SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Penggunaan Limbah Serbuk Batu Putih dari Kabupaten Sumenep Sebagai Filler pada Campuran Asphalt Concret-Binder Course (AC-BC) Terhadap Parameter Marshall

    No full text
    ABSTRAK   Dengan melihat kondisi di Kabupaten Sumenep pada saat terjadi hujan semua jalan raya di desa maupun perkotaan pada umumnya tergenang air. Hal ini menyebabkan kondisi jalan terendam air dan diperparah oleh proses pelaksanaan yang buruk akibatnya kinerja lapis perkerasan menurun seperti ketahanan dan durabilitas yang rendah. Untuk mengkaji durabilitas campuran dapat diketahui dengan Indek Kekuatan Sisa. Untuk mengatasi hal tersebut perlu peningkatan atau penambahan bahan dengan kualitas campuran aspal beton yaitu bahan tambahan filler. Pemanfaatan serbuk limbah batu putih menjadi salah satu alternatif sebagai bahan filler untuk meningkatkan kualitas dan mutu campuran (AC-BC), karena Kabupaten Sumenep mempunyai suatu Kecamatan yang mayoritas wilayahnya di kelilingi pegunungan batu putih dan batu putih memiliki kandungan batu kapur yang sangat halus. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFA pada perhitungan Marshall,(2) mengetahui Indeks Kekuatan Sisa (IKS) dengan menggunakan bahan fillerlimbah serbuk batu putih terhadap campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC).Pada metode penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu pengujian material bahan, kemudian perencanaan benda uji, pembuatan benda uji dibagi atas tiga bagian, yang pertama mencari KAO dengan kadar aspal rencana 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, kedua penggunaan filler ditambah dengan limbah serbuk batu putih dengan variasi kadar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari penggabungan antara cement portland dan mencari IKS, ketiga mencari KFO limbah serbuk batu putih dan IKS.Hasil penelitian: (1) Karakteristik Marshall pada campuran AC-BC dengan penambahan filler limbah serbuk batu putih sebagai berikut: Stabilitas mengalami peningkatan pada kadar filler 0% sebesar 1368,70 kg, kadar filler 5% sebesar 1565,22 kg, dan kadar filler 10% sebesar 1727,20 kg, pada kadar filler 15%-25% nilai stabilitas menurun. Nilai flowmengalami peningkatan kadar filler 0%-25% sebesar 2,30-5,80 mm. Nilai VIM  menurun pada kadar filler 0%-25%. Nilai VMA menurun pada kadar filler 0%-25%.Nilai VFA semakin mengalami kenaikan. Indeks Kekuatan Sisa (IKS) yaitu sebesar94,43%, 94,91%, 93,18%, 93,00%, 91,47%, 94,95% semua hasil pengujian memenuhi syarat diatas 90%, (2) Pada Kadar filler optimum limbah serbuk batu putihadalah17,5%, nilai pengujian Indeks Kekuatan Sisa (IKS)  yaitu sebesar 88,42%

    Teknik Persuasi Iklan Gojek di Youtube

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik persuasi dan bahasa iklan dalam iklan Gojek di Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain (1) terdapat delapan bentuk teknik persuasi iklan Gojek di Youtube (2) Penggunaan bahasa iklan dipengaruhi dua komponen, yaitu gaya bahasa dan kalimat berdasarkan fungsinya, gaya bahasa terdiri dari a) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna yang berupa gaya bahasa eritosis, hiperbola, aliterasi, dan politededon, b) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang berupa gaya bahasa klimaks dan gaya bahasa antiklimaks, dan c) gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yang berupa gaya bahasa percakapan. Sedangkan kalimat berdasarkan fungsinya terdiri dari yaitu a) kalimat deklaratif, b) kalimat interogatif, dan c) kalimat imperatif

    Teknik Pengembangan Alur Cerpen Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengembangan alur cerpen dalam buku teks bahasa Indonesia kelas XI SMA dilihat dari aspek (a) penahapan alur cerpen, (b) ragam konflik alur cerpen, dan (c) jenis alur cerpen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini memiliki tiga paparan data hasil penelitian yaitu, (1) tahapan alur yang berupa pengenalan-konflik-komplikasi-klimaks-peleraian-penyelesaian, (2) ragam konflik alur yang berupa konflik eksternal dan internal, (3) jenis alur yang berupa alur maju, alur mundur, dan alur campuran

