SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA ISLAM DIPONEGORO WAGIR

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penentuan  tajuk subjek, kesesuaian antar tajuk pada OPAC perpustakaan , dan keseragaman tajuk subjek di Perpustakaan STAIN Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian pertama, penentuan  tajuk subjek sesuai dengan empat tahap yang meliputi memahami isi, analisis dokumen, peterjemahan, penyajian. Kedua, perpustakaan menggunakan acuan operating boolean and, or, dan  not dalam OPAC perpustakaan. Ketiga, keseragaman tajuk subjek secara umum, ditemukan enam belas tajuk subjek yang tidak seragam. Pratama, Sandra. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia,Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Siti CholisotulHamidah, M.Pd   Kata Kunci:  media sosial, keterampilan menulis cerpen Menulis adalah salah satu dari empat keterampilan yang ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.Menulis cerpen merupakan bagian dari ekspresi sastra dalam standar kompetensi bahan kajian Bahasa Indonesia. Menulis cerita pendek merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengembangkan serta menuangkan imajinasi siswa. Salah satu upaya untuk membimbing siswa dalam menulis cerita pendek yaitu dengan memanfaatkan media, salah satunya menggunakan media sosial instagram untuk menstimulus imajinasi siswa dalam menulis cerpen. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan efisien dapat membantu siswa untuk belajar lebih baik dan meningkatkan daya kreativitas serta imajinasi siswa dalam menulis. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen yang meliputi (1) pemilihan tema, (2) pemilihan alur, (3) penempatantokoh, (4) penggunaan latar, (5) penggunaan sudut pandang. Dari lima aspek tersebut dapat diketahui seberapa berpengaruhnya media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir semester gasal tahun ajaran 2017/2018. Pada penelitian ini sampel yang dipilih adalah keseluruhan dari populasi dikarenakan jumlah populasi kurang dari seratus. Instrumen penelitian ini berupa tes menulis cerpen dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Data penelitian ini berupa skor kemampuan menulis cepen mencakup skor tema, alur, tokoh, latar, dan sudut pandang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh darihasil tes pretes dan postes. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu (1) uji persyaratan analisis yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, dan (2) uji hipotesis. Data pada penelitian ini dinyatakan normal dan homogen sehingga uji-t dapat dilanjutkan. Pengujian hipotesis diterima apabila nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen pada aspek tema yang menunjukan nilai Asymp-Sig 0,048< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas XSMA Islam Diponegoro Wagirdengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 14,75 dan kelas kontrol 12,50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen pada aspekaluryang menunjukan nilai Asymp-Sig 0,004< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir dengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 16,25 dan kelas kontrol 13,18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen pada aspektokohyang menunjukan nilai Asymp-Sig 0,010< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir dengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 14,00 dan kelas kontrol 11,14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen pada aspeklataryang menunjukan nilai Asymp-Sig 0,001< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir dengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 17,00 dan kelas kontrol 13,64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen pada aspeksudut pandangyang menunjukan nilai Asymp-Sig 0,008< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir dengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 18,00 dan kelas kontrol 15,68. Berdasarkan kelima kesimpulan di atas, secara umum disimpulkan bahwa media sosial instaramberpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Islam Diponegoro Wagir. Pengaruh media sosial instagram terhadap kemampuan menulis cerpen ini menunjukan nilai signifikan < 0,05. Hasil penelitian pengaruh media sosial instagramterhadap kemampuan menulis cerpen menunjukan nilai Asymp-Sig 0,031< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikansi penggunaan media sosial instagram  terhadap kemampuan menulis cerpen kelas XSMA Islam Diponegoro Wagirdengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 71,00 dan kelas kontrol 64,32. Dengan pemanfaatan media sosial instagram, siswa di kelompok eksperimen cenderung lebih memiliki banyak variasi dalam menulis cerpen dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan peneliti sebagai berikut.Bagi guru bahasa Indonesia, disarankan agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran, khususnya media sosial instagram dalam pembelajaran menulis cerpen, karena penggunaan media dapat memberikan pengaruh yang baik atau manfaat dalam proses pembelajaran menulis cerpen. Melalui media sosial instagram yang diberikan, siswa menjadi lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi dan lebih banyak menemukan idedalam kemampuan menulis cerpen. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agarmenjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengadakan penelitian sejenis pada aspek lain seperti unsure ekstrinsik cerpen yang mencakup unsur sosiologi, ideologi, histori, politik, ekonomi, kebudayaan, dan lain-lain. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat mengadakan penelitian sejenis yang kemudian dikembangkan menjadi penelitian pengembangan. Bagi siswa disarankan agarmenjadikan salah satu opsi media yang digunakan sebagai alat untuk memperoleh inspirasi dalam menyelesaikan tugas sekolah khususnya menulis cerpen atau yang berkaitan dengan sastra, sehingga dengan media sosial juga bisa belajar dan menimbulkan dampak yang baik bagi pendidikan

