SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    PENGGUNAAN PENANDA KOHESI DALAM TEKS PIDATO KARYA SISWA KELAS IX MTs NEGERI BATU

    No full text
    ABSTRAK Sari, FeniFenulya.2017. PenggunaanPenandaKohesidalamTeksPidatoKaryaSiswaKelas IX MTs NegeriBatu.Skripsi. Program StudiPendidikanBahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. PideksoAdi, M.Pd. Kata Kunci: penandakohesi, tekspidato.Penggunaanbahasadalammenulisnaskahpidatomerupakanhal yang perludiperhatikan. Luasnyapembendaharaan kata olehsiswa SMP dalammenuangkangagasanberupawacanatulisdibutuhkanadanyapemahaman yang cukupterhadapunsur-unsur yang membuat kata ataukalimattersebutpadu. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenggunaankohesigramatikaldanleksikal yang adadalamtekspidatokaryasiswa, untukdiketahuikepaduanpenggunaannya. Jenjang yang dipilihuntukpenelitian, yaknikelas IX. Teks yang ditelitiadalahtekspidato. Penelitianinidifokuskanpada (1) penandakohesigramatikal, (2) penandakohesileksikal. Pendekatan yang digunakanadalahpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif. Teknik yang digunakanadalahstudidokumentasi.Data penelitianiniberwujudpenandakohesigramatikaldanleksikal yang adadalamtekspidatokaryasiswa. Sumber data berupatekspidatosiswakelas IX MTs NegeriBatu. Langkah-langkahpengumpulan data meliputi (1) menyusunpedomantelaahteksberupatabel, (2) memasukkanhasilidentifikasipenggunaanpenandakohesi, (3) menerapkaninstrumendengancaramengutipbagian yang dimaksuduntukdimasukkandalamtabelanalisis, dan (4) memberikodepadateks yang dikumpulkan. Teknikanalisis data padapenelitianiniterdiriatas (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikankesimpulan. Pengecekankeabsahantemuandilakukandenganpemeriksaantemansejawatdantriangulasiahli. Triangulasiahlidilakukandengandosenpembimbinguntukmengurangikesalahandalampengumpulan data.Berdasarkananalisis data diperolehhasilpenelitianberikut.Pertama, penandagramatikal yang ditemukanadalahgramatikalreferensi, substitusi,dankonjungsi.Penandareferensidikelompokkanmenjadireferensi personal, demonstrativa,dankomparatif.Penandareferensi yang banyakditemukanadalahreferensi personal.Penandasubstitusi yang ditemukanadalahsubstitusi verbal.Penandakonjungsi yang banyakditemukanadalahkonjungsipenambahan.Kedua, unsurpenandakohesileksikal yang ditemukanadalahpenandakohesileksikalpengulangan (repetisi) dankolokasi.Penandaleksikalpengulangan yang paling banyakditemukandalamtekspidatoadalahpengulanganpenuh.Penandakohesikolokasitidakterlalubanyakditemukan.Berdasarkantemuanpenelitian yang telahdipaparkan, dapatdisimpulkan, yaknipenandakohesigramatikal ellipsis tidakditemukandalamtekspidato.Penandakohesileksikalpengulangandikelompokkanlagimenjadipengulanganpenuhdanpengulangansebagian.Penandakohesileksikal yang banyakdigunakanadalahpengulanganpenuh.Pengulangansebagianhanyaterdapatbeberapasaja.Penandakohesileksikalkolokasijugabanyakdigunakandalamtekspidato. Penelitimemberikan saran pada guru matapelajaranBahasa Indonesia danpenelitiselanjutnya.Guru perlumemberikanpemantapanmateripenandakohesigramatikaldanleksikal. Kekurangansiswadalampemahamankohesigramatikalterletakpadapenempatankonjungsi.Padapenandakohesileksikalkekurangansiswaterletakpadapenggunaankolokasi.Bagipenelitiselanjutnyasebaiknyabanyakmembacasumberrujukan, terutamarujukanterkaitdenganpenandakohesigramatikaldanleksikal.Berdasarkanpenelitianpenandakohesitersebut, dapatdilakukanpenelitian lain yang mendekati, yaknikesalahanpenempatankonjungsiantarkalimatdanintrakalimatjugaketidakmunculan ellipsis

