SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    2017PeningkatanKemampuanMemahami Teks Eksplaasi Melalui PenerapanMetode I-Care Pada Siswa XI Sman 4 SidoarjoTahunAjaran 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Halim, Rahman. 2017PeningkatanKemampuanMemahami Teks Eksplaasi Melalui PenerapanMetode  I-Care Pada Siswa XI Sman 4 SidoarjoTahunAjaran 2016/2017. Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra,UniversitasNegeri Malang.  Pembimbing: (I) Prof. Prof. Dr. HeriSuwignyo, M.Pd.   Kata Kunci:peningkatan pemahaman, proses pembelajaran, hasilpembelajaran   Aktivitasbelajar yang paling efektifakantimbulbilamelibatkanaktivitas mental yang maksimaldapattercapaibilaadaminatbelajar yang kuat. Olehkarenaitubilaadasiswa yang kurangberminatdalammengikutisuatupelajaransepatutnyaseorang guru berusahamembangkitkanmotivasinya.Denganadanyamotivasibelajarmakadalamaktivitaspembelajaranakandapatmendorongkeaktifan / pesertadidik, karenakeaktifaninimerupakanhal yang sangatpentingdanperludiperhatikan agar dapatmemperolehhasil yang maksimal. Agar aktifbelajarmakadiperlukanketerlibatansecaraterpadu, berkesinambungandanberkelanjutandariberbagaihal.Fokus penelitian ini meliputi: (1) proses peningkatan pemahaman teks ekplanasi melalui penerapan metode i-care, (2) hasil peningkatan pemahaman teks eksplanasi melalui penerapan metode i-care. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK. Untukmendorongmotivasidankeaktifansiswadalam proses pembelajarankiranyaperlukitamencobasuatu model pembelajaran yang memberikankesempatankepadasiswauntukbelajaraktifdenganmemberikanbentuklatihanmelaluipenggunaanpenerapansaranadarii-careyang harusdikerjakanolehparasiswapadasaat proses pembelajaranberlangsung di dalamkelassehinggaakanmenciptakansuatutingkatpartisipasitinggidaripesertadidiksehinggadalam prosespembelajaranlebihterarahpada pada siswa.Data dalam penelitian ini berupa (1) proses pembelajaran dalam memahami teks eksplanasi, dan (2) hasil peningkatan pemahaman teks eksplanasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa SMAN XI 4 Negeri Sidoarjo angkatan 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pengamatan dan pencatatan. Instrument yang digunakan adalah lembar kerja teks eksplanasi dan angket yang berisi kriteria dari dua fokus penelitian, dan tabel sajian data. Kegiatan analisis data meliputi (1) mengoreksi teks eksplanasi siswa, (2) menganalisis proses pembelajaran di kelas yang diterapkan i-care, (3) mengelompokkan hasil teks eksplanasi siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan sebagai berikut: Hasil dari proses pembelajaran pemahaman teks eksplanasi sebanyak 39 siswa bernilai tinggi dengan rata-rata nilai siswa kelas XI 5 MIPA dan XI bahasa bernilai 75-83. (1) siswa bernilai menengah dengan rata-rata 70. Hasil identifikasi dijabarkan sebagai berikut. Pertama, proses belajar meliputi (1) aspek kreativitas ditandai dengan munculnya keberanian dan inisiatif siswa dalam bertindak di dalam kelas, (2) aspek interaksi ditandai dengan siswa melakukan sosialiasi terhadap masalah-masalah yang ditemukan pada saat menghadapi lembar kerja teks eksplanasi. (3) motivasi aspek yang ditandai dengan mengamati saat siswa berubah menjadi lebih percaya diri saat pembelajaran di kelas. Kedua hasil pembelajaran melalui i-care (1) aspek kualitas tulisan teks eksplanasi para siswa ditentukan oleh keefektifan pulisan mereka dalam menjelaskan pemahaman teks eksplanasi yang mereka peroleh (2) aspek struktur isi ditandai dengan kesinambungan yang mereka tulis (3) aspek memahami teks eksplanasi ditandai dari hasil lembar kerja dan angket. Dari kedua hasil tersebut dapat disimpulkan peningkatan memahami teks eksplanasi melalui penerapan metode i-care siswa mengalami perkembangan

