SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Analisis Nilai Moral Teks Cerpen dengan Menggunakan Strategi SQ3R untuk Siswa SMA/MA Kelas XI
ABSTRAK Aprilia, Kiki. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Analisis Nilai Moral Teks Cerpen dengan Menggunakan Strategi SQ3R untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, analisis nilai moral teks cerpen, strategi SQ3R Penelitian pengembangan bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R dilatarbelakangi dari hasil pengumpulan informasi awal bahwa terdapat keterbatasan bahan ajar teks cerpen yang digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah, siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nilai moral dalam teks cerpen. Siswa mengalami kesulitan dikarenakan tidak adanya strategi khusus untuk pembelajaran menganalisis nilai moral dalam teks cerpen. Dengan demikian, disusunlah bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R dengan memperhatikan kelayakan isi, sistematika penyajian, bahasa, dan tampilan. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar yang dimodifikasi dari model pengembangan Research and Development (R&D) Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, penelitian dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap prapengembangan dan tahap pengembangan. Tahap prapengembangan terdiri atas studi literatur dan analisis kebutuhan. Tahap pengembangan terdiri enam langkah, yaitu (1) pengumpulan data. (2) desain produk, (3) validasi desain, (4) perbaikan desain, (5) uji coba produk, dan (6) revisi produk. Jenis data penelitian ini terdiri atas data nonverbal yang berupa skor dan data verbal berupa hasil wawancara dan saran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan angket. Analisis data dilakukan dengan cara, (1) mengumpulkan data nonverbal dari hasil angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal dari wawancara, (3) mengklasifikasi data kualitatif tersebut sesuai dengan kriteria, dan (4) penulisan dan penyusunan bahan ajar. Penelitian ini menghasilkan produk modul siswa berjudul Mari Giat Berbahasa Indonesia. Penilaian bahan ajar yang mencakup aspek isi, sistematika, bahasa, dan tampilan dilakukan oleh ahli penyusunan bahan ajar, ahli penyususnan bahan ajar dan pembelajaran sastra, praktisi, dan siswa. Hasil penilaian bahan ajar dari aspek isi oleh ahli penyusunan bahan ajar memperoleh persentase 90,6%, ahli penyusunan bahan ajar dan pembelajaran sastra memperoleh persentase 79,2%, praktisi memperoleh persentase 84,3%, siswa memperoleh persentase 83,8%. Penilaian aspek sistematika bahan ajar oleh ahli penyusunan bahan ajar dan pembelajaran sastra memperoleh persentase 85%, praktisi memperoleh persentase 92,8%, siswa memperoleh persentase 86,7%. Penilaian aspek bahasa bahan ajar oleh ahli penyusunan bahan ajar dan pembelajaran sastra memperoleh persentase 100%, praktisi memperoleh persentase 75%, siswa memperoleh persentase 92,4%. Penilaian aspek tampilan bahan ajar oleh ahli penyusunan bahan ajar dan pembelajaran sastra memperoleh persentase 87,5%, praktisi memperoleh persentase 100%, siswa memperoleh persentase 84,4%. Berdasarkan persentase yang diperoleh menunjukkan bahwa produk bahan ajar layak diimplementasikan. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R yang dikembangkan tergolong layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran analisis nilai moral teks cerpen. Saran pemanfaatan produk meliputi saran dari empat pihak, yaitu guru bahasa Indonesia, siswa, peneliti selanjutnya, dan pengembangan produk lebih lanjut. Produk bahan ajar dapat digunakan guru bahasa Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber belajar dalam pembelajaran analisis nilai moral teks cerpen. Produk bahan ajar dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran analisis nilai moral teks cerpen. Produk bahan ajar dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai alternatif model penyusunan bahan ajar yang akan dikembangkan dan sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun buku pelajaran mengenai teks cerpen. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang produk lebih lanjut dengan memanfaatkan bahan ajar analisis nilai moral teks cerpen dengan menggunakan strategi SQ3R sebagaimana mestinya.
