SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    PEMETAAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA (JSI) UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) TAHUN TERBIT 2013-2015

    No full text
    RINGKASAN   Mahmudah, Siti. 2017. Pemetaan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia (JSI) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Terbit 2013-2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titik Harsiati, M.Pd.   Kata kunci: pemetaan skripsi, topik penelitian, jenis penelitian, lokasi penelitian.   Skripsi merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi sarjana. Akan tetapi, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan skripsi sebab faktor internal di antaranya adalah kebingungan mencari topik penelitian. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan pemetaan skripsi mahasiswa sehingga diketahui kecenderungan penelitian dan potensi penelitian yang belum diteliti. Penelitian pemetaan skripsi sudah banyak dilakukan, namun mayoritas penelitian tersebut meneliti salah satu dari topik penelitian, jenis penelitian atau lokasi penelitian, sedangkan penelitian yang memetakan skripsi berdasarkan ketiga aspek tersebut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 berdasarkan topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian.   Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Data penelitian ini adalah frekuensi topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian. Sumber data penelitian ini adalah abstrak skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013, 2014, dan 2015 yang berjumlah 486 judul. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yakni (1) pengelompokan data, (2) penghitungan frekuensi (jumlah dan persentase) setiap topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian, (3) penyimpulan, dan (4) verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian yakni sebagai berikut. Pertama, topik penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 23 topik meliputi (a) pembelajaran menyimak (10 judul), (b)  pembelajaran berbicara (28 judul), (c) pembelajaran membaca (45 judul), (d) pembelajaran menulis (254 judul), (e) pembelajaran apresiasi sastra responsi reseptif (14 judul), (f) pembelajaran apresiasi sastra responsi ekspresif  (7 judul), (g) 14 topik penelitian lain-lain di bidang pendidikan (52 judul), (h) penelitian bahasa (20 judul), (i) penelitian sastra (50 judul), dan (j) penelitian kebudayaan (6 judul). Kedua, jenis penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 6 jenis meliputi (a) jenis penelitian kuantitatif (78 judul), (b) jenis penelitian kualitatif (249 judul), (c) jenis penelitian kombinasi (3 judul), (d) jenis penelitian tindakan kelas ( 43 judul), (e) jenis penelitian pengembangan (102 judul), dan (f) jenis penelitian kajian pustaka (11 judul). Ketiga, lokasi penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 13 lokasi. Lokasi tersebut digolongkan menjadi lokasi di bidang pendidikan dan lokasi di bidang nonpendidikan. Lokasi penelitian di bidang pendidikan berjumlah 411 judul yakni meliputi (a) Taman Kanak-kanak (2 judul), (b) Sekolah Dasar (19 judul), (c) Madrasah Ibtidaiyah ( 4 judul), (d) Sekolah Menengah Pertama (175 judul), (e) Madrasah Tsanawiyah (13  judul), (f) Sekolah Menengah Atas (100 judul), (g) Sekolah Menengah Kejuruan (26 judul), (h) Madrasah Aliyah (7 judul), (i) perguruan tinggi (21 judul),  dan (j) lain-lain di bidang pendidikan meliputi telaah dokumen tertulis sebanyak 38 judul, telaah dokumen lisan sebanyak 2 judul, dan lokasi yang tidak disebutkan  sebanyak 4 judul. Lokasi penelitian di bidang nonpendidikan berjumlah 75 judul yakni meliputi (a) dokumen tertulis (48 judul), (b) dokumen lisan (16 judul), dan (c) penelitian yang menelaah tuturan atau kegiatan di suatu daerah (11 judul).Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan empat saran. Pertama, untuk mahasiswa JSI UM agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu sumber dalam memilih topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian sehingga skripsi yang dihasilkan lebih beragam dan terhindar dari duplikasi bahkan plagiasi. Kedua, untuk peneliti lain agar melanjutkan penelitian ini yakni dengan menambah data, misalnya dari tahun 2000 hingga 2018 atau setiap periode 5 tahunan sehingga dapat diketahui varian dan kecenderungan skripsi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Di samping itu, peneliti lain juga dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan aspek yang lebih rinci dan mendalam di masa mendatang. Ketiga, untuk dosen matakuliah penelitian serta dosen pembimbing skripsi agar mensosialisasikan hasil penlitian ini kepada mahasiswa dengan menyisipkan pada materi perkuliahan sehingga mahasiswa akan mengetahui peta skripsi yang pernah diteliti. Keempat, untuk Jurusan Sastra Indonesia agar menyusun kurikulum yang mampu melatih mahasiswa agar giat melakukan penelitian sehingga skripsi yang dikerjakan dapat meningkat kualitasnya. Di samping itu, jurusan perlu mengembangkan sistem pendukung yang berisi pusat informasi atau data (pemetaan) skripsi yang telah dihasilkan jurusan. Fungsi sistem tersebut adalah untuk menjadi acuan pengambilan keputusan dalam menentukan topik penelitian atau judul penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian

    Muatan Nilai Karakter dalam Teks Fabel Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wajak