    Representasi Perempuan Jawa pada Novel Canting Karya Arswendo Atmowiloto dalam Diskursus Feminisme

    No full text
    ABSTRAK Wardana, Febri Putra. 2017. Representasi Perempuan Jawa pada Novel Canting Karya Arswendo Atmowiloto dalam Diskursus Feminisme. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Kata Kunci: perempuan Jawa, novel Canting, domestik dan publik             Perempuan Jawa dalam penulisan ini merupakan perempuan yang lahir dalam kultur Jawa dan dididik serta dibesarkan dalam lazimnya masyarakat patriarki. Peran perempuan Jawa yang tercermin pada novel Canting karya Arswendo Atmowiloto cukup menarik. Perempuan Jawa ditampilkan secara dominan dan superior. Perempuan Jawa dapat menguasai ruang domestik dan ruang publik secara bersamaan. Sikap yang ditunjukkan perempuan Jawa dengan sifat sabar, pasrah, hubungan baik kepada masyarakat, serta pekerja keras ditampilkan dan diceritakan dengan baik oleh Arswendo. Adapun fokus penelitian adalah peran perempuan Jawa dalam ruang domestik dan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam diskurus feminis. Tahapan penelitian ini meliputi; (1) memilih dan menentukan buku novel, (2) membaca sumber data yang berupa buku novel, (3) pengolahan data, yang terdiri dari ketegorisasi dan reduksi data, (4) penyajian data (5) interpretasi data, mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis sesuai data yang ditemukan dan fokus penelitian. (6) kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen. Dokumen yang berisikan data-data penelitian. Selanjutnya, prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) penulis menentukan objek kajian berupa novel Canting, (2) membaca kritis novel ‘Canting’ untuk memahami keseluruhan cerita, (3) mengambil kutipan berupa deskriptif, naratif, atau dialog yang sesuai dengan fokus penelitian, (4) mengklasifikasikan data sesuai dengan fokus penelitian, (5) menganalisis dan menafsirkan data untuk menemukan representasi perempuan Jawa. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga simpulan. Pertama, perempuan Jawa dalam novel Canting memegang superioritas pada ruang domestik yang tidak dimiliki laki-laki. Kedua, perempuan Jawa dalam novel Canting memegang ruang publik yang pada umumnya dipandang sebagai wilayah maskulinitas. Ketiga, perempuan Jawa dapat menyelaraskan kedua ruang domestik maupun publik dengan seimbang.               ABSTRACT Wardana, Febri Putra. 2017. Representation of Javanese Women in Novel “Canting” by Arswendo Atmowiloto on Discourse Feminism. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Keywords: Javanese women, novel Canting, domestic and public Javanese women are women born in Javanese culture and in patriarchal society. The role of Javanese women reflected in novel Canting by Arswendo Atmowiloto is quite interesting. Javanese women are shown to be dominant and superior. Javanese women can control domestic space and public space simultaneously. The attitude shown by Javanese women with patience, submissiveness, good relationships to the community, and hard workers is well presented and told by Arswendo. The focus of this research is the role of Javanese women in domestic and public spaces. This research uses descriptive qualitative research method with feminist discourse. Stages of this research include; (1) selecting and defining novel books, (2) reading data sources in the form of novel books (3) data processing, consisting of data categorization and data collection, (4) data presentation (5) data interpretation, according to the data found and the focus of the study. (6) conclusions. Data collection is done through document studies. Documents containing the research data. Furthermore, the data collection procedure is done by: (1) the author determines the object of the study of the novel Canting, (2) critical reading of the novel Canting to understand the whole story, (3) take descriptive quote, narrative, or dialogue accordingly with a focus on research, (4) classifying data according to the research focus, (5) analyzing and interpreting data to find representations of Javanese women. Based on the data analysis obtained three conclusions. First, the Javanese women in the novel Canting have superiority in the domestic space that men do not have. Second, Javanese women in the novel Canting have no less attitude than men in the public sphere which is the sector of masculinity. Third, Javanese women can harmonize both domestic and public spaces in a balanced way

