SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    PROBLEMATIKA PENULISAN TEKS BERITA REPORTER MAJALAH KOMUNIKASI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAKRoesmanto, Rizky Imaniar. 2016. Problematika Reporter dalam Penulisan Berita pada Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang. Skiripsi, Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Drs. Pidekso Adi, M.Pd.Kata Kunci: problematika menulis, tahapan menulis, teks beritaProblematika menulis teks berita jika didasarkan pada tahapan menulis terdiri atas prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan proses pembuatan berita. Majalah Komunikasi adalah bentuk kegiatan jurnalistik yang berdiri sebagai media informasi dan kajian masalah pendidikan, politik, ekonomi, agama, dan budaya yang berkaitan dengan seluruh sivitas akademik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pada tahapan menulis berita yang dialami reporter Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data problematika diperoleh dari hasil pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD). Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti, sedangkan instrumen pendukung adalah panduan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), pedoman kriteria kelayakan data, pedoman analisis serta pengodean data. Data penelitian ini berupa transkrip hasil pelaksanaan FGD bersama sumber data (kelima reporter) mengenai topik-topik yang telah ditentukan.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, meliputi reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi data. Pertama, reduksi data dilakukan dengan menyeleksi data berdasarkan pedoman kelayakan data dan mengelompokkan data berdasarkan pedoman pengodean data. Kedua, penyajian data menggunakan tabel penyajian data berisi analisis berdasarkan rumusan masalah. Ketiga, kesimpulan dan verifikasi data berupa penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis data, kemudian melakukan verifikasi terhadap hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama, sebagian besar reporter Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang mengalami problematika prapenulisan berita di tahapan pencarian bahan penulisan. Problematika tersebut secara garis besar, yaitu sulitnya menemui narasumber, narasumber pasif, khawatir kekurangan bahan penulisan, malas mencari bahan penulisan, peristiwa yang tidak penting namun terpaksa untuk diangkat, tidak paham mengenai hal yang diangkat dalam berita, kesulitan membagi data, dan malu untuk wawancara. Kedua, sebagian besar reporter Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang mengalami problematika penulisan berita di tahapan pengembangan body. Problematika tersebut secara garis besar, yaitu rasa malas menulis berita, terlalu terpaku dengan teori penulisan berita, tidak bebas dan leluasa, kesulitan mengembangkan bahan berita, dan keraguan dalam menulis karena ketidakpahaman tentang penulisan berita dan kebahasaannya. Ketiga, sebagian besar reporter Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang mengalami problematika pascapenulisan berita di tahapan menyunting berita. Problematika tersebut secara garis besar, yaitu kesalahan penulisan, kurangnya wawasan tentang penulisan dan kebahasaan yang benar, terlalu memasrahkan pada editor dan dewan penyunting. Keempat,  ditemukan tiga temuan baru yang disimpulkan turut menjadi faktor adanya problematika pada proses penulisan berita. Ketiga temuan itu, di antaranya wawasan reporter di luar Jurusan Sastra Indonesia dapat disetarakan dengan reporter dari Jurusan Sastra Indonesia, keterbatasan mengembangkan bahan penulisan berita oleh beberapa reporter, dan Majalah Komunikasi yang menekankan space sebagai patokan dalam menulis berita

    PENGARUH MODEL LATIHAN BERMAIN MELEMPAR DAN MENANGKAP BOLA TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR KELAS I DI SDLB N EGERI

    No full text
    Kemampuan gerak dasar manipulatif yang baik akan menghasilkangerak dasar manipulatif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk:(1)mengetahuihasil dari model latihan bermain melempar dan menangkap; (2)Pengaruh modellatihan bermain melempar dan menangkap pada gerak dasar manipulatifmelempar dan menangkap. Penelitian ini adalah penelitianeksperimen denganmenggunakan metodeSingle Subject Research. Hasil uji hipotesis:Terjadipeningkatan pada gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap setelahdiberikan model latihan bermain melempar dan menangkap.Pada faseBaselinediperoleh data sebesar 20% dan pada fase Intervensi terjadi peningkatan datamenjadi 60% dengan grafik kecenderungan arah data yang menunjukkan efekpositif (+).Terdapat pengaruh intervensi kepada subjek sebesar 40% denganprosentaseoverlap0%

    Representasi Nilai-nilai Karakter dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Terbitan Erlangga