    Konjungsi dalam Teks Berita Karya Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Batu Tahun Ajaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Fudtriani, Irma. 2017. Konjungsi dalam Teks Berita Karya Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Batu Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo HS, SH.M.Hum. Kata Kunci: konjungsi, teks berita, SMA Negeri 2 BatuKonjungsi merupakan kata penghubung yang secara umum berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, atau juga bisa paragraf dengan paragraf. Secara umum, konjungsi memiliki bentuk, jenis, dan fungsi. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian tentang bentuk, jenis, dan fungsi konjungsi ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konjungsi dalam teks berita karya siswa khususnya kelas 12 di SMA Negeri 2 Batu yang memfokuskan pada bentuk konjungsi, jenis konjungsi, serta fungsi konjungsi secara mendalam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa konjungsi, sedangkan sumber data berupa teks berita karya siswa kelas XII IPS 1. Teknik pengumpulkan data yang digunakan dalam peneliti ini adalah teknik dokumentasi. Analisis data ada tiga tahap, yakni (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, bentuk konjungsi pada teks berita karya siswa kelas XII IPS 1 terdiri atas dua bentuk, yakni konjungsi berbentuk kata dan konjungsi berbentuk frasa. Konjungsi berbentuk kata ditemukan sebanyak lima puluh dua (52) konjungsi. Sementara konjungsi berbentuk frasa hanya ditemukan sebanyak duabelas (12) konjungsi. Jadi ditemukan sekitar 81,25% konjungsi berbentuk kata dan 18,75% konjungsi berbentuk frasa dari total enam puluh empat (64) konjungsi yang ditemukan. Kedua, jenis konjungsi dalam teks berita dibedakan menjadi dua, yakni (1) konjungsi koordinatif dan (2) konjungsi subordinatif. Ketiga, fungsi konjungsi dibedakan berdasarkan kategori yang ada dalam jenis konjungsi setara (koordinatif) dan tidak setara (subordinatif). Konjungsi dalam teks berita siswa berdasarkan bentuk, jenis, dan fungsi konjungsi banyak ditemukan dalam teks berita siswa tersebut. Siswa mampu menggunakan konjungsi dalam teks berita meskipun masih ada yang kurang tepat dalam penempatan konjungsi. Dalam penggunaan bentuk konjungsi siswa lebih menggunakan bentuk kata daripada bentuk frasa. Jenis dan fungsi konjungsi dalam teks berita siswa lebih sering ditemukan konjungsi subordinatif daripada konjungsi koordinatif

    TEKS ANEKDOT KARYA SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 MALANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Aini, Feti Nur. 2017. Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kata Kunci: menulis, teks anekdot, kelas x             Kurikulum yang digunakan pada saat ini adalah Kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013 terdapat kompetensi-kompetensi dasar yang memuat 4 keterampilan berbahasa. Salah satu keterampilan berbahasa yang terdapat dalam Kurikulum 2013 adalah menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengacu pada Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran  berbasis teks. Pada jenjang sekolah menengah atas, yakni kelas X terdapat berbagai macam teks yang dipelajari, salah satunya adalah teks anekdot. Teks anekdot mempunyai tiga aspek penting, yaitu struktur isi, ciri kebahasaan, dan isi.  Tiga aspek tersebut yang akan menentukan kekreatifan siswa dalam menulis teks anekdot. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2016/2017. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa dokumen teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2016/2017. Data dalam penelitian ini bersumber dari siswa kelas X jurusan Perawat Sosial SMK Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes menulis. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data sampai tahap memasukkan data ke dalam tabel analisis data. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, teks anekdot dikaji dari kelengkapan struktur isinya ditemukan dua pola struktur/urutan, yaitu (1) lengkap (judul-abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda), (2) tidak lengkap: (a)  (judul-orientasi-krisis-reaksi-koda), (b) (judul-orientasi-krisis-reaksi), (c) (orientasi-krisis-reaksi-koda), dan (d) (judul-orientasi-krisis). Struktur isi teks anekdot terdiri dari 6 unsur yaitu: (a) judul, (b) abstraksi, (c) orientasi, (d) krisis, (e) reaksi, dan (f) koda. Pada unsur yang pertama judul, ditemukan tiga variasi makna judul, yaitu makna lugas, makna simbolik berisi kritikan/sindiran, dan makna lugas berisi kritikan/sindiran. Pada unsur yang kedua abstraksi ditemukan dua variasi gambaran umum, yaitu gambaran umum peristiwa dan gambaran umum tokoh utama. Pada unsur yang ketiga yaitu orientasi, ditemukan sembilan variasi pengenalan, yaitu (1) pengenalan latar suasana, (2) pengenalan latar belakang konflik, (3) pengenalan latar suasana dan tempat, (4) pengenalan latar tempat dan latar belakang konflik, (5) pengenalan tokoh dan latar belakang konflik, (6) pengenalan latar tempat, waktu, dan konflik, (7) pengenalan latar suasana, tempat, dan latar belakang konflik, (8) pengenalan tokoh, latar tempat dan latar belakang konflik, dan yang terakhir (9) pengenalan tokoh, latar suasana, tempat, dan latar belakang konflik. Pada unsur keempat krisis ditemuakan dua variasi permasalahan isi yaitu, konflik, dan konflik berisi kritikan/sindiran. Pada unsur kelima yaitu reaksi ditemukan lima variasi respon, yaitu (1) respon berupa spontanitas, (2) respon berupa tanggapan, (3) respon berupa penyelesaian masalah serta unsur humor, (4) respon berupa tanggapan serta unsur humor, dan (5) respon berupa tanggapan, unsur humor, serta kritikan/sindiran. Pada unsur yang terakhir koda ditemukan lima variasi penutup, yaitu (1) penutup berupa tindakan, (2) penutup berupa ekspresi, (3) penutup berupa tindakan dan ekspresi, dan (4) penutup berupa tindakan dan penyelesaian masalah. Kedua, teks anekdot dikaji dari ciri kebahasaannya mempunyai dua unsur kebahasaan, yaitu (1) kata yang menunjukkan cerita masa lalu/masa lampau dan (2) kalimat/kata seru. Pada unsur kebahasaan yang pertama terdapat empat variasi kata yang menunjukkan cerita masa lalu/masa lampau, yaitu (1) suatu hari, (2) pada suatu hari, (3) di suatu desa, dan (4) kemarin. Pada unsur kebahasaan yang kedua terdapat dua variasi kalimat/kata seru berdasarkan tujuan penegasannya, yaitu (1) kalimat/kata seru untuk menegaskan permasalahan/konflik, dan (2) kalimat/kata seru untuk menegaskan ekspresi. Ketiga, teks anekdot dikaji dari isinya mempunyai tiga unsur isi, yaitu (1) unsur humor/kelucuan, (2) unsur kritikan/sindiran, dan (3) unsur peristiwa. Pada unsur isi yang pertama yaitu humor/kelucuan terdapat empat variasi dalam menuangkan unsur humor di dalam teks, yaitu (1) dituangkan dengan cerita ketidakpahaman tokoh, (2) dituangkan dengan cerita tindakan tokoh yang apa adanya, (3) dituangkan dengan cerita reaksi tokoh menganggap sama dua hal yang berbeda, dan (4) dituangkan dengan cerita ekspresi yang berlebihan. Pada unsur isi yang kedua terdapat tiga variasi kritikan/sindiran berdasarkan sasaran, yaitu (1) kritikan/sindiran terhadap tindakan, (2) kritikan/sindiran terhadap kebijakan, dan (3) kritikan/sindiran terhadap kondisi. Pada unsur isi yang ketiga terdapat tiga jenis peristiwa berdasakan keberpengaruhannya yaitu, (1) fungsional, (2) kaitan, dan (3) acuan. Pertama, saran bagi guru Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi tambahan bagi siswa untuk lebih mengenal teks anekdot dan guru lebih memperhatikan penyampaian materi teks anekdot yang mencakup 3 aspek (struktur isi, ciri kebahasaan, dan isi), supaya siswa lebih kreatif lagi dalam menyusun teks anekdot.  Kedua, kepada calon peneliti selanjutnya dapat memanfaatkan hasil penelitian seperti yang dipaparkan pada simpulan di atas untuk meneliti 3 aspek penting (struktur isi, ciri kebahasaan, dan isi) dengan subjek lain, atau membandingkan karangan teks anekdot siswa SMK dan siswa SMA dengan tujuan mengetahui perbandingan karangan siswa yang berlatar belakang jurusan berbeda.