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berita Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA

    No full text
    ABSTRAK   Ririn Hidayati. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berita untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Drs. Dwi Saksomo, M.Si Kata kunci: bahan ajar menulis berita, menulis berita, ekstrakurikuler jurnalistik SMA. Kegiatan jurnalistik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Kegiatan jurnalistik perlu diajarkan sejak dini. Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA mampu menjadi solusi untuk mencetak para jurnalis muda yang berkompeten. Produk jurnalistik memiliki beberapa ragam, salah satunya berita. Namun di lapangan, pemahaman siswa SMA tentang berita masih sangat kurang. Bahan ajar yang tersedia masih sangat terbatas bahkan belum ada. Penelitian dan pengembangan ini memiliki tujuan umum menghasilkan produk bahan ajar menulis berita untuk kegiatan jurnalistik SMA sehingga dapat membantu kesulitan siswa dan meningkatkan kemampuan jurnalistik siswa SMA. Adapun tujuan khusus penelitian dan pengembangan ini, yaitu (1) mengembangkan isi bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (2) mengembangkan sistematika penyajian bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (3) mengembangkan penggunaan bahasa bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, (4) mengembangkan tampilan bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA, dan (5) mengkaji keefektifan bahan ajar menulis berita untuk kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan karena bertujuan mengembangkan bahan ajar menulis berita. Prosedur penelitian dan pengembangan yang dipakai dalam penelitian ini adalah adaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Tujuh tahap hasil adaptasi yang digunakan, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan produk, (3) pengembangan draf produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi hasil uji ahli dan uji praktisi, (6) uji lapangan, dan (7) penyempurnaan produk. Uji ahli produk meliputi ahli bahan ajar dan ahli menulis berita. Uji praktisi dilakukan pada pembina ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Grati. Uji lapangan dilakukan dua kali untuk menguji keefektifan produk dan dilakukan pada siswa kelas X dan XI anggota ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Grati berjumlah 13 siswa. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data verbal dan data angka. Data verbal dibagi menjadi dua, yaitu data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian. Data lisan berupa komentar dari para ahli dan praktisi. Data lisan digunakan untuk mengetahui tanggapan dan memperoleh saran perbaikan produk. Data angka berupa angka-angka yang didapat dari penghitungan nilai angket yang diberikan kepada subjek uji coba. Berdasarkan uji coba produk, diperoleh data berikut. Persentase hasil uji ahli bahan ajar mencapai 85% (kualifikasi sangat layak dengan tindak lanjut implementasi). Persentase hasil uji ahli materi mencapai 75% (kualifikasi layak dengan tindak lanjut implementasi). Persentase hasil uji praktisi mencapai 94% (kualifikasi sangat layak dengan tindak lanjut implementasi). Berdasarkan hasil uji keefektifan produk menggunakan uji t dengan membandingkan nilai pretest dan posttest siswa, dapat diketahui nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang merupakan level significance. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka terdapat perbedaan dan berpengaruh. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terdapat perbedaan dan tidak berpengaruh. Berdasarkan data hasil uji coba produk tersebut dimaknai bahwa (1) bahan ajar Menulis Berita untuk Jurnalis SMA/Sederajat memiliki kualifikasi sangat layak dan dapat dilakukan tindak lanjut implementasi pada siswa, dan (2) bahan ajar tersebut efektif digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik SMA karena dapat meningkatkan kompetensi jurnalistik siswa. Saran yang diberikan pengembang untuk peneliti dan pengembang lain, yaitu (1) diajurkan untuk mengembangkan bahan ajar menulis berita  dengan karakteristik yang berbeda, lebih unik, dan spesifik dalam bentuk bahan ajar, inspirasi bahan ajar, segmentasi pengguna bahan ajar, dan tingkat kerincian serta keragaman latihan, (2) memperhatikan kedalaman materi dan pemilihan contoh-contoh berita yang lebih beragam, (3) memperhatikan tata letak tulisan, dan (4) memperhatikan masa uji coba lapangan sehingga latihan dalam bahan ajar dapat dilaksanakan dengan tuntas

