SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Penggunaan Substitusi dan Elipsis dalam Teks Berita Majalah SMA

    No full text
    Penelitian ini membahas penggunaan substitusi dan elipsis dalam teks berita majalah SMA, khususnya majalah Iqro’ MAN 3 Kediri. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan ragam substitusi yang digunakan berupa substitusi nominal, verbal, klausal, dan metafora, sedangkan elipsis yang digunakan berupa elipsis nominal, verbal, klausal, adjetival, dan adverbial. Penggunaan substitusi dan elipsis tersebut sudah tepat, namun beberapa masih ada kekurangan. Pada teks berita tersebut terdapat bentuk ketidakefektifan kalimat ditinjau dari ketiadaan substitusi dan elipsis

    Kelayakan Materi Teks Fabel pada Bahan Ajar Pembelajaran Kelas VII SMP

    No full text
    Ringkasan: Penelitian ini membahas kelayakan materi teks fabel pada buku penerbit kemendikbud (2014) dan buku penerbit erlangga. Penelitian ini menggunakan deskriptif evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kelayakan materi teks fabel yang terdiri dari kelayakan  isi pada B1 dan B2 masuk dalam kategori sangat layak, kelayakan bahasa pada B1 dan B2 masuk dalam kategori  sangat layak, kelayakan penyajian pada B1 dan B2 masuk dalam kategori layak.

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN KONTEKS NASIONALISME UNTUK KELAS X SMA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh (1) pentingnya bahan ajar sebagai penunjang keefektifan pembelajaran, (2) kompetensi menulis siswa yang perlu ditingkatkan, (3) menulis teks eksposisi menjadi kompetensi penting yang harus dikuasai siswa, (4) pengintegrasian konteks nasionalisme dalam teks eksposisi sulit ditemukan pada bahan ajar dan kemerosotan nilai nasionalisme yang terjadi pada usia remaja. Berdasarkan wawancara yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang pada tanggal 25 Januari 2018, diperoleh informasi bahwa (1) kendala menulis teks eksposisi yang dialami siswa, yaitu memulai menulis, memilih dan mengolah kata untuk dijadikan kalimat, serta menemukan ide, dan (2) bahan ajar yang diharapkan ialah bahan ajar dengan stimulus yang lebih menarik, diperkaya latihan menulis dan menyunting teks eksposisi, serta dipenuhi dari segi berpikir kritis dan sistematis. Informasi tersebut digunakan peneliti sebagai landasan dikembangkannya bahan ajar menulis teks eksposisi dengan konteks nasionalisme untuk kelas X SMA.Tujuan penelitian pengembangan ini, yaitu mengembangkan produk berupa bahan ajar menulis teks eksposisi dengan konteks nasionalisme yang memiliki kelayakan (1) isi, (2) sistematika penyajian, (3) penggunaan bahasa, dan (4) tampilan produk.Model penelitian dan pengembangan yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Prosedur pengembangan tersebut terdiri atas (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba ahli dan praktisi, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, dan (7) penyempurnaan produk akhir. Produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk melalui kelompok uji yang meliputi (1) uji ahli yaitu ahli penyusunan bahan ajar dan ahli pembelajaran menulis, (2) uji praktisi yaitu guru bahasa Indonesia, dan (3) uji lapangan yaitu siswa kelas X IBB SMA Negeri 1 Lawang sejumlah 30 siswa. Selanjutnya, data dalam penelitian ini berupa data numerik dan verbal. Teknik analisis data tersebut dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil pengembangan dalam penelitian ini terdiri atas aspek (1) isi, (2) sistematika, (3) bahasa, dan (4) tampilan produk bahan ajar. Pertama, aspek isi bahan ajar berupa buku siswa memuat materi yang meliputi teori, contoh, serta latihan menulis dan menyunting teks eksposisi dengan konteks nasionalisme, sedangkan aspek isi pada buku panduan guru memuat petunjuk penggunaan dan penilaian yang telah disesuaikan dengan buku siswa. Kedua, aspek sistematika bahan ajar berupa buku siswa terdiri atas tiga unit yang disesuaikan dengan tahapan pendekatan berbasis teks, sedangkan aspek sistematika pada buku panduan guru memuat tinjauan kompetensi, petunjuk penggunaan, dan petunjuk penilaian. Ketiga, aspek bahasa bahan ajar berupa buku siswa dan buku panduan guru memuat bahasa yang sesuai EYD serta komunikatif interaktif dan tidak ambigu. Keempat, aspek tampilan bahan ajar berupa buku siswa memuat nuansa nasionalisme, banyak ilustrasi dan gambar menarik, sedangkan pada buku panduan guru memuat nuansa nasionalisme dengan penataan rapi dan gambar screenshots dari buku siswa.Hasil uji produk kepada ahli penyusunan bahan ajar, ahli pembelajaran menulis, praktisi, dan siswa, diperoleh persentase skor keseluruhan berikut. (1) Pada aspek isi, buku siswa memperoleh skor keseluruhan 92,5% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi, sedangkan buku panduan guru memperoleh skor keseluruhan 94,4% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi. (2) Pada aspek sistematika penyajian, buku siswa memperoleh skor keseluruhan 92,7% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi, sedangkan buku panduan guru memperoleh skor keseluruhan 98,6% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi. (3) Pada aspek bahasa, buku siswa memperoleh skor keseluruhan 92,5% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi, sedangkan buku panduan guru memperoleh skor keseluruhan 91,7% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi. (4) Pada aspek tampilan produk, buku siswa memperoleh skor keseluruhan 91,9% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi, sedangkan pada buku panduan guru memperoleh skor keseluruhan 91,6% sangat layak dengan tindak lanjut implementasi. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar berupa buku siswa dan panduan guru sangat layak dan dapat diimplementasikan dengan skor persentase tertinggi terletak pada aspek sistematika bahan ajar, yaitu buku siswa mendapatkan skor keseluruhan 92,7% dan buku panduan guru mendapatkan skor keseluruhan 98,6%. Selanjutnya, saran pemanfaatan penelitian pengembangan ini ditujukan bagi siswa, guru bahasa Indonesia, dan peneliti lain. Bagi siswa, buku siswa dapat dijadikan sumber belajar menulis teks eksposisi dengan konteks nasionalisme secara mandiri. Bagi guru bahasa Indonesia, buku siswa dan panduan guru dapat dijadikan pedoman dan alternatif dalam mengajarkan kompetensi menulis teks eksposisi dengan menanamkan nilai nasionalisme. Bagi peneliti lain, penelitian pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi dengan konteks nasionalisme ini dapat dijadikan rujukan bagi peneliti lain dalam mengembangkan produk bahan ajar yang lebih baik lagi. Penyebarluasan produk bahan ajar menulis teks eksposisi ini dapat dilakukan dengan cara (1) dimuat dalam jurnal ilmiah, (2) diunggah ke blog atau web di internet, dan (3) disebarluaskan melalui forum MGMP bahasa Indonesia

