SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Kemampuan Menulis Puisi dengan Rangsang Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prastiwi, Meidyana. 2017. Kemampuan Menulis Puisi dengan Rangsang Cerpen Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. MuakibatulHasanah, M.Pd.   Kata Kunci: puisi, rangsang cerpen.   Menulis puisi merupakan bentuk kegiatan bersastra sebagai bagian dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan menulis puisi dapat dilakukan dengan cara memberikan sebuah rangsangan kepada siswa. Rangsangan menulis puisi dapat diperoleh dengan beragam cara, salah satunya menggunakan media dalam bentuk cerpen. Cerpen yang digunakan untuk merangsang kemampuan siswa dalam menulis puisi telah dipilih, dipilah, dan disesuaikan dengan kemampuan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMAN 5 Malang, dilihat dari aspek (a) diksi atau pilihan kata, (b) pengimajian atau citraan, (c) majas, dan (d) sarana retorika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 5 Malang sebanyak 216 siswa, sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 88 siswa yang diambil dari 2 kelas IPA dan 2 kelas IPS. Dalam penelitian ini, siswa diminta untuk membaca cerpen, kemudian menentukan diksi atau pilihan kata, frasa, maupun kalimat, selanjutnya disusunlah menjadi sebuah puisi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 20.0 for Windows. Hasil penelitian kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang berkategori kurang, dengan skor sebesar 54,55.Skor yang diperoleh tersebut tergolong kurang karena tingkat capaian penguasaan antara nilai 50-69. Skor rata-rata menulis puisi dilihat dari aspek (a) diksi atau sebesar 65,05, (b) aspek pengimajiansebesar 62,51, (c) aspek majas sebesar 42,33,dan (d) aspek sarana setorika sebesar 48,29. Berdasarkan analisis data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMAN 5 Malang tergolong kurang dengan nilai kemampuan yang dimiliki berbeda-beda, (a) aspek diksi tergolong kurang karena kurangnya perbendaharaan kata yang digunakan dalam menulis puisi, (b) aspek pengimajian tergolong kurang karenakurang memahami konsep penyampaian citraan dalam penulisan puisi, danbelum mampu menerapkan teori pengimajian dengan baik, (c) aspek majas tergolong sangat kurang karena dipengaruhi oleh tingkat kreatifitas siswa dalam mengembangkan imajinasi, dalam penulisan puisi, hal inilah yang menyebabkan siswa kurang mampu menerapkan penggunaan majas, dan (d) aspek sarana retorika tergolong sangat kurang karena kurangnya kemampuan dalam menerapkan sarana retorika disebabkan karena siswa belum memiliki referensi yang memadai terkait puisi, serta belum mampu menerapkan teori sarana retorika  dengan baik. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada (1) guru Bahasa Indonesia disarankan untuk melakukan pembelajaran yang mampu melatih siswa untuk mencapai tahapan dalam menulis puisi dengan baik seperti menentukan diksi, membentuk majas secara orisinal (baru), memperkaya kosakata, menghadirkan imaji secara variatif, serta membuat majas dan sarana retorika dengan pola yang baik, dan (2) untuk peneliti selanjutnya disarankan dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk penelitian sejenis dengan subjek yang berbeda atau penelitian yang berbeda tujuannya agar dapat memperbaiki atau mengembangkan pembelajaran menulis puisi pada subjek penelitian ini. Penelitian yang berbeda perlu dilakukan agar diketahui metode, strategi, atau media yang tepat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi karena kemampuan siswa dalam menulis puisi masih dalam kategori kurang.   ABSTRACT   Prastiwi Meidyana. 2017. Ability to Stimulate Short Story Writing Poetry Student Class XI High School. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.   Keywords: Poetry, short stories stimuli.   Writing poetry is a form of compose as part of Indonesian subjects. The act of writing poetry can be done by providing a stimulus to the students. Stimulation of writing poetry can be obtained in various ways, one of which uses the media in the form of short stories. Cerpen used to stimulate the students 'skills in writing poetry has been selected, sorted, and tailored to students' understanding ability. This study aimed to describe the ability to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang, from the aspects of (a) the diction or choice of words, (b) pengimajian or images, (c) figure of speech, and (d) the means of rhetoric. This study uses a quantitative research with descriptive research. The study population was a class XI student of SMAN 5 Malang as many as 216 students, while the samples of this study were 88 students drawn from the second grade and 2nd grade IPA IPS. In this study, students were asked to read a short story, then determining diction or choice of words, phrases, or sentences, then drafted into a poem. Data analysis technique was performed using SPSS 20.0 for Windows. Research result ability to write poems with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang less category, with a score of 54.55. SThe choir earned relatively less because the level of mastery achievement between grades 50-69.The average score of writing poetry from the aspect (a) diction or amounted to 65.05, (b) pengimajian aspects of 62.51, (c) the figure of speech aspects of 42.33, and (d) means setorika aspects of 48.29 , Based on the data analysis it can be concluded that the ability of students to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang classified as less the value of the capabilities of different, (a) aspects of diction relatively less due to lack of vocabulary used in writing poetry, (b) aspects of pengimajian classified as less of a misunderstanding of the concept of delivery of imagery in poetry, and have not been able to apply the theory pengimajian well, (c) aspects of the figure of speech is relatively very less as it is influenced by the level of creativity of students in developing imagination, writing poetry, it is this which cause poor students to apply the use of figure of speech,and (d) aspects of rhetoric means relatively very less due to the lack of skills in applying rhetorical tool because students do not yet have adequate reference related to poetry, and not able to apply the theory of rhetoric with good facilities. From these results, the researchers suggest to (1) suggested Indonesian teachers todo the learning that is able to train students to reach that stage in writing poetry well as determine diction, forming a figure of speech in the original (new), enriching vocabulary, bring the images are varied, as well as create a figure of speech and means of rhetoric with a good pattern, and (2) for further research is recommended to use these results to similar studies with different subject or a different research purpose in order to improve or develop learning to write poetry on the subject of this study. Different research needs to be done in order to know the methods, strategies, or appropriate media use in learning to write poetry because students' skills in writing poetry is still in the poor category

