SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PROSEDUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP
ABSTRAK Bahan ajar inovatif sangat diperlukan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan hasil belajar siswa kelas VII SMP Darussalam Kepanjen yang masih kurang bervariasi dalam menuliskan contoh teks prosedur. Oleh karena itu, sangat diperlukan bahan ajar yang inovatif agar siswa dapat mudah memahami materi dan terampil menulis teks prosedur. Penelitian bertujuan mengahsilkan produk berupa bahan ajar berbasis kearifan lokal pada materi menulis teks prosedur. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah. Uji kelayakan produk melibatkan ahli materi, ahli pembelajaran, guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Darussalam Kepanjen, dan siswa kelas VIIB SMP Darussalam Kepanjen sebanyak 17 siswa. Adapun uji kelayakan dengan ahli materi memperoleh persentase kelayakan mencapai 100%. Uji kelayakan dengan ahli pembelajaran memperoleh persentase kelayakan mencapai 95%. Uji kelayakan dengan guru bahasa Indonesia memperoleh persentase kelayakan mencapai 79% Pada uji kelayakan dengan siswa kelas VII memperoleh persentase kelayakan mencapai 79%. Perolehan persentase ini menunjukkan produk ini layak dan dapat diimplementasikan
DUNIA BATIN PEREMPUAN PROSTITUSI DALAM NASKAH MONOLOG BUNGA DOLLY KARYA LEO ZAINI DAN PELACUR KARYA PUTU WIJAYA
ABSTRAK Nisa’, Ririn . 2017. Dunia Batin Perempuan Prostitusi dalam Naskah Monolog Bunga Dolly karya Leo Zaini dan Pelacur Karya Putu Wijaya. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Kata Kunci: perempuan prostitusi, naskah monolog Bunga Dolly dan Pelacur Prostitusi merupakan suatu pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai transaksi perdangangan. Maraknya prostitusi menjadi modal penulisan karya sastra berupa naskah monolog. Monolog Bunga Dolly karya Leo Zaini dan Pelacur karya Putu Wijaya menceritakan tentang bagaimana kondisi batin pekerja sek komersil dalam dunia prostitusi. Pergolakan batin yang dialami oleh perempuan prostitusi dihadirkan pada naskah monolog Bunga Dolly dan Pelacur secara lugas. Dunia batin tersebut memunculkan beberapa rumusan masalah dalam penelitian kali ini. Adapun rumusan masalah tersebut meliputi; (1) dunia batin perempuan prostitusi terhadap profesinya, (2) dunia batin perempuan prostitusi terhadap problematika seksualnya, dan (3) dunia batin perempuan prostitusi terhadap identitasnya dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dunia batin perempuan prostitusi terhadap profesinya, dunia batin peremuan prostitusi terhadap probelamtika seksualitasnya, dan dunia batin perempuan prostitusi terhadap identitasnya dalam keluarga pada naskah monolog Bunga Dolly karya Leo Zaini dan Pelacur karya Putu Wijaya Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan orientasi teori feminis. Data penelitian ini berupa kramagung dan dialog yang merepresentasikan profesi, dunia batin dan identitas seorang perempuan prostitusi di hadapan keluarga. Sumber data dalam penelitian berupa dua naskah monolog, yaitu Bunga Dolly karya M Leo Zaini dan Pelacur karya Putu Wijaya.Tahapan penelitian ini meliputi; (1) memilih dan menentukan naskah monolog, (2) membaca sumber data yang berupa naskah monolog, (3) pengolahan data, yang terdiri dari kategorisasi dan reduksi data, (4) penyajian data, (5) interpretasi data, memaparkan dan mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan rumusan masalah dan, (6) penarikan kesimpulan-kesimpulan/verifikasi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen. Dokumen yang dimaksud di sini adalah dokumen yang berisi data penelitian. Adapun prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) persiapan penelitian, yaitu (a) memilih naskah monolog, (b) membaca naskah monolog, (2) pelaksanaan, yaitu (a) mengambil kutipan dialog yang sesuai dengan fokus penelitian, (b) mengklasifikasikan data sesuai dengan fokus penelitian, dan 3) pelaporan, yaitu menganalisis dan menafsirkan data untuk menemukan dunia batin perempuan prostitusi. Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga simpulan. Pertama, dapat diketahui dalam naskah monolog Bunga Dolly dan Pelacur tidak semua profesi akan mendatangkan suatu kepuasaan dan kesenangan bagi pekerjanya. Kedua, problematika seksual yang dialami seorang perempuan pekerja seks dalam naskah Bunga Dolly dan Pelacur berupa bentuk-bentuk pelecehan seksual. Ketiga, pada naskah Bunga Dolly dan Pelacur keduanya sama-sama menyembunyikan identitas dirinya sebagai seorang pekerja seks komersil di hadapan keluarga. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, dikemumukakan saran sebagai berikut. Penelitian ini sebatas analisis yang mendeskripsikan tentang dunia batin perempuan prostitusi terkait dengan profesi, problematika seksual, dan identitasnya dalam keluarga. Peneliti lain dapat melakukan analisis lanjutan terkait dengan rumusan masalah lain yang dapat dihadirkan mengenai sosok perempuan prostitusi dalam sebuah naskah monolog. Kata Kunci: female prostitute, monologue script Bunga Dolly dan Pelacur Prostitution is an activity formed by a sexual intercourse with some money or gifts that value the activity. The increasing number of prostitution became the inspiration of a literature work in the form of a monologue script. Bunga Dolly, monologue by Leo Zaini and Pelacur by Putu Wijaya tell about the inner condition of the prostitutes within the prostitution world. The inner turmoil that occur in female prostitutes is presented in the monologue scripts entitled Bunga Dolly and Pelacur clearly. The inner world of the female prostitutes raises some statements of the research problem, such as; (1) the inner world of the female prostitutions and the profession, (2) the inner world of the female prostitutes and the sexual problems, and (3) the inner world of the female prostitutes with her identity in the family. This research aim to describe the inner world of female prostitutes to their profession, their inner world to their sexuality problem, and their inner world to their identity in their family in the monologue script entitled Bunga Dolly by Leo Zaini and Pelacur by Putu Wijaya. This research used descriptive qualitative methodology with feminism theory as the orientation. The data of this research are including the kramagung and the dialogue that represents their profession, their inner world, and their identity to their family. The data sources of this research come from two monologue, they are Bunga Dolly by Leo Zainy and Pelacur by Putu Wijaya. The steps of this research are; (1) choosing the monologue script, (2) reading the research data in the form of the script, (3) data collecting which includes categorizing and reducing data, (4) presenting data, (5) analyzing data, and (6) drawing conclusions from the data analysis. The data collection was done by document study. The document in this research contains the data needed by the researcher to conduct the study. The procedures of collecting data are: (1) research preparations, which are (a) choosing the monologue script, (b) reading the monologue script, (2) execution, which includes (a) quoting the statements which are suitable for the study, (b) classifying data according to the focus of the study, and (3) reporting data, which is analyzing and interpreting data to find the inner world of the female prostitutions. Based on the data analysis, three conclusions were drawn. First, it could be found in the monologue script entitled Bunga Dolly and Pelacur that not all prostitutes are happy and satisfied with their job. Second, the problems that the prostitutes experience in the monologue scripts are in the form of sexual assaults. Last, in the monologue script entitled Bunga Dolly and Pelacur, the prostitutes hide their real identity as a prostitute from their family. Based on the conclusions, the researcher suggests some points as follows. This research is only an analysis which describes the inner world of female prostitutes to their profession, sexuality problem, and identity to their family. Other researcher could analyze other research questions that come from female prostitutes in a monologue script
KESALAHAN PENGUCAPAN BAHASA INDONESIA OLEH PELAJAR AMERIKA PROGRAM CRITICAL LANGUAGE SCHOLARSHIP (CLS) TINGKAT PEMULA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Santoso, Meika . 