    Kata Berimbuhan dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1, B1, dan C1

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata berimbuhan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1, B1, dan C1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif-deskriptif.  Penelitian ini menghasilkan dua temuan, yaitu  (1) bentuk-bentuk kata berimbuhan dan (2) bentuk pengembangan latihan menulis kata berimbuhan. Bentuk-bentuk kata berimbuhan yang ditemukan antara lain, awalan, akhiran, dan gabungan. Sementara itu, bentuk pengembangan latihan menulis kata berimbuhan yang ditemukanantara lain, latihan pengelompokkan kata dan latihan menulis kata berimbuhan dalam kalimat.

    Nilai-Nilai Moral untuk Pendidikan Karakter dalam Novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida.

    No full text
    RINGKASAN Dari,  Putri. 2018. Nilai-Nilai Moral untuk Pendidikan Karakter dalam Novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Taufik Dermawan, M.Hum. Kata kunci: nilai moral ketuhanan, individu, sosial, relevansi nilai moral, potensi novel untuk pendidikan karakter. Nilai-nilai moral yang terdapat dalam karya sastra dapat diajarkan kepada peserta didik di sekolah. Nilai-nilai moral tersebut dapat mencakup seluruh persoalan dalam hidup dan kehidupan serta seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. Nilai-nilai moral dibedakan menjadi tiga, yaitu nilai moral ketuhanan, nilai moral individu, dan nilai moral sosial. Salah satu karya sastra yang megangkat nilai moral dan nilai edukatif adalah novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Tokoh dan alur cerita dalam novel tersebut dapat dijadikan contoh serta salah satu rujukan bahan ajar untuk pendidikan karakter bagi peserta didik. Pada novel tersebut memiliki relevansi nilai moral ketuhanan, individu, dan sosial dengan kedelapan belas nilai pendidikan karakter. Serta potensi novel untuk pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, bukan angka-angka, dan dideskripsikan dengan kata-kata secara tertulis. Data-data yang dideskripsikan adalah nilai-nilai moral untuk pendidikan karakter dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data berupa kutipan dialog antar tokoh, narasi pengarang, serta komentar tokoh lain yang menunjukkan perilaku, pikiran, dan tindakan tokoh dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida yang mencerminkan nilai moral ketuhanan, nilai moral sosial, dan nilai moral individu. Analisis data terdiri dari tiga langkah dalam kegiatan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini, menggunakan teknik ketekunan pengamatan, kecukupan referensial, dan teknik diskusi dengan teman sejawat dalam bidang sastra. Hasil penelitian ini berupa deskripsi nilai-nilai moral dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida yang meliputi (1) nilai moral ketuhanan, (2) nilai moral individu, dan (3) nilai moral sosial. Selain itu hasil penelitian dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida berupa relevansi nilai-nilai moral dengan kedelapan belas nilai pendidikan karakter dan potensi novel untuk pendidikan karakter. Nilai-nilai moral ketuhanan, meliputi (1) beriman, (2) bertakwa, dan (3) bersyukur. Sedangkan pada nilai-nilai moral individu, meliputi (1) tanggung jawab, (2) pekerja keras, (3) percaya diri, (4) semangat, dan (5) tekun. Pada nilai-nilai moral sosial, meliputi (1) kerja sama, (2) peduli, (3) kasih sayang, (4) sabar, (5) rendah hati, (6) menghormati orang lain, (7) pemaaf, dan (8) bijaksana. Selain itu hasil penelitian yaitu relevansi nilai-nilai moral ketuhanan, individu, dan sosial dihubungkan dengan kedelapan belas nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian yang terakhir yaitu potensi novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida untuk pendidikan karakter yang ditinjau dari segi bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya. Berdasarkan hasil penelitian tentang nilai-nilai moral, relevansi, dan potensi untuk pendidikan karakter dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Terdapat tiga saran dari peneliti yaitu saran untuk peneliti lain, saran untuk penulis karya sastra, dan saran untuk pembaca. Pertama, untuk peneliti lain disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang nilai-nilai moral, relevansi, dan potensi dalam berbagai macam hasil karya sastra. Kedua, untuk penulis karya sastra disarankan untuk menulis, menyajikan, atau menghasilkan karya sastra seperti novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida yang bermutu dan mengandung nilai moral dan pendidikan di dalamnya, bukan hanya memberikan hiburan tetapi juga memberikan manfaat pada pembaca. Ketiga, saran untuk pembaca disarankan agar dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang nilai moral, relevansi, dan potensi dengan membaca karya sastra tersebut

    PERSUASI DALAM TEKS PIDATO KARYA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 15 MALANG

