SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
SUDUT PANDANG TAJUK RENCANA SURAT KABAR NASIONAL DAN PENATAANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kosakata penanda sudut pandang, sasaran dan bidang pemihakan tajuk rencana, serta penataannya sebagai bahan ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa kosakata penanda sudut pandang serta klausa deskripsi sasaran dan bidang pemihakan. Sumber data penelitian berupa tajuk rencana Jawa Pos edisi Juni 2018. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles & Huberman yang dimodifikasi dengan analisis framing miliki Gamson & Modigliani serta analisis sudut pandang milik Fulton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut pandang yang dimiliki surat kabar Jawa Pos ditujukan kepada golongan tertentu dan mayoritas bidang pemihakannya berupa bidang politik. Materi mengenai sudut pandang tajuk rencana belum disampaikan secara menyeluruh pada buku teks, sehingga perlu penataan bahan ajar sebagai penunjang belajar peserta didik
Pengembangan Bahan Ajar Teks Eksposisi Berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas X SMAN 3 Kediri
ABSTRAKPenelitian pengembangan bahan ajar teks eksposisi berbasis kearifan lokal ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa saat ini penurunan wawasan siswa terhadap kearifan lokal daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar yang mampu membantu siswa dalam proses pembelajaran dan menambah wawasan siswa terhadap kearifan lokal daerah yang memiliki kelayakan produk dari segi (1) isi, (2) penyajian, (3) penggunaan bahasa, dan (4) tampilan serta layak untuk proses pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari prosedur penelitian dan pengembangan Bord dan Gall. Jenis data dalam penelitian ini adalah data verbal dan nonverbal. Pengumpulan data penelitian melalui angket, lembar penilaian, dan tes. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid, dan sudah layak dan dapat diimplementasikan. Kata kunci : pengembangan bahan ajar, teks eksposisi, kearifan lokal ABSTRACTThis research on the development of teaching materials on exposition text based on local wisdom is motivated by the results of preliminary studies on the current changes in students' insight into the local wisdom of the region. The purpose of this study is to develop teaching materials that help students in the learning process and increase students' insight into local wisdom that has product feasibility in terms of (1) content, (2) presentation, (3) use of language, and (4) appearance and feasibility for the learning process in accordance with the 2013 Curriculum. This research uses research and development methods adapted from the research and development procedures of Bord and Gall. The type of data in this study are verbal and nonverbal data. Collection of research data through questionnaires, assessment sheets, and tests. Based on the analysis, the data concludes that teaching materials developed are valid, and that they are feasible and applicable. Keywords: development of teaching materials, exposition text, local wisdo
KARAKTERISTIK ARGUMENTASI DALAM OPINIDI MEDIA ONLINE
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan argumentasi dalam opini di Sindonews.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai instrument kunci (key instrument) dengan dibantu instrumen pendukung berupa instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan dan hasil penelitian. Pertama, pemaparan data dalamopini menggunakan pemaparan data primer dan sekunder. Kedua, pengungkapan argumen dalam opini terdiri atas argumen hasil pemikiran penulis, argumen yang bersifat kronologis, dan argumen yang memiliki tujuan.Ketiga, pengungkapan simpulan dalam opini yang terdiri atas simpulan berdasarkan logika penulis, simpulan dengan mempertahankan pernyataan penulis, dan simpulan yang berisi harapan. Kata Kunci: argumentasi, opini, Sindonews.com ABSTRACT Thisresearch aim to explain the arguments in opinion atSindonews.com. This research used qualitative research with text analyzing type research, the author acted as a key instrument with supporting instrument data collected and instrument data analysis. Based on the results of data analysis, three conclusions and research results are obtained as follows. Firstly, opinion at Sindonews.com used data exposure that consists of primary data exposure and secondary data exposure. Secondly, opinion at Sindonews.com used argument exposure that consists of writer's idea argument, chronological based argument, and purpose-oriented argument. Thirdly, opinion at Sindonews.com used conclusion disclosure that consists of writer's logic based conclusion, conclusion that maintains writer's statement, and hope-filled conclusion. Key Words: argumentation, opinion, Sindonews.co
KATA SERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR SURYA
KATA SERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR SURYARirin Jumrotun Nisa’ Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri [email protected] ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah surat kabar Surya yang terbit pada edisi bulan Juli dan Agustus 2018. Hasil penelitian ini meliputi (1) kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya berupa bentuk tunggal dan bentuk kompleks dan (2) proses pembentukkan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya melalui proses adopsi, adaptasi, dan penerjemahan.Kata Kunci: Berita Utama, Kata Serapan, Surat Kabar. ABSTRACT: This study aims to describe English language absorption in Indonesian in the headline of the Surya newspaper. This study uses a qualitative approach and the type of text analysis research. The research data is in the form of English absorption words in Indonesian. The source of this research data is the Surya newspaper which was published in the July and August 2018 editions. The results of this study include (1) Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines in the form of singular and complex forms and (2) formation process Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines through a process of adoption, adaptation and translation.Keyword: Headline, Loanword, Newspaper Bahasa Indonesia menyerap kata dari bahasa lain, seperti Inggris, Belanda, Arab, Portugis, atau Sansekerta (Pusat Bahasa. Hasil penyerapan unsur bahasa dari bahasa lain itu disebut kata serapan. Penyerapan unsur bahasa tersebut lazim dilakukan karena kata itu memang dibutuhkan untuk kepentingan memenuhi daya ungkap dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dapat memanfaatkan bahasa asing dan bahasa daerah yang dapat memberi kontribusi untuk mengembangkan bahasa Indonesia, salah satunya bahasa Inggris. Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti hukum, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Putrayasa (2014:130) mengatakan bahwa akhir-akhir ini pengaruh bahasa asing sangat besar. Beberapa kata yang berasal dari bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris, sering digunakan daripada kosakata dari bahasa Indonesia yang searti dengan kata itu. Hal tersebut dapat ditemukan di dalam surat kabar. Surat kabar menyajikan berita tentang peristiwa-peristiwa penting di kehidupan sehari-hari. Menurut Romli (2016:74), surat kabar adalah media komunikasi massa yang membuat seba-serbi pemberitaan meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Fungsinya sebagai penyebar informasi pendidikan, menghibur, mengawasi, atau mengatur massa. Surat kabar memuat informasi-informasi penting dalam bentuk berita. Berita didefinisikan sebagai suatu fakta peristiwa yang memiliki nilai berita, disampaikan kepada orang lain, baik kepada seseorang maupun sekelompok orang (publik), melalui mediator, baik media cetak maupun media elektronik (Mono, 2001:18). Hal ini dapat ditemukan dalam surat kabar Surya. Sebagai surat kabar daerah, surat kabar Surya memegang peran yang penting dalam memberitakan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di beberapa daerah. Selain itu, seiring berkembangnya informasi, surat kabar berusaha memberikan penyajian berita yang kreatif dan inovatif melalui penyajian berita utama.Sehubungan dengan kata serapan, penelitian Sulistyo (2011) yang berjudul “Pemakaian Unsur Serapan dalam Tajuk Rencana pada Harian Solopos: Makna, Fungsi, dan Proses Pembentukanya” menunjukkan hasil (1) proses penyerapan bahasa menimbulkan makna baru dan makna awal, (2) proses pembentukan kata serapan dalam tajuk rencana harian Solopos dilakukan dengan cara adopsi, adaptasi, dan terjemahan, (3) fungsi penggunaan unsur serapan dalam tajuk rencana harian Solopos adalah untuk pertautan emosi, masalah pemahaman pembaca, pengaruh kebiasaan berbahasa, variasi kata, dan media pembelajaran. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terdapat dalam fokus penelitian. Penelitian ini membahas tentang bentuk-bentuk kata serapan dan proses penyerapan kata tersebut. Namun, penelitian Sulistyo (2011) mendeskripsikan tentang perubahan makna dalam proses penyerapan bahasa, proses pembentukan kata serapan, dan fungsi kata serapan. Selain itu, objek kajian penelitian ini dengan penelitian sebelumnya berbeda. Objek kajian penelitian ini adalah berita utama surat kabar Surya. Objek penelitian Sulistyo adalah tajuk rencana dalam harian Solopos.Secara umum, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya berfokus pada bentuk kata serapan dan proses pembentukkan kata. METODE PENELITIANPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Rancangan penelitian ini dipilih karena mendeskripsikan bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar Surya yang terbit pada edisi bulan Juli dan Agustus 2018. Data penelitian ini adalah kata-kata serapan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata serapan yang dikaji merupakan kata-kata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya. Berita yang dianalisis adalah berita utama yang terbit pada edisi Juli-Agustus 2018 dengan jumlah 367 berita.Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti berfungsi sebagai pelaksana yang mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat simpulan. Pengetahuan peneliti tentang kata serapan menjadi alat yang penting dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti menggunakan instrumen pendukung berupa tabel pengumpulan data. Data tersebut dikelompokkan berdasarkan bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris yang digunakan dalam berita utama surat kabar Surya.Prosedur pengumpulan data penelitian meliputi (1) menentukan surat kabar yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian yaitu surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018, (2) melakukan pembacaan surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018 sebagai sumber data dalam penelitian dan melakukan pembacaan teori kata serapan, (3) mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan judul penelitian yang sudah dibuat, dan (4) melakukan pencatatan data-data yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan tabel pengumpulan data.Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model alir yang diadaptasi dari analisis data kualitatif Miles & Huberman (Yusuf, 2017:407). Dalam model alir tersebut, analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pertama, reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tahap identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data. Tahap identifikasi dilakukan dengan memilih data yang layak digunakan untuk penelitian ini. Tahap pengklasifikasian dilakukan dengan mengklasifikasikan data dalam tabel sesuai dengan karakteristik masing-masing data. Tahap kodifikasi data dilakukan dengan memberi kode pada data yang sudah diklasifikasikan. Kode yang digunakan, yaitu (1) menyebutkan bulan dan tanggal berita diterbitkan, (2) menyebut bentuk kata dan proses penyerapan kata, dan (3) menyebutkan kode urutan kata serapan. Kedua, tahap penyajian data berupa mengorganisasikan, yaitu menjalin (mengelompokkan data) menjadi satu kelompok data sehingga menjadi kesatuan. Ketiga, tahap penarikan simpulan berupa pengecekan kesesuaian hasil analisis data dengan fokus yang telah ditetapkan, yaitu bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya.Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan penelitian adalah triangulasi teori. Triangulasi teori dilakukan karena penelitian ini menunjuk pada perspektif teori dalam menginterpretasi data yang ditemukan dalam surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018.Penelitian ini terdiri atas tiga tahap. Pertama, tahap persiapan terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa pemilihan judul, menentukan focus penelitian, menyiapkan instrumen, melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, dan menyusun proposal. Kedua, tahap pelaksanaan terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa mengumpulkan sumber data dan data, mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis data. Ketiga, tahap penyelesaian terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa penulisan lapora penelitian, revisi laporan penelitian, dan penggandaan laporan penelitian. HASIL PENELITIANAda dua hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu (1) bentuk kata dan (2) proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya. Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut.Bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Kata serapan yang berupa bentuk tunggal ditemukan sebanyak 825 kata. Kata ini menyerap dari bahasa Inggris, baik diserap secara utuh maupun diserap dengan menyesuaikan ejaan atau lafal bahasa Indonesia. Kata serapan yang berupa bentuk kompleks ditemukan sebanyak 392 kata. Kata-kata ini menyerap dari bahasa Inggris dan menyesuaikan pelafalan atau penulisan bahasa Indonesia. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.Proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya melalui proses adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Kata serapan yang diserap melalui proses adopsi terdiri atas 162 kata. Kata ini diserap secara keseluruhan, tidak mengalami proses morfologis dan tidak mengalami proses morfofonemik. Kata serapan yang diserap melalui proses adaptasi terdiri atas 1047 kata. Kata-kata ini menyerap dari bahasa Inggris dan menyesuaikan pelafalan atau penulisan bahasa Indonesia. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Kata serapan yang diserap melalui proses penerjemahan terdiri atas 8 kata. Kata ini diserap dengan cara mencari kesamaan dan kesepadanan makna konsep dan bukan kemiripan bentuk luarnya atau makna harfiahnya. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. PEMBAHASANPada bab ini disajikan pembahasan mengenai kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Pembahasan disajikan sesuai dengan fokus penelitian, yaitu (1) bentuk kata dan (2) proses penyerapan kata. Kedua hal ini disajikan sebagai berikut. Bentuk Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar SuryaTemuan pertama penelitian ini adalah bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar Surya. Kata serapan yang berupa bentuk tunggal ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap dengan atau tanpa menyesuaikan penulisan dan pelafalan bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat Muslich (2010: 191) yang menyatakan bahwa kata asing yang diserap disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada umumnya kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk tunggal digunakan karena bentuk kata ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan. Hal ini sesuai dengan Widjono (2007: 114) yang menyatakan bahwa penyerapan kata ini dilakukan apabila kata itu dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan. Selain itu, penyerapan kata yang berupa bentuk tunggal ini dilakukan jika kata yang diserap ini lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada data yang ditemukan, yaitu kontrak. Kata kontrak yang merupakan bentuk tunggal ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan sebagaimana tampak pada kalimat berikut. (1) Mereka pun punya nilai jual tertinggi dalam urusan kontrak televisi, dan penjualan suvenir, serta tiket pertandingan.Pada kalimat (1) kata kontrak yang merupakan bentuk tunggal sudah dapat mengungkapkan makna konsep bahasa yang diserap, yaitu ‘persetujuan dua pihak dalam perdagangan, sewa-menyewa, dan sebagainya’. Kata kontrak juga lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kata kontrak disebut bentuk tunggal karena kata ini tidak dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Apabila dibagi lagi, hasil pembagian itu bukan lagi satuan gramatik, melainkan satuan fonologis. Hal ini sesuai pendapat Sumadi (2015: 10—11) yang menyatakan kata yang berupa bentuk tunggal merupakan kata yang sudah tidak dapat dibagi atau dipecah lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Penyerapan kata kontrak tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Penyerapan kata kontrak dilakukan dengan menyesuaikan penulisan dan pelafalan. Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu informasi. Kata informasi berasal dari kata information yang diserap dengan menyesuaikan akhiran asing –tion menjadi -si. Berdasarkan Pedoman Umum Pembentukkan Istilah (2007: 26), akhiran asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Oleh karena itu, kata informasi merupakan bagian kata berafiks yang diserap secara utuh. Kata informasi yang merupakan bentuk tunggal ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan sebagaimana tampak pada kalimat berikut. (2) Hingga hari ke-14 pencarian KM Sinar Bangun, dia belum memperoleh informasi atau titik terang mengenai nasib 12 orang anggota keluarga Nainggalon, termasuk kakanya Ledixon Naiggalon. (J2/BT/218) Pada kalimat (2) kata informasi yang merupakan bentuk tunggal sudah dapat mengungkapkan makna konsep bahasa yang diserap, yaitu ‘fakta atau berita tentang sesuatu’. Kata informasi juga lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kata informasi tidak dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Apabila dibagi lagi, hasil pembagian itu bukan lagi satuan gramatik, melainkan satuan fonologis. Penyerapan kata informasi ini tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks juga ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata serapan yang