SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Struktur dan Fungsi Materi Geguritan sebagai Bahan Ajar di SMA/SMK/MA Kelas XI

    No full text
    Geguritan merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa Jawa pada jenjang SMA di kelas XI. Geguritan merupakan salah satu karya sastra berbentuk puisi dalam bahasa Jawa yang di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan. Penyusunan materi geguritan pada bahan ajar bahasa Jawa memiliki struktur yang disesuaikan dengan kompetensi yang harus dicapai. Di dalam struktur materi geguritan tersebut terdapat unsur dan urutan penyajian materi. Selain itu, setiap penyajian materi memiliki fungsi masing-masing sesuai kedudukannya dalam suatu kesatuan struktur materi.             Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) struktur materi geguritan yang terdiri atas unsur materi dan urutan penyajian materi, dan (2) fungsi materi geguritan yang terdapat pada bahan ajar bahasa Jawa kelas XI SMA. Data dalam penelitian ini berupa kutipan materi geguritan yang disesuaikan dengan fokus dalam penelitian.Sumber data berupa bahan ajar bahasa Jawa, yaitu Wiyata Basa kanggoSMA/SMK/MA Kelas XIterbitan Duta dan Sastri Basakanggo SMA/SMK/MA Kelas XIterbitan Dinas Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,karena itu peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian ini. Data diperoleh dengan teknik studi dokumen. Prosedur pengumpulan data diawali dengan memilih sumber data dan mengidentifikasi isi materi geguritan lalu mengumpulkan data sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis data dan menyusunnya menjadi paparan data yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan terkait fokus penelitian dalam bahan ajar. Pertama, struktur materi ditemukan unsur materi dan urutan penyajian materi geguritan. Pada unsur materi geguritan dalam bahan ajar, materi yang ditemukan mengenai pengertian geguritan yang disertai dengan jenis geguritan dan contohnya, kemudian struktur geguritan dalam bahan ajar yaitu mengenai struktur fisik dan struktur batin geguritan, dan paparan materi membaca indah geguritan. Pada urutan penyajian materi geguritan, materi yang dipelajari terlebih dahulu adalah mengenai pengertian geguritan, struktur lahir, kemudian struktur batin, jeda dan intonasi pada geguritan. Kedua, fungsi materi geguritan yang terdapat pada bahan ajar dilihat dari fungsi berdasarkan (1) tujuan terdiri atas pengetahuan, pencapai KD dan latihan, (2) konteks terdiri atas pengelola, pembimbing, dan evaluasi, dan (3) situasi terdiri atas motivasi, kearifan hidup dan pelipur lara. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini (1) dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya sebagai penelitian lanjutan terkait bahan ajar geguritan untuk mengetahui komponen materi yang terdapat pada bahan ajar untuk dijadikan perbaikan atau penambahan dalam penyusunan bahan ajar (2)  digunakan sebagai acuan untuk penelitan lanjutan mengenai geguritan dari sudut pandang yang berbeda, dan (3) digunakan untuk mengembangkan pembelajaran geguritan di sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesenangan siswa dalam mempelajari geguritan baik sebagai kompetensi yang harus dicapai ataupun sebagai karya sastra Jawa yang harus diapresiasi

    PEMENDEKAN KATA BAHASA INDONESIA DALAM HARIAN RADAR TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini membahas pemendekan kata bahasa Indonesia dalam Harian Radar Tulungagung edisi Desember 2017. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berbasis tekstual berupa surat kabar. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis pemendekan kata bahasa Indonesia berupa singkatan, akronim, kontraksi, dan penggalan, dan pola vokal konsonan pada pemendekan kata bahasa Indonesia dalam Harian Radar Tulungagung

    Kritik Lingkungan Hidup dalam Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Ngoro

