SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Ragam Teks dalam Buku Pelajaran SMP
ABSTRAK Hartutik, Evita Sri. 2013. Ragam Teks dalam Buku Pelajaran SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (2) Dr. H. Nurhadi, M.Pd Kata Kunci: ragam teks, buku pelajaran Setiap proses pembelajaran membutuhkan buku pelajaran. Pada buku pelajaran disajikan berbagai macam teks. Teks berfungsi sebagai pengungkapan gagasan pengarang buku mengenai informasi pengetahuan dengan menyesuaikan topik atau materi yang akan disajikan pada setiap mata pelajaran. Dalam teks terdapat struktur teks yang mencerminkan struktur berpikir pengarang. Oleh karena itu, pemberian pembelajaran teks harus disesuaikan dengan teks yang disajikan kepada siswa dengan tujuan agar pengetahuan yang didapatkan bisa ditangkap secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, (2) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, dan (3) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu (1) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, (2) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, dan (3) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre. Instrumen penelitian ini adalah instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen analisis data berupa tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre beserta instrumen panduan analisis. Data penelitian ini berupa buku pelajaran SMP kelas VII dan VIII Kurikulum 2013 berjumlah sembilan buku terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan kelas IX Kurikulum KTSP berjumlah sembilan buku terbitan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Berdasarkan analisis data ditemukan tiga temuan penelitian. Pertama, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isinya ditemukan tiga belas jenis teks, yaitu (1) teks politik, (2) teks sosial, (3) teks ekonomi,(4) teks budaya, (5) teks militer, (6) teks hukum dan kriminal, (7) teks olahraga, (8) teks kesehatan, (9) teks semisejarah, (10) teks agama, (11) teks hasil penelitian, (12) teks kesenian, dan (13) teks kesehatan. Kedua, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasannya ditemukan lima jenis teks, yaitu (1) teks narasi, (2) teks deskripsi,(3) teks eksposisi, (4) teks argumentasi, dan (5) teks persuasi. Ketiga, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genrenya ditemukan dua puluh empat jenis teks, yaitu (1) teks biografi, (2) teks cerita pendek, (3) teks fabel, (4) teks puisi, (5) teks syair, (6) teks lirik lagu, (7) teks drama, (8) teks resensi, (9) teks eksplanasi, (10) teks berita, (11) teks prosedur, (12) teks diskusi, (13) teks dialog interaktif, (14) teks artikel, (15) teks laporan hasil observasi, (16) teks laporan, (17) teks pidato, (18) teks tajuk rencana, (19) teks iklan, (20) teks surat pembaca, (21) teks kitab, (22) teks perundang-undangan, (23) teks bagan, dan (24) teks tabel dan grafik. Dari hasil penelitian ini disampaikan saran yang ditujukan kepada beberapa pihak. Pertama, guru sebagai pendidik tidak hanya menyuruh siswa untuk membaca berbagai macam teks, tetapi juga disarankan untuk menjelaskan kepada siswa beragam teks yang terdapat dalam buku pelajaran yang dipelajari. Guru dapat memanfaatkan berbagai jenis teks dalam buku pelajaran untuk dijadikan contoh dalam pembelajaran, sehingga pengetahuan siswa terhadap ragam teks semakin bertambah. Kedua, penyusun buku pelajaran disarankan untuk lebih memperkaya teks pada penyusunan buku pelajaran selanjutnya. Ketiga, pengembang kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai evaluasi atau bahan pertimbangan untuk menyempurnakan program kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Hal ini dikarenakan ragam teks yang diajarkan kepada siswa tidak secara keseluruhan diajarkan di pelajaran bahasa Indonesia
Analisis Tuturan Responsi Subjek pada Program Tayangan Kick Andy di Metro TV
Tuturan responsi subjek terhadap tuturan host dalam interaksi gelar wicara merupakan efek yang muncul sebagai akibat dari tuturan yang disampaikan oleh host. Tuturan responsi merupakan tindak tutur berupa tanggapan yang dapat terjadi dalam wacana interaksional, yaitu gelar wicara. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendeskripsikan tuturan responsi subjek terhadap tuturan host yang terdapat dalam program tayangan Kick Andy di Metro TV dengan tiga subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan responsi subjek, fungsi-fungsi yang digunakan dalam tuturan responsi subjek, serta penggunaan strategi penyampaian tuturan responsi oleh subjek. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan teknik unduh/rekam, yaitu mengunduh sumber data menggunakan aplikasi pengunduh dan merekam dalam memori ingatan hasil unduhan video yang berisi tentang tuturan-tuturan dalam percakapan antara host dan subjek pada program tayangan Kick Andy. Selain teknik unduh/rekam, juga digunakan teknik transkripsi data dan teknik catat. Hasil penelitian ini menghasilkan temuan sesuai dengan fokus masalah yang telah ditentukan oleh peneliti
Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen
RINGKASAN Meylla, Dara Arum Army Nur. 2018. Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. A. Syukur Ghazali , M.Pd. Kata Kunci: pengembangan media, film pendek, memahami unsur intrinsik, teks cerpen Penelitian pengembangan media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen dilatarbelakangi dari hasil pengumpulan informasi awal bahwa kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah, siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen dikarenakan rendahnya minat baca, wawasan yang kurang luas, dan belum adanya media yang menarik dalam pembelajaran. Dengan demikian, dibuatlah media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media film pendek yang efektif untuk memahamkan siswa tentang unsur intrinsik teks cerita pendek dengan memperhatikan aspek wujud, isi, dan tampilan. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dimodifikasi dari model pengembangan Research and Development (R&D) Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, penelitian dilaksanakan tujuh tahap (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Jenis data penelitian ini terdiri atas data nonverbal (kuantitatif) dan verbal (kualitatif). Data nonverbal (kuantitatif) berupa skor hasil validasi produk oleh ahli media, praktisi, dan siswa serta nilai tes siswa (pretes dan postes) tentang pemahaman unsur intrinsik teks cerpen. Data verbal (kualitatif) berupa angket uji coba produk tentang kritik, komentar, dan saran perbaikan untuk produk yang dikembangkan yang diperoleh dari ahli media, praktisi, dan siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prapengembangan dan pascapengembangan. Instrumen prapengembangan yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan angket prapengembangan untuk digunakan sebagai analisis kebutuhan. Sementara itu, instrumen pascapengembangan yang digunakan yaitu angket uji coba produk dan tes siswa (pretes dan postes) untuk menguji kelayakan dan keefektifan media film pendek. Analisis data verbal (kualitatif) dilakukan dengan cara, (1) mengumpulkan data verbal tertulis dari angket uji coba produk berupa kritik, komentar, dan saran yang diperoleh dari ahli media, praktisi, dan siswa, (2) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal berdasarkan kelompok uji, (3) menganalisis data verbal dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk perbaikan produk yang dikembangkan. Sementara itu, analisis data kuantitatif dilakukan dengan dengan cara, (1) menggunakan rumus untuk menghitung persentase, (2) menentukan kualifikasi produk berdasarkan persentase, (3) menentukan tindak lanjut produk berdasarkan kualifikasi, dan (4) menggunakan rumus untuk nilai rata-rata siswa. Penelitian ini menghasilkan produk media film pendek. Penilaian media film pendek mencakup aspek wujud, isi, dan tampilan dilakukan oleh ahli media, praktisi, dan siswa. Hasil penilaian media film pendek dari aspek wujud oleh ahli media memperoleh persentase 81,25% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 87,5% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi, siswa 89,68% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Penilaian aspek isi oleh ahli media memperoleh persentase 84,37% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 79,16% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, dan siswa 79,68% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil. Penilaian aspek tampilan oleh ahli media memperoleh persentase 83,92% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 100% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi, dan siswa 86,11% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Berdasarkan persentase yang diperoleh dari uji coba produk kepada ahli media, praktisi, dan siswa secara keseluruhan mencapai persentase 81% menunjukkan bahwa produk media film pendek layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Dari hasil tes siswa menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen mengalami peningkatan dari pretes ke postes dengan nilai rata-rata dari 66,29 menjadi 77,92. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh menunjukkan bahwa produk media film pendek efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah media film pendek untuk memahamai unsur intrinsik teks cerpen yang dikembangkan tergolong layak, dapat diimplementasikan, dan efektif untuk pembelajaran analisis unsur intrinsik teks cerpen. Saran pemanfaatan produk meliputi saran untuk empat pihak, yaitu guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, siswa, peneliti selanjutnya, dan pengembangan produk selanjutnya. Produk media film pendek dapat digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah satu media film pendek menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai alternatif pilihan media pembelajaran yang akan dikembangkan dan sebagai dasar pertimbangan untuk membuat media pembelajaran teks cerpen. Media film pendek ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang produk lebih lanjut dengan memanfaatkan media film pendek memahami unsur intrinsik teks cerpen dengan sebagaimana mestinya.
Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen
RINGKASAN Meylla, Dara Arum Army Nur. 2018. Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. A. Syukur Ghazali , M.Pd. Kata Kunci: pengembangan media, film pendek, memahami unsur intrinsik, teks cerpen Penelitian pengembangan media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen dilatarbelakangi dari hasil pengumpulan informasi awal bahwa kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah, siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen dikarenakan rendahnya minat baca, wawasan yang kurang luas, dan belum adanya media yang menarik dalam pembelajaran. Dengan demikian, dibuatlah media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media film pendek yang efektif untuk memahamkan siswa tentang unsur intrinsik teks cerita pendek dengan memperhatikan aspek wujud, isi, dan tampilan. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dimodifikasi dari model pengembangan Research and Development (R&D) Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, penelitian dilaksanakan tujuh tahap (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Jenis data penelitian ini terdiri atas data nonverbal (kuantitatif) dan verbal (kualitatif). Data nonverbal (kuantitatif) berupa skor hasil validasi produk oleh ahli media, praktisi, dan siswa serta nilai tes siswa (pretes dan postes) tentang pemahaman unsur intrinsik teks cerpen. Data verbal (kualitatif) berupa angket uji coba produk tentang kritik, komentar, dan saran perbaikan untuk produk yang dikembangkan yang diperoleh dari ahli media, praktisi, dan siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prapengembangan dan pascapengembangan. Instrumen prapengembangan yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan angket prapengembangan untuk digunakan sebagai analisis kebutuhan. Sementara itu, instrumen pascapengembangan yang digunakan yaitu angket uji coba produk dan tes siswa (pretes dan postes) untuk menguji kelayakan dan keefektifan media film pendek. Analisis data verbal (kualitatif) dilakukan dengan cara, (1) mengumpulkan data verbal tertulis dari angket uji coba produk berupa kritik, komentar, dan saran yang diperoleh dari ahli media, praktisi, dan siswa, (2) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal berdasarkan kelompok uji, (3) menganalisis data verbal dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk perbaikan produk yang dikembangkan. Sementara itu, analisis data kuantitatif dilakukan dengan dengan cara, (1) menggunakan rumus untuk menghitung persentase, (2) menentukan kualifikasi produk berdasarkan persentase, (3) menentukan tindak lanjut produk berdasarkan kualifikasi, dan (4) menggunakan rumus untuk nilai rata-rata siswa. Penelitian ini menghasilkan produk media film pendek. Penilaian media film pendek mencakup aspek wujud, isi, dan tampilan dilakukan oleh ahli media, praktisi, dan siswa. Hasil penilaian media film pendek dari aspek wujud oleh ahli media memperoleh persentase 81,25% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 87,5% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi, siswa 89,68% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Penilaian aspek isi oleh ahli media memperoleh persentase 84,37% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 79,16% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, dan siswa 79,68% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil. Penilaian aspek tampilan oleh ahli media memperoleh persentase 83,92% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil, praktisi 100% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi, dan siswa 86,11% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Berdasarkan persentase yang diperoleh dari uji coba produk kepada ahli media, praktisi, dan siswa secara keseluruhan mencapai persentase 81% menunjukkan bahwa produk media film pendek layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Dari hasil tes siswa menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen mengalami peningkatan dari pretes ke postes dengan nilai rata-rata dari 66,29 menjadi 77,92. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh menunjukkan bahwa produk media film pendek efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah media film pendek untuk memahamai unsur intrinsik teks cerpen yang dikembangkan tergolong layak, dapat diimplementasikan, dan efektif untuk pembelajaran analisis unsur intrinsik teks cerpen. Saran pemanfaatan produk meliputi saran untuk empat pihak, yaitu guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, siswa, peneliti selanjutnya, dan pengembangan produk selanjutnya. Produk media film pendek dapat digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah satu media film pendek menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai alternatif pilihan media pembelajaran yang akan dikembangkan dan sebagai dasar pertimbangan untuk membuat media pembelajaran teks cerpen. Media film pendek ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang produk lebih lanjut dengan memanfaatkan media film pendek memahami unsur intrinsik teks cerpen dengan sebagaimana mestinya.
