SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Strategi Literasi dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Strategi literasi adalah sebuah cara yang disusun secara sistematis dan digunakan oleh penulis buku teks agar siswa mudah untuk memaknai sebuah teks dan konteksnya dengan melibatkan aspek keterampilan membaca, berpikir kritis, dan menulis sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan. Dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP tidak hanya berisi materi, tetapi digunakan strategi-strategi literasi yang dapat mengajak siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Penelitian ini membahas Strategi Literasi dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis studi dokumen. Penelitian ini difokuskan pada strategi literasi dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP. Dengan demikian, data penelitian ini adalah strategi literasi sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca pada setiap bab dalam buku teks. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP edisi revisi 2017. Data penelitian ini diperoleh berupa informasi tentang strategi literasi yang digunakan di buku teks, yaitu sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca pada setiap bab dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP. Data tersebut dianalisis sesuai fokus penelitian ini, yaitu strategi literasi sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca pada setiap bab dalam buku teks. selanjutnya, data hasil analisis tersebut disimpulkan berdasarkan fokus penelitian dan dituliskan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan 13 data strategi literasi yang digunakan dalam buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP. Strategi literasi tersebut dapat dilihat berdasarkan strategi literasi sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca pada setiap bab dalam buku teks. Strategi literasi sebelum membaca pada setiap bab dalam buku teks Bahasa Indonesia ditemukan dua strategi literasi, yaitu (1) mengidentifikasi tujuan membaca dan (2) membuat prediksi. Dalam strategi literasi mengidentifikasi tujuan membaca (MTM) ditemukan empat pola dengan tiga basis, yaitu (a) bernyanyi, (b) mengamati, dan (c) merenung. Selanjutnya strategi literasi membuat prediksi (MP) yang berisi satu pola, yaitu mengamati sebuah gambar untuk membuat prediksi. Strategi literasi saat membaca pada setiap bab yang ditemukan dalam buku teks  Bahasa Indonesia Kelas VII SMP sebanyak enam strategi, yaitu (1) mengidentifikasi informasi yang relevan, (2) mengidentifikasi kosakata baru, kata kunci, dan kata sulit dalam teks, (3) mengidentifikasi bagian teks yang sulit, (4) memvisualisasi atau membunyikan secara lisan (think aloud), (5) membuat inferensi, dan (6) membuat keterkaitan antarteks. Pertama, strategi literasi mengidentifikasi informasi yang relevan (MIR) ditemukan lima pola dengan tiga basis, yaitu (a) membaca, (b) mencari, dan (c) menyusun. Kedua, strategi literasi mengidentifikasi kosakata baru, kata kunci, dan kata sulit dalam teks (MKB) ditemukan