2018. Kesalahan Pengucapan Bahasa Indonesia oleh Pelajar Amerika Program Critical Language Scholarship (CLS) Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto. M.M., M.Pd. Kata kunci: kesalahan pengucapan, pelajar Amerika, BIPA Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua atau bahasa asing yang dipelajari oleh pelajar Amerika yang datang ke Indonesia. Pelajar Amerika memiliki beragam tujuan dalam menguasai bahasa Indonesia, ada yang bertujuan untuk mengambil pendidikan lebih lanjut di Indonesia, ada yang bertujuan untuk bisnis, politik, bahkan untuk mempelajari budaya yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa populer di dunia hingga banyak orang asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari secara langsung bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) adalah suatu lembaga yang menaungi program-program pembelajaran bahasa Indonesia bagi warga asing dari seluruh dunia yang ingin mempelajari bahasa Indonesia. Salah satu program yang dinaungi oleh BIPA adalah program Critical Language Scholarship (CLS) di Universitas Negeri Malang. Mahasiswa CLS berasal dari Amerika yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu. Penelitian ini memiliki dua fokus, yaitu untuk mendeskripsikan kesalahan pengucapan vokal dan kesalahan pengucapan konsonan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh pelajar Amerika program Critical Language Scholarship (CLS) di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni dengan mendeskripsikan hasil yang telah ditemukan selama penelitian. Sumber data penelitian ini adalah video presentasi akhir yang dilakukan oleh pelajar Amerika pada akhir program Critical Language Scholarship (CLS). Sedangkan data penelitian ini adalah data catatan hasil analisis kesalahan pengucapan bahasa Indonesia yang terjadi pada video presentasi akhir tersebut. Terdapat dua instrumen dalam penelitian ini, instrumen pertama yaitu peneliti sendiri (human instrument) dan instrumen kedua adalah tabel analisis data kesalahan pengucapan. iv Diperoleh dua hasil dari analisis data yang telah dilakukan pada penelitian ini. Pertama, pada kesalahan pengucapan vokal ditemukan pada pengucapan fonem a dengan kesalahan yaitu bunyi [a] menjadi [ə], dan [a] menjadi [u], pada fonem i dengan kesalahan bunyi [i] menjadi [e], [i] menjadi [ə], dan [i] menjadi [y], pada fonem u dengan kesalahan bunyi [u] menjadi [a] dan [u] menjadi [ə], pada fonem e dengan [e] menjadi [a], [e] menjadi [ə], [e] menjadi [i], dan [e] menjadi [o], pada fonem ə dengan bentuk kesalahan bunyi [ə] menjadi [a], [ə] menjadi [u], dan [ə] menjadi [e], pada fonem o dengan kesalahan bunyi [o] menjadi [a], [o] menjadi [u], dan [o] menjadi [ə]. Kedua, kesalahan pengucapan konsonan ditemukan pada pengucapan fonem l dengan kesalahan pengucapan bunyi [l] menjadi [n], pada fonem r dengan bentuk kesalahan pengucapan bunyi [r] menjadi [rw], pada fonem t dengan bentuk kesalahan pengucapan bunyi [t] menjadi [tʰ], [t] menjadi [ts], dan [t] menjadi [c], pada fonem η (ng) dengan bentuk kesalahan pengucapan bunyi [η] menjadi [kʰ], [η] menjadi [ngg], dan [η] menjadi [g], pada fonem k dengan bentuk kesalahan pengucapan bunyi [k] menjadi [kʰ], dan [k] menjadi [k’]. Bentuk-bentuk kesalahan pengucapan bahasa Indonesia ditemukan pada suku kata yang berbeda-beda, baik pengucapan vokal maupun konsonan. Kesalahan yang dilakukan pelajar Amerika dalam mengucapkan fonem-fonem bahasa Indonesia pada bunyi vokal dan konsonan terletak pada awal, tengah, dan akhir suku kata. Letak kesalahan pengucapan ini dibuktikan dengan teori sonoritas dan prominans. Pada fonem vokal, kesalahan pengucapan yang muncul merupakan kategori bunyi depan, tengah dan bunyi belakang. Sementara itu, pada fonem konsonan, kesalahan pengucapan yang muncul berkategori bunyi apiko-alveolar, dorso-uvular, apiko-dental, dan dorso-velar. Kesalahan pengucapan yang dilakukan oleh pelajar Amerika memiliki penyebaran yang merata. Ada beberapa pelajar yang sering melakukan kesalahan dalam pengucapan fonem bahasa Indonesia, ada juga yang sedikit melakukan kesalahan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu yang biasa digunakan dalam bahasa sehari-hari pelajar. Faktor lain yang memengaruhi adalah dialek dari bahasa ibu atau bahasa asal pelajar. Berdasarkan simpulan penelitian, terdapat saran yang diberikan kepada guru BIPA yaitu sebaiknya guru BIPA lebih meningkatkan pembelajaran dari segi pelafalan bunyi-bunyi fonem bahasa Indonesia, baik pelafalan vokal maupun pelafalan konsonan. Latihan dalam pengucapan bunyi fonem-fonem pada bunyi konsonan yang sering salah dilafalkan lebih ditekankan. Latihan drill (pengulangan) untuk bentuk vokal dan konsonan sangat disarankan. Semakin sering pelajar berlatih dalam pengucapan, maka akan semakin baik dan benar pelajar melafalkan bunyi pada fonem bahasa Indonesia. Manfaat lain dari latihan drill ini adalah pelajar dapat membedakan pengucapan bunyi pada fonologi bahasa Indonesia dengan fonologi bahasa Inggris (bahasa ibu)