Pengembangan Media Video Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Teks Eksplanasi untuk Siswa SMP Kelas VIII
RINGKASAN Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media video berbasis masalah untuk pembelajaran teks ekplanasi yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa SMP kelas VIII, serta melaporkan hasil kelayakan produk media video berbasis masalah berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, praktisi, dan subjek uji coba. Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE meliputi (1) Analysis (analisa), (2) Design (desain /perancangan, (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementasi/eksekusi), (5) Evaluation (evaluasi/ umpan balik). Hasil penelitian menunjukkan uji produk kepada ahli media, ahli materi, ahli praktisi/guru, dan siswa mencapai (1) hasil validasi ahli media mencapai 91,25%, (2) hasil validasi ahli materi mencapai 73,80%, (3) hasil validasi praktisi/guru mencapai 91,30%, (4) hasil uji coba siswa mencapai 95,90% dengan tindak lanjut implementasi. Rekapitulasi hasil validasi keseluruhan mencapai 88,60%. Sesuai dengan pedoman skor, persentase yang diperoleh Media Video Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Teks Eksplanasi untuk Siswa SMP Kelas VIII tergolong layak diimplementasikan
PENGARUH STRATEGI SOSIO-AFEKTIF TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK TEKS CERITA FANTASI KELAS VII SISWA SMPN 12 MALANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Strategi Sosio-Afektif (Students Teams-Achievement Divisions) terhadap kemampuan menyimak teks cerita fantasi dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian eksperiment only posttest design . Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 12 Malang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas VII A dan VII H. Kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII H sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa soal pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban dan rubrik penilaian serta RPP. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerita fantasi siswa dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan postes.Hasil penelitian pada kemampuan menyimak teks cerita fantasi secara keseluruhan menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan nilai signifikasi adalah 0,00
Penilaian Autentik Keterampilan Menulis Dalam Buku Siswa SMP Kelas VII
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tugas penilaian autentik keterampilan menulis pada buku siswa SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian penilaian autentik keterampilan menulis ini berupa bentuk tugas menulis terbimbing dan menulis mandiri. Bentuk tugas menulis terbimbing mencakup melengkapi unsur teks, mengubah dan memperbaiki teks, serta mengurutkan unsur teks. Bentuk tugas menulis mandiri mencakup menulis dengan pemberian kriteria, menulis dengan petunjuk bertahap, menulis dengan rangsang konteks daerah, menulis dengan tahapan melakukannya, menulis dengan rangsang tujuan, menulis dengan media e-mail, menulis dengan rangsang peristiwa, serta menulis rangsang konteks. Temuan tersebut membuktikan bahwa bentuk tugas yang diberikan dalam buku siswa sangat beragam bentuknya sehingga dapat membantu siswa dalam belajar jenis teks yang terdapat dalam buku siswa
analisis teks eksposisi tulisan siswa kelas x smk nasional malang tahun ajaran 2014/2015
Analisis merupakan penguraian terhadap suatu peritiwa (karangan) yang memiliki tujuan untuk mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tulisan siswa khususnya dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini dilaksanankan dengan tujuan mendeskripsikan teks eksposisi karyasiswakelas X-TKJ SMK Nasional Malang dalamhalkelengkapan struktur isi, ketepatan rumusan tesis, kesesuaian tesis dengan argumen dan kebenaran simpulan. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan evaluatif. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif evaluatif. Data dalam penelitian ini berupa tesis, argumen dan simpulan teks eksposisi tulisan siswa. Instrumen yang digunakan untuk menggumpulkan data berupa peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen tambahan, yakni panduan penelaah/analisis. Penggumpulan data dilakukan dengan memberi tes, mengumpulakan, membaca, mengidentifikasi, memasukan hasil ke tabel-tabel dan menganalisis teks eksposisi. Kegiatan analisis data dilakukan dengan tiga tahap pertama, membaca secara keseluruhan. Kudua, menemukan kelengkapan struktur isi, ketepatan tesis, kesesuaian tesis dengan argumen dan kebenaran simpulan. Ketiga, penyajian data. Berdasarkan paparan, temuan dan pembahasan diperoleh 4 simpulan sebagai berikut. Pertama, kelengkapan struktur isi teks eksposisi tulisan siswa kelas X-TKJ SMK Nasional Malang kategori sangat tepat 60% (12 siswa), tepat 40% (8 siswa), kurang tepat 0% (0 siswa) dan tidak tepat 0% (0 siswa). Kedua, kesesuaian rumusan tesis teks eksposisi tulisan siswa kelas X-TKJ SMK Nasional Malangkategori sangat tepat 40% (8 siswa), tepat 45% (9 siswa), kurang tepat 15% (3 siswa) dan tidak tepat 0% (0 siswa). Ketiga, ketepatan tesis dengan argumen teks eksposisi tulisan siswa kelas X-TKJ SMK Nasional Malang kategori sangat tepat 25% (5 siswa), tepat 30% (6 siswa), kurang tepat 45% (9 siswa) dan tidak tepat 0% (0 siswa). Keempat, kebenaran simpulan teks eksposisi tulisan siswa kelas X-TKJ SMK Nasional Malang kategori sangat tepat 25% (5 siswa), kurang tepat 35% (7 siswa) dan tidak tepat 40% (8 siswa). Saran disampaian kepada tiga pihak, yakni guru, peneliti dan siswa. Guru terutama guru Bahasa Indonesia diharapkan melakukan perbaikan pembelajaran menulis teks eksposisi. Khususnya dalam kesesuaian tesis dengan argumen dan kebenaran simpulan. Peneliti disarankan melakukan penelitian lain yang dapat menambah teori dalam pembelajaran teks eksposisi. Bagi siswa disarankan lebih giat dalam belajar khususnya dalam menulis teks eksposisi.
Diksi Tentang Makhluk Dalam Teks Lagu Ebiet G. Ade
ABSTRAK Zamnur, Muhammad. 2016. Diksi Tentang Makhluk Dalam Teks Lagu Ebiet G. Ade. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd. Kata kunci: diksi, makhluk. Penelitian ini adalah penelitian yang bersubjek pada lagu Ebiet G. Ade yang difokuskan untuk mendeskripsikan diksi tentang makhluk dalam teks lagu Ebiet G. Ade. Makhluk tersebut meliputi insani (manusia), hewani (hewan), dan botani (tumbuhan). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah kata yang mengandung makhluk insani (manusia), hewani (hewan), dan botani (tumbuhan). Sumber data penelitian ini berupa teks lagu Ebiet G. Ade yang diperoleh dari hasil mengunduh di internet (youtube) dan kaset rekaman. Prosedur pengumpulan data adalah (1) mengunduh lagu-lagu Ebiet melalui internet (youtube) dan mengambil dari kaset rekaman, (2) mengetik ulang lirik-lirik lagu Ebiet yang ada pada youtube dan teks kaset rekaman. (3) membaca berulang-ulang teks lagu Ebiet G. Ade, (4) melakukan interpretasi dan analisis lagu Ebiet untuk menemukan deskripsi makhluk yang ada di dalamnya. (5) Melakukan identifikasi, klasifikasi, dan pencatatan diksi tentang makhluk berdasarkan interpretasi dan analisis yang telah dilakukan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode hermeneutik. Adapun tahap-tahap penelitian yaitu menyusun rancangan penelitian dengan menentukan latar belakang dan masalah yang hendak diteliti; identifikasi dan klasifikasi data; interpretasi dan analisis data; serta membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa poin dalam tiga makhluk (insani, hewani, dan botani) dalam Lagu Ebiet G. Ade yang telah dirumuskan. Makhluk insani terbagi atas manusia yang dicintai, manusia yang memiliki ikatan sedarah atau keluarga, manusia yang tersisih. Makhluk hewani digunakan sebagai gambaran perasaan cinta, kedukaan dan kesedihan, sifat manusia, kondisi alam, manusia tersisih, dan harapan. Makhluk botani digunakan sebagai gambaran perasaan cinta, sifat manusia, halangan atau rintangan, kesedihan atau kedukaan, kondisi alam, dan harapan. Penelitian ini merupakan pengajian tentang diksi tentang makhluk dalam teks lagu Ebiet G. Ade. Oleh karena itu, hasil penelitian bisa digunakan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai referensi untuk menyusun rencana pemuatan bahan ajar yang berhubungan dengan makhluk. Untuk peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan atau menemukan gagasan baru pada objek yang sama, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak hal-hal yang harus dikembangkan pada penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penulis karya sastra agar menulis atau menyajikan karya sastra yang bermutu dan mengandung nilai pendidikan di dalamnya. Untuk para pembaca setelah membaca penelitian ini agar dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang makhluk. ABSTRACT Zamnur, Muhammad. 