    Pelafalan Bahasa Indonesia Mahasiswa Program Critical Language Scholarship Tahun 2017

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang jenis kesalahan pelafalan yang dilakukan oleh mahasiswa program Critical Language Scholarship tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis kesalahan pelafalan yang berupa kesalahan pelafalan konsonan dan kesalahan pelafalan vokal. Terdapat tujuh jenis kesalahan pelafalan konsonan yang dilakukan oleh mahasiswa program CLS 2017 yaitu pelafalan /r/, /t/, /c/, /d/, /g/, /n/, dan /s/. Kemudian pada pelafalan vokal terdapat enam jenis kesalahan yaitu pelafalan /e/, /ə/, /a/, /i/, /u/, /o/

    REALISME MAGIS TEKS BABAD NUSANTARA (STUDI REALISME MAGIS WENDY B. FARIS DALAM SERAT BABAD SONGENNEP KARANGAN RADEN WERDISASTRA)

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini mengangkat isu realisme magis di Indonesia sebagai kajian yang digunakan untuk mengapresiasi teks sastra lama. Fokus penelitian ini adalah mengklasifikasi lima karakteristik realisme magis dalam Serat Babad Songennep karangan Raden Werdisastra berdasarkan karakteristik yang dikonsep oleh Wendy B. Faris dalam bukunya yang berjudul Ordinary Enchantment and The Remistification of Narrative (2004). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Serat Babad Songennep merupakan karya realisme magis karena memenuhi prinsip lima karakteristik Faris. Serat Babad Songennep karangan Raden Werdisastra mempertegas wacana model naratif yang mematahkan pandangan bahwa hidup dan kehidupan tidak selamanya mampu diakumulasi hal-hal yang bersifat sains dan rasional

    TUTURAN DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Malang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada saat interaksi belajar mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Malang ditemukan enam bentuk tuturan direktif dan enam fungsi tuturan direktif, yaitu permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan anjuran/nasihat

    Teks Iklan, Slogan, Dan Poster Dalam Buku Teks Untuk Pembelajaran Kelas Viii Smp

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini berfokus pada isi serta penggunaan bahasa pada teks iklan, slogan, dan poster dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi 2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan isi teks iklan, slogan, dan poster pada buku teks tersebut adalah iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, iklan penawaran, peribahasa, poster komersial, dan poster non komersial. Penggunaan bahasa teks iklan, slogan, dan poster dalam buku teks tersebut meliputi (1) penggunaan pilihan kata bermakna denotasi, pilihan kata bermakna konotasi, kata ilmiah, kata populer, (2) penggunaan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan persuasif, (3) penggunaan ejaan tanda baca yang sesuai, tanda baca yang tidak sesuai, singkatan, penulisan huruf sesuai, dan penulisan huruf yang tidak sesuai

    Pengembangan Bahan Ajar Teks Ulasan untuk Siswa Kelas VIII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar teks ulasan untuk siswa kelas VIII SMP. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk  berupa bahan ajar teks ulasan dengan judul Mengenal Karya melalui Ulasan. Bahan ajar tersebut terdiri atas empat spesifikasi produk yang berupa aktivitas pokok, yakni memahami teks ulasan, mengungkapkan kembali teks ulasan, menganalisis struktur dan kebahasaan teks ulasan, dan menyusun teks ulasan