REPRESENTASI GENDER DALAM BUKU AJAR BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT MAHIR
ABSTRAK Bahasa Indonesia melalui pembelajaran BIPAsaat ini mulai banyak diminati oleh orang asing dari berbagai latar belakang: sosial, budaya, dan usia. Dalam pembelajaran BIPA, buku ajar yang mengangkat topik-topik aktual diperlukan. Topik-topik dalam buku ajar ini secara tidak langsung membawa isu-isu sosial yang ada di masyarakat sehari-hari, salah satunya adalah isu gender. Isu gender dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari isi buku-buku ajar. Buku-buku ajar memberi gambaran tentang fenomena gender yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir (C1 dan C2) berdasarkan aspek (1) visibilitas gender dan (2) peran gender. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat analitis-deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa nama orang, identitas khas gender, dan kalimat yang mengandung unsur peran gender dalam dua buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir (C1 dan C2). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel analisis data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah prosedur pengumpulan data teknik dokumentasi atau telaah dokumen. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selanjutnya, peneliti akan melakukan peningkatan validitas data dengan melakukan ketekunan pembacaan dan triangulasi. Berdasarkan hasil paparan data dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 dan C2 ditemukan hasil sebagai berikut. Visibilitas gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 ditemukan sebanyak 58,7% nama laki-laki dan 41,3% nama perempuan; 41% identitas khas gender laki-laki dan 59% identitas khas gender perempuan. Visibilitas gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C2 ditemukan sebanyak 63% nama laki-laki, 31,5% nama perempuan, dan 5,5% nama yang tidak bisa diidentifikasi gendernya. Berdasarkan identitas khas gender, ditemukan 51,5% identitas khas gender laki-laki dan 48,5% identitas khas gender perempuan. Berdasarkan peran gender alam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 ditemukan bahwa peran domestik dilakukan oleh 20% laki-laki dan 80% perempuan, sedangkan peran publik dilakukan 69,7% laki-laki dan 30,2% perempuan. Peran gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C2 ditemukan sebanyak 25% laki-laki dan 75% perempuan sebagai pelaku peran domestik, sedangkan 62,5% laki-laki dan 37,5% perempuan sebagai pelaku peran publik. Hasil dan temuan penelitian dibahas berdasarkan landasan teori yang sesuai untuk mendeskripsikan fokus penelitian. Dalam menentukan visibilitas gender, nama orang dijadikan salah satu penanda jenis gender. Selain itu, identitas khas gender lain juga menjadi penanda jenis gender. Identitas khas gender ini muncul dalam bentuk nomina yang menunjukkan jenis kelamin, kata sapaan, pronomina yang hadir dalam bentuk kata sapaan, atau nomina yang muncul bersamaan dengan atribut gender tertentu. Selain visibilitas, aspek peran gender juga menjadi fokus penelitian ini. Peran gender diperoleh dari kalimat yang menunjukkan aktivitas yang dilakukan gender tertentu dan kemudian dikategorikan sebagai aktivitas peran domestik atau publik Berdasarkan paparan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan bahwa representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir berdasarkan aspek visibilitas dan peran gender tidak seimbang.Terdapat tiga saran berdasarkan hasil penelitian ini. Pertama, berdasarkan hasil penelitian representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir ini, pengembang buku ajar BIPA dapat menyusun buku ajar dengan mempertimbangkan proporsi kehadiran kedua gender. Kedua, bagi pengguna buku ajar BIPA diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran gender ketika menggunakan buku ajar, baik dalam proses belajar mengajar BIPA maupun praktik belajar BIPA, sehingga muncul kesetaraan gender dalam proses pembelajaran BIPA. Ketiga, penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan referensi bacaan sebagai bahan penelitian tentang gender dalam buku ajar. Prosedur penelitian dan deskripsi visibilitas gender serta peran gender pada penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dengan penelitian serupa
Ragam Latihan dalam Buku Teks Siswa Kelas VII SMP
