SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
BAHAN AJAR MENULIS PUISI DAN KREATIVITAS PENGGUNAAN DIKSI PADA PUISI KARYA SISWA KELAS X SMK
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cakupan materi bahan ajar menulis puisi kelas X SMK dan mendeskripsikan kreativitas penggunaan diksi dalam puisi karya siswa kelas X SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini berupa (1) cakupan materi bahan ajar menulis puisi yang di dalamnya meliputi kesesuaian materi dengan kompetensi inti dan kelengkapan materi dengan kompetensi dasar (2) penggunaan diksi dalam puisi karya siswa yang di dalamnya meliputi ketepatan penggunaan diksi dalam karya siswa dengan materi ajar dan kesesuaian penggunaan jenis diksi pada karya siswa. Kata Kunci: bahan ajar, puisi, diksi ABSTRACT: This study aims to describe the scope of teaching materials writing poetry class X SMK and describe the creativity of the use of diction in the poetry of students of class X SMK. This research use desciptive qualitative approach. The result of the research and discussion in this research are (1) the scope of the material of writing poetry material which includes the material conformity with the core competence and the completeness of the material with the basic competence (2) the use of diction in the student's poetry which includes the accuracy of the use of diction in works of students with teaching materials and the appropriateness of the use of the type of diction in the work of students. Keywords: teaching materials, poetry, dictio
KONJUNGSI PADA TEKS EKSPLANASI KARANGAN SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 TUMPANG
ABSTRAK Ahasa, Dhela. 2018. Konjungsi pada Teks Eksplanasi karangan Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Pidekso Adi, M.Pd. Kata Kunci: konjungsi, teks eksplanasi. Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi untuk menggabungkan bagian-bagian ujaran yang berupa kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat, bisa juga antara paragraf dengan paragraf. Selain itu, konjungsi juga dapat diartikan sebagai bentuk hubung formal berupa kata tugas yang menghubungkan antarunsur kebahasaan dengan mempertimbangkan logika berpikir guna memaparkan pesan yang jelas. Konjungsi biasa digunakan di beberapa teks, salah satunya ialah teks eskplanasi. Teks ini memiliki ciri bahasa yang bisa membedakan dengan teks yang lain. Untuk dapat memahami teks eksplanasi, terlebih dahulu mengetahui ciri kebahasaan teks eksplanasi tersebut. Dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang, yaitu teks eksplanasi memerlukan penggunaan konjungsi yang harus tepat. Penggunaan konjungsi yang tepat atau sesuai juga menentukan keformalan suatu teks dan menjadikan teks eksplanasi lebih efektif serta komunikatif, sehingga penggunaan konjungsi yang tepat atau sesuai dalam suatu kalimat sangat dibutuhkan untuk memperjelas makna atau maksud proposisi atau ide dalam teks tersebut agar mudah dipahami. Pentingnya penelitian ini untuk dilakukan juga didasarkan pada beberapa alasan berikut. Pertama, belum ada penelitian tentang penggunaan konjungsi pada teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Kemudian yang kedua, penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa bentuk konjungsi koordinatif dan subordinatif yang terdapat dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan teks eksplanasi siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang sebanyak 32. Kemudian, mengamati dengan saksama satu persatu setiap kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung konjungsi pada masing-masing karangan. Data diklasifikasikan dan dimasukkan ke dalam tabel sesuai kategori pada wujud konjungsi (intrakalimat dan antarkalimat). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi. Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta. Kedua, Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi. Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta. Ketiga, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar, jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Keempat, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar, jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua saran. Pertama, saran ditujukan untuk guru. Guru disarankan untuk memahami bahwa bentuk konjungsi dapat digunakan sebagai rujukan dasar konseptual mengenai kecenderungan siswa kelas XI dalam menggunakan konjungsi, khususnya dalam menyusun teks eksplanasi. Bentuk konjungsi yamg digunakan oleh siswa merupakan gambaran pengetahuan dan kebiasaan siswa. Pada kenyataannya, penggunaan konjungsi tersebut merupakan informasi tentang pengetahuan dan pemahaman siswa kelas XI yang diberikan oleh guru. Kedua, saran ditujukan untuk siswa. Siswa hanya akan menggunakan kosakata yang tersimpan dalam benak mereka untuk digunakan dalam merangkai kata-kata. Kosakata yang telah tersimpan tersebut akan tereliasasi dalam bentuk kata-kata sesuai pemahaman siswa. Apabila kosakata yang dibutuhkan untuk mewakili salah satu konsep makna, tetapi kosakata tersebut tidak ditemukan maka siswa akan mengambil kosakata yang lain untuk mewakilinya. Oleh karena itu, siswa disarankan untuk lebih banyak membaca dan mempelajari tentang bentuk konjungsi, tidak hanya pada teks eksplanasi tetapi juga pada teks yang lain
Muatan Budaya Indonesia dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan budaya dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1 yang mencakup ragam bentuk budaya dan model pemaparan materi budaya. Penelitian ini menggunkana pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah data catatan hasil analisis buku teks berupa paparan bentuk budaya dan model pemaparan. Sumber data penelitian ini adalah buku ajar BIPA yang disusun dan diterbitkan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) yaitu Sahabatku Indonesia A1. Paparan ragam bentuk budaya mendeskripsikan tiga bentuk budaya yaitu, objek, perilaku, dan pengetahuan. Paparan model pemaparan materi budaya mendeskripsikan tiga model pemaparan materi yaitu, teks, pelatihan, dan penugasan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pedoman analisis data hasil studi dokumen dalam bentuk tabel pengumpul data sebagai instrumen pendukung. Berdasarkan analisis data, diperoleh dua hasil penelitian. Pertama, pada ragam bentuk budaya dalam buku ajar Sahabatku Indonesia A1 ada tiga bentuk yaitu, (1) objek, (2) perilaku, dan (3) pengetahuan. Pada bentuk objek terdapat katagori human, katagori fauna, tempat wisata, tempat bersejarah, karya seni, dan makanan. Pada bentuk perilaku terdapat keakraban, keharmonisan, kepercayaan diri, kewajiban diri, dan keingintahuan. Pada bentuk pengetahuan terdapat pengetahuan dasar dan pengetahuan khusus. Kedua, pada model pemaparan materi budaya terdapat tiga model pemaparan materi yaitu, (1) teks, (2)pelatihan, dan (3) penugasan. Pada model teks terdapat teks deskripsi, teks narasi, teks dialog, dan kosakata & tata bahasa. Pada model pelatihan terdapat latihan uraian, latihan melengkapi isian, latihan benar salah, dan latihan menjodohkan. Pada penugasan terdiri dari tugas-tugas individu dan kelompok. Ragam bentuk budaya dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1 tersebar dari bab 1 hingga bab 10. Bentuk yang banyak ditemui adalah bentuk objek, sedang bentuk yang sukar ditemui adalah bentuk pengetahuan. Kelebihan pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1 adalah memuat bervariasi ragam bentuk budaya. Namun, dalam pemilihan materi ditemukan banyak tema yang diulang dan jawa sentris. Seharusnya ragam bentuk budaya pada buku ajar tersebut disesuaikan dengan kondisi alam dan psikologis Indonesia sehingga sesuai dengan sasaran, tujuan, dan minat pebelajar. Model pemaparan materi budaya dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1 cenderung melatihkan jenis pelatihan uraian. Pelatiahan uraian ini hendaknya diganti dengan model pelatihan yang lain yang sama-sama meningkatkan daya pikir pebelajar namun tidak terkesan membosankan. Selain itu, pada model pemaparan materi teks, terdapat bacaan yang isinya rumpang dan tidak sesuai. Seharusnya model pemaparan materi budaya pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia A1 dibuat bervariasi sehingga pebelajar tidak bosan dan dapat meningkatkan semangat belajar. Dari simpulan terdapat beberapa saran yaitu, (1)bagi pengajar BIPA disarankan untuk berusaha mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dan menarik sehingga pebelajar tidak bosan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, (2)bagi