Analisis Materi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VIII
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) jenis materi pembelajaran tiap bab dalam buku teks dan (2) keterkaitan materi dengan penguatan pendidikan karakter dan literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode kepustakaan. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama yakni peneliti sendiri dan tabel analisis materi buku teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi di setiap bab buku teks sudah memuat (1) fakta; (2) konsep; (3) penugasan (latihan) dan penilaian, dan (4) prosedur dalam keterampilan, dan karakter yang diterapkan dalam materi tiap bab buku teks di antaranya, yaitu karakter rasa ingin tahu, kreatif, kerja sama, tanggung jawab dan jujur. Pendidikan karakter dan kegiatan literasi diintegrasikan melalui penugasan. Kata Kunci: Materi buku teks, jenis materi pembelajaran, pendidikan karakter, literas
Proses Kreatif Penulisan Novel Bad Reputation
Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu, (1) memaparkan proses kreatif dalam penulisan novel Bad Reputation, (2) menghasilkan karya novel berjudul Bad Reputation. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D yang terdiri atas empat prosedur, yaitu pendefinisian, desain, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian dan pengembangan ini bersifat refleksi berdasarkan novel Bad Reputation yang telah selesai diterbitkan secara mayor
Analisis Buku Teks Materi Teks Cerpen untuk Pembelajaran Kelas
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan bahasa pada buku teks materi teks cerpen untuk pembelajaran kelas XI tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriiptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa unit-unit verbal tulis dalam materi teks cerpen yang terdapat pada dua buku teks terteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi teks cerpen pada dua buku teks terteliti satu ditinjau dari penggunaan bahasa terdapat tiga kriteria yang sesuai dengan indikator penggunaan bahasa pada buku teks dari BSNP, yang meliputi (1) kesesuain dengan tingkat perkembangan peserta didik, (2) keruntutan dan keterpaduan bab, dan (3) keruntutan dan keterpaduan paragraf. Sementara itu, pada buku teks terteliti dua ditinjau dari kesesuaian penggunaan bahasa cakupan materi teks cerpen seluruh aspek telah terpenuhi dan merujuk pada kriteria yang telah ditetapkan BSNP
Pengembangan Modul Menulis Cerita Fantasi dengan Sumber Ide Gambar Seri Petualangan Bambam untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul menulis cerita fantasi dengan sumber ide gambar seri petualangan Bambam dengan memerhatikan aspek isi, kegrafikaan, dan kebahasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 7 tahap. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah modul menulis cerita fantasi. Hasil validasi rata-rata 88,5%, hasil uji praktisi rata-rata 95%, dan hasil uji lapangan rata-rata 89,25%
Pengembangan Bahan Ajar Teks Persuasi untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs
ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar teks persuasi untuk siswa kelas VIII SMP/MTs. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar teks persuasi dengan judul Aktif dan Kreatif Belajar Persuasi. Bahan ajar tersebut terdiri atas empat spesifikasi produk yang berupa aktivitas pokok, yakni memahami isi teks persuasi, menyimpulkan isi teks persuasi, mengenali struktur dan bentuk teks persuasi, serta menyusun teks persuasi. Kata Kunci: bahan ajar, teks persuasi, siswa kelas VII
Pengembangan Bahan Ajar Teks Ulasan untuk Siswa Kelas VIII SMP
ABSTRAK Teks ulasan adalah teks yang memaparkan tinjauan kelebihan dan kekurangan suatu karya sehingga pembaca memiliki arahan untuk menyeleksi karya yang akan dinikmati. Penelitian pengembangan bahan ajar teks ulasan masih belum banyak dilakukan. Bahan ajar yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan guru sebagai buku penunjang pembelajaran teks ulasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar teks ulasan. Bahan ajar teks ulasan tersebut terdiri atas empat spesifikasi produk yang berupa aktivitas pokok, yakni (1) memahami teks ulasan, (2) mengungkapkan kembali teks ulasan, (3) menganalisis struktur dan kebahasaan teks ulasan, dan (4) menyusun teks ulasan. Model penelitian pengembangan ini menggunakan model Research and Development (R&D). Model tersebut diadaptasi menjadi lima tahap, yaitu (1) pengumpulan data untuk mengumpulkan informasi teks ulasan secara mendalam, (2) desain produk untuk merancang produk bahan ajar sesuai dengan hasil pengumpulan data, (3) validasi desain berupa validasi produk bahan ajar pada ahli dan praktisi, (4) revisi desain berupa revisi produk sesuai dengan masukan ahli dan praktisi, dan (5) uji coba produk berupa uji coba terbatas dalam pembelajaran di kelas. Data penelitian ini berupa data verbal dan data numerik. Analisis data dilakukan dengan cara mengolah data verbal dan numerik. Data verbal dicermati dan digunakan sebagai acuan untuk melakukan revisi produk. Data numerik berupa total skor penilaian angket yang dihitung distribusi frekuensinya dan data numerik berupa skor penilaian tugas siswa yang dianalisis derajat