SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Analisis Sitiran Literatur Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Tentang Penokohan Tahun 2011-2016 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur:(1) jumlah sitiran yang digunakan dan (2) ketersediaan koleksi yang dirujuk oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini 18 skripsi Jurusan Sastra Indonesia tentang penokohan tahun 2011-2016. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pengarang literatur yang disitir yaitu Nurgiyantoro Burhan, jenis literatur yang digunakan yaitu sekunder, bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia, tahun terbit yang digunakan pada 2015-2009, dan ketersediaan koleksi 21 pengarang literaturnya tersedia di perpustakaan. Kata kunci:bibliometrika, analisis sitiran, dan ketersediaan koleks
Psikologi Tokoh Dalam Novel Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya: Tinjauan Psikologi Humanistik.
ABSTRAK Psikologi humanistik muncul karena memandang bahwa manusia mempunyai optimisasi baru yang lebih positif sehingga penelitian dari disiplin ilmu ini dilakukan kepada orang yang sehat dan bermutu. Dalam diri manusia terdapat berbagai aspek positif yang mendukung dirinya untuk bisa berkembang ke arah yang lebih baik walaupun di dalam diri manusia terdapat berbagai aspek negatif tetapi tentu tidak akan menghambat untuk pengembangan dirinya. Aktualisasi diri merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dalam kehidupan manusia namun tidak semua orang dapat mencapai aktualisasi dirinya. Sifat dari hirarki kebutuhan Maslow yang dinamis, sangat mempengaruhi perjalanan individu dalam mengaktualisasikan dirinya. Dengan demikian psikologi sastra dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk mengetahui perkembangan manusia yang positif pada tokoh di dalam novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian tokoh utama serta proses pencapaian aktualisasi diri tokoh dalam novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah teks yang terdapat pada novel Sabtu Bersama Bapak. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya yang diterbitkan oleh gagas media tahun 2016. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) dan format data sebagai alat bantu penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis aspek psikologis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, mereduksi data. Kedua, klasifikasi data. Ketiga, penyajian data. Keempat, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, diskusi, dan kecermatan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, kepribadian tokoh Satya adalah pemarah, cerdas dan penyayang. Sifat pemarah dan penyayang Satya ditunjukkan kepada sikapnya kepada keluarganya, sedangkan sifat cerdasnya Satya ditunjukkan dengan kuliahnya yang tepat waktu dan menjadi lulusan terbaik di kampusnya. Selanjutnya, Cakra memiliki kepribadian gugup terhadap wanita yang disukai, pekerja keras dan penyayang. Kegugupannya ditampakkan saat Cakra mendekati Ayu. Kepribadian pekerja kerasnya ditunjukkan dengan konsistensi kerjanya selama delapan tahun yang menjadikannya ditunjuk sebagai Deputy Director. Keduanya memiliki kepribadian yang sama yaitu penyayang. Kepribadian penyayang mereka ditunjukkan kepada ibu mereka. Kedua, Satya dan Cakra dalam proses pencapaian aktualisasi diri harus melewati jenjang kebutuhan yang disebut hirarki kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan tersebut harus dimulai dari kebutuhan paling dasar terlebih dahulu sebelum naik ke jenjang selanjutnya. Usaha aktualisasi diri yang ditunjukkan oleh Satya dan Cakra beragam. Satya yang berkeinginan untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya dan keinginan untuk menjadi suami yang baik bagi istrinya. Cakra yang mempunyai keinginan untuk menunjukkan dirinya bahwa ia pantas menjadi Director di Bank POD tempat ia bekerja dan keinginan untuk mendapatkan cintanya Ayu. Satya dan Cakra dalam usaha aktualisasi dirinya berusaha untuk mengembangkan potensinya secara maksimal, dengan memperhatikan lingkungannya. Mereka juga berada dalam keadaan yang menjadi baik yaitu spontan, kreatif, menghargai diri sendiri dan senang mengekspresikan potensinya secara penuh kepada sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya, peneliti memberikan saran sebagai berikut. Pertama, kepada para pembaca sastra dapat mencontoh kepribadian yang positif dari kedua tokoh yang dianalisis berupa kepribadian yang cerdas, penyayang, serta pekerja keras. Kedua, untuk peneliti selanjutnya, dapat meningkatkan komprehensif dalam penelitian tentang psikologi tokoh khususnya dalam bidang psikologi humanistik. Terakhir untuk khalayak umum, harus termotivasi untuk mewujudkan aktualisasi diri seperti tokoh Satya dan Cakra karena motivasilah yang mendukung kita untuk berbuat menjadi lebih baik
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi Bertema Pendidikan Kesehatan dengan Metode Jurnalisme Paramedis.
