SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
PENYIMPANGAN KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA MENURUT MAKSIM TUTUR LEECH DI PONDOK PESANTREN PUTRI NURUL HAROMAIN PUJON
RINGKASAN Budiasih, Rini. 2018.Penyimpangan Kesantunan Berbahasa Indonesia di Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon.Skripsi. JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim. Kata kunci: penyimpangan kesantunan berbahasa, fungsi kesantunan berbahasa, tuturan ustadzah dan santri Indonesia merupakan negara dengan keragaman bahasa yang terdapat di setiap daerahnya. Keragaman ini menimbulkan adanya perbedaan tolak ukur kesantunan dalam berbahasa. Ustadzah dan santri yang hidup di lingkungan pesantren hendaknya menjadi teladan berbahasa secara santun dalam lingkup formal. Terutama di lingkungan Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon yang mengedepankan akhlak yang baik.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia di lingkungan Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon dalam lingkup komunikasi formal dengan dua subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan (1)bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa, dan (2) fungsi kesantunan berbahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif.Data pada penelitian ini adalah data verbal bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia dan fungsi kesantunan berbahasa yang terdapat pada tuturan ustadzah dan santri. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan pada percakapan ustdzah dan santri dalam lingkup formal. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pada penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Kehadiran peneliti pada tahap pengumpulan data di lapangan dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar alami. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan alat rekam, yaitu observasi untuk melihat proses interaksi di dalam kelas dan merekam percakapan antara ustadzah dan santri dalam lingkup formal. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data, sampai tahap penyajian hasil analisis.Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan pengamatan ulang hasil temuan secara teliti dan rinci, serta diskusi dengan dosen pembimbing untuk memberikan kritik dan masukan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian yang ditemukan ada dua. Pertama, bentuk penyimpangan kesantunan pada tuturan ustadzah dan santri meliputi (1) penyimpangan maksim kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim penghargaan (3)penyimpangan maksim kesederhanaan, (4)penyimpangan maksim kecocokan. Kedua, pada tuturan ustadzah dan santri terdapat fungsi kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) fungsi kompetitif; memerintah, (2)fungsi menyenangkan; menyapa dan mengucapkan terima kasih, (3) fungsi kerja sama; menyatakan mengumumkan, dan mengajarkan. Mengacu pada hasil dan temuan penelitian, pada bagian pembahasan diuraikan penjelasan dengan menggunakan teori Leech dan beberapa teori pendukung yang lainnya. Penjelasan tersebut diantaranya yang pertama, penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) penyimpangan maksim kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim penghargaan (3) penyimpangan maksim kesederhanaan, (4) penyimpangan maksim kecocokan. Kedua, fungsi kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) fungsi kompetitif; memerintah, (2) fungsi menyenangkan; menyapa dan mengucapkan terima kasih, (3) fungsi kerja sama; menyatakan mengumumkan, dan mengajarkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, temuan penelitian, dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa tuturan ustadzah dan santri di Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon mengandung penyimpangan. Bentuk penyimpangan tersebutmeliputi penyimpangan maksim kebijaksanaan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, dan maksim kecocokan. Selain itu, pada tuturan ustadzah dan santri terdapat tiga fungsi yakni, fungsi kompetitif yang berupa memerintah, fungsi menyenangkan yang berupa menyapa dan mengucapkan terima kasih, dan fungsi kerja sama yang meliputi menyatakan, mengumumkan, dan mengajarkan.