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANTrisnawati, D. 2018. Persuasi dalam Teks Pidato Karya Siswa Kelas IX SMP         Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra,     Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Wahyudi Siswanto,             M.PdKata Kunci:teks pidato, persuasi, ajakan.            Teks Pidato merupakan bentuk komunikasi yang berupa teks untuk mengungkapkan suatu gagasan pokok atau pikiran tentang beberapa hal kepada orang lain. Pidato yang baik dan benar bisa memberikan kesan yang positif. Persuasi merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami dan diyakini oleh orang lain. Persuasi tersebut berupa ajakan atau motivasi yang diberikan kepada orang lain. Pembelajaran teks pidato yang mengandung unsur persuasi diajarkan di SMP Negeri 15 Malang agar siswa dapat menulis pidato dengan baik.            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang datanya diperoleh dari kata-kata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan kegiatannya berupa analisis teks. Pendekatan ini dipilih karena data penelitian ini berupa persuasi dan sumber data yang dikumpulkan berupa dokumen, yakni teks pidato. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur persuasi dalam teks pidato karya siswa, model persuasi dalam teks pidato karya siswa, dan teknik persuasi dalam teks pidato karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penyampaian pesan persuasi dalam teks pidato karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang terdapat pesan persuasi yang diungkapkan secara tersurat dan tersirat.Kemudian, terdapat siswa yang memberi satu pesan serta terdapat siswa yang memberi lebih dari satu pesan persuasi. Siswa dapat memberi pesan persuasi sesuai dengan tema yang telah ditetapkan yakni adiwiyata dan pencemaran lingkungan. Model persuasi dalam teks pidato karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang menunjukkan bahwa siswa dapat memberi pesan persuasi dengan menggunakan model heuristik karena siswa lebih banyak memberi pesan dengan model yang sederhana. Teknik persuasi dalam teks pidato karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang menunjukkan bahwa siswa dapat memberi pesan persuasi dengan menggunakan teknik integrasi. Dalam pesan tersebut telah terbukti bahwa siswa berhasil mengajak dengan menggunakan perkataan “kita”.            Peneliti mengajukan saran kepada tiga pihak yaitu guru, siswa, dan peneliti lain. Bagi guru, disarankan untuk menyampaikan materi teks pidato dengan contoh langsung di sekitar lingkungan sekolah agar lebih mudah memahami. Guru disarankan untuk sering memberikan tugas secara terbimbing agar siswa bisa menulis teks pidato yang mengandung unsur persuasi dengan baik dan benar. Bagi siswa, disarankan untuk banyak membaca dan berlatih menulis agar mempunyai banyak referensi. Bagi peneliti lain yang ingin meneliti dengan topik yang sama, disarankan dapat menggunakan jenis peneliti yang lain, misalnya menggunakan penelitian kuantitatif. Jika menggunakan penelitian kuantitatif, peneliti menyarankan untuk meneliti berdasarkan pengaruh penggunaan metode atau media dalam pembelajaran menulis teks pidato yang mengandung persuasi.SUMMARYTrisnawati, D. 2018. Persuasion in Speech Text By Third Graders at SMP Negeri 15 Malang. Undergraduate Thesis, Indonesia Literature Department, Faculty of Literature, Stated University of Malang. Advisor Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.PdKeywords: speech text, persuasion, inducement.            Speech text is a communication in form of text to state an idea or thought of several things to other people. A good and correct speech will give positive impression. Persuasion is one of strategies so that delivered messages can be understood and trusted by other people. That persuasion is in form of inducement or motivation given to other people. Lesson related to speech text which comprises inducement is taught in SMP 15 Malang so that the students can write their own speech text appropriately.            This research is conducted by means of qualitative research where the data is taken from the words. The approach used in this research is descriptive approach and its activity is analyzing text. This approach is chosen because the data is in form of persuasion and the data source is document that is speech text. Besides, this research is aimed to know persuasion element in speech texts done by students, persuasion model in speech texts done by students and persuasion technique in speech texts done by third graders at SMP Negeri 15 Malang.            This research finding shows that in persuasion message delivering strategy which exists in speech text done by third graders at SMP Negeri 15 Malang, there are persuasion messages delivered explicitly and implicitly. Some students express one message, and the rest express more than one persuasive messages. The students are able to deliver persuasive messages based on the theme that is adiwiyata and environmental pollution. In persuasion model, the students feel easier or prefer use heuristic model because they like to use a simple model. While in persuasion technique, the students tend to use integration technique, it is proven by their tendency of using the word “us” in delivering the persuasive messages.             The researcher suggests three suggestions for teachers, students, and the other researchers. For teachers, it is suggested to deliver speech text material based on their school environment so that it is easier to be understood. The teachers are suggested to give guided tasks to the students so that they can write persuasive speech text appropriately. For students, it is suggested to often write and read to enrich their references. For other researchers who want to research the similar topic, it is suggested to use other type of research, for instance quantitative research. If using quantitative research, the researcher suggests to analyze the influence of method or media use in writing persuasive speech text.

    KESALAHAN BENTUKAN KATA DALAM KARANGAN MAHASISWA IN-COUNTRY

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini berfokus pada ragam kesalahan bentukan kata dan faktor penyebab kesalahan bentukan kata dalam karangan mahasiswa Thailand program In-Country tahun 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ragam kesalahan bentukan kata dalam karangan tersebut meliputi kesalahan afiksasi, kesalahan reduplikasi, dan kesalahan komposisi. Faktor penyebab kesalahan bentukan kata dalam karangan tersebut meliputi faktor internal dan faktor eksternal.

    Problematika dalam Pembelajaran Menulis Puisi Kelas X SMK Negeri 3 Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam pembelajaran menulis puisi kelas X SMK Negeri 3 Malang. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Analisis data penelitian menggunakan model Miles dan Huberman yang dimulai dari kegiatan mereduksi data, menyajikan data kemudian  menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika ditemukan dalam kegiatan perencanaan pembelajaran meliputi kelengkapan komponen RPP dan waktu yang dibutuhkan guru untuk merevisi. Problematika pada kegiatan pelaksanaan meliputi ketidaksesuaian implementasi RPP dengan kegiatan pembelajaran di kelas, Sementara itu, problematika pada kegiatan penilaian adalah kesulitan guru ketika melakukan penilaian di kelas dengan jumlah siswa yang banyak. Faktor penyebab problematika dari guru ditemukan pada kegiatan pembelajaran dan faktor penyebab dari siswa meliputi persepsi siswa terhadap pembelajaran menulis puisi serta kesulitan siswa dalam proses kreatif menulis puisi. Kata Kunci: problematika, pembelajaran, menulis puis