tujuh pola dengan empat basis, yaitu (a) mencari, (b) mengamati, (c) membaca, dan (d) mengidentifikasi. Ketiga, strategi literasi mengidentifikasi bagian teks yang sulit (MBTS) ditemukan sebanyak tiga pola dengan dua basis, yaitu membaca dan mendaftar. Keempat, strategi literasi memvisualisasi atau think aloud  (TA) yang merupakan strategi paling banyak ditemukan dalam buku teks, yaitu sebanyak 24 pola dengan sembilan basis, yaitu (a) berdiskusi, (b) menyajikan, (c) merencanakan, (d) memublikasikan, (e) memperagakan, (f) mencari, (g) mencari, (h) mengamati, (i) membaca, dan (j) berpikir keras. Kelima, strategi literasi membuat inferensi (MI) ditemukan enam pola dengan lima basis, yaitu (a) membaca, (b) mengamati, (c) meringkas, (d) meringkas, dan (e) mengidentifikasi. Keenam, strategi literasi membuat keterkaitan antarteks (MKAT) yang berisi satu pola, yaitu mengamati-menjawab. Strategi literasi setelah membaca pada setiap bab yang ditemukan dalam buku teks  Bahasa Indonesia Kelas VII SMP sebanyak lima strategi, yaitu (1) membuat ringkasan, (2) mengevaluasi teks, (3) mengubah dari satu moda ke moda yang lain, (4) memilih, mengombinasikan, atau menghasilkan teks multimoda untuk mengombinasikan konsep tertentu, dan (5) mengonvirmasi, merevisi, atau menolak prediksi. Pertama, strategi literasi membuat ringkasan (MR) ditemukan satu pola, yaitu membaca-meringkas. Kedua, strategi literasi mengevaluasi teks (MT) ditemukan 13 pola dengan tujuh basis, yaitu (a) mengidentifikasi, (b) membaca, (c) menulis, (d) mengamati, (e) menukar hasil kerja, (f) menelaah, dan (g) menentukan. Ketiga, strategi literasi mengubah dari satu moda ke moda yang lain (MSMM) ditemukan dua pola dengan dua basis, yaitu membaca dan memperbaiki. Keempat, strategi literasi memilih, mengombinasikan, atau menghasilkan teks multimoda untuk mengomunikasikan konsep tertentu (M3TM) ditemukan tiga pola dengan tiga basis, yaitu (a) mengamati, (b) mengidentifikasi, dan (c) menulis. Kelima, strategi literasi mengonfirmasi, merevisi, atau menolak prediksi (M3P) ditemukan tiga pola dengan tiga basis, yaitu (a) menelaah, (b) mencari, dan (c) menulis. Berdasarkan simpulan peneliti, diberikan saran kepada (1) guru bahasa Indonesia disarankan agar mengaplikasikan strategi literasi di sekolah dengan maksimal untuk meningkatkan pemahaman, berpikir tingkat tinggi, dan membentuk karakter siswa, (2) kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membaca penelitian ini sebagai rujukan terkait strategi literasi baca dan buku teks Bahasa Indonesia, dan (3) kepada penulis buku teks Bahasa Indonesia disarankan agar memperbanyak strategi literasi pada (a) kegiatan sebelum membaca, yaitu dibagian membuat prediksi dengan tujuan untuk  membangun imajinatif dan skemata yang dimiliki siswa, (b) kegiatan saat membaca, yaitu dibagian membuat keterkaitan antarteks dengan tujuan untuk membangun berpikir tingkat tinggi siswa, dan (c) kegiatan setelah membaca, yaitu membuat ringkasan dengan tujuan untuk meningkatkan kebiasaan membaca kritis, berpikir kritis, dan berpikir kreatif siswa