    Tindak Tutur Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMK Negeri 7 Malang dalam Kegiatan Diskusi

    No full text
    ABSTRAK   Cahyani, NilaRizki. 2017. TindakTuturBahasa Indonesia SiswaKelas XI SMK Negeri 7 Malang dalamKegiatanDiskusi. JurusanSastraIndoensia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno   Kata kunci :bentuktindaktutur, fungsitindaktutur, strategitindaktutur.   Tindaktuturbahasa Indonesia siswadalamkegiatandiskusiperludiperhatikanbagaimanasiswamenyampaikansebuahtuturandanmaksuddarituturan yang diujarkan. OlehKarenaitu, perludiperhatikanpemakaianbentuktindaktutur, fungsitindaktutur, danstartegitindaktutur yang sesuai agar tujuanbelajardapattercapaidenganbaik. Guru dalamhalinimemilikiperan yang sangatpenting, yaitumemberikanbimbingankepadasiswadenganikutsertaatauhanyamendampingisiswadalamkegiatandiskusikelas. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanbentuktindaktutur, fungsitindaktutur, danstrategitindaktutursiswadalamkegiatandiskusipadakegiatanpemebelajaranbahasa Indonesia siswakelas XI SMKN 7 Malang.   Pendekatan yang digunakandalampenelitianiniadalahkualitatif, sedanganjenispenelitianiniadalahpenelitiandeskriptif. Instrumen yang digunakanuntukmengumpulkandanmenganalisis data padapenelitianiniadalahrencanapelaksanaanpembelajaran, panduanpengambilan data, panduanpencatatanlapangan, panduantranskripsidanpanduananalisis data. Data yang diperolehadalah data verbal daritindaktutursiswadalamkegiatandiskusikelas. Sumber data padapenelitianiniadalahtuturansiswakelas XI SMKN 7 Malang. Pengumpulan data dilakukandenganteknikperekamanmenggunakanalat bantu rekamberupaHandphone, selainitupenelitijugamenggunakanteknikpencatatanlapangan. Analisis data dalampenelitianiniadalahsesuaidenganpanduananalisis data. Penelitimembacatranskripsidengancermat, kemudian data tersebutdiidentifikasi, klasifikasi, dankodefikasisesuaidenganfokuspenelitian. Berdasarkananalisis data ditemukanbentuktindaktutur, fungsitindaktutur, danstrategitindaktutur. Bentuktindaktutur yang ditemukanadalah (1) lokusi, (2) ilokusi, dan (3) perlokusi. Fungsitindaktutur yang ditemukanadalahfungsitindaktutur (1) representatif/ assertif, diantaranyaassertifmenyebutkan, mengeluh, pernyataan, mrngakuimenunjukkan, dan saran; (2) komisif, diantaranyakomisifkesanggupandanmengusulkan; (3) direktif, diantaranyadirektifmenyuruh, meminta, danmenantang; (4) ekspresif, diantaranyaadalahmengkritik, berterimakasih, danmemintamaaf; dan (5) deklaratif, diantaranyamengizinkan, menutup, danmenegaskan. Strategitindaktuturdilihatdarikesesuaian modus kalimatnyadikelompokkanmenjadi (1)tindaktuturlangsungdan (2) tindaktuturtidaklangsung. Secaraumumdapatditariksebuahkesimpulanbahwadalamkegiatandiskusisiswakelas XI SMK Negeri 7 Malang  mengandungtigabentuktindaktutur, yaitulokusi,ilokusidanperlokusi. Fuungsituturandalamkegiatandiskusitersebutjugamengandungfungsiassertif, komisisf, direktif, ekspresif, dandeklaratif yang dapatdiketegorikanstrategitindaktuturnyaberdasarkankesesuaianmaksuddan modus tuturankedalamduakelompokyaitutindaktuturlangsungdantindaktuturtidaklangsun