berupa bentuk kompleks ini digunakan apabila dalam bentuk tunggal belum dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat dalam bahasa Indonesia. Kata ini dibentuk melalui proses morfologis, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Hal ini sesuai dengan pendapat Muslich (2010: 139) yang menyatakan bahwa kata serapan diperlakukan secara penuh mengikuti sistem bahasa Indonesia, termasuk morfologisnya. . Dalam proses morfologis yang dibentuk dengan afiksasi, ditemukan penggunaan afiks a-, ber-, di-, di-kan, il-, inter-, ke-an, meN-, meN-kan, -an, per-, peN-, peN-an, per-an, -kan, se-, re-, sub-, ter-, trans-, dis-, in-, pasca-, -us, -ir, dan multi-. Kata serapan yang berbentuk kompleks ini juga melekat pada klitika –nya dan –isme. Contoh kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks pada berita utama surat kabar Surya, yaitu mengontrol, memaksimalkan, beraktivitas, diproses, dipromosikan, artis-artis, dan uji coba. Penggunaan afiks meN- tampak pada data yang ditemukan, yaitu menyeleksi. Kata menyeleksi yang berupa bentuk kompleks ini digunakan apabila kata seleksi belum dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kata seleksi dibentuk dengan mengikuti sistem bahasa Indonesia sebagaimana tampak pada kalimat berikut.(3) Pemkot Surabaya akan menyeleksi seluruh pemain bola usia 15 tahun. Pada kalimat (2) kata menyeleksi dibentuk melalui afiksasi sehingga dapat mengungkapkan makna konsep yang diinginkan, yaitu ‘mengadakan seleksi’. Kata menyeleksi disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu meN- dan seleksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumadi (2015: 10) yang menyatakan bahwa kata yang berupa bentuk kompleks ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Menurut Sumadi (2015: 99—100), afiks meN- hanya memiliki satu fungsi, yaitu membentuk verba. Hal serupa juga dikemukakan oleh Ramlan (1985: 99—100) yang mengatakan bahwa afiks meN- hanya memiliki satu fungsi, yaitu pembentuk kata verba. Sebagian besar kata yang berafiks meN- termasuk golongan kata kerja. Hal ini tampak pada kata menyeleksi yang dibentuk dari afiks meN- dan seleksi. Kata seleksi yang sebelumnya menduduki kelas kata nomina (kata benda) mengalami perubahan kelas kata menjadi verba (kata kerja) setelah mengalami afiksasi dengan prefiksmeN-. Selain itu, afiks meN- juga mengalami proses morfofonemik sehingga /N/ menjadi /n/ saat bertemu /d/. Contoh kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks pada berita utama surat kabar Surya, yaitu memaksimalkan, beraktivitas, diproses, dipromosikan, artis-artis, dan uji coba.Selain afiksasi, tampak pula bentuk kompleks yang dibentuk melalui reduplikasi. Dalam berita utama surat kabar Surya, proses pembentukkan kata yang melalui reduplikasi ini hanya menghasilkan kata ulang utuh. Hal ini tampak pada kata akun-akun dalam kalimat berikut.(4) Untuk memastikan kualitas layanan Emergency Button, PSC akan memblokir akun-akun yang iseng memainkan aplikasi ini. (A20/BK/4)Kata akun-akun berasal dari bahasa Inggris, yaitu account dan bergabung dengan morfem {R} atau morfem ulang. Kata akun-akun disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu akun dan morfem {R}. Morfem {R} dalam kata akun-akun menyatakan makna ‘banyak’. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumadi (2015: 131) bahwa morfem {R} menyatakan makna ‘banyak’. Contoh lain penggunaan morfem {R} pada kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar surya, yaitu bonus-bonus, artis-artis, aspirasi-aspirasi, gol-gol, dan elemen-elemen.Penggunaan klitika juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu –nya dan -isme. Penggunan klitika -nya melekat pada kata serapan akting sehingga menjadi aktingnya. Menurut Sumadi (2015: 54—55), klitika belum dapat berdiri sendiri secara morfologis. Untuk menjadi kata, klitika masih harus digabung dengan morfem lain. Berdasarkan hal itu, kata aktingnya disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu akting dan -nya. Penggunan klitika -isme juga melekat pada kata serapan favorit sehingga menjadi favoritisme. Kata favoritisme disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu favorit dan -isme. Contoh lain penggunaan afiks klitika pada kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar surya, yaitu golnya, fisiknya, fokusnya, informasinya, dan inisialnya. Proses Penyerapan Kata Bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar SuryaTemuan kedua penelitian ini adalah proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Proses penyerapan kata ini terdiri atas adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Berkaitan dengan temuan ini, dilakukan pembahasan sebagai berikut.Proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris yang melalui proses adopsi ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap tanpa menyesuaikan pelafalan dan penulisan bahasa Indonesia. Menurut Muslich (2010: 223), cara adopsi dilakukan dengan menyerap kata secara utuh. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjito (2011: 17) yang menyatakan bahwa adopsi dilakukan dengan cara menyerap secara utuh sama dengan bentuk aslinya, tanpa perubahan atau penyesuaian. Proses adopsi merupakan langkah pertama yang praktis dan ekonomis, terutama untuk mengisi kekosongan dalam bahasa Indonesia. Penyerapan kata secara adopsi tampak pada data yang ditemukan, yaitu modern (J7/ADP/78). Kata modern merupakan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang mengalami penyerapan secara utuh. Kata modern memiliki bentuk yang sama dengan bentuk serapannya dalam bahasa Inggris, yaitu modern. Kata modern ini tidak mengalami proses morfologis. Oleh karena itu, kata ini tidak mengalami perubahan bentuk dan makna. Penyerapan kata secara adopsi juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu protein (A17/ADP/106). Kata protein merupakan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang mengalami penyerapan secara utuh. Kata protein memiliki bentuk yang sama dengan bentuk serapannya dalam bahasa Inggris, yaitu protein. Kata protein ini tidak mengalami proses morfologis. Oleh karena itu, kata ini tidak
