrumen analisis data. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi (1) penulis mengunduh film Filosofi Kopi, (2) data yang diunduh diamati secara keseluruhan untuk memahami isi cerita, (3) data ditranskrip ke dalam bentuk tulisan, dan (4) hasil data diamati dan diklasifikasikan sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data terbagi atas empat tahap, yaitu (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) analisis data, dan (4) konklusi data. Supaya penelitian ini menjadi penelitian yang baik, peneliti menggunakan 2 metode pengecekan keabsahan data yakni ketekunan pengamatan dan pemeriksaan melalui diskusi dengan teman.Hasil penelitian ini dipaparkan sebagai berikut. Pertama, bentuk implikatur percakapan pada film Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko ada tiga, yaitu bentuk implikatur berita, bentuk implikatur tanya, dan bentuk implikatur seruan. Tiga bentuk tersebut dapat diklasifikasi lagi menjadi bentuk implikatur berita menyatakan informasi, bentuk implikatur tanya dengan maksud memperoleh informasi, bentuk implikatur tanya dengan maksud memperoleh jawaban, dan bentuk implikatur seruan dengan maksud mengungkapkan perasaan.Kedua, fungsi implikatur percakapan pada film Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko ada empat, yaitu fungsi kompetitif, fungsi menyenangkan, fungsi bekerja sama, dan fungsi bertentangan. Empat fungsi tersebut dapat diklasifikasi lagi menjadi fungsi implikatur kompetitif untuk meminta sesuatu, fungsi implikatur menyenangkan untuk mengajak, fungsi implikatur menyenangkan untuk memuji, fungsi implikatur bekerja sama untuk memberi informasi atau menyatakan sesuatu, fungsi implikatur bertentangan untuk memarahi, dan fungsi implikatur bertentangan untuk menyindir. Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan objek dan fokus yang berbeda. Kedua, bagi penulis naskah film dan drama, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan menulis naskah yang berisi berbagai bentuk dan fungsi implikatur percakapan. Ketiga, bagi pengajar pragmatik, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan mengenai teori implikatur percakapan pada film

    Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK

    No full text
    ABSTRAK Chasanah, Mufidatul. 2013. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M. Pd. (II) Dr. Imam Agus Basuki, M. Pd. Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksposisi, siswa SMK.Menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk disampaikan kepada pembaca. Salah satu kompetensi dasar aspek menulis dalam standar isi bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK adalah memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek perumusan judul, pengembangan tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor. Intrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian siswa yang berupa petunjuk dan perintah menulis teks eksposisi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa.Hasil analisis data kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X TKR 2 dan 3 SMK Negeri 1 Kademangan dinyatakan belum mampu. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan skor pada aspek perumusan judul, hanya sebanyak 3 siswa (6%) yang dapat memperoleh skor 4, 30 siswa (64%) mendapat skor 3, 13 siswa (28%) mendapat skor 2, dan 1 siswa (2%) mendapat skor 0. Perolehan skor pada aspek pengembangan tesis, hanya sebanyak 2 siswa (4%) yang mendapat skor 4, 39 siswa (83%) mendapat skor 3, dan 6 siswa (13%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan argumentasi, hanya sebanyak 1 siswa (2%) yang mendapat skor 4, 35 siswa (75%) mendapat skor 3, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan penegasan ulang, hanya sebanyak 4 siswa (9%) yang mendapat skor 4, 26 siswa (55%) mendapat skor 3, 5 siswa (11%) mendapat skor 2, 1 siswa (2%) mendapat skor 1, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 0. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak, yaitu kepada guru bahasa Indonesia, temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukkan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan apabila ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksposisi

    Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK

    No full text
    ABSTRAK Chasanah, Mufidatul. 2013. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M. Pd. (II) Dr. Imam Agus Basuki, M. Pd. Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksposisi, siswa SMK.Menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk disampaikan kepada pembaca. Salah satu kompetensi dasar aspek menulis dalam standar isi bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK adalah memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 1 Kademangan. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek perumusan judul, pengembangan tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor. Intrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian siswa yang berupa petunjuk dan perintah menulis teks eksposisi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa.Hasil analisis data kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X TKR 2 dan 3 SMK Negeri 1 Kademangan dinyatakan belum mampu. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan skor pada aspek perumusan judul, hanya sebanyak 3 siswa (6%) yang dapat memperoleh skor 4, 30 siswa (64%) mendapat skor 3, 13 siswa (28%) mendapat skor 2, dan 1 siswa (2%) mendapat skor 0. Perolehan skor pada aspek pengembangan tesis, hanya sebanyak 2 siswa (4%) yang mendapat skor 4, 39 siswa (83%) mendapat skor 3, dan 6 siswa (13%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan argumentasi, hanya sebanyak 1 siswa (2%) yang mendapat skor 4, 35 siswa (75%) mendapat skor 3, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 2. Perolehan skor pada aspek pengembangan penegasan ulang, hanya sebanyak 4 siswa (9%) yang mendapat skor 4, 26 siswa (55%) mendapat skor 3, 5 siswa (11%) mendapat skor 2, 1 siswa (2%) mendapat skor 1, dan 11 siswa (23%) mendapat skor 0. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak, yaitu kepada guru bahasa Indonesia, temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukkan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan apabila ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksposisi

    Novel Pabrik Karya Putu Wijaya dalam Perspektif Hegemoni Gramsci

    No full text
    ABSTRAK   Aprilia, Nanda Shilfi. 2017. Novel Pabrik Karya Putu Wijaya dalam Perspektif Hegemoni Gramsci. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M. Hum   Kata Kunci: hegemoni, ideologi, kekuasaan, tokoh novel   Teori sosiologi sastra digunakan untuk memahami hubungan sastra dengan masyarakat menggunakan analisis sosiologis yang berkaitan dengan analisis sosial terhadap karya sastra, baik ideologi, pandangan dunia, serta latar belakang yang dimiliki oleh pengarang. Salah satunya adalah teori yang berkembang dari teori Marxis, yaitu teori hegemoni yang dikembangkan oleh Antonio Gramsci. Hegemoni merupakan suatu kekuasaan atau dominasi atas nilai-nilai kehidupan, norma, maupun kebudayaan sekelompok masyarakat yang kemudian berubah menjadi sebuah doktrin terhadap kelompok masyarakat lainnya di mana kelompok yang didominasi tersebut secara sadar mengikutinya. Kelompok yang didominasi oleh kelompok lain tersebut tidak merasa ditindas dan merasa hal tersebut memang seharusnya terjadi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh deskripsi    1) latar belakang sosio-kultural Putu Wijaya dalam menciptakan karyanya; 2) bentuk-bentuk hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam novel Pabrik; dan 3) ideologi yang menjiwai terbentuknya hegemoni kekuasaan tersebut. Subjek kajian dalam penelitian ini adalah novel Pabrik karya Putu Wijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dari buku-buku yang berupa data primer dan sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis melalui studi kepustakaan, yaitu melalui reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, kemudian pada tahap akhir akan dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh tiga temuan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, setiap karya sastra akan merepresentasikan apa yang terjadi pada zaman tempat karya tersebut diciptakan. Sama halnya dengan karya-karya Putu Wijaya yang mayoritas menggambarkan fakta lapangan pada saat karya tersebut ditulis. Kedua, bentuk hegemoni dalam novel Pabrik diwujudkan dalam lima bentuk kekuasaan yaitu, kekuasaan paksaan, kekuasaan imbalan, kekuasaan yang sah, kekuasaan referen, dan kekuasaan ahli. Ketiga, ideologi yang menjiwai terwujudnya bentuk hegemoni tersebut adalah ideologi otoritarianisme, sosialisme, dan vandalisme. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya membahas bentuk hegemoni kekuasaan saja; dan pengambilan korpus data hanya pada data yang memiliki indikator bentuk kekuasaan paling kuat. Saran untuk penelitian dengan tema sejenis, yaitu menambah variasi bentuk hegemoni yang akan diteliti, misalnya hegemoni bahasa, sikap, dan sebagainya

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