pebelajar BIPA pada tingkatan pemula yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia disarankan membaca buku ajar ini sebagai rujukan dalam mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan praktik tata cara hidup orang Indonesia, karena terdapat komponen pembelajaran yang mencerminkan kehidupan sehari-hari,(3) bagi penulis buku dan bahan ajar BIPA, disarankan untuk mengembangkan materi kebudayaan Indonesia yang luas sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan pebelajar BIPA tentang Indonesia. Penulis juga disarankan memilih pelatihan yang variatif, sehingga pebelajar tidak bosan dan mempermudah pebelajar mengingat materi, dan (4) bagi peneliti lain disarankan dapat melakukan lebih lanjut mengenai buku ajar dengan fokus masalah yang lebih kompleks dari penelitian ini
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama Berdasarkan Pengalaman Orang Lain dengan Teknik 5w+1H
RINGKASAN Azizah, AuliaNurul. 2018. PeningkatanKeterampilanMenulisTeks Drama berdasarkanPengalaman Orang Lain denganTeknik 5W+1H. Skripsi, JurusanPendidikanBahasaSastra Indonesia dan Daerah, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Prof. Dr. HeriSuwignyo, M.Pd. Kata Kunci: teks drama, pengalaman orang lain, teknik 5W+1H Penelitianpeningkatanketerampilanmenulisteks drama dilatarbelakangihasilstudiawalbahwatingkatkemampuansiswadalammenulismasihtergolongrendah.Kurangnyavariasimetodepembelajaranjugamenjadipenghambat.Metodepembelajaranmenulisteks drama berdasarkanpengalaman orang laindenganteknik 5W+1H inidiharapkandapatmembantusiswadalammenuangkankreativitasdanmengembangkan ide dalammenulisteks drama. Siswadibantuuntukmenemukangagasanatau ide pokok yang dapatdikembangkanmenjaditeks drama yang menarik. Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkankemampuanmenulisteks drama melaluimetodeberdasarkanpengalaman orang laindenganteknik 5W+1H siswakelas VIIID SMP Laboratorium UM Malang. PenelitianinimenggunakanmetodepenelitianPenelitianTindakanKelas (PTK) dengan model Kemmisdan Taggart yang terdiridariduasiklus. Masing-masingsiklusterdiridariempattahap, yaituperencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasing), danrefleksi (reflection).Subjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas VIIID SMP Laboratorium UM Malang, yang terdiridari 31 siswadanobjekpenelitiannyaadalahpeningkatankemampuanmenulisteks drama.Pengumpulan data diperolehmelaluiangket, catatanlapangan, danlembarpengamatan.Teknikanalisis data yang digunakanberupateknikkualitatifdankuantitatif, yaitucarapenyajian data, kemudianmembandingkanmetodepembelajaran yang digunakanpadapembelajaranmenulisteks drama apakahmeningkatataumenurun. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapembelajaranmenulisteks drama denganmetodeberdasarkanpengalaman orang laindenganteknik 5W+1H dapatmeningkatkankemampuansiswakelas VIIID SMP Laboratorium UM Malang. Peningkatanpembelajaranterlihatdariduaaspek, yaitupertamapeningkatan proses tampakpadaantusiassiswa, fokusdankonsentrasisiswa, keaktifanbertanya, keseriusanmengerjakantugas. Kedua, peningkatanhasilditunjukkandenganpeningkatanskorhasilsebelumdilaksanakantindakandansetelahdilaksanakantindakan. Rata-rata nilaikemampuansiswadalammenulisteks drama padapratindakansebesar 48,39dengantidakadasiswa yang dinyatakantuntas. Setelahdiberikantindakansiklus I, kemampuanmenulisteks drama siswameningkatdengan rata-rata 77,55dengan 28 siswadinyatakantuntas. Padasiklus II kemampuanmenulissiswakembalimeningkatdengan rata-rata 80,68dengan 26 siswadinyatakantuntas. Penelitiantindakankelasmenggunakanmetodeberdasarkanpengalaman orang laindenganteknik 5W+1H yang dilakukandapatdikatakanberhasilkarenadapatmeningkatkankemampuansiswadalammenulisteks drama. Berdasarkanpemerolehannilai, hasiltesmenulissiswapadapratindakan rata-rata sebesar 48,39, padasiklus I hasil rata-rata siswameningkatmenjadi 77,55, danpadasiklus II hasil rata-rata siswakembalimeningkatmenjadi 80,68. Terjadipeningkatansebesar 29,16daripratindakankesiklus I, peningkatansebanyak 3,13 darisiklus I kesiklus II, danterjadipeningkatansebesar 32,29 daripratindakankesiklus II. Selainitu, peningkatanpembelajaranmenulisteks drama terlihatdari proses pembelajaran yang lebihaktifdankondusif. Perhatiansiswaterhadappenjelasan guru jugasemakinmeningkat. Guru Bahasa Indonesia dapatmenggunakanmetodemenulisteks drama berdasarkanpengalaman orang lain denganteknik 5W+1H. Bagipeneliti lain melaluimetodeberdasarkanpengalaman orang lain denganteknik 5W+1H diharapkandapatdilakukanpenelitian-penelitian lain denganobjekataupunsubjek lain. Bagipihaksekolahdisarakanmeninjaukembalikelengkapansaranadanprasaranapembelajaran agar mempermudah guru dalammerancangpembelajaranmenulisteks drama denganlebihkreatifdanmenarik
