SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM TABLOID INSPIRASI PENDIDIKAN
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji eufemisme dan disfemisme dalam berita taboid Inspirasi Pendidikan. Secara khusus penelitian ini mendeskripsikan bentuk kebahasaan dan nilai rasa eufemisme dan disfemisme dalam berita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Berdasarkan analisis data dari berita surat kabar Inspirasi Pendidikan, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ditemukan data berupa bentuk kebahasaan eufemisme dengan rincian sebagi berikut: kata dasar, kata berimbuhan, kata majemuk, frasa, dan ungkapan. Kedua, ditemukan data berupa bentuk kebahasaan disfemisme dengan rincian sebagai berikut: kata dasar, kata berimbuhan, kata majemuk, frasa, dan ungkapan. Ketiga, ditemukan data berupa nilai rasa eufemisme dengan rincian sebagai berikut: nilai rasa sopan, nilai rasa tinggi, dan nilai rasa ramah. Keempat, ditemukan data berupa nilai rasa disfemisme, dengan rincian sebagai berikut: nilai rasa menakutkan, nilai rasa menjijikkan, nilai rasa mengerikan, dan nilai rasa menjengkelkan. Kata Kunci: eufemisme, disfemisme, berita, bentuk kebahasaan, nilai rasa ABSTRACTThis study discusses about euphemism and disfemism in Inspirasi Pendidikan tabloid. In particular, this study describes linguistic forms and the sense of euphemism and disfemism in the news. This study used a qualitative approach with a type of text analysis research. Based on the data analysis from Inspirasi Pendidikan newspaper, it was found the following results. First, it was found data in the form of linguistic euphemism with details as follows: basic words, affixed words, compound words, phrases, and expressions. Second, it showed in the form of language forms of dysphemism with the following details: basic words, affixed words, compound words, phrases, and expressions. Third, the data found in the form of euphemistic sense of value with the following details: value of courtesy, high sense of value, and value of friendly feeling. Fourth, it was found data in the form of a sense of dysphemism, with details as follows: the value of taste is frightening, the value of taste is disgusting, the value of taste is terrible, and the value of taste is irritating. Keywords: euphemism, disfemism, news, linguistic forms, sense value
Teknik Persuasi dan Gaya Bahasa Wacana Iklan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pada Stasiun Televisi
Pinayungan, Herwan Daulat. 2019. Teknik Persuasi dan Gaya Bahasa Wacana Iklan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pada Stasiun Televisi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.Kata kunci: iklan FMCG, teknik persuasi, gaya bahasaIklan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran suatu produk atau jasa. Keberhasilan iklan tidak terlepas dari penggunaan teknik persuasi dan gaya bahasa untuk menarik minat masyarakat. Tidak terkecuali dengan iklan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Penggunaan teknik persuasi dan gaya bahasa pada iklan FMCG perlu untuk diteliti karena dapat mengubah perilaku calon konsumen yang awalnya sama sekali tidak berniat membaca atau mendengarkan sebuah iklan menjadi tertarik untuk menyimak dan memperhatikan.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan (1) teknik persuasi dan (2) gaya bahasa yang digunkan dalam iklan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pada stasiun televisi. Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa data verbal yang menunjukkan penggunaan teknik persuasi dan gaya bahasa pada wacana iklan FMCG. Sumber data penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa tayangan iklan FMCG di televisi dan unggahan iklan FMCG di Youtube. Sumber data sekunder berupa hasil transkripsi iklan FMCG dalam bentuk teks iklan. Proses pengambilan sumber data menggunakan instrumen berupa panduan identifikasi sumber data, panduan perekaman dan pengunduhan sumber data serta panduan transkripsi sumber data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, teknik rekam, teknik transkrip dan teknik identifikasi sesuai dengan panduan pengumpulan data. Pada tahap analisis data, peneliti membaca dan mengidentifikasi data yang telah terkumpul, mengklasifikasi data sesuai dengan sistem kodifikasi dan dianalisis menggunakan indikator yang mengacu pada fokus penelitan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ditemukan penggunaan teknik persuasi dan gaya bahasa pada iklan FMCG. Pertama, teknik persuasi yang digunakan yaitu teknik resiprositas, teknik pujian, teknik reputasi, teknik tantangan, teknik partisipasi, teknik asosiasi, teknik pemberian hadiah, teknik ketidaksesuaian perilaku, teknik membungkus, teknik argumentasi dan teknik kolaborasi. Teknik persuasi yang paling sering digunakan pada iklan FMCG adalah teknik pemberian hadiah. Kedua, gaya bahasa yang digunakan yaitu klimaks, antiklimaks, antitesis, repetisi, asonansi, aliterasi, asindeton, polisindeton, erotesis, hiperbola, simile, personifikasi dan epitet. Gaya bahasa yang paling sering digunakan pada iklan FMCG adalah repetisi. Hal ini dikarenakan suatu bentuk perulangan dapat membekas pada pikiran seseorang sehingga pesan yang diulang akan mudah diterima dan diingat oleh calon konsumen.