    No full text
    ABSTRAK Nikmah, Laillatul. 2018. Muatan Nilai Karakter dalam Teks Fabel Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Titik Harsiati, M.Pd.    Kata kunci: muatan nilai karakter, teks fabel   Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. Selain penanaman nilai karakter berupa sikap yang baik di lingkungan sekolah, penanaman nilai karakter juga bisa di masukkan ke dalam pembelajaran siswa di kelas. Dengan merancang pembelajaran yang tepat, penanaman nilai karakter pada siswa akan tercapai. Ada banyak cara dan media yang dapat dikreasikan untuk mendidik, membangun, dan mengembangkan nilai karakter pada siswa. Salah satu materi dalam pembelajaran siswa kelas VIII adalah sastra tulis yang berbentuk fabel. Teks fabel sebagai teks sastra pada kelas VIII menjadi media yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam bentuk karya yang memuat nilai karakter. Selain unsur satir (sindiran) dan kritik, unsur ajaran moral juga merupakan unsur yang paling penting di dalam teks fabel, sehingga teks fabel merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan moral, politik dan agama. Melalui teks fabel diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai moral yang penting terhadap nilai karakter siswa. Dengan demikian fabel merupakan salah satu sarana yang potensial dalam pembentukan karakter pada siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan muatan nilai karakter dalam teks fabel karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak dan untuk mendeskripsikan pengintegrasian nilai karakter yang dapat dilihat dalam unsur intrinsik teks fabel. Cara mengintegrasiannya dilakukan dengan menggabungkan beberapa analisis nilai karakter seperi peduli sosial, kerja keras, dan percaya diri kedalam unsur teks fabel seperti tokoh dan penokohan, alur dan amanat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Wajak. Data penelitian ini yaitu berupa nilai-nilai karakter dalam teks fabel karya siswa kelas VIII C. Sumber data penelitian berupa teks fabel karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, serta instrument penunjang berupa tes menulis dan tabel analisis data. Analisis data dilakukan mulai tahap reduksi data, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan ketekunan pengamat. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertama, muatan nilai karakter dalam teks fabel karya siswa kelas VIII SMP Negeri Wajak. Teks fabel yang di produksi siswa memuat nilai karakter yang beragam, seperti, nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (senantiasa bersyukur dan cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya), nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (tidak sombong, kerja keras, percaya diri, jujur, cerdik, dan kreatif), nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama (menghargai prestasi, bersahabat, dan menghargai keberagaman atau toleransi) dan yang terakhir nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan (peduli lingkungan dan peduli sosial). Kedua, pengintegrasian nilai karakter dilakukan melalui unsur intrinsik teks fabel karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak. Nilai karakter dalam teks fabel karya siswa diintegrasikan pada bagian tokoh dan penokohan, alur dan amanat. Hal ini karena pada  bagian tersebut merupakan bagian yang paling esensial dari unsur teks fabel. Selain itu, dalam satu teks memungkinkan terdapat lebih dari satu nilai karakter. Berdasarkan temuan penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut. Pertama, saran untuk penulis dan pembaca. Hasil skripsi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis artikel yang berkaitan dengan nilai karakter. Selanjutnya untuk pembaca dapat digunakan untuk mengetahui muatan nilai karakteristik dalam teks fabel karya siswa kelas VIII. Kedua, saran untuk  guru bahasa Indonesia. Siswa harus sering menerapkan nilai karakter yang baik dalam seluruh aspek pembelajaran  bahasa Indonesia, baik sastra dan bahasa.  Ketiga, saran untuk peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih detail dengan mengangkat topik-topik tentang pendidikan dan nilai karakter dalam penelitiannya. Hal ini sebagai wujud peduli terhadap keadaan moral bangsa Indonesia yang perlu mendapat perhatian lebih.

    Ketidakbakuan dalam Penulisan Cerkak Karya Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Singosari.