    Alat Bantu Pengatur Grafis untuk Memvisualisasikan Strategi Literasi pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Alat bantu pengatur grafis adalah alat bantu visual yang terdapat pada salah satu bahan ajar, yaitu buku teks. Dalam buku teks, alat bantu pengatur grafis digunakan untuk membantu penerapan strategi literasi. Secara umum, tujuan dari alat bantu berwujud grafis ini adalah untuk menjadi panduan bagi siswa memahami dan mengimplementasikan strategi literasi dalam pembelajaran. Alat bantu tersebut penting ada guna membantu siswa meningkatkan literasinya, sehingga pemetaan berpikir siswa menjadi tertata. Secara umum, fokus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi alat bantu pengatur grafis dalam buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP. Secara khusus, penelitian ini mengkaji bentuk alat bantu pengatur grafis dalam tiga tahapan pembelajaran berbasis teks, yaitu tahapan pemodelan teks, pemecahan masalah bersama, dan pemecahan masalah secara mandiri. Kemudian, penelitian ini mengkaji fungsi alat bantu pengatur grafis berdasarkan dimensi proses kognitif dalam taksonomi pendidikan. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian berupa analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa alat bantu pengatur grafis pada buku teks yang mengindikasikan adanya bentuk dan fungsi alat bantu pengatur grafis untuk mengembangkan kemampuan literasi. Sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen buku teks Bahasa Indonesia kelas VII SMP edisi revisi 2017. Instrumen penelitian ini berupa lembar panduan pengumpulan data bentuk dan fungsi alat bantu pengatur grafis. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator yang relevan dengan bentuk dan fungsi alat bantu pengatur grafis melalui proses identifikasi, penyajian, dan interpretasi data. Dalam tahapan pemodelan teks terdapat alat bantu pengatur grafis bentuk tabel dan kolom Alat bantu pengatur grafis bentuk tabel dalam tahapan pemodelan teks terbagi menjadi jenis tabel aktivasi pengetahuan latar belakang, tabel lima indera, tabel perbedaan, adik simba, masalah solusi, siklus, tabel perbandingan, berpikir-berpasangan-berbagi, tahu-ingin-pelajari, dan tabel pasangan. Alat bantu pengatur grafis bentuk kolom dalam tahapan pemodelan teks terbagi menjadi kolom aktivasi pengetahuan latar belakang, rantai peristiwa, siklus, hubungan tanya jawab, dan kolom persamaan. Dalam tahapan pemecahan masalah bersama terdapat alat bantu pengatur grafis bentuk tabel, kolom, dan gambar. Alat bantu pengatur grafis bentuk tabel dalam tahapan pemecahan masalah bersama terbagi menjadi tabel berpikir-berpasangan-berbagi, dan tabel penilaian. Alat bantu pengatur grafis bentuk kolom dalam tahapan pemecahan masalah bersama terbagi menjadi kolom berpikir-berpasangan-berbagi dan kolom kerja praktik. Alat bantu pengatur grafis bentuk gambar dalam tahapan pemecahan masalah bersama terbagi menjadi gambar caption.  Dalam tahapan pemecahan masalah secara pribadi terdapat alat bantu pengatur grafis bentuk tabel, kolom, bagan, dan peta konsep. Alat bantu pengatur grafis bentuk tabel dalam tahapan pemecahan secara mandiri terbagi menjadi tabel kerja praktik, tabel masalah solusi, dan, tabel penilaian. Alat bantu pengatur grafis bentuk kolom dalam tahapan pemecahan secara mandiri terbagi menjadi kolom siklus, kolom pasangan, dan kolom kerja praktik. Alat bantu pengatur grafis bentuk bagan dalam tahapan pemecahan secara mandiri terbagi menjadi bagan kerja praktik. Alat bantu pengatur grafis bentuk peta konsep dalam tahapan pemecahan masalah secara mandiri terbagi menjadi peta konsep pemetaan isi dan peta konsep peta gagasan utama dan gagasan penjelas. Fungsi alat bantu pengatur grafis diklasifikasikan berdasarkan dimensi proses kognitif dalam taksonomi pendidikan. Fungsi tersebut terdiri atas fungsi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang tersebar hampir merata pada alat bantu pengatur grafis yang ditemukan. Setiap fungsi tersebut terbagi menjadi beberapa proses. Dalam fungsi mengingat terdiri atas proses mengingat kembali. Fungsi memahami merupakan fungsi yang paling mendominasi. Fungsi ini terdiri atas proses menafsirkan, mengklasifikasikan, merangkum, dan menyimpulkan. Fungsi mengaplikasikan terdiri atas proses mengeksekusi dan mengimplementasikan. Fungsi menganalisis terdiri atas proses membedakan dan  mengorganisasi. Fungsi mengevaluasi terdiri atas proses memeriksa dan mengkritik. Kemudian, dalam fungsi mencipta terdiri atas proses merencanakan dan memproduksi. Saran diberikan kepada pendidik dan penulis buku teks. Pendidik dapat mengoptimalkan penggunaan alat bantu pengatur grafis yang terdapat buku teks, sehingga keterampilan berpikir siswa menjadi tertata. Hal ini karena setiap bentuk dan jenis alat bantu pengatur grafis mempunyai fungsi yang bertahap dan berkesinambungan. Penulis buku teks dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk menyusun buku teks yang mengembangkan literasi. Selain itu, penulis juga dapat mengembangkan alat bantu pengatur grafis yang ketersediaannya dalam buku teks masih sedikit dan menggunakan berbagai bentuk alat bantu pengatur grafis secara proporsional. Penulis juga dapat mengembangkan bentuk dan jenis alat bantu pengatur grafis lain yang belum tersedia dalam buku teks untuk lebih mengembangkan kemampuan literasi siswa

