SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Menulis Karangan Narasi dan Deskripsi untuk Siswa SMP
ABSTRAK Bima, Aviasa. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Menulis Karangan Narasi dan Deskripsi untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, menulis karangan, multimedia interaktif Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu unsur konkret yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah prestasi belajar. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan prestasi belajar mengalami kegagalan dalam bidang akademik. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor yang berada dalam diri siswa maupun faktor yang berada di luar diri siswa. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan sekolah yang efektif, kreatif, dan produktif. Dengan memanfaatkan media, siswa dapat belajar secara mandiri. Tujuan pengembangan bahan ajar ini adalah mengembangkan isi media pembelajaran menulis karangan berbasis multimedia interaktif pada siswa SMP serta untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan media pembelajaran menulis karangan berbasis multimedia interaktif pada siswa SMP. Penelitian pengembangan ini akan menghasilkan produk berupa CD interaktif berbasis Powerpoint Show, yang dapat dioperasikan dengan menggunakan PC tanpa memperhatikan prosesor PC, OS windows, dan resolusi yang digunakan serta hanya membutuhkan sarana pendukung berupa software Microsoft Office Powerpoint (minimal 2007), CD Room, dan mouse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Sadiman, dkk (2003:98). Model desain penelitian dan pengembangan Sadiman dirumuskan dalam langkah-langkah sebagai berikut (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan interuksional, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) pengembangan alat evaluasi media, (5) penyusunan naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media, dan (8) revisi media. Uji coba produk ini dilakukan dengan melakukan uji ahli media, ahli materi, praktisi dan siswa. Tujuannya untuk mendapatkan masukan penilaian sebagai langkah pijakan untuk melakukan perbaikan/revisi terhadap kualitas media pembelajaran. Hasil uji media pembelajaran menulis karangan pada aspek kesesuian isi media pembelajaran memperoleh skor rata-rata sebesar 75 %, berarti tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji media pembelajaran menulis karangan pada kemenarikan media pembelajaran memperoleh skor rata-rata sebesar 75 %, berarti tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Media pembelajaran menulis karangan ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar menulis karangan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media pembelajaran ini dan siswa dapat menggunakan media pembelajaran ini secara mandiri. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran menulis karangan yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia
Gugatan Sarinah: Kritik Sosial dalam Puisi Esha Tegar Putra
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kritik sosial dalam puisi-puisi Esha Tegar Putra. Adapun hal-hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu masalah sosial, sasaran, serta strategi penyampaian kritik sosial dalam puisi-puisi. Penelitian ini menggunakan enam puisi yang ada dalam buku sebagai data. Pemilihan enam data tersebut didasarkat atas tiga kriteria: (1) kutipan puisi minimal memiliki satu gagasan utuh, (2) kutipan puisi mengandung kritik sosial, serta (3) kritik sosial yang ada dalam puisi tampak jelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi secara aktual dan terperinci, hasilnya berbentuk uraian deskriptif yang bersifat mendalam serta menunjukkan ciri-ciri alamiahnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dihasilkan simpulan sebagai berikut. Pertama, puisi-puisi karya Esha Tegar Putra mengkritik tiga masalah sosial, yaitu politik, sosiobudaya, dan ekonomi. Kedua, kritik sosial dalam puisi-puisi karya Esha Tegar Putra menyasar dua pihak, yaitu penguasa dan masyarakat. Ketiga, terdapat empat strategi penyampaian kritik sosial dalam puisi-puisi Esha Tegar Putra, yaitu lugas, simbolik, interpretatif, serta sinis
Validitas Isi Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMAN 1 Malang Tahun Ajaran 2016/2017.