ABSTRAK RINGKASAN. Khoirunnisa’, Ika. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi Bertema Pendidikan Kesehatan dengan Metode Jurnalisme Paramedis. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: bahan ajar, teks eksplanasi, tema pendidikan kesehatan Bahan ajar sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, bahan ajar berfungsi sebagai alat untuk membantu guru dan memudahkan siswa dalam belajar. Penelitian dan pengembangan bahan ajar untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi dilatarbelakangi oleh hasil analisis kebutuhan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan di MTs Negeri 7 Nganjuk, ditemukan bahwa dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, guru hanya menggunakan sumber belajar dari pemerintah. Sumber belajar lain yang digunakan guru selama ini hanya berupa gambar atau teks yang diambil dari internet dengan tema bencana alam seperti sumber belajar yang berasal dari pemerintah. Hal ini membuat siswa berpendapat bahwa teks eksplanasi adalah teks tentang bencana alam. Oleh karena itu, perlu adanya pengembahan bahan ajar teks eksplanasi dengan tema yang berbeda. Penelitian pengembangan bahan ajar untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi ini memiliki tujuan, yaitu menghasilkan produk berupa bahan ajar yang dilengkapi dengan video untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi kelas VIII SMP. Penggunaan video digunakan sebagai rangsang menulis teks eksplanasi bagi siswa. Tema yang dipilih adalah tema pendidikan kesehatan. Tema ini dipilih karna pendidikan kesehatan merupakan hal yang penting yang harus diketahui. Selain itu, tema ini juga menambah wawasan pengetahuan siswa dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode jurnalis paramedis, dengan metode ini siswa akan lebih mudah menyerap informasi yang disampaikan karena seperti mendengarkan berita. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian milik Borg dan Gall yang telah diadaptasi sesuai dengan kubutuhan dan kondisi penelitian, yaitu mengujikan produk. Model penelitian dan pengembangan tersebut diadaptasi menjadi tujuh langkah, yaitu 1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal diaplikasikan sebagai uji validasi, (5) revisi produk awal, (6) uji pelaksanaan lapangan diaplikasikan sebagai uji lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir. Uji produk bahan ajar pembelajaran ini dilaksanakan dengan melibatkan empat subjek, yaitu ahli pembelajaran, ahli materi, ahli desain tampilan, dan praktisi. Uji lapangan terbatas bahan ajar ini dilaksakan dengan melibatkan 30 orang siswa kelas VIII B MTs Negeri 7 Nganjuk. Data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data verbal dan numerik. Berdasarkan hasil uji validasi dan uni lapangan terbatas, produk bahan ajar ini layak untuk diimplementasikan dengan perolehan persentase rata-rata penilaian uji validasi 80.09% dan persentase uji lapangan terbatas 84,95%. ii Dari segi isi, bahanajar ini terdiri dari 2 unit. Unit 1 yaitu unit menelaah teks eksplanasi. pada unit ini disajikan tiga teks eksplanasi bertema kesehan. Teks tersebut terbagi dalam 3 subunit. Subunit pertama adalah menelaah ciri isi teks eksplanasi, subunit kedua adalah menelaah struktur teks eksplanasi, dan subunit ketiga adalah menelaah ciri kebahasaan teks eksplanasi. setiap subunit terdiri dari empat penugasaan yaitu membaca teks, mengerjakan soal latihan terkait isi teks, mengerjakan soal latihan terkait teori teks eksplasi dan menyermati penjelasan materi teks eksplanasi. Pada akhir unit terdapat refleksi sebagai pengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan rangkuman dari keseluruhan materi. Penyajian bentuk soal penugasan dalam bahan ini beragam, hal ini bertujuan agar siswa tidak bosan ketika mengerjakan soal latihan. Bahan ajar ini disusun dengan urutan tingkat berfikir dasar ke tingkat berfikir tinggo sesuai dengan taksonomi bloom. Unit 2 pada bahan ajar ini merupakan unit menyajikan teks esksplanasi. Kegiatan penugasaan pada unit ini lebih banyak mengarahkan siswa untuk menyusun teks eksplanasi. Unit ini terdiri dari tiga subunit, yaitu subunit pramenulis, subunit menulis, dan subunit pascamenulis. Pada subunit pramenulis disajikan teks dan skema yang berfungsi sebagai rangsang untuk menulis teks bagi siswa. Kegiatan pada subunit ini dilaksanakan secara berkelompok. Penyusunan kerangka teks eksplanasi dilaksanakan dengan soal penugasan yang berbeda-beda, hal ini bertujuan agar siswa lebih fokus pada setiap struktur teks eksplanasi. Subunit menulis dalam bahan ajar dilengkapi dengan video sebagai rangsang menulis teks eksplanasi. Kegiatan pada subunit ini dilaksanakan secara individu. Soal penugasan pada subunit ini sama seperti unit sebelumnya. Pada subunit pascamenulis