    Struktur Cerita Legenda Goa Maharani

    No full text
    ABSTRAK   Goa Maharani sebelum ada yang menemukan terdapat sebuah ular naga putih yang tinggal di dalamnya kemudian goa tersebut dijadikan tempat bertapa oleh raja Majapahit. Ketika raja Majapahit itu sedang melakukan pertapaan ular naga putih itupun keluar untuk menjaganya. Setelah raja Majapahit itu keluar, ular naga putih itupun melakukan pertapaan juga dan setelah itu, diuji oleh Yang Maha Kuasa akan ilmunya hingga lulus dalam menghadapi ujian yaitu menghadapi hujan dan badai di tengah laut utara. Kemudian ular naga putih itupun bisa berubah  menjadi manusia karena lulus dari ujian tersebut. Pemberian nama goa Maharani diambil dari nama putri Dewi Maharani yang menjaga goa tersebut. Goa Maharani merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki Lamongan dan saat ini menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di daerah Lamongan bahkan sampai ke manca negara. Namun, dibalik semua itu banyak orang yang kurang mengetahui tentang cerita Goa Maharani itu sendiri. Padahal cerita tersebut merupakan salah satu kebudayaan lisan/folklor dari desa Penajan kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya berupa cerita rakyat yang ada di daerah Paciran Lamongan. Dalam penelitian ini memanfaatkan legenda Goa Maharani  sebagai sumber bahan unsur intrinsiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Pada umumnya dalam penelitian sastra dipergunakan teknik penelitian kualitatif. Penelitian ini menitik beratkan pada segi alamiah dan mendasarkan pada karakter yang terdapat dalam data.  Data dalam penelitian ini meliputi:data tentang cerita legenda goa Maharani berupa tuturan tentang cerita legenda goa Maharani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti diperoleh empat simpulan berikut, pertama, Alur yang digunakan dalam Cerita Legenda Goa Maharani ini menggunakan alur maju (progresif). Tahapan alur, Cerita Legenda Goa Maharani mempunyai tahapan awal eksposisi, tahapan tengah konflik dan klimaks, dan terakhir tahapan penyelesaian. Pelukisan tokoh dilakukan secara dramatis. Pada Cerita Legenda Goa Maharani ini terdapat lima latar tempat yaitu: (1) Goa Maharani, desa Penajan kecamatan Paciran (2) Ruang tempat pertemuan Putri Dewi Maharani dengan dua sahabatnya (3) Laut utara dan (4) Depan pintu masuk goa Maharani. Latar waktu yang digunakan adalah waktu yang lampau tahun 1960an, tahun 1962, 6 Agustus 1992 jam tiga sore, 6 September 1992, bulan Maret 1994, tahun 1999, akhir tahun 2004, dan tahun 2005. Fungsi latar sebagai metaforik. Beberapa amanat yang disampaikan antara lain: (1) Sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong. Dengan kejujuran dan  tolong-menolong, kita akan menjadi manusia yang baik, disegani dan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang sulit dengan baik. (2) Menjadi orang yang baik  itu sulit, dan banyak kendalanya akan tetapi jangan pernah menyerah untuk menjadi orang yang jujur dan baik meskipun dijauhi teman. Karena orang yang baik akan mendapatkan hal yang baik pula dalam hidupnya. (3) Kita harus selalu berusaha  untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan optimis  karena pasti akan bisa. Jangan sampai keraguan menghanguskan keyakinan dan kekuatan kita.Jika kita sudah melakukan suatu hal kebaikan, haruslah dengan ikhlas jangan pernah meminta imbalan karena Tuhan pasti akan membalasnya sendiri kepada kita. (4) Betapa pentingnya arti sebuah kesetiaan, seperti yang dilakukan mbah Sugeng terhadap Goa Maharani dan Dewi Maharani sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong.ektifan kalimat disebabkan oleh fungsi dan unsur kalimat memilik