    No full text
    RINGKASAN   Saputra, Satria Tirta W. D. 2018. Ketidakbakuan dalam Penulisan Cerkak Karya Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: ketidakbakuan, penulisan, ejaan, kata,cerkak.               Cerkak merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa dalam bahasa Jawa yang merupakan karangan bebas yang berisi cerita fiksi. Cerkak merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa Jawa pada jenjang SMA di kelas XII. Salah satu pembelajarandalam cerkak adalah pembelajaran menuliscerkak. Dalam penulisan kalimatcerkak oleh siswa, sering ditemukan ketidakbakuan dalam kepenulisan. Ketidakbakuan yang sering dilakukan oleh siswa adalah mengenai ejaan dan pemilihan kata.             Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) ketidakbakuan ejaan dan (2) ketidakbakuan pemilihan kata dalam cerkakbahasa Jawakarya siswa kelas XII SMA. Data penelitian ini berupa kutipan kalimat yang terdapat pada cerkak yangsesuai dengan fokus penelitian. Sumber data penelitian iniberupa cerkak karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang dihasilkan berupa data deskriptif yang sumber datanya diambil dari cerkak karya siswa.Sedangkan instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Kemudian, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan studi dokumen. Studi dokumen merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumen (tertulis) dengan cara dihimpun dan dianalisis. Prosedur yang dilakukan dalam pengumpulan data diawali dengan memilih sumber data, mengidentikasi, dan mengumpulkan data sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis data dengan reduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan serta verifikasi. Dari hasil penelitian mengenai ketidakbakuan penulisan cerkak karya siswa, terdapat beberapa temuan yang sesuai dengan fokus penelitian. Pertama, ketidakbakuan penulisan ejaan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu (1) pemilihan jenis huruf berupa huruf vokal dan konsonan, (2) pemakaian huruf kapital dan miring, (3) penulisan kata berupa ketidakbakuan penggunaan ater-ater/awalan dan panambang/akhiran. Kedua, pemilihan kata. Dalam pemilihan kata, siswa banyak menggunakan kosa kata bahasa Indonesia yang sebenarnya memiliki padanan dalam bahasa Jawa. Selain itu, pemilihan kata banyak yang tidak sesuai dengan aturan tata bahasa Jawa. Hal tersebut karena kurangnya dalam perbendaharaan kosa kata bahasa Jawa yang dimiliki oleh siswa. Siswa juga kurang menggunakan bausastra sebagai acuan untuk memilih bahasa. Dari hasil penelitian ini, diharapkan (1) dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya sebagai penelitian lanjutan terkait analisis cerkakuntuk mengetahui bentuk penulisan yang terdapat pada cerkak karya siswa  untuk dijadikan perbaikan dalam pembelajaran, (2)  digunakan sebagai acuan untuk penelitan lanjutan mengenai cerkakdari sudut pandang yang berbeda dan lebih luas, dan (3) digunakan untuk mengembangkan pembelajaran cerkak di sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesenangan siswa dalam mempelajari cerkak baik sebagai kompetensi yang harus dicapai ataupun sebagai karya sastra Jawa yang harus diapresiasi

    Gugatan Sarinah: Kritik Sosial dalam Buku Puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra

    No full text
    RINGKASAN     Ramadhan, Agyl. 2018. Gugatan Sarinah: Kritik Sosial dalam Buku Puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.   Kata Kunci: puisi, kritik sosial, masalah sosial, sasaran kritik, strategi penyampaian kritik   Kritik lazim dikenal sebagai kecaman yang selalu mencari titik lemah sesuatu. Stereotip negatif ini muncul karena masyarakat umum– dan sebagian besar awam —beranggapan demikian. Padahal bila dicermati, kritik tidak melulu negatif atau bahkan destruktif. Sebuah kritik muncul dan mengemuka karena adanya benturan pemikiran atau ketidaksepahaman interaksi sosial. Kritik merupakan buah dari hubungan sosial. Kritik sosial dapat disampaikan secara lisan dan tulis. Secara lisan, kritik terhadap kehidupan sosial bisa dan biasa disampaikan dalam orasi, diskusi, bahkan sangat mungkin dalam demonstrasi. Di dunia umumnya dan Indonesia khususnya, kritik sosial secara lisan kerap dijumpai pada waktu peringatan Hari Buruh Internasional. Penyampaian kritik sosial banyak pula disampaikan secara tulis. Kritik sosial secara tulis dapat disampaikan dalam berbagai bentuk tulisan: esai, surat terbuka, maupun karya sastra, termasuk puisi. Karya sastra, seperti puisi dianggap potensial sebagai media kritik terhadap kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tiga hal. Pertama, masalah sosial yang dikritik dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra. Kedua, sasaran kritik sosial dalam buku puisi Sarinah  karya Esha Tegar Putra. Ketiga, strategi penyampaian kritik sosial dalam buku puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah potongan puisi-puisi Esha Tegar Putra yang terangkum dalam buku puisi Sarinah dan mengandung jenis masalah sosial yang dikritik, sasaran, serta strategi penyampaian kritik sosial. Dari limapuluh empat puisi yang terdapat dalam buku tersebut, penelitian ini menggunakan duapuluh empat di antaranya. Pemilihan duapuluh empat puisi ini didasarkan pada tiga kriteria, yaitu (1) kutipan puisi minimal memiliki satu gagasan utuh, (2) kutipan puisi mengandung kritik sosial, serta (3) kritik sosial yang ada dalam puisi tampak lebih jelas dari puisi-puisi lain. Penelitianinimenggunakan metode kualitatif dengan jemis penelitian sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukandengancaramengumpulkaninformasisecaraaktualdanterperinci, hasilnyaberbentukuraiandeskriptif yang bersifatmendalamsertamenunjukkanciri-cirialamiahnya. Penelitianinimerekamdenganalamiah (apaadanya) masalah sosial yang dikritik, sasaran, dan cara penyampaian kritik sosial yang terdapat dalam buku puisi Sarinah.Pemaparanhasiltemuantersebut disajikandalambentukuraiandeskriptif.Olehkarenaitupenelitianinidigolongkandalamjenispenelitiansosiologi sastra. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dipaparkan dalam bagian-bagian sebelumnya, maka dihasilkan simpulan sebagai berikut. Pertama, buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra mengkritik tiga masalah sosial, yaitu politik, sosiobudaya, dan ekonomi. Kedua, kritik sosial dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra menyasar dua pihak, yaitu penguasa dan masyarakat. Ketiga, Esha Tegar Putra menggunakan empat strategi dalam menyampaikan kritik sosial dalam buku puisi Sarinah, yaitu lugas, simbolik, interpretatif, serta sinis. Masalah sosial mengenai politik yang dikritik dalam buku puisi Sarinah membahas penyelewengan kekuasaan dan penolakan terhadapnya oleh masyarakat. Adapun masalah-masalah politik yang dibahas dalam buku puisi Sarinah yaitu penyelewengan kewenangan atau kekuasaan oleh penguasa serta keserakahannya yang ditimbulkan oleh kewenangan tersebut.Masalah sosial mengenai sosiobudaya membahas hal-hal seperti individualisme dan kesibukan masyarakat  kota yang seperti diburu waktu dalam setiap aktivitasnya sehingga melupakan sejarahnya sebagai manusia hingga kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis untuk memperoleh sesuatu. Lebih rinci, masalah-masalah sosiobudaya yang dibahas dalam buku puisi Sarinah yaitu ketidakstabilan kondisi kota; keberingasan manusia manakala terjadi selisih paham; manusia yang mulai meninggalkan jatidirinya sebagai manusia bersahaja dan berbudaya dan mulai mengejar status sosial yang tinggi dengan membangun gedung tinggi-tinggi; kehidupan sosial masyarakat yang begitu individualis dan hubungan-hubungan serta interaksi dengan sesama hanya dilakukan atas dasar kepentingan masing-masing; stereotip masyarakat umum, awam pada khususnya yang memandang penyair, sastrawan atau pegiat bahasa begitu remeh; hidup masyarakat yang sangat bergantung kepada materi; kota yang kian hari kian dan terus mengering; kehidupan kota yang serba cepat dan tergesa-gesa; masyarakat yang terlampau khawatir akan hari depan dan ingin melupakan waktu lalu yang kelam; kebiasaan masyarakat yang kerapkali menyimpang dari tujuan; kondisi alam yang kian memburuk sebab eksploitasi oleh manusia; dan laku masyarakat yang telah begitu tergantung kepada mesin beremisi buruk sehingga berdampak pada kondisi alam. Lalu, masalah sosial mengenai ekonomi membahas sifat tamak dan boros manusia. Kritik sosial tentang politik yang membahas tentang penyelewengan kekuasaan memiliki satu sasaran kritik, yaitu penguasa. Sedangkan, kritik mengenai sosiobudaya dan ekonomi yang membahas tentang individualitas, kesibukan, serta ketamakan masyarakat juga memiliki satu sasaran kritik, masyarakat. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, saran-saran yang dapat diberikan kepada peneliti sastra dan sosial adalah sebagai berikut.Bagi peneliti sastra,  hasil penelitian ini hendaknya digunakan sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih luas. Penelitian ini hanya dipusatkan kritik sosial dalam buku puisi Esha Tegar Putra. Oleh sebab itu, dalam ruang lingkup yang lebih luas dan khusus, dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai modernitas, kerakusan manusia, atau potret kesibukan kota dalam buku puisi Sarinah. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan perbandingan atas penelitian lanjutan mengenai kritik sosial dalam buku puisi atau karya sastra lain. Bagi peneliti sosial,  hasil penelitian ini hendaknya digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih luas. Penelitian ini hanya dipusatkan kritik sosial dalam buku puisi Esha Tegar Putra. Oleh sebab itu, dalam ruang lingkup yang lebih khusus dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai kontribusi kritik sosial dalam buku puisi Sarinah dalam menyelesaikan masalah sosial

    PEMETAAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA (JSI) UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) TAHUN TERBIT 2013-2015