siswa diberikan tugas untuk menyunting teks eksplanasi karangan temannya dengan pedoman yang tersedia sesuai dengan PUEBI dan ciri teks eksplanasi. setelah direvisi, teks eksplanasi karangan siswa tersebut dibacakan di depan kelas dan dinilai sesuai dengan pedoman penilaian sikap dan penampilan siswa. Bagian akhir dari unit ini berisi refleksi dan rangkuman seperti unit sebelumnya. Dari segi tampilan dan sistematika, bahan ajar ini disusun secara urut dari tingkat berfikir yang paling dasar sampai yang paling tinggi. Penyajian bentuk soal dan urutan materi dibuat bervariatif agar siswa tidak bosan. Ukuran buku yang tidak terlalu besar memudahkan pembawaan buku. Kebahasaan pada bahan ajar ini juga sudah sesuai dengan tingkat berfikir siswa kelas VIII SMP. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam baku. Pemilihan kata disesuaian dengan tingkat berfikir siswa dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Saran pemanfaatan produk hasil penelitian dan pengembangan ini ditujukan kepada guru, siswa, dan peneliti lebih lanjut. Guru disarankan untuk memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi secara kreatif dan inovatif dengan mempersiapkan media pendukung, memanfaatkan lingkungan sekolah, dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran. Bagi siswa, diharapkan memanfaatkan produk ini sebagai rangsangan untuk memunculkan dan mengembangkan ide, serta merangkainya menjadi teks ekspalnasi secara utuh. Bagi peneliti lebih lanjut, disarankan untuk mempertimbangkan penelitian dan pengembangan ini sebagai landasan praktis dan teoretis untuk mengembangkan produk bahan ajar yang lebih kreatif dan inovatif dengan tema lain dan kompetensi dasar lain yang lebih lengkap
Kelayakan Buku Teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA
ABSTRAK RINGKASAN Jayanti, Anis. 2018. Kelayakan Buku Teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurchasanah, M.Pd. Buku teks merupakan sarana belajar yang digunakan untuk menunjang suatu proses belajardi sekolah. Semenjak diterapkannya Kurikulum 2013 sebagai kurikulum di Indonesia, penggunaan buku teks berupa buku pegangan guru dan buku pegangan siswa diwajibkan untuk menunjang pembelajaran. Maka dari itu, kualitas buku teks yang dipakai dalam pembelajaran perlu diperhatikan. Buku teks yang beredar saat ini masih memiliki kekurangan sehingga perlu adanya analisis lebih lanjut mengenai isi buku teks.Permasalahan tersebut mendorong penelitian ini dilaksanakan untuk membantu guru dan siswa Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya kelas XII SMA dalam memilih buku teks yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajianevaluatif. Sumber data penelitian adalah buku teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA. Data penelitian ini adalah deskripsiaspek isi, aspek bahasa, dan aspek penyajian buku teks. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen. Instrumen penelitian, panduan analisis, dan panduan penilaian yang digunakan, yaitu instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia Kelompok Peminatan jenjang SMA/MA tahun 2014 oleh BSNP yang diadaptasi dengan beberapa teori dari ahli bahan ajar. Analisis data penelitian dilaksanakan dengan cara (1) menganalisis kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian,(2) mengakumulasi hasil penilaian yang diperoleh, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, hasil penilaian aspek kelayakan isi, materi dengan KI dan KD menunjukkan sudah sesuai dengan KD pada kurikulum. Namun, KD turunan dari KI sikap spiritual dan sikap sosial tidak banyak disajikan dalam materi. Kedua, hasil penilaian aspek kelayakan bahasa, seluruh indikator kelayakan bahasa hampir seluruhnya terpenuhi dengan terdapat beberapa catatan pada aspek keterbacaan pesan karena kalimat yang disajikan terlampau panjang.Ketiga, hasil penilaian penyajian materi menunjukkan hampir seluruh indikator kelayakan penyajian terpenuhi dengan terdapat beberapa catatan. Kekurangan tersebut adalah model pembelajaran tidak mencakup tiga model pembelajaran yang ada dalam kriteria data dan perlatihan yang disajikan tidak sampai pada tahap mendorong siswa untuk memproduksi teks. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, buku teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA berada pada kategori layak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh guru dan siswa sebagai acuan dalam memilih buku teks. Bagi penyusun buku diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas buku teks. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalammenelaah buku teks yang beredar di masyarakat
Ragam Latihan dalam Buku Teks Siswa Kelas VII SMP
