SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKS BIOGRAFI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS X SMA/MA/SMK
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif teks biografi bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas X SMA/MA/SMK yang sesuai dengan kompetensi dalam Kurikulum 2013. Berdasarkan dari hasil uji validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, praktisi, dan hasil uji coba lapangan diperoleh persentase sebagai berikut. Persentase kelayakan dari ahli media yaitu 92,3%, dari ahli materi yaitu 95,59%, dari praktisi yaitu 95%, dan dari uji coba lapangan yaitu 88,71%. Berdasarkan data tersebut, diperoleh keseluruhan persentase yaitu 92,9% yang dinilai layak untuk diimplementasikan
Sekolah Dolan Sebagai Lembaga Pendidikan Nonformal
ABSTRAK Hamdani, Muhammad. 2018. Sekolah Dolan Sebagai Lembaga Pendidikan Nonformal, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. ZulkarnaenNasution, M.Pd, M.Si, (II) Sopingi, S.Sos.,M.Pd. Kata Kunci :Sekolah Dolan, Program Institusi, PendidikanNonformal Sekolah Dolan adalah lembaga yang melayani kebutuhan pendampingan anak-anak yang merasa tidak nyaman di sekolah atau anak-anak yang merasa mampu untuk melakukan percepatan dalam belajarnya (akselerasi). Sekolah Dolan memberikan pendampingan belajar dengan tiga cara, yaitu home visit, community visit, dan distance learning. Sekolah Dolan adalah bentuk pendidikan nonformal, hakekatnya sekolah dolan adalah program pendidikan kesetaraan dalam bentuk layanan alternatif karena persekolaan harus menempuh ujian nasional. Pendidikan nonformal relatif lebih fleksibel karena tidak terpaku dengan aturan-aturan persekolahan, persyaratan unsur-unsur pengelolanya lebih fleksibel, materi pelajaran atau latihannya relatif lebih luwes dan materi mata pelajaran pada umumnya lebih banyak yang bersifat praktis dan khusus Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, diantaranya Sekolah Dolan menerapkan program institusi pendidikan nonformal, pengelolaan Sekolah Dolan dan proses pembelajaran di Sekolah Dolan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studikasus. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini bersifat snowball sampling. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sekolah Dolan yang beralamat di Perum Villa Bukit Tidar A2-156 / A4-209 Kota Malang, JawaTimur. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikkan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Temuan penelitian berupa (1) Sekolah Dolan menerapkan program institusi pendidikan nonformal. (2) Pengelolaan lembaga Sekolah Dolan bersifat dinamis, partisipatif, dan terbuka serta berlandaskan komitmen pengelola danpesertadidik. (3) Proses pembelajarannonformal di Sekolah Dolanbersifatfleksibeldanmenggunakanmetodeexperiental learningsertamenggunaansaranadanprasaranalembagasebagai media. Berdasarkanhasilpenelitiantersebutdiharapkan agar (1) penerapan program institusipendidikannonformal di Sekolah Dolandijalankandenganberkelanjutan, tentunyadenganperbaikanbeberapaaspekterutamasumberbelajar yang harusdiperkaya. (2) Sebaiknyaperencanaandankegiatansertapembelajarandirencanakandenganmatangsehinggahasil yang diperolehjugamaksimal
Kemampuan Membaca Cepat dan Pemahaman Literal Teks Deskripsi Mahasiswa Program In-Country Tingkat Menengah Tahun 2018
RINGKASAN. Afanda, Ferisma Yudha. 2018. Kemampuan Membaca Cepat dan Pemahaman Literal Teks Deskripsi Mahasiswa Program In-Country Tingkat Menengah Tahun 2018. Skripsi, JurusanPendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suparno. Kata Kunci: Kosakata, Membaca cepat, Perbendaharaan kata. Keberadaan bahasa Indonesia yang mulai berkembang pesat, ditandai dengan tingkat minat penutur asing yang cukup tinggi dalam mempelajari bahasa Indonesia. Hal tersebut membuat banyak instansi mulai bergerak dalam bidang kebahasaan salah satunya adalah BIPA (Bahasa Indonesia PenuturAsing) yang merupakan salahsatuinstitusidibawahnaunganFakultasSastraUniversitasNegeri Malang.BIPA di Universitas Negeri Malang memiliki sebuah program yang bernama In-Country. Program In-Countryyang diadakan Universitas Negeri Malang tersebut bekerja sama dengan Universitas Walailak Thailand. Mahasiswa program In-Country dalam mempelajari bahasa Indonesia, dapat menggunakan suatu teknik atau metode agar lebih mudah dalam menerima atau memahami kosakata bahasa Indonesia. Salah satu teknikyang dapat diaplikasikan untuk proses pemahaman kosakata terhadap mahasiswa program In-country yaitu menggunakan teknik membaca cepat.