Persuasif Iklan Kecantikan pada Media Cetak dan Media Televisi
ABSTRAKGrace, Kezia Lumban Batu. 2019. Persuasif Iklan Kecantikan pada Media Cetak dan Media Televisi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Kata Kunci: gaya bahasa persuasif, teknik persuasif, komposisi iklan, iklan, wacana iklanPenelitian ini mengkaji penggunaan persuasif pada iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi yang mencakup gaya bahasa persuasif, teknik persuasif, dan komposisi iklan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa yang memersuasi dalam iklan di media cetak dan media televisi; teknik persuasif dalam iklan di media cetak dan media televisi; dan komposisi iklan yang diterapkan dalam iklan di media cetak dan media televisi. Penelitian ini penting dilakukan karena persuasif yang digunakan iklan sebuah produk kecantikan di dua media yang berbeda memiliki daya persuasi yang berbeda dan eksistensi kekuatan bahasa dalam memengaruhi emosi dan tindakan calon konsumen.Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data penelitian berupa paparan verbal hasil transkrip dokumen dan tuturan rekaman yang memuat iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data. Analisis data yang dilakukan mencakup 3 tahap, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persuasif iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi adalah sebagai berikut. Pertama, gaya bahasa persuasif yang membentuk iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahasa pertautan, dan (4) gaya bahasa perulangan (penegasan). Dalam hal ini, gaya bahasa yang digunakan iklan produk kecantikan pada media cetak memiliki kesamaan dengan gaya bahasa yang digunakan pada media televisi. Namun, iklan pada media televisi masih menambah gaya bahasa lain untuk memperkuat pembahasaan yang disampaikan produsen kepada konsumen. Oleh karena itu, iklan kecantikan pada media televisi memiliki variasi dalam pemilihan kata atau diksi dalam meyakinkan konsumen untuk membeli produk (walaupun kalimat dan produk sama di dua media) karena tidak hanya dibutuhkan bahasa yang padat, jelas, dan menarik, tetapi juga membutuhkan gaya bahasa persuasif yang lebih sesuai, efektif, dan bervariasi agar menggugah emosi dan empati calon konsumen melalui penambahan gaya bahasa.Kedua, teknik persuasif yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi, meliputi (1) teknik rasionalisasi, (2) teknik identifikasi, (3) teknik sugesti, (4) teknik konformitas, (5) teknik kompensasi, dan (6) teknik kombinasi. Namun, walaupun di antara beberapa iklan kecantikan di media iklan dan di media televisi memiliki kesamaan teknik, media televisi lebih memiliki variasi. Hal tersebut dikarenakan teknik di media televisi disesuaikan dengan komponen pendukung media, seperti visual dan audio sehingga untuk lebih mendorong kepercayaan calon konsumen agar bersedia melakukan sesuatu dengan tanggapan positif, diperlukan teknik persuasif yang sesuai dengan produk yang diiklankan.Ketiga, komposisi iklan yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi (1) butir utama yang membangkitkan rasa ingin tahu, (2) badan iklan dengan alasan subjektif, dan (3) penutup iklan dengan teknik lunak. Dalam hal ini, komposisi yang digunakan iklan di media televisi lebih lengkap dibandingkan iklan di media cetak. Hal tersebut dikarenakan iklan kecantikan di media cetak menuntut sebuah bahasa yang singkat, padat, dan jelas dengan menyertakan kontak informasi (butir utama) berupa alamat website sehingga media televisi menjadi solusi calon konsumen dari rasa keingintahuan dalam mencari informasi mengenai merek, jenis, bahan, kandungan, manfaat, dan keunggulan produk yang pada akhirnya lebih menarik perhatian calon konsumen untuk membeli produk. ABSTRACTGrace, Kezia Lumban Batu. 2019. Persuasive Advertising of Beauty on Print Media and Television Media. Thesis, Indonesian Literature Program, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Keywords: persuasive language style, persuasive techniques, ad composition, advertising, advertising discourseThis study examines the persuasive use of beauty advertisements, both in print and television media, which includes persuasive language styles, persuasive techniques, and ad composition used. The purpose of this study was to describe the use of persuasive language styles in advertisements on print media and television media; persuasive techniques in advertising on print media and television media; and ad composition applied in advertisements on print media and television media. This research is important because persuasive advertisements of beauty products used in two different media have different persuasive powers and the existence of the power of language in influencing the emotions and actions of prospective consumers.This study uses a qualitative description method. The research data is in the form of verbal exposures from document transcripts and recorded speeches that contain beauty advertisements on print media and television media. Data collection is done using observation and documentation techniques. The instrument used is a researcher as a data collector and analyzer. Data analysis carried out includes 3 stages, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions.The results showed that persuasive beauty advertisements on print media and television media are as follows. First, the persuasive language styles that shape beauty advertisements, both in print and television media include (1) comparative language styles, (2) opposing language styles, (3) link language styles, and (4) repetition language styles (affirmations). In this case, the style of language used by beauty product advertisements in print media has similarities to the style of language used on television media. However, advertisements on television media still add to the style of other languages to strengthen the discussion that producers convey to consumers. Therefore, beauty advertisements on television media have variations in the choice of words or diction in convincing consumers to buy products (even though sentences