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan keragaman bentuk evaluasi dalam latihan soal, keragaman tingkat latihan soal berdasarkan ranah kognitif Bloom dan kesesuaian latihan soal dengan KD yang perlu dicapai siswa berdasarkan kurikulum yang berberlaku untuk siswa kelas VII SMP. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk evaluasi dalam latihan soal pada buku teks siswa kelas VII SMP ditemukan dua jenis, yaitu tes dan nontes. Bentuk evaluasi jenis tes berupa bentuk latihan subjektif dan objektif. (2) Keragaman tingkat latihan soal berdasarkan ranah kognitif Bloom ditemukan enam tingkat kognitif yang didominasi tingkat kognitif C2 (memahami). (3) Kesesuaian latihan soal dengan KD yang perlu dicapai siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku, ditemukan latihan soal yang sesuai, kurang sesuai dan tidak sesuai yang didominasi oleh latihan soal sesuai dengan KD
Analisis Buku Teks Materi Teks Cerpen untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA
ABSTRAK Aprilia, Andika 2018. Analisis Buku Teks Materi Teks Cerpen untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata Kunci: teks cerpen, buku teks. Buku teks hingga kini masih dianggap sebagai bahan ajar yang paling utama. Ini terbukti hampir di berbagai institusi pendidikan, dari jenjang yang paling dasar hingga yang paling tinggi, pada umumnya menggunakan buku teks sebagai bahan ajar utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap buku teks siswa karena buku teks adalah bahan ajar siswa dalam proses pembelajaran. Tujuanpenelitian iniadalah untuk menganalisisisi, sistematika, penyajian, dan penggunaan bahasa pada buku teks materi teks cerpen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji isi/ teks. Data penelitian ini berupa unit-unit verbal tulis penyajian materi pembelajaran teks cerpenyang difokuskan pada analisis isi, sistematika penyajian dan penggunaan bahasa yang termuat pada buku teks Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI (Kelompok Wajib)(terbitan Erlangga)dan Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Edisi Revisi 2017(terbitan Kemendikbud). Peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang bertugas mengumpulkan, mengolah, serta menyajikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahap membaca sumber dari buku yang akan dianalisis, membaca tulisan secara intensif, menandai, mengambil kutipan sesuai dengan panduan instrumen penelitian, dan mengklasifikasikannya sesuai dengan kelompok data. Teknik analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data yang meliputi tahap mengidentifikasi, pengklasifikasi, pengkatagorian bagian-bagian yang berupa isi, penyajian, serta bahasa. Setelah dilakukan reduksi data peneliti memaparkan penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Pertama, hasil analisis buku teks terbitan Erlangga dan buku teks terbitan Kemendikbud materi teks cerpenhampir seluruhnya sesuai dengan kriteria isi buku teks dari BSNP. Ditemukan adanya 15 komponen kriteria isi buku teks. Komponen pertama kesesuaian uraian materi dengan KI dan KD, yang meliputi (1) kelengkapan materi, (2) keluasan materi, (3) kedalaman materi. Komponen kedua keakuratan materi, yang meliputi (1) akurasi konsep dan definisi, (2) akurasi prinsip, (3) akurasi prosedur (4) akurasi contoh, fakta dan ilustrasi, dan (5) akurasi sosial. Komponen ketiga materi pendukung pembelajaran, yang meliputi (1) penalaran, (2) pemecahan masalah, (3) keterkaitan antarkonsep, (4) komunikasi, (5) penerapan, (6) kemenarikan materi, dan (7) materi pengayaan. Sementara itu, kesesuaian dengan perkembangan ilmu dan teknologi, keterkaitan fitur, contoh dan rujukan belum terlihat pada kedua buku teks terteliti. Kedua, hasil analisis buku teks terbitan Erlangga kriteria penggunaan bahasa materi teks cerpen sebagian besarmemenuhi kriteria, kecuali komponen ketepatan bahasa. Sementara itu, aspek yang lain sudah terpenuhi, diantaranya (1) kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional, (2) keterbacaan pesan, (3) keruntutan dan keterpaduan bab, serta (4) keruntutan dan keterpaduan paragraf. Pada buku teks terbitan Kemendikbud materi teks cerpen komponen kriteria penggunaan bahasa seluruh aspek telah terpenuhi dan merujuk pada kriteria buku teks yang telah ditetapkan BSNP. Ketiga, hasil analisis buku teks terbitan Kemendikbud kriteria sistematika penyajian materi teks cerpen sebagian besar telah memenuhi kriteria, kecuali pada kriteria kelengkapan penyajian bagian rangkuman masih belum terlihat, sedangkan untuk aspek yang lain sudah terpenuhi, diantaranya (1) konsistensi sistematika penyajian, (2) keruntutan konsep, (3) keseimbangan antar bab, (4) keterpusatan pendekatan saintifik dan model pembelajaran discovery learning dan project basic learning, (5) merangsang metakognisi peserta didik, (6) merangsang daya imajinasi dan berpikir kritis peserta