Nilai-Nilai Moral dalam Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Hubungannya dengan Pendidikan Karakter
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral, strategi penyampaian nilai-nilai moral dan hubungan antara nilai-nilai moral dalam novel Dilan 1990 dengan pendidikan karakter pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu novel Dilan 1990. Data berupa semua kutipan dan percakapan yang mengandung nilai moral. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan tafsir. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu data. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara membaca intensif secara berulang. Hasil penelitian berupa nilai-nilai moral dalam novel Dilan 1990 meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan diri sendiri, dan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial. Strategi penyampaian nilai-nilai moral dalam novel Dilan 1990 meliputi strategi penyampaian langsung dan tidak langsung. Hubungan antara nilai-nilai moral dalam novel Dilan 1990 dengan pendidikan karakter pada remaja meliputi sikap religi, kasih sayang, jujur, bertanggung jawab, dan menghormati orang tua
MAKNA SIMBOL DAN METAFORA DALAM HIKAYAT SERIBU MASAIL
ABSTRAK Aini, Hidayatul. 2018. Makna Simbol dan Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn Kata Kunci: Sastra¸Hikayat, Makna, Simbol, Metafora Karya sastra merupakan gambaran hasil rekaan seseorang dan menghasilkan kehidupan yang diwarnai oleh sikap, latar belakang, dan keyakinan pengarang. Salah satu dari karya sastra itu adalah kesusastraan Melayu klasik. Sastra Melayu adalah salah satu sastra rakyat yang hidup dan berkembang secara turun-temurun, dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu bentuk dari kesusastraan Melayu, khususnya prosa Melayu, adalah hikayat. Hikayat lahir dan ada karena adanya pengaruh dari kebudayaan asing, yaitu Hindu dan Islam. Hikayat adalah cerita rekaan pengarang dengan menggunakan media bahasa yang indah, menyuguhkan peristiwa atau kejadian yang kurang masuk akal direka seolah-olah pernah terjadi, sehingga timbul kontak komunikasi dengan pembacanya. Memahami hikayat bila dibandingkan dengan memahami cerita-cerita dongeng atau fiksi lainnya tampak bukan hal mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna disetiap (1) Simbol dan (2) Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Objek penelitian ini yaitu Hikayat Seribu masail. Hikayat Seribu Masail untuk pertama kalinya disebut dalam ringkasan Kitab Al-Tabari karya Abu Ali Muhammad Al-Bal’ami. Ringkasan kitab tersebut ditulis dalam Bahasa Parsi pada tahun 963 M. Dalam ringkasan tersebut disebutkan tentang kitab yang berjudul Mesail. Pada tahun 1143, kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa Latin. Mengenai proses penyaduran Hikayat Seribu Masail, dinyatakan secara tidak langsung oleh Winstedt (1969: 149), bahwa pada abad ke-17 teks Hikayat Seribu Masail diterjemahkan kedalam bahasa Melayu. Data dianalisis dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperkuat dengan validitas expert-judgment. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian menunjukan setiap makna; (1) Simbol Hikayat Seribu Masail meliputi: (a) simbol dengan satu makna (b) simbol sebenarnya (2) Metafor
KETRANSITIFAN DALAM TEKS-TEKS DI DUNIA MAYA: PERSPEKTIF LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL
ABSTRAK Telaah bahasa secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua perspektif, yakni linguistik formal dan linguistik fungsional. Linguistik formal memandang bahasa sebagai suatu struktur yang dapat dianalisis ke dalam unit-unit bahasa yang lebih kecil. Liguistik fungsional memandang bahasa sebagai sistem tanda yang dapat dianalisis berdasarkan struktur bahasa dan pemakaian bahasa. Pemakaian bahasa berkaitan dengan mengapa dan bagaimana bahasa digunakan. Dalam perspektif LSF, bahasa adalah sistem arti dan sistem lain (yakni sistem bentuk dan ekspresi) untuk merealisasikan arti tersebut. Kajian ini berdasarkan pada dua konsep yang mendasar yang membedakan LSF dengan aliran linguistik lain, yakni (a) bahasa merupakan fenomena sosial yang wujud sebagai semiotik sosial dan (b) bahasa merupakan teks yang berkonstrual (saling menentukan dan merujuk) dengan konteks sosial. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses ketransitifan dalam klausa-klausa yang diambil dari teks-teks di dunia maya. Tidak hanya itu, dalam penelitian ini juga akan meneliti pola-pola ketransitifan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data penelitan berupa kalimat dan klausa yang di ambil dari teks di dunia maya.Pengumpulan data dilakukan dengan cara memindai teks-teks yang telah diambil dari dunia maya.Kemudian, dengan menggunakan metode padan referensial, teknik dasar daya pilah pembeda referen, peneliti akan memecah teks-teks tersebut menjadi klausa, lalu menganalisis, mengklasifikasi, dan menyimpulkan hasil dari penelitian tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, diperolah beberapa kesimpulan: (1) telah didapat 96 proses yang terjadi, 168 partisipan yang terlibat, dan 80 sirkumtan yang menyertai, dengan proses verbal, perilaku dan relasional yang mendominasi teks tersebut. (2) untuk partisipan, ada beberapa yang tidak ditemukan, yaitu partisipan klien dan resipien dari proses mental, partisipan penerima dari proses perilaku, dan partisipan pemilik dan miliki dari proses relasional. (3) ditemukan pola-pola dalam tiap proses ketransitifan, yaitu 9 pola proses material, 9 pola proses mental, 9 pola proses relasional, 7 pola proses verbal, 8 pola proses perilaku, dan 4 pola proses wujud
Model-Model Pembelajaran Menulis di Sekolah: Penelitian Meta-Sintesis Periode 2005-2017
ABSTRAK Rohmah, Ana . 2018. Model-Model Pembelajaran Menulis di Sekolah: Penelitian Meta-Sintesis Periode 2005 – 2017. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, model pembelajaran, pembelajaran inovatif Laporan hasil penelitian dengan topik pembelajaran menulis di sekolah khususnya penerapan, pengembangan, dan PTK terkait variasi model-model pembelajaran menulis telah banyak dilakukan oleh para mahasiswa. Banyaknya laporan hasil penelitian dengan topik tersebut ternyata tidak dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa di Indonesia secara signifikan. Hal tersebut terjadi karena laporan hasil penelitian terkait pembelajaran menulis masih tersimpan di dokumen pribadi penulis atau di perpustakaan, sehingga informasi terkait hasil laporan penelitian pembelajaran menulis belum sampai pada guru pengajar di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan model-model pembelajaran menulis di sekolah yang telah teruji dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa di sekolah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penginformasian kepada guru di sekolah.Fokus penelitian ini mencakup (1) wujud model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017, (2) pengembangan kompetensi pembelajaran inovatif pada model-model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017, (3) kelebihan dan kekurangan model-model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematic review dengan metode kualitatif (meta-sintesis). Prosedur penelitian ini ada lima langkah yaitu, (1) memformulasikan pertanyaan penelitian, (2) melakukan pencarian literature, dari hasil pencarian literatur ditemukan sejumlah 68 laporan hasil penelitian terkait variasi model pembelajaran menulis, (3) melakukan skrining dan seleksi hasil penelitian yang relevan dan berkualitas, dari hasil skrinning dan seleksi terdapat 30 laporan hasil penelitian terkait variasi model pembelajaran menulis yang dapat digunakan sebagai sumber datadalam penelitian ini (4) melakukan analisis dan sintesis temuan-temuan kualitatif, (5) menyusun laporan akhir. Tahapan-tahapan analisis data terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu (1)pengelompokan dan pengorganisasian,(2) pengodean dan penganalisisan, dan (3) penyimpulan dan penginterpretasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis yang menjadi kajian pada tahun 2005-2017 bervariatif. Terdapat tiga puluh variasi metode atau strategi pembelajaran menulis dan dapat diklasifikasikan dalam enam model pembejaran menulis, yaitu (1) model pembelajaran menulis berbasis riset, (2) model pembelajaran menulis berbasis kerja kooperatif, (3) model pembelajaran menulis berbasis proses kinerja otak, (4) model pembelajaran menulis berbasis pengalaman, (5) model pembelajaran menulis berbasis imajinasi, dan (6) model pembelajaran menulis berbasis pemodelan. Setiap model pembelajaran menulis mengembangkan kompetensi