SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Ikrar Kenduri Kematian: Formula Dan Performansi Masyarakat Dusun Dadapan Desa Tlogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.

    No full text
    RINGKASANPelaksanaan ritual kenduri di dusun Dadapan merupakan sebuah prosesi yang menarik karena adanya ikrar yang disampaikan oleh orang tertentu. Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang dapat menyampaikan ikrar tersebut. Dalam bacaan ikrar terdapat suatu hal gaib yang dipercaya oleh orang tertentu khususnya di daerah dusun Dadapan mampu membantunya dalam menyampaikan tujuan orang tersebut. Ikrar dalam kegiatan prosesi ritual kenduri meruapakan salah satu penggunaan bahasa yang dapat menjadi objek kajian sastra lisan di Jawa. Dalam pelaksanaanya, Tuturan ikrar merupakan sesuatu yang disampaikan secara lisan tanpa bantuan teks tulis. Prosesi kenduri dikhususkan pada kenduri kematian matang puluh dina yang dikarenakan kegiatan tersebut tidak bisa ditebak kapan berlangsungnya acara. Pada saat pengambilan data di lapangan kegiatan berlangsung pada sebuah prosesi ritual kenduri matang puluh dina.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskrptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Performance-Centered-Approach. Data pada penelitian ini berasal dari pengamatan di lapangan yang ditranskrip menjadi tulisan dan wawancara dengan infroman. Sumber data pada penelitian ini berasal dari informan, prosesi kegiatan kenduri kematian, dan dokumen. Pengumpulan data dimulai dengan observasi di lapangan dan melakukan wawancara dengan informan sebagai perapal ikrar.  Kegiatan analisis data dimulai dengan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data dilakukan dengan lima cara yaitu, mendengarkan ulang ikrar yang telah dikrekam menjadi transkrip, melakukan pengamatan dengan mencermati dan mengevaluasi data, melakukan pengecekan kesesuaian kesesuaian antara data  dengan teori, melakukan diskusi terhadap teman sejawat, dan melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing.Hasil penelitian ini menunjukan formula dan performansi ikrar kenduri kematian di dusun Dadapan. Formula yang digunakan perapal memiliki tiga komponen, yaitu formula sapaan, formula permintaan, dan formula ucapan terima kasih. Sementara itu, performansi ritual kenduri kematian dibagi menjadi konteks situasi dan performansinya. Konteks situasi pada setting, perapal, partisipan, dan kelengkapan ritual kenduri kematian, sedangkan performansi merupakan sebuah tuturan lisan yang disampaikan oleh perapal sebagai orang pilihan dengan menggunakan bahasa Jawa.Berdasarkan hasil penelitian formula dan performansi ikrar kenduri kematian di dusun Dadapan diharapkan dapat memberi masukan kepada pihak-pihak terkait yang menjadi bahan acuan untuk memulai penelitian baru yang berkaitan dengan formula dan performansi. kepada masyarakat diharapkan dapat melestarikan sastra lisan karena era perkembangan yang baru membuat masyarakat khususnya generasi muda yang enggan untuk mempelajarinya. Sedangkan kepada pemerintah diharapkan untuk memiliki peran dalam menjaga sastra lisan yang masih ada dengan melalui pendokumentasian agar tidak punah

    Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI Maarif NU Pandaan

    No full text
    ABSTRAK   Indrawati, Fitria. 2014. Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI  Maarif NU Pandaan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Imam Agus Basuki, M. pd           Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksplanasi, siswa SMA Menulis adalah kemampuan memaparkan informasi dalam bentuk bahasa tulis untuk menyampaikan kepada pembaca. Teks eksplanasi adalah merupakan teks yang berisi tentang menjelaskan informasi yang berkenaan dengan fenomena alam, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Pembelajaran menulis diajarkan melalui jenjang SMA kelas XI tersirat dalam KD 4.4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Proses menulis bersifat kompleks dalam arti melibatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman serta keterampilan dalam mengelola ide. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan. Kemampuan menulis ini dilihat dari (1) aspek struktur yang meliputi:  judul, pernyataan umum, deret penjelas, penutup; (2) aspek kebahasaan yang meliputi; istilah teknis, kalimat penjelas, konjungsi sebab-akibat, dan ejaan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa skor diklasifikasikan berdasarkan kemampuan yang telah ditetapkan. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes yang berisi petunjuk dan perintah menulis teks eksplanasi dan rubrik penilaian yang digunakan sebagai dasar menganalisis data. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, kemudian dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rumus untuk menentukan kualifikasi kemampuan siswa. Berdasarkan  hasil analisis dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan berikut. Pertama, kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan  dilihat dari aspek struktur. Dalam penulisan judul, siswa mampu menampilkan isu atau persoalan pada judul yang dibuat, sebagian besar siswa (95,7%) berkualifikasi mampu dan sebagian kecil (4,3%) berkualifikasi sangat mampu. Dalam menulis pernyataan umum, siswa sangat mampu menuliskan pengantar yang berisi gambaran awal tentang suatu topik yang akan dijelaskan meliputi proses keberadaannya, terjadi ataupun proses terbentuknya suatu fenomena, sebagian besar siswa berkualifikasi  sangat mampu (38,5%), mampu (35,8%), sebagian kecil kurang mampu (21,4%) dan belum mampu (4,3%). Dalam menulis deret penjelas, siswa sangat mampu menuliskan rincian penjelasan tahap suatu proses mengapa dan bagaimana suatu fenomena bisa terjadi, sebagian besar siswa berkualifikasi  sangat mampu (40%) dan mampu (35,8%), dan sebagian kecil kurang mampu (21,4%), dan belum mampu (2,9%). Dalam menulis penutup, siswa sangat mampu menuliskan kesimpulan di akhir teks serta opini tentang kejadian suatu fenomena yang sedang terjadi, sebagian besar siswa berkualifikasi  sangat mampu (57,25%) dan mampu (28,57%), sebagian kecil kurang mampu (11,43%) dan belum mampu (2,9%). Dari hasil analisis diatas yang kurang mampu dalam menulis struktur teks eksplanasia adalah pernyataan umum pernyataan umum Kedua, kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan  dilihat dari aspek kebahasaan. Dalam penulisan istilah teknis, siswa mampu menuliskan istilah berupa kata atau gabungan kata yang memiliki arti khusus yang tepat dan sesuai untuk menggunakan proses, keadaan, atau sifat fenomena yang dijelaskan, sebagian besar siswa (85,7%) berkualifikasi sangat mampu dan sebagian kecil (14,3%) berkualifikasi mampu. Dalam menulis konjungsi sebab-akibat siswa mampu menggunakan konjungsi dengan tepat, sebagian besar siswa berkualifikasi  sangat mampu (64,3%), dan sebagian kecil (35,7%) berkualifikasi mampu. Dalam kalimat penjelas, secara keseluruhan siswa mampu menuliskan kalimat penjelas berupa definisi, proses, atau tahapan suatu peristiwa dan bukan masa lalu secara lengkap dan tepat sesuai dengan fenomena yang dijelaskan, sebagian besar siswa berkualifikasi  sangat mampu (64,3%) dan mampu (28,6%), dan sebagian kecil kurang mampu (7,1%). Dalam menulis ejaan, siswa sangat mampu tidak terdapat kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital secara ilmiah, sebagian besar siswa (78,7%) berkualifikasi mampu dan sebagian kecil (21,4%)  berkualifikasi sangat mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada dua pihak yaitu kepada guru bahasa Indonesia, temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merencanakan materi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Dari hasil analisis yang kurang mampu dalam menulis struktur teks eksplanasia adalah pernyataan umum. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin mengambil atau melakukan penelitian sejenis dianjurkan mengambil fokus penelitian yang sifatnya lebih luas dan dengan subjek yang berbeda. Hal tersebut bertujuan menambah kajian dan temuan yang lebih akurat ketika menulis teks eksplanasi