didik, (7) bagian pendahulu, dan (8) bagian penyudah. Sementara itu, pada buku teks terbitan Erlangga kriteria sistematika penyajian materi teks cerpen secara keseluruhan sudah merujuk pada kriteria buku teks yang telah ditetapkan oleh BSNP. Berdasarkan analisis data buku teks terbitan Erlanggadan Kemendikbud bahasa Indonesia kelas XI ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan perkembangan ilmu dan tekonologi, serta rujukan yang digunakan lebih dari lima tahun dari buku diterbitkan. Sementara itu, pada buku teks terteliti Kemendikbud pada bagian penyajian tidak ditemukan adanya rangkuman yang dapat memudahkan peserta didik dalam mempelajari keseluruhan bab. Pada analisis penggunaan bahasa indikator ketepatan bahasa pada buku terbitan Erlangga ditemukan adanya kata yang kurang\sesuai dengan EYD sehingga dapat menimbulkan multitafsir siswa. Berdasarkan simpulan tersebut disarankan kepadapeneliti selanjutnya, untuk menggunakan empat kriteria buku teks yang telah ditetapkan oleh BSNP untuk menganalisis buku teks. Kepada guru bahasa Indonesia disarankanuntuk melengkapi buku terbitan Kemendikbudedisi revisi 2017 dengan rangkuman agar memudahkan peserta didik dalam mempelajari seluruh bab. Jika menggunakan buku teks terbitan Erlangga, guru perlu memperhatikan penggunaan bahasa sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran untuk mempermudah peserta didik sehingga tidak menimbulkan multitafsir. Selain itu, pada buku teks Kemendikbud dan Erlangga guru harus memperhatikan iptek dan rujukan yang mutakhir sebagai penunjang pengetahuan baru untuk siswa
Konjungsi pada Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang.
ABSTRAK Ahasa, Dhela. 2018. Konjungsi pada Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Pidekso Adi, M.Pd. Kata Kunci: konjungsi, teks eksplanasi. Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi untuk menggabungkan bagian-bagian ujaran kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat, bisa juga antara paragraf dengan paragraf.Selain itu, konjungsi juga dapat diartikan sebagai kata tugas yang menghubungkan antarunsur kebahasaan dengan mempertimbangkan logika berpikir guna memaparkan pesan yang jelas. Konjungsi biasa digunakan di beberapa teks, salah satunya ialah teks eskplanasi. Teks eksplanasi memiliki ciri yang dapat membedakan dengan teks yang lain. Untuk dapat memahami teks eksplanasi, terlebih dahulu mengetahui ciri kebahasaan teks eksplanasi tersebut.Dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang, yaitu teks eksplanasi memerlukan penggunaan konjungsi yang harus tepat. Penggunaan konjungsi yang tepat atau sesuai juga menentukan keformalan suatu teks yang sangat dibutuhkan untuk memperjelas makna atau maksud proposisi atau ide dalam teks tersebut agar mudah dipahami.Pentingnya penelitian ini untuk dilakukan juga didasarkan pada beberapa alasan berikut. Pertama, belum ada penelitian tentang penggunaan konjungsi pada teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Kemudian yang kedua, penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa 93 buah bentuk konjungsi koordinatif dan 48 buah subordinatif yang terdapat dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan terlebih dahulu teks eksplanasi beserta konjungsinya, kemudian siswa akan membuat karangan teks eskplanasi berdasarkan pemikiran siswa sendiri. Data diklasifikasikan dan dimasukkan ke dalam tabel sesuai kategori pada wujud konjungsi (intrakalimat dan antarkalimat). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi.Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta.Kedua, Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi.Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta.Ketiga, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar,jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Keempat, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar,jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua saran. Pertama, saran ditujukan untuk guru.Guru disarankan untuk lebih mengajarkan kepada siswa tentang konjungsi yang terdapat di dalam teks eksplanasi, dan cara menggunakan konjungsi, khususnya dalam menyusun teks eksplanasi. Bentuk konjungsi yang digunakan oleh siswa merupakan gambaran pengetahuan dan kebiasaan siswa. Pada kenyataannya, penggunaan konjungsi tersebut merupakan informasi tentang pengetahuan dan pemahaman siswa kelas XI yang diberikan oleh guru. Kedua, saran ditujukan untuk siswa. Siswa hanya akan menggunakan kosakata yang tersimpan dalam benak mereka untuk digunakan dalam merangkai kata-kata. Kosakata yang telah tersimpan tersebut akan tereliasasi dalam bentuk kata-kata sesuai pemahaman siswa. Apabila kosakata yang dibutuhkan untuk mewakili salah satu konsep makna, tetapi kosakata tersebut tidak ditemukan maka siswa akan mengambil kosakata yang lain untuk mewakilinya. Oleh karena itu, siswa disarankan untuk lebih banyak membaca dan mempelajari tentang bentuk konjungsi, tidak hanya pada teks eksplanasi tetapi juga pada teks yang lain