    PEMANFAATAN ASPEK BUDAYA INDONESIA DALAM BUKU TEKS BIPA LENTERA INDONESIA 3

    No full text
    ABSTRAK Ratnasari. Sherly A. D. 2015. Pemanfaatan Aspek Budaya Indonesia dalam Buku Teks BIPA Lentera Indonesia 3. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo HS., M.Pd, (II) Dr. Gatut Susanto, M.M, M.Pd. Kata kunci: Buku Teks BIPA Lentera Indonesia 3, Aspek Budaya Indonesia             Buku teks BIPA memegang peranan penting dalam pembelajaran BIPA. Buku teks BIPA memuat materi-materi pembelajaran BIPA yang bertujuan untuk mencapai sasaran belajar. Materi pembelajaran BIPA berorientasi pada budaya Indonesia. Materi dalam buku teks BIPA yang memuat budaya Indonesia akan membantu pembelajar BIPA dalam mengaktualisasikan diri dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus membantu memudahkan pembelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia. Pemberian materi budaya dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia membekali pembelajar BIPA agar mampu berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan kondisinya.             Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud budaya Indonesia, (2) penyajian materi budaya dan (3) hubungan antara isi materi budaya pada setiap unit sajian materi dengan catatan budaya dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia 3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data penelitian berupa data tulis (paparan verbal) tentang deskripsi wujud budaya Indonesia, penyajian materi budaya, dan hubungan antara isi materi budaya pada setiap unit sajian materi dengan catatan budaya dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia 3. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumen. Instrumen utama yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu peneliti sendiri yang didukung dengan instrumen tambahan berupa tabel pengumpul data. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan peningkatan ketekunan dalam penelitian, perpanjangan pengamatan, diskusi teman sejawat, dan bimbingan intensif dengan dosen pembimbing skripsi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data yang meliputi identifikasi dan klasifikasi, tahap penyajian data, tahap penyimpulan, dan tahap verifikasi data.             Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, wujud budaya Indonesia dalam bentuk budaya material dan nonmaterial dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia 3 saling berkaitan. Budaya material meliputi kesenian, masakan Indonesia, perkebunan, perikanan, mata pencaharian, kesehatan, teknologi terapan, dan pemilihan umum muncul sebagai topik utama pada setiap unit pembelajaran terdiri atas materi-materi pembelajaran. sementara itu, budaya nonmaterial meliputi nilai, norma, kepercayaan, dan bahasa muncul pada satuan materi pembelajaran yang terdapat dalam budaya material. Kedua, materi bermuatan budaya Indonesia muncul pada satuan materi yang disajikan dalam materi kebahasaan, keterampilan berbahasa, dan catatan budaya pada setiap unit pembelajaran. Setiap materi pada tiap unit pembelajaran memuat budaya Indonesia kecuali kosakata. Kosakata dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia 3 tidak memuat budaya Indonesia karena kosakata dalam buku teks BIPA  Lentera Indonesia 3 bukan bertujuan untuk membelajarkan budaya, tetapi untuk membelajarkan bahasa yang memuat budaya. Ketiga, isi materi budaya pada setiap unit sajian materi dengan catatan budaya saling berhubungan. Setiap unit sajian materi dalam buku teks BIPA Lentera Indonesia 3 yang memuat budaya Indonesia memiliki keterkaitan dengan catatan budaya berdasarkan topik pada setiap unit pembelajaran. Topik yang bermuatan budaya pada setiap unit pembelajaran muncul pada satuan materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi penulis buku teks BIPA Lentera Indonesia 3 agar memilih tema wacana mengenai budaya Indonesia pada setiap unit secara berurutan. Penulis harus menentukan skala prioritas agar pembelajar BIPA dapat memahami hubungan logis antara satu bahasan dengan bahasan lainnya. Bagi pengembang buku teks BIPA agar  menyusun dan mengembangkan buku teks BIPA yang berkualitas dengan memasukkan unsur budaya Indonesia pada setiap materi pembelajaran agar buku teks BIPA yang dihasilkan dapat membekali pembelajar BIPA dalam mempelajari bahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan kondisi di mana mereka belajar. Bagi pengajar BIPA, disarankan agar dalam memilih dan memberikan  materi pembelajaran yang berorientasi budaya harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, baik yang bertujuan belajar bahasa atau belajar budaya. Bagi pembelajar BIPA agar memanfaatkan  buku teks BIPA Lentera Indonesia 3 secara maksimal dalam pembelajaran BIPA. Buku teks BIPA Lentera Indonesia 3. Hal ini bertujuan agar pengetahuan mengenai budaya Indonesia dalam bentuk budaya material dan nonmaterial yang diperoleh dalam pembelajaran BIPA dapat membantu pembelajar dalam mempelajari bahasa dan mengaktualisasikan diri dengan budaya Indonesia secara tepat.        