    PolaKoreksi Guru DalamKalimatPadaKaranganMahasiswa Program Critical Language Scholarship 2017

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan data-data koreksi oleh guru dalam karangan mahasiswa BIPA program CLS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian berupa koreksi guru dalam karangan mahasiswa CLS tahun 2017. Sumber data penelitian ini adalah jurnal mahasiswa BIPA program CLS. Hasil penelitian ini berupa: (1) bentuk koreksi yang digunakan guru pada karangan mahasiswa program CLS. (2) Sasaran koreksi guru dalam karangan mahasiswa program

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS BERITA EKTRAKURIKULER JURNALISTIK SMA

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANRirin Hidayati. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berita untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Drs. Dwi Saksomo, M.SiKata kunci: bahan ajar menulis berita, menulis berita, ekstrakurikuler jurnalistik SMA.Kegiatan jurnalistik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Kegiatan jurnalistik perlu diajarkan sejak dini. Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA mampu menjadi solusi untuk mencetak para jurnalis muda yang berkompeten. Produk jurnalistik memiliki beberapa ragam, salah satunya berita. Namun di lapangan, pemahaman siswa SMA tentang berita masih sangat kurang. Bahan ajar yang tersedia masih sangat terbatas bahkan belum ada.Penelitian dan pengembangan ini memiliki tujuan umum menghasilkan produk bahan ajar menulis berita untuk kegiatan jurnalistik SMA sehingga dapat membantu kesulitan siswa dan meningkatkan kemampuan jurnalistik siswa SMA. Adapun tujuan khusus penelitian dan pengembangan ini, yaitu (1) mengembangkan isi bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (2) mengembangkan sistematika penyajian bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (3) mengembangkan penggunaan bahasa bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (4) mengembangkan tampilan bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, dan (5) mengkaji keefektifan bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan karena bertujuan mengembangkan bahan ajar menulis berita. Prosedur penelitian dan pengembangan yang dipakai dalam penelitian ini adalah adaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Tujuh tahap hasil adaptasi yang digunakan, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan produk, (3) pengembangan draf produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi hasil uji ahli dan uji praktisi, (6) uji lapangan, dan (7) penyempurnaan produk. Uji ahli produk meliputi ahli bahan ajar dan ahli menulis berita. Uji praktisi dilakukan pada pembina ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Grati. Uji lapangan dilakukan dua kali untuk menguji keefektifan produk dan dilakukan pada siswa kelas X dan XI anggota ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Grati berjumlah 13 siswa. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data verbal dan data angka. Data verbal dibagi menjadi dua, yaitu data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian. Data lisan berupa komentar dari para ahli dan praktisi. Data lisan digunakan untuk mengetahui tanggapan dan memperoleh saran perbaikan produk. Data angka berupa angka-angka yang didapat dari penghitungan nilai angket yang diberikan kepada subjek uji coba.Berdasarkan uji coba produk, diperoleh data berikut. Persentase hasil uji ahli bahan ajar mencapai 85% (kualifikasi sangat layak dengan tindak lanjut implementasi). Persentase hasil uji ahli materi mencapai 75% (kualifikasi layak dengan tindak lanjut implementasi). Persentase hasil uji praktisi mencapai 94% (kualifikasi sangat layak dengan tindak lanjut implementasi). Berdasarkan hasil uji keefektifan produk menggunakan uji t dengan membandingkan nilai pretest dan posttest siswa, dapat diketahui nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang merupakan level significance. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka terdapat perbedaan dan berpengaruh. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terdapat perbedaan dan tidak berpengaruh. Berdasarkan data hasil uji coba produk tersebut dimaknai bahwa (1) bahan ajar Menulis Berita untuk Jurnalis SMA/Sederajat memiliki kualifikasi sangat layak dan dapat dilakukan tindak lanjut implementasi pada siswa, dan (2) bahan ajar tersebut efektif digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA karena dapat meningkatkan kompetensi jurnalistik siswa. Saran yang diberikan pengembang untuk peneliti dan pengembang lain, yaitu (1) diajurkan untuk mengembangkan bahan ajar menulis berita  dengan karakteristik yang berbeda, lebih unik, dan spesifik dalam bentuk bahan ajar, inspirasi bahan ajar, segmentasi pengguna bahan ajar, dan tingkat kerincian serta keragaman latihan, (2) memperhatikan kedalaman materi dan pemilihan contoh-contoh berita yang lebih beragam, (3) memperhatikan tata letak tulisan, dan (4) memperhatikan masa uji coba lapangan sehingga latihan dalam bahan ajar dapat dilaksanakan dengan tuntas

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