    Pengembangan Bahan Ajar Teks Hikayat dengan Strategi Pemodelan bagi Siswa SMA Kelas X

    No full text
    ABSTRAK   Fitriyanto, Ahmad Hamim. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Teks Hikayat dengan Strategi Pemodelan bagi Siswa SMA Kelas X. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd.   Kata Kunci: teks hikayat, bahan ajar, strategi pemodelan   Bahan ajar merupakan segala bahan yang disusun secara sistematis sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum untuk memudahkan pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kurikulum, teks hikayat menjadi salah satu teks yang harus dipelajari oleh siswa. Teks hikayat merupakan salah satu prosa fiksi yang di dalamnya mengandung kesaktian tokoh, alur berbingkai, bersifat istanasentris, dan unsur fantasi. Strategi pemodelan adalah strategi yang mengutamakan pemodelan (pemberian contoh) dalam suatu pembelajaran. Bahan ajar teks hikayat dengan strategi pemodelan disusun dengan mempertimbangkan empat komponen utama yang meliputi (1) deskripsi isi, (2) sistematika penyajian, (3) penggunaan bahasa, dan (4) tampilan. Terdapat dua tujuan penelitian, meliputi (1) menghasilkan produk berupa bahan ajar teks hikayat dengan strategi pemodelan dan (2) melaporkan hasil uji produk berupa bahan ajar teks hikayat dengan strategi pemodelan. Desan uji coba dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi. Model pengembangan tersebut meliputi (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji ahli, uji pratisi, dan revisi, (5) uji lapangan dan revisi, dan (6) diseminasi. Uji produk dilakukan dengan melibatan ahli sastra Melayu, ahli pembelajaran sastra Melayu, ahli desain tampilan, pratisi pembelajaran, dan subje lapangan terbatas (siswa SMA kelas X) Hasil uji produk dengan melibatkan ahli sastra Melayu, dari aspek relevansi materi diperoleh persentase 87% (implementasi), 91,67% (implementasi) untuk aspek kelengapan materi, 75% (implementasi dengan revisi kecil) untuk aspek kedalaman materi, 85% (implementasi) untuk keakuratan materi, 81,21% (implementasi dengan revisi kecil) untuk materi pendukung pembelajaran. Tidak terdapat komentar dan saran dari ahli sastra Melayu. Hasil uji produk dengan melibatkan ahli pembelajaran sastra Melayu, dari aspek isi  diperoleh persentase 100% (implementasi), 87,5% (implementasi) untuk aspek sistematika, 100% (implementasi) untuk aspek kebahasaan, dan 85,7% (implementasi) untuk tampilan. Komentar dan saran yang diberikan oleh ahli pembelajaran sastra Melayu untuk mengubah sistematika, menambah keterangan dalam isi, dan menyesuaikan tampilan dengan siswa SMA. Hasil uji produk dengan melibatkan ahli desain tampilan, dari aspek ukuran bahan ajar diperoleh persentase 75% (implementasi dnegan revisi kecil), 60% (tidak implementasi karena revisi besar) untuk aspek desain kulit buku, dan 68,75% (tidak implementasi karena revisi besar). Komentar dan saran perbaikan dari ahli desain tampilan untuk menghilangkan bleed pada garis tepi buku, mengubah ukuran dan jenis fontasi, dan menyamakan ilustrasi dalam buku serta mengubah letak sumber ilustrasi. Hasil uji produk dengan melibatkan praktisi, dari aspek isi diperoleh 89,58% (implementasi), 100% (implementasi) untuk aspek sistematika, 87,5% (implementasi) untuk aspek bahasa, dan 87,5% (implementasi) untuk aspek tampilan. Tidak terdapat komentar dan saran perbaikan dari praktisi terkait bahan ajar. Hasil uji produk dengan melibatkan subjek lapangan terbatas, dari aspek minat diperoleh persentase 90,62% (implementasi), 88% (implementasi) untuk aspek isi, 88,75% (implementasi) untuk aspek sistematika, 88,75% (implementasi) untuk aspek bahasa, dan 96,25% (implementasi) untuk aspek tampilan. Tidak terdapat komentar dan saran dari subjek lapangan terbatas terkait bahan ajar. Hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar teks hikayat dengan strategi pemodelan menghasilkan produk bahan ajar Bahasa Indonesia Apresiasi untuk Menjelajah Khazanah Teks Hikayat dengan kelayakan pada aspek isi, sistematika, dan bahasa. Namun harus dilakuakn revisi terhadap tampilan bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan berisi tentang hakikat teks hikayat, unsur intrinsik, karakteristik, ciri bahasa, isi, nilai yang terkandung dalam teks hikayat, teknik menceritakan kembali teks hikayat, dan perbandingan antara teks hikayat dan teks cerpen. Selain itu, terdapat latihan-latihan dan refleksi yang mengikutinya. Kemudian terdapat pula ilustrasi dan konsep desain yang menarik dalam bahan ajar ini. Sistematika yang disajikan urut dan memudahkan siswa. Bahasa Indonesia ragam formal komunikatif yang digunakan mampu dipahami siswa dengan mudah. Diseminasi dapat dilakukan dengan menyebarluaskan produk bahan ajar dan skripsi di internet. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesangkilan dan kemangkusan terhadap bahan ajar Menjelajah Teks Hikayat. Penyebarluasan produk dapat dilakukan dengan mengadakan seminar tentang sastra Melayu klasik