Abstrak Penilaian Akhir Semester (PAS) merupakan suatu bentuk ujian yang dilaksanakan dalam pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah atau lembaga. Pengujian di sekolah ini dilakukan pada setiap mata pelajaran yang telah dipelajari dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan diadakannya PAS dapat diketahui pula tingkat kemajuan dan keberhasilan belajar siswa. PAS merupakan bagian dari evaluasi yang berbentuk tes hasil belajar yang dilakukan dalam pembelajaran di lingkup sekolah. Setiap satu semester guru-guru di sekolah selalu melakukan pengukuran dengan mengadakan ujian. Kenyataan yang terjadi di lapangan, masih banyak terjadi berbagai penyimpangan proses penyusunan soal. Penyimpangan ini dapat mencakup tujuan penyelenggaraan tes, prosedur penyusunan tes, hingga pengembangan soal tes. Hal ini menyebabkan buruknya kualitas soal tes yang diujikan, terutama soal PAS. Penyebab paling dominan yang melatarbelakangi burukya kualitas soal PAS adalah faktor proses penyusunannya. Akibat dari penyimpangan penyusunan soal akan berpengaruh pada kualitas soal khusunya pada instrumen validitas isi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) validitas isi butir soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMAN 1 Malang Tahun Ajaran 2016/2017, dan (2) persebaran materi isi butir soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh naskah soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMAN 1 Malang Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh deskripsi bahwa proporsi antara kurikulum dengan kisi-kisi pada materi Teks Laporan Hasil Observasi mencapai 20 %, materi mengidentifikasi Teks Eksposisi mencapai 32 %, pada materi Teks Anekdot mencapai 18 %, pada materi Teks Hikayat mencapai 22 %, dan pada materi Ikhtisar mencapai 8 %. Di sisi lain, diketahui pula bahwa terdapat dua kompetensi dasar dari kisi-kisi kurikulum yang tidak tercantum dalam kisi-kisi butir soal Penilaian Akhir Semester (PAS) yakni Mengembangkan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan / tulis (KD 4.3) dan Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai (KD 4.8). Dari kelima materi tersebut terdapat 8 (16%) soal dengan tingkat kesulitan tinggi, 23 (46%) soal dengan tingkat kesulitan sedang dan 19 (38%) soal dengan tingkah kesulitan rendah
Mantra Kenduri Kematian Masyarakat Dusun Dadapan Desa Tlogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang
Abstrak Mantra dalam ritual kenduri kematian sebagai bahan yang dirapalkan oleh orang tertentu merupakan teks mantra yang disampaikan secara lisan tanpa menggunakan bantuan teks tulis. Karena disampaikan secara lisan, teks mantra yang menjadi acuan tidak memiliki tatanan yang sama persis ketika disampaikan di tempat yang berbeda dengan perapal dan mantra yang sama. Mantra dalam ritual kenduri menarik untuk dikaji karena beberapa alasan. Pertama mantra merupakan sebuah teks yang disampaikan secara lisan, hal tersebut menjadi ciri khas yang menarik dalam sastra lisan yang membedakannya dengan sastra tulis. Karena disampaikan secara lisan oleh seorang perapal, mantra yang dibawakan tidak akan sama persis ketika ditampilkan pada tempat yang berbeda dengan mantra yang sama, yaitu mantra ritual kenduri matang puluh dina. Kedua, mantra merupakan sebuah komunikasi khusus yang kegiatannya dilakukan oleh orang tertentu dengan partisipan yang hadir sebagai wadah untuk ikut berinteraksi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formula dan performance mantra kenduri kematian di dusun Dadapan. Metode formula merupakan cara yang digunakan oleh perapal untuk merapalkan mantra kenduri kematian tanpa bantuan teks tulis. Sementara itu, pendekatan performance-centered-approach yang berarti melihat mantra sebagai sastra lisan tidak hanya dari teks saja, melainkan peristiwa yang terjadi saat mantra dirapalkan dengan melihat konteks situasi. Dengan demikian, kajian mantra sebagai sastra lisan tidak hanya dilihat dari teks saja, melainkan menjadi bagian yang utuh sebagai sastra lisan yang membedakannya dengan sastra tulis
Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMK di Kabupaten Magetan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMK di Kabupaten Magetan berdasarkan taksonomi Barret. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan melaksanakan tes kemampuan membaca pemahaman menggunakan tes objektif dengan 5 alternatif jawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan memahami informasi literal siswa memperoleh kategori tidak mampu dengan rerata persentase 59.8%, (2) kemampuan memahami informasi reorganisasi siswa memperoleh kategori tidak mampu dengan rerata persentase 80.4%, (3) kemampuan memahami informasi inferensial siswa memperoleh kategori tidak mampu dengan persentase 71.4%, (4) kemampuan memahami informasi evaluatif siswa memperoleh kategori tidak mampu dengan persentase 78.6%, dan (5 kemampuan memahami informasi apresiatif siswa memperoleh kategori tidak mampu dengan persentase 72.3%
Geguritan Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Malang Tinjauan Stilistika Sastra
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan diksi, pola persajakan, dan makna dalam geguritan karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan diksi, pola persajakan, dan makna dalam geguritan karya siswa kelas VII bersifat variatif dan unik. Kata kunci: geguritan, diksi, pola persajakan, makna ABSTRACT: The objective of this research is to find the use of diction, rhyme pattern, and it’s meaning in the geguritan of seventh grade students of SMP Negeri 6 Malang. This research used qualitative with document study. The result of this research to show diction, rhyme pattern, and it’s meaning in geguritan of seventh gradestudents which is variative and unique. Keywords: geguritan, diction, rhyme pattern, meanin
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS PUISI DENGAN REFERENSI DIKSI CERITA FANTASI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP/MTS
Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul menulis puisi dengan referensi diksi cerita fantasi dengan memperhatikan aspek isi, kegrafikaan, dan kebahasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah modul menulis puisi. Hasil validasi rata-rata-rata 92,5%, hasil uji praktisi rata-rata 90,97%, dan hasil lapangan rata-rata 92,76%
Tindak Tutur Dalam Model Teks Surat Resmi Bahasa Jawa Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Malang
RINGKASAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, fungsi, dan perbandingan tindak tutur dalam model teks surat resmi Bahasa Jawa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis, fungsi, dan perbandingan tindak tutur dalam model teks surat resmi bahasa Jawa karya siswa kelas VIII bersifat variatif. Kata kunci: jenis-jenis tindak tutur, fungsi tindak tutur, teks surat resm
Leksikon Bahasa Gaul dalam Akun Instagram @Dagelan
ABSTRAK Irmawati, Ririn. 2017. Leksikon Bahasa Gaul dalam Akun Instagram @Dagelan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata Kunci: bahasa gaul, leksikon, instagram Penelitian ini mengkaji leksikon bahasa gaul dalam akun instagram @Dagelan. Berkenaan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai bentuk, proses pembentukan, dan makna leksikon bahasa gaul dalam akun instagram @Dagelan. Penelitian ini dilakukan karena remaja semakin sering menggunakan bahasa gaul di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian berupa gambar bertulis foto dan caption (tulisan keterangan di bawah foto) yang diunggah oleh akun instagram @Dagelan sebagai sumber data. Pengumpulan data menggunakan metode simak, yaitu metode simak bebas libat cakap. Ada dua teknik, yaitu teknik sadap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul dan penganalisis data dengan dibantu pedoman pengumpulan data, panduan klasifikasi data, dan rambu-rambu pengodean data. Kegiatan analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan konklusi atau pemberian kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk leksikon bahasa gaul dalam akun instagram @Dagelan berbentuk monomorfemis dan polimorfemis. Pada