Relasi Makna dalam Tajuk Rencana Harian Kompas
RINGKASANHabibi, Aburizal Sadam. 2018. Relasi Makna dalam Tajuk Rencana Harian Kompas. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd.Kata Kunci: relasi makna, makna, tajuk rencana, ragam, prinsip.Tajuk rencana merupakan salah satu wacana tulis karya jurnalis yang terdapat dalam kolom khusus surat kabar yang berisikan tanggapan redaksi dari suatu media terhadap peristiwa aktual yang terjadi di masyarakat. Tajuk rencana dapat dijadikan sebagai wahana penilaian terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam tajuk rencana, fakta dan opini merupakan gagasan yang ditulis dalam bentuk paragraf. Setiap paragraf memiliki potensi adanya kalimat utama dan kalimat penjelas. Agar kalimat utama dan kalimat penjelas menjadi kesatuan paragraf yang baik maka makna antar kalimat tersebut haruslah berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam dan prinsip relasi makna yang terdapat dalam tajuk rencana harian Kompasedisi Januari 2018.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini difokuskan pada kata dan/atau frasa dalam kalimat yang memiliki ragam dan prinsiprelasi makna. Sumber data penelitian ini adalah tajuk rencana harian Kompas berbasis dalam jaringan edisi Januari 2018. Pada penelitian ini, peniliti sebagai instrumen kunci karena peneliti melakukan kegiatan penelitian mulai dari menetapkan fokus penelitian, melakukan pengumpulan data, analisis data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Kemudian, peneliti mendokumentasikan hasil temuan pada tabel pengumpulan data ragam relasi makna dan tabel pengumpulan data prinsip relasi makna. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan, pengecekan sejawat, dan kecukupan referensi.Berdasarkan analisis data pada tajuk rencana harian Kompas edisi Januari 2018 diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, ragamrelasi makna yang didapatkan yaitu berupa hiponim, meronim, sinonim, dan antonim. Karakteristik pada ragam relasi makna hiponim tidak hanya berupa kata inklusif kata, tetapi ada pula kata inklusif frasa dan frasa inklusif frasa. Karakteristik pada ragam relasi makna meronim berupa ungkapan yang integral terhadap keseluruhannya, memiliki motivasi prinsip, memiliki persesuaian fase dan tipe. Karakteristik pada ragam relasi makna sinonim yakni berupa ungkapan yang memiliki persamaan atau kemiripan makna secara absolut, proporsional, dan yang memiliki makna yang berdekatan. Serta, karakteristik pada ragam relasi makna antonim berupa relasi yang maknanya dianggap mutlak, polar/kutub, reservise/bertentangan, converse/berkebalikan, dan yang memiliki hubungan pertidak sesuaian. Kedua, prinsip relasi makna yang didapatkan yaitu berupa inklusi, komplementer, dan persinggungan. Pada prinsip inklusi, terdapat karakteristik inklusi kelas yang memiliki makna ‘tercakup’ dan merupakan bentuk hierarki atas-bawah. Pada karakteristik ini, pemakai bahasa ingin dengan cepat menyebutkan nama/ungkapan yang diacu. Selain itu, terdapat karakteristik prinsipinklusi meronim yang meliputi, hubungan anggota dengan perkumpulannya (member-collection), hubungan fase dengan aktivitasnya (phase-activity), dan hubungan fitur dengan kejadiannya (feature-event). Pada prinsip komplementer, terdapat karakteristik resiprokal, resiprokal yang berlawanan dengan makna sebaliknya, dan resiprokal yang berlawanan secara timbal balik. Sementara itu, pada prinsip persinggungan terdapat karakteristik persinggungan yang memiliki makna bersifat sebagai asosiasinyayang berprinsip untuk menunjukkan persinggungan makna yang mengakibatkan kohesi antargagasan dan menjadikan kesatuan paragraf dan prinsip persinggungan yang memiliki makna hampir sama tetapi tingkat kesamaannya atau penggunaanya sedikit berbeda. Berdasarkan hasil penelitian ini, bagi masyarakat pada umumnya yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis untuk tetap mempertahankan kohesi antarkalimat agar kalimat-kalimat dalam suatu wacana tetap saling berkesinam-bungan. Salah satu cara mempertahankannya yaitu dengan memperhatikan relasi makna sebagai penanda kohesi. Selain itu, dengan membentuk relasi makna ungkapan-ungkapan yang disampaikan menjadi lebih fokus serta perbendaharaan kata menjadi lebih bervariasi.. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus dan lebih luas