    Variasi Bahasa Jual Beli dalan Jaring Anggota Comboran Malang Online

    No full text
    Variasi bahasa merupakan macam - macam bahasa yang memiliki karakter dan ciri yang berbeda . Variasi bahas a jual beli dalam jar ing anggota grup c o mboran Malang online , menjadi menarik karena macam - macam bahasanya yang unik dan bervariasi . Penggunaan variasi bahasa jual - beli yang digunakan memiliki kekhasan sehingga membentuk kata baru. Secara umum, suatu kelompok sosial menciptakan kata - kata baru yang ber tujuan untuk mengintimkan sebuah komunikasi dan menghindari kebosanan dalam percakapan. Kata - kata baru tersebut dibentuk dengan menggunakan proses bentuk variasi bahasa dan fungsi untuk menyampaikan maksud pembicaraan mereka . Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi variasi bahasa jual beli dalam jar ing anggota comboran Malang online . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisis teks . Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa teks dari percakapan anggota grup. Sumber data penelitiannya adalah percakapan dan komentar yang digunakan anggota grup Comboran Malang online di media sosial Facebook . Pengumpulan data dilakukan denga n menggunakan teknik pengamatan dan ik h tisar dokumen untuk mencatat data den gan cara melakukan penagkapan layar dari komputer . Instr umen utama yang digunakan untuk mengumpulka n data adalah peneliti sendiri, y ang bertindak sebagai pengamat. Instrumen pendukung yang digunakan adalah panduan peng umpulan data dan analisis data. Analisis data dil akukan dengan pengidentifikasian data, peng klasifikasi an data, pengodean data, penafsiran data, penyimpu lan hasil penelitian, dan pengecekan keabsahan . Hasil analisis data tersebut , diperole h dua fokus penelitian sebagai berikut . Pertama, bentuk variasi bahasa j u al beli yang digunakan oleh anggota grup comboran Malang online. Bentuk variasi bahasa jual beli tersebut dibagi menjadi delapan bentuk yaitu , derivasi zero, kata majemuk, pembalikan fonem, lambang, singkatan, akroni m , penggalan, dan kosakata dari bahasa asing. Bentuk - bentuk variasi bahasa tersebut yang digunakan untuk mengetahui makna penggunaan variasi bahasa yang digunakan. Kedua, t er dapat tujuh fungsi variasi bahasa dalam grup comboran Malang online, yaitu : (a) instrumental untuk memberikan perintah dan himbauan kepada pembeli , (b) representasi untuk menggambarkan fakta dan realita s barang yang dijual , (c) regulasi untuk meng atur dan m en gen dalikan orang lain dengan cara memberikan perjanjian , (d) heuristik untuk memperoleh s ebuah jawaban atau pengetahuan dari sebuah pertanyaan , (e) i nteraksi untuk mengatur jalannya komunikasi agar dapat berjalan lancar , (f) perorangan untuk mengetahui perasaan dan emosi orang lain , dan (g) imajinatif untuk memberikan gambaran dan bayangan seb uah barang yang dideskripsikan . ii Berdasarkan paparan di atas, diajukan sebuah saran untuk beberapa pihak yaitu kepada peneliti selanjutnya, kepada anggota grup comboran Malang online , dan kepada masyarakat umum . Kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk memulai penelitian baru yang berkaitan dengan bentuk dan fungsi variasi bahasa. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dan memperdalam penelitian, baik dari segi bentuk, ciri - ciri, karakteristik, makna pengguna an, dan fungsi variasi bahasa tersebut. Kepada anggota grup comboran Malang online penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan ketika melakukan percakapan dalam grup jual beli untuk mengekspresikan dan lebih mengembangkan keunikan bahasa yang dipakai terhadap grup yang lainya. Disarankan kepada masyarakat umum penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah pengetahuan makna dan fungsi pemakaian bahasa jual

    Pengembangan Media Pembelajaran Menyimak Cerita Wayang Untuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif

    No full text
    ABSTRAK Al-a'laa, NotaraRatuJelytaDraydhie. 2017. Pengembangan MediaPembelajaranMenyimakCeritaWayanguntuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif. Skripsi.Jurusan Sastra Indonesia, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing; Prof. Dr. Suyono,M.Pd Kata Kunci : pengembangan media pembelajaran, menyimakceritawayang,pembelajaranmenyimak, multimedia interaktifMenemukanpesandariceritawayangmerupakansalahsatukompetensidasar KTSP matapelajaranbahasaJawakota Malang yang harusdikuasaiolehpesertadidikkelas IX tingkat SMP/MTs.Kompetensiinitermasukdalamaspekmendengarkandanmengerucutpadakegiatanmenyimak. Kegiatanmenyimakceritawayanginidapatmeningkatkantingkatpemahamanpesertadidikterhadapisipesan yang terkandungdalamceritawayangdanmerealisasikanterhadapkehidupansehari-harimereka.Akan tetapihaltersebutbelumtercapaidikarenakanadanyabeberapahambatan.Hambatantersebutantaralain, yaitudarifaktor internal danfaktoreksternal. Hambatanfaktor internal adalahhambatan yang datangdaridiripesertadidiksendiri, sedangkanhambatanfaktoreksternaladalahhambatan yang terkaitdenganfasilitaspembelajaranyaitu media pembelejarandanstrategipembelajaran yang digunakanoleh guru.Berkaitandenganhaltersebutperluadanyapengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang yang dapatmengatasibeberapahambatan.Hal inidimaksudkanuntukmemfasilitasidanmendukung proses pembelajaranmenyimakceritawayang di tingkat SMP/MTs.Adapunbeberapahal yang mendasaripentingnyapengembangan media pembelajaran, yaknikebutuhanpesertadidikdantuntutan guru untukdapatmemfasilitasipesertadidikmenguasaikompetensisesuaituntutankurikulumdenganmenyajikan proses belajar yang berkualitasdenganmemperhatikankarakteristikpesertadidiktingkat SMP kelas IX.Penelitiandan pengembangan ini bertujuanmenghasilkanproduk media pembelajaranmenyimakceritawayangkelas IX SMP KTSP berbasis multimedia interaktif.Tujuanumumtersebutdapatdirincimenjadibeberapatujuankhusus, yaitu(1) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian materi; (2) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian tampilan yang interaktif; dan(3) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian bahasa komunikatif.Dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasidarimodelpengembanganBorg and Gall.Dari model pengembangantersebutterdapat5tahapanprosedurpenelitianpengembangan, yaitu:(1) tahappenelitiandanpengumpulaninformasiawal, (2) perencanaan, (3) pengembanganproduk, (4) ujicoba, dan(5) revisi.Produkhasilpenelitiandanpengembanganinidiujicobakepadaahlimaterimenyimakceritawayang, ahli media pembelajaran, praktisi (guru Jawa), dankelompokkecilpesertadidik yang beranggotakan 10 siswadenganmembagikanangket.Berdasarkandata hasilujivalidasiprodukyaknidiklasifikasikanberdasarkankelayakanisi media pembelajaran, kelayakankomponen/ sajian media pembelajaran, kelayakanbahasa media pembelajarandankelayakantampilan media pembelajaran.Klasifikasitersebutsimpulandarihasilujicobaahli, praktisidanlapangan.Berikutadalahhasilrekapitulasidaribeberapaklasifikasihasilujivalidasiproduk media.Kelayakanisimemperolehpresntase rata-rata 83%.Kelayakankomponen/ sajian media pembelajarnmemperolehpresentase rata-rata 88%.Kelayakanbahasa media pembelajaranmemperolehpresentase rata-rata 84%.Kelayakantampilan media pembelajaranmemperolehpresentase rat-rata 82%.Media pembelajaran yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganinidiberijudulNyemakCritaPewayangan. Media pembelajaraniniterdiriatas 6 bagian.Bagian 1 memuatkalimatpembuka, standarkompetensi, kompetensidasar, danindikator.Bagian 2 memuattokohwayang, asalusulcritawayang, danjinisebasa.Bagian 3 memuatlarah-larahanenemtokakepesencritapawayangan, audio ceritawayangberjudulResi Durna lan Duryudana, video wayangkulitberjudulKarna dadi Senapati,dan video ceritawayang orang berjudulRembugan Baratayuda.Bagian 4 memuat 3 bagiansoalsesuaijudulceritawayangpadabagian 3.Bagian 5 memuatkamusbahasaJawadanataubahasaKawi .Bagian 6 memuatprofilpengembang. Adapunbeberapasaranpemanfaatanproduk yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganini, yakniditujukanpadapihak-pihak yang berkaitandenganpengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang, guru agar dapatmemanfaatkan media pembelajaransecara optimal, pesertadidik agar memanfaatkanprodukuntukmenemukanisipesanceritawayangsecaramandiri, dandiseminasiproduk agar disebarluaskanmelaluijurnalpenelitian, forum MGMP Kota/ Kabupaten Malang serta media sosial