pembelajaran inovatif dengan klasifikasi yang berbeda-beda. Kelebihan model pembelajaran menulis adalah memanfaatkan media pembelajaran dalam penerapanya, sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran menulis. Selain itu, dengan menerapkan model pembelajaran menulis selain dapat mengembangkan kemampuan menulis, ternyata juga dapat mengembangkan berbagai kemampuan lain diantaranya, (1) kemampuan pemecahan masalah, (2) kemampuan berpikir, dan (3) kemampuan bersosialisasi. Sementara itu, kekurangan model pembelajaran menulis adalah memerlukan banyak persiapan dari guru dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam penerapannya. Adapun saran dalam penelitian ini ditujukan untuk pihak berikut.Pertama, saran bagi guru pengajar di sekolah adalah agar menerapkan berbagai variasi model pembelajaran menulis yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini untuk pembelajaran menulis bahasa Indonesia di sekolah. Kedua, saran bagi peneliti selanjutnya adalah untuk meneliti model pembelajaran kompetensi berbahasa yang lain (menyimak, membaca, dan berbicara). Rohmah, Ana Rizqiya Lailatur. 2018. Learning Models of Writing in School: Meta-synthetic Research in the Period 2005-2017. Thesis. Indonesian and Local Language Teaching and Literature Program, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Supervisor: Dr. Roekhan, M.Pd. Keywords: writing skill, learning model, innovative learning Research reports with the topic of writing learning in schools, especially practical, developmental, and classroom action research related to variations in learning models of writing have been widely carried out by university students. The number of research reports on this topic did not significantly improve students' writing skills in Indonesia. This happens because the research report related to writing learning is still stored in the author's personal documents or in the library, so the information related to the results of the writing learning research report has not been delivered to the teacher in schools. Therefore, this study aims to map the models of writing learning in schools that have been tested to improve students' writing skills in schools, so that they can be used as a means of informing teachers in schools. The focus of this study includes (1) the form of writing learning models in schools in 2005-2017, (2) the development of innovative learning competencies in writing learning models in schools in 2005-2017, (3) the advantages and disadvantages of writing learning models in school in 2005-2017. This research used a systematic review approach with qualitative method (meta-synthesis). The researchprocedure consisted of five steps, which were(1) formulating research questions, (2) conducting literature search in which there were found 68 research reports related to variations in writing learning models, (3) screening and selection of relevant and quality research results in which there were found 30 research reports related to variations in writing learning models that can be used as a data source in this study (4) analyzing and synthesizing qualitative findings, (5) preparing a final report. The stages of data analysis are divided into three stages, namely (1) grouping and organizing, (2) coding and analyzing, and (3) inference and interpretation. Based on the result of the research, it can be statedthat the learning models of writing that became a study in 2005-2017 varied. There are thirty variations of writing learning methods or strategies which can be classified into six writing learning models, namely (1) research-based writing learning models, (2) cooperative work-based writing learning models, (3) brain performance processes based writing learning models, ( 4) experience-based writing learning models, (5) imagination-based writing learning models, and (6) modeling-based writing learning models. Each writing learning model develops innovative learning competencies with different classifications. The advantage of writing learning model is to utilize the learning media for the application, so it can make the learning writing process easier. In addition, by applying the writing learning model in addition to developing writing skills, it can also develop various other abilities including, (1) problem solving skills, (2) thinking skills, and (3) social skills. In the other hand, the disadvantage of the writing learning model is it requires a lot of preparation from the teacher and takes a long time for its application. The suggestions in this research are stated for the following people. First, the suggestion for the teachers in schools isto apply various variations of writing learning models that have been collected in this study for Indonesian writing learning at school. Second, the suggestion for the next researcher is to examine other language learning competence models (listening, reading, and speaking)
KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH SISWA SMP NEGERI 3 MALANG PADA PERLOMBAAN KARYA ILMIAH REMAJA TAHUN 2015
ABSTRAK Kata Kunci: Karya Ilmiah, Pola Penulisan, Kesalahan Kalimatlis Karya Ilmiah merupakan salah satu kegiatan berpikir logis yang dituliskan setelah melewati proses penulisan secara ilmiah. Pembelajaran menulis karya ilmiah pada jenjang SMP lebih diutamakan melalui pembinaan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Kelompok ilmiah Remaja menjadi partisipan aktif dalam mengikuti setiap berlombaan yang berhubungan dengan karya ilmiah. Meskipun pemahaman tentang karya ilmiah pada jenjang SMP masih tergolong dasar, namun tidak menghambat siswa kelompok KIR untuk menghasilkan karya ilmiah yang layak untuk dikirimkan ke perlombaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penulisan karya ilmiah yang dihasilkan ekstrakurikuler KIR SMPN 3 Malang yang telah dikirimkan dalam berbagai perlombaan. karakteristik yang diteliti adalah pola penjabaran ide yang telah digunakan dan kesalahan kalimat dalam penulisan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan deskripsi analisis isi menggunakan teori yang relevan dalam mengetahui pola-pola pengembangan gagasan dan kesalahan-kesalahan penulisan kalimat. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci dengan rincian (1) menetapkan fokus penelitian, (2) menetapkan sumber data, (3) melakukan pengumpulan data, (4) melakukan klasifikasi data (5) menilai kualitas data, (6) menganalisis data, (7) menafsirkan data, dan (8) menarik kesimpulan. Data dalam penelitian ini adalah karya tulis siswa SMPN 3 Malang yang telah dikirimkan dalam berbagai perlombaan sepanjang tahun 2015. Karya ilmiah berjumlah delapan buah dengan rincian enam karya ilmiah bidang sosial dan dua karya ilmiah bidang ilmu alam. Karya tulis ilmiah diketahui menggunakan pengembangan gagasan pola masalah dan pemecahannya, pola pendapat dan alasan, pola kronologi, dan pola memecah topik. Pola kronologi yang ditemukan pada dua karya tulis semuanya pada bidang Ilmu Alam yang penelitiannya berfokus pada eksperimen dan menuliskan penelitian pada langkah-langkah percobaan yang dilakukan. Sedangkan tujuah penelitian lainnya bertemakan ilmu sosial. Kesalahan kalimat yang ditemukana adalah kalimat tidak bersubjek, kalimat buntung, kalimat ambigu, penghilangan konjungsi, konjungsi perlebihan, penggunaan istilah asing, dan penggunaan kata tanya tidak perlu. Kalimat tidak bersubjek harus lebih diperhatikan lagi karena unsur minimal kalimat adalah subjek dan predikat
Problematika Pengembangan Kemampuan Literasi Dasar Mahasiswa Tingkat Awal Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Yuhannisya, Laeli. 2018. Problematika Pengembangan Kemampuan Literasi Dasar Mahasiswa Tingkat Awal Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata Kunci: problematika pengembangan kemampuan, literasi dasar, mahasiswa tingkat awal Penelitian ini didasarkan pada kemampuan literasi dasar yang harus dimiliki mahasiswa tingkat awal. Mahasiswa tingkat awal pada rentang usia 18 tahun sampai 20 tahun berada pada tahap operasi formal, yang sudah memiliki kemampuan untuk menyelidiki suatu permasalahan dengan cermat dan sistematis. Dengan kemampuan tersebut seharusnya mahasiswa tingkat awal sudah mampu mengembangkan kemampuan literasi dasar mereka untuk mengeksplorasi materi. Namun, terdapat problematika baik yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal yang menghambat pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal Universitas Negeri Malang. Literasi dasar sendiri adalah kemampuan kolaboratif berbahasa dan berpikir kritis dengan inti kegiatan membaca-berpikir-menulis yang menjadi satu kegiatan utuh, berkesinambungan, dan tidak dapat dipisahkan. Hal terpenting dalam literasi dasar adalah kemampuan membaca dan kemampuan menulis dimana pada kedua kemampuan tersebut terdapat proses berpikir kritis. Kemampuan membaca mempengaruhi kemampuan berpikir dan menulis. Kemampuan dalam menemukan aspek penting dari suatu teks melalui kegiatan membaca menjadi input berupa pengetahuan baru. Selanjutnya, input berupa pengetahuan tersebut dituangkan dalam bentuk gagasan tertulis. Dimana keluasan tulisan bergantung pada keluasan input pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, keluasan suatu tulisan bergantung pada keluasan penulis dalam membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menguak apa saja problematika pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal Universitas Negeri Malang. Secara khusus, penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu (1) untuk mendeskripsikan bentuk problematika pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal Universitas Negeri Malang, dan (2) untuk mendeskripsikan faktor penyebab munculnya bentuk problematika pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal Universitas Negeri Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian survei sampel deskriptif. Data yang diperoleh berupa deskripsi informasi yang diuraikan secara apa adanya berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data pokok, dan selanjutnya melakukan pengamatan, wawancara, serta analisis dokumen untuk memperjelas fakta-fakta. Sumber data pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat awal Universitas Negeri Malang dengan sampel berjumlah 390 mahasiswa. Hasil penelitian memaparkan bahwa bentuk problematika pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal UM dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bentuk problematika karena faktor eksternal, dan bentuk problematika karena faktor internal. Terdapat 7 bentuk problematika karena faktor eksternal, dan 5 bentuk problematika karena faktor internal. Bentuk problematika karena faktor eksternal, yaitu (1) fasilitas taman belajar yang masih kurang nyaman, (2) sarana dan prasarana perpustakaan fakultas yang masih kurang nyaman, (3) rendahnya jangkauan wifi sebagai sarana mendapatkan e-journal dan e-artikel, (4) belum maksimalnya program menulis PKM, (5) tidak adanya kelompok studi keilmuan dan riset, (6) dosen kurang memberikan tugas yang bersifat analitis, dan (7) dosen memberikan tugas tanpa disetai follow up yang baik. Selanjutnya, bentuk problematika karena faktor internal, yaitu (1) kesadaran pentingnya membaca masih rendah, (2) sering melakukan copy-paste terhadap penelitian orang lain, (3) sering mengalami kesulitan mengidentifikasi aspek penting dari suatu teks, (4) sering mengalami kesulitan dalam kegiatan bernalar, dan (5) sering mengalami kesulitan dalam kegiatan bernalar menulis. Selanjutnya, setiap bentuk problematika pengembangan kemampuan literasi dasar mahasiswa tingkat awal memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda. Faktor penyebab tersebut dapat terjadi karena faktor internal dan juga eksternal. Faktor eksternal penyebab munculnya bentuk problematika, diantaranya (1) tidak adanya stop kontak di setiap area bangku taman, (2) ketersediaan bangku taman yang masih kurang, (3) rendahnya sarana sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku, (4) ketidakramahan petugas pelayanan pembaca, (5) tidak semua gedung memiliki wifi router, (6) belum ada bimbingan secara intens untuk menghasilkan PKM dengan kualitas baik, (7) minat mahasiswa terhadap studi keilmuan dan riset masih rendah, (8) dosen lebih sering menggunakan metode pembelajaran menyimak, dan (9) dosen lebih sering memberikan tugas menulis makalah-presentasi-mengumpulkan makalah. Sementara, faktor internal penyebab munculnya bentuk problematika, diantaranya (1) jarang memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku dan pergi ke perpustakaan, (2) jarang ada tugas yang mewajibkan mahasiswa untuk membaca, (3) pemberian tugas yang sama antara mahasiswa yang satu dengan yang lain, (4) mencari rujukan dari blog internet, (5) kesulitan menentukan ide pokok setiap pargraf , (6) sering kesulitan mengeksplorasi materi, (7) sering kesulitan menyampaikan gagasan secara tertulis, dan (8) belum pernah menulis suatu karya yang dipublikasikan