    No full text
    RINGKASAN   Mahmudah, Siti. 2017. Pemetaan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia (JSI) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Terbit 2013-2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titik Harsiati, M.Pd.   Kata kunci: pemetaan skripsi, topik penelitian, jenis penelitian, lokasi penelitian.   Skripsi merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi sarjana. Akan tetapi, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan skripsi sebab faktor internal di antaranya adalah kebingungan mencari topik penelitian. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan pemetaan skripsi mahasiswa sehingga diketahui kecenderungan penelitian dan potensi penelitian yang belum diteliti. Penelitian pemetaan skripsi sudah banyak dilakukan, namun mayoritas penelitian tersebut meneliti salah satu dari topik penelitian, jenis penelitian atau lokasi penelitian, sedangkan penelitian yang memetakan skripsi berdasarkan ketiga aspek tersebut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 berdasarkan topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian.   Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Data penelitian ini adalah frekuensi topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian. Sumber data penelitian ini adalah abstrak skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013, 2014, dan 2015 yang berjumlah 486 judul. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yakni (1) pengelompokan data, (2) penghitungan frekuensi (jumlah dan persentase) setiap topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian, (3) penyimpulan, dan (4) verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian, yakni sebagai berikut. Pertama, topik penelitian skripsi mahasiswa JSI UMtahun terbit 2013-2015 sebanyak 23 topik,meliputi (a) pembelajaran menyimak (10 judul), (b)  pembelajaran berbicara (28 judul), (c) pembelajaran membaca (45 judul), (d) pembelajaran menulis (254 judul), (e) pembelajaran apresiasi sastra responsi reseptif (14 judul), (f) pembelajaran apresiasi sastra responsi ekspresif  (7 judul), (g) 14 topik penelitian lain-lain di bidang pendidikan (52 judul), (h) penelitian bahasa (20 judul), (i) penelitian sastra (50 judul), dan (j) penelitian kebudayaan (6 judul). Kedua, jenis penelitian skripsi mahasiswa JSI UMtahun terbit 2013-2015 sebanyak 6 jenis,meliputi (a) jenis penelitian kuantitatif (78 judul), (b) jenis penelitian kualitatif (249 judul), (c) jenis penelitian kombinasi (3 judul), (d) jenis penelitian tindakan kelas (43 judul), (e) jenis penelitian pengembangan (102 judul), dan (f) jenis penelitian kajian pustaka (11 judul). Ketiga, lokasi penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 13 lokasi.Lokasi tersebut digolongkan menjadi lokasi di bidang pendidikan dan lokasi di bidang nonpendidikan. Lokasi penelitian di bidang pendidikan berjumlah 411 judul yakni meliputi (a) Taman Kanak-kanak (2 judul), (b) Sekolah Dasar (19 judul), (c) Madrasah Ibtidaiyah ( 4 judul), (d) Sekolah Menengah Pertama (175 judul), (e) Madrasah Tsanawiyah (13  judul), (f) Sekolah Menengah Atas (100 judul), (g) Sekolah Menengah Kejuruan (26 judul), (h) Madrasah Aliyah (7 judul), (i) perguruan tinggi (21 judul),  dan (j) lain-lain di bidang pendidikan meliputi telaah dokumen tertulis sebanyak 38 judul, telaah dokumen lisan sebanyak 2 judul, dan lokasi yang tidak disebutkan  sebanyak 4 judul.Lokasi penelitian di bidang nonpendidikan berjumlah 75 judul yakni meliputi (a) dokumen tertulis (48 judul), (b) dokumen lisan (16 judul), dan (c) penelitian yang menelaah tuturan atau kegiatan di suatu daerah (11 judul). Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan empat saran. Pertama, untuk mahasiswa JSI UM agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu sumber dalam memilih topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian sehingga skripsi yang dihasilkan lebih beragam dan terhindar dari duplikasi bahkan plagiasi. Kedua, untuk peneliti lain. Penelitian ini dapat dilanjutkan yakni dengan menambah data (misalnya setiap periode 5 tahun sekali)sehingga dapat diketahui varian dan kecenderungan skripsi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Ketiga, untuk dosen matakuliah penelitian serta dosen pembimbing. Penelitian ini dapat disosialisasikan kepada mahasiswa sehingga mahasiswa akan mengetahui peta skripsi yang pernah diteliti. Keempat, untuk Jurusan Sastra Indonesia. Jurusan perlu mengembangkan sistem manajemen basis data (database management system). Sistem tersebut secara sistematik berisi informasi atau data (pemetaan) skripsi. Fungsi sistem tersebut adalah untuk menjadi acuan pengambilan keputusan dalam menentukan topik penelitian atau judul penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian

    Sarana Retorika dalam Novel Suti Karya Sapardi Djoko Damono.

    No full text
    RINGKASAN Novel Suti karya Sapardi Djoko Damono merupakan novel yang berkisah tentang tokoh utama Suti, seorang gadis desa yang hidup di tengah-tengah keluarga priyayi jawa. Novel ini berlatar tempat di pedesaan di Jawa. Novel Suti memiliki kekayaan unsur stilistika di dalamnya. Oleh karena itu, novel ini cocok dikaji dari segi sarana retorikanya. Rumusan masalah penelitian ini dibagi menjadi 3, yakni 1) pengulangan dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono, 2) pengontrasan dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono, dan 3) susunan lain dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada teori sarana retorika. Data penelitian ini berupa, yakni kutipan novel Suti berbentuk narasi, dialog, monolog yang mengandung sarana retorika, baik berupa pengulangan, pengontrasan, atau susunan lain. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara studi teks berdasarkan teori stilistika, yang diperinci dalam tahapan identifikasi, reduksi, dan kodifikasi data. Analisis data penelitian ini dijabarkan dalam 4 tahapan, yakni 1) pengidentifikasian, 2) pengklasifikasian, 3) penginterpretasian, dan 4) penarikan kesimpulan. Tahapan-tahapan ini dilakukan dengan memperhatikan kecukupan dan kesesuaian data dengan rumusan masalah penelitian ini. Berdasakan analisis yang dilakukan, bentuk sarana retorika yang teridentifikasi dalam dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono yakni repetisi, pengontrasan, dan susunan lain. Repetisi adalah bentuk sarana retorika dengan mengulang bentuk baik berupa bunyi, kata, frasa, klausa, maupun kalimat. Bentuk repetisi yang teridentifikasi dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono adalah repetisi, paralelisme, anafora, serta asindeton dan polisindeton. Pengontrasan adalah bentuk yang menuturkan sesuatu secara berkebalikan dengan sesuatu yang disebut secara harfiah. Bentuk pengontrasan yang teridentifikasi dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono yakni hiperbola, litotes, paradoks, serta ironi dan sarkasme. Bentuk susunan lain adalah bentuk sarana retorika selain repetisi dan pengontrasan. Bentuk susunan lain yang teridentifikasi dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono yakni pertanyaan retoris, klimaks dan antiklimaks, serta antitesis