    MUATAN BUDAYA INDONESIA DALAM BUKU AJAR BIPA "SAHABATKU INDONESIA"

    No full text
    Pada penelitian ini dideskripsikan ragam bentuk budaya dan model pemaparan materi budaya pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan ancangan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tiga ragam bentuk budaya yaitu, (1) objek, (2) pengetahuan, dan (3) perilaku. Serta tiga model pemaparan materi budaya yaitu, (1) teks, (2) pelatihan, dan (3) penugasan. Ditemukannya ragam bentuk dan model pemaparan materi budaya dalam buku ajar menunjukkan bahwa buku ajar tersebut memiliki muatan budaya Indonesia yang ditujukan untuk pembelajaran pebelajar BIPA

    PERLAWANAN TOKOH DRUPADI TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

    No full text
    ABSTRAK: Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang merupakan refleksi dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Novel diciptakan dengan mengangkat latar sosial budaya yang dapat terwujud melalui sistem kebudayaan yang tercermin. Budaya patriarki yang masih kental di Indonesia turut merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat. Ideologi patriarki merupakan salah satu penyebab adanya ketidakadilan gender karena di dalam ideologi patriarki terdapat praktik-praktik yang memosisikan laki-laki sebagai pihak yang mendominasi, menindas dan mengeksploitasi kaum perempuan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma yang menyebabkan tokoh Drupadi melakukanperlawanannya terhadap bentuk ketidakadilan gender tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil penelitian memperoleh temuan sesuai dengan fokus masalah yang telah ditentukan oleh peneliti. Kata Kunci: perlawanan, tokoh, ketidakadilan gender, kritik sastra feminis   ABSTRACK: Novel is one of literature results which reflects on social life within society.  Novel is created through social and cultural background which come from reflected cultural system. Patriarchal culture which is still exist in Indonesia represents a social life within society. Patriarchy ideology is a cause of gender inequality. Patriarchy Ideology is a social stuructural system and practices which positioned men to dominate, oppress, and exploit women. This research aims to describes a resistance of Drupadi character in Drupadi Novel by Seno Gumira Ajidarma towards gender inequality which causes Drupadi repressed in that system. This research is categorized as a descriptive and qualitative research. This research uses feminist literary criticism approach with reading as a women theory.The results obtained findings in accordance with the focus of problems that have been determined by researchers. Keywords: resistance, character, gender inequality, feminist literary criticis

    Tema dan Tokoh dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tema dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang dan (2) mendeskripsikan tokoh dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis teks. Instrumen yang digunakan berupa instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat empat jenis tema dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang, yakni tema pendidik ideal, persahabatan, kurang kasih sayang, dan cinta karena kebiasaan serta (2) terdapat empat jenis tokoh dalam teks cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 15 Malang, yakni tokoh utama-protagonis, tokoh utama-antagonis, tokoh tambahan-protagonis, dan tokoh tambahan-antagonis

    ANALISIS TEKS EKSPLANASI PADA BUKU SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengetahui kelengkapan struktur isi teks eksplanasi yang terdapat pada buku siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa tiga teks eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, teks 1 dan 2 tidak memiliki kelengkapan struktur  isi yang berupa judul dan penutup, sedangkan teks 3 memiliki kelengkapan struktur isi  yang terdiri atas  judul, pernyataan umum, deretan penjelas dan penutup. Kata kunci: Analisis teks, teks eksplanasi, struktur isi ABSTRACT This study aims to determine the completeness of the structure of the content of explanatory text contained in the book students of Indonesian class VIII subjects SMP/MTs. This research uses qualitative descriptive method with document research type. The data in this research are three explanatory texts contained in the student's book. The results show that text 1 and 2 do not have the completeness of the content structure in the form of title and cover, while text 3 has the completeness of the content structure consisting of title, general statement, explanatory row and cover Keyword: Text analysis, explanatory text, content structur

    Materi Tata Bahasa Pada Buku Ajar BIPA "Sahabatku Indonesia"