    BABAD BESOEKI KARYA KANJENG RADEN AYU KAJIAN FUNGSI DAN AMANAT

    No full text
    RINGKASAN Mardiana, Mega. 2018. Babad Besoeki Karya Kanjeng Raden: Kajian Struktur dan Amanat. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M.Pd Kata Kunci: Babad, struktur,fungsi, amanat Ada beberapa pertimbangan yang memperkuat alasan untuk menjadikan cerita Babad Besoeki sebagai objek kajian penelitian ini. Pertama, Babad Besoeki menceritakan kisah heroik perjalanan seorang tokoh yang ingin membabad dan ingin mewujudkan suatu wilayah yang diimpikan. Kedua, Babad Besoeki ini tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang asal usul Besuki. Penelitian ini melatar belakangi untuk menggambarkan fungsi pelaku di dalam cerita dan penambahan amanat di dalam cerita Babad Besoeki dengan menggunakan teori struktur Vlandimir Propp. Amanat merupakan suatu nilai kehidupan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui tulisan yang berbentuk pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) fungsi pelaku dalam struktur cerita Babad Besoeki, (2) amanat dalam cerita Babad Besoeki. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural. Karena penelitian yang dilakukan merupakan penelitian mengkaji naskah. Data penelitian ini berupa kutipan kalimat, paragraf (pragmen) dengan dipugut dari sumber data. Data diperoleh dengan (1) mentranslite sumber data yang berbentuk huruf arab pegon dalam cerita Babad Besoeki, (2) membaca berulang, mendalami isi cerita dalam Babad Besoeki, (3) mengutip setelah mempertimbangkan fokus penelitian. Analisis data yang dilakukan meliputi proses transliterasi atau penerjemahan, penyempurnaan dalam tanda baca dan kata kalimatnya disempurnakan, mendeskripsikan hasil analisis, menginterprentasi makna, dan menyimpulkan. Tahap penyajian data dilakukan peneliti untuk memperoleh analisis data yang valid. Dalam penelitian ini, penyajian dilakukan oleh peneliti dengan cara memaparkan hasil analisis data yang sesuai dengan fokus penelitian. Setelah tahap penyajian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti setelah melakukan transliterasi untuk menganalisis data yang akan dipaparkan. Penelitian berusaha menarik kesimpulan dengan meringkas hasil analisis data yang sebelumnya telah disusun secara sistematis. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menemukan aspek-aspek fokus penelitian yang sesuai dengan data penelitian. Hasil penelitian menghasilkan dua temuan sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan. Pertama, pada fungsi pelaku dari tiga puluh satu fungsi hanya ditemukan delapan belas fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita. Fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita dikelompokan menjadi tiga yaitu (1) fungsi tokoh terhadap dirinya; (2) fungsi tokoh terhadap tokoh lain, dan (3) fungsi tokoh terhadap pesan. Namun dari delapan belas data fungsi pelaku yang ditemukan terjadinya kesamaan pengelompokan data. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari delapan belas fungsi yang ditemukan saling berhubungan atau saling berkaitan dari fungsi satu ke fungsi yang lain. Kedua, Amanat yang ditemukan dalam cerita Babad Besuki ada tiga jenis amanat, yaitu amanat kepada orang tua, amanat kepada teman, dan amanat kepada masyarakat. Amanat kepada orang tua dapat dilihat dari kutipan dalam cerita Babad Besuki ini pengarang menyampaikan amanat melalui karakter tokoh yang ingin bertanggung jawab demi perjuangan seorang ayahnya yang selama ini susah payah untuk membangun sebuah negeri, sehingga seorang anak mampu menjadi anak yang patuh terhadap kedua orang tuanya. Amanat kepada teman pada cerita Babad Besuki ada tiga yaitu pertama, amanat tentang jangan pernah salahkan dan libatkan teman dalam masalah. kedua, amanat terkait saling tolong menolong kepada teman, karena itu merupakan perbuatan yang mulia. Ketiga, amanat ditujukan kepada teman terkait jangan pernah memiliki rasa dendam kepada sesama teman.