KATA BERIMBUHAN DALAM BUKU AJAR BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT A1, B1, DAN C1
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata berimbuhan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1, B1, dan C1 dilihat dari aspek (1) bentuk-bentuk penggunaan kata berimbuhan dan (2) bentuk pengembangan latihan menulis kata berimbuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif-deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber tertulis yang berupa teks materi ajar dalam buku ajar BIPA tingkat A1, B1, dan C1. Data yang digunakan berupa data tertulis, yaitu kata berimbuhan dan bentuk pengembangan latihan menulis kata berimbuhan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kata berimbuhan dalam buku ajar meliputi (1) awalan, (2) akhiran, dan (3) gabungan. Sementara itu, bentuk pengembangan menulis kata berimbuhan meliputi (1) penggelompokkan kata berimbuhan dan (2) menulis kata berimbuhan dalam kalimat. Bentuk-bentuk penggunaan kata berimbuhan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1, B1, dan C1 dalam keterampilan berbahasa memiliki perbedaan. Dalam buku ajar tingkat A1 ditemukan dua bentuk imbuhan, yakni awalan dan akhiran yang terdiri atas empat bentuk awalan dan dua bentuk akhiran. Bentuk-bentuk penggunaan kata berimbuhan dalam buku ajar tingkat A1 yaitu, ber-, meN-, ter-, peN-, -kan, dan –an. Sementara itu, dalam buku ajar tingkat B1 ditemukan 15 bentuk imbuhan yang terdiri atas lima bentuk awalan, satu akhiran, dan sembilan imbuhan gabung. Bentuk-bentuk penggunaan kata berimbuhan dalam buku ajar tingkat B1yaitu, ter-, di-, meN-, ber-, se-, -an, meN-kan, per-an, ke-an, meN-i, memper-i, peN-an, di-kan, ber-an, dan ter-kan. Dalam buku ajar tingkat C1 ditemukan 17 bentuk imbuhan yang terdiri atas enam awalan, satu akhiran, dan 11 imbuhan gabung. Bentuk-bentuk penggunaan kata berimbuhan dalam buku ajar tingkat C1 yaitu, meN-, di-, ber-, ter-, peN-, -an, memper-, meN-i, meN-kan, di-kan, di-i, diper-kan, ber-kan, peN-an, per-an, ke-an, dan se-nya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tingkatan memiliki penguasaan kata berimbuhan yang berbeda, di tingkat A1 pembelajar baru mengenal kata berimbuhan dengan bentuk yang sederhana. Berlanjut di tingkat B1, penguasaan kata berimbuhan mulai berkembang disajikan dengan bertambahnya kata berimbuhan awalan serta kata berimbuhan berunsur gabung. Sementara itu, di tingkat C1 penguasaan kata berimbuhan semakin banyak sehingga di tingkat ini pembelajar mulai mengenal kata berimbuhan dalam bentuk yang kompleks, berupa banyaknya kata berimbuhan berunsur gabung yang disajikan dalam buku teks. Bentuk pengembangan latihan menulis kata berimbuhan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia ditemukan dua bentuk latihan yakni, berupa bentuk latihan mengelompokkan kata dan bentuk latihan menulis kata berimbuhan dalam kalimat. Latihan mengelompokkan kata hanya ditemukan dalam buku ajar tingkat A1. Pada latihan ini, pembelajar A1 harus mengelompokkan kata berimbuhan awalan ber- sesuai dengan maknanya. Selain itu, tingkat A1, B1, dan C1 memiliki banyak persamaan terutama pada bentuk latihan menulis kata berimbuhan dalam kalimat. Dalam ketiga buku ajar tersebut menyajkan latihan berupa menulis kata berimbuhan dalam kalimat. Pada tingkat A1, latihan menulis kata berimbuhan ber- dalam kalimat disajikan dalam empat butir soal. Pada tingkat B1, latihan menulis berimbuhan awalan meN- dan di- dalam kalimat disajikan dalam 10 butir soal berupa bentuk dasar verba saja. Setelah itu pembelaja
Pengembangan Bahan Ajar Pinter Maca Ukara Aksara Jawa Untuk Siswa Kelas VII SMP/ MTs