    DEIKSIS DALAM TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Ulla, Suhu. 2018. Deiksis dalam Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.   Kata kunci :bentuk deiksis persona, bentuk deiksis non persona, penggunaan deiksis, kata sapaan. Sebuah wacana kelas hendaknya mengandung unsur-unsur kebahasaan Tertentu untuk menunjang tercapainya tujuan interaksi antara guru dengan siswa. Unsur-unsur kebahasaan tersebut dapat berupa kode bahasa atau bentuk bahasa. Deiksis merupakan salah satu bentuk bahasa yang ikut mendukung tercapainya suatu tujuan atau maksud sebuah tuturan dalam kelas.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan deiksis yang terdapat dalam tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang dengan dua sub tujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis, baikbentuk deiksis persona maupun bentuk deiksis non persona, serta mendeskripsikan penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh beberapa aspek pragmatik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis data pada penelitian ini adalah pedoman perekaman tuturan sumber data, pedoman pencatatan lapangan, pedomantranskripsi data, pedomanelisitasi data, sertapedomananalisis data. Data yang diperoleh berupa data verbal, yaitu deiksis yang terdapat pada tindak tutur direktif guru bahasa dalam proses belajar mengajar. Sumber data penelitian ini ialah tuturan direktif guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lumajang.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman tuturan sumber data menggunakan alat perekam (kamera digital).Selain teknik perekaman, peneliti juga menggunakan teknik pencatatan lapangan untuk memperoleh data lapangan.Analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan pedoman analisis data, yaitupeneliti membaca kembali tuturan direktif guru yang mengandung kata deiktis. Kemudian, peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengodifikasi kata deiktis dalam tuturan direktif tersebut sesuai dengan kategorisasi bentuk deiksis dan fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bentuk deiksis dan juga penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh beberapa aspek.Bentuk deiksis yang ditemukan bentuk deiksis persona I tunggal (saya), bentuk deiksis persona I jamak (kita), bentuk deiksis persona II tunggal (kamu, kata ganti milik ‘-mu’, namadiri, sapaan ‘Le’), bentukdeiksis persona II jamak (kamu, kata gantimilik ‘-mu’, kata ganti milik ‘-nya’, nama diri, sapaan ‘Rek’, sebutan kelompok orang), bentuk deiksis III tunggal (nama diri dan nama diri disertai penanda kesenioritasan), bentukdeiksis persona III jamak (nama jenis profesi dan sebutan kelompok orang), bentuk deiksis ruang yang referennya dekat dengan penutur (ini dan di sini) dan jauh dari penutur (itu dan di situ), serta bentuk deiksis waktu yang referennya berada di masa lalu (tadi dan kemarin), sekarang (sekarang dan hari ini), dan masa akan datang (nanti, Minggu depan, dan Selasa depan). Sedangkan penggunaan bentuk deiksis yang dipengaruhi oleh aspek pragmatik adalah penggunaan semua bentuk deiksis, baik deiksis persona maupun non persona di pengaruhi oleh lima aspek pragmatik, yaitu aspek(1) pribadi si penutur atau orang pertama, (2) anggapan penutur terhadap kedudukan sosial dan relasinya dengan orang yang diajak bicara, (3) kehadiran orang ketiga, (4) bentuk wacana, serta (5) adegan tutur dan lingkugan tutur. SUMMARY Ulla, Suhufil. 2018. Deixis in Directive Speech Acts of Indonesian Language Teachers at Junior High School 1 Lumajang. Department of Indonesian, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. H. Suparno.   Keywords: forms of person deixis, forms of nonperson deixis, the use of deixis,  greetings. A class discourse should contain certain language features that may assist to meet the interaction purposes between a teacher and students. Those language features can be in the form of codes or language forms. Deixis is one of the language forms that contributes to support the deliverance of an aim or a purpose of a discourse in a class. The aim of this study is to describe deixis in directive speech acts of Indonesian language teachers at Junior High School 1 Lumajang with two accompanying sub-objectives, which are describing the forms of deixis, including both person and nonperson deixis, and describing the use of deictic forms affected by several pragmatic aspects as well. The approach used in this study is qualitative with descriptive study as the design. The instruments used in data collection and data analysis are based on guidelines for data source recording, field logging, data transcription, data elicitation, and data analysis. The gathered data are verbal data, which are deixis within teachers’ directive speech acts during the learning and teaching activities. The data sources of this study are derived from Indonesian language teachers at Junior High School 1 Lumajang’s directive speech acts. The data are gathered by recording the speech of the subjects using a recording tool (digital camera). Besides recording technique, the researcher also employs field logging technique to gather field data. The data analysis in this study is done according to the guidelines for data analysis, in which the researcher re-reads teachers’ directive speech which contains deictic words. Then, the researcher identifies, clarifies, and modifies the deictic words within the directive speech according to the categorization of deixis forms and the focus of the study. Based on the result of the data analysis, it is found that the deictic forms and its use are affected by several aspects. The discovered deictic forms are singular person deixis I (I), plural person deixis I (we), singular person deixis II (you, possessive pronoun ‘your’, name, referral ‘Le’), plural person deixis II (you, possessive pronoun ‘your’, possessive pronoun ‘their, his, her’, referral ‘Rek’, referral for groups), singular person deixis III (name and name equipped with honorifics that shows seniority), plural person deixis III (occupation name and referral for groups), spatial deixis showing place near the speaker (here and this) and place not near the speaker (there and that), and time deixis referring the past (last and yesterday), present (now and today), and future (later, next week, and next Tuesday). While the use of deictic forms affected by pragmatic aspects includes all forms of deixis, both person and nonperson deixis are affected by five pragmatic aspects, which are (1) the first person/speaker, (2) the speaker’s perception towards social status and the relationship with the listeners, (3) the existence of the third person, (4) discourse forms, and (5) speech acts and the surroundings