    Pengembangan Bahan Ajar BIPA Level Pemula Bagi Pelajar Tingkat 5 Mutawassit-Kelas 1 Tsanawiyah Di Sekolah Sassamakki Thailand

    No full text
    Salsabila, 2017. Pengembangan Bahan Ajar BIPA Level Pemula Bagi Pelajar Tingkat 5 Mutawassit/Kelas 1 Tsanawiyah Di Sekolah Sassamakki Thailand. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M. Pd.   Pembelajaran BIPA di Thailand mulai meningkat. Sekolah Sassamakki mengadakan pembelajaran BIPA, sekolah ini merupakan sekolah swasta berwawasan Islam di Thailand dengan penggunaan bahasa pengantar pembelajaran bilingual (bahasa Thailand sebagai bahasa Nasional dan bahasa Melayu Pattani sebagai bahasa Daerah). Bahan ajar BIPA di sekolah tersebut belum tersedia, sehingga diperlukan pengembangan bahan ajar bagi pelajar BIPA tingkat pemula, hal ini yang menjadi dasar pemilihan lokasi objek penelitian dari skripsi ini. Selain itu sehingga pelajar dapat lebih memahami pembelajaran BIPA dan mengurangi kesalahan persepsi akibat multitafsir penggunaan bahasa Melayu yang masih satu rumpun dengan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dari penelitian ini adalah metode R2D2. Dengan tahapan (1) rumusan masalah, (2) fokus desain dan pengembangan, (3) Pengembangan, dan (4) Diseminasi. Metode ini menggunakan bahan ajar uji coba yang kemudian divalidasi agar mendapat hasil terbaik yang kemudian mengalami revisi. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk buku dengan nilai hasil validasi dari revisi produk BIPABELL.TH ini adalah 82,5. Bahan ajar ini memuat materi (1) Huruf, (2) Angka, (3) Waktu, dan (4) Diri Sendiri dilengkapi dengan panduan penggunaan bahan ajar, materi, ringkasan materi, soal sebagai alat uji untuk mengukur hasil evaluasi baik ulangan harian maupun tugas. Jumlah halaman pada buku ini sebanyak 115 halaman. Soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester dihadirkan secara terpisah. Pada sebagian buku ini menggunakan bahasa Thailand sebagai bahasa pengantar bagi pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah di Sekolah Sassamakki yang setara dengan kelas VII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama di Indonesia dalam hal ini termasuk level pemula BIPA. Buku ini membantu siswa menjadi lebih mudah memahami pembelajaran BIPA sehingga tidak terjadi multitafsir dengan bahasa Melayu serta memudahkan berbagai pihak dalam sekolah tersebut dalam proses belajar dan pembelajaran BIPA sesuai dengan tujuan penelitian. Meningkatnya kemampuan pelajar dalam pembelajaran BIPA bahkan pembelajaran bahasa asing lainnya dan hasil validasi yang tinggi menjadi tolak ukur bahan ajar BIPABELL.TH tingkat pemula 1 untuk pelajar kelas 5 Muttawasit/1 Tsanawiyah Sekolah Sassamakki dapat digunakan baik oleh guru maupun pembelajaran mandiri oleh pelajar yang kemudian dapat dikembangkan untuk pembelajaran dengan durasi jam belajar seperti pada umumnya dan/atau lebih lama

