SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    IKAWI: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA LISAN BAHASA JAWA KEMASAN MULTIMEDIA

    No full text
    ABSTRAK   Media digital pembelajaran menyimak bahasa Jawa sangat dibutuhkan khususnya di tingkat pendidikan menengah. Fungsi penggunaan media menyimak tidak lain untuk menarik minat pebelajar fasih berbahasa dan ‘mempertahankan’ bahasa Jawa. Pada satu sisi sastra lisan berbahasa Jawa menjadi sebuah khasanah yang berpotensi mengandung kekayaan materi dan nilai- nilai luhur. Ikrar Kajat sebagai salah satu rupa sastra lisan berbahasa Jawa di sekitar lereng gunung Kawi berpotensi sebagai materi pembelajaran sastra lisan berbasis responsi kesusastraan lokal. Tujuan pengembangan aplikasi multimedia produk Ikawi adalah menjawab kebutuhan media menyimak serta pemertahanan sastra lisan lokal melalui pembelajaran bahasa Jawa berbasis multimedia

    Teknik Persuasi dan Bahasa Iklan dalam Iklan Gojek di Youtube

    No full text
    ABSTRAK   Iklan merupakan tuturan yang berisi ajakan kepada pendengar. Setiap iklan menggunakan teknik-tenik persuasi tertentu untuk menunjang tercapainya tujuan pengiklan dalam menyampaikan pesan. Teknik-teknik persuasi tersebut disampaikan melalui bahasa iklan. Gaya bahasa dan bentuk kalimat berdasarkan isinya merupakan salah satu bentuk bahasa iklan yang ikut mendukung tercapainya tujuan dan maksud sebuah iklan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan teknik persuasi dan bahasa iklan dalam iklan Gojek di Youtube. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini adalah daftar panduan perekaman wacana unduhan sumber data, panduan transkripsi wacana unduhan sumber data, panduan pengumpulan data, dan panduan analisis data. Data yang diperoleh berupa data verbal, yaitu penggalan-penggalan teks wacana unduhan iklan Gojek di Youtube yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder, yakni sumber data primer berupa wacana unduhan iklan Gojek di Youtube sedangkan sumber data sekunder berupa teks transkripsi wacana unduhan sumber data iklan Gojek di Youtube. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wacana unduhan sumber data sumber data menggunakan aplikasi SaveFrom.Net. Selain itu, analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai panduan analisis data, yaitu peneliti membaca kembali teks transkripsi wacana unduhan sumber data yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Kemudian, peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengkodifikasi teknik persuasi dan bahasa ikln sesuai dengan kategorisasi bentuk teknik persuasi dan bahasa iklan sesuai fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan teknik persuasi dan bahasa iklan. Pertama, teknik persuasi yang ditemukan adalah teknik ketidaksesuasian perilaku, teknik pengunggulan layanan jasa, teknik stimulas dengan hadiah, teknik pendekatan empati, teknik pengalihan pesan, teknik pemanfaatan popularitas, teknik pencitraan positif, dan teknik kolaborasi. Kedua, bahasa iklan pada penelitian ini terdiri atas dua bagian. Jika dilihat dari gaya bahasa, iklan Gojek ini menggunakan gaya bahasa erotesis, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa polisidenton, gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antiklimaks, dan gaya bahasa percakapan. Jika dilihat dari bentuk kalimat berdasarkan isinya, terdapat kalimat deklaratif, dan kalimat imperatif