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Putri, Nantyska Yumaning. 2018. Materi Tata Bahasa pada Buku Ajar BIPA “Sahabatku Indonesia”. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. Kata kunci: materi tata bahasa, buku ajar BIPA Tata bahasa merupakan suatu himpunan dari patokan-patokan umum berdasarkan struktur bahasa. Materi tata bahasa terdapat pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat menengah. Secara garis besar, materi tata bahasa tersebar di hampir setiap unit yang disajikan secara eksplisit. Penelitian ini berfokus pada aspek materi tata bahasa dan kesesuaian materi dengan pedoman pemetaan kompetensi buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini adalah kutipan kalimat, tabel, dan bagan yang terdapat dalam materi tata bahasa buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia. Instrumen penelitian ini berupa manusia, yakni peneliti sendiri (human instrument). Artinya yang menjadi instrument penelitian adalah peneliti sendiri sebagai pelaksana penelitian. Peneliti secara langsung melakukan pengumpulan data, analisis, dan penarikan simpulan. Peneliti melakukan pembacaan secara teliti dan mendalam pada buku ajar yang diteliti. Berdasarkan analisis data, ditemukan aspek materi tata bahasa dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat menengah. Materi tata bahasa tersebar hampir di seluruh unit buku. Jenis materi tata bahasa tersebut dibagi menjadi dua aspek yakni tata kata dan tata kalimat. Aspek materi tata kata meliputi kata bilangan, imbuhan, reduplikasi, sedangkan tata kalimat meliputi konjungsi, pola kalimat, kalimat aktif dan pasif, kalimat langsung, kalimat majemuk, kalimat larangan, kalimat perintah, kalimat tanya dan kalimat inversi. Peneliti juga menemukan banyaknya ketidaksesuian materi tata bahasa dengan pedoman pemetaan kompetensi. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan paparan data yang selanjutnya dibahas mengenai aspek materi tata bahasa dan kesesuaian materi dengan pedoman pemetaan kompetensi. Pembahasan yang dilakukan peneliti didukung oleh teori-teori yang telah didapatkan dari berbagai sumber. Jenis materi tata bahasa didukung oleh teori morfologi dan sintaksis. Sedangkan kesesuiaan materi dengan pedoman pemetaan kompetensi didukung oleh teori pengembangan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, jenis materi tata bahasa pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia. Unsur pembentukan kata atau tata kata yang terdapat dalam materi tata bahasa yakni kata bilangan, imbuhan, dan kata ulang (reduplikasi). Sedangkan unsur pembentukan kalimat atau tata kalimat yang terdapat dalam materi tata bahasa yakni konjungsi, pola kalimat, kalimat aktif dan pasif, kalimat langsung, kalimat majemuk, kalimat larangan, kalimat perintah, kalimat tanya dan kalimat inversi. Kedua, Dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B1 dan B2, penyajian materi tata bahasa disesuaikan dengan kompetensi yang ii akan dicapai. Dari kedua buku yang telah di teliti terdapat perbedaan yang cukup menonjol. Dalam buku B1 tidak terdapat kesesuaian materi dengan kompetensi bahasa, sedangkan dalam buku B2 sebagian besar materi telah sesuai dengan kompetensi bahasa. Peneliti menyarankan kepada tim penyusun buku ajar BIPA agar lebih teliti dalam hal penyajian kompetensi karena dalam buku ajar kompetensi merupakan hal yang sangat penting untuk proses pembelajaran dan juga penyajian materi tata bahasa agar lebih dikembangkan sesuai dengan tingkat pembelajar. Latihan-latihan dalam buku ajar BIPA sangat penting untuk mengukur pemahaman pembelajar, maka dari itu latihan-latihan mengenai tata bahasa dan disarankan untuk lebih dikembangkan lagi