Disfemia dalam Rubrik Most Popular pada Detik.com dan Okezone.com
RINGKASANRistanto, Budi. 2018. Disfemia dalam Rubrik Most Popular pada Detik.com dan Okezone.com. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd.Kata Kunci: disfemia, rubrik most popular, Detik.com, Okezone.comPenulisan berita tidak dapat dipisahkan dari penggunaan dan pilihan bahasa yang dipakai wartawan untuk menulis berita yang akan diterbitkannya. Disfemia adalah salah satu alternatif pilihan bahasa yang dipakai dalam penulisan berita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebahasaan, nilai rasa, dan tujuan pemakaian disfemia yang terdapat dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com. Rubrik most popular adalah salah satu rubrik yang terdapat dalam portal media massa onlinepada Detik.com dan Okezone.com. Rubrik most popular menyajikan sepuluh berita pilihan yang paling banyak dibaca oleh masyarakat di situs Detik.com dan Okezone.com setiap harinya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian analisis wacana. Analisis wacana digunakan untuk mengetahui kandungan disfemia yang terdapat dalam teks berita pada Detik.com dan Okezone.com berdasarkan bentuk kebahasaan, nilai rasa, dan tujuan pemakaian disfemianya.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan baca catat. Instrumen yang digunakan adalah human instrument, yaitu kedudukan peneliti sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan sekaligus sebagai pelapor hasil penelitian yang dilakukannya. Kata yang mengandung disfemia dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com merupakan objek pada penelitian ini. Lebih lanjut data penelitian ini adalah disfemia yang terdapat dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kebahasaan disfemia yang muncul ada empat, yakni berbentuk kata dasar, berbentuk kata berimbuhan, berbentuk kata ulang, dan berbentuk kata majemuk. Selanjutnya nilai rasa yang muncul ada empat, yakni disfemia bernilai rasa mengasarkan, bernilai rasa menakutkan, bernilai rasa merendahkan, dan disfemia bernilai rasa menjijikkan. Tujuan pemakaian disfemia yang ditemukan ada empat, yakni bertujuan untuk menunjukkan perbuatan, untuk menunjukkan ketidaksepakatan, untuk menunjukkan penegasan makna, dan untuk mengungkapkan kejengkelan.Bentuk kebahasaan disfemia yang paling dominan ditemukan adalah bentuk kata berimbuhan. Nilai rasa disfemia yang paling dominan ditemukan adalah nilai rasa mengasarkan. Tujuan pemakaian disfemia yang paling dominan ditemukan adalah disfemia bertujuan untuk menegaskan makna
Konjungsi Subordinatif Kausal dan Temporal dalam Wacana Berita Online Bereputasi Nasional
Kata Kunci: konjungsi subordinatif, penyebaban, pengakibatan, temporal,wacana beritaKonjungsi adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Wacana berita online yang terdapat dalam kompas.com, detik.com, dan tribunnews.com memuat berita-berita faktual yang dapat dijadikan sebuah contoh dalam penulisan sebuah berita. Media berita online ini juga berfungsi untuk mendapatkan pengetahuan dalam penggunaan konjungsi dalam sebuah berita agar dapat diterapkan pada saat menulis sebuah berita.Penelitian ini berfokus untuk (1) menjelaskan penggunaan konjungsi penyebaban dalam wacana berita online bereputasi nasional, (2) menjelaskan penggunaan konjungsi pengakibatan dalam wacana berita online berputasi nasional, (3) menjelaskan penggunaan konjungsi temporal dalam wacana berita online berputasi nasional, serta (4) menjelaskan