    KOHESI DAN KOHERENSI PADA KARANGAN NARASI MAHASISWA THAILAND DALAM PROGRAM IN COUNTRY 2017 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    Hal yang melatarbelakangi ditelitinya hasil tulisan narasi siswa  mahasiswa Thailand dalam program In Country Universtitas Negeri Malang yaitu minat orang asing akan bahasa Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya orang asing yang mulai mempelajari bahasa Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan utama yang paling umum adalah mampu berkomunikasi dengan masyarakat selama berada di Indonesia. Dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa asing secara lisan, pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem pencelupan yang secara langsung mempelajari bahasa Indonesia dengan masyarakat sekitar. Selain bahasa secara lisan yang sering dilakukan dalam program BIPA di Universitas Negeri Malang, bahasa tulis juga disematkan pada materi program pembelajaran. Di dalam program BIPA berinteraksi secara tulisan pebelajar diajarkan memproduksi kalimat bahasa Indonesia dengan pola atau struktur kalimat yang senada sehingga hubungan setiap kalimatnya dapat dipahami sesuai dengan tingkatan pebelajar dalam memahami bahasa Indonesia. Sehingga, berawal dari memproduksi kalimat yang sederhana pebelajar dapat meningkatkan pemahaman tentang pola atau struktur kalimat yang berkesinambungan. Dalam memproduksi kalimat menjadi sebuah paragraf atau teks, penggunaan bahasa yang efektif, efisien, dan padu diperlukan agar mampu meyampaikan pesan atau informasi pada pembaca dengan tepat, maka dapat dikatakan bahwa kohesi dan koherensi memegang peranan paling penting untuk mendapatkan penulisan paragraf yang utuh. Subjek penelitan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Thailand kelas pemula (beginning) yang notebennya belum sepenuhnya paham dengan bahasa Indonesia, namun mereka sudah memahami beberapa kosakata dan mampu memproduksi kalimat yang sederhana.             Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Data penelitian yaitu karangan narasi mahasiswa Thailand. Data diperoleh dari kuis menulis karangan narasi mahasiswa Thailand dalam program In Country. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik dokumentasi dalam bentuk karangan narasi mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) interpretasi data, (4) eksplanasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tringulasi peneliti. Tringulasi peneliti dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti lain yang dilihat dari kriteria yang sama yaitu kohesi dan koherensi karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan penggunaan kohesi pada karangan narasi mahasiswa Thailand program In Country 2017 Universitas Negeri Malang. Penggunaan kohesi berdasarkan klasifikasinya yaitu sebagai berikut. Pertama, penggunaan kohesi berupa kohesi gramatikal yang digunakan (1) referensi, (2) subtitusi, (3) elipsis dan (4) konjungsi. Kedua, kohesi berupa kohesi leksikal yang digunakan meliputi (1) repetisi, (2) sinonimi, (3) antonimi, dan (4) hiponimi. Ditemukan pula penggunaan koherensi pada karangan narasi mahasiswa Thailand . Penggunaan koherensi tersebut diklasifikasiakn sebagai berikut, Pertama, koherensi berupa hubungan sebab-akibat. Kedua, koherensi berupa hubungan latar kesimpulan. Ketiga, koherensi berupa hubungan perbandingan. Keempat, koherensi berupa hubungan parafratis. Kelima, koherensi berupa hubungan amplikatif. Keenam, koherensi berpa hubungan aditif waktu. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pertama, pada karangan narasi mahasiswa Thailand dalam program In Country 2017 Universitas Negeri Malang, siswa dapat merangkai karangan narasi dengan baik. Meskipun mereka dari golongan pemula, mereka dapat menggunakan pilihan kata yang tepat untuk menyusun sebuah kalimat yang padu. Dalam sebuah paragraf, penulisan antarkalimat harus berkaitan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan utuh. Sebuah karangan yang baik terdapat kohesi yang berfungsi untuk memadukan antarkata dalam sebuah kalimat, antarkalimat dalam sebuah paragraf dan antarparagraf dalam sebuah karangan. Pada karangan narasi mahasiswa Thailand dapat dikatakan sebagai karangan yang baik dan padu dibuktikan dengan ditemukannya penggunaan piranti kohesi pada setiap karagan mahasiswa. Penggunaan piranti kohesi dapat mempermudah siswa untuk merangkai sebuah karangan yang runtut dan jelas. Kedua, penggunaan koherensi dalam karangan bertujuan untuk menyelaraskan karangan agar karangan tersebut koheren. Dalam sebuah karangan, unsur koherensi digunakan agar pembaca dapat menginterpretasikan dan memahami maksud dari sebuah karangan. Dalam karangan narasi mahasiswa Thailand pada program In Country 2017, mahasiswa dapat meyampaikan pesan berupa pengalaman mereka selama berada di Indonesia dalam bentuk sebuah karangan narasi, sehingga pembaca diharapkan mampu mengetahui apa saja yang dilakukan selama berada di Indonesia. Karangan tersebut dapat dikatakan koheren dibuktikan dengan adanya penggunaan piranti koherens pada setiap karangan.    Berdasarkan temuan penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut. Pertama, kepada penulis dan pembaca, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis artikel yang berkaitan dengan karakteristik bahasa yang digunakan dan untuk mengetahui karakteristik karangan mahasiswa Thailand ditinjau dari keserasian dan kepaduan paragraf (kohesi dan koherensi). Kedua, bagi guru BIPA dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai tolak ukur dalam mengajar. Ketiga, untuk peneliti lain daisarankan untuk melakukan penelitian yang lain dengan mengaitkan hubungan kohesi dan koherensi dalam kesatuan gagasan menulis karangan mahasiswa Thailand, serta melakukan penelitian lebih lanjut misalnya meneliti kesatuan gagasan pada setiap pararaf, pemilihan kata, variasi kalimat, kesesuaian topik, dan pembahasan topik dalam kerangan narasi mahasiswa Thailand