bentuk polimorfemis ditemukan dua variasi, yakni polimorfemis melalui afiksasi dan polimorfemis melalui reduplikasi. Bentuk leksikon bahasa gaul tersebut cenderung singkat. Hal ini disebabkan leksikon bahasa gaul memperpendek dari leksikon asal sehingga remaja lebih mudah mengucapkannya. Kedua, proses pembentukan leksikon bahasa gaul akun instagram @Dagelan melalui dua cara, yaitu gejala bahasa dan proses morfologis. Gejala bahasa yang ditemukan, yaitu (1) penambahan fonem , (2) penghilanan fonem, (3) perubahan fonem, (4) monoftongisasi, dan (5) gejala adaptasi, (6) penggunaan istilah lain, dan (7) gejala kombinasi. Pada penambahan fonem ditemukan gejala paragog. Penghilangan fonem yang ditemukan, yakni aferesis, sinkop, dan apokop. Perubahan fonem ditemukan baik vokal maupun konsonan. Gejala kombinasi yang ditemukan, yakni penghilangan fonem dan penambahan fonem, penghilangan fonem dan perubahan fonem, serta penambahan dan perubahan fonem. Gejala adaptasi yang ditemukan, yakni mengadaptasi bahasa Inggris. Proses morfologis yang ditemukan, yaitu (1) afiksasi, (2) reduplikasi, (3) abreviasi, dan (4) derivasi zero. Terdapat lima temuan afiksasi, yaknik simulfiks N-, sufiks –in, sufiks -an, kombinasi afiks di-in, dan kombinasi simulfiks N-in. Pada reduplikasi ditemukan kata ulang utuh, kata ulang berimbuhan, dan kata ulang berubah bunyi. Proses abreviasi meliputi singkatan, akronim, dan kontraksi. Ketiga, makna leksikon bahasa gaul dalam akun instagram @Dagelan yang ditemukan, yaitu (1) makna leksikal, (2) makna konotatif, dan (3) makna gramatikal. Berdasarkan hasil temuan, disimpulkan leksikon bahasa gaul yang memiliki makna tetap disebut makna leksikal. Adapun leksikon bahasa gaul yang memiliki bentuk sama dengan bahasa Indonesia baku, tetapi mengandung makna tambahan, disebut makna konotatif. Selain itu, leksikon bahasa gaul melalui proses morfologis seperti afiksasi dan reduplikasi tidak lepas dengan makna gramatikal
Gaya Kepemimpinan Kepala Perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang
ABSTRAK Lestari, Ananda Dwi. 2017.Gaya Kepemimpinan Kepala Perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Saksomo, M.Si, (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd. Kata Kunci: gaya kepemimpinan, bentuk motivasi, dampak kepemimpinan, kepemimpinan perpustakaan. Gaya kepemimpinan merupakan cara atau perilaku yang dipergunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya (pengkiut). Gaya kepemimpinan di perpustakaan sangat berpengaruh pada pencapaian tujuan organisasi. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai gaya kepemimpinan kepala perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup gaya kepemimpinan kepala perpustakaan, bentuk motivasi yang diberikan kepala kepada pegawai dan dampak kepemimpinan kepala perpustakaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan pembahasan dalam bentuk verbal mengenai gaya kepemimpinan kepala perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan telaah dokumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah menggunakan wawancara semi terstruktur dan participant observation (observasi berperan serta).Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, mengenai gaya kepemimpinan kepala perpustakaan. Gaya kepemimpinan kepala perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang ialah gaya kepemimpinan demokratis. Gaya kepemimpinan ini dilihat dari cara kepala perpustakaan dalam memecahkan masalah dalam mengambil keputusan dan sikap kepala perpustakaan dalam menerima masukan dari pegawai.Kedua, bentuk motivasi yang diberikan kepala perpustakaan kepada pegawai Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang ialah insentif non material. Bentuk motivasi ini berupa perhatian, pujian, piagam penghargaan, dan promosi.Ketiga, dampak kepemimpinan kepala perpustakaan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang ialah terlihat dari perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan layanan mandiri untuk pemustaka, kemudahan birokrasi, pendapatan penghargaan