implikasi penggunaan konjungsi subordinatif kausal dan temporal pada wacana berita dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah konjungsi kausal dan temporal yang digunakan dalam sebuah kalimat dalam wacana berita online bereputasi nasional. Sumber data dalam penelitian ini adalah berita-berita online bereputasi nasional yang terdapat dalam media online kompas.com, detik.com, dan tribunnews.com edisi bulan November 2018 pada tanggal 1-30 yang sudah diunduh dan disimpan. Penelitian ini menggunakan empat tahapan analisis data, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana berita online kompas.com, detik.com, dan tribunnews.com didapati, (1) konjungsi subordinatif penyebaban, yaitu (i) konjungsi berupa karena (ii) konjungsi berupasebab dan (iii) konjungsi berupa lantaran, (2) konjungsi subordinatif pengakibatan, yaitu (i) konjungsi berupa sampai (ii) konjungsi berupa hingga dan (iii) konjungsi berupa sehingga, (3) konjungsi subordinatif temporal, yaitu (i) konjungsi berupa saat (ii) konjungsi berupa ketika (iii) konjungsi berupa sebelum (iv) konjungsi berupa setelah dan (v) konjungsi berupa sejak, dan (4) adanya implikasi penggunaan konjungsi kausal dan temporal pada wacana berita dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Simpulan dari penelitian ini, bahwa dalam wacana berita online bereputasi nasional kompas.com, detik.com, dan tribunnews.com konjungsi subordinatif yang sering dijumpai ialah konjungsi penyebaban yang terdiri atas tiga bentuk, konjungsi pengakibatan yang terdiri atas tiga bentuk, dan konjungsi temporal yang terdiri atas lima bentuk, serta adanya implikasi penggunaan konjungsi kausal dan temporal dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah
Persuasif Iklan Kecantikan pada Media Cetak dan Media Televisi
Penelitian ini mengkaji penggunaan persuasif pada iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi yang mencakup gaya bahasa persuasif, teknik persuasif, dan komposisi iklan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa yang memersuasi dalam iklan di media cetak dan media televisi; teknik persuasif dalam iklan di media cetak dan media televisi; dan komposisi iklan yang diterapkan dalam iklan di media cetak dan media televisi. Penelitian ini penting dilakukan karena persuasif yang digunakan iklan sebuah produk kecantikan di dua media yang berbeda memiliki daya persuasi yang berbeda dan eksistensi kekuatan bahasa dalam memengaruhi emosi dan tindakan calon konsumen.Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data penelitian berupa paparan verbal hasil transkrip dokumen dan tuturan rekaman yang memuat iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data. Analisis data yang dilakukan mencakup 3 tahap, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persuasif iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi adalah sebagai berikut. Pertama, gaya bahasa persuasif yang membentuk iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahasa pertautan, dan (4) gaya bahasa perulangan (penegasan). Dalam hal ini, gaya bahasa yang digunakan iklan produk kecantikan pada media cetak memiliki kesamaan dengan gaya bahasa yang digunakan pada media televisi. Namun, iklan pada media televisi masih menambah gaya bahasa lain untuk memperkuat pembahasaan yang disampaikan produsen kepada konsumen. Oleh karena itu, iklan kecantikan pada media televisi memiliki variasi dalam pemilihan kata atau diksi dalam meyakinkan konsumen untuk membeli produk (walaupun kalimat dan produk sama di dua media) karena tidak hanya dibutuhkan bahasa yang padat, jelas, dan menarik, tetapi juga membutuhkan gaya bahasa persuasif yang lebih sesuai, efektif, dan bervariasi agar menggugah emosi dan empati calon konsumen melalui penambahan gaya bahasa.Kedua, teknik persuasif yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi, meliputi (1) teknik rasionalisasi, (2) teknik