    PERLAWANAN TOKOH DRUPADI TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

    No full text
    RINGKASAN   Putri, Sofwatul Ardiana. 2018. Perlawanan Tokoh Drupadi terhadap Ketidakadilan Gender dalam Novel Drupadi Karya Seno Gumira Ajidarma. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata Kunci: perlawanan, tokoh, ketidakadilan gender, kritik sastra feminis   Novel adalahsalah satu jenis karya sastra yang merupakan refleksi dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Novel diciptakan dengan mengangkat latar sosial budaya yang dapat terwujud melalui sistem kebudayaan yang tercermin. Budaya patriarki yang masih kental di Indonesia turut merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat. Ideologi patriarki merupakan salah satu penyebab adanya ketidakadilan gender karena ideologi patriarki merupakan sebuah sistem struktur sosial dan praktik-praktik yang memosisikan laki-laki sebagai pihak yang mendominasi, menindas dan mengeksploitasi kaum perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma yang menyebabkan tokoh Drupadi terbelenggu dalam sistem tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan tokoh Drupadi yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender sebagai akibat dari pengaruh sistem patriarki. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis dengan teori membaca sebagai perempuan (reading as a woman). Data dalam penelitian ini berupa paparan kata dan kalimat yang mencerminkan bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh Drupadi, serta perlawanannya terhadap ketidakadilan gender. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma yang terbit pada tahun 2017 dengan ketebalan 149 halaman dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarmaditemukan data mengenai (1) bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh Drupadi yang meliputi marginalisasi sebagai bentuk pemiskinan dan pembatasan hak terhadap perempuan, subordinasi yang menempatkan perempuan dalam posisi inferior, dan kekerasan perempuan berupa kekerasan fisik, psikis, dan seksual, (2) bentuk perlawanan tokoh Drupadi yang digambarkan melalui citra diri(3) bentuk perlawanan tokoh Drupadi yang digambarkan melalui aksi. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, dikemukakan dua saran sebagai berikut. Pertama, bagi pembaca sastra dan umum disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan refleksi untuk menambah pengetahuan mengenai pengaruh buruk bentuk ketidakadilan gender sebagai akibat dari ideologi patriarki sehingga tercipta relasi gender yang lebih baik lagi. Kedua, bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan pendekatan feminisme sastra agar dapat menambah khasanah penelitian feminisme sastra.           

    Pengaruh Media Film Pendek terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI MA Mambaul Ulum Tumpang

    No full text
    ABSTRAK Teks cerpen merupakan teks yang bertujuan memaparkan atau melukiskan cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek. Menulis teks cerpen bukanlah hal mudah bagi siswa karena menulis merupakan kegiatan yang menggambarkan pikiran atau ide-ide melalui lambang dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diorganisasikan sistematik dan dapat dipahami. Oleh karena itu, diperlukan adanya media yang dapat memberikan stimulus untuk menulis teks cerpen. Salah satu media yang sesuai, yaitu media film pendek.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis teks cerpen secara keseluruhan dan dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, serta gaya bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Mambaul Ulum Tumpang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas XI IPA dan XI IPS. Kelas XI IPA sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa perintah dan petunjuk menulis teks cerpen beserta rubrik penilaian. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerpen siswa dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, dan gaya bahasa. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan pretes dan postes. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 16 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis cerpen. Secara keseluruhan rata-rata yang diperoleh dari kelompok eksperimen 70,23 dan kelompok kontrol 54,09 didapatkan signifikansi sebesar 0,000. Pada aspek alur diperoleh rata-rata kelompok eksperimen 17,50 dan kelompok kontrol 15,68 didapatkan nilai signifikansi 0,030, aspek tokoh dan penokohan sebesar 16,36 dan 11,82 didapatkan signifikansi sebesar 0,000, aspek tema sebesar 18,18 dan 12,95 didapatkan signifikansi sebesar 0,000, aspek gaya bahasa sebesar 17,73 dan 13,64 didapatkan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh tiga saran bagi guru Bahasa Indonesia, peneliti selanjutnya dan siswa. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan media film pendek dalam pembelajaran menulis cerpen. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan atau referensi untuk mengadakan penelitian sejenis pada kemampuan berbahasa yang lain. Ketiga, bagi siswa diharapkan dapat menjadi alternatif menghadapi kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerpen. Melalui media film yang diberikan, siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan

    Pengembangan Bahan Ajar BIPA Level Pemula Bagi Pelajar Tingkat 5 Mutawassit/Kelas 1 Tsanawiyah Di Sekolah Sassamakki Thailand

    No full text
    Pembelajaran BIPA di Thailand mulai meningkat. Sekolah Sassamakki mengadakan pembelajaran BIPA, sekolah ini merupakan sekolah swasta berwawasan Islam di Thailand dengan penggunaan bahasa pengantar pembelajaran bilingual (bahasa Thailand sebagai bahasa Nasional dan bahasa Melayu Pattani sebagai bahasa Daerah). Bahan ajar BIPA di sekolah tersebut belum tersedia, sehingga diperlukan pengembangan bahan ajar bagi pelajar BIPA tingkat pemula, hal ini yang menjadi dasar pemilihan lokasi objek penelitian dari skripsi ini. Selain itu sehingga pelajar dapat lebih memahami pembelajaran BIPA dan mengurangi kesalahan persepsi akibat multitafsir penggunaan bahasa Melayu yang masih satu rumpun dengan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dari penelitian ini adalah metode R2D2. Dengan tahapan (1) rumusan masalah, (2) fokus desain dan pengembangan, (3) Pengembangan, dan (4) Diseminasi. Metode ini menggunakan bahan ajar uji coba yang kemudian divalidasi agar mendapat hasil terbaik yang kemudian mengalami revisi. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk buku dengan nilai hasil validasi dari revisi produk BIPABELL.TH ini adalah 82,5. Bahan ajar ini memuat materi (1) Huruf, (2) Angka, (3) Waktu, dan (4) Diri Sendiri dilengkapi dengan panduan penggunaan bahan ajar, materi, ringkasan materi, soal sebagai alat uji untuk mengukur hasil evaluasi baik ulangan harian maupun tugas. Jumlah halaman pada buku ini sebanyak 115 halaman. Soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester dihadirkan secara terpisah. Pada sebagian buku ini menggunakan bahasa Thailand sebagai bahasa pengantar bagi pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah di Sekolah Sassamakki yang setara dengan kelas VII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama di Indonesia dalam hal ini termasuk level pemula BIPA. Buku ini membantu siswa menjadi lebih mudah memahami pembelajaran BIPA sehingga tidak terjadi multitafsir dengan bahasa Melayu serta memudahkan berbagai pihak dalam sekolah tersebut dalam proses belajar dan pembelajaran BIPA sesuai dengan tujuan penelitian. Meningkatnya kemampuan pelajar dalam pembelajaran BIPA bahkan pembelajaran bahasa asing lainnya dan hasil validasi yang tinggi menjadi tolak ukur bahan ajar BIPABELL.TH tingkat pemula 1 untuk pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah Sekolah Sassamakki dapat digunakan baik oleh guru maupun pembelajaran mandiri oleh pelajar yang kemudian dapat dikembangkan untuk pembelajaran dengan durasi jam belajar seperti pada umumnya dan/atau lebih lama

