SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    . Hubungan Antara Kemampuan Membaca Teks Puisi dengan Kemampuan Menulis Teks Puisi Siswa Kelas X MIA 1 MAN 3 Tulungagung

    No full text
    Membaca adalah kegiatan yang digunakan oleh manusia setiap hari. Tanpa disadari ketika seseorang membaca ia telah mengartikan simbol-simbol yang telah dibuat oleh penulis dan menerima pesan atau informasi dari penulis. Membaca dapat meningkatkan kosakata sesorang dalam perihal berbicara ataupun menulis dan menambah kecerdasan intelektual seseorang. Dalam kegiatan belajar mengajar, membaca suatu hal yang penting dalam sebuah pengajaran, karena siswa tidak akan mengerti hal yang akan dipelajari apabila tidak membaca terdahulu. Oleh karena itu kemampuan membaca sangat diperlukan untuk memulai menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur, (1) kemampuan membaca teks puisi, (2) kemampuan menulis teks puisi, dan (3) hubungan antara kemampuan membaca teks pusi dengan kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X MIA 1 MAN 3 Tuluingagung.             Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini terdapat variabel bebas dan terikat, yaitu kemampuan membaca teks puisi sebagai variabel bebas, kemampuan menulis puisi sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 3 Tulungagung. MAN 3 Tulungagung terdapat 7 kelas dengan jumlah total 250 siswa. Kelas yang dijadikan sampel adalah siswa kelas X MIA 1 MAN 3 Tulungagung yaitu dengan jumlah 38 siswa. Data yang diperoleh yaitu (1) kemampuan membaca teks puisi dengan bentuk soal tes kemampuan membaca serta diwujudkan dalam bentuk skor, dan (2) kemampuan menulis teks puisi dengan bentuk tes menulis diwujudkan dalam bentuk skor. Kedua data tersebut termasuk data kuantitatif sehingga data diolah dengan teknik Pearson Correlation             Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama rerata  kemampuan membaca teks puisi siswa kelas X MIA 1 MAN 3 Tulungagung memiliki nilai yang berkategorikan baik yaitu dengan nilai 82,42. Kedua rata-rata kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X MIA 1 MAN 3 Tulungagung memiliki nilai berkategorikan cukup yaitu dengan nilai 75,76. Ketiga hubungan antara kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis teks puisi memiliki  sig. (2tailed) 0,444 > 0,05. Hal ini berarti signifikan antara kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis puisi serta terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Hal ini berarti semakin tinggi nilai kemampuan membaca teks puisi semakin tinggi pula nilai kemampuan menulis puisi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H1) diterima yaitu terdapat hubungan antara kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis teks puisi.             Saran yang disampaikan penulis berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Bagi guru, diharapkan dengan adanya penelitian ini, guru lebih memerhatikan dan meningkatkan kemampuan membaca siswa dan kemampuan menulis. Khususnya kepada teks puisi dan umumnya kepada seluruh teks, baik teori maupun praktik agar siswa lebih menguasai dan memahami. (2) Bagi siswa, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan membaca teks puisi dan kemampuan menulis teks puisi. (3) Bagi peneliti selanjutnyam diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya

    Penilaian Autentik Keterampilan Menulis Dalam Buku Siswa SMP Kelas VII

    No full text
    ABSTRAKLaili, Nurul. 2018. Penilaian Autentik Keterampilan Menulis dalam Buku Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titik Harsiati, M.Pd.Kata Kunci: penilaian autentik, bentuk tugas, menulis terbimbing, menulis mandiriBuku siswa adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti. Buku siswa adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan pendidikan yang memuat materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penilaian autentik keterampilan menulis dalam buku siswa SMP kelas VII. Fokus dari penelitian ini meliputi: (1) bentuk tugas menulis terbimbing dan (2) bentuk tugas menulis mandiri.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataannya. Data dalam penelitian ini berupa (1) bentuk tugas menulis terbimbing dan (2) bentuk tugas menulis mandiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku siswa yang berjudul “Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi 2016” yang diterbitkan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan. Pengumpulan data dengan menggunakan bentuk tugas menulis terbimbing dan menulis mandiri yang terdapat dalam buku siswa. instrumen yang digunakan adalah tugas menulis terbimbing dan tugas menulis mandiri dalam buku siswa dari jenis teks deskripsi, teks cerita fantasi, teks prosedur, teks laporan hasil observasi, teks puisi rakyat, teks fabel, teks surat pribadi dan surat resmi, serta pedoman analisis dokumen bentuk tugas keterampilan menulis kurikulum 2013. Kegiatan analisis data meliputi (1) mencari bentuk tugas menulis terbimbing sesuai dengan jenis teks, (2) mencari bentuk tugas menulis mandiri sesuai dengan jenis teks, dan (3) menyajikan hasil analisis.Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan sebagai berikut: bentuk tugas menulis terbimbing terdiri dari (1) melengkapiteks deskripsi pada unsur bagian dan simpulan, (2) melengkapi teks deskripsi yang dirumpangkan pada beberapa bagian unsur teks, (3) melengkapi teks deskripsi yang rumpang dengan kata, (4) melengkapi teks cerita fantasi pada unsur bagian komplikasi dan resolusi, (5) melengkapi teks cerita fantasi pada unsur bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi, (6) melengkapi, mengubah, dan memperbaiki teks prosedur, (7) melengkapi teks laporan hasil observasi pada beberapa bagian, (8) teks pantun dengan pola pengembangan, (9) teks gurindam dari beberapa segi, (10) teks syair dari struktur dan kebahasaan, (11) melengkapi teks fabel pada unsur judul, komplikasi, resolusi, dan koda, (12) melengkapi teks fabel pada unsur judul, orientasi, resolusi, dan koda, serta (13) mengurutkan unsur surat pribadi dan surat resmi dengan petunjuk. Serta bentuk tugas menulis mandiri terdiri dari (1) menulis teks deskripsi dengan pemberian kriteria, (2) menulis teks cerita fantasi dengan petunjuk bertahap, (3) menulis teks prosedur dengan rangsang kontekstual daerah, (4) menulis teks laporan hasil observasi dengan tahapan melakukannya, (5) menulis puisi rakyat dengan rangsang tujuan, (6) menulis surat pribadi dengan menggunakan e-mail, (7) menulis surat resmi dengan menggunakan e-mail, (8) menulis surat pribadi dengan rangsang peristiwa, (9) menulis surat resmi dengan rangsang peristiwa, (10) menulis surat pribadi dengan rangsang konteks, serta (11) menulis surat resmi dengan rangsang konteks.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk tugas menulis terbimbing mencakup melengkapi unsur teks, mengubah dan memperbaiki teks, serta mengurutkan unsur teks. Bentuk tugas menulis mandiri mencakup menulis dengan pemberian kriteria, menulis dengan petunjuk bertahap, menulis dengan rangsang konteks daerah, menulis dengan tahapan melakukannya, menulis dengan rangsang tujuan, menulis dengan media e-mail, menulis dengan rangsang peristiwa, serta menulis rangsang konteks. Temuan tersebut membuktikan bahwa bentuk tugas yang diberikan dalam buku siswa sangat beragam bentuknya sehingga dapat membantu siswa dalam belajar jenis teks yang terdapat dalam buku siswa