identifikasi, (3) teknik sugesti, (4) teknik konformitas, (5) teknik kompensasi, dan (6) teknik kombinasi. Namun, walaupun di antara beberapa iklan kecantikan di media iklan dan di media televisi memiliki kesamaan teknik, media televisi lebih memiliki variasi. Hal tersebut dikarenakan teknik di media televisi disesuaikan dengan komponen pendukung media, seperti visual dan audio sehingga untuk lebih mendorong kepercayaan calon konsumen agar bersedia melakukan sesuatu dengan tanggapan positif, diperlukan teknik persuasif yang sesuai dengan produk yang diiklankan.Ketiga, komposisi iklan yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi (1) butir utama yang membangkitkan rasa ingin tahu, (2) badan iklan dengan alasan subjektif, dan (3) penutup iklan dengan teknik lunak. Dalam hal ini, komposisi yang digunakan iklan di media televisi lebih lengkap dibandingkan iklan di media cetak. Hal tersebut dikarenakan iklan kecantikan di media cetak menuntut sebuah bahasa yang singkat, padat, dan jelas dengan menyertakan kontak informasi (butir utama) berupa alamat website sehingga media televisi menjadi solusi calon konsumen dari rasa keingintahuan dalam mencari informasi mengenai merek, jenis, bahan, kandungan, manfaat, dan keunggulan produk yang pada akhirnya lebih menarik perhatian calon konsumen untuk membeli produk
KATA SERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR SURYA
RINGKASANNisa, R. J. 2019. Kata Serapan Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar Surya. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd.Kata Kunci: berita utama, kata serapan, surat kabar.Peran bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia menunjukkan adanya kontak bahasa sehingga muncul penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia. Salah satu sumber penyerapan kata bahasa Indonesia adalah bahasa Inggris. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dapat memanfaatkan bahasa Inggris yang dapat memberi kontribusi untuk mengembangkan bahasa Indonesia. Penggunaan kata serapan ini dapat ditemukan dalam surat kabar, salah satunya surat kabar Surya. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah analisis teks. Data penelitian ini berupa kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tahap identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data. Tahap penyajian data berupa mengorganisasikan, yaitu menjalin (mengelompokkan data) menjadi satu kelompok data sehingga menjadi kesatuan. Tahap penarikan simpulan berupa pengecekan kesesuaian hasil analisis data dengan fokus yang telah ditetapkan.Berdasarkan temuan peneltian, diperoleh dua simpulan terkait penelitian ini. Pertama, bentuk kata serapan bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Kata serapan yang berupa bentuk tunggal tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Kata serapan yang berupa bentuk kompleks mengalami proses morfologis, yaitu afiksasi dan reduplikasi. Selain itu, kata ini juga melekat pada klitika. Kedua, proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya terdiri atas tiga proses, yaitu adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Kata serapan yang melalui proses adopsi mengalami penyerapan secara secara utuh, baik bentuk dan maknanya. Kata serapan yang melalui proses adaptasi mengalami penyesuaian pelafalan dan penulisan bahasa Indonesia. Sementara itu, kata serapan yang melalui proses penerjemahan memperhatikan kesamaan dan kesepadanan makna konsepnya dalam bahasa Indonesia. SUMMARYNisa, R. J. 2019. English Absorption Words in Indonesian in the headlines of Surya Newspaper. Essay. Indonesian Literature Department, Faculty of Literature, Malang State University. Advisors: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd.Keyword : head line, absorption word, newspaper.The role of foreign languages in the development of the Indonesian language shows the existence of language contact