SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
MAKNA SIMBOL DAN METAFORA DALAM HIKAYAT SERIBU MASAIL
ABSTRAK Aini, Hidayatul. 2018. Makna Simbol dan Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn Kata Kunci: Sastra¸Hikayat, Makna, Simbol, Metafora Karya sastra merupakan gambaran hasil rekaan seseorang dan menghasilkan kehidupan yang diwarnai oleh sikap, latar belakang, dan keyakinan pengarang. Salah satu dari karya sastra itu adalah kesusastraan Melayu klasik. Sastra Melayu adalah salah satu sastra rakyat yang hidup dan berkembang secara turun-temurun, dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu bentuk dari kesusastraan Melayu, khususnya prosa Melayu, adalah hikayat. Hikayat lahir dan ada karena adanya pengaruh dari kebudayaan asing, yaitu Hindu dan Islam. Hikayat adalah cerita rekaan pengarang dengan menggunakan media bahasa yang indah, menyuguhkan peristiwa atau kejadian yang kurang masuk akal direka seolah-olah pernah terjadi, sehingga timbul kontak komunikasi dengan pembacanya. Memahami hikayat bila dibandingkan dengan memahami cerita-cerita dongeng atau fiksi lainnya tampak bukan hal mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna disetiap (1) Simbol dan (2) Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Objek penelitian ini yaitu Hikayat Seribu masail. Hikayat Seribu Masail untuk pertama kalinya disebut dalam ringkasan Kitab Al-Tabari karya Abu Ali Muhammad Al-Bal’ami. Ringkasan kitab tersebut ditulis dalam Bahasa Parsi pada tahun 963 M. Dalam ringkasan tersebut disebutkan tentang kitab yang berjudul Mesail. Pada tahun 1143, kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa Latin. Mengenai proses penyaduran Hikayat Seribu Masail, dinyatakan secara tidak langsung oleh Winstedt (1969: 149), bahwa pada abad ke-17 teks Hikayat Seribu Masail diterjemahkan kedalam bahasa Melayu. Data dianalisis dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperkuat dengan validitas expert-judgment. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian menunjukan setiap makna; (1) Simbol Hikayat Seribu Masail meliputi: (a) simbol dengan satu makna (b) simbol sebenarnya (2) Metafor
Kesalahan Bentukan Kata dalam Karangan Mahasiswa Thailand Program In-Country Tahun 2016/2017
ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan sebagai pembanding atas penelitian terdahulu yang menitikberatkan pada kesalahan kalimat dan bentuk-bentuk kata yang terdapat dalam karangan pelajar BIPA di Indonesia. Penelitian ini menitikberatkan pada kesalahan bentukan kata dan faktor penyebab kesalahan bentukan kata dalam karangan mahasiswa Thailand program In-Country tahun 2016/2017. Setiap kesalahan bentukan kata merupakan cerminan perkembangan pelajar asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan merupakan penelitian yang berupa analisis teks, yaitu teks karangan mahasiswa Thailand program In-Country tahun 2016/2017. Data dalam penelitian ini adalah kesalahan bentukan kata dalam karangan mahasiswa Thailand. Prosedur pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumen dan wawancara. Instrumen pada penelitian ini menggunakan (1) tabel panduan pengumpul data, (2) tabel panduan analisis data, dan (3) tabel panduan wawancara. Selain itu, analisis data pada penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu (1) reduksi data yang meliputi pengidentifikasian, pengodean, dan klasifikasi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Setelah itu proses yang dilakukan, yakni pengecekan keabsahan. Dalam karangan mahasiswa Thailand program In-Country tahun 2016/2017 ditemukan kesalahan bentukan kata yang meliputi kesalahan afiksasi, kesalahan reduplikasi, dan kesalahan komposisi. Kesalahan afiksasi dibagi menjadi tiga, yaitu kesalahan prefiks, kesalahan sufiks, dan kesalahan konfiks. Kesalahan prefiks dibagi menjadi empat, yaitu kehomorganan, penghilangan prefiks, penulisan ejaan, dan generalisasi yang berlebihan. Kesalahan sufiks dibagi menjadi dua, yaitu generalisasi yang berlebihan, dan penyusunan bentuk dalam sebuah konstruksi. Kesalahan konfiks berupa penyusunan bentuk dalam sebuah konstruksi. Kesalahan reduplikasi dibagi menjadi lima, yaitu kesalahan reduplikasi utuh, kesalahan reduplikasi sebagian, kesalahan reduplikasi berimbuhan, kesalahan reduplikasi berubah bunyi, dan