    Muatan Budaya dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1

    No full text
    ABSTRAK Asyah, Jamiatul. 2018. Muatan Budaya dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. Kata Kunci : muatan budaya, BIPA, buku ajar.   Program BIPA merupakan sarana belajar bagi orang asing untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Salah satu bentuk pengenalan budaya kepada mahasiswa asing dalam program BIPA, yaitu pengetahuan tentang etnis nusantara. Jika membahas etnis nusantara, tentu ada unsur yang menjadi ciri suatu etnis, di antaranya nama orang, makanan, dan nama tempat. Terdapat komponen penting dalam membelajarkan budaya dan etnis nusantara kepada orang asing, yaitu buku ajar. Buku ajar dalam hal ini merupakan salah satu komponen dalam menyampaikan informasi bahasa, dan budaya Indonesia serta etnis nusantara. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu untuk mendeskripsikan muatan budaya pada (1) nama orang, (2) nama makanan, dan (3) nama tempat yang terdapat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena pada hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang muatan budaya yang terdapat kata nama, makanan, dan tempat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nama orang, nama makanan, dan nama tempat.  Sumber data dalam penelitian ini merupakan buku ajar yang digunakan dalam program PPSDK, yaitu buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Sesuai dengan jenis penelitian ini, instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen bantuan berupa tabel untuk menganalisis data. 59 Penggunaan nama orang dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu sudut pandang agama, sudut pandang etnis, sudut pandang internasional, dan sudut pandang umum. Jika dilihat dari sudut pandang agama, nama-nama yang digunakan merujuk pada Islam (Ahmad, Siti Aminah, Fatima, Rahmat, Amin, Siti Mariam, dan Mahmud) dan Nasrani (Paulus dan Lukas). Jika dilihat dari sudut pandang etnis, nama-nama yang digunakan merujuk pada etnis Sunda (Asep), Bali (Wayan), Betawi (Mandra), dan Jawa (Joko Widodo, Sari, Ayu, Budi, Haris, Dian, dan Farida). Jika dilihat dari sudut pandang internasional, nama-nama yang digunakan merujuk pada nama yang digunakan di negara Jepang (Maho Takinawa), Cina (Chuan Li-Ko), Belanda (Daan Van Leeuwen), dan Amerika (John). Jika dilihat dari sudut pandang umum, nama-nama yang digunakan merujuk pada nama-nama yang umumnya digunakan oleh orang Indonesia, seperti Agung, Wina, dan Amir. Penggunaan nama makanan  dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu sudut pandang tradisional dan sudut pandang internasional. Jika dilihat dari sudut pandang tradisional, nama-nama makanan yang digunakan adalah nama-nama makanan yang berasal dari Indonesia, yaitu cimol, nasi goreng, sate, bakwan, rendang, bakso, kerupuk, dan tumpeng kuning. Jika dilihat dari sudut pandang internasional, nama makanan yang digunakan adalah omelet yang diciptakan oleh bangsa Roma. Penggunaan nama tempat  dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu sudut pandang etnis dan sudut pandang umum. Jika dilihat dari sudut pandang etnis, nama tempat yang digunakan merujuk pada etnis Sunda (Bandung dan Subang), Bali (Bali), dan Jawa (Yogyakarta, Surakarta, dan Surabaya). Jika dilihat dari sudut pandang umum, nama tempat yang digunakan merujuk pada tempat yang ditinggali oleh penduduk multietnis, seperti Jakarta dan Bogor. Buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 bermuatan budaya. Namun, budaya yang dimuat dalam buku ajar tersebut tidak mencakup seluruh budaya Indonesia. Budaya-budaya yang terdapat dalam buku ajar tersebut berfokus pada etnis yang terdapat di Pulau Jawa, yaitu etnis Sunda dan etnis Jawa. Sementara itu, pencantuman budaya-budaya, baik nama orang, makanan, maupun nama tempat dari luar Pulau Jawa yang disebutkan dalam buku ajar tersebut hanya beberapa, seperti nama orang (Wayan dari Bali) dan nama tempat (Makassar dan dan Bandar Lampung).  

    ANALISIS BUKU TEKS MATERI TEKS CERPEN UNTUK PEMBELAJARAN KELAS XI

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan bahasa pada buku teks materi teks cerpen untuk pembelajaran kelas XI tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa unit-unit verbal tulis dalam materi teks cerpen yang terdapat pada dua buku teks terteliti satu ditinjau dari penggunaan bahasa terdapat tiga kriteria yang sesuai dengan indikator penggunaan bahasa pada buku teks dari BSNP, yang meliputi (1) kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, (2) keruntutan dan keterpaduan bab, dan (3) keruntutan dan keterpaduan paragraf. Sementara itu, pada buku teks terteliti dua ditinjau dari kesesuaian penggunaan bahasa cakupan materi teks cerpen seluruh aspek telah terpenuhi dan merujuk pada kriteria yang telah ditetapkan BSNP