validitas dan ketepatan syarat penyusunan butir soal uas bahasa indonesia kelas viii smp
ABSTRAK Pramono, Sugeng. 2018. Validitas dan Ketepatan Syarat Penyusunan dalam Butir Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd Kata kunci: soal UAS, validitas isi, konstruksi penyusunan butir soal Penelitian tentang validitas dan ketepatan syarat penyusunan dalam butir soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP dilatarbelakangi oleh evaluasi pembelajaran dalam bentuk soal UAS harus mewakili keseluruhan kompetensi dasar dan materi yang diajarkan dalam semester tertentu. Selain itu, soal UAS juga harus memenuhi syarat atau aturan dalam penyusunan butir soalnya. Tujuan umum penelitian ini adalah memaparkan (1) validitas isi tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang, (2) validitas konstruk tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang, dan (3) ketepatan penyusunan butir soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang datanya diperoleh dari kata-kata berupa 50 butir soal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan kegiatannya berupa analisis teks. Pendekatan ini dipilih karena data penelitian ini berupa butir soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP tahun pelajaran 2017/2018 sejumlah 50 butir dan sumber data yang dikumpulkan berupa dokumen, yakni dokumen soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini, yakni sebagai berikut. Pertama, validitas isi tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang dirinci menjadi dua, yakni (1) validitas isi tes soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP ditinjau dari kesesuaian cakupan materi tes dengan materi kurikulum terdapat 43 butir soal dikategorikan sesuai dan 7 butir soal dikategorikan tidak sesuai dan (2) validitas isi tes soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP ditinjau dari kesesuaian KD teks yang diujikan dengan KD pada kurikulum terdapat 12 KD yang diujikan sesuai dengan KD pada kurikulum. Kedua, validitas konstruk tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang dirinci menjadi tiga, yakni (1) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian indikator butir soal dengan indikator esensial KD terdapat 50 indikator butir soal dikagorikan sesuai, (2) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian aspek kognitif butir soal dengan aspek kognitif KD terdapat 50 butir dikategorikan sesuai, dan (3) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian aspek keterampilan yang diukur pada butir soal dengan aspek keterampilan yang diukur KD terdapat 49 butir soal dikategorikan sesuai dan 1 butir soal dikategorikan tidak sesuai. Ketiga, ketepatan syarat penyusunan butir soal terdapat 39 butir soal memenuhi 13 syarat penyusunan dan 11 butir soal tidak memenuhi 13 syarat penyusunan butir soal. Simpulan penelitian ini, yakni sebagai berikut. Pertama, validitas isi tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang dirinci menjadi dua, yakni (1) validitas isi tes soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP ditinjau dari kesesuaian cakupan materi tes dengan materi kurikulum dikategorikan sedang karena terdapat 43 butir soal dikategorikan sesuai dan 7 butir soal dikategorikan tidak sesuai dan (2) validitas isi tes soal UAS Bahasa Indonesia kelas VIII SMP ditinjau dari kesesuaian KD teks yang diujikan dengan KD pada kurikulum dikategorikan tinggi karena terdapat 12 KD yang diujikan sesuai dengan KD pada kurikulum. Kedua, validitas konstruk tes soal ujian akhir semester (UAS) bahasa Indonesia Kelas VIII di SMP Negeri 10 Malang dirinci menjadi tiga, yakni (1) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian indikator butir soal dengan indikator esensial KD dikategorikan tinggi karena terdapat 50 indikator butir soal dikagorikan sesuai, (2) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian aspek kognitif butir soal dengan aspek kognitif KD dikategorikan tinggi karena terdapat 50 butir dikategorikan sesuai, dan (3) validitas konstruk ditinjau dari kesesuaian aspek keterampilan yang diukur pada butir soal dengan aspek keterampilan yang diukur KD dikategorikan rendah karena terdapat 49 butir soal dikategorikan sesuai dan 1 butir soal dikategorikan tidak sesuai. Ketiga, ketepatan syarat penyusunan butir soal dikategorikan sedang karena ketepatan penyusunan sebesar 78% dan ketidaktepatan sebesar 22%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan beberapa saran yang berguna bagi guru bahasa Indonesia dan peneliti lanjutan. Bagi guru disarankan dalam menyusun butir soal