    No full text
    ABSTRAK:Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana buku teks Bahasa Indonesia kelas VII Terbitan Erlangga merepresentasikan nilai karakter sesuai Kurikulum 2013 yaitu: (1)religius (2)jujur (3)disiplin (4)tanggungjawab (5)santun (6)peduli (7)percayadiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ialah teks di dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Erlangga cetakan ke-17. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil penelitian berupa (1) nilai religius di dalam buku direpresentasikan melalui pemilihan tema, pengajaran Kompetensi Dasar, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks (2) nilai jujur di dalam buku direpresentasikan melalui pengajaran Kompetensi Dasar, penugasan/aktivitas, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks (3) nilai jujur dalam buku direpresentasikan melalui pemilihan tema, pengajaran Kompetensi Dasar, penugasan/aktivitas, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks (4) nilai tanggung jawab dalam buku direpresentasikan melalui pengajaran Kompetensi Dasar, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks (5) nilai peduli dalam buku direpresentasikan melalui pemilihan tema, pengajaran kompetensi, penugasan/aktivitas, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks (6) nilai santun dalam buku direpresentasikan melalui pengajaran Kompetensi Dasar, penugasan/aktivitas, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks, dan (7) nilai percaya diri di dalam buku direpresentasikan melalui pengajaran kompetensi dasar, penugasan/aktivitas, kolom pengembangan karakter, dan bahasa dalam teks

    Pengembangan Buku Pengantar Teori Sastra Anak

    No full text
    ABSTRAKBasri, Ahmad. 2016. Pengembangan Buku Pengantar Teori Sastra Anak. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. dan (2) Dr. Nita Widiati, M.Pd.Kata kunci: anak, sastra anak, buku referensiDunia anak merupakan dunia yang unik dan penuh imajinasi. Oleh karena itu, perlu penanganan yang maksimal agar dunia tersebut dapat berkembang dengan baik, termasuk dalam hal bacaan bagi mereka. Bacaan sastra (anak) menjadi bidang khusus dalam kajian bacaan anak. Tak heran apabila sastra anak menempati bidang keilmuan tersendiri. Namun, hal tersebut belum didulang dengan penyediaan buku rujukan yang memadai. Artinya, buku rujukan tentang sastra anak masih relatif sedikit. Walapaun ada rujukan dalam bahasa Inggris, tetapi tidak mudah diakses oleh mahasiswa. Kurangnya penyediaan buku rujukan tersebut, mengakibatkan mahasiswa kesulitan dalam mengakses buku rujukan sastra anak. Dengan demikian, penelitian dan pengembangan ini menghasilkan buku referensi sastra anak. Pengembangan buku referensi ini menitikberatkan pada topik tertentu, yaitu mengenai cerita dan puisi sebagai komponen dalam bahasan buku. Selain itu, penambahan bahasan unsur budaya yang berusaha memberikan wawasan kebudayaan dalam sastra anak.Tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu (1) menghasilkan produk buku referensi yang berjudul Pengantar Teori Sastra Anak dan (2) melaporkan hasil uji produk buku tersebut.Metode penelitian dan pengembangan ini mengutip pendapat Sugiyono yang mengemukakan 10 langkah penelitian dan pengembangan. Namun, dari 10 langkah tersebut, kemudian dimodifikasi menjadi 6 langkah. Keenam langkah penelitian dan pengembangan ini adalah (1) studi pendahuluan, (2) desain produk, (3) pengembangan produk, (4) uji produk, (5) revisi produk, dan (6) produk. Uji produk dilakukan dengan melibatkan ahli bidang sastra anak dan ahli bidang penulisan ilmiah.Data penelitian dan pengembangan ini adalah data nonverbal dan data verbal. Data nonverbal berupa angka-angka atau skor dari hasil uji validasi produk. Data verbal berupa  komentar, kritik dan saran; baik secara tertulis maupun lisan. Angket penilaian digunakan peneliti sebagai instrumen pengumpul data.Hasil uji pengembangan buku referensi sastra anak adalah sebagai berikut. Pertama, hasil uji ahli bidang sastra anak menunjukkan bahwa secara keseluruhan komponen mendapat kriteria 4, masuk dalam kategori B, berarti buku referensi sastra anak berkualifikasi layak untuk diimplementasikan (I-2) dengan rata-rata persentase 77,5%. Adapun penilaian secara rinci tiap komponen adalah (1) komponen isi berkualifikasi layak (80%); (2) komponen kesesuaian teori dengan contoh berkualifikasi layak (80%); (3) komponen ilustrasi masuk dalam kualifikasi layak (80%); dan komponen simpulan atau inferensi pada isi masuk dalam kualifikasi layak (70%). Kedua, hasil uji ahli bidang penulisan ilmiah menunjukkan bahwa secara keseluruhan komponen mendapat kriteria 4, masuk dalam kategori B, berarti buku referensi sastra anak berkualifikasi layak untuk diimplementasikan (I-2) dengan rata-rata persentase 80%. Masing-masing penilaian komponen adalah (1) komponen judul buku masuk dalam kualifikasi layak (80%); (2) komponen pembagian bab masuk dalam kualifikasi layak (80%); (3) komponen bahasa  masuk dalam kualifikasi layak (80%); dan (4) komponen kelengkapan buku masuk dalam kualifikasi layak (80%).Selain hasil penilaian tersebut, para ahli juga memberi komentar berupa kritik dan saran. (1) Bahasa yang digunakan kurang menyapa (komunikatif), (2) penambahan ilustrasi dan contoh lebih bervariatif, (3) pertautan antarisi kurang serasi, (3) simpulan atau inferensi yang digunakan kurang jelas, lebih dipertegas lagi, (4) isi (materi) lebih dikhususkan pada ciri khas cerita anak (sastra anak) pada keseluruhan aspek bahasan, dan (5) penambahan bab terakhir (bagian 4) untuk mengungkapkan bagaimana pengarang dalam menyampaikan pesan moral.Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan buku referensi sastra anak yang berjudul Pengantar Teori Sastra Anak. Produk yang dikembangankan menunjukkan bahwa produk masuk dalam kualifikasi layak untuk diimplementasikan. Produk yang dikembangkan menekankan pada bahasan aspek cerita dan puisi berdasarkan unsur pembangunnya. Pembahasan ini dipilih karena cerita dan puisi menjadi salah dua ragam sastra anak yang populer dikalangan anak-anak, sehingga keberadaannya pun tidak bisa dinafikan. Baik cerita maupun puisi, keduanya memberikan hiburan dan pengalaman yang kompleks. Buku ini juga memberikan penjelasan tentang unsur budaya dalam sastra anak. Penambahan unsur budaya untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia sejak dini. Selain itu, memberikan pengetahuan tentang berbagai nilai kearifan lokal yang dapat dijadikan teladan bagi kehidupan mereka. Alih-alih hal ini menjadi pembeda dengan buku tentang sastra anak yang lain.Produk hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan rujukan, baik dalam bidang kajian maupun perkuliahan. Pemanfaatan produk ini dapat memberikan wawasan tentang sastra anak, unsur pembangun cerita dan puisi anak, dan unsur budaya dalam sastra anak. 