    Tema dan Tokoh dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Cerpen merupakan salah satu bentuk prosa fiksi. Teks cerpen berbentuk narasi dari hasil pemikiran pengarang yang habis dibaca dalam sekali duduk. Terdapat dua unsur pembangun cerpen, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik terdiri dari tema, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Kedelapan unsur tersebut saling berkaitan sehingga terbentuk cerita yang utuh. Tema dan tokoh merupakan unsur intrinsik yang menarik untuk dikaji karena kedua unsur tersebut mempunyai keterkaitan, yaitu tema menjadi ide pokok permasalahan yang dihadapi oleh tokoh di dalam sebuah cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tema dan tokoh dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini merupakan kutipan teks cerpen yang memenuhi aspek deskripsi tentang tema dan tokoh dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Sumber data penelitian ini adalah 14 teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung yang digunakan adalah tabel analisis. Analisis penelitian ini meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan data dengan membaca berulang dengan cermat dan diskusi dengan pakar atau pembimbing. Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang tema dan tokoh dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Pada unsur tema ditemukan empat jenis tema, yaitu tema pendidik ideal (1 buah cerpen), tema persahabatan (8 buah cerpen), tema kurang kasih sayang (2 buah cerpen), dan tema cinta karena kebiasaan (3 buah cerpen). Pada unsur tokoh ditemukan empat tokoh, yakni tokoh utama-protagonis (22 tokoh), tokoh utama-antagonis (8 tokoh), tokoh tambahan-protagonis (23 tokoh), dan tokoh tambahan-antagonis (7 tokoh). Berdasarkan hasil analisis 14 teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang yang telah dilakukan, terdapat sebuah tema yang dominan digunakan oleh siswa dalam penulisan teks cerpen. Tema tersebut yakni tema persahabatan. Tokoh yang dominan digunakan oleh siswa dalam penulisan teks cerpen, yakni tokoh yang bersifat protagonis, baik tokoh utama maupun tokoh tambahan. Status sosial tokoh yang dominan digunakan oleh siswa dalam penulisan teks cerpen, yakni anak sekolah, orang tua, dan guru. Jenis kelamin tokoh utama yang dominan digunakan oleh siswa dalam penulisan teks cerpen, yaitu tokoh utama berjenis kelamin perempuan. Terdapat tiga penamaan tokoh yang dominan digunakan oleh siswa dalam penulisan teks cerpen. Penamaan tokoh tersebut (1) penamaan tokoh khas Jawa, (2) penamaan tokoh bergaya kebarat-baratan, dan (3) penamaan tokoh khas Korea Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga saran yang ditujukan kepada beberapa pihak. Pertama, kepada siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang disarankan untuk membaca berbagai sumber tentang karya sastra, khususnya teks cerpen, agar keterampilan menulis teks cerpen para siswa lebih meningkat serta agar tema yang diangkat lebih beragam. Kedua, kepada guru bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan materi, contoh, dan media yang lebih bervariasi dalam mengajarkan unsur intrinsik teks cerpen, sehingga pemilihan tema yang akan diangkat oleh siswa dalam penulisan teks cerpen lebih bervariasi. Ketiga, kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan mengembangkan fokus masalah terkait penulisan teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang agar memperoleh hasil penelitian tentang unsur intrinsik yang lebih luas serta sesuai dengan perkembangan teks cerpen masa kini