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI DENGAN MEDIA TEBAK MONTASE SISWA KELAS VII MTSN PANDAAN TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Mashfiyah, Luailatul. 2017. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi dengan Media Tebak Montase Siswa Kelas VII MTsN Pandaan Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Pidekso Adi, M.Pd.   Kata Kunci: menulis, teks deskripsi, media tebak montase               Menulis teks deksripsi merupakan salah satu kemampuan berbahasa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP/MTs. Teks deskripsi merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan di kelas VII SMP/MTs. Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan objek yang diamati secara rinci melalui pancaindra. Melalui kegiatan menulis teks deskripsi, diharapkan siswa kelas VII E MTsN Pandaan tahun ajaran 2016/1017 dapat menggambarkan objek melalui pancaindra sehingga membuat pembaca seolah-oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi, atau mencium langsung objek yang digambarkan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diketahui bahwa proses dan hasil pembelajaran menulis teks deskripsi siswa masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan pada proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi. Salah satu perbaikan yang digunakan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi yaitu dengan menggunakan media tebak montase.             Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil menulis teks deskripsi dengan media tebak montase pada siswa kelas VII E MTsN Pandaan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E MTsN Pandaan yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Analisis data perencanaan dan proses pembelajaran siswa dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif, sedangkan hasil belajar dianalisis dengan cara mengumpulkan hasil menulis teks deskripsi dengan media tebak montase, mengoreksi, dan menentukan skor berdasarkan rubrik penilaian.             Berdasarkan hasil analisis data tersebut diketahui bahwa penggunaan media tebak montase dapat meningkatkan proses dan hasil menulis teks deskripsi siswa. Peningkatan tersebut dilihat dari peningkatan proses dan hasil menulis teks deskripsi dengan media tebak montase. Pada peningkatan proses, siswa telah mampu melaksanakan proses tahapan menulis dengan baik mulai dari tahap pramenulis, menulis, dan tahap pascamenulis. Pada pembelajaran menulis teks deskripsi pratindakan, siswa merasa sulit dalam menggambarkan objek tanpa melihat objek secara langsung, mengembangkan kalimat deskriptif, dan menggunakan ejaan dan tanda baca dengan benar. Setelah adanya tindakan berupa penggunaan media tebak montase dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siklus I dan siklus II, siswa mampu mengatasi kesulitannya dalam menulis teks deskripsi melalui tahapan-tahapan menulis dengan penggunaan media tebak montase. Siswa mampu mengamati video montase, mampu membuat dan mengembangkan kerangka, serta mampu menyajikan dan menanggapi teks deskripsi yang telah mereka tulis. Selain itu, pada peningkatan proses juga dilihat dari sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek-aspek sikap siswa tersebut meliputi, aspek kemandirian, kejujuran, tanggung jawab, dan percaya diri. Aspek-aspek tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Ditunjukkan dengan sikap siswa yang mampu mengerjakan tugas secara mandiri, tidak menyontek hasil kerja teman, mengerjakan tugas dengan kesadaran diri sendiri, dan berani menyajikan dan menanggapi teks deskripsi yang telah ditulis. Berdasarkan respon siswa yang didapatkan dari pengisian angket, hampir seluruh siswa telah memberikan respon positif terhadap penggunaan media tebak montase pada pembelajaran menulis teks deskripsi.             Peningkatan hasil menulis teks deskripsi dengan media tebak montase dapat dilihat dari dua aspek, yaitu (1) kesesuaian struktur teks deskripsi dan (2) kebahasaan teks deskripsi. Pada pratindakan, teks deskripsi siswa tidak sesuai dengan struktur teks deskripsi, penggambaran objek masih bersifat umum (kurang mendetail dan kurang menggambarkan objek berdasarkan pengalaman pancaindra), dan penggunaan ejaan dan tanda baca kurang tepat. Pada siklus I, terjadi peningkatan pada hasil teks deskripsi yang ditulis siswa. Isi teks deskripsi sudah sesuai dengan struktur teks deskripsi dan penggambaran objek sudah mulai mendetail dan menggambarkan pengalaman pancaindra, namun penggunaan ejaan dan tanda baca masih ada beberapa siswa yang  masih belum mampu menggunakannya dengan tepat. Pada siklus II, penggunaan ejaan dan tanda baca sudah meningkat daripada siklus I, sebagian besar teks deskripsi siswa sudah menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat.              Berdasarkan hasil penelitian tersebut, memberikan kesimpulan bahwa media tebak montase dapat meningkatkan proses dan hasil dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Pada hasil penelitian ini, disarankan kepada guru untuk menggunakan media pembelajaran yang inovatif dalam proses belajar-mengajar, terutama pada pembelajaran menulis teks deskripsi. Guru juga dapat menerapkan hasil penemuan ini sebagai inovasi pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih bervariasi dan tidak membosankan bagi siswa. Selain itu, peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan menggunakan model penelitian yang lain. Tujuannya adalah agar didapat hasil penelitian yang lebih baik dari penelitian ini. Bagi siswa disarankan untuk memperkaya wawasan melalui kegiatan pembelajaran menulis teks deskrisi dengan media tebak montase