    Tuturan Direktif dalam Serial ‘The East’ NET. Periode Januari 2016

    No full text
    ABSTRAK Hakim, Moh. Arief. R. 2016. Tuturan Direktif dalam Serial ‘The East’ NET. Periode Januari 2016. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indondesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata Kunci:‘The East’ NET., tuturan direktif, bentuk tuturan direktif, strategi penuturan direktif, dan maksud tuturan direktif. Tuturan direktif merupakan tuturan yang dimaksudkan penuturnya agar mitra tutur melakukan tindakan sesuai apa yang disebutkan di dalam tuturannya. Tuturan direktif dalam serial ‘The East’ NET. menjadi menarik karena tuturan dalam serial ini diciptakan oleh skenario untuk menciptakan humor bagi penonton. Secara umum, penyampaian humor ada dua macam, yakni secara eksplisit dan implisit. Pada program ‘The East’ NET., penyampaian humor dilakukan dengan cara implisit. Maksudnya, penyampaian humor dilakukan tidak terang-terangan. Humor tersebut terkandung dalam tuturan aktor dan aktris ‘The East’ NET.. Dengan demikian, terdapat tuturan pragmatis yang kuat dalam tiap komunikasi pemain ‘The East’ NET. Selain itu, program ‘The East’ merupakan sebuah program baru di dunia televisi yang menampilkan situasi di balik layar pelaku dunia broadcast. Dengan menyaksikan program ‘The East’, penonton dapat berpikir terkait tuturan yang diujarkan aktor dan aktris ‘The East’ NET. untuk memahami maksud yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penuturan direktif, strategi dan maksud tuturan yang digunakan dalam serial ‘The East’ NET..Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan rancangan teori tindak tutur. Sumber data yang digunakan yaitu rekaman tayangan, interkasi antara penutur dan mitra tutur, dan konteks tuturan. Ada empat data yang berupa tuturan direktif hasil transkrip serial ‘The East’ NET., yakni bentuk tuturan, strategi penuturan, maksud tuturan, serta konteks tuturan yang melatarbelakangi tuturan. Penelitian ini merupakan penelitian teks, sebab peneliti tidak terlibat langsung di lapangan dan hanya mengubah data verbal menjadi data tulis. Analisis data dilakukan dengan pengidentifikasia data, pengklasifikasian data, pengodean data, penafsiran data, penyimpulan hasil penelitian, dan pengecekan keabsahan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam bentuk tuturan direktif, yaitu permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan anjuran digunakan oleh aktor dan aktris dalam serial ‘The East’. Tuturan direktif permintaan digunakan untuk meminta mitra tutur melalakukan sesuatu yang disebut dalam tuturan. Penggunaan direktif permintaan dapat berupa ajakan kepada mitra tutur, penggunaan penanda minta atau tolong, atau penggunaan kata kerja. Pada penggunaan kata kerja dalam direktif permintaan, peneliti melihat situasi peristiwa tuturannya dan intonasi yang digunakan penutur, agar tidak diidentifikasi sebagai tuturan direktif perintah. Tuturan direktif pertanyaan digunakan oleh aktor dan aktris ‘The East’ NET. untuk meminta suatu informasi dari mitra tutur. Ada tida macam pola yang digunakan aktor dan aktris ‘The East’ NET. ketika menginginkan suatu informasi dari mitra tuturnya. Pola pertama menggunakan pola intonasi kalimat tanya, pola kedua menggunakan partikel –kah, dan pola ketiga memanfaatkan kata tanya. Sementara itu, tuturan direktif perintah, banyak dituturkan oleh penutur yang memiliki jabatan yang lebih tinggi dari mitra tutur. Begitu pula dengan direktif larangan dan direktif pemberian izin yang juga banyak digunakan oleh penutur yang memiliki jabatan yang lebih tinggi. Meskipun begitu, apa pula tuturan direktif perintah, larangan, dan pemberian izin yang tidak dituturkan oleh penutur yang memiliki jabatan lebih tinggi dari mitra tutur.Terdapat dua stategi penuturan dalam serial The East ‘NET’, yaitu strategi penuturan langsung, dan strategi penuturan tidak langsung. Strategi penuturan langsung merupakan strategi yang mayoritas digunakan dalam serial ‘The East’ NET.. Strategi penuturan langsung menunjukkan sering kali aktor dan aktris ‘The East’ NET. mengekspresikan maksud tuturannya secara langsung kepada mitra tutur. Meskipun begitu terdapat beberapa penggunaan strategi tidak langsung yang sering kali digunakan oleh penutur yang memiliki jabatan lebih tinggi untuk memerintahkan mitra tuturnya dengan model penghalusan. Kemudian, maksud tuturan literal adalah bentuk yang mayoritas digunakan dalam serial ‘The East’ NET.. Hal ini dimaksudkan agar mitra tutur mudah memahami makna yang terkandung dalam tuturan penutur. Hanya sedikit aktor dan aktris ‘The East’ NET. menggunakan tuturan tidak literal. Tuturan tidak literal banyak digunakan oleh penutur yang memiliki jabatan lebih tinggi kepada mitra tuturnya.Berdasarkan pemaparan bentuk tuturan, strategi, dan maksud tuturan dalam serial ‘The East’ NET. diharapkan dapat memberi manfaat kepada pihak-pihak terkait, yaitu bagi penonton, dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan bahwa serial ‘The East’ NET. tidak hanya menghibur, tetapi memberikan informasi pengetahuan seputar pragmatik; bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan acuan awal untuk penelitian selanjutnya; bagi aktor dan aktris yang memerankan tokoh dalam serial ‘The East’ NET., dapat menjadi bahan pertimbangan ketika memerankan tokoh dalam serial ‘The East’ NET. untuk mengekspresikan keinginan terhadap lawan main melalui tuturan.

    Kemampuan Membaca Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Gurah Kediri