2016. Diction About Creature In Text Ebiet G. Ade song. Thesis, Indonesian Literature Departmen, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd. Keywords: diction, creature This research is a research be subject to the songs Ebiet G. Ade focused to describe the diction of the creatures in the text songs Ebiet G. Ade. These include human beings (human), animal (pet), and botanical (plant). This research is a qualitative research. This research data is a word that contains a human being (human), animal (pet), and botanical (plant). This research data sources such as text songs Ebiet G. Ade obtained from the download on the internet (youtube) and cassettes. Data collection procedures are (1) download songs Ebiet via the internet (youtube) and took on the tape, (2) re-typing the song's lyrics Ebiet available on youtube and text cassettes. (3) read the text of the song repeatedly Ebiet G. Ade, (4) perform songs Ebiet interpretation and analysis to find descriptions of the creatures in it. (5) Identification, classification, and recording of the diction of the creature based on the interpretation and analysis has been done. Analysis of the data in this study using the hermeneutic method. The stages of the research is to draft the study by determining the background and the issues to be investigated; identification and classification of data; interpretation and analysis of data; and make their conclusions. Based on the results of the research found some points in three beings (human, animal, and botanical) in Ebiet G. Ade songs has been formulated. Human beings are divided into human loved ones, people who have blood ties or family, people marginalized. Animal creature used as a picture of the feelings of love, grief and sorrow, human nature, natural conditions, humans excluded and expectations. Botanical creature used as a picture of the feelings of love, human nature, hindrance or obstacle, sadness or grief, natural conditions, and expectations. This research is a study about the diction of the creatures in the text songs Ebiet G. Ade. Therefore, the results can be used teachers and education staff as a reference to plan the loading of teaching materials related to the creatures. For further research, the results of this study can be a reference in developing or finding new ideas to the same object, since it is possible there are many things that must be developed in this research. The results of this study can be a reference to the author of a literary work in order to write or present literary works quality and contain educational value in it. For readers after reading this study in order to increase knowledge and understanding of the creature.
GAYA BAHASA DALAM CERITA PENDEK KARYA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gayabahasa dan karakteristik dari gaya bahasa yang digunakan siswa kelas XI MIA III SMA Brawijaya Smart School.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah naskah cerita pendek siswa kelas XI MIA III SMA Brawijaya Smart School yang berjumlah 18 naskah. Data penelitian ini adalah kutipan dari cerita pendek yang ditulis oleh siswa yang menunjukkan adanya gaya bahasa dalam suatu kalimat. Instrument penelitian ini adalah tabel panduan analisis data. Hasil penelitianmenunjukkan ada empat jenis gaya bahasa yang terdapat dalam naskah cerita pendek siswa, yaitu gaya bahasa penegasan, perbandingan, pertentangan, dan sindiran. Terdapat karakteristik penggunaan gaya bahasa untuk menyampaikan tema, mengembangkan penokohan, dan mengembangkan latar. Siswa menggunakan pilihan kata yang memiliki arti trasparan dalam menerapkan penggunaan gaya bahasa dalam cerita pendek