ABSTRAK RINGKASANNabillah, Dwi 2018. Pengembangan Bahan Ajar Pinter Maca Ukara Aksara Jawa untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Kata kunci: bahan ajar, aksara Jawa, membaca, kalimat aksara Jawa.Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh (1) adanya Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014tentang mata pelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal yang wajib diajarkan di wilayah Jawa Timur, (2) kendala kurangnya bahan ajar bagi guru dan siswa kesulitan membaca aksara Jawa, dan (3) minimnya bahan ajar membaca aksara Jawa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar membaca aksara Jawa yang dapat dijadikan alternatif bahan ajar dan dapat mempermudah siswa dalam membaca kalimat aksara Jawa.Dalam penelitian ini, prosedur penelitian dan Pengembangan Borg dan Gall digunakan sebagai metode penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan tersebut terdiri atas (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba ahli dan praktisi, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, dan (7) penyempurnaan produk akhir. Uji coba ahli dan praktisi melibatkan (1) ahli materi aksara Jawa, (2) ahli penyusunan bahan ajar,dan (3) ahli praktisi pembelajaran bahasa Jawa. Uji coba lapangan melibatkan siswa kelas VII C SMPN 3 Bangil. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan kuantitatif. Jenis data kualitatif berupa komentar, saran, dan kritikan yang diperoleh dari angket uji coba ahli, praktisi, dan siswa. Selain itu, data kualitatif juga berupa hasil wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan. Jenis data kuantitatif berupa skor hasil penilaian berdasarkan angket uji coba.Angket uji coba masing-masing ahli dan siswa dianalisis berdasarkan jenis data. Analisis data kualitatif pada angket dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal yang berupa komentar, saran, maupun kritik, (2) mengelompokkan berdasarkan kelompok uji, dan (3) menentukan tindak lanjut terhadap produk yang telah dikembangkan. Data kualitatif pada studi pendahahuluan, data verbal ditranskrip untuk merumuskan simpulan sebagai acuan untuk mengembangkan produk.Analisis data kuantitatif dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan skor yang telah diperoleh berdasarkan angket masing-masing ahli dan siswa, dan (2) menganalisis skor tersebut berdasarkan kelompok uji. Uji produk melibatkan ahli meteri memperoleh rata-rata 52,08% tergolong sangat kurang layak dan harus direvisi. Uji produk melibatkan ahli penyusunan bahan ajar memperoleh rata-rata 89,13% yang termasuk sangat layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Uji produk melibatkan praktisi pembelajaran memperoleh rata-rata 92,85% yang termasuk sangat layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Uji lapangan yang melibatkan siswa kelas VII C SMPN 3 Bangil memperoleh rata-rata 88,86% yang termasuk sangat layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran.Simpulan peneletian dan pengembangan ini dibagi atas dua kesimpulan. Pertama bahan ajar Pinter Maca Ukara Aksara Jawa kanggo Kelas VII SMP/ MTs yang telah dikembangkan mendapatkan kualifikasi layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran aksara Jawa. Kedua, bahan ajar tersebut dapat dijadikan salah satu alternatif bahan ajar untuk mempermudah siswa dalam mempelajari kalimat menggunakan aksara Jawa. Bagi peneliti lain, bahan ajar tersebut dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan protuk pengembangan yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk dapat disebarkan melalui jurnal penelitian ilmiah, diunggah melalui internet, dan disosialisasikan melalui forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) bahasa daerah
Pengembangan Bahan Ajar Analisis Nilai Moral Teks Cerpen dengan Menggunakan Strategi SQ3R
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R dengan memperhatikan kelayakan isi, sistematika penyajian, bahasa, dan tampilan untuk siswa SMA Kelas XI. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar yang dimodifikasi dari model pengembangan Research and Development (R&D) milik Borg dan Gall. Penelitian ini menghasilkan produk modul siswa berjudul Mari Giat Berbahas Indonesia. Modul siswa ini terdiri dari 3 unit. Hasil penilaian produk secara keseluruhan dari segi isi, sistematika, bahasa, dan tampilan modul siswa mencapai persentase 88% yang berarti sangat layak dan dapat diimplementasikan.