    Fungsi Pelaku dan Nilai Moral dalam Legenda Ranu Grati

    No full text
    ABSTRAK   Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan keragaman kebudayaan yang dimilikinya, Beragam jenis kebudayaan diwariskan secara turun-temurun mulai zaman tradisi lisan –belum mengenal tulisan –hingga masa tradisi tulis saat ini. Pada penelitian ini kebudayaan bangsa yang dianalisis berupa cerita rakyat atau biasa disebut folklor. Folklor merupakan terjemahan dari bahasa Inggris folklore(cerita rakyat). Indonesia memiliki banyak legenda di setiap daerah. Seperti di Desa Klindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Kisah terjadinya legenda Ranu Grati diyakini sebagai akibat dari sebuah lidi yang ditancapkan dan ditarik oleh Endang Sukarni setelah mengetahui anaknya, Baru Klinthing, telah dibunuh warga desa karena dianggap menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Berdasarkan cerita singkat tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji Legenda Ranu Grati karena mengandung keseluruhan makna dan nilai yang kompleks, maka peneliti berupaya mengidentifikasi makna dan nilai tersebut dengan menggunakan analisis struktur naratif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan: Terdapat lima belas fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita. Fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita yaitu (1) fungsi ketiadaan, (2) fungsi larangan, (3) fungsi pelanggaran, (4) fungsi penyampaian informasi, (5) fungsi penipuan, (6) fungsi kejahatan, (7) fungsi permulaan tindak balas, (8) fungsi keberangkatan atau kepergian, (9) fungsi pertama donor, (10) fungsi penerimaan alat sakti, (11) fungsi perpindahan, (12) fungsi berjuang dan bertarung, (13) fungsi penyelidikan, (14) fungsi tugas sulit, dan (15) fungsi penyelesaian. Nilai moral yang ditemukan dalam cerita Legenda Ranu Grati ada tiga jenis nilai moral, yaitu nilai moral individu, nilai moral sosial, dan nilai moral religi. Hasil penetian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan teori strukturalisme naratif yang berupa deskripsi peran tokoh dan nilai moral yang ditunjukkan dari peran tokoh dalam Legenda Ranu Grati. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan dokumentasi untuk melestarikan budaya yang ada pada masyarakat Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan serta membantu upaya meningkatkan daya tarik masyarakat luas terhadap wisata domestik yang mengandung banyak nilai moral

    Ragam Pertanyaan Esai Dengan Ragam Jawaban Siswa Dalam Tes Esai Matapelajaran Bahasa Indonesia Di Sma Negeri 1 Turen