    Kelayakan Materi Teks Fabel pada Buku Bahasa Indonesia KelasVII SMP

    No full text
    Bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat, dan teks yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemilihanya pun tidak secara asal-asalan tetapi harus sesuai dengan kebutuhan materi yang diajarkan.Buku teks dijadikan acuan wajib karena buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang terpenting di dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Buku teks harus berkualitas sehingga layak digunakan sebagai acuan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Dikatakan deskriptif karena penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kondisi objektif dari variabel yang diteliti tanpa memberikan pemberlakuan berupa apapun terhadap variabel tersebut Dikatakan evaluatif karena penelitian ini juga berusaha memberikan penilaian dengan melihat kesesuaian pada variabel yang diteliti berdasarkan acuan yang ditentukan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian materi teks fabel dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Kemendikbud (2017) dan Mahir Berbahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Erlangga. Peneliti mendeskripsikan data-data yang ada dalam buku teks sesuai dengan kenyataan dan apa adanya. Pemberian skor dilakukan terhadap setiap aspek yang diteliti yaitu kelayakan isi, kelayakan bahasa dan kelayakan penyajian. Kajian evaluatif dalam penelitian digunakan karena adanya penilaian tentang kelayakan materi teks fabel pada buku teks tersebut. Peneliti memilih sumber data buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Kemendikbud (2017) karena buku teks tersebut merupakan buku pemerintah yang banyak dipilih oleh Sekolah Menengah Pertama, dan digunakan oleh sekolah tempat peneliti KPL (Kuliah Praktek Lapangan). Peneliti juga memilih sumber data buku Mahir Berbahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Erlangga karena buku teks tersebut merupakan buku swasta yang banyak digunakan di sekolah selain itu buku teks ini banyak beredar di pasaran. Pertama, kelayakan isi, kelengkapan materi, keakuratan materi, dan kedalaman materi untuk KD 3.11 mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar. pada B1 yaitu, uraian konsep masuk dalam kategori layak, latihan masuk dalam kategori layak, contoh masuk dalam kategori cukup layak. Pada B2 yaitu, uraian konsep masuk dalam kategori layak, latihan masuk dalam kategori layak, contoh masuk dalam kategori cukup layak. Kedua,kelayakan bahasa padamateri teks fabel diperoleh dari data setiap indikator kelayakan bahasa B1, yaitu (a) keterbacaan pesan masuk dalam kategori  layak, dan (b) ketepatan kaidah bahasa masuk dala kategori sangat layak dan B2, yaitu (a) keterbacaan pesan masuk dalam kategori layak, dan (b) ketepatan kaidah bahasa masuk dala kategori sangat layak, Ketiga,kelayakan penyajian pada materi teks fabel diperoleh data setiap  indikator kelayakan penyajian pada B1, yaitu (a) konsistensi sistematika masuk dalam kategori cukup layak, dan (b) keruntutan penyajian masuk dalam kategori  layak. Hasil setiap indikatornya kelayakan penyajian pada B2, yaitu (a) konsistensi sistematika masuk dalam kategori cukup layak dan (b) keruntutan penyajian masuk dalam kategori  layak. Peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya supaya menelaah lebih lengkap dan detail karena peneliti ini hanya meneliti materi teks fabel dalam buku teks dengan menggunakan penilaian keseluruhan yang berupa kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian. Peneliti selanjutnya dapat meneliti semua materi yang terdapat pada buku teks supaya mendapatkan hasil yang lebih maksimal

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI CERITA FABEL UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Putranti, Epri . 2018. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Pop Up Terhadap Kemampuan Memahami Cerita Fabel Untuk Siswa Kelas VII SMP, Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, memahami isi cerita Fabel, Pop Up Pembelajaran berbasis teks sangat berkaitan dengan aspek keterampilan membaca. Membaca merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pembaca untuk memperoleh informasi yang terkandung dalam sebuah bacaan. Dengan demikian, keterampilan siswa  dalam memahami isi bacaan sangat dibutuhkan. Salah satu cara untuk mengetahui apakah siswa sudah mampu memahami isi bacaan adalah melalui cerita fabel. Pembelajaran memahami isi bacaan cerita fabel dapat terlakasana dengan optimal apabila guru menggunakan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini menggunakan media pembelajaran buku Pop Up untuk diterapkan dalam pembelajaran memahami cerita fabel. Buku Pop Up itu sendiri dapat diartikan sebagai buku yang berisi catatan atau kertas bergambar tiga dimensi yang mengandung unsur interaktif pada saat dibuka seolah-olah ada sebuah benda yang muncul dari dalam buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Pop Up terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Control Group Pretes-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 dari 8 kelas keseluruhan. Dua kelas tersebut yaitu kelas VII 3 sebagai kelas kontrol  dan VII 4 sebagai kelas eksperimen. Pemilihan dua kelas tersebut secara acak tanpa memperhatikan starta yang ada dalam populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subjektif yang berupa soal uraian beserta rubrik penilaiannya. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan memahami cerita fabel. Tahap penelitian yang dilakukan sebagai berikut pertama, pemberian pretes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam memahami cerita fabel. Kedua, pemberian perlakuan berupa media pembelajaran buku cerita Pop Up  pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol tidak diberikan. Ketiga, pemberian postes pada kelas eksperimen dan kontrol. Keempat, data yang diperoleh tersebut selanjutnya dianalisis untuk menguji normalitas, homogenitas, dan hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik dibantu dengan program SPSS for windows. Uji statistik tersebut menggunakan Uji-t (independent t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 77,94 > 72,09 hal ini menunjukkan ada pengaruh secara signifikan antara media pembelajaran Pop Up terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa SMP Negeri 21 Malang. Hasil Uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima atau media pembelajaran Pop Up berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami cerita fabel. Secara khusus penggunaan media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel pada aspek rangkaian peristiwa. Hasil Uji-t terhadap skor aspek rangkaian peristiwa diperoleh nilai signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 2 diterima atau media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel pada aspek rangkaian peristiwa. Rata-rata skor rangkaian peristiwa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu, 68,50 > 61,77. Namun pada aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat kelas eksperimen tidak memiliki capaian nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol. Pada aspek karakteristik tokoh skor yang diperoleh 6,41 < 7,12, dan pada aspek pesan/amanat diperoleh skor 3,00 < 3,21. Hasil Uji-t terhadap skor karakteritik tokoh diperoleh nilai signifikansi 0,199 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 1 ditolak sedangkan hasil Uji-t terhadap skor pesan/amanat diperoleh nilai signifikansi 0,500 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha 3 ditolak. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pop Up berpengaruh terhadap kemampuan memahami cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Pada kemampuan memahami cerita fabel aspek rangkaian peristiwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, media pembelajaran Pop Up memberikan pengaruh pada rangkaian peristiwa sehingga memudahkan siswa dalam mengerti dan memahami alur cerita yang ada. Namun pada kemampuan memahami cerita fabel aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat nilai rata-rata kelas eksperimen tidak lebih unggul, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya siswa dalam memahami cerita fabel aspek karakteristik tokoh dan pesan/amanat yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam mengintepretasi suatau cerita