so that the absorption of foreign words appears in Indonesian. One source of absorption of the Indonesian word is English. In this case, Indonesian can use English which can contribute to developing the Indonesian language. The use of this absorption word can be found in newspapers, one of which is the Surya newspaper. In general, this study aims to describe English language absorption in Indonesian in the headline of the Surya newspaper. In particular, this study aims to describe the word form and process of absorption of English words in Indonesian in the headlines of the Surya newspaper.This study uses a qualitative approach with this type of research is text analysis. The research data is in the form of English absorption words in Indonesian in the headline of the Surya newspaper. The source of the data in this study is the Surya newspaper edition July-August 2018. The procedure for collecting research data is documentation. The instrument used in this study is the researchers themselves. Data analysis of this study was conducted in three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data reduction carried out in this study included the identification, classification, and codification stages of the data. The stage of presenting data in the form of organizing, which is interweaving (grouping data) into one group of data so that it becomes a unit. The drawing stage is in the form of checking the suitability of the results of data analysis with a predetermined focus. Based on the research findings, two conclusions were made regarding this study. First, the form of the Indonesian language adaptation of English in the Surya newspaper headlines includes single forms and complex forms. The absorption word in the form of a single form does not undergo morphological processes or morphophonemic processes. The absorption word in the form of a complex form undergoes morphological processes, namely affixation and reduplication. In addition, this word is also attached to the clitics. Second, the process of absorbing Indonesian words from English in the Surya newspaper headlines consists of three processes, namely adoption, adaptation, and translation. The absorption word through the adoption process experiences absorption in its entirety, both its form and meaning. The absorption word through the adaptation process experiences adjustments to Indonesian pronunciation and writing. Meanwhile, the absorption word through the translation process paid attention to the similarity and comparability of the meaning of the concept in Indonesian
Nilai Rasa dalam Feature Human Interest pada Jawa Pos Online
RINGKASANSetyorini, Iin. 2019. Nilai Rasa dalam Feature Human Interest pada Jawa Pos Online 2018. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Dawud, M.Pd.Kata Kunci:nilai rasa, feature human interest, Jawa Pos onlineBahasa adalah alat komunikasi bagi manusia sebagai sarana untuk bersosialisasi dengan masyarakat luas. Dalam suatu bahasa mengandung makna yang ingin disampaikan untuk memberikan informasi.Pada dasarnya masyarkat memerlukan informasi untuk mengetahui berbagai perkembangan dan kemajuan zaman. Informasi tersebut didapatkan dari produk jurnalistik, misalnya, feature human interest. Teks feature mengandung informasi yang lebih daripada berita, bahkan memengaruhi emosi pembaca karena mengandung nilai rasa. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rasa dalam teksfeature human interest pada Jawa Pos Online 2018.Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi yang menimbulkan nilai rasa, mengetahui paparan harapan yang menimbulkan nilai rasa, dan mengetahui ungkapan emotif yang terdapat dalam teksfeature human interestpada Jawa Pos Online 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa penggalan teks yang berbentuk kata, frasa, klausa, kalimat, gugus kalimat maupun paragraf yang berisi deskripsi yang menimbulkan nilai rasa, paparan harapan yang menimbulkan nilai rasa, dan ungkapan emotif. Sumber data penelitian ini adalah teks feature human interest pada Jawa Pos online 2018. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi.Analisis data penelitian initerdiri atas tiga tahap, yaitu mendeskripsikan data, menafsirkan data, dan menjelaskan data. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data. Analisis data dimulai denganmenentukan tujuan penelitian berdasarkan fokusserta memberikan limitasi yang dilakukan dengan mengklasifikasikan data yang sudah dipilih ke dalam tabel analisis. Selanjutnya menafsirkan data,dilakukan dengan menganalisis kata, frasa, klausa, kalimat, gugus kalimat atau paragraf kemudian disesuaikan dengan teori untuk mencari bagian secara detail bahkan teori dari berbeda bidang. Setelah itu,menjelaskan data dilakukan dengan menarik kesimpulan terhadap hasil analisis kemudian melakukan diskusi dengan teman sejawat dan dosen pembimbing. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut.Pertama, terdapat paparan deskripsi dalam teks feature human interest(online)yang terdiri atas(1) deskripsi subjek yang menimbulkan nilai rasa, (2) deskripsi suasana yang menimbulkan nilai rasa, dan (3) deskripsi kronologi yang menimbulkan nilai rasa. Deskripsi subjek yang menimbulkan nilai rasa dapat dibedakan berdasarkan deskripsi kisah kesedihan yang menimbulkan nilai rasa, deskripsi hal yang dilakukan yang menimbulkan nilai rasa, deskripsi pekerjaan yang menimbulkan nilai rasa, deskripsi fisik yang menimbulkan nilai rasa, dan deskripsi watak yang menimbulkan nilai rasa. Deskripsi suasana dibedakan berdasarkan suasana mengharukan dan suasana menegangkan, Deskripsi kronologi yang menimbulkan nilai rasa dibedakan berdasarkan kronologi masa lalu, kronologi yang menimbulkan nilai rasa, dan kronologi yang akan datang. Pemaparan deskripsi bertujuan untuk menggambarkan peristiwa agar pembaca seolah-oleh dapat melihat, merasakan, dan mengalami secara langsung kejadian yang menyentuh perasaan.Kedua,terdapat paparan harapan dalamteks feature human interest pada Jawa Pos online) yang terdiri atas (1) harapan pada masa yang akan datang, (2) harapan agar senantiasa bahagia. Harapan pada masa yang akan datang dibedakan berdasarkan harapan dalam jangka pendek dan harapan dalam jangka panjang. Harapan agar senantiasa bahagia juga dibedakan berdasarkan harapanagar terhindar dari kemalangan dan harapan agar lebih baik dari sebelumnya. Paparan harapan bertujuan agarmemberikan kesan kepada pembaca bahkan menyentuh emosi pembacasehingga menimbulkan nilai rasa.Ketiga, terdapat ungkapan emotif dalam teks penulisan feature human interest pada Jawa Posonline. Ungkapan emotif tersebut terdiri atas(1) ungkapan pertentangan dan,(2) ungkapan perbandingan. Ungkapan pertentangan dibedakan berdasarkanungkapan hiperbola. Ungkapan perbandingan dibedakan berdasarkan ungkapan metafora dan ungkapan personifikasi. Ungkapan emotif bertujuan agar tulisan feature human interest berkesan hidup dan tidak lekas basi.Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada mahasiswa pengambil paket Jurnalistik, wartawan pemula dan peneliti lainnya. Pada saat menulis teks feature human interest hendaknya memperhatikan bagian-bagian penting dan detail salah satunya penggunaan bahasa agar makna dapat tersampaikan dengan baik dan jelas serta dapat menimbulkan nilai rasa bagi pembaca. Untuk itu, perlu dipaparkan deskripsi subjek yang menimbulkan nilai rasa, deskripsi suasana yang menimbulkan nilai rasa, deskripsi kronologi yang menimbulkan nilai rasa, paparan harapan pada masa yang akan datang, paparan harapan agar senantiasa bahagia, ungkapan emotif pertentangan dan ungkapan emotif perbandingan. Bagi peneliti lain, disarankan dapat mengembangkan penelitian terkait dengan teks feature human interestmengenai nilai rasa yang terkandung didalam teks feature..