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model penerapan teknik membaca cepat dan kemampuan pemahaman literal mahasiswa in-country serta mendeskripsikan kosakata yang diperoleh dari pemahaman teks bacaan. Pada penelitian ini teknik membaca cepat dilakukan sebagai salah satu cara untuk mempermudah proses belajar yang dilakukan mahasiswa asing program In-Country. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif ini memberikan penjelasan deskriptif mengenai data-data yang diperoleh dari mahasiswa program In-Country dari Universitas Walaillak Thailand Selatan. Penjelasan deskriptif yang dimaksud pada penelitian ini yaitumendeskripsikan penerapan teknik membaca cepat dan kemampuan pemahaman literal mahasiswa In-Country sertamendeskripsikan kosakata yang diperoleh dari pemahaman isi bacaan.Pada penelitian ini dilakukan selama dua kali pembelajaran, yaitu pembelajaran 1 dan pembelajaran 2. Pada setiap pembelajaran, mahasiswa asing program In-Country akan di berikan sebuah teks yang berkisar 500 kata untuk dibaca menggunakan teknik membaca cepat dan menjawab latihan soal sebagai bentuk pemahaman isi teks. Hasilpenelitian inimenghasilkanduatemuan.Pertama, kemampuan membaca cepat literal mahasiswa programIn-Country.Kedua,hasil deskripsi kosakata yang diperoleh dari pemahaman teks bacaan yang dilakukan oleh mahasiswa asing program In-Countryyang dilakukan selama dua kali pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan jika mahasiswa asing program In- Country mengalami perkembangan dalam hal pemahaman kosakata yang dilakukan dengan menggunakan teknik membaca cepat, meskipun masih ada yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa program In-Country belum terbiasa membaca menggunakan teknik membaca cepat, dan jika teknik tersebut diajarkan atau dilatihkan kepada para mahasiswa asing program In-Country secara terus-menerus,maka akan sangat efisien dalam prosespemahaman kosakata bahasa Indonesia. Karena pada dasarnya teknik membaca cepat bukan hanya sekadar membaca sebuah teks, tetapi juga harus mampu memahami isi teks yang dibaca, agar dapat menjawab latihan soal yang berhubungan dengan isi teks tersebut
NILAI BUDAYA DALAM NOVEL LANANG KARYA YONATHAN RAHARDJO
RINGKASAN Puspita Sari, Desi. 2018. Nilai Budaya dalam Novel Lanang Karya Yonathan Rahardjo. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, Kata kunci: nilai, budaya, novel, berketuhanan, berkealaman, sesama, berkemasyarakatan, kepribadian Karya sastra merupakan cermin dari pengalaman kehidupan pengarang dan kehidupan sosial masyarakat. Karya sastra diciptakan dari olahan realitas kehidupan dan imajinasi pengarang. Karya sastra lahir dari nilai sosial budaya pengarang. Oleh sebab, itu nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra mencerminkan realitas kehidupan masyarakat dan pengarang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan berketuhanan, (2) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan berkealaman, (3) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan sesama, (4) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan berkemasyarakatan, dan (5) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan berkepribadian yang terdapat dalam novel Lanang karya Yonathan Rahardjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berupa novel Lanang karya Yonathan Rahardjo. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berhubungan dengan analisis nilai budaya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan sosiologis karya sastra untuk menganalisis unsur nilai budaya yang terdapat di dalam novel. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi, monolog dan dialog yang menunjukkan hubungan manusia dengan berketuhanan, hubungan manusia dengan berkealaman, hubungan manusia dengan berkemasyarakatan, dan hubungan manusia dengan kepribadian. Sumber data dari penelitian ini menggunakan novel Lanang karya Yonathan Rahardjo, yang diterbitkan pada tahuun 2008, oleh pustaka alvabet. Novel tersebut merupakan cetakan pertama yang terdiri dari 440 halaman dan 8 bab. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hubungan manusia dengan berketuhanan yang meliputi, berdo’a, dan percaya kepada tuhan; (2) hubungan manusia dengan berkealaman yang meliputi, keadaan alam kebiasaan masyarakat, memanfaatkan alam, dan perkembangan teknologi; (3) hubungan manusia dengan sesama yang meliputi; harapan, kasih sayang, dan ingin tahu; (4) hubungan manusia dengan berkemasyarakatan yang meliputi; harapan, cinta kasih, kebaikan, kebersamaan, bijaksana, gotong royong, ingin tahu, peduli, ramah, patuh , sopan, dan persahabatan; (5) hubungan manusia dengan kepribadian yang meliputi, bertahan hidup, kerja keras, prinsip, jujur, dan sabar.
Mitos Candi Mleri dan Dampak Terhadap Masyarakat. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sasta Indonesia
ABSTRAKSanditya, Agni Gumilar. 2016. Mitos Candi Mleri dan Dampak Terhadap Masyarakat. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sasta Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Roekhan M.Pd.Kata kunci: Mitos, candi mleri, masyarakatTerdapat sebuah candi di kecamatan Srengat, kabupaten Blitar, namanya candi mleri, Dalam candi mleri sendiri, didalam candi utama terdapat 2 makam, yaitu makam yang berisi abu jenazah Ronggo Wuni dan Istrinya. Sedangkan mitos erat kaitanya dengan kepercayaan dan dapat tumbuh dalam masyarakat karena keterbatasan indera manusia yang tidak dapat menjangkau sampai kesebab atas terjadinya suatu hal. Mitos seringkali dijadikan alasan seseorang dalam bertindak dan tidak bertindak karena dalam mitos yang bersangkutan tidak membolehkan. Dalam kehidupan masyarakat tradisional mitos menjadi pedoman dalam hidup bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah mengenai: apa saja mitos-mitos yang berkaitan dengan candi mleri dan bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap mitos-mitos tersebut? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang digunakan dengan tujuan untuk Pendekatan mitologi digunakan untuk mengungkapkan kepercayaan masyarakat dan perilaku masyarakat dalam menanggapi cerita asal-usul Candi Mleri dan mitos-motos yang berkembang di masyarakat tersebut. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu omenggunakan analisis reduksi. Penggunaan analisis reduksi memungkinkan peneliti menemukan hasil dari seluruh data yang diperoleh peneliti selama dilapangan dikumpulkan, Subjek yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, semuanya berstatus juru kunci 2, masyarakat sekitar 1 dan 1 pengunjung candi mleri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mempunyai pemikiran seperti budaya lampau dalam menyikapi mitos-mitos yang ada di candi mleri. Meskipun jaman sudah menjadi modern sebagian masyarakat masih membudayakan adat dari nenek moyang mereka agar masih bisa lestari. Candi merupakan sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama hindu-buddha. Digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Masyarakat sekitar mempercayai adanya hal-hal mistis atau mitos yang ada disekitar candi, begitu juga dengan pengunjung yang datang kesana, berdasarkan cerita dari narasumber, ada beberapa mitos yang beredar di wilayah candi Mleri, antara lai adalah mitos mbah Ageng, mitos Macan Putih, mitos Ular raksasa dan mitos Katak ghoib hal ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada Sebagai bahan tambahan kajian sastra lisan, khususnya mengenai mitos dan tidak menyalahgunakannya sebagai tempat untuk menyekutukan Tuhan. Selain itu pemerintah ikut berperan aktif dalam menjaga budaya dan warisan budaya. Agar warisan budaya tidak hilang begitu saja. Bagi peneliti selanjutnya sebagai bahan refrensi
Peta Isi Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013 Revisi 2016
ABSTRAK Sofiani, Ismi. 2017. Peta Isi Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013 Revisi 2016. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd Kata Kunci: kompetensi dasar, bahasa Indonesia, Kurikulum 2013 revisi 2016. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/MA/SMK/MAK memiliki empat tujuan utama yang tertuang dalam kompetensi inti dandijabarkan dalam kompetensi dasar. Kompetensi dasar memiliki peran yang penting dalam kurikulum. Pencapaian tujuan pembelajaran dan standar kompetensi lulusan sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap kompetensi dasar. Pentingnya fungsi kompetensi dasar menjadi alasan peneliti memilih penelitian berupa Peta Isi Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 Revisi 2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif menelusuri/mengeksplor isi kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 yang telah direvisi pada tahun 2016i. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013 revisi 2016. Data dalam penelitian ini berupa pernyataan-pernyataan kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan kelas X. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) memetakan isi kompetensi dasar pengetahuan dalam kompetensi dasar Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 revisi 2016, dan (2) memetakan isi kompetensi dasar pengetahuan dalam kompetensi dasar Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 revisi 2016. Berdasarkan analisis data diperoleh dua simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013 revisi 2016 berisi (a) kemampuan berpikir tingkat rendah yang dipetakan oleh kata kerja operasional menghubungkan, dan (b) kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dipetakan oleh kata kerja operasional mengidentifikasi, membandingkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Kedua, kompetensi dasar keterampilan Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 revisi 2016 berisi (a) kemampuan berpikir tingkat rendah yang dipetakan oleh kata kerja operasional menginterpretasi, menciptakan kembali, menceritakan kembali, menyususn, mengungkapkan kembali, mendemonstrasikan, dan mereplikasi, dan (b) kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dipetakan oleh kata kerja operasional mengkonstruksikan. Saran dari peneliti adalah (1) guru sebaiknya lebih cermat dalam memahami isi kompetensi dasar agar tidak terjadi kesalahan penafsiran kompetensi dasar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, (2) kepala sekolah perlu memberi perhatian terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dengan cara menyediakan fasilitas yang dapat membantu terlaksananya pembelajaran bahasa Indonesia dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai, dan (3) peneliti yang mengabdikan diri untuk meneliti masalah pendidikan sebaiknya melakukan penelitian yang berkaitan dengan kompetensi dasar Bahasa Indonesia kurikulum 2013 revisi 2016 untuk melengkapi dan menyempurnakan penelitian ini
Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat-menyurat pada Lembaga Pendidikan Kota Blitar Tahun 2015
ABSTRAK Sama’, Nur Lailis. 2017. Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat-menyurat pada Lembaga Pendidikan Kota Blitar Tahun 2015. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata kunci: penggunaan bahasa Indonesia, analisis kesalahan Surat resmi disebut juga surat dinas. Surat dinas adalah surat yang isinya meliputi masalah dinas yang menyangkut administrasi pemerintah (Arifin, 1987:7). Surat dinas bersifat resmi dan mengandung aturan dan etika yang sangat perlu diperhatikan dalam penulisanya. Kesalahan-kesalahan dalam penulisan surat merupakan salah satu wujud ketidaktaatan terhadap kaidah-kaidah bahasa. Surat yang bersifat resmi atau dinas harus memperhatikan bahasa yang dipergunakannya. Ali dan Tanzili (2006:41) menyatakan bahwa bahasa surat resmi yang benar, yaitu menggunakan bahasa yang singkat, padat, tetapi dapat dimengerti isinya oleh pembaca surat; dan menggunakan kata-kata sederhana dan umum serta menghindari kata-kata asing atau kata-kata daerah. Penelitian ini memiliki tujuan-tujuan. Tujuan tersebut adalah untuk mengetahui kesalahan penggunaan bahasa dalam surat-menyurat pada Lembaga Pendidikan Kota Blitar tahun 2015 berdasarkan (1) kesalahan penggunaan ejaan, (2) kesalahan kalimat, dan (3) kesalahan struktur paragraf; dan faktor penyebab kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis analisis kesalahan dengan wawancara sebagai pendukungnya. Data penelitian ini berupa (1) kesalahan penggunaan ejaan, (2) kesalahan kalimat, (3) kesalahan struktur paragraf, dan (4) hasil wawancara tentang faktor penyebab kesalahan penggunaan bahasa dalam surat-menyurat. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik studi pustaka dan wawancara. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah dengan meminjam arsip surat-menyurat pada Lembaga Pendidikan Kota Blitar tahun 2015 dan melakukan wawancara. Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, analisis data, penyajian data, penarikan simpulan sementara, dan pengecekan keabsahan temuan. Reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah identifikasi, klasifikasi, dan pengkodean. Tahap identifikasi data dilakukan dengan cara menyeleksi dan memilih sumber data yang sesuai dengan kriteria surat-menyurat yang dapat dijadikan sumber data. Setelah tahap identifikasi data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah klasifikasi data. Pengklasifikasian data dilakukan berdasarkan kesalahan ejaan, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Tahap akhir dari reduksi data adalah pengkodean. Pengkodean dilakukan untuk mempermudah pemaparan dan penegasan simpulan akhir. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu insrumen tambahan berupa tabel pengkodean sumber data, tabel panduan analisis, dan tabel analisis. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan melalui pengecekan dari beberapa orang yang ahli dalam bidang bahasa Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh empat hasil penelitian. Pertama, kesalahan penggunaan ejaan. Kesalahan penggunan ejaan yang ditemukan, yaitu (1) kesalahan penulisan huruf kapital dan (2) kesalahan penulisan huruf miring. Kedua, kesalahan kalimat. Kesalahan kalimat berupa kalimat tidak hemat karena terdapat penggunaan unsur yang tidak berguna dalam kalimat, penggunaan unsur superlatif yang berlebihan, dan ketidakjelasan makna. Ketiga, kesalahan paragraf. Kesalahan paragraf berupa paragraf tidak baik yang disebabkan oleh satu paragraf hanya terdiri atas satu kalimat. Keempat, hasil wawancara. Faktor yang menjadi penyebab kesalahan dalam surat-menyurat, yaitu kurangnya pengetahuan dari penulis surat, rasa takut untuk melakukan perubahan, dan tidak adanya buku pedoman surat-menyurat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, kepada Kepala Lembaga Pendidikan Kota Blitar disarankan untuk mengadakan kegiatan pelatihan menulis surat resmi yang dapat dilakukan untuk menambah kemampuan penulis surat-menyurat dalam penggunaan bahasa Indonesia, dan memberikan kelonggaran terhadap perubahan dalam penulisan surat-menyurat. Kedua, kepada penulis surat-menyurat disarankan untuk lebih memerhatikan penggunaan bahasa Indonesia, dan keterbukaan pikiran terhadap perubahan penulisan dalam surat-menyurat. Ketiga, kepada penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperluas cangkupan penelitian dengan kesalahan penulisan kata dan tanda baca sehingga penelitian tentang surat-menyurat akan lebih akurat dan komperhensif
Pembelajaran Teks Ulasan Novel Kelas VIII SMP Negeri 03 Kota Batu
ABSTRAK Rianto, Aryo S.P. 2017. Pembelajaran Teks Ulasan Novel Kelas VIIISMP Negeri 03 Kota Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurchasanah, M.Pd. Pembelajaran teks ulasan novel adalah kegiatan dalam pembelajaran yang berisi materi mengulas sebuah karya sastra khususnya novel dengan memerhatikan struktur dan unsur teks ulasan. Dalam kurun waktu terakhir ini perubahan kurikulum Bahasa Indonesia menjadi kurikulum 2013 perlu untuk diadakan evaluasi. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai pembelajaran teks ulasan novel tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup perencanaan pembelajaran teks ulasan novel, pelaksanaan pembelajaran teks ulasan novel, dan penilaian pembelajaran teks ulasan novel di kelas VIIIF SMP Negeri 3 Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah SMP Negeri 3 Kota Batu. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah kegiatan pembelajaran di kelas, guru, dan dokumen (RPP dan lembar kerja siswa) sementara sumber data sekunder adalah siswa. Data primer diperoleh melaui teknik observasi dan studi dokumen, sementara data sekunder diperoleh melalui angket. Tahap-tahap penelitian meliputi tahap pra-lapangan, tahap lapangan, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analsis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan pembelajaran guru sudah dilakukan. Hal tersebut terlihat dengan adanya RPP yang menunjukkan RPP sudah dibuat oleh guru, walaupun terdapat hal yang tidak tercantum yaitu sumber belajar. Kedua, pelaksanaan pembelajaran menyusun teks ulasan pada siswa kelasVIII F dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari (1) kegiatan awal, (2) kegiatan inti, dan (3) kegiatan penutup.Saat pembelajaran berlangsung, guru menjalankan pembelajaran dengan pendekatan saitifik. Ketiga, evaluasi atau penilaian, dalam pembelajaran teks ulasan novel ini terdapat tiga penilaian yaitu berupa penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Guru melakukan penilaian tanpa melibatkan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Penilaian sikap dilakukan guru dengan mencatat nama siswa yang aktif dan siswa yang menonjol karena berbuat gaduh, dan penilaian sikap selanjutnya belum ditindaklanjuti. Selanjutnya, penilaian keterampilan terfokus pada keterampilan mengidentifikasi unsur dalam teks ulasan berdasarkan hasil pekerjaan siswa yang ada dalam lembar kerja 3. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat dua saran yang diharapkan bergunabagi guru bahasa Indonesia. Pertama, guru sebaiknya mempersiapkan RPP dengan teliti agar tidak ada yang tertinggal komponen dalam RPP. Hal-hal penting dalam pembelajaran harus direncanakan dengan baik, misalnya tujuan pembelajaran, perencanaan media, kegiatan pembelajaran, penugasan kepada siswa,dan alokasi waktu yang dimanfaatkan seoptimal mungkin Kedua, penilaian individu juga perlu dilakukan agar siswa terbiasa mandiri dan jujur
Pengembangan Bahan AJar Apresiasi Teks Cerpen melalui Analisis Hubungan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik untuk Siswa SMA Kelas XI
ABSTRAK Asti, Ferina Nurlisa. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Apresasi Teks Cerpen melalui Analisis Hubungan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ghazali, M.Pd. Kata Kunci: bahan ajar, apresiasi, teks cerpen, hubungan unsur intrinsik dan eksrinsik. Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu a) pembelajaran teks cerpen masih bersifat teoretis sehingga tidak menumbuhkan sikap apresiatif, b) materi yang diajarkan guru hanya difokuskan pada kegiatan analisis unsur intrinsik saja sehingga pemahaman siswa terhadap isi teks cerpen kurang dalam, c) untuk materi unsur ekstrinsik, guru hanya menargetkan indikator kepada siswa untuk mampu memahami pengertian dan klasifikasi unsur ekstrinsik d) materi mengenai unsur ekstrinsik teks cerpen dalam bahan ajar kurang lengkap, dan e) bentuk latihan dari pembelajaran hubungan unsur- unsur teks cerpen dalam bahan ajar kurang menunjang. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan yaitu a) menghasilkan produk bahan ajar apresiasi teks cerpen melalui analisis hubungan unsur intrinsik dan ekstrinsik untuk siswa SMA Kelas XI, b) mendeskripsikan wujud, isi, sistematika, bahasa, dan tampilan produk bahan ajar kritis apresiasi teks cerpen melalui analisis hubungan unsur intrinsik dan ekstrinsik untuk siswa SMA kelas XI, dan c) mendeskripsikan hasil uji kelayakan produk bahan ajar apresiasi teks cerpen melalui analisis hubungan unsur intrinsik dan ekstrinsik untuk siswa SMA kelas XI. Sebagai upaya untuk mencapai tujuan di atas, peneliti melaksanakan rancangan penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Tahap penelitan pengembangan Borg & Gall terdiri dari (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, (4) tahap revisi produk, (5) tahap produk jadi, dan (6) tahap implementasi dan diseminasi. Setelah produk dihasilkan dalam tahap tersebut, validasi atau penilaian dilakukan terhadap tiga validator yaitu, ahli (materi dan bahan ajar), praktisi, dan siswa. Penilaian uji coba bahan ajar dihasilkan dari empat aspek penilaian yaitu aspek apresiasi kritis, isi, bahasa, kegrafikaan, dan penyajian. Aspek apresiasi mendapatkan nilai rata-rata 4,42 dengan persentase 88,4%, aspek isi mendapatkan nilai rata-rata 4,29 dengan persentase 85,88%, aspek kebahasaan mendapatkan nilai rata-rata 4,18 dengan persentase 83,63%, aspek kegrafikaan mendapatkan nilai rata-rata 4,10 dengan persentase 82,23%, dan aspek penyajian mendapatkan nilai 4,80 dengan persentase 98%. Secara keseluruhan, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 4,36 dan persentase 87,63% dengan kategori sangat valid dan dapat diimplementasikan. Selanjutnya, paparan mengenai bahan ajar yang disesuaikan dengan tujuan di atas adalah sebagai berikut. Bahan ajar yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini berupa buku teks yang berjudul “Apresiasi Teks Cerpen melalui Analisis Hubungan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik”. Sementara itu, landasan teori mengenai kegiatan analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik menggunakan pendekatan struktural genetik. Isi bahan ajar terdiri dari dua unit yaitu, kegiatan pemahaman konsep dan kegiatan analisis teks cerpen. Kegiatan pemahaman dijabarkan ke dalam subindikator a) menjelaskan pengertian unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks cerpen, b) menentukan klasifikasi unsur intrinsik teks cerpen, c) menyimpulkan fungsi unsur ekstrinsik dan hubungannya dengan unsur intrinsik teks cerpen, dan d) menentukan klasifikasi unsur ekstrinsik teks cerpen. Sementara itu, kegiatan analisis teks cerpen dijabarkan ke dalam subindikator a) memahami langkah menganalisis dan b) kegiatan mengaanalisis teks itu sendiri. Penyajian bahan ajar ini disajikan disesuaikan dengan standar ISO yaitu, ukuran kertas A4 210 x 197 mm dengan tebal kertas 80 gram dan dicetak bolak-balik dengan desain simple dan colourful. Margin menggunakan margin atas, bawah, dan kanan 3 cm, sedangkan margin kiri 4 cm. Jenis huruf yang digunakan adalah Calibri (berukuran 12pt). Selanjutnya, Bahan ajar ini menggunakan ragam bahasa Indonesia formal dan bersifat komunikatif serta efektif dan mengandung mutan motivasi. Tujuannya, agar siswa dapat memahami dan menjalankan dengan mudah apa yang ingin disampaikan dan diintruksikan oleh penulis secara langsung. Diharapkan dalam pemanfaatan bahan ajar ini, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar ini sebagai pedoman pembelajaran di kelas karena fungsi bahan ajar ini sebagai pelengkap dan sarana pendalaman materi di samping bahan ajar utama. Selain itu, diharapkan pula kepada siswa agar dimanfaatkan sebagai bahan belajar secara mandiri maupun bersama-sama di dalam kelas. Bahan ajar ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran dan sumber tambahan koleksi di dalam perpustakaan dan juga bermanfaat sebagai landasan dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan selanjutnya. Terakhir, dikarenakan produk yang dikembangkan dalam penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, dalam pelaksanaannya nanti, pengembang lanjutan dari produk ini diharapkan untuk, a) lebih meluaskan atau menambah kompetensi dasar sebagai acuan pengembangan, b) mempertimbangkan alokasi waktu kemudian memaksimalkannya agar proses uji coba lapangan dapat bejalan dengan baik, c) memilih objek uji coba lapangan yang tepat agar pelaksanaan dapat berjalan secara tenang dan maksimal
Kemampuan Menulis Puisi Dengan Rangsang Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Malang
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang dilihat dari aspek (a) diksi, (b) imaji, (c) majas, (d) sarana retorika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang tergolong kurang, dengan skor sebesar 54,55. Skor yang diperoleh tersebut tergolong kurang karena tingkat capaian penguasaan antara nilai 50-69. Skor rata-rata menulis puisi dilihat dari aspek (a) diksi atau sebesar 65,05, (b) aspek pengimajian sebesar 62,51, (c) aspek majas sebesar 42,33, dan (d) aspek sarana setorika sebesar 48,29. Kata Kunci: kemampuan, menulis puisi, rangsang cerpen ABSTRACT: This study aims to determine the ability to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang seen from the aspect (a) diction, (b) image, (c) figure of speech, (d) the means of rhetoric. This study uses a quantitative descriptive approach. The results of this study were (1) the ability to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang relatively less, with a score of 54.55. The scores obtained relatively less because the level of mastery achievement between grades 50-69. The average score of writing poetry from the aspect (a) diction or amounted to 65.05, (b) imaginary aspects of 62.51, (c) the figure of speech aspects of 42.33, and (d) means setorica aspects of 48.29. Keywords: ability, writing poetry, short stories excitator