kesalahan reduplikasi semu. Kesalahan reduplikasi utuh dibagi menjadi dua, yaitu kesalahan penulisan ejaan, dan pengilangan morfem ulang. Kesalahan komposisi berupa kesalahan dalam penulisan ejaan. Dalam karangan mahasiswa Thailand program In-Country tahun 2016/2017 ditemukan pula faktor penyebab kesalahan bentukan kata tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pengajar BIPA. Faktor internal meliputi empat aspek, yakni kelalaian, ketidakpahaman, ketidaksengajaan, dan usia. Faktor eksternal meliputi lima aspek, yakni pengaruh bahasa Ibu (B1), pengajaran yang kurang tepat, materi yang sulit, lingkungan pemakai bahasa, dan kegaduhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Pertama, bagi pengajar disarankan untuk lebih menjelaskan materi tentang penggunaan kata kerja dan nomina pada kalimat. Penggunaan kata kerja pada bentukan kata sukar dipahami pebelajar karena faktor bahasa ibu dan bahasa asing yang telah dikuasai sebelumnya. Kedua, bagi penyusun materi ajar disarankan untuk member materi verba dan nomina lebih banyak kepada pebelajar
Ketidakbakuan Pengucapan dalam Membaca Teks Pidato Bahasa Jawa (Sesorah) Mahasiswa Minor Jawa Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Permana, Reza . 2018. Ketidakbakuan Pengucapan dalam Membaca Teks Pidato Bahasa Jawa (Sesorah) Mahasiswa Minor Jawa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto. M.M., M.Pd. Kata Kunci : ketidakbakuan pengucapan, fonem vokal, fonem konsonan, sesorah Program studi pendidikan bahasa, sastra Indonesia dan daerah memiliki program peminatan bahasa Jawa. Dalam peminatan bahasa Jawa terdapat mata kuliah membaca teks-teks sastra Jawa. Mata kuliah tersebut menuntut mahasiswa untuk memiliki keterampilan membaca teks bahasa Jawa. Ada dua teks yang digunakan dalam pembelajaran. Pertama, teks bahasa Jawa berupa serat bertuliskan aksara Jawa. Kedua, teks pidato bahasa Jawa (sesorah). Kedua teks tersebut yang harus bisa dibaca oleh mahasiswa minor Jawa dengan benar. Benar artinya adalah pengucapan vokal dan konsonan pada kosa kata harus sesuai dengan kaidah fonologi bahasa Jawa. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam membaca teks pidato bahasa Jawa (sesorah) masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan pengucapan vokal dan konsonan. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan kesalahan fonologis (pengucapan) bahasa Jawa dalam video pembacaan pidato bahasa Jawa (sesorah) mahasiswa Minor Jawa Universitas Negeri Malang angkatan 2014. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber perbaikan bagi mahasiswa minor Jawa angkatan 2014 dalam mengucapkan kosa kata bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video pembacaan pidato bahasa Jawa (sesorah) oleh mahasiswa minor Jawa Universitas Negeri Malang angkatan 2014. Data dalam penelitian ini berupa bentuk kesalahan pengucapan fonem vokal dan konsonan yang terdapat pada video tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Teknik simak digunakan untuk menandai munculnya kesalahan pengucapan fonem vokal dan konsonan. Teknik catat adalah mencatat data kemudian ditranskripkan ke dalam bentuk tulisan. Proses identifikasi data didasarkan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Analisa data dalam penelitian ini terdiri atas tiga alur kegiatan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan pengucapan vokal dan konsonan dalam video pembacaan pidato bahasa Jawa (sesorah) oleh mahasiswa minor Jawa Universitas Negeri Malang angkatan 2014. Kesalahan pengucapan vokal yaitu, [a] diucapkan [כ], [a] diucapkan [i], [a] diucapkan [ǝ], [a] diucapkan [e], [a] diucapkan [ɛ], [i] diucapkan [a], [u] diucapkan [a], [u] diucapkan [ǝ], [u] diucapkan [U], [e] diucapkan [ǝ], [o] diucapkan [a], [ǝ] diucapkan [ɛ], [ǝ] diucapkan [a], [ǝ] diucapkan [e], [ɛ] diucapkan [a], [ɛ] diucapkan [ǝ], [ɛ] diucapkan [i], [כ] diucapkan [a], [I] diucapkan [a], [I] diucapkan [i], dan [I] diucapkan [ǝ]. Kesalahan pengucapan konsonan yaitu, [dh] diucapkan [d], [d] diucapkan [dh], [th] diucapkan [t], [g] diucapkan [ŋ], [m] diucapkan [p], [m] diucapkan [n], [m] diucapkan [w], [h] diucapkan [ŋ], [l] diucapkan [w], [n] diucapkan [h], [k] diucapkan [n], dan [ñ] diucapkan [ŋ]