    KESALAHAN KALIMAT MAJEMUK DALAM TEKS TANGGAPAN KRITIS KARYA SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2016/2017SMPN 27 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Hanifah, Putri Ulfa. 2017. Kesalahan Kalimat Majemuk dalam Teks Tanggapan Kritis Karya Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2016/2017 SMPN 27 Malang. Skripsi, Jurusan  Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata kunci: kesalahan kalimat, kalimat majemuk, teks tanggapan kritis Kalimat majemuk yang salah mempengaruhi makna dalam kalimat. Kalimat majemuk merupakan kalimat pendukung untuk menyampaikan tanggapan dalam teks tanggapan kritis. Teks tanggapan kritis yang ditulis menggunakan kalimat majemuk yang salah tidak dapat menyampaikan tanggapan secara tepat berdasarkan fakta dan data secara jelas yang dapat meyakinkan orang lain. Kesalahan kalimat majemuk adalah kesalahan dalam menuliskan struktur kalimat berupa perluasan kalimat tunggal yang tidak sesuai. Pentingnya penelitian untuk mengetahui kesalahan kalimat majemuk dalam teks tanggapan kritis karya siswa supaya siswa menuliskan kalimat majemuk dengan benar, sehingga kalimat majemuk dapat menyampaikan tanggapan setuju atau tidak setuju secara kritis berdasarkan fakta dan data yang dapat meyakinkan orang lain. Fokus pada penelitian ini adalah Pertama,menganalisis kesalahan kalimat majemuk setara pada teks tanggapan kritis. Kedua, menganalisis kesalahan kalimat majemuk bertingkat pada teks tanggapan kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini disusun dengan jenis penelitian analisis isi atau content analysis. Data dalam penelitian ini berupa kalimat majemuk setara yang salah dan kalimat mejemuk bertingkat yang salah dalam teks tanggapan kritis. Sumber data penelitian ini adalah teks tanggapan kritis. Proses pengumplan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik dokumen. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pengecekan keabsahan data temuan yang dilakukan adalah ketekunan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan dua hasil. Pertama, kesalahan kalimat majemuk setara dalam teks tanggapan kritis berupa kesalahan kalimat majemuk setara sejalan, kesalahan kalimat majemuk setara berlawanan, dan kesalahan kalimat majemuk setara penunjukkan. Kesalahan tersebut meliputi penghilangan unsur kalimat majemuk berupa penghubung yang tidak sesuai dalam menggabungkan klausa yang berkedudukan sama berdasarkan hubungan antarklausa. Penghubung yang dihilangkan meliputi penghubung dan, bahkan, melainkan, masalahnya, kenyataannya, lantas, lalu, kemudian, lebih lanjut, makin, jadi, akibatnya, sebabnya, sehingga, sekarang, tetapi, supaya, dapat dilihat. Penghubung yang paling banyak digunakan penghubung dan. Banyaknya penghubung dan yang digunakan karena siswa terbiasa menggunakan penghubung tersebut sebagai penghubung antarklausa. Kedua, kesalahan kalimat majemuk bertingkat dalam teks tanggapan kritis berupa kesalahan kalimat majemuk bertingkat hubungan klausal dan kesalahan kalimat majemuk bertingkat perluasan subjek, predikat, dan objek. Kesalahan tersebut meliputi tidak sesuainya penghubung sebagai salah satu unsur penting yang digunakan siswa dalam menggabungkan induk kalimat dengan anak kalimat. Penghubung yang tidak sesuai meliputi penghubung saat, dari, untuk itu, melainkan, jadinya, karenanya, sebab itu, dengan, soalnya, dan, sehingga, jika, pada waktunya, waktu, bahkan, meskipun, apabila, ketika ada, kecuali, dan bila, satunya, hal itu, mengetahui. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan, ada dua simpulan terkait penelitian ini. Pertama, kesalahan kalimat majemuk setara dalam teks tanggapan kritis berupa kesalahan kalimat majemuk setara sejalan, kesalahan kalimat majemuk setara berlawanan, dan kesalahan kalimat majemuk setara penunjukkan. Kesalahan tersebut meliputi penghilangan unsur kalimat majemuk berupa penghubung yang tidak sesuai dalam menggabungkan klausa yang berkedudukan sama berdasarkan hubungan antarklausa. Kedua, kesalahan kalimat majemuk bertingkat dalam teks tanggapan kritis berupa kesalahan kalimat majemuk bertingkat hubungan klausal dan kesalahan kalimat majemuk bertingkat perluasan subjek, predikat, dan objek. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, disarankan kepada guru bahasa Indonesia untuk lebih melatih siswa mengenai penghubung yang digunakan dalam kalimat majemuk dengan tepat supaya guru dapat melakukan perbaikan pada proses mengajar. Kedua, siswa disarankan untuk melatih kemampuan menulis kalimat majemuk baik kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat mengenai penghubung yang digunakan untuk menggabungkan klausa menjadi kalimat majemuk dalam teks tanggapan kritis dan belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut supaya tidak terjadi kesalahan dikemudian. Ketiga, Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas metode atau strategi untuk menyelesaikan kesalahan siswa dalam menuliskan kalimat majemuk setara dan majemuk bertingkat

    Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Teknik Definisi pada Siswa Kelas V SDN Ampelgading 01

    No full text
    Kemampuan menulis puisi bagi siswa sekolah dasar sangat penting agar siswa mampu mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan menggali kreativitas mereka dalam menciptakan karya sastra. Dengan penggunaan teknik yang tepat, maka akan menciptakan karya yang bagus dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik definisi pada siswa kelas V SDN Ampelgading 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Ampelgading 01 berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam proses penelitian digunakan dua siklus yang menjadi acuan peneliti untuk membuktikan peningkatan kualitas karya puisi siswa. Siklus I bertujuan mengenalkan penulisan puisi dengan menggunakan teknik definisi secara berkelompok. Sedangkan Siklus II menjadi acuan peneliti untuk menguatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis puisi menggunakan teknik definisi secara individu. Hasil penelitian kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik definisi pada siswa yaitu siswa mampu menentukan tema sesuai dengan benda yang diamati, menggunakan diksi yang tepat, mampu menggunakan majas dengan baik, mengembangkan kata-kata yang telah ditemukan menjadi sebuah puisi, mudah merangkai kata menjadi sebuah puisi yang utuh dan menarik.Dengan adanya teknik definisi, hasil menulis puisi siswa meningkat dari Siklus I ke II.

    Nilai Mitologis Folklor Watu Godeg

    No full text
    Folklor terdapat di setiap daerah di pedesaan, akan tetapi folklor sudah mulai ditinggalkan masyarakat, karena dianggap tidak penting untuk diceritakan. Salah satu bagian dari folklor adalah cerita Watu Godeg yang berada di Desa Tanggung Kecamatan Turen. Cerita Watu Godeg belum dikenal secara luas begitu pula nilai-nilai yang ada di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada cerita Watu Godeg sebagai wawasan baru. penelitian ini mengaji nilai-nilai yang terdapat pada cerita Watu Godeg dan juga nilai-nilai yang terdapat pada upacara adat yang ada di masyarakat setempat. Peneliti membahas dan mengungkapkan beberapa hal dalam penelitian ini, antara lain: (1) ragam nilai yang terdapat pada cerita Watu Godeg, (2) realisasi nilai yang terdapat pada cerita Watu Godeg, dan (3) pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai mitologis pada cerita Watu Godeg.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yaitu berupa uraian kata. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnografi yang bertujuan untuk membangun sebuah pengertian mengenai kebudayaan dari kelompok masyarakat Desa Tanggung Kecamatan Turen yang berupa sastra lisan dan juga tradisi upacara.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) pedoman wawancara, (2) angket, dan (3) pedoman ikhtisar dokumentasi. Langkah-langkah penelitian ini antara lain mengadakan wawancara untuk mengetahui cerita Watu Godeg. Kemudian peneliti menganalisis nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Selanjutnya, penyebaran angket dengan menggunakan teks cerita yang diperoleh melalui wawancara untuk kemudian diresepsi oleh masyarakat. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh melalui wawancara.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan nilai yang ditemukan adalah: (1) nilai religi meliputi bersyukur pada Tuhan, menjalankan perintah Tuhan, dan percaya adanya Tuhan; (2) nilai budaya meliputi tradisi kelisanan dan tradisi upacara; (3) nilai kemasyarakatan meliputi gotong royong, saling berbagi, dan kerukunan; (4) nilai individu meliputi tanggung jawab, sopan santun, setia, bekerja keras, dan bijaksana. Sedangkan hasil dari fokus pandangan masyarakat yang dilakukan ditemukan hasil pandangan masyarakat yang beragam, keberagaman pandangan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi yang pertama adalah faktor geografis, kedua faktor psikologis, dan yang ketiga faktor pengetahuan pembaca. Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan saran untuk menggunakan penelitian ini sebagai alat untuk melestarikan warisan sastra lisan cerita Watu Godeg. Saran kedua terkait penelitian ini dapat digunakan menjadi sarana pembelajaran Bahasa Indonesia. Saran yang terakhir untuk peneliti lainnya dapat mengkaji objek yang sama namun melalui sisi yang berbeda

    Analisis Karakteristik Dan Agihan Kerawanan Longsor LahanDengan Model 3 Dimensi Di Kecamatan Batu Kota Batu

    No full text
    Bencana longsor merupakan suatu dampak dari proses gangguan keseimbangan lereng pada lahan yang menyebabkan bergeraknya masa tanah dan batuan dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Bencana longsor sering terjadi di wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Data BNPB menyebutkan sejak tahun 1815-2012 terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia dan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi ketiga terbanyak dalam hal kejadian longsor. Salah satu kota di Jawa Timur yang sering terjadi longsor adalah Kota Batu. Berdasarkan data tahun 2013 Kota Batu mengalami 23 kejadian bencana longsor yang terjadi di 10 Desa ataupun kelurahan yang 6 diantaranya terjadi di wilayah Kecamatan Batu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan rawan longsor yang ada di Kecamatan Batu. Mengkaji jenis longsor dan sebaran kerawanan melalui interpretasi model 3D topografi di Kecamatan Batu, kaitanya untuk mengetahui efektifitas model 3D Analysistopografi untuk identifikasi longsor. Penelitian ini menggunakan metode survey berdasarkan pengolahan data topografi, penggunaan lahan, tanah, serta geologi yang dipertajam dengan interpretasi model 3 Dimensi melalui model TIN (triangular irregular network).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik lahan rawan longsor memiliki ciri kemiringan lereng lebih dari 30% dengan jenis tanah yang dominan berupa andosol yang berada pada lereng yang cekung dan ciripelapisan batuan yang tidak berstruktur. Berdasarkan interpretasi model TIN wilayah tersebut memiliki ciri kontur divergenyang semula berbentuk memanjang atau melintang “u” menjadi bentuk “n” sebagai indikator pergerakan bidang permukaan tanah, sedangkan daerah timbunan material pelongsoran ditunjukkan oleh lembah berbentuk “u”. Sehingga pada umumnya tipe longsor yang ditemukan mencirikan tipe longsoran rotasi serta translasi.Longsoran rotasi ditemukan di Desa Songgokerto sedangkan longsoran translasi ditemukan di Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu. Kerawanan longsor pada daerah penelitian dibagi menjadi 5 kriteria yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Berdasarkan kriteria tersebut ditemukan 10 titik yang berpotensi longsor yang tersebar pada wilayah penelitian. Agihan kerawanan longsor tersebar di Kecamatan Batu meliputi Desa Songgokerto 2 titik, Oro-oro Ombo 2 titik, serta 6 Desa lain sebanyak masing-masing 1 titik. Adapun berdasarkan validasi menunjukan bahwa telah terjadi 17 kali bencana longsor dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pada 8 titik potensi rawan longsor. Adapun sebaran titik rawan longsor umumnya berada pada lahan yang beralih fungsi. Sehinggga dapat disimpulkan bahwametode 3D analysistopografi cukup efektif digunakan untuk identifikasi longsor lahan

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