    No full text
    ABSTRAKMahfud, D. C. 2014. Kemampuan Membaca Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Gurah Kediri. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.Kata Kunci: membaca, membaca kritisMembaca kritis adalah kegiatan membaca yang melibatkan proses analisis dan evaluasi secara teliti, mengamati dengan cermat dan saksama setiap ide, informasi, pernyataan atau argumen yang dikemukakan dalam teks, dan tidak serta merta menerima apa yang dikemukakan oleh penulis. Pada tingkatan ini, pembaca tidak hanya  sekadar tahu dan paham saja yang dikemukakan penulis. Pembaca sadar bahwa bahan bacaan tidak hanya berisi informasi yang tersurat yang perlu diingat saja, namun perlu dipahami, diolah, dan disikapi. Sebelum dipahami secara menyeluruh maknanya, bahan bacaan harus diolah secara kritis melalui proses berpikir tingkat tinggi.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gurah, Kediri. Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan memfokuskan, mengumpulkan informasi, mengingat, mengorganisasi, menganalisis, menggeneralisasi, mengintegrasi, dan mengevaluasi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini berupa skor kemampuan membaca kritis siswa. Skor kemampuan membaca kritis siswa diperoleh dari hasil tes tulis yang dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 1 Gurah, Kediri.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Gurah, Kediri, sedangkan sampel yang digunakan 30% dari jumlah keseluruhan siswa kelas XI, yaitu 196 siswa, dan kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu kelas XI-MIA1 dan XI-MIA2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa SMA Negeri 1 Gurah yang paling besar termasuk dalam kategori cukup mampu sebesar 46,5%, kategori kedua adalah mampu, dengan persentase 32,5%, kategori ketiga kurang mampu, dengan persentase 16,2%, kategori keempat mampu sekali, dengan persentase 4,6%. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori tidak mampu. Berdasarkan perolehan skor tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa pada umumnya termasuk dalam kategori cukup, yaitu perolehan skor siswa antara 56%--65%. Ketidakmampuan siswa dalam menjawab terdapat pada semua soal mulai kemampuan berpikir rendah, memfokuskan sampai dengan kemampuan berpikir yang tinggi, mengevaluasi.Berdasarkan pembahasan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hasil jawaban siswa. Faktor-faktor tersebut adalah ketidakmampuan siswa dalam mengaitkan pokok permasalahan dari seluruh paragraf. Ketidakmampuan siswa dalam mengaitkan hubungan antar paragraf menjadi penyebab siswa kesulitan dalam menjawab soal memfokuskan, mengumpulkan informasi, dan mengingat. Selain itu, ketidakmampuan siswa dalam menyusun urutan dan menentukan klasifikasi menjadi kendala siswa dalam menjawab soal tahap mengorganisasi. Ketidakmampuan siswa dalam menentukan dan memilih kalimat yang efektif menjadi penyebab siswa kesulitan dalam menjawab soal-soal menganalisis. Ketidakmampuan siswa dalam mengaitkan data-data menjadi suatu kesimpulan utuh menjadi faktor penyebab kesalahan siswa dalam menjawab soal menggeneralisasi.Selanjutnya, faktor yang memengaruhi kesalahan siswa dalam mengintegrasi adalah siswa tidak mampu mengombinasikan informasi baru dan informasi yang dimiliki siswa menjadi suatu konstruksi yang baik. Terakhir untuk tahap mengevaluasi, siswa masih lemah dalam memberikan argumen yang disertai data-data pendukung, sehingga penilaian siswa terhadap bacaan menjadi kurang berkualitas.     Membaca kritis merupakan salah satu kegiatan membaca yang harus ditingkatkan di sekolah, karena siswa yang memiliki kemampuan membaca baik akan mudah mengikuti pelajaran yang lain. Bagi guru Bahasa Indonesia, disarankan tidak hanya menyajikan soal sampai tataran literal saja melainkan terdapat kegiatan menganalisis dan mengevaluasi.