and products are the same in two media) because not only is the language dense, clear and interesting, but also requires language style persuasive that is more appropriate, effective, and varied to arouse the emotions and empathy of prospective consumers through the addition of language styles.Second, the persuasive techniques used by beauty advertisements, both in print and television media, include (1) rationalization techniques, (2) identification techniques, (3) suggestion techniques, (4) communication techniques, (5) compensation techniques, and (6) combination techniques. However, even though some beauty advertisements in advertising media and television media have similar techniques, television media has more variety. This is because the techniques in television media are tailored to the supporting components of the media, such as visual and audio so as to further encourage the confidence of prospective consumers to be willing to do something with positive responses.Third, the ad composition used in beauty advertisements, both in print and television media includes (1) the main points that arouse curiosity, (2) advertising agencies with subjective reasons, and (3) adverts with soft techniques. In this case, the composition used by television advertisements is more complete than advertising on print media. This is because beauty advertisements in print media demand a short, concise, and clear language by including contact information (main item) in the form of address website so that television media becomes a prospective consumer solution of curiosity in finding information about brands, types, ingredients, ingredients, benefits, and product advantages that ultimately attract more attention to prospective consumers to buy products
ANALISIS SOAL LATIHAN KETERAMPILAN MEMBACA DALAM BAHAN AJAR BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT A1
Ringkasan Penelitian ini membahas bentuk soal dan ranah kegiatan evaluasi keterampilan membaca dalam bahan ajar BIPA tingkat A1 Sahabatku Indonesia dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk soal dalam bahan ajar BIPA terdiri atas soal jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda, isian, dan uraian, sedangkan ranah kegiatan evaluasi keterampilan membaca dalam bahan ajar dilihat berdasarkan taksonomi Barret. Kata Kunci :bentuk soal, keterampilan membaca, bahan ajar BIP
Abnormalitas Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan
RINGKASANRahayu, Puji. 2019. Abnormalitas Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.PdKata Kunci: Abnormalitas Psikologis, Tokoh Utama, dan Novel.Fokus penelitian ini adalah (1) wujud atau bentuk abnormalitas psikologis tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan (2) faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian psikologi sastra, yakni pendekatan yang mengkaji aspek psikologis tokoh dalam karya sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan cetakan ke-3 dengan jumlah halaman 481, yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta pada tahun 2012. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah membaca, mengidentifikasi dan kodifikasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk memperoleh data yang valid dan sah, dilakukan uji validitas yang diperoleh dengan cara membaca sumber data berkali-kali secara cermat hingga mendapatkan data yang reliable dan valid, mengecek atau mengidentifikasi kembali secara saksama bentuk dan faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh utama, menelaah kembali data berdasarkan rujukan-rujukan yang dianggap perlu untuk mendukung analisis, dan berdiskusi dengan teman yang meneliti kajian penelitian serupa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk abnormalitas psikologis tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan terdiri dari (1) prostitusi atau pelacuran, (2) perkawinan, (3) perzinaan (adultery), dan (4) keinginan mati (death wish). Pada masing-masing bentuk abnormalitas tersebut terdapat faktor penyebab yang berbeda-beda. Faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dijelaskan secara tersurat dan tersirat. Faktor penyebab secara tersurat ditampilkan dengan cara menghubungkan antara karakter tokoh dan latar alur cerita. Sedangkan penyebab secara tersirat dapat dicari dengan menggunakan metode pembacaan dekonstruktif (penataan ulang). Faktor penyebab abnormalitas psikologis prostitusi atau pelacuran yaitu (1) kondisi ekonomi, (2) upaya tokoh mencegah para lelaki memelihara gundik, (3) sejarah penjajahan Jepang, (4) pandangan abnormal tentang perkawinan, (5) tokoh bersifat matrealistis, dan (6) upaya aktualisasi diri tokoh. Faktor penyebab abnormalitas psikologis perkawinan yaitu (1) faktor keturunan (incest), dan (2) rasa kesepian serta upaya pemenuhan kasih sayang. Faktor penyebab abnormalitas psikologis perzinaan (adultery) yaitu (1) faktor lingkungan, (2) kurang didikan dari keluarga, (3) trauma dipenjara, dan (4) tokoh utama tidak beragama. Faktor penyebab abnormalitas psikologis keinginan mati (death wish) yaitu (1) takut memiliki anak cantik dan takut melihat anaknya tumbuh dewasa menjadi seperti diri si tokoh.Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggambaran Dewi Ayu sebagai tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka yang berprofesi sebagai pelacur dengan berbagai macam abnormalitas psikologis, menunjukkan perspektif baru tentang prostitusi di mata pembaca. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui pola pikir, prinsip, dan gaya hidup Dewi Ayu yang berbeda dari perempuan lain atau bahkan dari para pelacur pada umumnya. Tindakan yang dilakukan Dewi Ayu dalam bentuk abnormalitas psikologis perkawinan, perzinaan (adultery), dan keinginan mati (death wish) adalah realisasi secara tersirat untuk menyampaikan pesan dan membawa pembaca agar dapat melihat prostitusi melalui sudut pandang yang berbeda. Novel Cantik Itu Luka berusaha menyingkirkan stigma negatif dari prostitusi atau pelacuran yang berkembang di masyarakat dan juga mendorong pembaca menemukan fakta yang dikesampingkan dari adanya profesi tersebut.