    Konservasi Koleksi Lukisan pada Kelompok Kerja Pelestarian Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar-Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Prastika, Fiendhy. 2017. Konservasi Koleksi Lukisan pada Kelompok Kerja Pelestarian Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar-Jawa Timur. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Ida Lestari, M.Si., (II) Taufiq Kurniawan, S.IP., M.IP.   Kata Kunci: konservasi lukisan,pelestarian bahan pustaka, perpustakaan kepresidenan               Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pelestarian bahan pustaka utamanya konservasi lukisan meliputi kebijakan konservasi lukisan, prosedur kegiatan konservasi lukisan, dan kendala-kendala yang dihadapi saat konservasi lukisan oleh kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka diUPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Konservasi lukisan adalah hal yang baru dilaksanakan di lingkup UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, namun karena lukisan adalah termasuk salah satu bahan pustaka golongan grafis maka keberadaannya harus tetap diperhatikan.             Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini relatif sedikit menggunakan teori dan hipotesis serta dilakukan pada satu variabel.Data penelitian ini adalahdata verbal yaitu kata, kalimat, dan gambar. Data yang digunakan adalah deskripsi tentang latar belakang, informasi tentang prosedur kegiatan, daninformasimengenai kendala-kendala yang dihadapi saat konservasi lukisan pada kelompok kerja pelestarian bahan pustaka di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.Sumber data dari penelitian ini ada tiga yaitu person, place, paper. Person atau orang, yaitu  kepala bidang Pengembangan dan Pelestarian Bahan Pustaka dan konservator kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka. Place atau tempat, yang dalam penelitian ini adalah UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Paper atau kertas yaitu dokumen-dokumen perpustakaan seperti dokumen notulen saat pelatihan, data buku induk, katalog koleksi lukisan.             Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latarbelakang kegiatan konservasi lukisan sebagai salah satu usaha pelestarian bahan pustaka utamanya koleksi lukisan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.Kedua, tidak ada pedoman tertulis secara resmi tentang kegiatan konservasi lukisan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, namun prosedur yang dilakukan kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka adalah prosedur konservasi sesuai dengan Prosedur Operasional Standar Observasi Koleksi di Museum dari Museum Nasional.Ketiga, kendala yang dihadapi pada proses konservasi lukisan adalah keterbatasan kemampuan konservator dalam menangani lukisan kategori kerusakan berat dan keterbatasan pengadaan bahan seperti polyamidetextileadhesiveweldingpowder 5065 yang tidak diperjualbelikan di Indonesia

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