    No full text
    ABSTRAK   Hastinaningrum, Niken H. 2017. Ragam Pertanyaan Esai Dengan Ragam Jawaban Siswa Dalam Tes Esai Matapelajaran Bahasa Indonesia Di Sma Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunaryo HS., S.H. M.Hum.   Kata kunci: ragam, pertanyaan, jawaban, kognitif, dimensi pengetahuan    Pertanyaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan belajar mengajar. Pertanyaan esai adalah pertanyaan yang sering dijumpai dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia. Sebuah pertanyaan selalu memerlukan jawaban yang sesuai. Dalam kurun waktu terakhir ini para peneliti hanya meneliti mengenai pertanyaannya saja, tanpa mengaitkannya dengan jawaban siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai ragam pertanyaan esai guru dan jawaban siswa.             Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menjabarkan beberapa hal, yaitu ragam bentuk pertanyaan esai guru dengan ragam jawaban siswa. ragam pertanyaan ini dibagi menjadi dua, yaitu ragam isi dan ragam berdasarkan kategori kognitif mengingat, memahami, dan menganalisis. Selain kategori kognitif, pertanyaan dan jawaban juga dilihat dari dimensi pengetahuan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah telaah teks. Data penelitian ini berupa naskah pertanyaan esai guru dan jawaban siswa. Penentuan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan telaah teks dan diskusi dengan dosen pembimbing serta teman sejawat.             Berdasarkan hasil temuan, isi pertanyaan menentukan isi jawaban. Ketidakjelasan pertanyaan mengakibatkan jawaban yang diperoleh tidak tepat. Banyak jawaban yang mendapatkan jawaban tambahan sebagai pembenaran. Terdapat tiga kesimpulan pokok mengenai ragam pertanyaan dan ragam jawaban. Ketiga kesimpulan tersebut memiliki tiga bentuk jawaban, yaitu pertama, pertanyaan mengingat yang sering muncul adalah pertanyaan perihal yang memunculkan dua bentuk jawaban, yaitu jawaban yang mengjelaskan pegertian dan jawaban yang menyertakan contoh sebagai pelengkap. Jawaban yang muncul untuk pertanyaan menguraikan ada empat, yaitu jawaban yang hanya menguraikan dengan bahasanya sendiri, jawaban yang menyertakan proses gramatiknya, jawaban yang menyertakan proses gramatik dan contohnya, serta jawaban mengurakan dan contohnya. Pertanyaan mengingat dengan dimensi pengetahuan procedural yang muncul berupa pertanyaan menyebutkan langkah-langkah. Jawaban pertanyaan tersebut memiliki dua bentuk, yaitu jawaban lengkap dan jawaban tidak lengkap.             Ragam pertanyaan berdasarkan proses kognitif memahami dengan dimensi pengetahuan konseptual yang sering muncul adalah pertanyaan meminta contoh. Pertanyaan meminta contoh yang disertai penjelasan memiliki empat bentuk jawaban yang muncul. Keempat jawaban tersebut adalah jawaban yang hanya memberikan satu contoh namun sudah dapat menjelaskan semua teori, jawaban yang hanya memberi contoh pada masing-masing teori, jawaban memberi contoh dengan menjelaskan maksud/pengertian dari contoh, dan jawaban yang memberikan contoh dan penjelasan pada masing-masing teori. Pertanyaan kedua yang muncul adalah pertanyaan meminta contoh saja. Jawaban yang muncul memiliki tiga bentuk jawaban, yaitu jawaban memberi contoh dan pengertian teori, jawaban memberi contoh dan maksud dari contoh tersebut, serta jawaban yang hanya memberikan contoh pada masing-masing teori. Jawaban terminologi erat hubungannya dengan jawaban memberikan contoh. Siswa cenderung memberikan contoh pada pertanyaan terminologi dan menyertakan pengertian pada pertanyaan meminta contoh.             Ragam pertanyaan berdasarkan proses kognitif menganalisis dengan dimensi pengetahuan konseptual Pertanyaan yang muncul meminta siswa menunjukkan sebuah fakta atau kebenaran yang mendasari sebuah pendapat. Ada dua fakta yang dapat dibuktikan. Pertanyaan ini memunculkan tiga jawaban, yaitu jawaban menjelaskan makna kata, jawaban yang merujuk pada jawaban lain, dan jawaban memberi fakta