ANALISIS TEKS EKSPLANASI PADA BUKU SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK Erika Ernawati 2018. AnalisisTeks Eksplanasi pada Buku Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Muakibatul Hasanah,M.Pd. Kata Kunci : analisis, teks eksplanasi. Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah, perlu adanya alat bantu yaitu buku teks. Buku teks merupakan buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, serta potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. Pada pembelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan pada teks sebagai komponen utama dalam pembelajaran, salah satunya yaitu teks eksplanasi. Teks eksplanasi merupakan salah satu jenis teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah(1) mengetahui kelengkapan teks eskplanasi yang terdapat dalam buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi strukturisi yang terdiri dari judul, penyataan umum, deretan penjelas dan penutup, (2) mengetahui karakteristik ciri bahasa teks eksplanasi yang terdiri dari penggunaan istilah, konjungsi sebab-akibat dan kalimat penjelas, (3) ketepatan penggunaan kalimat pada tiap-tiap teks eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis bacaan teks eksplanasi pada buku siswamata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP/MTs edisi revisi 2017 terbitan Kemendikbud. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa teks eksplanasi yang terdapat pada buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII. Adapun proses pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yakni: (1) memilih, (2) memahami, dan (3) mendokumentasi. Proses pengumpulan yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data pada setiap teks eksplanasi yang terdapat pada buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII. Ananlisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah identifikasi data sebagai alat untuk memilih data. Proses identifikasi data didasarkan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Data-data yang telah memenuhi kriteria dilakukan dengan cara mengelompokkan berdasarkan fokus penelitian agar memudahkan dalam peneliti untuk proses analisis data. Tahap penyajian data dilakukan peneliti untuk memperoleh analisis data yang valid. Dalam penelitian ini, penyajian dilakukan oleh peneliti dengan cara memaparkan hasil analisi data sesuai dengan fokus penelitian. Setelah tahap penyajian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti setelah melakukan analisis data yang telah dipaparkan sebelumnya. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menemukan aspek-aspek fokus penelitian yang sesuai dengan data penelitian. Hasil penelitian ini pertama, pada strukturisi teks eksplanasi pada buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia ditemukan hanya satu teks yang memiliki kelengkapan strukturisi teks eksplanasi yaitu teks 3. Kelengkapan struktur isi teks eksplanasi terdiri atas judul, pernyataan umum, deretan penjelas dan penutup, sedangkan teks 1 dan 2 tidak memiliki kelengkapan strukturisi teks eksplanasi, karena hanya memiliki pernyataan umum dan deretan penjelas saja. Kedua yaitu ciri bahasa teks eksplanasi, ditemukan satu teks yang memiliki karakteristik ciri bahasa teks eksplanasi yang berupa penggunaan istilah, konjungsi sebab-akibat dan kalimat penjelas pada teks 3, sedangkan teks 1 dan 2 tidak memiliki konjungsi sebab-akibat. Ketiga, berdasarkan hasil analisis ketepatan penggunaan kalimat pada setiap teks eksplanasi terdapat kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Jumlah penggunaan kalimat efektif lebih banyak dibandingkan jumlah penggunaan kalimat tidak efektif. Berdasarkan pada temuan ini disimpulkan bahwa bacaan teks eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII ditinjau dari ketepatan penggunaan kalimat sudah baik dan benar. Hal itu dapat dibuktikan oleh kalimat yang efektif lebih banyak dibandingkan dengan kalimat yang tidak efektif. Berdasarkan kesimpulan disarankan kepada guru bahasa Indonesia diharapkan dengan adanya penelitian ini guru mampu memahami dengan baik teks eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia. Jika suatu teks eksplanasi tidak lengkap, maka guru dapat menambahkan sumber belajar teks eksplanasi lain yang lebih sesuai. Kepada penulis buku teks di harapkan agar lebih teliti lagi dalam pemilihan teks yang ada di buku teks khususnya teks eksplanasi. Ada baiknya penulis menggunakan teks eksplanasi yang utuh agar siswa mampu memahami teks eksplanasi tersebut dengan baik dan benar
Problematika dalam Pembelajaran Menulis Puisi Kelas X SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Candra, Anisa. 2018. Problematika dalam Pembelajaran Menulis Puisi Kelas X SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran, menulis puisi, problematika. Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar serta melibatkan komponen-komponen belajar agar tercapai kompetensi yang diinginkan. Ketika mempelajari bahasa, siswa akan mempelajari sastra di dalamnya. Salah satu bentuk pembelajaran sastra adalah menulis puisi. Sayangnya, pembelajaran sastra di sekolah hingga saat ini masih belum dilaksanakan dengan optimal. Hal tersebut menyebabkan apresiasi siswa khususnya pada kegiatan menulis puisi semakin rendah. Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengajaran sastra di sekolah menyebabkan kejenuhan dalam proses pembelajarannya sehingga tidak aneh jika siswa kesulitan ketika melakukan proses kreatif dalam menulis puisi. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat masalah yang terjadi dalam pembelajaran menulis puisi khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan realitas yang kompleks dan memperoleh pemahaman makna secara mendalam mengenai problematika dalam pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti dibantu dengan instrumen-instrumen pendukung, seperti pedoman observasi kegiatan pembelajaran, pedoman telaah dokumen RPP, dan pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian diperoleh data berupa data deskripsi dari hasil observasi, telaah dokumen, dan wawancara. Data perencanaan berupa informasi yang ada di dalam RPP, meliputi kesesuaian komponen-komponen RPP dengan muatan kurikulum 2013 revisi serta kendala yang dialami guru pada proses pembuatan RPP. Data pelaksanaan berupa informasi dan tuturan tentang kegiatan interkasi antara guru dengan siswa yang terjadi selama proses pembelajaran menulis puisi berlangsung serta kendala yang terjadi pada proses pelaksanaan pembelajaran. Data penilaian berupa informasi dan tuturan tentang kendala yang dialami oleh guru ketika melakukan penilaian. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika dalam pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang. Pertama, problematika dalam kegiatan perencanaan. Perencanaan belum mengintegrasikan kecakapan pada pembelajaran abad 21 atau sering dikenal dengan istilah 4C/4K terutama kemampuan untuk berkolaborasi dan kreativitas siswa. Peningkatan pendidikan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) juga kurang terintegrasi pada setiap kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Kedua, problematika yang ditemukan pada pelaksanaan pembelajaran menulis puisi, yaitu kurangnya pemberian motivasi dan apersepsi mengenai kegiatan menulis puisi, penerapan model pembelajaran kontekstual yang kurang sesuai sehingga pemaknaan siswa terhadap pembelajaran menulis puisi yang telah dilaksanaan kurang maksimal. Siswa masih kesulitan dalam proses kreatif menulis puisi, seperti mengembangkan ide/tema, pemilihan kata, merangkai kata, dan menyelesaikan puisi dalam bentuk utuh. Ketiga, problematika dalam penilaian yang terjadi pada pembelajaran menulis puisi. Penilaian tidak dilakukan secara rutin oleh guru sehingga kemajuan belajar siswa dalam menulis puisi tidak terpantau denga baik. Bentuk evaluasi yang digunakan berupa rubrik penilaian sikap dan rubrik penilaian tes kinerja. Pada rubrik penilaian sikap kurang mengintegrasikan aspek keterampilan abad 21 (4C) dan muatan sikap nasionails, mandiri, gotong royong, dan integritas masih belum tercantum. Sementara pada rubrik penilaian tes kinerja masih belum mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Keempat, faktor penyebab yang berasal dari guru antara lain pada proses perencanaan yang kurang matang dan belum mengintegrasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan keterampilan yang harus dimiliki pada abad 21 yang meliputi keterampilan, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, dan kemampuan berkolaborasi (4C). Selain itu, pelaksanaan pembelajaran belum menggambarkan model pembelajaran kontekstual secara utuh. Kelima, faktor