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS FABEL DENGAN SUMBER IDE GAMBAR SERI UNTUK SISWA KELAS VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Tiarawuri, Danis. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Fabel dengan Sumber Ide Gambar Seri untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis teks fabel, gambar seri Penelitian pengembangan bahan ajar menulis teks fabel dengan sumber ide gambar seri ini dilatar belakangi dari hasil studi pendahuluan dari wawancara guru dan angket siswa diperoleh informasi antara lain, (1) kesulitan mengarahkan, mengembangakan ide, dan mencegah plagiasi dari internet saat siswa menulis teks fabel, (2) memerlukan variasi buku lain untuk menunjang proses pembelajaran, (3) siswa kesulitan menulis struktur teks fabel dan ejaan, (4) siswa menyukai jika di dalam buku ajar terdapat gambar-gambar. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis teks fabel dengan sumber ide gambar seri untuk siswa kelas VII SMP yang memenuhi kriteria kevalidan isi, kesistematisan, kekomunikatifan, dan kelayakan tampilan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan rancangan model pengembangan Borg and Gall. Berdasarkan model tersebut dalam penelitian ini terdapat tujuh prosedur, yakni (1) studi pendahluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba produk awal (validasi), (5) revisi hasil uji coba produk awal, (6) uji coba lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir. Validasi dilakukan dengan melibatkan dua validator, yakni validator satu adalah ahli menulis teks fabel dan validator dua adalah ahli pembelajaran teks fabel. Uji lapangan dibedakan atas uji coba lapangan awal dengan melibatkan praktisi atau guru Bahasa Indonesia dan uji coba lapangan terbatas dengan melibatkan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Gondang. Terdapat empat aspek bahan ajar yang divalidasi, yakni isi, sistematika, bahasa, dan tampilan. Hasil validasi aspek isi memperoleh 75% dari validator satu dan 62,5% dari validator dua. Aspek sistematika memperoleh 66,6% dari validator dua. Aspek kebahasaan memperoleh 75% dari validator satu dan 75% dari validator dua. Aspek tampilan memperoleh 75% dari validator dua. Hasil uji coba lapangan aspek isi memperoleh 87,5% dari praktisi dan 87,5% dari siswa. Aspek sistematika memperoleh 100% dari praktisi dan 86,3% dari siswa. Aspek kebahasaan memperoleh 87,5% dari guru dan 86,3% dari siswa. Aspek tampilan memperoleh 90% dari praktisi dan 88,2% dari siswa. Bahan ajar dikembangkan dengan muatan gambar seri sebagai rangsangan ide untuk menulis teks fabel. Isi bahan ajar berupa: (1) teori teks fabel, (2) latihan menentukan unsur pembangun, struktur dan ciri bahasa teks fabel, (3) gambar seri sebagai sumber ide menulis teks fabel, (4) latihan menyunting, merevisi dan menilai teks fabel. Sistematika bahan ajar terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Bagian pendahuluan berisi pengantar, indikator pembelajaran, kekhasan bahan ajar, dan petunjuk penggunaan. Bagian isi terdapat tiga bab, yakni Langkah 1 berisi teori teks fabel, Langkah 2 berisi latihan menulis teks fabel, dan Langkah 3 berisi latihan menyunting, merevisi dan menilai teks fabel. Kebahasaan bahan ajar menggunakan ragam formal komunikatif dan menggunakan tiga ragam kalimat (deklaratif, imperatif dan interogatif). Tampilan bahan ajar dibuat dengan format yang menarik, yakni (1) tata letak, ukuran dan jenis huruf dipilih berdasar prinsip keterbacaan, (2) ilustrasi dan gambar pendukung sesuai, (3) komposisi warna biru muda, merah muda, dan hijau yang dapat memberikan kenyamanan saat membaca. Bahan ajar ini memenuhi kriteria kevalidan isi, sistematis, komunikatif dan tampilan yang layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menulis teks fabel pada siswa kelas VII SMP. Berbagai kendala yang sebelumnya terjadi dapat diatasi. Siswa dapat lebih mudah mengembangkan ide menjadi teks fabel dengan tepat tanpa plagiasi dari internet. Saran pemanfaatan produk hasil pengembangan ditujukan kepada guru, siswa, peneliti lain,dan pengembang produk lebih lanjut. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan bagi guru Bahasa Indonesia yakni dengan memberikan latihan yang testruktur dan memanfaatkan bahan ajar sebagai salah satu variasi bahan ajar untuk mengajar menulis teks fabel. Siswa disarankan dapat aktif dalam pembelajaran karena bahan ajar ini dapat memudahkan siswa mengembangkan ide dan kreativitasnya dalam menulis teks fabel. Peneliti lain disarankan untuk mempertimbangkan bahan ajar sebagai referensi untuk mengembangkan materi dan latihan menulis teks fabel yang lebih baik. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan bagi pengembang bahan ajar lebih lanjut yakni dengan mempelajari dan memanfaatkan bahan ajar untuk mengajarkan kompetensi menulis teks fabel

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