IKRAR KAJAT WIJAYAKUSUMA: PENGEMBANGAN MEDIA MENYIMAK SASTRA LISAN BAHASA JAWA TINGKAT SMP
ABSTRAK Media digital pembelajaran menyimak bahasa Jawa sangat dibutuhkan khususnya di tingkat pendidikan menengah. Fungsi penggunaan media menyimak tidak lain untuk menarik minat pebelajar fasih berbahasa dan ‘mempertahankan’ bahasa Jawa. Pada satu sisi sastra lisan berbahasa Jawa menjadi sebuah khasanah yang berpotensi mengandung kekayaan materi dan nilai- nilai luhur. Ikrar Kajat sebagai salah satu rupa sastra lisan berbahasa Jawa di sekitar lereng gunung Kawi berpotensi sebagai materi pembelajaran sastra lisan berbasis responsi kesusastraan lokal. Tujuan pengembangan aplikasi multimedia produk Ikawi adalah menjawab kebutuhan media menyimak serta pemertahanan sastra lisan lokal melalui pembelajaran bahasa Jawa berbasis multimedia
bangun struktur puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin
ABSTRAK Pangestuti, Guswinayu. 2017. Bangun StrukturPuisi Karya Siswa Kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahun pelajaran 2016/2017. Skripsi Program Studi PendidikanBahasa, Sastra Indonesia dan Bahasa Daerah. FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.. Pembimbing Dr. Roekhan, M.Pd Kata kunci :Bangunstruktur, siswakelas VIII-C. Puisi merupakan ekpresi dar ipengalaman imajinatif manusia yang bentuknya terikat oleh rima, irama dan kata puitik yang lain, maka pertama kali yang diperoleh berupa pengalaman. Sesuai dengan latar belakang yang ada, maka pokok kajian yang di bahas sebagai berikut: (1) bagaimanakah unsur bunyi yang terdapat pada puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahun pelajaran 2016/2017?, (2) bagaimanakah unsur kata yang terdapat pada puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahunpelajaran 2016/2017?, dan (3) bagaimanakah unsur bunyi yang terdapat pada puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahun pelajaran 2016/2017?. Tujuan penelitian sebagai berikut: (1) mendiskripsikan unsur bunyi yang terdapat pada puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahunpelajaran 2016/2017, (2) mendeskripsikan unsur kata yang terdapat pada puisi karya siswak elas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahun pelajaran 2016/2017, dan (3) mendeskripsikan unsur baris yang terdapat pada puisi karya siswa kelas XI IPS 2 SMA Pahlawan Jembert tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengambilan data berupa dokumen hasil puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang tahunpelajaran 2016/2017 menggunakan analisis data dengan teknik analisis data berupa lima tahap: (1) pembacaan berulang-ulang, (2) klasifikasi, (3) penyajian, (4) apresiasi, dan (5) kesimpulan. Hasil analisis data yang telah dikerjakan dan interpretasi yang dilakukan, maka pada puisi karya siswa kelas VIII-C SMP Shalahuddin Malang dapat disimpulkan : (1) terdapat unsur bunyi yang meliputi rima adalah bunyi yang berselang, irama adalah anpengulangan bunyi yang menimbulkan unsur musikalisasi, dan ragam bunyi yang meliputi bunyi efoni dan bunyi kakofoni; (2) unsur kata yang meliputi kata lambang, dan kata simbol; dan (3) unsur baris dalam setiap bait puisikaryasiswa. Disarankan selanjutnya bagi siswa agar lebihkreatifmenggubah puisiserta bagi guru disarankan meningkatkan pembelajaran menggubah puisi dan pemberian materi mengena iunsur bunyi, unsur kata, dan unsur baris yang terdapat pada puisi. Bagi peneliti selanjutnya agar peneliti melakukan penelitian yang lebih kreatif dan lebih luas
Disfemisme dalam Surat Kabar Jawa Pos Rubrik Sportainment
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kebahasaan disfemisme, tujuan penggunaan disfemisme, dan nilai rasa yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana. Data penelitian berupa kata, frasa, dan ungkapan yang mengandung disfemisme. Sumber data berupa teks berita dalam surat kabar Jawa Pos rubrik Sportainment edisi April sampai Mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat bentuk disfemisme, yaitu kata dasar, kata berimbuhan, frasa, dan ungkapan. Tujuan penggunaan disfemisme, yaitu untuk menguatkan pesan, untuk menunjukkan rasa marah atau benci, dan untuk mencela atau menghina. Tiga nilai rasa yang ditimbulkan oleh kata yang mengandung disfemisme, yaitu menakutkan, menjijikkan, dan mengerikan