    Survei Kadar Eri trosit dan Kapasitas Vital Paru Atlet Karate di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Antoro, M, Y. 2017, Survei Kadar Eritrosit dan Kapasitas Vital Paru Atlet Karate di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Olivia Andiana. S.Or, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.   Kata Kunci: Karate, Eritrosit, Kapasitas Vital Paru.   Olahraga prestasi memerlukan daya tahan kardiorespirasi yang optimal. Olahraga karate merupakan olahraga prestasi yang membutuhkan daya tahan optimal. Olahraga mempengaruhi sistem pernapasan meningkatkan kapasitas vital paru dan mempengaruhi sistem sirkulasi meningkatkan eritrosit. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah melalui paru sehingga menyebabkan oksigen dapat berdifusi ke dalam kapiler paru dengan volume yang lebih besar atau maksimum sehingga kapasitas vital pada seorang atlet lebih besar daripada orang yang tidak rutin berolahraga. Olahraga mempengaruhi fungsi  paru-paru  pada  atlet mengakibatkan  peningkatan  kapasitas vital  paru  dan  mengembangkan  daya tahan  yang  lebih  besar  pada  otot pernapasan. Olahraga meningkatnya produksi dan jumlah sel eritrosit yang diakibatkan latihan olahraga ini akan meningkan jumlah  kadar hemoglobin total dalam darah, peningkatan konsentrasi hemoglobin ini akan meningkatkan ambilanoksigen maksimal walaupun  parameter hematologi lainnya tidak banyak berubah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan antara kadar eritrosit dan kapasitas vital paru atlet karate di Universitas Negeri Malang dengan melakukan latihan karate. Rancangan penelitianini menggunakan Rancangan non-eksperimen, yaitu penelitian deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 19 atlet karate Universitas Negeri Malang dengan mengambil sampel 10 atlet pria dan menggunakan purposive sampling untuk menentukan sampel. Teknik purposive sampling menggunakan pertimbangan tertentu dalam memilih sampel secara spesifik sesuai kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini dengan kriteria sebagai berikut: (a) atlet karate di Universitas Negeri Malang, (b) minimal pernah juara 3 (tiga) dalam kejuaraan antar mahasiswa atau kejuaraan umum (open) ditingkat propinsi, (c) aktif berlatih dan masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan instrumen tes dan pengukuran kadar eritrosit  darah dan kapasitas vital paru atlet karate di Universitas Negeri Malang dengan tes labolatorium untuk tes kadar eritrosit dan menggunakan alat spirometer untuk tes kapasitas vital paru. Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan program komputer Statistical Package of Special Science (SPSS) 22.0 forWindowsdan dilakukan analisis data oleh peneliti menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar eritrosit dan kapasitas vital paru atlet karate Universitas Negeri Malang menunjukkan5587000,0000 Sel/ul dan, 3500,0000 ml dari nilai kadar eritrosit dan kapasitas vital paru normal. Pada kadar eritrosit atlet karate Universitas Negeri Malang normal dan kapasitas vital paru normal kategori sedang.Peningkatan terbesar diketahui pada kadar eritrositdaripada kapasitas vital paru pada atlet karate Universitas Negeri Malang dengan latihan intensitas tinggi

    Tindak Tutur Direktif dalam Talkshow Mata Najwa

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRACT: The objective of this study is describing  form, function, and strategy on the directive speech act in Mata Najwa talkshow.   Design approach which is used is qualitative with descriptive research design. The result that is obatined from the following research. First, First, there are several forms of directive speech act found, (1) requestives form, (2) question form, (3) requirements form, (4) prohibitives form, (5) permissives form, and (6) advisories form. That form is found in slot comunication at Mata Najwa talkshow. Second, the function of directive speech act (1) requestives function consist of demand, asking, and inviting, (2) question function consist of questioning, inquiring, and interrogating, (3) requirement function consist of commanding and directing, (4) prohibitives function consist of prohibiting and restricting, (5) permissives function consist of approving and allowing, and (6) advisories function consist of approving, advising, and suggesting. Third, there are two strategy on directive speech act. The utterance is direct and indirect strategy.   Keywords: speech acts, directive, Mata Najwa   ABSTRAK Kata Kunci: tindak tutur, direktif, Mata Najwa   ujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan strategi tindak tutur direktif dalam Talkshow Mata Najwa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif.  Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat bentuk tindak tutur direktif (1) permintaan, (2) pertanyaan, (3) perintah, (4) larangan, (5) pemberian izin, (6) anjuran. Bentuk-bentuk tersebut ditemukan dalam slot komunikasi. Kedua, terdapat fungsi tindak tutur direktif (1) permintaan terdiri dari meminta, mengajak, dan mengundang, (2) pertanyaan terdiri dari bertanya, berinkuiri, dan menginterogasi, (3) perintah terdiri dari mengomando dan mengarahkan, (4) larangan terdiri dari melarang dan membatasi, (5) pemberian izin terdiri dari menyetujui dan membolehkan, dan (6) anjuran terdiri dari mengizinkan, menasihatkan, mengusulkan, dan menyarankan. Ketiga, terdapat dua strategi penyampaian tindak tutur direktif yaitu strategi langsung dan tidak langsung