UAS lebih memperhatikan materi kurikulum yang diajarkan dan tuntutan kompetensi dasar yang diujikan. Bagi peneliti lanjutan, penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan penambah wawasan dan pengetahuan untuk meneliti butir soal UAS dengan topik yang berbeda, seperti validitas konstruk butir soal, uji daya beda, atau tingkat efektivitas alternatif jawaban pengecoh.The Chinese community has existed in Indonesia for centuries. During their stay, such cultural blend happens between the Chinese culture and local culture. As a highly developed city during the colonial period, Malang attracted many immigrants including Chinese immigrants. In 1952, Chinese community in Malang formed a group of wayang orang named Ang Hien Hoo. During its existence until 1970, Ang Hien Hoo puppeteers got a lot of recognitions from the people in Malang city.This research was conducted to find answers to some of the following problems, the first is how cultural expression of Chinese community in Malang city. The second is how the dynamics of the development of wayang orang group Ang Hien Hoo in 1952-1970.The purpose of this study is to describe the cultural expression of Chinese society in Malang. The second is to describe the dynamics of Ang Hien Hoo group development in 1952-1970. This study is done using method of history research including heuristic or source collection, source critic to test the validity of information both in terms of material or substantial. The valid information then will be divided into two methods of critic namely external critic to assess the authenticity of the source and internal critic to assess the truth of the source and testimony content. Interpretation then will be done to seek the truth of an event by using the author's reasoning based on collected valid information. Historiography is a chronological writing of history. The author also uses oral history method because it is still possible to get information from interviews with the perpetrators of events. Based on this research, it can be concluded that the Chinese community come to Malang periodically and consists of various tribes. It also influences Chinese ethnic culture in Indonesia. There are three cultures that affect their lives namely Javanese culture, European culture, and Chinese culture itself. For Chinese ethnic who have been accredited with Javanese culture, traditional arts such as wayang orang are familiar.Other fact that can be concluded from this research is that puppet show, specifically wayang orang, in Malang is not only done by indigenous people but also performed by non-indigenous people including Chinese ethnic. But the community's journey did not last long as it is affected by the events that happened in Indonesia during the period of 1970
Keunikan Bahasa pada Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang.
ABSTRAK Puspitasari, Alicia . 2018. Keunikan Bahasa pada Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: cerita fantasi, keunikan, bahasa Menulis teks cerita fantasi merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan di kelas VII SMP/MTs. Cerita fantasi adalah sebuah kehidupan baru yang diciptakan oleh siswa, yang mengisahkan tokoh dan latar yang unik, serta kejadian-kejadian yang belum pernah dialami oleh penulis yang memberikan pengalaman kepada pembacanya. Alasan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena ciri bahasa dalam cerita fantasi masih bersifat umum dan kurang bisa menjadi ciri khas atau pembeda dengan jenis teks yang lain. Untuk itu, fokus dalam penelitian ini terdiri atas (1) keunikan bahasa dalam pemaparan latar, (2) keunikan bahasa dalam pemaparan peristiwa, dan (3) keunikan bahasa dalam pemaparan tokoh dan penokohan cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ciri bahasa pada cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Sesuai dengan tujuan tersebut sumber data yang digunakan berupa dokumen cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Adapun data penelitian berupa kata dan kalimat unik yang menunjukkan ciri bahasa teks cerita fantasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen kunci dan instrumen pelengkap, yakni (1) lembar tugas siswa menulis cerita fantasi dan (2) panduan pengumpulan data. Adapun langkah-langkah pengumpulan data, yaitu (1) membaca karya siswa secara berulang, (2) mengidentifikasi data, (3) memberikan kode pada data, dan (4) memberikan catatan analisis. Data yang terkumpul dianalisis dan disimpulkan secara induktif. Berdasarkan hasil analisis penelitian, diperoleh tiga simpulan yang menunjukkan keunikan bahasa cerita fantasi dalam pemaparan latar, peristiwa, serta tokoh dan penokohan cerita. Pertama, keunikan bahasa yang memaparkan latar cerita. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi keunikan bahasa yang menggambarkan latar fisik, keunikan bahasa yang menggambarkan latar sosial budaya, dan keunikan bahasa yang menggambarkan latar waktu. Keunikan bahasa yang memaparkan latar fisik meliputi (1) kosa kata unik yang menyebutkan nama tempat (tata surya, wilayah kekuasaan, dan nama gedung) dan (2) kalimat yang menyatakan ketidakmungkinan di suatu tempat. Berikutnya, yaitu keunikan bahasa yang memaparkan latar sosial budaya meliputi (1) penggunaan kalimat yang menyatakan adanya kondisi sosial yang berbeda (menyimpang) dan (2) kalimat yang menyatakan adat atau kebiasaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Terakhir, keunikan bahasa yang memaparkan keunikan latar waktu meliputi (1) penggunaan kosa kata yang menyatakan ketidakjelasan waktu (pada suatu atau suatu, beberapa, kemudian, dan dahulu kala), (2) penggunaan kalimat yang menyatakan ketidaksesuaian kejadian dengan latar waktu, dan (3) kalimat yang menyatakan kejadian unik dalam suatu waktu. Kedua, keunikan bahasa dalam pemaparan peristiwa. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi dua, yaitu keunikan bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita dan keunikan bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita. Keunikan bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita meliputi (1) penggunaan kalimat yang menyatakan sesuatu yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi dan (2) penggunaan kalimat yang berisi mantra, sebagai penanda unsur supernatural. Ide cerita fantasi tidak disampaikan secara eksplisit oleh penulis, melainkan secara implisit melalui tokoh dan kejadian yang dialaminya. Maka dari itu, ciri bahasa cerita fantasi dalam penyajian khayalan ide cerita fantasi ditandai oleh kalimat yang menyatakan kejadian tidak masuk akal. Berikutnya, yaitu bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita meliputi (1) kalimat yang menyatakan kesaktian dan keajaiban yang dimiliki oleh tokoh, (2) kalimat yang menyatakan ada benda ajaib atau supernatural, dan (3) kalimat yang menyatakan ada kejadian aneh. Ketiga, keunikan bahasa dalam pemaparan tokoh dan penokohan cerita. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi dua, yaitu keunikan bahasa yang menyatakan nama tokoh dan keunikan bahasa yang memaparkan watak dan perilaku tokoh. Keunikan bahasa yang digunakan untuk memaparkan penamaan tokoh ditandai dengan penggunaan kosa kata unik untuk menyebutkan nama tokoh. Lain halnya dengan bahasa yang digunakan untuk memaparkan keunikan watak atau perilaku tokoh yang meliputi (1) kalimat yang menyatakan adanya penyimpangan watak dan perilaku terhadap lingkungan maupun tokoh nyata dan (2) kalimat yang menyatakan perilaku tidak wajar atau tidak masuk akal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga saran yang dapat dijadikan tindak lanjut. Pertama, bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, siswa sudah dapat membuat dan mengreasikan istilah yang berkaitan dengan latar, peristiwa, maupun tokoh dan penokohan. Akan tetapi, kekurangan dalam penelitian ini siswa kurang mampu dalam menguraikan peristiwa, sehingga terdapat beberapa karya yang terlalu singkat pemaparannya. Untuk itu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia perlu membimbing siswa dalam menguraikan kejadian atau peristiwa sehingga dapat menghasilkan cerita fantasi yang ideal. Meskipun demikian, dalam penelitian ini siswa sudah berupaya untuk berfantasi. Kedua, bagi siswa. Siswa perlu banyak membaca contoh-contoh teks cerita fantasi agar memiliki variasi yang lebih dalam menghadirkan dunia fantasi yang lainnya. Selain itu, siswa perlu banyak berlatih menulis cerita fantasi agar dapat menghasilkan karya fantasi yang ideal. Berlatih menulis cerita fantasi dapat diawali dengan fantasi rendah hingga fantasi yang lebih tinggi. Ketiga, bagi peneliti lain. Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang lebih fokus pada pilihan kata, kalimat atau paragraf pada tiap bagian struktur atau pada unsur-unsur cerita fantasi yang lainnya. Penelitian terfokus diharapkan dapat memperoleh hasil yang lebih rinci. Selain itu, peneliti lain juga dapat menganalisis penggunaan bahasa pada teks lain yang belum pernah diteliti
Ketidakbakuan Penulisan dalam Cerkak Karya Siswa Kelas XII
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) ketidakbakuan ejaan dan (2) ketidakbakuan pemilihan kata dalam cerkak bahasa Jawa karya siswa kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yang sesuai dengan fokus penelitian. Pertama, ketidakbakuan penulisan ejaan, yaitu (1) pemilihan jenis huruf berupa huruf vokal dan konsonan, (2) pemilihan jenis huruf berupa huruf kapital dan miring, (3) penulisan kata berupa ketidakbakuan penggunaan ater-ater/awalan dan panambang/akhiran