strategi memahami isi bacaan siswa kelas VII D SMP Negeri 9 malang dengan teknik membaca cepat
ABSTRAK Jero’o, Bertinus. 2018. Strategi Memahami Isi Bacaan Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang Dengan Teknik Membaca Cepat. Skiripsi, Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Pidekso Adi, M.Pd. Kata kunci:strategi, kemampuan memahami, teknik membaca cepat Strategi yang digunakan dalam proses membaca cepat memiliki keterkaitan langsung dengan pemahaman. Membaca berarti ada yang hendak dicari. Ketika seseorang membaca mengandaikan sudah ada dalam dirinya kesadaran untuk mencari sesuatu yang bernilai dalam sebuah bacaan. Membaca bukan soal kecepatan, bukan pula soal banyak halaman yang telah dibaca. Akan tetapi soal bagaimana strategi yang digunakan dalam proses membaca tersebut. Letak efektivitas dari membaca cepat ada pada keterjalinan antara strategisiswa dalam melakukan kegiatan membaca dengan kemampuan memahami isi teks bacaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan siswa dalam proses membaca cepat yang mempengaruhi kualitas kemampuan mamahami isi bacaan siswa dengan teknik membaca cepat Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan membaca dan hasil tesmemahami isi bacaan siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa manusia, yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan siswa sebagai objek yang diteliti. Pengumpulan data yang dilakukan dengan mengunakan teknik wawancara, observasi, dan tes kemampuan memahami isi bacaan siswa. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan pengecekan keabsahan temuan berupa kredibilitas dan kebergantungan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengelompokan data hasil penelitian, kemudian peneliti mengolah dan menganalisis data secara deskriptif-kualitatif, kesimpulan dari peneliti.Pertama, pengelompokan data dilakukan dengan mengumpulkan data hasil wawancara dan observasi, dan data hasil tes kemampuan memahami isi bacaan siswa. Kedua, mengolah dan menganalisis sesuai dengan rumusan masalah. Ketiga, kesimpulan sementara dari peneliti yang dilakukan dengan menarik kesimpulan sementara dari data hasil penelitian. Berdasarkanhasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan sebagai berikut. Pertama, pada saat melakukan kegiatan membaca siswa menggunakan strategi yang ditunjukkan dalam bentuk ekspresi fisik berupa membaca dengan bersuara, menggerakkan bibir, menggerakkan kepala, menunjuk dengan menggunakan jari untuk membantu keterarahan mata yang menjadi penghambat dalam proses membaca cepat. Kedua, strategi yang digunakan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan. Strategi yang digunakan siswa tersebut berdampak pada kualitas pemahaman siswa yang rendah terhadap isi teks bacaan
Adaptasi Lagu Berbahasa Jawa: Kreasi dan Inovasi Karya Mahasiswa Paket Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Wijaya, Dwiki. 2019. Adaptasi Lagu Berbahasa Jawa: Kreasi dan Inovasi Karya Mahasiswa Paket Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Teguh Tri Wahyudi, S.S., M.A. Kata Kunci: kreasi, inovasi, adaptasi lagu Tantangan untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan variatif merupakan tanggung jawab guru (khususnya guru atau calon guru bahasa Jawa). Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut ialah dengan menghadirkan model pembelajaran yang menarik bagi siswa. Contoh model pembelajaran yang menarik ialah model adaptasi lagu pada pembelajaran menulis. Model adaptasi lagu merupakan model pembelajaran menulis kreatif dengan mengubah lirik lagu tanpa mengubah nada dan instrumen musiknya. Adaptasi lagu ini bertujuan untuk menyampaikan materi ataupun pesan pembelajaran secara menarik dan bervariasi. Tujuan penelitian ini ada tiga, yakni: (a) deskripsi genre lagu sumber pada hasil adaptasi lagu karya mahasiswa paket Bahasa dan Sastra Jawa UM angkatan 2015, (b) deskripsi kreasi adaptasi lagu karya mahasiswa paket Bahasa dan Sastra Jawa UM angkatan 2015, dan (c) deskripsi inovasi adaptasi lagu karya mahasiswa paket Bahasa dan Sastra Jawa UM angkatan 2015. Pendekatan kualitatif digunakan sebagai penjajakan terhadap suatu gejala guna terjawabnya persoalan yang menjadi minat peneliti. Data penelitian berupa kata-kata yang terdapat pada syair atau lirik lagu adaptasi karya mahasiswa paket bahasa dan sastra Jawa Universitas Negeri Malang angkatan 2015 dikumpulkan berdasar lima tahap, yaitu: (1) peneliti mengelompokkan genre lagu, (2) peneliti membaca teks secara mendalam untuk direduksi sesuai kebutuhan, (3) secara intensif peneliti menandai kata, klausa, atau bait lirik lagu yang menunjukkan adanya keasi dan inovasi adaptasi lagu, (4) peneliti mengutip kata, klausa atau bait lirik lagu, dan (5) peneliti mendeskripsikan kutipan kata, klausa atau bait lirik lagu. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yakni: reduksi data, penyajian data, serta penyimpulan data. Hasil analisis dirumuskan dalam tiga hal. Pertama, temuan lima jenis genre lagu yang digunakan sebagai sumber adaptasi lagu, meliputi (a) genre lagu populer (Indonesia dan manca), (b) genre lagu dangdut, (c) genre lagu dolanan, (d) genre lagu anak-anak, dan (e) genre lagu campursari. Kelima genre lagu tersebut tergolong populer, banyak dikenal, sering dinyanyikan dan melegenda. Kedua, kreasi adaptasi lagu muncul dalam data penelitian ini berupa kreasi struktur fisik (diksi, penggunaan bahasa figuratif, dan rima atau purwakanti) dan kreasi struktur batin (tema dan amanat atau tujuan). Ketiga, inovasi syair lagu sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran di temukan empat bentuk, yaitu: inovasi pembelajaran pewayangan, inovasi pembelajaran tembang, inovasi pembelajaran pengenalan huruf Jawa, dan inovasi pembelajaran basa rinengga. SUMMARY Wijaya, Dwiki. 