    Rivalitas Tradisi dan Modernitas dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam: Kajian Pascakolonial

    No full text
    ABSTRAK Fatimah, Siti. 2018. Rivalitas Tradisi dan Modernitas dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam: Kajian Pascakolonial. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.Kata Kunci: novel, rivalitas, pascakolonialNovel merupakan cerita fiksi yang mengisahkan perjalanan hidup para tokohnya dengan segala permasalahan didalam kehidupan manusia. Kajian pascakolonial merupakan istilah yang penuh kontradiksi dan kualifikasi. Melalui praktik dan bentuknya, seperti pendudukan, perbudakan, pemindahan penduduk, pemaksaan bahasa dan penggantian budaya. Dalam permasalahan ini kajian pascakolonial terhadap karya sastra mulai memunculkan polemik kebudayaan antara dua kubu dalam masyarakat. Sehingga, ketika dua budaya bertemu dan bertentangan dan salah satu dari keduanya lebih superior dari pada yang lain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan rivalitas tradisi dan modernitas dalam novel Jalan Menikung karya Umar Kayam yang meliputi: (1) pandangan hidup dan (2) gaya hidup.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri. Sumber data yang terkait adalah novel Jalan Menikung karya Umar Kayam. Data berupa paparan bahasa (teks tertulis) dalam novel. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, pandangan hidup tradisi dan modern membentuk rivalitas antara budaya Barat dan Timur yang keduanya tidak terjadi adanya pergeseran. Namun, saling kuat pada posisi masing-masing. Selain itu, disatu sisi juga menunjukkan adanya kelas superior dan inferior dalam novel Jalan Menikung. Pandangan tersebut yaitu: (a) pandangan hidup progresif, (b) pandangan hidup spiritual, dan (c) pandangan hidup rasional. Kedua, gaya hidup tradisi dan modern membentuk rivalitas antara budaya Barat dan Timur yang keduanya tidak terjadi adanya pergeseran. Namun, saling kuat pada posisi masing-masing. Selain itu, disatu sisi juga menunjukkan adanya kelas superior dan inferior dalam novel Jalan Menikung, gaya tersebut antara lain: (a) gaya hidup kebarat-baratan, (b) gaya hidup hibrid, dan (c) gaya hidup hedonis.             Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian yang sejenis dari sudut pandang yang berbeda dan diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar atau referensi, bagi pembaca, penelitian dapat digunakan sebagai bentuk pemahaman dan pengetahuan tambahan mengenai bentuk kajian pascakolonial dalam sebuah karya sastra khususnya novel, serta bagi lembaga atau institusi pendidikan, dari hasil penelitian ini diharapkan peserta didik dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran sastra khususnya apresiasi karya sastra

    CITRAAN ALAM DALAM ANTOLOGI PUISI REFREIN DI SUDUT DAM KARYA D. ZAWAWI IMRON

    No full text
    ABSTRAK: Puisi sebagai karya sastra diciptakan untuk memberikan gambaran yang jelas, untuk menimbulkan suasana yang khusus, untuk membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan, dan juga untuk menarik perhatian. Gambaran-gambaran angan dalam puisi disebut citraan. Lewat puisi, seorang penyair dapat menciptakan imaji yang segar dan hidup serta berada dalam puncak keindahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis citraan, fungsi citraan, dan objek alam yang terdapat dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam karya D. Zawawi Imron. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa citraan yang terdapat dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam karya D. Zawawi Imron. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Hasil penelitian memperoleh tiga temuan. Pertama, Jenis citraan yang paling banyak dipakai adalah penglihatan. Jenis citraan alam ini memperlihatkan gambaran pengalaman pengarang selama di Belanda. Kedua, fungsi citraan yang paling banyak ditemukan dalam puisi adalah menghidupkan gambaran dalam penginderaan dan pikiran. Ketiga, dilihat dari objeknya, memiliki kecenderungan pada penggunaan tempat, benda-benda, lingkungan alam, dan peristiwa yang secara tekstual menunjukkan gambaran interaksi di lingkungan Belanda. Kata Kunci: puisi, wujud citraan, dan fungsi citraan.   ABSTRCT: Poetry as a literary work created to provide a clear picture, to create a special atmosphere, to create a more vivid picture in the mind and sensing, and also to attract attention. The images of fantasy in rhyme called imagery. Through poetry, the poet can create images that are fresh and lively, and the peak of beauty. The purpose of this study is to describe the types of images, imagery functions, and natural objects contained in the anthology of poetry Refrein di Sudut Dam by D. Zawawi Imron. The method used in this research is descriptive qualitative method. This type of research is library research (library research). The data used in this study is the data written in the form of images contained in a collection of poems in the State Mangkutak Prosaliris Rusli work Marzuki Saria. The technique used to collect data in this research is the technique of reading log. The results obtained three findings. First, the most common type of imagery is vision. This type of natural imagery shows an overview of the author's experience while in the Netherlands. Second, the most common image function in poetry is to enliven the image in sensing and the mind. Third, judging by its object, it has a tendency towards the use of places, objects, natural environment, and events that textually show the picture of interaction in the Netherlands, Keywords: poetry, from of imagery, and function of imagery.