    Pengembangan Bahan Ajar Bermain Peran untuk Siswa SMA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, Febrianto. Pengembangan Bahan Ajar Bermain Peran untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Maryeni, M.Pd.   Kata Kunci: siswa SMA, bahan ajar, bermain peran               Kurikulum 2013 tingkat SMA dikembangkan dengan sejumlah kompetensi dasar dalam pembelajaran sastra. Salah satunya, tertuang dalam kompetensi dasar 4.19, yakni “Mendemonstrasikan sebuah naskah drama dengan memperhatikan isi dan kebahasaan”. Hal ini memiliki arti bahwa pembelajaran bermain peran tidak hanya disikapi sebagai ranah pengetahuan saja, tetapi juga harus disikapi sebagai ranah keterampilan. Secara umum, pembelajaran bermain peran membutuhkan bahan ajar yang terarah, terencana, dan menyenangkan untuk membantu siswa serta guru dalam proses pembelajaran.             Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar bermain peran yang sesuai dengan kebutuhan siswa SMA kelas XI. (1) Isinya sesuai kebutuhan siswa SMA; (2) disusun sistematis sesuai kebutuhan siswa SMA; (3) penggunaan bahasa yang sesuai kebutuhan siswa SMA; (4) tampilannya menarik sesuai kebutuhan siswa SMA; serta, (5) Layak digunakan untuk siswa SMA kelas XI.             Desain penelitian yang digunakan dalam bahan ajar ini, mengadaptasi model penelitian Borg & Gall. Terdapat sepuluh langkah penelitian dan pengembangan, (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf atau pengembangan produk awal, (4) uji lapangan awal atau uji kelayakan, (5) merevisi hasil uji atau revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9)   penyempurnaan produk akhir, dan (10) desemenasi dan implementasi. Dari sepuluh langkah tersebut diadaptasi menjadi tujuh tahapan. Tahap 7 tidak dilaksanakan karena revisi dilakukan langsung pada tahap 9. Tahap 8 tidak dilaksanakan karena sudah teraplikasikan dalam tahap 6. Tahap 10 tidak diaplikasikan secara penerbitan dan pencetakan dalam jumlah besar karena keterbatasan dana. Namun, disebarluaskan dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dimuat di web, blog, dan jurnal penelitian.             Uji coba produk penelitian dan pengembangan bahan ajar bermain peran dilakukan kepada, (1) ahli sastra, (2) ahli pembelajaran sastra, (3) praktisi atau guru, dan (5) kelompok siswa. Hasil dari uji coba produk menunjukan bahwa bahan ajar bermain peran layak dan dapat diimplementasikan. Namun, setiap subjek uji coba memberikan komentar dan masukan untuk meningkatkan kualitas bahan ajar yang disusun. Ahli sastra, memberikan komentar dan masukan (1) membuat kerangka teori atau peta konsep untuk mempermudah siswa memahami bahan ajar dan (2) menambah contoh gambar. Ahli pembelajaran sastra, memberikan komentar dan masukan (1) mengganti naskah agar muatan edukasi lebih menonjol, (2) memperbaikan urutan penyajian, (3) memperbaiki kalimat yang belum baku, dan (4) mengganti gambar atau contoh yang tampak samping. Praktisi atau guru memberikan komentar dan masukan, (1) mengganti beberapa kalimat yang masih belum baku dan (2) mempercerah  sebagian gambar yang masih terlalu gelap.  Siswa, memberikan komentar dan masukan (1) bahasa lebih disederhanakan lagi, (2) memperbaiki kalimat yang masih salah ketik, dan (3) judul sedikit kurang menarik.             Penelitian dan pengembangan ini diharapakan (1) guru mampu mengajarkan pembelajaran bermain peran meskipun tidak memiliki skill bermain peran; (2) siswa dapat belajar bermain peran secara runtut, mudah, dan mandiri; (3) adanya penelitian dan pengembangan lanjutan dari peneliti lain dengan tujuan untuk menyempurnakan pengembahan bahan ajar yang terarah, terencana, dan menyenangkan

    Hubungan Kualitas Informasi Website Perpustakaan Dengan Citra Perpustakaan: Studi Pada Perpustakaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Muzaki, Ahmad. 2017. Hubungan Kualitas Informasi Website Perpustakaan Dengan Citra Perpustakaan: Studi Pada Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Saksomo, M.Si (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd   Kata Kunci: Website Perpustakaan, Kualitas Informasi, Citra Perpustakaan   Perpustakaan Universitas Negeri Malang telah memiliki website perpustakaan yang beralamatkan http://library.um.ac.id/. Website sendiri merupakan salah satu media promosi perpustakaan yang dapat dilakukan oleh perpustakaan dalam  menjangkau pemustaka melalui internet. Sebagai media promosi, website perpustakaan  harus dapat memberikan kualitas informasi yang baik. Karena pada dasarnya sebuah website berisi tentang kumpulan informasi yang disatukan dalam satu sistem. Informasi yang disediakan harus mempunyai kualitas yang baik. Karena kualitas informasi akan mempengaruhi sikap atau persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas informasi website perpustakaan dengan citra perpustakaan. Objek penelitian ini adalah website perpustakaan Universitas Negeri Malang, sedangkan populasinya adalah anggota perpustakaan Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan metode sampel random sederhana. Adapun analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kualitas informasi website perpustakaan dengan citra perpustakaan. Dengan rincian hasil penelitian, berdasarkan pedoman intepretasi koefisien korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi waktu dengan citra perpustakaan sebesar 0,484 yang termasuk dalam kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi isi dengan citra perpustakaan sebesar 0,587 yang termasuk dalam kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi bentuk dengan citra perpustakaan sebesar 0,437 yang termasuk dalam kategori sedang. Saran penelitian yang diberikan adalah informasi dapat menyebar dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, website perpustakaan harus mempublikasi informasi secara teratur. Isi website perpustakaan harus memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, juga harus menampilkan informasi terkait pencapaian prestasi perpustakaan, sehingga persepsi pengguna tentang perpustakaan akan semakin baik.Website perpustakaan harus menyediakan bentuk informasi yang beragam. Jika bentuk informasi website semakin beragam tentu akan mempermudah pengguna dalam memahami informasi yang dapat mempengaruhi perpsesi pengguna tentang citra perpustakaan

    Pandangan Hidup Anak Indonesia dalam Antologi Puisi Anak Air

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini didasari oleh pentingnya mengenal pandangan hidup anak Indonesia melalui karya puisi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan hidup anak Indonesia dalam antologi puisi Air. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis hermeneutik. Dalam antologi puisi Air didapatkan pandangan hidup anak Indonesia yang meliputi pandangan hidup ketuhanan, pandangan hidup kealaman, dan pandangan hidup pribadi

    Strategi DN (Dengar dan Nyanyikan) sebagai Teknik Pembelajaran Tembang Macapat Pangkur bagi Siswa Kelas XI SMAN 1 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Rahayuningtyas, Shinta Vedarana P. 2017.Strategi DN (Dengar dan Nyanyikan) sebagai Teknik Pembelajaran Tembang Macapat Pangkur bagi Siswa Kelas XI di SMAN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: tembang macapat pangkur, strategi pembelajaran langsung   Penelitian ini bertujuan memaparkan pembelajaran tembang macapat pangkur dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction) siswa kelas XI di SMAN 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data penelitian ini adalah proses dan hasil pembelajaran. Data tersebut diambil dari sumber data berupa video pembelajaran, lembar pengamatan/catatan lapangan, dan wawancara siswa kelas XI di SMAN 1 Singosari. Data dikumpulkan menggunakan teknik studi dokumen. Peneliti terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dan berperan sebagai instrumen utama dalam penganalisisan data. Data dianalisis dengan instrumen pendukung berupa pedoman analisis data. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Tahap pereduksian data dilakukan dengan membaca, menyimak, dan menyeleksi data. Penyajian data yang berisi pemaparan dan pembahasan data disusun sekaligus berdasarkan rumusan masalah. Data berupa paparan pembelajaran mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan bentuk-bentuk kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran dianalisis menggunakan berbagai teori berdasarkan pedoman analisis data. Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan temuan pada hasil analisis dan penyajian data sesuai dengan rumusan masalah.             Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat simpulan yang sejalan dengan rumusan masalah yaitu penggunaan bahasa dalam paparan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran,(3) evaluasi pembelajaran, dan (4) bentuk-bentuk kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. Perencanaan pembelajaran diklasifikasikan menjadi empat pertemuan. Pertemuan pertama, pelaksanaan pembelajaran tidak berjalan sesaui perencanaan (RPP). Pertemuan kedua, berjalan menyesuaikan RPP tetapi guru tidak memberikan siswa kesempatan menginterpretasi makna tembang. Pertemuan ketiga, siswa lebih termotivasi dalam belajar tembang pangkur dan latihan melagukan, tetapi tidak ada kesimpulan di akhir pembelajaran. Pertemuan keempat, siswa mampu melagukan tembang macapat pangkur (tampil) secara individu dengan kurang rasa percaya diri. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran ditemukan masalah dalm pembelajaran, yaitu kurangnya motivasi dalam belajar, tidak memiliki perhatian atau antusiasme dalam belajar, dan kebanyakan siswa tidak benar-benar memahami makna dan tujuan pembelajaran macapat. Evaluasi pembelajaran dilihat dari skor hasil belajar pada saat siswa tampil di depan. Penilaian penampilan/keterampilan siswa  nembang macapat pangkur berlandaskan instrumen/rubrik penilaian. Kriteria penilaian ada empat yaitu suara, lafal, wirama, dan wirasa. Skor tertinggi adalah 20. Berdasarkan rubrik penilaian, disimpulkan 11 siswa memperoleh skor 14, 3 siswa memperoleh skor 10, dan 11 siswa memperoleh skor 20. Bentuk-bentuk kesulitan siswa yang pertama dalam pembacaan titi laras. Kedua, membaca cakepan. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, dikemukakan saran-saran sebagai berikut. Pertama, bagi guru. Guru perlu merefleksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran lainnya serta memperhatikan strategi yang tepat untuk digunakan dalam setiap materi pembelajaran. Kedua, bagisiswa SMAN 1 Singosari. Siswa perlu berlatih atau membiasakan diri terhadap bahasa Jawa, terutama dalam hal berbicara menggunakan bahasa Jawa, serta menambah motivasi dalam diri dan rasa percaya diri ketika berbicara di depan umum. Ketiga, bagi penelitilain. Peneliti lain sebaiknya mengupas tuntas masalah-masalah dalam pembelajaran tembang macapat

    Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Siswa Kelas IV di SDN I Blendis Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANPuspitasari, Diyah  2018. Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Siswa Kelas IV di SDN I Blendis Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Pidekso Adi, M.Pd.Kata Kunci:   tindak tutur direktif, guru, bentuk tuturan direktif, fungsi tuturan direktif, dan strategi tuturan direktif.Proses pembelajaran merupakan hal yang pernah dialami seseorang dalam rangka mencari ilmu di sekolah maupun di tempat lain. Dalam pembelajaran tersebut terdapat tujuh unsur penting yang wajib ada, yaitu guru, siswa, tujuan, materi, metode/strategi, alat dan sumber, dan konteks. Dari ketujuh unsur tersebut terdapat unsur aktif, yakni guru dan siswa. Dalam konteks interaksi pembelajaran kedudukan guru masuk dalam superordinasi dimana terdapat dua fungsi penting, yaitu fungsi yuridiksi dan fungsi regulasi. guru memiliki fungsi yuridiksi maksudnya adalah guru memiliki kontrol penting dalam menjalankan pembelajaran di dalam kelas dan memiliki otoritas tinggi. Sedangkan fungsi regulasi adalah guru memiliki fungsi penting dalam mengatur jalannya pembelajaran. Dalam mengatur jalannya pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan guru membagi kegiatan tersebut menjadi tiga, yaitu kegiatan pembuka/pendahuluan, inti, dan penutup. Dalam kegiatan tersebut tentunya terjadi komunikasi dengan siswa.Guru memberikan rangsangan secara verbal agar siswa dapat mengetahui arah dari pembelajaran tersebut. Rangsangan tersebut biasanya berupa tuturan-tuturan yang dapat menghidupkan kelas. Tuturan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran paling banyak adalah tuturan direktif. Tindak Tutur Direktif adalah tindak ujar yang dilakukan penuturnya dengan maksud agar si pendengar melakukan tindakan yang dimaksudkan dalam ujaran tersebut, misalnya pertanyaan, permintaan, perintah, larangan, dan lain-lain. Tindak tutur tersebut sering sekali digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. Hal inilah yang membuat peneliti bermaksud untuk meneliti tuturan direktif guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis. Penelitian ini dilakukan di SDN I Blendis kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung karena berdasarkan studi lapangan, sekolah dasar tersebut merupakan salah satu sekolah yang terletak di area terluar Kabupaten Tulungagung. Peran guru menjadi lebih dominan di dalam kelas. Guru tidak hanya difungsikan sebagai sumber ilmu dan informasi, tetapi juga sebagai pemberi rangsangan dan motivasi agar siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran.Penilitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur guru dalam pembelajaran yang diperoleh dari rekaman tuturan guru dan telah ditranskripsikan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen penelitian tambahan, yakni berupa alat perekam serta tabel pedoman analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan perekaman, transkripsi data, dan identifikasi data. Kegiatan analisis data dimulai dengan merekam tindak tutur guru di dalam kelas, mentranskripsi data, mengidentifikasi data, memberi kode data, dan menganalisis data berdasarkan rumusan masalah. Untuk menjaga keabsahan data, diadakan pemeriksaan ulang hasil temuan penelitian dan mendiskusikannya dengan pembimbing.Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dari keenam bentuk tindak tutur direktif yang muncul, tindak tutur direktif pertanyaan merupakan bentuk yang paling banyak ditemukan, hal ini dikarenakan kondisi siswa yang pasif membuat guru sering kali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan merangsang siswa aktif dan mampu berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kemudian  fungsi yang paling sedikit ditemukan adalah bentuk nasihat, hal ini dikarenakan bentuk tersebut digunakan guru sebagai pengingat diakhir pembelajaran. Kedua, dari keenam bentuk tersebut yang banyak ditemukan ragam fungsinya adalah tindak tutur direktif perintah, hal ini tidak linier mengingat bentuk yang paling banyak ditemukan adalah bentuk pertanyaan. Ketiga, terdapat dua strategi penuturan guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis, yaitu strategi penuturan langsung dan tidak langsung. Strategi penuturan langsung merupakan strategi yang mayoritas digunakan guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis. Strategi penuturan langsung menunjukkan sering kali guru mengekspresikan maksud tuturannya secara langsung kepda mitra tutur (siswa). Meskipun begitu terdapat beberapa penggunaan strategi tidak langsung yang digunakan guru. Saran disampaikan kepada guru, siswa dan peneliti lain. Bagi guru, hendaknya menambah variasi tuturan yang lebih beragam dalam penyampaian materi dan juga diharapkan bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar sebagai contoh yang baik untuk siswa. Bagi siswa, pemanfaatan  tindak tutur direktif perlu ditingkatkan, baik dalam interaksi pembelajaran di sekolah maupun interaksi dengan masyarakat.  Dengan adanya pemanfaatan tindak tutur direktif yang maksimal maka akan menciptakan interaksi yang lancar. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian, dalam pengambilan data memakai alat bantu rekam lebih dari satu seperti kamera handphone, kamera digital, atau kamera DSLR agar hasil rekaman lebih bagus dan data yang didapatkan lebih akurat

    KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM JAWABAN SOAL URAIAN SISWA KELAS IX

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat pada aspek kelengkapan struktur, kelogisan, serta kehematan kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian bahasa yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan aspek kelengkapan struktur, ditemukan 67% kalimat lengkap dan 33% kalimat tidak lengkap. Selanjutnya, berdasarkan aspek kelogisan kalimat, ditemukan 61,3% kalimat logis dan 38,7% kalimat tidak logis. Dan yang terakhir, berdasarkan aspek kehematan kalimat, ditemukan 30% kalimat hemat dan 70% kalimat tidak hemat. Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa kelemahan siswa dalam menyusun kalimat jawaban terdapat pada aspek kehematan kalimat

    Kualitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Berita Siswa Kelas VIII

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penilaian kualitas perencanaan dan pelaksanaan dan pembelajaran menulis berita kelas VIII C SMP Negeri 9 Malang. Data berupa rumusan rencana pelaksanaan pembelajaran dan rumusan proses pembelajaran menulis berita siswa kelas VIII C SMP Negeri 9 Malang. Hasil penelitian menunjukkan (1) RPP belum memenuhi ketentuan Permendikbud No 22 tentang Standar Isi subbab RPP; (2) langkah pembelajaran sudah memenuhi ketentuan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses, namun kondisi kelas terlihat kurang kondusif karena kegaduhan siswa

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PINTER MACA UKARA AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS VII SMP/ MTS

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar Pinter Maca Ukara Aksara Jawa kanggo Siswa Kelas VII SMP/ MTs yang layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran aksara Jawa sebagai alternatif bahan ajar dan dapat mempermudah siswa dalam belajar. Model adaptasi penelitian dan pengembangan Borg and Gall diterapkan dalam penelitian ini sehingga penelitian ini menggunakan tujuh langkah penelitian. Berdasarkan hasil uji coba produk kepada masing-masing ahli dan siswa sebagai responden uji lapangan, diperoleh hasil presentase yang tergolong layak untuk diterapkan dalam pembelajaran

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