SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Tuturan Persuasif Guru dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini membahas penggunaan tuturan persuasif yang dilakukan guru dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan tuturan persuasif guru berdasarkan wujudnya adalah deklaratif, interogatif, dan imperatif; berdasarkan isinya adalah berisi fakta, opini, peringatan, perintah, ajakan, saran, dan pertanyaan; berdasarkan teknik penyampaiannya adalah rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, penggantian, dan proyeksi

    kemampuan menulis puisi dengan metode pengamatan objek smk negeri 3 malang

    No full text
    ABSTRAK     Samuel, Topan. 2017. Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan Menggunakan Metode Pengamatan Objek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Mustofa Kamal, S.Pd, M.Sn.   Kata kunci: Kemampuan, menulis puisi, metode pengamatan objek.   Menulis puisi adalah proses kreatif dalam menuangkan gagasan, pikiran dan perasaan penyair melalui sebuah tulisan. Menulis puisi dapat meggunakan metode pengamatan objek. Tahap-tahap metode pengamatan objek dalam kegiatan menulis puisi, yaitu (1) menentukan objek, (2) melakukan pengamatan, (3) memilih gambar, dan (4) mengembangkan gambar menjadi puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitan ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang. Populasi terdiri dari 3 kelas. Sampel penelitian ini adalah kelas X-TBG II, X-TBG IV, dan X-TBS III. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa menulis puisi, rubrik penilaian, dan objek pengamatan berupa gambar bencana alam Gunung Kelud. Data berupa kemampuan siswa dalam menulis puisi. Pengumpulan data melibatkan peneliti, guru sebagai pembimbing, dan peneliti lain sebagai teman untuk proses pengambilan data. Analisis data terdiri dari tiga tahapan (1) persiapan, (2) tabulasi, (3) penerapan. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan menulis puisi aspek tema dapat dikemukakan bahwa 74% atau 67 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 26% atau 24 siswa  dengan kategori skor mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 91,2% atau mendapatkan skor 200 dan dapat dikategorikan mampu sekali. Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari aspek mengkreasikan rima dapat dikemukakan bahwa 31% atau 28 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 20% atau 18 siswa  dengan kategori skor mampu. Sebanyak 49% atau 55 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 64,1% atau mendapatkan skor 175 dan dapat dikategorikan cukup mampu. Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari penggunaan gaya bahasa dapat dikemukakan sebagai berikut 37% atau 34 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 31% atau 28 siswa  dengan kategori skor mampu. Sebanyak 32% atau 29 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 68,49% atau mendapatkan skor 187 dan dapat dikategorikan mampu. Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari amanat yang disampaikan dapat dikemukakan sebagai berikut 59% atau 54 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 17% atau 15 siswa  dengan kategori mampu. Sebanyak 24% atau 22 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 78,38% atau mendapatkan skor 214 dan dapat dikategorikan mampu. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dari aspek tema, rima, gaya bahasa, amanat dengan kategori mampu. Rima merupakan aspek paling sulit dikuasai siswa. Berdasarkan temuan, disarankan kepada guru agar penelitian ini digunakan sebagai metode pembelajaran menulis puisi di kelas. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk melaksanakan penelitian berikutnya yang menggunakan metode ini atau metode lain dengan memperkaya aspek-aspek lain dalam pembelajaran menulis puisi. Peneletian ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi, maka potensi pengembangan bahan ajar sangat terbuka lebar. Objek yang dijadikan pengamatan bisa bermacam-macam sesuai dengan lingkungan dan umur siswa. Tema yang sesuai dapat dengan mudah diterima dan menjadi inspirasi siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI MAN 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan  keterampilan yang terakhir yang harus di kuasai karena membutuhkan kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dengan keterampilan yang lain. Pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA kelas XI adalah keterampilan menulis teks cerpen. Teks cerpen merupakan teks yang bertujuan untuk memaparkan atau menggambarkan sebuah cerita tentang kehidupan melalui tulisan. Menulis teks cerpen bukanlah hal yang mudah bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan adanya model pembelajaran yang sesuai dengan aspek pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan dalam menulis teks cerpen adalah model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap keterampilan menulis cerpen, baik secara kesuluruhan maupun pada aspek orientasi, komplikasi, resolusi, dan gaya bahasa. Penelitian ini menggunakan metode penlitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain pretes-postes control group design. Populasi penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas XI MAN 1 Malang, sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas XI Bahasa sebagai kelas kontrol, dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen. Pada Kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalahtes berupa perintah dan petunjuk menulis, rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP)dan rubrik penilaian. Data pada penelitian ini berupa angka yang diperoleh dari skor menulis pada aspek kelseluruhan, orientasi, komplikasi, resolusi, dan gaya bahasa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 16 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap keterampilan menulis cerpen.Secara keseluruhan rata-rata yang diperoleh dari kelompok eksperimen 90,15 dan kelompok kontrol 86,32. Pada aspek orientasi diperoleh rata-rata kelompok eksperimen 21,47 dan kelompok kontrol 19,71, aspek komplikasi diperoleh rata-rata sebesar 21,47 dan 19,71, aspek resolusi diperoleh rata-rata sebesar 21,18 dan 18,53, aspek gaya bahasa diperoleh rata-rata sebesar 21,47 dan 18,97. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan kepada guru Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya. Kepada guru, disarankan untuk menggunakan model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran menulis. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk sebagai referensi melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran problem based learning dalam kegiatan menulis teks yang berbeda