    WACANA PERSUASIF DALAM HARIAN KOMPAS (ONLINE): ADVERTORIAL DAN PROPAGANDA

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANKusumaningtyas, Retno. 2018. Wacana Persuasif dalam Harian Kompas (Online): Advertorial dan Propaganda. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:            Prof. Dr. Dawud, M.Pd.Kata Kunci: wacana persuasif, harian Kompas, unsur, teknik, pola            Berdasarkan media penyampaian pesannya, wacana ada dua jenis yaitu wacana tulis dan wacana lisan.Wacana tulis disampaikan melalui media massa.Surat kabar merupakan salah satu bentuk dari media massa yang telah beroperasi di Indonesia. Surat kabar pada umumnya berbentuk cetak.Namun, saat ini masyarakat lebih mudah mendapat informasi karena perkembangan teknologi.Masyarakat dapat membaca semua informasi dan peristiwa yang terjadi melalui gawai masing-masing. Informasi dan peristiwa tersebut merupakan informasi yang aktual dan faktual sama halnya dengan informasi yang terdapat dalam media cetak. Salah satu surat kabar yang memiliki kredibilitas dengan standar yang tinggi adalah harianKompas.Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa harianKompastercatat sebagai anggota Audit Bureau of Circulation (ABC) yang berkedudukan di Sydney, Australia.Audit Bureau of Circulation (ABC) adalah organisasi dunia yang bertanggung jawab atas informasi yang dianggap terpercaya dan digunakan secara meluas untuk sirkulasi majalah dan surat kabar. Salah satu wacana persuasif yang dimuat di dalam Harian Kompasadalah advertorial dan propaganda.Wacana persuasif digunakan sebagai alat untuk memengaruhi, mengajak, dan meyakinkan pembaca untuk berbuat sesuatu.Oleh sebab itu, perlu dianalisis lebih mendalam tentang unsur, teknik, dan pola yang digunakan dalam wacana persuasif agar tujuan persuasif tersebut tercapai.Secara umum, penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan unsur, teknik, dan pola wacana persuasif dalam harian Kompas (online).            Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis analisis teks.Data penelitian ini berupaadvertorial dan propaganda.Data advertorial berjumlah 14 data dan data propaganda berjumlah 6 data.Sumber data penelitian ini adalah wacana persuasif dalam harian Kompasberbasis online terbitan tanggal 31 September 2017 sampai tanggal 16 November 2017.Data tersebut dianalisis berdasarkan tiga fokus, yaitu unsur, teknik, dan pola wacana persuasif.Hasil analisis data tersebut disimpulkan berdasarkan fokus penelitian dan disajikan dalam bentuk laporan hasil penelitian.            Berdasarkan analisis data, ditemukan 20 data wacana persuasif dalam harian Kompas.Wacana persuasif tersebut memiliki unsur, teknik, dan pola untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh penulis wacana.Unsur wacana persuasif dalam harian adalah fakta, ajakan, moto, keunggulan, dan pengukuhan.Unsur tersebut berupa fakta yang diperoleh dari data penelitian dan fakta yang diperoleh dari pengalaman penulis; ajakan langsung dan ajakan tidak langsung; moto sebagai pedoman hidup dan moto untuk menggambarkan sifat atau kegunaan benda; keunggulan berupa perbandingan kebaikan dengan produk lain, tempat produksi, dan prestasi; serta pengukuhan berupa pemikiran penulis/ narasumber lain dan berupa fakta/ ajakan.Wacana persuasif dalam harian Kompas didominasi oleh unsur ajakan.Hal ini membuktikan bahwa wacana persuasif pada hakikatnya bertujuan untuk mengajak pembaca meyakini dan melakukan suatu hal yang dipersuasikan.            Teknik wacana persuasif dalam harian Kompas adalahteknik kompensasi teknik rasionalisasi, teknik sugesti, teknik identifikasi, dan teknik konformitas. Teknik tersebut berupateknik kompensasi berupa pengganti tindakan dan keadaan; teknik rasionalisasi berdasarkan fakta pengalaman penulis dan teknik rasionalisasi berdasarkan fakta data penelitian; teknik sugesti yang menggunakan kata-kata menarik dan melebih-lebihkan tanpa memberi dasar yang logis; teknik identifikasi berupa solusi langsung dan solusi tidak langsung; serta teknik konformitas berupa menjadikan diri serupa dengan suatu hal yang lain.Teknik yang sering digunakan pada wacana persuasif dalam harian Kompas adalah teknik kompensasi karena penulis wacana cenderung menawarkan beberapa pilihan berupa tipsi-tips kepada pembaca.            Pola wacana persuasif dalam harian Kompasadalah pola deduktif dan pola induktif.Pola deduktif merupakan pola pengembangan gagasan dari umum (gagasan inti) ke khusus.Pola deduktif tersebut berupa pola deduktif susun tertib dan pola deduktif susun tak tertib.Pola induktif merupakan pola pengembangan gagasan dari khusus ke umum (gagasan inti).Pola induktif tersebut berupa pola induktif susun tertib dan pola induktif susun tak tertib.Gagasan inti pada kedua pola tersebut berupa ajakan langsung dan ajakan tidak langsung.Pola yang sering digunakan pada wacana persuasif dalam harian Kompas(online) adalah pola deduktif karena wacana tersebut diterbitkan secara online dan berita yang disampaikan diperbarui dengan cepat.Dengan demikian, pembaca dituntut dapat menangkap informasi dengan cepat dan tepat.Oleh sebab itu, pola yang mendominasi adalah pola deduktif.            Unsur, teknik, dan pola persuasif tersebut digunakan agar tujuan persuasi tercapai.Tujuan persuasi tersebut adalah memengaruhi, mengajak, dan meyakinkan pembaca untuk melakukan suatu hal.Ajakan yang disampaikan berupa ajakan langsung dan ajakan tidak langsung.Ajakan langsung disampaikan secara langsung menggunakan kalimat imperatif.Ajakan tidak langsung disampaikan berupa kalimat deklaratif.            Dalam menulis wacana persuasif, para jurnalis hendaknya menggunakan bahasa yang efektif dan efisien untuk menyampaikan pesan kepada pembaca.Hal ini disebabkan oleh wacana persuasif yang diterbitkan secara online diperbarui dengan cepat sehingga pembaca juga harus memahami informasi dengan cepat. Penelitian ini dilakukan khusus pada unsur, teknik, dan pola wacana persuasif dalam harian Kompas(online).Oleh sebab itu, peneliti lain yang sejenis dapat melakukan penelitian lanjutan dengan pembahasan yang lebih spesifik dan ruang lingkup yang lebih luas yaitu tentang ragam bahasa komunikasi media massaonline

    PERSUASI DALAM TEKS PIDATO KARYA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 15 MALANG

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur persuasi dalam teks pidato karya siswa, model persuasi dalam teks pidato karya siswa, dan teknik persuasi dalam teks pidato karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang datanya diperoleh dari kata-kata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan kegiatannya berupa analisis teks. Pendekatan ini dipilih karena data penelitian ini berupa persuasi dan sumber data yang dikumpulkan berupa dokumen, yakni teks pidato. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang dapat memberi pesan persuasi yang ada pada teks pidato. Siswa dapat memberi pesan persuasi sesuai dengan tema yang telah ditetapkan yakni adiwiyata dan pencemaran lingkungan. Pada model persuasi siswa dapat memberi pesan dengan model heuristik karena siswa lebih banyak memberi pesan dengan model yang sederhana. Selanjutnya, pada teknik persuasi, siswa dapat memberi pesan dengan menggunakan teknik integrasi karena dalam pesan tersebut terdapat perkataan “kita”.   Kata kunci: unsur persuasi, model persuasi, teknik persuasi, teks pidat

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