    Karakterisasi Tokoh Cerpen dalam Buku Teks Tingkat SMP

    No full text
    ABSTRAK Yunvita, Avinda.2017.Karakterisasi Tokoh Cerpen dalam Buku Teks Tingkat SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata kunci: karakterisasi tokoh, teknik analitis, teknik dramatis, teknik sudut pandang, dan cerpen.Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak manfaat. Karya sastra yang berbentuk cerpen merupakan suatu cerita yang bentuknya pendek. Cerpen memiliki lakon cerita yang disebut tokoh yang mana tokoh tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Karakter tokoh dapat dikenali melalui beberapa cara salah satunya dengan telaah karakterisasi. Telaah karakterisasi tokoh dibagi menjadi tiga sesuai dengan fokus penelitian ini, yaknikarakterisasi tokoh melalui teknik analitis,karakterisasi tokoh melalui teknik dramatis, dan karakterisasi tokoh melaluiteknik sudut pandang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis teks. Data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan teks cerpen yang mendeskripsikan karakterisasi tokoh dalam teks cerpen yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia tingkat SMP. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen pendukung yang berupa tabel panduan analisis karakterisasi tokoh dan tabel identifikasi karakterisasi tokoh berdasarkan teknik analitis, teknik dramatis, dan teknik sudut pandang. Kegiatan analisis data dilakukan dengan membaca dengan seksama data yang telah diperoleh, menggolongkan dan mengkode data sesuai dengan pedoman karakterisasi tokoh,mencatat data yang berupa kutipan-kutipan cerpen yang sesuai dengan pedoman karakterisasi tokoh, memaknai data yang telah diperoleh dengan menyesuaikan hasil analisis dengan teori yang digunakan, dan menyimpulkan hasil analisis data yang berupa karakterisasi tokoh yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia tingkat SMP. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan pengamatan yang dilakukan dengan tiga cara.Pertama, peneliti membaca berulang-ulang dengan teliti teks cerpen dalam buku teks bahasa Indonesia tingkat SMP yang telah diperoleh. Kedua, peneliti melakukan diskusi dan konsultasi kepada dosen pembimbing tentang hasil analisis yang telah dilakukan. Ketiga, peneliti melakukan diskusi dengan teman sejawat yang dapat mendukung penelitian.Berdasarkan temuan penelitian, peneliti memperoleh tiga temuan.Pertama,karakterisasi tokoh cerpen dalam buku teks tingkat SMP berdasarkan teknik analitis banyak menggunakan teknik tuturan pengarang. Kedua, karakterisasi tokoh cerpen dalam buku teks tingkat SMP berdasarkan teknik dramatis banyak menggunakan teknik jatidiri penutur tokoh protagonis.Ketiga, karakterisasi tokoh cerpen dalam buku teks tingkat SMP berdasarkan teknik sudut pandang banyak menggunakan teknik pencerita “aku” tokoh utama. Dari hasil penelitian disampaikan saran sebagai berikut. Pertama bagi guru, agar menjadikan karakterisasi yang telah ditemukan oleh peneliti sebagai contoh atau sumber inspirasi dalam pembelajaran sastra khususnya penulisan cerpen dengan berdasar karakterisasi yang telah ditemukan oleh peneliti. Keduabagi peneliti lain, agar mengkaji karya sastra khsususnya cerpen dengan menggunakan atau menghubungkan teori sastra dengan teori karakterisasi dengan lebih mendalam. Maka dari itu, penelitian ini dapat dijadikan refrensi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang cerpen khususnya karakterisasi tokoh

    Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Menggunakan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Turen Tahun 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Jayanti, G. D. 2017. Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Menggunakan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Turen Tahun 2016/2017. Skripsi. Prodi. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Kusubakti Andajani, S.Pd., M. Pd. Kata Kunci: pembelajaran menulis, teks laporan hasil observasi, Investigasi KelompokPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen. Terdapat tiga hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini, yaitu perencanaan pembelajaran (komponen RPP), pelaksanaan pembelajaran (kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup), dan penilaian pembelajaran (penilaian proses dan penilaian hasil).Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang yang dihimpun dibedakan menjadi tiga fokus penelitian. Data perencanaan pembelajaran berupa komponen-komponen RPP yang disusun guru sebagai pedoman pembelajaran di kelas dan penyusunan perencanaan pembelajaran berupa transkrip hasil wawancara. Data pelaksanaan pembelajaran berupa transkrip pelaksanaan pembelajaran yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Data penilaian pembelajaran berupa instrumen penilaian proses dan penilaian hasil, serta informasi hasil wawancara tentang penilaian pembelajaran. Sumber data yang digunakan adalah RPP, peristiwa pembelajaran di kelas, teks laporan hasil observasi siswa, guru, dan siswa.Hasil penelitian pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen terbagi menjadi tiga aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil penelitian perencanaan menulis teks laporan hasil observasi menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok sebagai berikut. Proses guru dalam menyusun RPP berpedoman pada silabus dengan melihat KI dan KD. Berdasarkan KI dan KD, guru merumuskan indikator. Kemudian guru merumuskan tujuan, materi, model dan metode, sumber, dan langkah-langkah pembelajaran. Dalam RPP yang disusun guru, terdapat upaya mewujudkan KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4. Guru juga menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok dalam RPP yang disusun. Namun, guru tidak sepenuhnya menggunakan pendekatan saintifik seperti yang disarankan Permendikbud. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan pada dua pertemuan. Setiap pertemuan terdapat tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan pertemuan pertama dan pertemuan kedua, aktivitas yang dilakukan sama persis yaitu salam, presensi, apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti pertemuan pertama, aktivitas yang dilakukan adalah mencari informasi untuk menulis teks laporan hasil observasi dengan melakukan pengamatan dan wawancara kepada pihak-pihak terkait secara berkelompok, sedangkan pada kegiatan inti pertemuan kedua difokuskan untuk menyunting teks laporan hasil observasi yang telah ditulis. Pada kegiatan penutup pertemuan pertama, aktivitas yang dilakukan guru adalah menyampaikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan salam, sedangkan kegiatan penutup pertemuan kedua, aktivitas yang dilakukan adalah menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung, guru memberikan tindak lanjut pembelajaran, dan salam. Hasil penilaian menunjukkan bahwa guru menggunakan penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dilakukan untuk menilai kompetensi sikap spiritual dan sosial, sedangkan penilaian hasil digunakan untuk menilai kompetensi keterampilan. Penilaian proses dilakukan guru selama pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi berlangsung di dalam maupun di luar kelas, sedangkan penilaian hasil dilakukan ketika pembelajaran telah berakhir dengan cara menilai teks laporan hasil observasi karya siswa.Simpulan dari penelitian ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan fokus penelitian. Pertama, komponen RPP guru disusun dengan berpedoman pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Kedua, pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana. Guru memodifikasi pelaksanaan pembelajaran karena suatu hal yang memang harus dikondisikan. Model pembelajaran investigasi kelompok sudah tampak pada pelaksanaan pembelajaran pertemuan pertama dan pendekatan saintifik tidak dijalankan sepenuhnya dalam pembelajaran. Ketiga, penilaian terdiri dari penilaian sikap dan keterampilan. Penilaian proses (sikap) dilakukan guru ketika pembelajaran berlangsung di dalam maupun di luar kelas, sedangkan penilaian hasil dilakukan dengan cara menilai teks laporan hasil observasi karya siswa. Namun, guru tidak memanfaatkan lembar jurnal penilaian dan lembar penilaian sikap yang disusun pada RPP. Penilaian hasil juga tidak memanfaatkan pedoman penilaian tes kinerja dan rubrik penilaian tes kinerja yang disusun pada RPP. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah dalam menyusun RPP, guru disarankan menyusun sesuai dengan kriteria penyusunan RPP. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran perlu diusahakan sesuai dengan rancangan pembelajaran. Guru juga harus mengembangkan berbagai model pembelajaran pada setiap pembelajarannya agar siswa tidak jenuh dengan pembelajaran yang biasa saja. Dalam menilai aspek sosial dan aspek keterampilan, disarankan guru menilai sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun sehingga nilai yang diberikan kepada siswa tidak menimbulkan banyak penafsiran. Kemudian, peneliti ini masih pada tahap melihat respons siswa, tanggapan guru, dan kecocokan model pembelajaran investigasi kelompok dalam pembelajaran bahasa, maka dapat dilanjutkan dengan penelitian yang mampu melihat pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok bagi kegiatan belajar atau hasil belajar siswa