KESALAHAN PENGUCAPAN BAHASA INDONESIA OLEH PEMBELAJAR AMERIKA PROGRAM CRITICAL LANGUAGE SCHOLARSHIP (CLS) TINGKAT PEMULA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kesalahan pengucapan Bahasa Indonesia oleh pelajar Amerika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kesalahan pengucapan vokal. Hasil penelitian ini adalah kesalahan pengucapan pada bunyi [a] menjadi [ə] dan [u], bunyi [i] menjadi [e], [ə], dan [y], bunyi [u] menjadi [a] dan [ə], bunyi [e] menjadi [a], [ə], [i], dan [o], bunyi [ə] menjadi [a], [u], dan [e], bunyi [o] menjadi [a], [u], dan [ə]
WUJUD GAYA HIDUP TOKOH A PADA LATAR DAN ALUR CERITA NOVEL SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI
ABSTRAK Novel merupakan suatu karangan prosa yang bersifat cerita, yang menceritakan kejadian perubahan jalan hidup antara para tokohnya. Novel tidak terlepas dari gaya hidup para tokoh yang menggambarkan keadaan atau kelakuan para tokoh di dalam cerita. Tujuan penelitian ini menggambarkan gaya hidup iklan, gaya hidup industri, dan gaya hidup hedonis pada latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data dalam penelitian ini berupa narasi, monolog, dan dialog yang mengandung gaya hidup tokoh yang diperoleh dari novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Hasil penelitian memperoleh tiga temuan berdasarkan fokus permasalahan. Pertama, gaya hidup iklan. Gaya hidup iklan dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek fashion dan sub-aspek selera yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Kedua, gaya hidup industri. Gaya hidup industri tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek kebiasaan dan sub-aspek perilaku yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Ketiga, gaya hidup hedonis. Gaya hidup hedonis tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek hobi dan sub-aspek komunitas yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Kata kunci: Novel, Si Parasit Lajang, Gaya Hidu
ASPEK PROFETIK DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBBURAHMAN EL-SHIRAZY
Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif pada hakikatnya adalah media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Sebuah karya sastra pada umumnya berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra dilatarbelakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. Sastra profetik adalah sastra yang tampil untuk selalu mengingatkan manusia akan Tuhannya, keberadaan manusia di hadapanTuhan, dan kesanggupan manusia menerima petunjuk Tuhan. Penelitian ini memanfaatkan novel Ketika Cinta Bertasbih untuk diteliti dari segi profetik. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek profetik yang ada pada tokoh yang terdapat dalam novel tersebut kaitannya dengan amar ma’ruf, nahi munkar, dan tu’minunabillah dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini berusaha untuk memberikan data secara objektif tentang aspek profetik kaitannya dengan amar ma’ruf, nahi munkar, dan tu’minunabillah yang ada pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih. Data penelitian ini adalah berupa kutipan kalimat, paragraf, atau dialog tokoh yang terdapat di dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburahman El-Shirazy. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Human Instrument. Sumber data penelitian ini adalah novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habibburahman El-Shirazy yang terdiri dari dua jilid, yaitu jilid pertama dan jilid kedua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca novel secara keseluruhan untuk memperoleh gambaran umum mengenai isi cerita, mengumpulkan kutipan kalimat, dialog, paragraf, yang menunjukan aspek profetik pada novel Ketika Cinta Bertasbih, mengidentifikasi data, kodifikasi data, dan pengelompokan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menginterpretasi data dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data diperlukan beberapa teknik. Peneliti membaca novel secara berulang-ulang dan mendiskusikan hasil temuan penelitian kepada pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga aspek profetik, yaitu (1) amar ma’ruf (menyuruh kebaikan, humanisasi), (2) nahi munkar (mencegah kejahatan, liberasi), dan (3)tu’minuna billah (beriman kepada Tuhan, transendensi). Peneliti juga memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar bisa mengembangkan penelitian tentang aspek profetik dalam karya satra. Saran bagi para pembaca agar menjadikan novel Ketika Cinta Bertasbih sebagai bacaan yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang aspek profetik. Saran bagi para pendidik, diharapkan dapat menjadikan karya sastra sebagai salah satu bahan ajar untuk peserta didik mengenai aspek profetik. Bagi para penulis karya sastra diharapkan dapat menyajikan karya sastra yang bermutu, yang tidak hanya memberikan hiburan kepada para pembaca, tetapi juga dapat memberikan pelajaran yang dapat dijadikan contoh yang baik untuk para pembacanya