KESALAHAN PENULISAN KATA BAHASA INDONESIA HASIL SIMAKAN DALAM TUGAS SISWA DI SEKOLAH SANTIVITTAYA KRABI, THAILAND
RINGKASAN Fitriani, Melly Maulidah. 2019. Kesalahan Penulisan Kata Bahasa Indonesia Hasil Simakan dalam Tugas Siswa di Sekolah Santivittaya Krabi, Thailand. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: kesalahan penulisan, kata bahasa Indonesia, hasil simakan, siswa Thailand Pelajar bahasa asing khususnya siswa Thailand pada tingkatan pemula dan menengah/lanjutan sering mengalami kesalahan berbahasa Indonesia terutama aspek penulisan dari hasil simakan baik secara sadar maupun tidak sadar. Kesalahan aspek penulisan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berdampak pada beragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa Thailand. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu teks hasil tugas siswa di sekolah Santivittaya Krabi, Thailand. Data dalam penelitian ini adalah kata bahasa Indonesia yang salah dalam tugas siwa Prathom 6 (setingkat 6 SD) dan Mattayom 4 (setingkat 1 SMA). Prosedur pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara, (1) mengidentifikasi tugas menyimak siswa sesuai jenjang kelas, (2) mendokumentasikan sumber data simakan, dan (3) menandai kesalahan penulisan (4) mewawancarai siswa. Analisis data pada penelitian ini dibagi menjadi lima, yaitu (1) mengidentifikasi jenis kesalahan, (2) kodifikasi data, (3) klasifikasi data dan transkrip wawancara, (4) pembuktian, dan (5) penarikan kesimpulan. Setelah itu proses yang dilakukan yaitu pengecekan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekolah Santivittaya ditemukan ragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia hasil simakan dalam tugas siswa. Contohnya kata puti yang seharusnya ditulis putih. Kata nahik yang seharusnya ditulis naik. Kemudian kata baeek yang seharusnya ditulis baik. Kesalahan penulisan kata dalam penelitian ini terdiri atas tiga ragam. Ragam penghilangan huruf, penambahan huruf, dan penggantian huruf. Hal ini didasari pada satu hal, siswa belum mengetahui dan memahami sistem linguistik bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tugas siswa di sekolah Santivittaya juga ditemukan faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang diperoleh dari hasil pengamatan. Terdapat lima faktor internal penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia di sekolah Santivittaya, yaitu ketidakpahaman, kelalaian, kurangnya motivasi, kurang percaya diri, dan usia. Faktor eksternal penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia di sekolah Santivittaya meliputi empat faktor, interferensi bahasa (transfer negatif), materi yang sulit, waktu yang kurang efisien, dan lingkungan yang kurang memadai. Kesimpulan penelitian ini adalah rata-rata kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa Santivittaya adalah jenis kesalahan pada ragam penggantian huruf. Faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia dalam tugas siswa Santivittaya Krabi, Thailand lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri masing-masing pribadi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Pertama, bagi pengajar BIPA disarankan untuk memilih bahan ajar sesuai dengan tingkatan pembelajarannya, model pembelajaran lebih kreatif dan inovatif serta memerhatikan durasi pembelajaran, dan evaluasi di setiap akhir pembelajaran. Pengajar dapat mengidentifikasi setiap ragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia dan lebih memahami kondisi siswa dengan memperhatikan faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia. Kedua, penyusun materi ajar disarankan untuk lebih menekankan dan memberikan materi khusus ejaan dan pengetahuan kosakata yang lebih banyak serta memberikan latihan yang lebih sering di setiap akhir materi yang diberikan. Ketiga, peneliti lain dapat mengembangkan penelitian dengan subjek penelitian yang berbeda yang berkaitan dengan kesalahan penulisan kata guna meningkatkan kemampuan menulis hasil simakan pelajar asing
SINDIRAN DALAM TEKS ANEKDOT KARYA SISWA KELAS X SMK NEGERI 7 MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sindiran dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata, kalimat, dan gaya bahasa yang mengandung sindiran dalam teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, dan lembar tes. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen yang digunakan adalah analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti melakukan tahap tringulasi data yaitu, tahap membaca data berulang-ulang dan mendiskusikanya dengan guru dan teman sejawat. Hasil penelitian ini berupa bentuk sindiran dalam teks anekdot meliputi ironi, sinisme, dan sarkasme. Teknik penyampaian sindiran dalam teks anekdot meliputi teknik eksplisit dan implisit. Makna sindiran dalam teks anekdot meliputi mengejek, memprotes, menghina, dan menganjurkan