    Bentukan Kata dalam Jurnal Harian Mahasiswa In Country UM tahun 2015/2016

    No full text
    ABSTRAK   Puspita, Rindi. 2017. Bentukan Kata dalam Jurnal Harian Mahasiswa In Country Universitas Negeri Malang Tahun 2015-2016. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs, M.Pd, (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.pd   Kata kunci: bentukan kata, afiksasi, reduplikasi, pemajemukan, dan jurnal harian   Produksi kalimat dalam bentuk tulis cenderung lebih terpikirkan dari segi tata bahasa. Hal ini disebabkan oleh adanya waktu yang lebih saat mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulis daripada bentuk lisan. Mahasiswa In Country dari Thailand yang mempelajari bahasa Indonesia memiliki kegiatan belajar bahasa tulis, salah satunya melalui jurnal harian yang dimaksudkan untuk melatih penggunaan bahasa Indonesia dalam bercerita kegiatan sehari-hari. Jurnal ini juga berfungsi untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa Thailand setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentukan kata dengan afiksasi, (2) bentukan kata dengan reduplikasi, (3) bentukan kata dengan pemajemukan, serta (4) ketepatan penggunaan bentukan kata dalam jurnal harian mahasiswa In Country UM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa bentukan kata dengan afiksasi, kata ulang, dan kata majemuk. Sumber data dalam penelitian ini adalah jurnal harian mahasiswa In Country. Penelitian ini menggunakan tiga tahapan analisis data, yaitu (1) pengelompokan data, (2) pengolahan data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jurnal harian mahasiswa In Country didapati, (1) bentukan kata berupa afiksasi, yaitu (i) prefiksasi meN-, ber-, ter-, peN-, se- dan di- (ii) bersufiks –kan dan –an (iii) berkonfiks meN-i, meN-kan, ber-an, ke-an. (2) bentukan kata ulang yang ditulis dalam jurnal harian mahasiswa Thailand meliputi kata ulang utuh, kata ulang berubah bunyi, kata ulang berimbuhan, dan kata ulang sebagian. (3) bentukan kata majemuk yang muncul terdiri dari dua bentuk dasar yang digabungkan, yaitu kata majemuk dengan bentuk dasar berkelas kata nomina – nomina nomina – verba, nomina – adjektiva, dan verba – nomina. (4) bentukan kata yang digunakan mahasiswa Thailand Program In Country UM ada yang tepat dan ada yang tidak tepat. Pengajar dapat menyusun materi pembelajaran dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa Thailand sehingga mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Selain itu, pengajar BIPA sebaiknya lebih menerapkan materi ajar tentang penggunaan bentukan kata sesuai dengan materi pada setiap kegiatan belajar bahasa sasaran, sehingga dapat meningkatkan penguasaan struktur bahasa

    Kajian Strukturalisme Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Teori yang digunakan untuk membedah karya ini adalah teori strukturalisme Tzvetan Todorov yang meliputaci (1) aspek sintaksis, dan (2) aspek semantik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan ditemukan data mengenai (1) urutan peristiwa secara kronologis dan logis, dan (2) tema, tokoh dan latar. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu bahan bacaan dalam memahami karya sastra dengan perspektif strukturalisme

    Pola Struktur Teks Resensi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zuraida, Desire. 2017. Pola Struktur Teks Resensi Siswa Kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd   Kata kunci: teks resensi, pola struktur   Salah satu jenis teks yang diajarkan untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA berdasarkan Kurikulum 2013 adalah menyusun teks resensi dengan Kompetensi Dasar 4.16 yang berbunyi Menyusun sebuah resensi dengan memerhatikan hasil perbandingan beberapa teks resensi. Pada jenjang pendidikan sebelumnya teks resensi atau teks ulasan ini juga telah diajarkan pada kelas VIII SMP/MTS. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa teks resensi perlu diajarkan secara berkesinambungan. Selain itu, teks ini merupakan salah satu jenis teks yang membutuhkan penguasaan beberapa aspek tertentu sebelum siswa benar-benar mampu memahaminya, karena berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti laksanakan di SMA Negeri 5 Malang, khususnya di kelas XI IPS2 ditemukan bahwa tidak semua siswa menguasai konsep penulisan teks resensi terutama dalam menandai setiap bagian struktur teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan rumusan masalah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini yaitu tipe penulisan pola struktur teks resensi dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif-deskriptif. SMA Negeri 5 Malang dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa SMA Negeri 5 Malang telah menerapkan kurikulum 2013 dan merupakan salah satu sekolah rujukan di Kota Malang. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar hasil penugasan berupa tes tulis. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2016/2017 Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen kunci dan pelengkap. Peneliti menjadi instrumen kunci penelitian ini. Instrumen pelengkap berupa tes, pedoman kodifikasi data dan pedoman analisis data. Data dianalisis dengan prosedur (1) reduksi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Dalam menentukan keabsahan temuan, peneliti melakukan diskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat. Hasil analisis terhadap pola struktur dan rincian isi teks resensi hasil karya siswa kelas XI IPS2 menghasikan dua kesimpulan berupa. Pertama, berdasarkan aspek pola struktur teks resensi, dapat disimpulkan adanya tipe pola penulisan teks resensi meliputi. (1) pola ringkasan-simpulan, (2) pola gambaran-ringkasan-simpulan, (3) pola informasi umum-ringkasan-penilaian-simpulan, (4) pola ringkasan, dan (5) pola ringkasan-simpulan-penilaian-simpulan, (6) pola ringkasan-penilaian-simpulan, (7) pola ringkasan-penilaian-simpulan, (8) pola simpulan-ringksan-penilaian, dan (9) pola informasi umum-penilaian-simpulan. Kedua, Berdasarkan aspek rincian isi struktur teks resensi dapat disimpulkan adanya rincian isi struktur sebagai berikut (1) struktur perkenalan. (a)  ringkasan isi cerita film pada alur perkenalan, (b) gambaran umum isi cerita film, dan (c) simpulan amanat yang terkandung dalam film, (2) struktur ringkasan. (a)  ringkasan isi cerita film pada alur perkenalan, (b) gambaran umum isi cerita film, dan (c) simpulan amanat yang terkandung dalam film, (3) struktur kritik. (a)  ringkasan isi cerita film pada alur konflik, (b) penilaian terhadap aspek esensi dan fisik film, dan (c) simpulan amanat yang terkandung dalam film, (4) struktur simpulan. (a) simpulan keseluruhan isi cerita film, (b) simpulan amanat yang terkandung dalam film, dan (c) ringkasan isi cerita pada alur penyelesaian film. Kesimpulan akhir penelitian ini menghasilkan dua saran. Kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan, disarankan untuk memberikan penjelasan secara lebih mendalam dan terperinci terkait ciri-ciri khusus yang menandai dan membedakan antara bagian struktur satu dengan bagian struktur lainnya pada teks resensi, Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam pada aspek lain terkait teks resensi

    STRUKTUR DAN FUNGSI MATERI CERITA WAYANG DALAM BAHAN AJAR BAHASA JAWA KELAS X SMA

    No full text
    Penelitian ini membahas struktur dan fungsi materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa kelas X SMA dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa terdiri atas unsur judul, unsur pembuka, unsur materi, unsur tata bahasa, dan unsur evaluasi, sedangkan fungsi materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa dilihat berdasarkan konteks, tujuan dan situasi

    Pemendekan Kata Bahasa Indonesia dalam Harian Radar Tulungagung

    No full text
    Ringkasan:Penelitian ini membahas pemendekan kata bahasa Indonesia dalam Harian Radar Tulungagung edisi Desember 2017. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berbasis tekstual berupa surat kabar. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis pemendekan kata bahasa Indonesia berupa singkatan, akronim, kontraksi, dan penggalan, dan pola vokal konsonan pada pemendekan kata bahasa Indonesia dalam Harian Radar Tulungagung