    Teknik Persuasi dan Bahasa Iklan dalam Iklan Gojek di Youtube

    No full text
    ABSTRAK   Iklan merupakan tuturan yang berisi ajakan kepada pendengar. Setiap iklan menggunakan teknik-tenik persuasi tertentu untuk menunjang tercapainya tujuan pengiklan dalam menyampaikan pesan. Teknik-teknik persuasi tersebut disampaikan melalui bahasa iklan. Gaya bahasa dan bentuk kalimat berdasarkan isinya merupakan salah satu bentuk bahasa iklan yang ikut mendukung tercapainya tujuan dan maksud sebuah iklan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan teknik persuasi dan bahasa iklan dalam iklan Gojek di Youtube. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini adalah daftar panduan perekaman wacana unduhan sumber data, panduan transkripsi wacana unduhan sumber data, panduan pengumpulan data, dan panduan analisis data. Data yang diperoleh berupa data verbal, yaitu penggalan-penggalan teks wacana unduhan iklan Gojek di Youtube yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder, yakni sumber data primer berupa wacana unduhan iklan Gojek di Youtube sedangkan sumber data sekunder berupa teks transkripsi wacana unduhan sumber data iklan Gojek di Youtube. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wacana unduhan sumber data sumber data menggunakan aplikasi SaveFrom.Net. Selain itu, analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai panduan analisis data, yaitu peneliti membaca kembali teks transkripsi wacana unduhan sumber data yang menampakan teknik persuasi dan bahasa iklan. Kemudian, peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengkodifikasi teknik persuasi dan bahasa ikln sesuai dengan kategorisasi bentuk teknik persuasi dan bahasa iklan sesuai fokus penelitian. ditemukan adalah teknik ketidaksesuasian perilaku, teknik pengunggulan layanan jasa, teknik stimulas dengan hadiah, teknik pendekatan empati, teknik pengalihan pesan, teknik pemanfaatan popularitas, teknik pencitraan positif, dan teknik kolaborasi. Kedua, bahasa iklan pada penelitian ini terdiri atas dua bagian. Jika dilihat dari gaya bahasa, iklan Gojek ini menggunakan gaya bahasa erotesis, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa polisidenton, gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antiklimaks, dan gaya bahasa percakapan. Jika dilihat dari bentuk kalimat berdasarkan isinya, terdapat kalimat deklaratif, dan kalimat imperatif

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