2019. Adaptation of Javanese Song: Creation and Innovation by Students of Javanese Language and Literature Package at State University of Malang. Thesis, Indonesian Literature Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: Teguh Tri Wahyudi, S.S., M.A. Keyword: creation, innovation, song adaptation The challenge to present creative, innovative and variative learning is the responsibility of the teacher (especially teacher or Javanese language teacher candidate). One form of responsibility is to present an interesting learning model for students. An example of an interesting learning model is the model of song adaptation in writing learning. The song adaptation model is a learning model of creative writing by changing song lyrics without changing the tone and musical instruments. The adaptation of this song aims to convey the material or message of learning in an interesting and varied manner. The objectives of this study are threefold: (a) description of the source song genre in the adaptation of songs from the 2015 UM Language and Literature package of UM students; c) description of innovation song adaptation by students of the Javanese Language and Literature UM package class of 2015. A qualitative approach is used as an assessment of a symptom to answer the problem that is of interest to the researcher. Research data in the form of words contained in poetry or song lyrics adapted by students of the Javanese University of Malang language and literary package class of 2015 are collected based on five stages, namely: (1) researchers classify song genres, (2) researchers read the text in depth to (3) intensively the researcher marks the words, clauses, or verses of the song lyrics that indicate the existence of song adaptation and innovation, (4) the researcher quotes the words, song lyrics clause or verse, and (5) the researcher describes the word quotation, clause or verse song lyrics. Data analysis is done through three stages, namely: data reduction, data presentation, and data inference. The results of the analysis are formulated in three ways. First, the findings of five types of song genres that are used as sources of song adaptation, include (a) popular song genres (Indonesian and foreign), (b) genres of dangdut songs, (c) genre of dolanan songs, (d) genre of children's songs, and (e) the genre of campursari songs. The five genres of the song are popular, many are known, often sung and legendary. Secondly, song adaptation creations appear in this research data in the form of physical structure creations (diction, figurative language usage, and rima or purwakanti) and inner structure creations (themes and mandates or goals). Third, the innovation of song poetry as an effort to achieve learning goals was found in four forms, namely: innovation in pewayangan learning, song learning innovation, Java letter introduction learning innovations, and rinengga learning innovation
Karakteristik Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII H SMP Negeri 1 Talun Blitar
ABSTRAK Wulandari, Wiwin Mei. 2019. Karakteristik Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: karakteristik, unsur intrinsik, cerita fantasi Penelitian ini mendeskripsikan tentang karakteristik siswa dalam menyajikan cerita fantasi secara tulis dan kecenderungan karakteristik kepenulisan unsur intrinsik dalam karya siswa. Alasan peneliti memilih sekolah SMP Negeri 1 Talun Blitar karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Blitar sehingga perlu dideskripsikan bagaimana karakteristik siswa dalam pembelajaran menyajikan karya cerita fantasi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya bahwasanya peneliti mendeskripsikan tentang karakteristik siswa dalam menyajikan cerita fantasi secara tulis dari segi unsur intrinsik dan kecenderungan penulisan siswa pada tiap unsur intrinsik cerita fantasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kulitatif karena data yang diperoleh adalah deskripsi karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar dan pemilihan kelas dilakukan berdasarkan tolak ukur kemampuan siswa dalam kelas tersebut yang tergolong baik. Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, karena data yang dihasilkan adalah paparan atau deksripsi tentang karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun. Jenis penelitian ini adalah kajian dokumen atau teks. Orientasi teoritis penenelitian ini adalah karakteristik, unsur-unsur intrinsik, dan cerita fantasi. Data penelitian ini berupa data verbal karakteristik unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa yang meliputi, kalimat, narasi, dialog , maupun monolog yang terdapat pada unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa. Sumber data penelitian ini adalah karya cerita fantasi siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar. Instrumen penelitian, yaitu peneliti sebagai intrumen kunci. Prosedur pengumpulan data meliputi, menentukan sumber data, menghubungi guru yang mengajar kelas VII, meminta dokumen karya cerita fantasi siswa melalui pihak sekolah kemudian guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar kelas VII, melakukan wawancara kepada guru dan siswa,melihat dan menggandakan karya cerita fantasi siswa kelas VII-H, menganalisis karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi siswa kelas VII-H. Analisis data, meliputi editing, klasifikasi, memberi kode, penafsiran kemudian penyajian data. Tahap-tahap penelitian yakni perencanaan dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan, meliputi melakukan observasi sekolah, melakukan wawancara dengan guru kelas, menetapkan kelas VII yang datannya diambil, melakukan wawancara dengan siswa, menggandakan data atau dokumen yang berupa karya cerita fantasi siswa kelas VII SMP N 1 Talun, membaca hasil wawancara, membaca data beserta memberi kode setiap unsur yang mengandung karakteristik siswa dalam menulis cerita fantasi, menulis laporan penelitian, menyusun laporan penelitian merevisi laporan penelitian, menggandakan laporan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh enam simpulan dan hasil. Pertama, tema yang diangkat oleh siswa dalam cerita fantasi lebih banyak mengangkat tema sosial, petualangan dan persahabatan ditandai dengan ungkapan-ungkapan dalam cerita dan pengembangan ide dalam cerita. Kedua, judul yang digunakan oleh siswa tidak jauh berbeda dengan inspirasi cerita yang telah mereka baca, selain itu penulis juga membuat judul berdasarkan nama tokoh, karakter tokoh, kata benda, maupun kata yang mewakili alur dalam cerita fantasi. Karakteristik tiap judul ditandai dengan kata yang digunakan sebagai judul. Ketiga, karakteristik menciptakan tokoh dan penokohan, yaitu siswa menggambarkan karakter tokoh secara tidak langsung dengan mengembangkan ide dengan lancar sampai cerita berakhir, sedangkan karakteristik ke khas an tokoh terletak pada pemberian nama tokoh dengan simbol angka dan pemberian nama tokoh berdasarkkan ciri fisik. Keempat, karakteristik latar meliputi latar waktu, tempat, dan suasana ditandai dengan ungkapan-ungkapan penulis untuk menggambarkan latar dalam cerita fantasi. Kelima, karakteristik alur meliputi, alur maju, mundur, dan campuran. Keenam, berdasarkan analisis data dan hasil, kecenderungan penulisan unsur intrinsik cerita fantasi siswa terletak pada bagian alur dan tokoh penokohan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia agar lebih memperjelas penyampaian materi dan pemberian tugas kepada siswa, karena masih ditemukan beberapa tugas yang tidak sesuai dengan rancangan pembelajaran. Selanjutnya, saran untuk peneliti agar dapat menganalisis karakteristik hasil karya cerita fantasi siswa pada secara cermat dan tepat agar dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya