SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Karakteristik Cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Firdiana, Ayu. 2017. Karakteristik Cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Skripsi,  Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M. Pd.   Kata Kunci: karakteristik, cerpen   Cerpen merupakan bentuk prosa rekaan yang pendek. Pendek yang dimaksud masih adanya keutuhan cerita, tidak hanya sedikit halaman. Cerpen merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh. Pengertian lain, cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa, dan pengalaman. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Cerpen memiliki unsur-unsur yang membangun dari dalam cerpen tersebut yang disebut unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, alur, tokoh, perwatakan, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan sehingga menjalin suatu cerita yang utuh. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini sebagai berikut: (1) mendiskripsikan tema cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, (2) mendeskripsikan alur cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, (3) mendiskripsikan tokoh dan penokohan cerpen  Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, dan (4) mendiskripsikan latar cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang bersifat kualitatif. Data penelitian tersebut berupa naskah cerpen Odapus (pasien Lupus) dan sahabat Kupu Cantik Blitar, berupa hasil karya menulis cerpen, dengan  karakteristik yang akan dianalisis yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar. Sumber data penelitian ini adalah 10 cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Pelaksanaan penelitian, peneliti sebagai observer yang akan mencatat semua hal yang terjadi selama proses membuat cerpen berlangsung, kemudian menganalisis seperti apa yang sudah menjadi acuan menganalisis dalam penelitian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Blitar mulai 21 Februari 2017 berakhir pada 15 Maret 2017. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap yaitu kodifikasi data, klasifikasi data, dan perapian data. Tahap pertama, kodifikasi data merupakan pemberian kode berdasarkan abjad judul cerpen dan nama siswa untuk pengurutan data. Tahap kedua, klasifikasi data merupakan suatu cara untuk mengkategorikan data ke dalam tabel. Tahap ketiga, data yang telah dikategorikan kemudian diperiksa keabsahannya. Data penelitian ini yaitu paparan bahasa yang mengandung tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar dalam cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar berupa kutipan teks.  Instrumen kunci penelitian adalah peneliti sendiri dengan dibantu instrumen tambahan berupa tabel pengumpul data dan panduan analisis data. Hasil penelitian ini adalah karakteristik cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar pada aspek tema lebih didominasi dengan tema perjuangan hidup. Tema yang sifatnya universal ini akrab dengan kehidupan para pengarang karena sedang mengalami sakit atau keluarganya ada yang sakit dan dalam perjuangan menjalani hidupnya. Sedangkan tema lain yang muncul yaitu masalah percintaan, keagamaan, dan perjalanan hidup. Karakteristik alur cerpen yang ditulis Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh penggunaan alur maju. Dari sepuluh cerpen yang menggunakan alur campuran hanya dua cerpen. Hal tersebut umumnya ditemukan pada cerpen. Karakteristik tokoh cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh tokoh-tokoh protagonis yang digambarkan secara langsung oleh pengarang. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh-tokoh yang seringkali ditemui dikehidupan nyata seperti tokoh aku, ibu, bapak, teman, dan dokter. Sedangkan penokohan yang digunakan mayoritas menggunakan kasih sayang. Karakteristik latar cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh kemampuan pengarang menggunakan pemaparan langsung. Latar tempat disebutkan langsung tanpa penggambaran yang mendetail seperti di halaman rumah, di rumah sakit, dan di sekolah. Latar suasana didominasi kemampuan pengarang menggambarkan cerita yang penuh dengan perjuangan hidup dan penuh kesabaran. Latar waktu yang digunakan waktu yang umum seperti pagi hari, suatu siang, sore hari, dan malam hari. Berdasarkan penelitian yang penulis temukan, penulis mempunyai saran bagi pembaca. Saran yang dapat penulis sampaikan yaitu, bagi guru kelas jika mengajarkan muridnya, agar lebih memperhatikan masalah dalam kelas, agar para siswa dapat lebih mengembangkan ceritanya. Karena pada kenyataan di luar kelas untuk umum, juga masih banyak pemahaman menulis cerpen yang kurang memadahi. Untuk peneliti lanjutan, agar memilih judul dan pembahasan yang lebih baru lagi dan membahas permasalahan yang lain untuk lebih mengetahui permasalahan yang sedang ada di pembelajaran

    Karakteristik Cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Firdiana, Ayu. 2017. Karakteristik Cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Skripsi,  Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M. Pd.   Kata Kunci: karakteristik, cerpen   Cerpen merupakan bentuk prosa rekaan yang pendek. Pendek yang dimaksud masih adanya keutuhan cerita, tidak hanya sedikit halaman. Cerpen merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh. Pengertian lain, cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa, dan pengalaman. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Cerpen memiliki unsur-unsur yang membangun dari dalam cerpen tersebut yang disebut unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, alur, tokoh, perwatakan, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan sehingga menjalin suatu cerita yang utuh. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini sebagai berikut: (1) mendiskripsikan tema cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, (2) mendeskripsikan alur cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, (3) mendiskripsikan tokoh dan penokohan cerpen  Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar, dan (4) mendiskripsikan latar cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang bersifat kualitatif. Data penelitian tersebut berupa naskah cerpen Odapus (pasien Lupus) dan sahabat Kupu Cantik Blitar, berupa hasil karya menulis cerpen, dengan  karakteristik yang akan dianalisis yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar. Sumber data penelitian ini adalah 10 cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar. Pelaksanaan penelitian, peneliti sebagai observer yang akan mencatat semua hal yang terjadi selama proses membuat cerpen berlangsung, kemudian menganalisis seperti apa yang sudah menjadi acuan menganalisis dalam penelitian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Blitar mulai 21 Februari 2017 berakhir pada 15 Maret 2017. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap yaitu kodifikasi data, klasifikasi data, dan perapian data. Tahap pertama, kodifikasi data merupakan pemberian kode berdasarkan abjad judul cerpen dan nama siswa untuk pengurutan data. Tahap kedua, klasifikasi data merupakan suatu cara untuk mengkategorikan data ke dalam tabel. Tahap ketiga, data yang telah dikategorikan kemudian diperiksa keabsahannya. Data penelitian ini yaitu paparan bahasa yang mengandung tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar dalam cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar berupa kutipan teks.  Instrumen kunci penelitian adalah peneliti sendiri dengan dibantu instrumen tambahan berupa tabel pengumpul data dan panduan analisis data. Hasil penelitian ini adalah karakteristik cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar pada aspek tema lebih didominasi dengan tema perjuangan hidup. Tema yang sifatnya universal ini akrab dengan kehidupan para pengarang karena sedang mengalami sakit atau keluarganya ada yang sakit dan dalam perjuangan menjalani hidupnya. Sedangkan tema lain yang muncul yaitu masalah percintaan, keagamaan, dan perjalanan hidup. Karakteristik alur cerpen yang ditulis Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh penggunaan alur maju. Dari sepuluh cerpen yang menggunakan alur campuran hanya dua cerpen. Hal tersebut umumnya ditemukan pada cerpen. Karakteristik tokoh cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh tokoh-tokoh protagonis yang digambarkan secara langsung oleh pengarang. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh-tokoh yang seringkali ditemui dikehidupan nyata seperti tokoh aku, ibu, bapak, teman, dan dokter. Sedangkan penokohan yang digunakan mayoritas menggunakan kasih sayang. Karakteristik latar cerpen Odapus dan Sahabat Kupu Cantik Blitar didominasi oleh kemampuan pengarang menggunakan pemaparan langsung. Latar tempat disebutkan langsung tanpa penggambaran yang mendetail seperti di halaman rumah, di rumah sakit, dan di sekolah. Latar suasana didominasi kemampuan pengarang menggambarkan cerita yang penuh dengan perjuangan hidup dan penuh kesabaran. Latar waktu yang digunakan waktu yang umum seperti pagi hari, suatu siang, sore hari, dan malam hari. Berdasarkan penelitian yang penulis temukan, penulis mempunyai saran bagi pembaca. Saran yang dapat penulis sampaikan yaitu, bagi guru kelas jika mengajarkan muridnya, agar lebih memperhatikan masalah dalam kelas, agar para siswa dapat lebih mengembangkan ceritanya. Karena pada kenyataan di luar kelas untuk umum, juga masih banyak pemahaman menulis cerpen yang kurang memadahi. Untuk peneliti lanjutan, agar memilih judul dan pembahasan yang lebih baru lagi dan membahas permasalahan yang lain untuk lebih mengetahui permasalahan yang sedang ada di pembelajaran

    Pengembangan Bahan Ajar Memahami Cara Menulis Cerkak dengan Menggunakan Sumber Ide Gambar Berseri untuk Siswa Kelas XII

    No full text
                E-book adalah buku digital yang memuat informasi berupa teks dan gambar yang dapat ditampilkan pada komputer.Bahan ajar yang berbentuk e-book dapat digunakan sebagai media pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran menulis cerkak. Menulis cerkak merupakan salah satu keterampilan menulis yang menghasilkan karya sastra. Studi pendahuluan dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa dan wawancara dengan guru. Tujuan pengembangan ini, yaitu (1) menghasilkan produk E-book Pinter Nulis Cerkak Nganggo Sumber Ide saka Gambar berseri Kanggo SMA/SMK Kelas XII dan (2) mengetahui kelayakan E-book Pinter Nulis Cerkak Nganggo Sumber Ide saka Gambar berseri Kanggo SMA/SMK Kelas XII yang dibuat melalui hasil validasi ahli materi menulis cerkak, ahli media menulis cerkak, dan praktisi.             Model desain adaptasi pengembangan Borg dan Gall (1983) digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dan pengembangan e-book. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada tujuh tahap yang digunakan, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli dan praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir. Validasi ahli dilakukan melalui uji kepada ahli materi dan ahli media menulis kreatif cerkak.             Berdasarkan hasil uji produk yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, praktisi, dan subjek uji diperoleh skor yang berbeda-beda. Data nonverbal (numerik) dan verbal dari hasil uji dijabarkan sebagai berikut. Ahli materi memberikan nilai 85 (sangat layak) untuk kelengkapan materi, 83,33 (sangat layak) untuk aspek kedalaman materi, 100 (sangat layak) untuk aspek keakuratan materi, 87,5 (sangat layak) untuk aspek bahasa e-book, dan 88,3 (sangat layak) untuk aspek tampilan e-book. Ahli materi memberikan komentar dan saran bahwa perlu adanya revisi pada beberapa bagian agar lebih mudah dimengerti dan diterapkan dalam pembelajaran. Ahli media memberikan nilai 78,6 (layak) untuk aspek kelayakan isi e-book, 75 (layak) untuk aspeksistematika e-book, 75 (layak) untuk aspek bahasa e-book, dan 76,9 (layak) untuk aspek tampilan e-book. Ahli media memberikan komentar dan saran untuk menghindari warna yang terlalu banyak, menggunakan huruf yang mudah terbaca ketika di layar monitor, memperbesar beberapa ukuran huruf di bagian inti, menampilkan sistematika dengan satu halaman bukan dua halaman, dan mempertimbangkan ukuran font. Praktisi memberikan nilai 100 (sangat layak) untuk aspek isi e-book, 87,5 (sangat layak) untuk aspek sistematika e-book, 85 (sangat layak) untuk aspek bahasa e-book, dan 95,8 (sangat layak) untuk aspek tampilan e-book. Praktisi memberikan komentar dan saran bahwa peneliti diharapkan untuk menjelaskan langkah menulis cerkak dan merevisi beberapa kata dalam e-book. Pada uji lapangan diperoleh hasil presentase terendahjawaban siswa adalah 87,5 (sangat layak) dan presentase tertinggi jawaban siswa adalah 94,31 (sangat layak). Keseluruhan jawaban siswa mencapai presentase 94,16 (sangat layak). Tidak ada data verbal dari hasil uji siswa. Hasil pengembangan e-book dari aspek isi e-book kelengkapan materi, latihan, dan contoh yang sesuai dengan teori menulis cerkak. Teori yang dijabarkan dalam e-book meliputi: (1) pengertian cerkak, (2) ciri-ciri cerkak, (3) struktur cerkak, (4) unsur pembangun cerkak, (5) paramasastra, (6) mengenali nilai karakter dalam gambar berseri, (7) langkah-langkah menulis cerkak, (8) langkah-langkah menyunting cerkak, dan (9) langkah-langkah memublikasikan cerkak. E-book menghasilkan sistematika yang terstruktur. Sistematike-book mengklasifikasikan materi, contoh, dan latihan ke dalam lima kegiatan. Kegiatan pertama, yaitu Ngerteni Cerkak yang berisi materi mengenai cerkak dan contoh analisis berdasarkan alur cerkak. Kegiatan kedua, yaitu Ngrancang Nulis Cerkak Nganggo Sumber Ide Saka Gambar berseri berisi tahap-tahap menulis kerangka, mengembangkan kerangka, dan menentukan judul cerkak. Kegiatan ketiga, yaitu Ngrakit Cerkak Nganggo Sumber Ide saka Gambar berseriberisi kegiatan menulis cerkak berdasarkan alur. Kegiatan keempat, yaitu Ngolah Cerkakyang berisi tahap-tahap merevisi cerkak. Kegiatan kelima, yaitu Mbiwarakake Cerkak berisi pilihan alternatif yang dapat dipilih untuk memublikasikan cerkak. E-bookmenggunakan bahasa Jawa yang sesuai dengan kaidah bahasa Jawa, lugas, dan komunikatif sesuai dengan bahasa pembelajaran. E-book menghasilkan tampilan ukuran buku, sampul buku, dan desain isi buku dengan komposisi warna dan pemberian gambar pendukung yang menarik minat baca. Penyebarluasan produk e-book menulis cerkak ini dapat dilakukan dengan cara (1) disajikan dalam seminar kesesama mahasiswa, (2) artikel dari hasil penelitian didiseminasikan melalui website, (3) produk ini bisa disebarluaskan melalui forum MGMP Bahasa Jawa, dan (4) produk ini bisa disebarluaskan melalui internet

    Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi untuk Siswa SMP Berbasis Multimedia Interaktif

    No full text
    ABSTRAK   Yuswantoro, Yogi. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi untuk Siswa SMP Berbasis Multimedia Interaktif. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Roekhan, M.Pd    Kata kunci: media pembelajaran, menulis teks deskripsi, multimedia interaktif.   Pada beberapa dekade terakhir, komputer dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran yang dikenal dengan nama multimedia interaktif, dengan kecepatan penguasaan materi yang dapat diatur sendiri oleh pemakainya. Multimedia menawarkan pembelajaran lebih menarik, efektif, dan efisien  sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang maksimal. Saat ini, kurikulum yang digunakan pada jenjang SMP adalah kurikulum 2013 yang menekankan pembelajaran berbasis teks. Salah satu kompetensinya adalah teks deskripsi. Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif diperlukan untuk memudahkan guru dalam pembelajaran dan menumbuhkan minat belajar siswa serta merangsang kreativitas siswa dalam menulis teks deskripsi. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan media pembelajaran menulis teks deskripsi berbasis multimedia interaktif, (2) menghasilkan cara menggunakan media pembelajaran menulis teks deskripsi untuk SMP dengan perangkat pembelajaran berbasis multimedia interaktif, dan (3) menghasilkan latihan menulis teks deskripsi pada pembelajaran menulis teks deskripsi untuk SMP dengan perangkat pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Sadiman. Berdasarkan model tersebut, terdapat delapan tahap prosedur penelitian dan pengembangan, yakni (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) pengembangan alat evaluasi media, (5) penyusunan naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media, dan (8) revisi media. Uji coba produk dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu (1) uji ahli materi, dan (2) uji ahli media pembelajaran. Uji coba produk media pembelajaran menghasilkan data yang diperoleh dari angket. Data penelitian ini berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa komentar, sedangkan data nonverbal berupa skor penilaian. Data dianalisis yaitu mendiskripsikan hasil uji ahli media dan ahli materi dari (1) apek bahasa, (2), aspek tampilan media, (3) aspek tinjauan kurikulum, (4) aspek isi materi, dan (5) aspek latihan. Revisi media pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar dari ahli media dan ahli materi. Hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran menulis teks deskripsi ini layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji media pembelajaran menulis teks deskripsi mendapatkan persentase sebesar 65%, sedangkan hasil uji materi pembelajaran menulis teks deskripsi  mendapatkan persentase sebesar 75%. Dari  hasil uji media dan materi pembelajaran menulis teks deskripsi pada media pembelajaran memperoleh skor rata-rata sebesar 71%, berarti tergolong layak dan dapat diimplementasikan Media pembelajaran menulis teks ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar menulis teks deskripsi. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media pembelajaran ini dan siswa dapat menggunakan media pembelajaran ini secara mandiri. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran menulis teks yang lebih baik lagi.

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Deskripsi Bermuatan Kebudayaan Pasuruan Untuk Siswa Kelas VII SMP

    No full text
    Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan untuk siswa kelas VII SMP dengan pendekatan pembelajaran berbasis teks. Model pengembangan yang digunakan ialah hasil adaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Penelitian ini menghasilkan produk buku siswa dan guru berjudul Mendeskripsikan Kebudayaan Pasuruan. Buku siswa terdiri atas tiga Unit yang disesuaikan dengan pendekatan berbasis teks, yaitu (1) Unit 1, pramenulis yang berisi materi pengertian dan langkah-langkah penulisan teks deskripsi, pemodelan teks, dan menulis terbimbing, (2) Unit 2, menulis secara mandiri, (3) Unit 3, menyunting teks deskripsi, sedangkan buku guru terdiri dari satu judul besar saja yang berisi petunjuk penggunaan buku siswa. Hasil penilaian produk secara keseluruhan dari segi isi, sistematika, bahasa, dan tampilan buku siswa mencapai  persentase 92,4% yang berarti sangat layak dan siap diimplementasikan, sedangkan buku guru mencapai persentase 84,3% yang berarti layak dan siap diimplementasikan

    karya sastra

    No full text
    karya sastra adala

    Ciri Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri teks negosiasi karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain, struktur teks negosiasi karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Lumajang berupa orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup, dan isi teks negosiasi karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Lumajang berupa kesepakatan dan ketidaksepakatan pembelian bahan sandang, bahan pangan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan umbi-umbian.   Kata kunci: teks negosiasi, struktur teks negosiasi, isi teks negosiasi

    ANALISIS TEKS EKSPOSISI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK KELAS VIII SMP

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini difokuskan pada isi dan bahasa teks eksposisi dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isi pada teks eksposisi berupa informasi tentang pentingnya orang tua untuk mengajarkan kejujuran pada anak, cara orang tua untuk mencegah kecanduan gawai pada anak, dampak UN terhadap kemajuan dunia pendidikan, pentingnya mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, dan pentingnya orang tua untuk mewaspadai bahaya kecanduan game online pada anak, sedangkan bahasa pada teks eksposisi menunjukkan ejaan berupa huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, bentuk ulang, kata depan di, dari, dan ke, partikel –lah, partikel pun, tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-), tanda tanya (?), tanda petik (“…”), dan tanda kurung ((…)) yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) serta pilihan kata berupa pronomina persona tunggal, pronomina persona jamak, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, kata populer, dan kata ilmiah

    Penggunaan Substitusi dan Elipsis dalam Teks Berita Majalah Iqro' MAN 3 Kediri

    No full text
    Penelitian ini membahas penggunaan substitusi dan elipsis dalam teks berita majalah SMA, khususnya majalah Iqro’ MAN 3 Kediri. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan ragam substitusi yang digunakan berupa substitusi nominal, verbal, klausal, dan metafora, sedangkan elipsis yang digunakan berupa elipsis nominal, verbal, klausal, adjetival, dan adverbial. Penggunaan substitusi dan elipsis tersebut sudah tepat, namun beberapa masih ada kekurangan. Pada teks berita tersebut terdapat bentuk ketidakefektifan kalimat ditinjau dari ketiadaan substitusi dan elipsis.

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS IKLAN, SLOGAN, DAN POSTER MENGGUNAKAN APLIKASI ADOBE FLASH UNTUK SISWA SMP KELAS VIII

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mengidentifikasi teks iklan, slogan, dan poster untuk siswa SMP kelas VIII. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi dari model penelitian ASURE. Produk penelitian dan pengembangan ini menggunakan aplikasi adobe flash yang dipadukan dengan flat desain. Media pembelajaran mengidentifikasi teks iklan, slogan, dan poster ini berisi pengertian teks, jenis – jenis teks, perbedaan teks, dan soal – soal. Pengumpulan data menggunakan Instrumen berupa angket dan wawancara. Berdasarkan uji yang dilakukan kepada ahli media, ahli materi, praktisi, dan siswa media ini layak dan dapat diimplementasikan

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