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS FEATURE UNTUK MAHASISWA PAKET JURNALISTIK

    No full text
    ABSTRAK   Suharsono, Degita Danur. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Feature untuk Mahasiswa Paket Jurnalistik. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd.   Kata Kunci: bahan ajar, menulis, feature   Salah satu paket Matakuliah Keahlian Berkarya Pilihan di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang adalah jurnalistik. Menulis Berita dan Feature adalah matakuliah yang terdapat dalam paket Jurnalistik. Pembelajaran menulis feature adalah salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa paket jurnalistik Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa 86% mahasiswa membutuhkan bahan ajar khusus untuk pembelajaran menulis feature. Selama ini, dosen dan mahasiswa menggunakan bahan ajar yang membahas tentang feature secara umum. Belum adanya bahan ajar khusus menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik membuat mahasiswa kesulitan dalam menulis feature, hal tersebut dibuktikan dengan penyebaran angket prapengembangan yang menunjukan 62% mahasiswa merasa kesulitan dalam menulis feature. Beberapa hal tersebut menjadi pertimbangan peneliti bahwa bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik perlu dikembangkan agar kompetensi pembelajaran menulis feature dapat dicapai. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik yang layak dan efektif dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan deskripsi isi bahan ajar, (2) mengembangkan sistematika penyajian bahan ajar, (3) mengembangkan bahasa bahan ajar, (4) mengembangkan tampilan bahan ajar, dan (5) mengkaji efektivitas bahan ajar. Metode penelitian dan pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi oleh Sukmadinata. Prosedur penelitian ini menggunakan modifikasi model penelitian dan pengembangan Sukmadinata. Secara garis besar terdapat tiga tahap prosedur penelitian, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan, dan (3) pengujian. Studi pendahuluan dalam penelitian ini meliputi (1) studi pustaka dan survei lapangan, dan (2) penyusunan produk. Tahap pengembangan terdiri dari (1) uji coba produk, dan (2) revisi produk. Tahap pengujian dalam penelitian ini adalah mengkaji efektivitas produk dengan menggunakan pretest dan posttest. Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa catatan wawancara, komentar, saran, dan kritik yang diperoleh dari wawancara dosen pengampuh matakuliah dan ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi. Data kuantitatif berupa skor yang diperoleh dari hasil penilaian ahli bahan ajar, ahli materi, praktisi, dan tes. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari (1) pedoman wawancara, (2) angket, dan (3) tes. Pedoman wawancara dan angket prapengembangan digunakan sebagai instrumen pengumpulan data awal pada tahap studi pendahuluan. Angket pada tahap uji coba produk meliputi (1) angket uji ahli bahan ajar, (2) angket uji ahli materi, dan (3) angket uji praktisi, ketiga angket tersebut digunakan sebagai instrumen pengumpulan data untuk penilaian produk yang dikembangkan. Tes digunakan untuk mengkaji efektivitas produk yang dikembangkan. Analisis data kualitatif pada penelitian ini antara lain: (1) mengumpulkan data kualitatif yang diperoleh dari komentar, saran, atau kritik ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi, dan (2) menyeleksi dan mengklasifikasi berdasarkan kelompok uji. Analisis data kuanitatif antara lain: (1) menghimpun data kuantitatif yang diperoleh dari penilaian ahli bahan ajar, ahli materi, praktisi dan tes, dan (2) menganalisis data kuantitatf berdasarkan kelompok uji. Uji coba poduk melibatkan ahli bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 96% yang tergolong sangat layak dan implementasi, ahli materi memperoleh nilai rata-rata 94% yang tergolong sangat layak dan impelementasi, praktisi memperoleh nilai rata-rata 69%  yang tergolong cukup layak dan revisi. Saran dari ahli dan praktisi menjadi acuan revisi dan penyempurnaan produk. Uji keefektifan produk dilakukan pada subjek uji, yaitu 10 mahasiswa paket Jurnalistik angkatan 2012. Hasil dari pretest diketahui nilai rata-rata (mean) 69,3 dengan standar deviasi (SD) 5,915. Skor terendah sebesar 64, 87 dan skor tertinggi sebesar 73,33. Hasil dari posttest diketahui nilai rata-rata (mean) dengan standar deviasi (SD) 5,638. Skor terendah sebesar 69,67 dan skor tertinggi sebesar 77,73. Berdasarkan uji-t yang telah dilakukan menunjukkan terdapat perbedaan sebesar 4, 395. Nilai tersebut diperoleh dari selisih  nilai t posttest sebesar 41,336 dan nilai t pada pretest sebesar 36,941. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik yang dikembangkan menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan efektif dalam penggunaannya. Sebagai langkah pemanfaatan produk, dosen dan mahasiswa  disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik dalam Matakuliah Menulis Berita dan Feature, khususnya pembelajaran menulis feature. Perguruan tinggi disarankan turut andil dalam pemanfaatan bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik sebagai sarana peningkatan dan pengembangan paket Matakuliah Keahlian Berkarya Pilihan, khususnya paket Jurnalistik. Bahan ajar dan prosedur penelitian dalam penelitian ini dapat digunakan pedoman bagi peneliti lain untuk pengembangan bahan ajar yang lainnya. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk lebih efektif dan efisien, maka peneliti berharap bahan ajar menulis feature untuk mahasiswa paket jurnalistik ini dapat dicetak oleh penerbit