kesukaran butir soalnya. Hasil penelitian pengembangan ini berupa aktivitas pokok yang terdiri atas (1) memahami teks ulasan, (2) mengungkapkan kembali teks ulasan, (3) menganalisis struktur dan kebahasaan teks ulasan, dan (4) menyusun teks ulasan. Pertama, aktivitas pokok memahami teks ulasan berupa aktivitas menemukenali isi teks ulasan, menggolongkan jenis teks ulasan, dan menentukan unsur teks ulasan. Kedua, Aktivitas mengungkapkan kembali teks ulasan berupa aktivitas menunjukkan wujud penalaran, membuktikan penalaran dengan menggabungkan dua kalimat atau lebih, dan memaparkan penalaran dengan membuat paragraf. Ketiga, aktivitas menganalisis struktur dan kebahasaan teks ulasan berupa aktivitas menemukan struktur teks ulasan dan menunjukkan kebahasaan teks ulasan. Keempat, aktivitas menyusun teks ulasan berupa aktivitas menyebutkan kualitas karya, menyusun bagian-bagian teks ulasan, dan menyunting teks ulasan. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah pengembangan keempat spesifikasi bahan ajar dihasilkan berdasarkan kajian teori dalam penelitian pengembangan ini. Aktivitas memahami teks ulasan dihasilkan sesuai dengan kajian teori hakikat teks ulasan, jenis teks ulasan, dan unsur teks ulasan. Aktivitas mengungkapkan kembali teks ulasan dihasilkan sesuai dengan kajian teori wujud penalaran dan kebahasaan wujud penalaran. Aktivitas menganalisis struktur dan kebahasaan teks ulasan dihasilkan sesuai dengan kajian teori struktur teks ulasan dan kebahasaan teks ulasan. Aktivitas menyusun teks ulasan dihasilkan sesuai dengan kajian teori unsur teks ulasan, struktur teks ulasan, kebahasaan teks ulasan dan wujud penalaran. Saran penelitian pengembangan ini berupa saran pemanfaatan bahan ajar teks ulasan. Saran pemanfaatan bahan ajar ditujukan kepada tiga pihak yang terdiri atas (1) saran bagi siswa, (2) saran bagi guru, (3) saran bagi peneliti lain. Pertama, saran bagi siswa. Bahan ajar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Sumber belajar ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengenali, memahami, dan menyusun teks ulasan dengan mudah dan baik. Kedua, saran bagi guru. Bahan ajar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai buku penunjang pembelajaran teks ulasan. Buku penunjang ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran teks ulasan di kelas. Ketiga, saran bagi peneliti lain. Bahan ajar teks ulasan dapat dikembangkan lagi menggunakan teori jenis teks ulasan berdasarkan isinya dan teori metode pengembangan paragraf
IMPLEMENTASI BAHAN AJAR MENULIS NASKAH DRAMA DALAM PEMBELAJARAN SISWA DI KELAS VIII
ABSTRAK: Bahan ajar merupakan segala bahan yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dalam menunjang tujuan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat penerapan bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas VIII SMP Negeri 6 Malang. Alasan yang melatar belakangi penelitian ini adalah karena guru jarang mengimplementasikan atau menerapkan bahan ajar secara terperinci melainkan hanya seperlunya saja. Sedangkan bahan ajar yang melimpah sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen analisis, lembar observasi, dan catatan lapangan. Adapun temuan dalam penelitian ini meliputi (1) perencaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran. Kata Kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluas
MUATAN NILAIKARAKTER DALAM TEKS FABEL KARYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WAJAK
Hal yang melatarbelakangi ditelitinya karya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak berupa teks fabel yaitu banyaknya isu tentang keadaan moral dikalangan siswa SMP yang semakin menghawatirkan. Kekhawatiran itu ditandai dengan munculnya jenis-jenis kenakalan remaja yang terjadi di kalangan siswa SMP. Penyimpangan yang terjadi tersebut akibat kurangnya penanaman nilai karakter dalam diri siswa. Peran sekolah sebagai jenjang pendidikan formal harus mampu menanamkan nilai karakter ke dalam aspek pembelajaran khususnya bahasa Indonesia. Selain penanaman nilai karakter berupa sikap yang baik di lingkungan sekolah, penanaman nilai karakter juga bisa dimasukan ke dalam pembelajaran siswa di kelas. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, maka penanaman nilai karakter pada siswa akan tercapai. Ada banyak cara dan media yang dapat dikreasikan untuk mendidik, membangun, dan mengembangkan nilai karakter pada siswa. Salah satu medianya dalam pembelajaran siswa kelas VIII adalah sastra tulis yang berbentuk fabel. Teks fabel sebagai teks sastra pada kelas VIII menjadi media yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam bentuk karya yang memuat nilai karakter. Selain unsur satir (sindiran) dan kritik, unsur ajaran moral juga merupakan unsur yang paling penting di dalam teks fabel, sehingga teks fabel merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan moral, politik dan agama. Melalui teks fabel diharapkan dapat tertanamnya nilai-nilai moral yang penting dalam penanaman nilai karakter siswa. Dengan demikian fabel merupakan salah satu sarana yang potensial dalam pembentukan karakter pada siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan muatan nilai karakter dalam teks fabel karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 dan untuk mendeskripsikan pengintegrasian nilai karakter yang dapat dilihat dalam struktur isi teks fabel. Cara mengintegrasiannya dilakukan dengan menggabungkan beberapa nilai karakter seperi peduli sosial, kerja keras, dan percaya diri kedalam struktur teks fabel seperti judu, orientasi, komplikasi, resolusi dan koda. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Wajak. Sumber data penelitian ini yaitu teks fabel siswa kelas VIII C. Data penelitian berupa nilai-nilai karakter pada teks fabel karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, serta instrument penunjang berupa instrumen pengambilan data dan tabel analisis data. Analisis data dilakukan mulai tahap reduksi data, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan ketekunan pengamat. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertama terdapat lima muatan nilai karakter yang ada dalam teks fabel yang diproduksi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak, yaitu (1) nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa yang berisi religius, (2) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri yang berisi jujur, tanggung jawab, sombong, kerja keras, percaya diri, ingin tahu, berbohong, licik, cerdik, dan kreatif, (3) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesame meliputi menghargai prestasi dan bersahabat, (4) nilai karakter dalam hubunganya dengan lingkungan meliputi peduli lingkungan dan peduli sosial, dan (5) nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan meliputi menghargai keberagaman. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut. Karakter paling banyak termuat pada teks fabel karya siswa adalah karakter peduli sosial dan sombong (18 data). Selanjutnya, nilai karakter kerja keras (8 data), menghargai prestasi (8 data), kreatif (5 data), licik (4 data), berbohong (3 data), peduli lingkungan dan religius (2 data). Serta nilai karakter percaya diri dan menghargai keberagaman (1 data). Berdasarkan kelima karakter yang diintegrasikan siswa dalam teks, terdapat karakter yang paling banyak muncul, yaitu nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan yang dijabarkan dalam nilai karakter peduli sosial. Dalam praktiknya, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan atau dilihat dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep nilai karakter yang kurang dipahami siswa sulit muncul dalam teks fabel yang diproduksi. Kedua, Siswa mengintegrasikan nilai karakter ke dalam lima struktur isi teks fabel, yaitu judul, orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian: (1) judul sebanyak 15 karakter, (2) orientasi sebanyak 14 karakter, (3) komplikasi sebanyak 29 karakter, (4) resolusi sebanyak 19 karakter, dan (5) koda sebanyak 9 karakter. Berdasarkan hasil tersebut, siswa paling banyak mengintegrasikan muatan nilai karakter pada bagian komplikasi. Bagian itu merupakan bagian yang esensial dalam teks fabel karena menjadi tahap munculnya sebuah masalah atau puncak masalah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam satu teks terdapat satu atau lebih muatan nilai karakter dalam struktur isi teks fabel yang berbeda, misalnya pada satu teks memuat nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian komplikasi dan koda. Berdasarkan temuan penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut. Pertama, saran untuk penulis dan pembaca artikel. Hasil skripsi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis artikel yang berkaitan dengan nilai karakter. Selanjutnya untuk pembaca artikel dapat digunakan untuk mengetahui muatan nilai karakteristik dalam teks fabel karya siswa kelas VIII. Kedua, saran untuk guru bahasa Indonesia. Siswa harus sering menerepakan nilai karakter yang baik dalam seluruh aspek pembelajaran bahasa Indonesia, baik sastra dan bahasa. Ketiga, saran untuk peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih mengangkat topik-topik tentang pendidikan dan nilai karakter dalam penelitiannya. Hal ini sebagai wujud peduli terhadap keadaan moral bangsa Indonesia yang perlu mendapat perhatian lebih
ASPEK PROFETIK TOKOH AZZAM DALAM NOVEL DWILOGI KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBBURAHMAN EL-SHIRAZY
Penelitian ini memanfaatkan Novel Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih untuk diteliti dari segi profetik. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek profetik yang ada pada tokoh Azzam yang berkaitan dengan amar ma’ruf, nahi munkar, dan tu’minuna billah dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini berusaha untuk memberikan data secara objektif tentang aspek profetik yang berkaitan dengan amar ma’ruf, nahi munkar, dan tu’minuna billah yang ada dalam novel Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih. Data penelitian ini adalah berupa kutipan kalimat, paragraf, atau dialog tokoh yang terdapat di dalam novel Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburahman El-Shirazy. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga aspek profetik, yaitu (1) amar ma’ruf (menyuruh kebaikan, humanisasi), (2) nahi munkar (mencegah kejahatan, liberasi), dan (3) tu’minuna billah (beriman kepada Tuhan,transendensi)