penyebab problematika dalam pembelajaran menulis puisi yang berasal dari siswa antara lain terlihat dari persepsi siswa mengenai proses pembelajaran menulis puisi dan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama proses kreatif menulis puisi seperti kegiatan menemukan ide/tema, mengembangkan tema, menentukan kata-kata yang sesuai dengan apa yang ingin mereka ungkapkan, dan merangkainya menjadi sebuah bentuk puisi utuh. Berdasarkan beberapa problematika yang ditemukan pada pembelajaran menulis puisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang masih belum optimal dan terdapat kekurangan pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang belum sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah, yaitu Kurikulum 2013 revisi. Perlu adanya perbaikan dan proses perencanaan yang matang oleh guru sehingga implementasi pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan siswa juga diharapkan mampu lebih bersemangat, aktif, dan bekerjasama dengan baik dalam proses pembelajaran menulis puisi
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN TEKNIK “CERCA TEMAN” PADA SISWA KELAS VIII-B SMP NEGERI 1 TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 2017-2018
ABSTRAK Ramadhan, Nanda F. 2018. Pembelajaran Menulis Puisi Bebas dengan Teknik “Cerca Teman” pada Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Trenggalek Tahun Pelajaran 2017-2018. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M.Hum. Kata Kunci: pembelajaran, menulis puisi, cerca teman Pembelajaran menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa selain membaca, berbicara, dan menyimak. Pembelajaran menulis sering dianggap sebagai pembelajaran yang sulit untuk diajarkan oleh guru. Menulis teks puisi merupakan salah satu kompetensi dasar yang tercantum pada Kurikulum 2013 edisi revisi. Kompetensi dasar untuk pembelajaran menulis puisi dalam KD 4.8 berbunyi menyajikan gagasan, perasaan, dan pendapat dalam bentuk teks puisi secara tulis/lisan dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi. Pembelajaran menulis teks puisi dilaksanakan pada kelas VIII-B yang dilaksanakan satu pertemuan. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan menggunakan model pembelajaran inkuiri “cerca teman” sehingga peneliti melakukan observasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis teks puisi dengan teknik “cerca teman” pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif evaluatif studi kasus. Data penelitian perencanaan berupa komponen RPP, data pelaksanaan berupa informasi dan tuturan kegiatan pembelajaran, dan pada penilaian berupa informasi mengenai penilaian yang dilakukan guru. Sumber data dalam perencanaan pembelajaran adalah RPP. Data perencanaan pembelajaran diperoleh melalui teknik studi dokumentasi dan wawancara kepada guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Trenggalek. Sumber data pelaksanaan yaitu interaksi kegiatan pembelajaran guru dan siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Trenggalek. Data pelaksanaan pembelajaran diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara kepada guru. Sumber data penilaian pembelajaran guru adalah penilaian autentik yang dilakukan guru di dalam kelas. Data perencanaan pembelajaran diperoleh melalui teknik studi dokumentasi dan wawancara kepada guru. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung yang digunakan adalah panduan analisis RPP, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran menulis teks puisi. Perencanaan pembelajaran yang disusun guru bahasa Indonesia meliputi (1) identitas RPP yang berisi identitas sekolah, mata pelajaran, materi pokok, jenis teks, kelas/semester, dan alokasi waktu. (2) Kompetensi inti yang memuat aspek spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan, (3) Kompetensi dasar yang memuat empat yaitu aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi yang mencakup aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yaitu menulis teks puisi. (4) Tujuan pembelajaran mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan yaitu menulis teks puisi. (5) Materi pembelajaran memuat konsep ditunjukkan dengan contoh puisi dan telaah isi puisi tersebut. Materi pembelajaran tidak memuat fakta, prinsip, dan prosedur penulisan teks puisi. (6) Metode pembelajaran menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan berbasis proyek. Selain itu juga menggunakan pendekatan karakterikstik dalam Kurikulum 2013, yaitu pendekatan saintifik. Model pembelajaran yang digunakan ialah inkuiri “cerca teman” yang telah disesuaikan dengan tujuan dan kondisi siswa. (7) Media, alat, dan sumber belajar mendukung pembelajaran menulis teks puisi menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa aktif. (8) Langkah-langkah pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup, dan juga memunculkan pendekatan saintifik. (9) Penilaian yang dicantumkan guru meliputi penilaian sikap, dan pengetahuan serta keterampilan. Secara umum, RPP guru kurang sesuai kriteria Permendikbud No. 22 Tahun 2016. Beberapa hal yang kurang sesuai kriteria, yaitu (1) penulisan tema, (2) penentuan alokasi waktu pada identitas RPP, (3) penulisan KD yang memuat KD-1 dan KD-2 (4) penulisan indikator KD-4 yang kurang tepat, (5) rumusan tujuan pembelajaran yang kurang tepat, (6) materi pembelajaran yang kurang sesuai dengan kompetensi pembelajaran dan tidak memuat fakta, prinsip, dan prosedur penulisan teks puisi, (7) penggunaan sumber belajar yang kurang relevan, (8) langkah pembelajaran yang kurang spesifik, dan (9) penggunaan presentase dalam rubrik deskripsi penilaian pengetahuan. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup, implementasi pendekatan saintifik, implementasi teknik “cerca teman”, penumbuhan sikap spiritual pada kegiatan pendahuluan dan penutup, penumbuhan sikap sosial pada kegiatan inti, serta kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada kegiatan inti. Dalam kegiatan pendahuluan, guru tidak melaksanakan penyampaian kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan inti, pendekatan saintifik dan teknik “cerca teman” sudah tampak dalam pembelajaran, namun belum sepenuhnya berhasil menuntut siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Metode penugasan berbasis proyek sudah tampak dalam kegiatan menulis puisi bebas dengan teknik “cerca teman”. Teknik “cerca teman” dilaksanakan bersama dengan pendekatan behavioristik dan pendekatan konstruktivistik. Teknik “cerca teman” menghasilkan kegiatan mencermati, mencari, menemukan dan memanfaakan. Penggunaan media pembelajaran powerpoint sudah berjalan dengan baik, namun sumber belajar yang digunakan hanya berpedoman pada lembar kerja siswa. Dalam kegiatan penutup, guru tidak melaksanakan kegiatan penutup secara maksimal. Guru tidak memberikan penguatan, evaluasi, dan pemberian tugas. Namun, guru melakukan pengumpulan tugas siswa, berdo’a dan salam. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran dan alokasi waktu telaah berjalan sesuai dengan yang tertulis dalam RPP. Namun, terdapat beberapa hal yang kurang sesuai kriteria Permendikbud No 22 tahun 2016 dan harus diperhatikan oleh guru, yaitu (1) alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran untuk keterampilan menulis yang berlangsung satu pertemuan, (2) tidak adanya kegiatan refleksi yang dilakukan oleh guru, dan (3) langkah yang belum dilaksanakan oleh guru yang disebabkan oleh faktor guru maupun siswa. Pada penilaian pembelajaran terdapat penilaian sikap (proses), penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan (hasil). Penilaian sikap dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian sikap diperoleh dari keaktifan siswa ketika kegiatan belajar menulis puisi. Penilaian pengetahuan dan penilaian hasil atau keterampilan dalam menulis puisi bebas dengan teknik “cerca teman” dilakukan guru dengan menilai hasil karya atau tulisan siswa. Hasil penilaian sikap terhadap 32 siswa menunjukkan bahwa 20 siswa berperilaku baik dan 12 siswa berperilaku cukup selama kegiatan pembelajaran. Hasil penilaian keterampilan terhadap 32 siswa menunjukkan bahwa 23 siswa mendapatkan nilai di atas 78 dan 9 siswa mendapatkan nilai di bawah 78. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat dua saran yang dapat disampaikan yakni, (1) kepada guru bahasa Indonesia, disarankan menyusun RPP sesuai dengan kriteria penyusunan RPP. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru diharapkan mampu lebih memotivasi siswa supaya siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Guru diharapkan juga mampu mengelola waktu yang lebih baik agar rancangan kegiatan pembelajaran yang disusun dapat berjalan maksimal, khususnya kegiatan penutup. Pada penilaian, guru diharapkan menekankan penilaian sikap atau proses saat penugasan agar siswa lebih terbiasa bersikap mandiri dalam mengerjakan tugas. Persiapan dan pelaksanaan pembelajaran yang matang akan meningkatkan kualitas pembelajaran akan berdampak pada kemajuan hasil belajar siswa, (2) peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya untuk merancang pembelajaran yang lebih baik, khususnya dalam pembelajaran menulis puisi. Dalam mengadakan penelitian pembelajaran, disarankan dapat mengetahui kebutuhan kelengkapan aspek penunjang penelitian pembelajaran yang ada di lapangan
Pengaruh Strategi Sosio-Afektif Terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Kelas VII Siswa SMPN 12 Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Strategi Sosio-Afektif (Students Teams-Achievement Divisions) terhadap kemampuan menyimak teks cerita fantasi dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian eksperiment only posttest design . Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 12 Malang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas VII A dan VII H. Kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII H sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa soal pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban dan rubrik penilaian serta RPP. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerita fantasi siswa dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan postes.Hasil penelitian pada kemampuan menyimak teks cerita fantasi secara keseluruhan menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan nilai signifikasi adalah 0,00
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROSES UNTUK SISWA KELAS XI SMKN 3 MALANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis teks cerpen di SMK Negeri 3 Malang. Dalam hal ini meliputi: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajran, dan penilaian pembelajaran menulis teks cerpen dengan menggunakan pendekatan proses. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti berkedudukan sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumen, observasi, dan wawancara.isntrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) pedoman telaah dokumen, (2) pedoman observasi, dan (3) pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi, penyajian data, dan penyimpulan. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan ada tiga langkahm yaitu (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) pelaporan. Dari analisis data diketahui bahwa pembelajaran menulis teks cerpen menggunakan pendekatan proses ada tiga komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran Menulis, Teks Cerpen, Pendekatan Proses
ISI TEKS BIOGRAFI DALAM BUKU BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/SMK SEDERAJAT
Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui isi teks biografi dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penyelesaian, dan hingga hasil penelitian Sumber data berasal dari sumber tertulis yakni teks biografi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, yaitu paparan isi teks biografi dilihat dari bagian strukturnya meliputi bagian orientasi, bagian urutan peristiwa dan bagian reorientasi. Data tersebut diperoleh dari sumber data berupa dokumen teks biografi dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud.Hasil penelitian pada isi teks biografi menunjukan bahwa ada beberapa unsur-unsur yang terkandung dalam masing-masing bagian dari struktur teks biografi
Aspek Penyajian dalam Buku Teks BIPA Sahabatku Indonesia
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek penyajian dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016 terbitan Kemendikbud yang meliputi teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks BIPA Sahabatku Indonesia terbitan Kemendikbud pada tahun 2016. Berdasarkan teknik penyajian, sistematika penyajian setiap bab yang tersaji dalam buku teks ini terdiri dari pendahuluan dan isi dengan menggunakan pola pikir deduktif. Penyajian pembelajaran dalam buku teks ini telah berpusat pada siswa, mampu mengembangkan keterampilan proses, serta mampu merangsang metakognisi pelajar. Buku teks ini terdiri dari bagian pendahulu, isi, dan penyudah