ABSTRAK Berdasarkan Permendikbud Nomor 71 tahun 2013 tentang buku teks pelajaran layak bagi siswa, setiap sekolah akan mendapatkan buku teks pelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Prastowo (2011:40), buku teks adalah sejumlah bahan ajar cetak yang digunakan untuk menyajikan materi atau bahan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Namun seiring perkembangan teknologi, saat ini buku teks tidak hanya disajikan dalam bentuk cetak, tetapi juga terdapat dalam bentuk soft file. Menurut Prastowo (2011:105),terdapat lima komponen dalam buku ajar, yaitu judul, kompetensi dasar, informasi pendukung, latihan soal, dan penilaian. Dari kelima komponen buku ajar tersebut, latihan soal merupakan komponen yang penting. Latihan soal biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Cara evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dikelompokkan kedalam dua jenis, yaitu tes dan non tes. Latihan soal juga sebagai alat penilaian dalamtes tertulis. Latihan soal dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar kategori kognitif. Aspek kognitif menurut Taksonomi Bloom yang sudah direvisi meliputi C1 (menghafal), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (membuat) (Harsiati, 2011:60). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mendeskripsikan keragaman bentuk latihan soal dalam buku teks siswa kelas VII SMP, (2) mendeskripsikan keragaman tingkat latihan soal berdasarkan ranah kognitif Bloom dalam buku teks siswa kelas VII SMP, (3) mendeskripsikan kesesuaian latihan soal dengan KD yang perlu dicapai siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku untuk siswa kelas VII SMP. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Selain itu peneliti juga menggunakan instrumen panduan analisis data yang diwujudkan dalam bentuk tabel agar memudahkan proses analisis data. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa (1) keragaman bentuk latihan dalam buku teks siswa kelas VII SMP, (2) tingkat latihan berdasarkan ranah kognitif Bloom, dan (3) kesesuaian latihan-latihan dengan KD yang perlu dicapai siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku untuk siswa kelas VII SMP. Sumber data penelitian ini adalah buku teks mata pelajaran bahasa Indonesia dengan judul “Bahasa Indonesia” SMP/MTs kelas VII kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan edisi revisi 2016 yang ditulis oleh Titik Harsiati, AgusTrianto, dan E. Kosasih. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik baca catat. Teknik analisis data dimulai dengan (1) reduksi data, (2) analisis data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut (1) ditemukan data keragaman bentuk evaluasi dalam latihan soal pada buku teks siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan judul “Bahasa Indonesia” SMP/MTs kelas VII kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan edisi revisi 2016. Keragaman bentuk evaluasi jenis tes berupa bentuk latihan subjektif dan objektif. Bentuk latihan subjektif terdapat tiga jenis yaitu esai bebas, esai terbatas, dan melengkapi. Bentuk latihan objektif terdapat satu jenis yaitu benar-salah. Sementara bentuk evaluasi jenis non tes yang ditemukan berupa produk, performansi, dan proyek, (2) ditemukan data keragaman tingkat latihan soal berdasarkan tingkat kognitif dalam buku teks siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan judul “Bahasa Indonesia” SMP/MTs kelas VII kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan edisi revisi 2016. Dimulai dengan C1 (menghafal), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) dan C6 (membuat). Ketiga, dilihat dari kesesuaian latihan dengan kompetensi dasar yang perlu dicapai siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku untuk siswa kelas VII SMP dalam butu teks siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan judul “Bahasa Indonesia” SMP/Mts kelas VII kurikulum 2013 terbitan Kementerian ditemukan latihan soal yang sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai Berdasarkan simpulan di atas, terdapat saran yang dapat diberikan kepada pihak-pihak yang terkait. Pertama, saran bagi guru agar lebih selektif dalam memilih bahan ajar untuk siswa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih bahan ajar yang sesuai dengan karakter siswa, Kedua, bagi peneliti lain disarankan meneliti buku teks siswa tidak hanya dilihat dari segi keragaman bentuk evaluasi, tingkat kognitif dan kesesuaian latihan. Contohnya peneliti lain dapat meneliti dari segi kebahasaan dalam buku teks siswa. Dengan demikian, kualitas buku teks dapat ditingkatkan.