    Penggaruh Model Mind Mapping Terhadap Kemampuan Menulis Teks Diskusi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Komariyah, Sriatul. 2017. Penggaruh Model Mind Mapping Terhadap Kemampuan Menulis Teks Diskusi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, FS, Universitas Negeri Malang.   Pembimbing (I) Dr. Titik Harsiati, M.pd., (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd.   Kata Kunci: model  mind mapping, kemampuan menulis, teks diskusi.   Pembelajaran menulis teks diskusi dapat terlakasana dengan optimal apabila guru menggunakan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini menggunakan model mind mapping untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis teks diskusi. Model mind mapping adalah suatu model pembelajaran dengan cara memetakan pemikiran peserta didik untuk memudahkan menggungkapkan ide dalam bentuk tulisan. Model mind mapping terdiri dari tahap penulisan kata kunci pada bagian tenggah, penarikan cabang (sub bab), penjabaran subbab, pemberian warna, dan pemberian simbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggaruh model mind mapping terhadap kemampuan menulis teks diskusi siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain quisy exsperiment atau eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Penentuan sampel menggunakan teknik random. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 dari 10 kelas keseluruhan. Dua kelas tersebut yaitu kelas VIII B sebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen. Pemilihan dua kelas tersebut secara acak tanpa memperhatikan starta yang ada dalam populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berupa perintah dan petunjuk menulis teks diskusi beserta rubrik penilaiannya. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan menulis teks diskusi. Tahap penelitian yang dilakukan sebagai berikut pertama, pemberian pretes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik menulis teks diskusi. Kedua, pemberian perlakuan berupa model mind mapping pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol tidak diberikan. Ketiga, pemberian postes pada kelas eksperimen dan kontrol. Keempat, data yang diperoleh tersebut selanjutnya dianalisis untuk menguji normalitas, homogenitas, dan hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik dibautu dengan program SPSS for windows. Uji statistik tersebut menggunakan Uji-t (independent t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 85,75 ˃ 75,95 hal ini menunjukkan ada penggaruh model mind mapping terhadap kemampuan menulis teks diskusi siswa SMP Negeri 2 Malang. Hasil Uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima atau model mind mapping berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks diskusi. Secara khusus penggunaan model mind mappping berpengaruh terhadap dua aspek teks diskusi, yaitu struktur teks dan keefektifan kalimat. (1) hasil Uji-t terhadap skor struktur teks diperoleh nilai signifikansi 0,042 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima atau model mind mapping berpengaruh signifikan pada aspek struktur teks. Rata-rata skor struktur teks kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu, 57,54 ˃ 50,96. (2) hasil Uji-t terhadap skor keefektifan kalimat diperoleh nilai signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima atau model mind mapping berpengaruh signifikan pada aspek keefektifan kalimat. Rata-rata skor keefektifan kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu, 28,25 ˃ 23,29. Dengan demikian, model mind mapping berpengaruh pada kedua aspek kemampuan menulis teks diskusi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model mind mapping berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks diskusi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Pada kemampuan menulis teks diskusi berdasarkan struktur teks nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, model mind mapping memberikan pengaruh pada struktur teks diskusi yang sesuai dengan tema permasalahannya. Pada kemampuan menulis teks diskusi berdasarkan keefektifan kalimat nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, model mind mapping memberikan pengaruh pada keefektifan kalimat teks diskusi yang sesuai dengan penggunaan kalimat yang efektif dan benar sesuai EYD

    Kajian Strukturalisme Todorov Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Teori yang digunakan untuk membedah karya ini adalah teori strukturalisme Tzvetan Todorov yang meliputi (1) aspek sintaksis, dan (2) aspek semantik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan ditemukan data mengenai (1) urutan peristiwa secara kronologis dan logis, dan (2) tema, tokoh dan latar. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu bahan bacaan dalam memahami karya sastra dengan perspektif strukturalisme

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