    Pratomo, Bagus, 2017. Nilai Moral Sosial dalam Interaksi Tokohdalam Novel Patah Hati Terindah Karya Aguk Irawan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

    No full text
    ABSTRAK   Pratomo, Bagus, 2017. Nilai Moral Sosial dalam Interaksi Tokohdalam Novel Patah Hati Terindah Karya Aguk Irawan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.   Kata Kunci: nilai moral sosial, novel, interaksi horisontal, interaksi vertikal   Patah Hati Terindah merupakan novel yang ditulis olehAguk Irawan yang mengambil latar belakang cerita perbedaan cara bersikap dalam menanggapi suatu masalah, khususnya dalam interaksi kepada lingkungan sosial. Novel ini banyak mengandung nilai-nilai moral sosial, interaksi horisontal dan interaksi vertikal. Fokus utama kajian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan wujud nilai moral sosial interaksi horisontal dalam novel Patah Hati Terindah karya Aguk Irawan, 2) mendeskripsikan wujud moral sosial dalam interaksi vertikal dalam novel Patah Hati Terindah karya Aguk Irawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan nilai moral-sosial, dibagi dalam dua aspek yakni, nilai moral sosial dalam interaksi horisontal dan nilai moral sosial dalam interaksi vertikal. Data kajian ini yakni kutipan novel Patah Hati Terindah karya Aguk Irawan, baik berupa narasi, monolog, maupun dialog yang mengandung nilai moral sosial. Pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan cara studi dokumen, dengan rincian yakni identifikasi data, klasifikasi data, serta kodifikasi. Analisis data dalam kajian ini dilakukan dengan pengklasifikasian data berdasarkan fokus kajian, pendeskripsian dan penginterpretasian data, serta penarikan kesimpulan, yang didasarkan pada kecukupan serta kesesuaian data dengan fokus kajian ini. Hasil penelitian inididapatkan dua nilai moral sosial dalam novel Patah Hati Terindah. Pertama, nilai moralsosial dalam interaksi horisontal, yakni tokoh yang saling berinteraksi memiliki umur yang sebaya. Ditemukan empat wujud sikap dalam interaksi horisontal antar tokoh yang terdiri atas sikap: (1) tanggung jawab, (2) sabar, (3)pantang menyerah, dan (4) suka menolong. Wujud nilai moral sosial yang terdapat pada interaksi horisontal yang terdapat dalam novel Patah Hati Terindah yakni bentuk mengingatkan,melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, bentuk tabah dalam menghadapi hal yang tidak menyenangkan, berusaha sekeras mungkin dan tidak putus asa. Kedua, ditemukan tiga wujud sikap nilai moral sosial dalam novel Patah Hati Terindah. Nilai moral sosial yang ditemukandalam interaksi vertikal,yakni tokoh yang saling berinteraksi memiliki umur yang lebih tua (tidak sebaya) terdiri dari sikap:(1)pekerja keras, (2)perhatian, dan(3) rela berkorban. Nilai  moral sosial pada interaksi vertikal dalam novel Patah Hati Terindahyaknidalambentuk bekerja dengan sebaik mungkin untuk memperoleh hasil yang diharapkan, bentuk memberikan kebahagiaan dan merawat anak dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan, pertama, ditujukan untuk peneliti lanjutan, sebagai salah satu landasan mengenai nilai moral sosial dalam novel yang berbeda. Kedua, pengajar sastra dijadikan sebagai bahan pengajaran sastra, sebagai salah satu sudut pandang  dalam mengkaji karya sastra khususnya mengenai nilai moral sosial