Analisis Materi Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
ABSTRAK Pembelajaran bahasa Indonesia masih erat kaitannya dengan menggunakan bahan ajar berbentuk buku teks. Buku teks yang digunakan dalam proses pembelajaran dipilih berdasarkan materi yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, kompetensi inti dan kompetensi dasar, serta indikator yang akan dicapai. Setiap buku teks memuat materi yang terdiri dari materi untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Isi materi merupakan bagian penting yang wajib ada dalam buku teks. Oleh karena itu, peneliti akan meneliti dari segi materi yang dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alasan peneliti memilih sumber data berupa buku teks pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP adalah karena pada penelitian yang relevan dengan penelitian ini sudah ada penelitian yang meneliti buku teks, namun pada penerbit buku dan jenjang yang berbeda. Peneliti memilih buku teks Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 karena buku tersebut merupakan buku baru sehingga perlu dikaji. Fokus dalam penelitian ini terdiri dari dua indikator yang telah disusun, yaitu (1) jenis materi pembelajaran tiap bab dalam buku teks dan (2) muatan nilai pendidikan karakter dan literasi dalam materi pembelajaran tiap bab buku teks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan isi materi tiap bab dalam buku teks berdasarkan instrumen penelitian yang telah disusun. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis metode kepustakaan ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan materi yang disajikan di setiap bab dalam buku teks. Data penelitian ini adalah data verbal yang berupa sajian isi materi atau kutipan-kutipan materi dalam buku teks. Sumber data berupa buku teks yang diperoleh melalui observasi ketoko buku di Kota Malang.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen utama yakni peneliti sendiri dan instrumen pembantu yaitu dokumen dan tabel analisis materi buku teks. Proses pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap di antaranya yaitu, menentukan sumber data, mengidentifikasi data, mengumpulkan data, kodefikasi data, mengklasifikasi data, menandai data, dan memasukkan data ke dalam tabel analisis. Selanjutnya, proses analisis data juga terdiri dari beberapa tahap, yaitu (1) mencocokkan materi dengan kompetensi dasar yang berlaku dan indikator yang telah disusun, (2) menyeleksi data, kegiatan ini berupa memilih data yang telah ditemukan dan disesuaikan dengan indikator dari instrumen penelitian, (3) menyajikan data,(4) menganalisis data, dan (5) menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian dari indikator pertama, yaitu jenis materi pembelajaran tiap bab dalam buku teks menunjukkan bahwa materi di setiap bab buku teks sudah memuat (1) fakta yang berupa wacana dalam bentuk teks dan pemahaman wacana yang berupa pertanyaan pemahaman dari teks yang disajikan; (2) konsep yang memuat definisi dari teks dan fakta kebahasaan/kesastraan yang berupa struktur dan kaidah kebahasaan teks; (3) penugasan (latihan) dan penilaian di setiap akhir subbab materi; (4) prosedur dalam keterampilan bersifat reseptif atau produktif; dan (5) metakognitif. Indikator kedua, yaitu muatan pendidikan karakter dan literasi menunjukkan bahwa karakter yang paling banyak diterapkan dalam materi tiap bab buku teks di antaranya yaitu karakter rasa ingin tahu, kreatif, kerja sama, tanggung jawab dan jujur. Kegiatan literasi juga disajikan dalam materi tiap bab buku teks. Pendidikan karakter dan kegiatan literasi disajikan di setiap bab dan diintegrasikan melalui penugasan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu bahwa materi di setiap bab dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memuat jenis materi pembelajaran yang terdiri dari fakta, konsep, penugasan (latihan) dan penilaian, dan prosedur keterampilan yang bersifat reseptif dan produktif, dan penguatan pendidikan karakter dan kegiatan literasi sudah diterapkan melalui penugasan yang ada di setiap bab dalam buku teks.Saran yang dikemukakan oleh peneliti berdasarkan penelitian ini di antaranya, pertama, bagi penulis buku, perlu ditingkatkan dan ditambah sajian materi dalam buku teks sehingga materi yang disajikan cakupannya lebih luas, banyak dan bervariasi dengan tetap memperhatikan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum dan melakukan perbaikan terhadap buku teks yang sudah ada. Kedua, bagi guru, buku teks sudah layak untuk dipakai atau digunakan, tetapi penggunaan buku oleh guru harus lebih dikreasikan dan diintegrasikan dalam pembelajaran, melakukan telaah dan pertimbangan terlebih dulu untuk lebih selektif dan bijak dalam memilih buku teks dengan memperhatikan materi yang disajikan dalam buku teks dan lebih kreatif dalam menggunakan buku teks karena tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum sudah dikembangkan seluruhnya dalam materi pada buku teks. Guru dapat menggunakan ide-ide kreatifnya untuk dapat berkreasi dalam menyampaikan materi atau mengembangkan kegiatan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator yang disusun. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian serupa atau mengembangkan penelitian mengenai buku teks namun pada objek yang berbeda dan cakupannya lebih luas.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERPEN DENGAN METODE MIND MAP PADA SISWA KELAS XI SMK SHALAHUDDIN PASURUAN