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS NARASI (CERITA FANTASI) DENGAN KONTEKS PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SISWA KELAS VII SMP

    No full text
    Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar menulis teks narasi (cerita fantasi) dengan konteks pendidikan lingkungan hidup untuk siswa kelas VII SMP yang memiliki kelayakan isi, sistematika, bahasa, dan tampilan. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang sudah disederhanakan menjadi tujuh tahap. Berdasarkan hasil uji produk yang telah dilakukan kepada ahli, praktisi, dan uji di lapangan, diperoleh hasil bahwa bahan ajar sudah layak untuk diimplementasikan.

    Materi Tata Bahasa pada Buku Ajar BIPA "Sahabatku Indonesia"

    No full text
    ABSTRAK   Dalam penelitian ini dideskripsikan aspek materi tata bahasa dan kesesuaian materi dengan pedoman pemetaan kompetensi pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitiian aspek materi tata bahasa dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia meliputi tata kata dan tata kalimat. Kesesuaian materi dengan pedoman pemetaan kompetensi diperoleh hasil bahwa sebagian besar materi yang tidak sesuai dengan pedoman pemetaan kompetensi pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia

    MUATAN BUDAYA YANG TERDAPAT PADA KATA NAMA ORANG, MAKANAN, DAN TEMPAT DALAM BUKU AJAR BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT A1

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan budaya yang terdapat pada nama orang, makanan, dan tempat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muatan budaya yang terdapat pada nama orang, makanan, dan tempat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. pertama, penggunaan nama orang dapat dilihat dari sudut pandang agama (Islam (Ahmad) dan Nasrani (Paulus)), etnis (Sunda (Asep), Bali (Wayan), Betawi (Mandra), dan Jawa (Joko Widodo), internasional (Cina (Chuan Li-Ko), Jepang (Maho Tanikawa), Amerika (John), dan Belanda (Daan Van Leeuwen)), dan Umum (nama umum yang digunakan oleh orang Indonesia, yaitu Santi). Kedua, penggunaan nama makanan dapat dilihat dari sudut pandang tradisional (rendang) dan internasional (omelet). Ketiga, penggunaan nama tempat dapat dilihat dari sudut pandang etnis (Sunda (Bandung), Bali (Bali), dan Jawa (Yogyakarta) dan umum (nama tempat yang tinggali oleh penduduk multietnis, yaitu Jakarta)

    BAHAN AJAR MENULIS TEKS FABEL DENGAN SUMBER IDE GAMBAR SERI UNTUK SISWA KELAS VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis teks fabel dengan sumber ide gambar seri untuk siswa kelas VII SMP. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan bahan ajar yang telah dimodifikasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Bahan ajar diujikan kepada ahli menulis teks fabel, ahli pembelajaran menulis teks fabel, praktisi, dan siswa kelas VII. Hasil penelitian ini berupa: (1) isi, (2) sistematika, (3) kebahasaan, dan (4) tampilan bahan ajar menulis teks fabel sesuai dengan Kurikulum 2013 revisi. Bahan ajar dinilai valid dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menulis teks fabel

    KELAYAKAN MATERI SASTRA PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X, XI, DAN XII EDISI REVISI TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan materi sastra pada buku teks Bahasa Indonesia kelas X, XI, dan XII edisi revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan materi sastra pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan layak digunakan, namun peserta didik memerlukan pendampingan pendidik agar buku teks tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran

    KRITIK LINGKUNGAN HIDUP DALAM CERPEN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 NGORO

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan meneliti kritik lingkungan yang ditulis oleh siswa melalui cerpen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dalam penelitian adalah deskripsi, narasi, dialog, argumentatif, dan persuasi yang berada di dalam cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ngoro. Namun, data yang terpilih (1) lingkungan hidup daerah perkotaan, (2) lingkungan hidup daerah pedesaan, (3) lingkungan hidup masyarakat hutan, (4) lingkungan hidup daerah aliran sungai. Hasil penelitian meliputi pola-pola karangan kritik siswa yang cenderung menggunakan diksi mengandung tautologi dan personifikasi. Namun majas yang cenderung digunakan adalah majas personifikasi

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