    Kemampuan Menyimak Teks Biografi Siswa Kelas VIII SMPN 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK Eka, Oktavia Ratih. 2017. Kemampuan Menyimak Teks Biografi Peserta Didik Kelas VIII SMPN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Nurchasanah, M.Pd Kata kunci: kemampuan menyimak, teks biografiMenyimak merupakan keterampilan berbahasa yang pertama kali dilakukan oleh seseorang dalam kegiatan berkomunikasi untuk saling berkomunikasi. Kegiatan menyimak memiliki peran penting bagi peserta didik. Akan tetapi, saat ini pembelajaran menyimak di sekolah kurang mendapat perhatian. Kegiatan menyimak dalam penelitian ini menggunakan teks biografi sebagai bacaan yang disimak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Kemampuan Menyimak Teks Biografi Peserta Didik Kelas VIII SMPN 4 Malang. Fokus penelitian ini adalah: 1) kemampuan menyimak tingkat pertanyaan pemahaman literal teks cerita biografi pada kelas VIII SMPN 4 Malang, 2) kemampuan menyimak tingkat pertanyaan reorganisasi teks cerita biografi pada kelas VIII SMPN 4 Malang, 3) kemampuan menyimak tingkat pertanyaan inferensi teks cerita biografi pada kelas VIII SMPN 4 Malang, 4) kemampuan menyimak tingkat pertanyaan evaluasi teks cerita biografi pada kelas VIII SMPN 4 Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan disusun dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang pada tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah seluruhnya adalah 35 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kisi-kisi soal, tes objektif yang berjumlah 40 butir soal dan rubrik penyekoran. Data penelitian ini berupa skor yang hasil penskorannya dianalisis serta dideskripsikan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menyimak teks biografi. Pada tahap pengumpulan data, peserta didik diperdengarkan teks biografi melalui rekaman satu hingga dua kali agar peserta didik benar-benar memahami isi cerita teks, kemudian memberikan pertanyaan berupa soal pilihan ganda yang telah dibuat oleh peneliti untuk dijawab peserta didik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang secara umum dikategorikan cukup mampu. Kemampuan peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang secara khusus dalam menjawab pertanyaan Taksonomi Barret dengan aspek pertanyaan pemahaman literal termasuk dalam kategori mampu dengan persentase 72,05%. Kemampuan peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang menjawab pertanyaan Taksonomi Barret dengan aspek pertanyaan reorganisasi  termasuk dalam kategori kurang mampu dengan persentase 49,70%. Kemampuan peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang menjawab pertanyaan Taksonomi Barret dengan aspek pertanyaan inferensi termasuk dalam kategori cukup mampu dengan persentase 60,58%. Kemampuan peserta didik kelas VIII SMPN 4 Malang menjawab pertanyaan Taksonomi Barret dengan aspek pertanyaan evaluasi termasuk dalam kategori kurang mampu dengan persentase 53,52%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk lebih memperhatikan dan memberi beberapa latihan tentang pembelajaran menyimak khususnya pada aspek Teori Taksonomi Barret (pemahaman literal, reorganisasi, inferensi dan evaluasi). Pada aspek pertanyaan pemahaman literal saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan daya ingat peserta didik, yaitu dilakukan dengan cara terus-menerus memberikan pelatihan berupa tes yang melibatkan aktivitas mengingat. Saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan menyimak khususnya pada aspek pertanyaan reorganisasi adalah guru sering memberikan pelatihan tentang aspek menata kembali apa yang baru saja disimak. Saran tersebut dilatihkan kepada peserta didik bertujuan agar peserta didik dapat berpikir secara sistematis. Pelatihan tersebut dapat berupa mengklasifikasi, meringkas bahan bacaan dan menyintesis khususmya pada aspek menyimak. Saran yang dapat dilakukan adalah sering diadakannya suatu latihan dengan kegiatan menyimpulkan yang dapat meliputi dari segi bahasa dan isi. Kemudian saran terakhir yaitu pada aspek pertanyaan evaluasi yaitu peserta didik dituntut untuk sering mengerjakan latihan soal tentang bagaimana caranya menilai suatu bacaan dari bahan yang disimak baik dari segi bahasa maupun dari segi isinya. Penilaian tersebut dapat dilakukan jika penyimak dapat mengetahui, memahami, menganalisis, dan menginterpretasi makna dari suatu bacaan yang disimak. selain itu, disarankan kepada peneliti lain untuk menguji kemampuan menyimak dengan metode realibilitas atau daya beda dan daya sukar

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