    Teknik Persuasi dan Bahasa Iklan dalam Iklan Gojek di Youtube

    No full text
    ABSTRAK   Iklan merupakan tuturan yang berisi ajakan kepada pendengar. Setiap iklan menggunakan teknik-tenik persuasi tertentu untuk menunjang tercapainya tujuan pengiklan dalam menyampaikan pesan. Teknik-teknik persuasi tersebut disampaikan melalui bahasa iklan. Gaya bahasa dan bentuk kalimat berdasarkan isinya merupakan salah satu bentuk bahasa iklan yang ikut mendukung tercapainya tujuan dan maksud sebuah iklan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan teknik persuasi dan bahasa iklan dalam iklan Gojek di Youtube. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini adalah daftar panduan perekaman wacana unduhan sumber data, panduan transkripsi wacana unduhan sumber data, panduan pengumpulan data, dan panduan analisis data. Data yang diperoleh berupa data verbal, yaitu penggalan-penggalan teks wacana unduhan iklan Gojek di Youtube yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder, yakni sumber data primer berupa wacana unduhan iklan Gojek di Youtube sedangkan sumber data sekunder berupa teks transkripsi wacana unduhan sumber data iklan Gojek di Youtube. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wacana unduhan sumber data sumber data menggunakan aplikasi SaveFrom.Net. Selain itu, analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai panduan analisis data, yaitu peneliti membaca kembali teks transkripsi wacana unduhan sumber data yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Kemudian, peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengkodifikasi teknik persuasi dan bahasa ikln sesuai dengan kategorisasi bentuk teknik persuasi dan bahasa iklan sesuai fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan teknik persuasi dan bahasa iklan. Pertama, teknik persuasi yang ditemukan adalah teknik ketidaksesuasian perilaku, teknik pengunggulan layanan jasa, teknik stimulas dengan hadiah, teknik pendekatan empati, teknik pengalihan pesan, teknik pemanfaatan popularitas, teknik pencitraan positif, dan teknik kolaborasi. Kedua, bahasa iklan pada penelitian ini terdiri atas dua bagian. Jika dilihat dari gaya bahasa, iklan Gojek ini menggunakan gaya bahasa erotesis, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa polisidenton, gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antiklimaks, dan gaya bahasa percakapan. Jika dilihat dari bentuk kalimat berdasarkan isinya, terdapat kalimat deklaratif, dan kalimat imperatif

    PotretNilai-NilaiPendidkanKarakterDalamSendratasikKususmaYajnaKaryaPuspaZanuarAsmaranty

    No full text
    ABSTRAK   Penanaman pendidikan karakter dewasa ini sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan mulai lunturnya karakter bangsa pada generasi muda sebagai akibat dari masuk dan berkembangnya budaya global ke Indonesia. Berkembangnya budaya global di Indonesia terjadi sebagai akibat arus globalisasi yang dimudahkan dengan bebasnya akses informasi. Budaya global merupakan suatu bentuk penyeragaman, dominasi, dan bahkan hegemoni negara-negara yang memiliki kebudayaan yang lebih kuat dibandingkan dengan negara-negara lain. Kebudayaan Global tersebut telah mendominasi segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan pemertahanan dan penggalian kembali karakter-karakter berkebangsaan sebagai cermin bangsa yang ‘berbudaya’ sebagai cara untuk mencegah tendensi budaya global yang negatif, Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah tendensi budaya global yang negatif adalah melalui karya seni pertunjukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka. Objek dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter dalam pementasan Sendra tasik Kusuma Yajna Karya Puspa Zanuar Asmaranty. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis teks, yaitu membahas sekaligus sebagai kerangka berfikir untuk mengumpulkan data dan menyusun data yang telah terkumpul. Peneliti juga menggunakan metode deskriptif dan induktif, metode deskriptif yaitu peneliti menguraikan secara teratur konsepsi buku, sedangkan metode induktif yaitu menganali sabuku yang kemudian mengambil kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini meliputi pengertian Sendra tasik Kusuma Yajna, Potret pertunjukan Sendratasik Kusuma Yajna, latar belakang terwujudnya Sendra tasik Kusuma Yajna,Unsur-unsur yang terdapat dalam Sendra tasik Kusuma Yajna,serta potret nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam dialog tokoh-tokoh, tembang, dan lelagon yang ada dalam pementasan tersebut. Nilai-nilai pendidikan karakter yang dikaji dalam penelitian ini disesuaikan dengan niliai-nilai pendidikan karakter versi kemendiknas tahun 2010

    Gaya Bahasa Teks Sastra yang Digunakan dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    ABSTRAK   Rangin, Gigih. 2018. Gaya Bahasa Teks Sastra yang Digunakan dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.   Kata kunci: gaya bahasa, perubahan makna, dan teks sastra. Kemampuan berbahasa akan mempermudah seseorang bertukar informasi dengan baik. Berkaitan dengan kebermanfaatan kemampuan bahasa bagi seseorang, pemerintah mencanangkan kurikulum 2013 dengan berbagai macam teks pada seluruh jenjang pendidikan. Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa dikenalkan dengan berbagai macam teks yang sebenarnya jenis teks digolongkan menjadi dua jenis yakni teks sastra dan teks non-sastra. Teks sastra ialah teks yang bertujuan untuk menggugah emosi dan imajinasi pembaca. Teks sastra tentu saja tidak akan lepas dari peran gaya bahasa didalamnya. Gaya bahasa selalu digunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menghadirkan suatu efek yang indah serta dapat membangun emosi dari pembaca. Penggunaan gaya bahasa dalam teks sastra menjadikan isi teks memiliki makna yang tersirat, sehingga pembaca tidak dengan mudah langsung mengartikan apa yang pengarang sampaikan dalam tulisan. Penggunaan gaya bahasa tentu tidak terlepas dari perubahan makna yang terjadi pada sebuah kata. Perubahan makna kata dalam teks sastra berkaitan dengan kata majas dan kata literal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam teks sastra, (2) mendeskripsikan terjadinya perubahan makna majas dari makna literal yang terdapat dalam teks sastra pada bahan ajar bahasa Indonesia kelas VII SMP. Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi atau penelitian deskriptif. Data penelitian pada penelitian ini berupa unit teks yakni frasa atau kata-kata yang menunjukkan paparan deskripsi penggunaan gaya bahasa dan perubahan makna majas pada teks sastra dalam bahan ajar siswa SMP. Serta sumber data penelitian ini berupa teks sastra yang terdapat pada bahan ajar siswa SMP kelas VII. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan ialah peneliti sebagai instrumen kunci, serta instrumen yang digunakan ialah pedoman pengumpulan data dokumen, pedoman analisis gaya bahasa retoris, pedoman analisis gaya bahasa kiasan, dan pedoman analisis perubahan makna majas, serta tabel penampung data. Berdasarkan hasil analisis gaya bahasa teks sastra dalam bahan ajar bahasa Indonesia siswa SMP dikemukakan tiga simpulan. Pertama, bentuk penggunaan gaya bahasa retoris pada teks sastra dalam bahan ajar bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP ditemukan ada tiga belas jenis gaya bahasa, yakni gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa anastrof, gaya bahasa asindenton, gaya bahasa litotes, gaya bahasa histeron proteron, gaya bahasa pleonasme, gaya bahasa tautologi, gaya bahasa perifrasis, gaya bahasa eroteris, gaya bahasa silepsis, gaya bahasa zeugma, gaya bahasa hiperbol, dan gaya bahasa asonansi merupakan gaya bahasa retoris yang paling banyak digunakan yakni sebanyak 42 kalimat. Gaya bahasa asonansi paling banyak ditemukan pada teks sastra yakni puisi rakyat atau pantun, hal itu menunjukkan bahwa pantun atau puisi rakyat merupakan karya sastra yang selalu memerhatikan keindahan bunyi. Oleh karena itu, bentuk gaya bahasa asonansi lebih benyak ditemukan pada teks puisi rakyat atau pantun. Kedua, bentuk penggunaan gaya bahasa kiasan pada teks sastra dalam bahan ajar bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP ditemukan ada sembilan jenis gaya bahasa, yakni gaya bahasa persamaan atau simile, gaya bahasa fabel, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa sinekdoke, gaya bahasa hipalase, gaya bahasa ironi, gaya bahasa sinisme, gaya bahasa sarkasme, dan gaya bahasa metafora merupakan gaya bahasa kiasan yang paling banyak digunakan yakni sebanyak 19 kalimat. Gaya bahasa metafora banyak ditemukan pada teks narasi, hal itu dikarenakan penulis ingin memberikan efek yang menarik untuk mengutarakan sebuah maksud dari penulis. Gaya bahasa metafora juga dapat menghemat kata sehingga tidak mengalami pemborosan kata atau kalimat. Ketiga, bentuk perubahan makna majas dari makna literal pada teks sastra dalam bahan ajar bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP ditemukan ada tiga jenis perubahan makna, yakni perubahan makna amelorasi, perubahan makna peyorasi, dan perubahan makna generalisasi atau perluasan arti merupakan perubahan makna yang paling banyak digunakan yakni sebanyak 22 kalimat. Perubahan makna generalisasi atau perluasan arti ini paling banyak ditemukan karena perkembangan bahasa atau kata beriringan dengan perkembangan pikiran pengguna bahasa. Pikiran pengguna bahasa dipengaruhi oleh lingkungan yang semakin berkembang pula. Saran penelitian dapat diberikan kepada pihak-pihak yang terkait baik akademisi atau pengarang buku teks sastra. Pertama,Sesuai dengan hasil penelitian ditemukan bentuk-bentuk gaya bahasa retoris yakni asonansi, dan metafora untuk gaya bahasa kiasan. Dengan demikian, akademisi atau pengarang teks sastra diharapkan dapat menggunakan gaya bahasa yang lebih beragam dalam membuat suatu teks sastra, sehingga akan tercipta suatu retorika dan bahasa kias dalam teks yang lebih beragam. Kedua, disarankan bagi pendidik dapat menggunakan bentuk gaya bahasa dan perubahan makna sebagai tambahan materi pada pembelajaran teks sastra. Serta selain menambah pengetahuan siswa, bentuk gaya bahasa dan perubahan makna akan membantu siswa lebih kreatif untuk mengolah kata menjadi sebuah kalimat yang baik. Ketiga, bagi peneliti lain disarankan dapat meneliti bentuk gaya bahasa dan perubahan makna majas yang terdapat pada teks lain, tidak hanya teks sastra yang terdapat dalam bahan ajar siswa

    KESALAHAN PENGUCAPAN BAHASA INDONESIA OLEH PELAJAR AMERIKA PROGRAM CRITICAL LANGUAGE SCHOLARSHIP (CLS) TINGKAT PEMULA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Santoso, Meika . 2018. Kesalahan Pengucapan Bahasa Indonesia oleh Pelajar Amerika Program Critical Language Scholarship (CLS) Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto. M.M., M.Pd

    Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Kalidawir

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Dika. 2017. Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Kalidawir. Skripsi, Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Martutik, M. Pd.   Kata Kunci: menulis, menulis teks, teks laporan hasil observasi. Laporan merupakan sebuah tulisan eksposisi dengan bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan. Laporan berisi fakta yang disampaikan oleh pelapor berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada pelapor secara langsung dengan objek tertentu.Di dalam menulis laporan perlu adanya keterampilan khusus, yaitu ketelitian dan kecermatan. Indikator kemampuan menulis teks laporan hasil observasi di antaranya adalah mampu merangkai pokok-pokok laporan berdasarkan urutan waktu, ruang atau tempat, serta topik dan mampu mengembangkan kerangka laporan ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Untuk mencapai indikator tersebut, selain siswa harus dapat berlatih dengan keras, guru juga berperan besar dalam membimbing penulisan laporan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method). Metode campuran ini merupakan penggabungan dua bentuk penelitian, yakni penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penggabungan dua metode penelitian tersebut untuk memperkuat hasil tingkat kesulitan teks sehingga diperoleh hasil yang lebih komprehensif, valid, dapat dipercaya, dan objektif. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data dan data penelitian ini ialah siswa kelas XI SMAN 1 Kalidawir dan Teks Laporan Hasil Observasi dari Siswa. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, lembar penilaian, dan tes. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisis untuk  mendeskripsikan ketepatan dan  ketidaktepatan siswa dalam menyusun struktur, kaidah penulisan, dan ciri kabahasaan teks laporan hasil observasi dengan standard nilai yang ditentukan yakni, 65. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, bahwa kemampuan siswa kelas XI SMAN 1 Kalidawir Tulungagung dalam menyusun teks laporan hasil observasi adalah sebanyak 4 siswa atau sebesar 13% siswa masuk dalam klasifikasi kurang yaitu memiliki rentang nilai 35-64. Kemudian sebanyak 10 siswa atau sebesar 33% siswa masuk dalam klasifikasi cukup dengan rentang nilai 65-74. Persentase terbanyak sebesar 43% atau sebanyak 13 siswa dengan rentang nilai 75-84 masuk dalam kualifikasi baik. Sedangkan 3 siswa atau sebanyak 10% dengan rentang nilai 85-100 masuk dalam kualifikasi sangat baik. Kesimpulan dari hasil tersebut adalah sebagian besar siswa kelas XI SMAN 1 Kalidawir Tulungagung mampu menyusun teks laporan hasil observasi. Meskipun masih ada beberapa siswa yang belum memiliki kemampuan yang baik. Kedua, Selanjutnya, ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi yang dimiliki oleh 10 siswa dengan kualifikasi cukup sebagian besar sudah sesuai dengan struktur dan kaidah yang benar, namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan yaitu siswa belum memahami paragraf dengan utuh, sehingga isi atau informasi yang dikandung dalam suatu paragraf sulit dipahami. Sedangkan untuk 13 siswa dan 3 siswa yang masuk dalam kualifikasi baik dan sangat baik secara keseluruhan ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi yang dihasilkan sudah bagus dan benar sesuai dengan kaidah penulisan teks laporan hasil observasi. Ketiga, kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas XI SMAN 1 Kalidawir memiliki kemampuan rata-rata menulis teks laporan hasil observasi dengan baik. Yaitu sebanyak 13 siswa yang masuk dalam kualifikasi baik, dan 3 siswa masuk dalam kualifikasi sangat baik dalm menulis teks laporan hasil observasi. Walaupun ada beberapa siswa yang belum memiliki kemampuan dengan baik dalam menulis teks laporan hasil observasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan kepada guru bahasa Indonesia SMAN 1 Kalidawir Tulungagung lebih memperhatikan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh siswa agar siswa lebih tertangani secara cepat, khususnya dalam hal menulis teks laporan hasil observasi. Mulai dari pembelajaran materi teks laporan hasil observasi, struktur, ciri kebahasaan sampai dengan kaidah penulisan. Pratama, Dika Wahyu. 2017. The Ability of Writing the Text of Observation Result Report to Student of Grade XI of SMAN 1 Kalidawir. Thesis, Language Studies Program, Indonesian and Regional Literature, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Martutik, M. Pd.   Keywords: writing, writing text, observation report text. The report is an expositionary paper with a form of presenting facts about a situation or an activity. The report contains facts submitted by the complainant regarding the responsibilities assigned to the complainant directly with the particular object. In writing the report there is a need for special skills, namely accuracy and accuracy. Indicators of the ability to write an observational report text include the ability to assemble the main points of the report in order of time, space or place, as well as topics and able to develop the report framework into several paragraphs by using good and correct language. To achieve these indicators, in addition to the students should be able to practice hard, teachers also play a major role in guiding report writing. This research uses mixed method. This mixed method is a combination of two forms of research, namely qualitative and quantitative research. Merging the two research methods to reinforce the results of the difficulty level of the text to obtain more comprehensive, valid, reliable, and objective results. The data of this research are qualitative data and quantitative data. Sources of data and research data is the students of grade XI SMAN 1 Kalidawir and Text Report Results of Observations from Students. Instruments used are observation guidelines, assessment sheets, and tests. The data obtained is processed by using analytical techniques to describe the accuracy and inaccuracy of the students in preparing the structure, the rules of writing, and the characteristics of the text of the report of the observation result with the standard value determined that is 65. Based on the results of data analysis, the following conclusions are obtained. First, that the ability of students of grade XI SMAN 1 Kalidawir Tulungagung in preparing the text of the observation report is as much as 4 students or 13% of students entered in the classification is less that has a range of values 35-64. Then as many as 10 students or as much as 33% of students entered in the classification is enough with a value range of 65-74. The highest percentage of 43% or as many as 13 students with a 75-84 score range is well qualified. While 3 students or as much as 10% with a range of values 85-100 entered in the qualification very well. The conclusion of these results is most of the students of grade XI SMAN 1 Kalidawir Tulungagung able to compile the text of the observation report. Although there are still some students who do not have good ability. Secondly, the characteristics of the text of the report of the observation result that is owned by 10 students with enough qualification mostly in accordance with the correct structure and rules, but there are some notes that must be considered that the students have not fully understand the paragraph, so the content or information contained In an elusive paragraph. As for the 13 students and 3 students who entered the qualification well and very well overall kebahasaan kebahasaan text report the results of observations produced is good and correct in accordance with the rules of writing the text of the observation report. Third, the ability to write text reports of observations in students of grade XI SMAN 1 Kalidawir have the average ability to write text reports of observations well. Namely as many as 13 students who entered the qualification well, and 3 students entered the qualification very well in writing the text of the observation report. Although there are some students who do not have the ability to properly write text reports of observations. Based on this research can be suggested to teachers of Indonesian SMAN 1 Kalidawir Tulungagung more attention to the weaknesses possessed by students so that students more handled quickly, especially in terms of writing the text of the observation report. Starting from learning material text reports the results of observation, structure, language characteristics to the rules of writing

    Tuturan Responsi dalam Wacana Interaksi pada Program Tayangan Kick Andy

    No full text
    RINGKASAN Tuturan responsi subjek terhadap tuturan host dalam interaksi gelar wicara merupakan efek yang muncul sebagai akibat dari tuturan yang disampaikan oleh host. Tuturan responsi merupakan tindak tutur berupa tanggapan yang dapat terjadi dalam wacana interaksional, yaitu gelar wicara. Dalam interaksi pada acara gelar wicara, tuturan responsi terjadi disebabkan adanya timbal balik antara subjek dengan host (pewicara). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tuturan responsi subjek terhadap tuturan host yang terdapat dalam program tayangan Kick Andydengan tiga subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan responsi subjek, fungsi-fungsi yang digunakan dalam tuturan responsi subjek, serta penggunaan strategi penyampaian tuturan responsi oleh subjek. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dari segi keilmuan, penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu pragmatik yang mengkaji tuturan melalui konteks penyampaiannya. Kehadiran peneliti pada penelitian ini adalah sebagai instrumen kunci. Data dalam penelitian ini berupa data verbal, yaitu tuturan responsi subjek pada program tayangan Kick Andy. Data tuturan tersebut mengandung bentuk, fungsi, dan strategi penyampaian tuturan responsi. Sumber data penelitian ini adalah dialog atau percakapan antara pembawa acara Andy F. Noya dengan subjek pada program tayangan Kick Andy. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik unduh/rekam, yaitu mengunduh sumber data menggunakan aplikasi pengunduh dan merekam dalam memori ingatan hasil unduhan video yang berisi tentang tuturan-tuturan dalam percakapan antara host dan subjek pada program tayangan Kick Andy. Selain teknik unduh/rekam, juga menggunakan teknik transkripsi data dan teknik catat. Selanjutnya, analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan pedoman analisis data, yaitu dengan menggunakan metode yang mencakup tiga tahap, antara lain (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan pembacaan ulang hasil transkrip data secara cermat, pengecekan ulang data temuan dengan teliti dan rinci, serta diskusi mengenai hasil temuan dengan dosen pembimbing untuk memberikan kritik dan masukan terhadap temuan peneliti. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian yang diperoleh ada tiga. Pertama, bentuk tuturan responsi subjek yang digunakan pada program tayangan Kick Andyada tiga, yaitu (1) bentuk asertif, (2) bentuk direktif, dan (3) bentuk ekspresif. Kedua, fungsi tuturan yang digunakan berdasarkan bentuk tuturan responsi subjek pada program tayangan Kick Andy adasepuluh macam fungsi, yaitu (1) fungsi pernyataan, (2) fungsi penerimaan, (3) fungsi penolakan, (4) fungsi pertanyaan, (5) fungsi perintah, (6) fungsi larangan, (7) fungsi berterima kasih, (8) fungsi pujian, (9) fungsi pengeluhan, dan (10) fungsi pemberian izin. Ketiga, penggunaan strategi penyampaian tuturan responsi subjek pada program tayangan Kick Andyberupa (1) strategi penyampaian langsung dan (2) strategi penyampaian tidak langsung

    Dimensi Kognitif dalam Sajian Isi Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII

    No full text
    RINGKASAN   Nahariyah, Saadatun. 2018. Dimensi Kognitif dalam Sajian Isi Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurchasanah, M.Pd.   Kata Kunci: dimensi kognitif, sajian isi, buku teks   Buku teks siswa adalah sumber utama untuk mencapai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai salah satu bahan ajar yang diandalkan, isi buku teks haruslah sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dibuat sebelum buku ditulis. Tujuan-tujuan belajar dapat diklasifikasikan dalam kerangka taksonomi pendidikan mencakup dimensi pengetahuan dan dimensi kognitif.Fokus penelitian ini ada enam, yaitu 1) dimensi kognitif tingkat mengingat, 2) dimensi kognitif tingkat memahami,3) dimensi kognitif tingkat menerapkan,4) dimensi kognitif tingkat menganalisis,5) dimensi kognitif tingkat mengevaluasi dan 6) dimensi kognitif tingkat mencipta dalam sajian isi buku teks pelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiantelaah dokumen. Data dalam penelitian ini berupa sajian materi dan sajian latihan materi yang mengindikasikan dimensi kognitif dalam sajian isi buku teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks siswaBahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2017 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Instrumen penelitian ini ada dua, yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan lembar panduan analisis data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan penelitian ini ada dua macam, yaitu teknik ketekunan pengamatan dan teknik diskusi dengan para ahli. Pada tahap-tahap penelitian, peneliti melakukan tiga tahap, yaitutahap pemilihan judul, tahap pengumpulan dan analisis data, dan tahap menyusun laporan. Berdasarkan analisis dataditemukan enam hasil sebagai berikut. Pertama, dimensi kognitif tingkat mengingatdikembangkan pada KD mengidentifikasi dan menemukan. Penanda dimensi kognitif tingkat mengingat berupa kata kerja cari, mengenali, mengidentifikasi, mencari, menemukan, menyebutkan, mendaftar, melengkapi, penggalian ide dan kata perintah carilah, isikan, isilah, identifikasi, daftarlah, tandai, lengkapilah, tunjukkan. Kedua, dimensi kognitif tingkat memahamidikembangkan pada KD menyimpulkan. Penanda dimensi kognitif tingkat memahamiberupa kata kerja memahami, mencermati, mengamati, mempelajari, membaca, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, memasangkan, merinci, jelaskan, uraikan, deskripsikanlah, kata perintah lihatlah, perhatikan, bacalah, amati, cermati, simpulkan, bandingkan, kelompokkan, pasangkan, dan kata benda rangkuman, ringkasan, dan simpulan. Ketiga,dimensi kognitif tingkat mengaplikasikandikembangkan pada KD menceritakan kembali. Penanda dimensi kognitif tingkat mengaplikasikan berupa kata kerja menceritakan, membentuk, mengubah, menyunting, memperbaiki, mempertimbangkan, merevisi, memperagakan, kata perintah kerjakanlah, ceritakan, ikuti, atur, lakukan, peragakan, suntinglah, praktikkan, perbaiki, bermainlah, bertindaklah. Keempat,dimensi kognitif tingkat menganalisis dikembangkan pada KD menelaah dan menentukan. Penanda dimensi kognitifi tingkat menganalisis berupa kata kerja menelaah, menyusun, kata perintah urutkan, buktikan, kata perintah pilihlah, sesuaikan, kata benda telaah, perbedaan,susun. Kelima, dimensi kognitif tingkat mengevaluasidikembangkan pada KD mengidentifikasi, menelaah, atau menyajikan. Penanda dimensi kognitif tingkat mengevaluasi adalah berupa kata perintah komentarilah, berilah alasan, berikan komentar. Keenam,dimensi kognitif tingkat menciptadikembangkan pada KD menyajikan. Penanda dimensi kognitif tingkat mencipta berupa kata kerja menentukan, merancang, menyajikan, memerankan, melakukan, menulisdan kata perintah tentukan,tulislah, sajikan, perankan.Simpulan umum dari penelitian ini adalah dalam satu KD terdapat sajian materi dan latihan yang memiliki tingkat kognitif bervariasi mulai dari tingkat mengingat s/d mencipta. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar membahas ranah lain yaitu ranah psikomotor atau ranah afektif dalam buku teks.   SUMMARY   Nahariyah, Saadatun. 2018. Cognitive Dimensions in the Contents of VII Grader of Junior High School Indonesia Language Text Book. Thesis. Language, Literature, Indonesian and Regional Education,  Faculty of Letters, State University of Malang. Adviser: (1) Dr. Nurchasanah, M.Pd.   Key Words: cognitive dimensions, content, text books   Student textbooks are the main source for achieving Core Competencies (KI) and Basic Competencies (KD). As one of the reliable teaching materials, the contents of the textbook must be in accordance with the educational objectives that were made before the book was written. Learning objectives can be classified within the framework of educational taxonomy including the dimensions of knowledge and cognitive dimensions. The focus of this study is six, namely 1) cognitive dimensions of remembering level, 2) cognitive dimensions of understanding level, 3) cognitive dimensions of applying level, 4) cognitive level dimensions analyzing, 5) the cognitive dimensions of evaluating levels and 6) the cognitive dimensions of the level of creating in the presentation of the contents of the textbooks. The approach used in this study is qualitative. The type of research used is document research. The data in this study are in the form of material offerings and material training offerings that indicate the cognitive dimensions in the presentation of textbook content. The source of the data in this study is Indonesian students' textbooks for class VII of the revised 2017 edition of the 2013 curriculum curriculum published by the Ministry of Education and Culture. The instruments of this study are two, namely researchers as the main instrument and data analysis guide sheet. Data collection in this study uses documentation techniques. The data in this study were analyzed qualitatively consisting of three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. There are two types of checking the validity of the findings of this research, namely observation persistence techniques and discussion techniques with experts. In the stages of research, the researcher carries out three stages, namely the title selection stage, the data collection and analysis phase, and the stage of preparing the report. Based on data analysis found six results as follows. First, the dimensions of cognitive level of rememberingdeveloped in KD identifying and finding. Markers of cognitive dimensions of remembering in the form of verbs search, recognize, identify, search, find, mention, register, complete, extract ideas and command words look for, fill in, fill in, identify, register, mark, complete, show. Second, the cognitive dimension of understanding developed in KD concluding. Markers of cognitive dimensions of understanding level in the form of verbs to understand, observe, observe, study, read, summarize, conclude, compare, pair, detail, explain, describe, describe, command wordslook, pay attention, read, observe, observe, conclude, compare, conclude, compare, group, pair, and noun summaries, summaries, and conclusions. Third, the cognitive dimension of application level developed in KD retelling. Markers of cognitive dimensions of the level of application in the form of verbs to tell, form, change, edit, correct, consider, revise, demonstrate, command words do it, tell, follow, arrange, do, display, edit, practice, fix, play, act. Fourth, the cognitive dimensions of the analyzing level are developed in the KD examining and determining. Cognitive dimension markers analyze the form of verbs to examine, compile, order words sequence, prove, command words choose, adjust, nouns study,differences, arrange. Fifth, the cognitive dimension of evaluating levels developed in KD identifying, examining, or presenting. Marking the cognitive dimensions of evaluating level is in the form of command word comments, give reasons, give comments. Sixth, the cognitive dimensions of the level of creating developed in KD presenting. The markers of the cognitive level of the creating level are verbs determining, designing, presenting, acting, doing, writing and the command words specify, write, present, act. The general conclusion of this research is that in one KD there are material offerings and exercises that have varying cognitive levels level of remembering until creating. Suggestions for future researchers are to discuss other domains, namely psychomotor domains or affective domains in textbooks

    KOHERENSI POLA KONTUR HEART RATE VARIABILITY (HRV) DENGAN INTONASI PENUTUR BAHASA JAWA DIALEK TENGGER

    No full text
    RINGKASAN Masyarakat suku Tengger mendiami wilayah di kaki Gunung Bromo, tepatnya di Masyarakat Tengger yang dikenal dengan nama “suku Tengger”. Kondisi alpha merepresentasikan sebuah hasil terjemahan sebuah syaraf dalam menerima kode sinyal pendengaran, kondisi ini dapat dikarakterisasi melalui parameter Heart Rate Variability=HRV. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripif. Data HRV alpha didapatkan dengan karakterisasi secara langsung pada masyarakat suku Tengger dengan perangkat ECG. Peneliti sebagai instrumen lebih responsif, bersifat adaptif, dan lebih dapat memahami konteks secara keseluruhan. Software yang digunakan dalam penelitian antara lain: (1) ECG Coherence Training Software version 2.2.6.5250; (2) Speech Analyzer 3.1; (3) Sony Sound Forge Pro versi 10.0; dan  (4) Adobe Audition CS 6.Hasil penelitian ini yaitu: (1) Pola intonasi masyarakat penutur BJDT memiliki bentuk yang bervariasi yang terdiri dalam bentuk pola statik; (2) Kondisi Heart Rate Variability pada salah satu penutur BJDT cenderung seimbang; (3) Hubungan emosi terhadap pola intonasi penutur BJDT memiliki pola yang tidak sepenuhnya mengalami keterkaitan dan tidak saling terkait pada aspek tuturan; (4) Faktor yang paling berpengaruh atau bisa disebut dominan  dalam menggali unsur intonasi dan emosi pada tuturan BJDT yaitu faktor jenis kelamin, pekerjaan dan usia namun beberapa topik tersebut mampu mempengaruhi kondisi intonasi dan HRV informan

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