    ETIKA DALAM BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X DILIHAT DARI AKSIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANCholily,Ulfa. 2018. Etika dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas X SMAdilihat dari Aksiologi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M.Pd.Kata Kunci: etika, fungsi, aksiologi, bahan ajar bahasa Indonesia.            Etika merupakan aturan juga berisikan nilai-nilai baik dan buruk. Etika dapat ditemukan dalam bahan ajar bahasa Indonesia kelas X SMA yang keberadaannya tersirat dan tersurat. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian yang secara khusus membahas masalah tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) ragam etika dan (2) fungsi etika dalam bahan ajar bahasa Indonesia untuk siswa kelas X SMA terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kalimat, atau fragmen yang diperoleh dari bahan ajar bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 untuk SMA/MA/MK/MAK Kelas X. Etika digambarkan dalam bahan ajar bahasa Indonesia dari adanya nilai-nilai yang baik dan buruk agar siswa dapat mencontoh yang baik dan menjauhi yang buruk, sehingga dapat diterpakan dalam kehidupan sehari-hari.Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dan panduan analisis. Kedudukan peneliti adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pelapor hasil penelitiannya. Dalam hal ini peneliti bertindak melakukan pembacaan yang aktif dan mendalam pada bahan ajar yang di dalam teksnya memuat kutipan kalimat atau fragmen berisikan etika sehingga dapat sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian digunakan instrumen pembantu berupa tabel pemandu.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan peneliti yang membahas secara khusus etika dalam bahan ajar bahasa Indonesia kelas X, yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sehari-har, dijelaskan sebagai berikut. Pertama,  ragam etika yang digunakan oleh peneliti melihat dari nilai yang dihubungkan dengan aksiologi. Penelti mendapatkan ragam etika di dalam bahan ajar bahasa Indonesia kelas X. Ragam etika dari aksiologi dalam bahan ajar bahasa Indonesia kelas X, yaitu nilai ketuhanan, dan nilai sosial masyarakat. Nilai ketuhanan merupakan cabang dari nilai spiritual yang sama-sama membahas bagaimana hubungan manusia dengan Tuhannya. Sementara nilai sosial masyarakat merupakan cabang dari nilai sosial, lebih tepatnya nilai sosial masyarakat lebih mengarah pada nilai sosial yang ada di dalam masyarakat. Kedua nilai tersebut sama-sama membahas mengenai hubungan manusia dengan manusia lainnya. Di dalam nilai sosial masyarakat terdapat beberapa nilai yaitu nilai kemanusiaan, nilai persaudaraan, dan nilai kerukunan. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam teks-teks dalam bahan ajar secara bersamaan dan ada yang yang terpisah. Ada beberapa kutipan dari teks yang sama memiliki makna lebih dari satu etika. Ragam etika tersebut tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain karena masih saling berhubungan satu sama lain.Kedua, fungsi etika dalam bahan ajar ditujukan kepada siswa. Fungsi etika tersebut berfokus pada konteks etika dalam sebuah kutipan, fungsi etika yang dilihat dari konteksnya yaitu fungsi pengetahuan, fungsi ketauladanan tokoh, fungsi motivasi, dan fungsi pembimbing. Semua fungsi tersebut berdasarkan konteks etika yang terfokuskan kepada siswa. Keempat fungsi tersebut diperoleh siswa dengan membaca, dan memaknai etika yang dibacanya. Setiap siswa memperoleh fungsi yang berbeda-beda karena tingkat kebutuhan dan tingkat pemaknaan bacaan individu yang berbeda. Peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan seperti pembuatan strategi pembelajaran pada bahan ajar dengan subjek penelitian etika. Penelitian lanjutan yang dipaparkan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan pemerolehan etika di dalam bahan ajar bahasa Indonesia. Saran selanjutnya ditujukan kepada guru bahasa Indonesia agar tidak lalai membahas etika yang ada di dalam bahan ajar karena keberadaannya tidak yang terkadang tersirat maknanya. Pembahasan tersebut agar siswa paham dan mengetahui etika yang ada di dalam bahan ajar sehingga bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

    Analisis Buku Teks Materi Teks Cerpen untuk Pembelajaran Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan bahasa pada buku teks materi teks cerpen untuk pembelajaran kelas XI tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriiptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa unit-unit verbal tulis dalam materi teks cerpen yang terdapat pada dua buku teks terteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi teks cerpen pada dua buku teks terteliti satu ditinjau dari penggunaan bahasa terdapat tiga kriteria yang sesuai dengan indikator penggunaan bahasa pada buku teks dari BSNP, yang meliputi (1) kesesuain dengan tingkat perkembangan peserta didik, (2) keruntutan dan keterpaduan bab, dan (3) keruntutan dan keterpaduan paragraf. Sementara itu, pada buku teks terteliti dua ditinjau dari kesesuaian penggunaan bahasa cakupan materi teks cerpen seluruh aspek telah terpenuhi dan merujuk pada kriteria yang telah ditetapkan BSNP

    Bahan Ajar Teks Eksplanasi dalam Perencanaan Pembelajaran dan Implementasinya di Kelas XI SMK Negeri 2 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Teks eksplanasi merupakan teks yang di dalamnya menjelaskan proses atau fenomena yang terjadi di alam atau lingkungan sekitar. Pada kehidupan sehari-hari, teks eksplanasi banyak ditemukan dalam buku teks pelajaran, majalah, koran, maupun media massa lainnya. Teks eksplanasi merupakan salah satu teks nonsastra yang termuat dalam rumusan pembelajaran Kurikulum 2013 untuk kelas IX SMA/SMK. Untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, dibutuhkan komponen pembelajaran yang efektif. Salah satu komponen yang paling penting adalah bahan ajar. Bahan ajar merupakan segala bentuk materi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar sangat mempengaruhi keberhasilan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan bahan ajar teks eksplanasi dalam perencanaan pembelajaran dan implementasinya dalam pembelajaran di kelas IX SMK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah analisis teks dan studi kasus satu situs. Lokasi yang digunakan untuk penelitian adalah kelas XI RPL 2 SMK Negeri 2 Singosari. Data penelitian ini adalah bahan ajar yang bersumber dari bahan ajar yang termuat dalam RPP, hasil observasi pembelajaran, dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi tentang bahan ajar dalam RPP dan buku teks dan (2) implementasi bahan ajar teks eksplanasi dalam kegiatan pembelajaran. Kedua hasil penelitian akan dijelaskan sebagai berikut. Pertama, deskripsi bahan ajar meliputi wujud, cakupan materi, dan urutan sajian bahan ajar teks eksplanasi. Wujud bahan ajar adalah buku cetak berjudul Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 2. Jenis materi dalam bahan ajar mencakup fakta, prinsip, konsep dan prosedur. Bentuk teks yang terdapat dalam bahan ajar adalah teks eksplanasi dan teks laporan yang menjadi sarana berlatih mengonversi teks. Kategori keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan penyajian bahan ajar adalah keterampilan membaca, menulis, dan berbicara. Keluasan materi bahan ajar mencakup wacana, pemahaman wacana, fakta kebahasaan, dan implikasi wacana. Kedalaman materi bahan ajar mengandung materi fakta, prinsip, konsep, dan prosedur. Kecukupan materi mengandung semua rumusan materi yang mendukung pencapaian indikator kompetensi. Bahan ajar teks eksplanasi disajikan dengan urutan prosedural. Kedua, deskripsi implementasi bahan ajar. Implementasi pembelajaran teks eksplanasi terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Implementasi bahan ajar teks eksplanasi direncanakan dalam lima buah RPP dan terdapat dalam bagian materi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 15 pertemuan. Bentuk implementasi bahan ajar adalah pembelajaran berbasis teks. Penilaian pembelajaran teks eksplanasi terdiri atas terdiri atas penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses mencakup aspek sikap, sedangkan penilaian hasil mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Implementasi bahan ajar dalam penilaian pembelajaran berupa pemanfaatan bahan ajar untuk instrumen penilaian pengetahuan dan keterampilan. Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian ini ditujukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar melaksanakan pembelajaran teks eksplanasi berdasarkan RPP yang telah disusun. RPP juga harus disusun secara tepat dan matang agar tidak terjadi kesenjangan antara rencana pembelajaran di RPP dengan kegiatan pembelajaran. Selain itu, perlu diadakan penelitian selanjutnya untuk mengetahui hasil analisis bahan ajar dari sumber yang lain serta implementasinya dalam pembelajaran dengan populasi yang lebih beragam

    PENGEMBANGAN MODUL MENULIS GURINDAM DENGAN SUMBER PESAN CERITA FABEL UNTUK SISWA KELAS VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul menulis gurindam dengan sumber pesan cerita fabel yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa kelas VII, serta melaporkan hasil kelayakan produk modul menulis gurindam dengan sumber pesan cerita fabel pada aspek (1) materi, (2) sistematika penyajian, (3) penggunaan bahasa, dan (4) tampilan, berdasarkan hasil validasi oleh ahli pembelajaran menulis gurindam, ahli bahan ajar, praktisi, dan subjek uji coba. Penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti sesuai dengan model Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti menjadi 6 langkah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek isi, ahli penulisan gurindam mendapatkan skor 88,15%. Ahli bahan ajar mendapatkan skor 87,5%. Ahli praktisi mendapatkan skor 92,10%. Subjek uji lapangan mendapatkan skor 85,60%. Pada aspek sistematika penyajian modul oleh ahli bahan ajar mendapatkan skor 81,25%. Ahli praktisi mendapatkan skor 87,5%. Subjek uji lapangan mendapatkan skor 86,71%. Pada aspek penggunaan bahasa  oleh ahli bahan ajar mendapatkan skor 100%. Ahli praktisi mendapatkan skor 100%. Subjek uji lapangan mendapatkan skor 90,62%. Pada aspek tampilan oleh ahli bahan ajar mendapatkan skor 85,71%. Ahli praktisi mendapatkan skor 89,28%. Subjek uji lapangan mendapatkan skor 89,68%. Kata Kunci: modul, menulis gurindam, pesan cerita fabe

    Tuturan Direktif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK Tindak tutur merupakan bagian dari aktivitas kebahasaan yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu. Selain digunakan untuk menyampaikan sesuatu, tindak tutur juga digunakan untuk menggerakkan seseorang melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Tindak tutur dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang beragam bentuk, salah satunya yaitu tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif merupakan ekspresi atau maksud penutur terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh mitra tutur. Dalam lingkungan sekolah, tindak tutur direktif muncul pada saat komunikasi antara guru dan guru, guru dan siswa, atau siswa dan siswa. Komunikasi tindak tutur direktif antara guru dan siswa muncul pada proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Malang. Hal ini karena karakter siswa yang unik akibat perubahan fase anak-anak ke fase remaja, khususnya siswa kelas VIII yang sudah memiliki keberanian yang signifikan sehingga berpengaruh terhadap tingkah laku dan cara berbicara. Guru dapat menggunakan bentuk tindak tutur direktif, yaitu permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat dengan menyesuaikan fungsi dan konteksnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tuturan direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia.            Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hal ini karena peneliti bertujuan mengetahui tuturan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Jadi, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan data penelitian yang berupa tuturan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik SBLC (simak bebas libat cakap) dan teknik rekam. Teknik SBLC yaitu peneliti tidak terlibat dalam dialog atau konversasi. Peneliti hanya sebagai pemerhati yang dengan penuh minat tekun mendengarkan dan mengamati.             Berdasarkan hasil penelitian pada saat interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Malang, ditemukan enam bentuk tuturan direktif yang memiliki fungsi tuturan direktif. Pertama, tuturan direktif permintaan ditandai dengan kata harap dan memiliki fungsi mengharap dan berdoa. Kedua, tuturan direktif pertanyaan yang ditandai kata tanya apa dan siapa dengan memiliki fungsi bertanya. Ketiga, tuturan direktif perintah yang ditandai dengan kata tolong dan memiliki fungsi mengomando dan menginstruksikan. Keempat, tuturan direktif larangan yang ditandai kata jangan dan memiliki fungsi melarang. Kelima, tuturan direktif pemberian izin yang ditandai kata silakan dan boleh dan memiliki fungsi membolehkan. Keenam, tuturan direktif anjuran/nasihat ditandai kata supaya dan sebaiknya dan memiliki fungsi menasihati

    Konjungsi Temporal dan Konjungsi Kausal dalam Karangan Autobiografi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Blitar Tahun Pelajaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud, jenis, dan fungsi konjungsi temporal dan kausal dalam karangan autobiografi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Ada dua hasil penelitian ini. Pertama, dalam karangan autobiografi siswa, terdapat konjungsi temporal berupa konjungsi koordinatif, subordinatif, dan antarkalimat, serta konjungsi temporal yang menyatakan hubungan penjumlahan urutan waktu, waktu batas permulaan, waktu bersamaan, waktu berurutan, dan waktu batas akhir. Kedua, terdapat konjungsi kausal berupa konjungsi koordinatif, subordinatif, dan antarkalimat, serta konjungsi kausal yang menyatakan hubungan penjumlahan sebab-akibat, sebab atau alasan, dan akibat atau hasil

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS AGAMA UNTUK SEKOLAH ISLAM SISWA KELAS X SMA

    No full text
    ABSTRAK: Tujuan penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar teks laporan hasil observasi berbasis agama untuk sekolah Islam siswa kelas X SMA dengan memerhatikan aspek isi, sistematika, bahasa, dan tampilan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall. Dari 10 langkah model pengembangan Borg & Gall, hanya 7 langkah yang diaplikasikan pada penelitian ini. Hasil analisis data dari tahap penilaian ahli, praktisi, dan siswa, aspek isi mendapatkan persentase 83,63%, aspek sistematika mendapatkan persentase 82,06%, dan aspek bahasa persentase mencapai 85,32%, dan aspek tampilan mendapatkan presentase 88,04. Secara keseluruhan, produk bahan ajar teks laporan hasil observasi berbasis agama termasuk kategori valid dan dapat diimplementasikan

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