ABSTRAK Pratiwi, Andini. 2017. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Cerpen dengan Metode Mind Map pada Siswa Kelas XI SMK Shalahuddin Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, teks cerita pendek, metode mind map. Pembelajaran menulis teks cerpen sudah diajarkan kepada siswa kelas XI-TKJ 1 SMK Shalahuddin Pasuruan sesuai dengan kurikulum 2013. Terkait dengan pembelajaran menulis cerita di sekolah, hasil studi pendahuluan atau tahap pratindakan (1) siswa kesulitan dalam mencari ide untuk menulis, (2) siswa kesulitan menulis tahapn alur, (3) guru belum menggunakan media atau metode yang membuat siswa tertarik untuk menulis teks cerpen, dan (4) cerita guru masih mneggunakan metode ceramah yang dinilai kurang tepat untuk pembelajaran menulis teks cerpen. Masalah yang muncul adalah pokok permasalahan yang diangkat dari hasil tulisan teks cerpen siswa. Alur cerita masih belum runtut dan tepat. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan metode mind map untuk lebih mengkhususkan persoalan pada hasil tulisan cerpen siswa. Metode mind map dipilih karena dengan mind map siswa lebih mudah “memetakan” ide-ide cerita yang dimiliki sehingga terbentuk alur yang runtut serta siswa lebih mudah mengembangkan kerangka cerita dalam bentuk mind map menjadi teks cerpen yang utuh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis teks cerpen dengan metode mind map pada siswa kelas XI SMK Shalahuddin Pasuruan, (2) peningkatan hasil kemampuan menulis teks cerpen dengan metode mind map pada siswa kelas XI SMK Shalahuddin Pasuruan dilihat dari aspek: (a) menentukan judul, (b) mengembangkan tokoh, (c) mengembangkan latar, dan (d) mengembangkan alur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi empat hal pokok, yaitu (1) pratindakan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, dan (4) refleksi hasil tindakan. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan data hasil. Data proses berupa perilaku siswa dikumpulkan ketika pembelajaran menulis teks cerpen berlangsung di kelas, sedangkan data hasil berupa skor kemampuan menulis teks cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan lembar observasi dan catatan lapangan, sedangkan data hasil dilakukan dengan tes menulis cerpen yang dinilai menggunakan rubrik penilaian hasil menulis teks cerpen. Data proses dan data hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, dan menyimpulkan. Deskripsi proses dan peningkatan hasil pembelajaran menulis teks cerpen diikuti pula dengan peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam menulis teks cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mind map dapat meningkatkan kinerja pembelajaran menulis teks cerpen pada proses dan hasil pembelajaran. Pada deskripsi proses dipaparkan langka-langkah menulis teks cerpen sebagai berikut. Kegiatan awal, guru (1) menggali skemata siswa tentang cerpen, (2) menjelaskan kepada siswa tentang metode mind map, (3) menyajikan video “keripik sukun mbok darmi” dan bertanya jawab seputar unsur intrinsik cerita dalam video tersebut, dan (4) memberi lembaran contoh analisis kerangka cerpen berdasarkan tahapan alur dengan metode mind map berdasarkan video berjudul “Keripik Sukun Mbok Darmi”. Kegiatan inti, guru (1) menyajikan tiga buah video cerita untuk dipilih siswa sebagai ide awal untuk menulis kerangka cerita berdasarkan lembar kerja berformat mind map tahapan alur, dan (2) mengarahkan siswa pada kegiatan mengembangkan kerangka cerpen menjadi teks cerpen yang utuh. Kegiatan penutup, guru melakukan refleksi terhadap kegiatan menulis cerpen dengan metode mind map. Hasil studi pendahuluan sebanyak 24% siswa telah mencapai KKM. Siklus I sebanyak 48% siswa mencapai KKM dan pada Siklus II, sebanyak 91% siswa mencapai KKM. Peningkatan hasil terlihat pada aspek, (1) siswa mampu menentukan judul yang baru, menarik, dan berupa frasa. (2) siswa mampu mengembangkan tokoh baik dari segi fisik, watak, dan kesesuai tokoh dengan judul, (3) siswa mampu mengembangkan alur yang runtut, dan (4) siswa mampu mengembangkan latar baik latar tempat, waktu, dan suasana. Penggunaan metode mind map dalam pembelajaran menulis teks cerpen sangat efektif dan inovatif. Metode mind map mampu menarik perhatian siswa dan menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan. Mind map memudahkan siswa dalam menulis kerangka cerita dan mengembangkan kerangka cerita dalam mind map menjadi teks cerpen yang utuh. Metode mind map mampu meningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis teks cerpen. Oleh karena itu, disarankan kepada, (1) guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia agar menggunakan metode mind map untuk meningkatkan kemampuan menulis teks cerpen, dan (2) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan metode mind map pada jenjang pendidikan dan kompetensi berbahasa lain
Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen
ABSTRAK Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media film pendek yang efektif untuk memahamkan siswa tentang unsur intrinsik teks cerita pendek. Unsur intrinsik yang diajarkan adalah tokoh/penokohan, latar cerita, alur, tema, dan amanat. Media film pendek ini memperhatikan kelayakan wujud, isi, tampilan, dan keefektifan media dalam pembelajaran unsur intrinsik. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah pengembangan yang diadaptasi dari langkah penelitian Borg dan Gall. Media film pendek ini telah diujicobakan kepada dua ahli media, praktisi (guru), dan siswa. Hasil uji coba produk secara keseluruhan dari segi wujud, isi, dan tampilan mencapai persentase 85,74% dan hasil tes siswa menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen mengalami peningkatan total rata-rata nilai dari 105,844 ke 213,3. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media film pendek ini layak dan efektif serta dapat digunakan untuk pembelajaran
Pengaruh Bermain Alat Musik Rekorder Terhadap Kecerdasan Musikal Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Lawang
ABSTRAK Ristantyo, Agil, Rizky. 2018. Pengaruh Bermain Alat Musik rekorder terhadap Kecerdasan Musikal Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Lawang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (2) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd. Kata Kunci: Bermain, Rekorder, Kecerdasan Musikal SMP Negeri 1 Lawang terdapat beberapa siswa kelas VII yang tidak dapat menirukan nada pada keyboard dengan tepat sehingga menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pelatihan memainkan instrumen musik terhadap tingkat kecerdasan musikal. Penggunaan rekorder dipilih karena alat musik rekorder sederhana, mudah didapat dan terstandar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan adanya pengaruh dari pemberian media rekorder terhadap kecerdasan musikal pada siswa SMP Negeri 1 Lawang kelas VII– D. Pengukuran musikalitas dilakukan dengan menggunakan soal lembar penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pre-experimental (eksperimental semu)dan dengan metode one group pretest posttest design. Saat melakukan pretest, subyek penelitianmenjawab soal lembar penilaian. Subyek diberikan perlakuan selama 1,5 bulan atau 6 minggu dengan 1 minggunya dilakukan 2 kali perlakuan dengan diberikan teknik-teknik bermain rekorder, setelah itu dilakukan posttest. Posttest dilakukan dengan menjawab soal lembar penilaian yang sama. Setelah dilakukan pretest dan posttest dilakukan, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan syarat melakukan uji normalisasi dan uji homogenitas terlebih dahulu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh hasil penerapan bermain rekorder terhadap kecerdasan musikal rata-ratanya 11.47 dan standar deviasi 2.88 dibandingkan dengan sebelum pemberian bermain rekorder rata-ratanya 9.28 dan standar deviasi 4.95. Berdasakan data hasil penelitian yang diperoleh rata-rata posttest lebih tinggi dibanding rata-rata pretest Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah latihan bermain rekorder secara signifikan berpengaruh terhadap kecerdasan musikal pada siswa SMP Negeri 1 Lawang kelas VII – D.Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka selanjutnya mengemukakan saranyaitu perlu diadakannya penelitian yang serupa dengan tambahan pemberian latihan bermain alat musik sederhana
Nilai Religi dalam Kumpulan Cerita Tandak karya Royyan Julian
Abstrak Religi merupakan salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Nilai religi dapat dipelajari dari berbagai hal, seperti melalui ceramah, pengalaman pribadi, hingga melalui karya sastra. Penelitian ini bertujan untuk menjabarkan nilai-nilai religi dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian dan fungsi nilai-nilai religi dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif serta menggunakan pendekatan deskritptif. Nilai-nilai religi dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yakni, kepercayaan terhadap Tuhan YME dan kepercayaan terhadap ilmu gaib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai-nilai religi berupa kepercayaan kepada Tuhan YME terdapat nilai iman, Islam, ihsan, takwa, tawakal, dan sabar. Sedangkan nilai religi berupa kepercayaan terhadap ilmu gaib terdiri atas, penolak dan agresif. Fungsi nilai-nilai religi yang terdapat dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian yakni, (1) pengontrol emosi dan perilaku manusia, (2) tobat, (3) sandaran atas segala urusan, dan (4) sebagai pedoman berbuat kebajikan.