    Perbandingan Penggunaan Strategi Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas VII SMP Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Strategi literasi dalam pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif melalui berpikir tingkat tinggi dengan tujuan akhir pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Strategi literasi dimaknai sebagai beragam teknik yang disusun dan diterapkan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa dengan memanfaatkan teks untuk menyelesaikan masalah sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa meningkat. Strategi literasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran di SMP. Pada pembelajaran yang berfokus pada teks, penggunaan strategi literasi dapat dilihat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan pada pembelajaran yang berfokus pada kegiatan observasi dan praktikum, penggunaan strategi literasi dapat dilihat dalam pembelajaran IPA. Oleh karena itu, peneliti ingin membandingkan penggunaan strategi literasi antara pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan strategi literasi dalam perencanaan (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini adalah paparan informasi tentang strategi literasi pada langkah-langkah pembelajaran selama empat pertemuan dalam RPP Bahasa Indonesia dan empat pertemuan dalam RPP IPA. Data kedua adalah paparan informasi tentang strategi literasi dalam transkrip pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA di kelas VII SMP sebanyak empat kali pertemuan yang bersumber dari peristiwa belajar mengajar di dalam kelas. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah peneliti, panduan wawancara, alat perekam, panduan penelaahan RPP, dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Sementara itu, instrumen analisis data meliputi panduan analisis dan kodifikasi data. Pada tahap analisis data, terdapat lima tahap yang dilakukan, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, kodifikasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan 72 data strategi literasi pada langkah-langkah pembelajaran dalam RPP serta 47 data strategi literasi pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Perbandingan penggunaan strategi literasi dapat dilihat berdasarkan waktu pelaksanaan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada langkah-langkah pembelajaran dalam RPP, strategi literasi yang digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA berbeda. Pada rencana kegiatan pendahuluan, strategi literasi yang menonjol dalam pembelajaran IPA dan tidak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah membuat prediksi. Hal ini karena kegiatan dalam pembelajaran IPA adalah observasi dan praktikum sehingga siswa dilatih membuat hipotesis. Pada rencana kegiatan inti, variasi strategi literasi yang digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA sama, tapi proses kognitif yang digunakan oleh siswa lebih kompleks pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Strategi literasi yang menonjol pada rencana kegiatan inti adalah mengidentifikasi tujuan membaca serta memvisualisasi dan/atau think aloud yang digunakan pada semua pertemuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Hal ini karena siswa terlibat aktif untuk mengamati dan berdiskusi dengan kelompok. Pada rencana kegiatan penutup, strategi literasi yang menonjol adalah menyimpulkan hasil pembelajaran yang hanya digunakan pada rencana kegiatan penutup Bahasa Indonesia. Sementara pada pembelajaran IPA, strategi yang menonjol adalah mengonfirmasi, merevisi, atau menolak prediksi yang dilakukan sebagai respons kegiatan membuat prediksi. Oleh karena itu, berdasarkan variasi strategi literasi dan proses kognitif yang digunakan, strategi literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kompleks daripada pembelajaran IPA. Strategi literasi yang digunakan pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA juga berbeda. Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan, strategi literasi yang menonjol adalah membuat prediksi dan curah pendapat yang hanya digunakan pada pembelajaran IPA. Hal ini karena kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran IPA adalah observasi dan praktikum sehingga siswa membuat hipotesis dan mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pada pelaksanaan kegiatan inti, variasi strategi literasi yang digunakan juga lebih banyak pada pembelajaran IPA. Akan tetapi, kompleksitas proses kognitif yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan inti pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kompleks daripada pembelajaran IPA. Strategi literasi yang menonjol dalam pelaksanaan kegiatan inti antara Bahasa Indonesia dan IPA adalah mengidentifikasi informasi yang relevan serta memvisualisasi dan/atau think aloud. Hal ini karena siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, berpikir keras, dan mengungkapkan pemahamannya. Pada pelaksanaan kegiatan penutup, variasi strategi literasi yang digunakan lebih banyak pada pembelajaran Bahasa Indonesia daripada pembelajaran IPA. Oleh karena itu, apabila dilihat dari variasi strategi literasi yang digunakan maka strategi literasi dalam pembelajaran IPA lebih bervariasi, tetapi kompleksitas proses kognitif yang digunakan lebih kompleks pada pembelajaran Bahasa Indonesia daripada pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran bagi guru Bahasa Indonesia adalah hendaknya strategi literasi membuat prediksi dan curah pendapat digunakan pada kegiatan pendahuluan dalam RPP dan pelaksanaan pembelajaran untuk melatih keterampilan berpikir kritis-kreatif siswa. Hal ini karena strategi literasi tersebut dapat membangkitkan skemata dan antusias siswa dalam kegiatan membaca. Bagi guru IPA, strategi literasi menyimpulkan hasil pembelajaran hendaknya dapat digunakan pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penutup dalam pembelajaran agar pemahaman siswa terhadap pembelajaran lebih kuat. Sementara itu bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk melihat strategi literasi pada seluruh guru Bahasa Indonesia pada satu sekolah, meneliti efektifitas penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran, serta pengembangan bahan ajar berbasis strategi literasi

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