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Isnaini, Kholifatu. 2018.Kritik Lingkungan Hidup dalam Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Ngoro. Jurusan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Taufik Dermawan, M. Hum. Kata Kunci: kritik, lingkungan hidup, cerpen, Kritik dapat digunakan untuk pendifisian, penggolongan, analisis dan evaluasi (penilaian) yang terdapat pada karya sastra yang berbentuk cerita pendek. Fokus pada kritik sastra adalah hasil kreativitas yang ditulis oleh siswa. Kreativitas menulis cerita pendek tersebut diintegrasikan dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesajahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Perlakuan manusia terhadap lingkungan yang berlebihan sehingga melampaui daya dukung lingkungan harus dicegah.Manusialah yang mampu mencegah bencana lingkungan dan manusia juga akan terkena dampak yang timbul dari lingkungan. Melalui pendidikan lingkungan dalam konteks pembelajaran, dimungkinkan untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta kepeduliannya dengan kondisi lingkungan.Pendidikan lingkungan hidup sebagai salah satu mata pelajaran bermuatan lokal berbasis Ilmu Pengetahuan Alam yang menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami lingkungan sekitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dalam penelitian adalah deskripsi, narasi, dialog, argumentasi, dan persuasi yang berada di dalam cerpen karya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ngoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kritik lingkungan hidup dan (2) wujud konstruk kritik lingkungan hidup. Sumber datanya berasal dari cerpen siswa kelas IX SMPN 1 Ngoro. Peneliti bertindak sebagai human instrument yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data. Selain itu, ada pula instrumen pendukung yang meliputi pedoman pengumpulan dan analisis data. Analisis data dilakukan dengan tahapan berikut: (1) mereduksi cerpen-cerpen karya siswa kelas IX  SMPN 1 Ngoro; (2) Tahap penyajian data/analisis data  setelah pengumpulan data; (3) Tahap Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat kesimpulan. Pertama, sikap kritisterhadap lingkungan hidup daerah perkotaan masih tergolong kurang peka yang berisi tentang, (a) pembahasan kritik siswa terhadap pencemaran daratan, dan (b) pembahasan kritik siswa terhadap pencemaran udara.Kedua, sikap kritis terhadap lingkungan hidup daerah pedesaan dengan bentuk kekritisan sangat peka yang berisi tentang, (a) pembahasan kritik siswa terhadap penggalian liar, (b) pembahasan kritik siswa terhadap pembakaran hutan, (c) pembahasan kritik siswa terhadap perubahan iklim, (d) pembahasan kritik siswa terhadap pemanasan global.   Ketiga, sikap kritis lingkungan hidup masyarakat hutan ditulis siswa cukup peka yang berisi tentang (1) pembahasan kritik siswa terhadap pembakaran hutan, (2) pembahasan kritik siswa terhadap penggalian liar, (3) pembahasan kritik siswa terhadap pencemaran udara. Keempat, sikap kritis terhadap lingkungan hidup daerah aliran sungai. Siswa cukup kritis dengan menunjukkan ketidaksetujuan pada sungai-sungai yang kotor. Siswa juga cukup peka dalam menggambarkan daerah aliran sungai yang dianggapnya paling banyak menjadi faktor utama terjadinya banjir

    Using Flashcards to Improve the Teaching of Pronunciation of Vowels in Simple Vocabulary for Third Graders at SD Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Annur, AuliaAkifina. 2018. Using Flashcards to Improve the Teaching of Pronunciation of Vowels in Simple Vocabulary for Third Graders at SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Thesis, Department of English Literature, Faculty of Letters, UniversitasNegeri Malang. Advisors: (1) Dr. UtariPrabaAstuti, M. A, (II) Dr. Sri Rachmajanti, Dipl. TESL, M.Pd.Keywords: pronunciation, flash cards, young learner.Pronunciation is one of the pillars in speaking skill as clear pronunciation will enhance the students’ speaking ability. The preliminary study conducted in SD Laboratorium UM, especially in class 3A Bilingual, presented that the students had difficulties in pronouncing simple words taught in their material. Despite of all the attempts the teacher made in correcting their pronunciation, the students frequently made the same mistake. Meanwhile, there was no any other particular effort to teach pronunciation to students, and pronunciation tends to be compromised for young learners. Therefore, this study aimed at teaching pronunciation of vowel in simple vocabulary by using flash cards for third grade students in SD Laboratorium UM.The type of this research is Classroom Action Research (CAR). The data were collected through several instruments, such as an interview guide, observation sheet, questionnaire, and pronunciation test. All the instruments had been through a try out before by conducting a preliminary study in Class 3B Bilingual. This research consisted of several stages, those are planning, acting, observing, and reflecting.Based on the results of the research, there are three major outcomes of the study. First, based on the pronunciation test administered at the end of the action, the students passed the score 75 as the criteria of success. Around 76.7% of students passed the criteria of success in the pronunciation test, while the rests were failed to pass the criteria of success. The average score of the students were 79.4 which exceed the criteria of success. This proved that the ability of students in pronunciation significantly improved that the research was conducted in only one cycle as the criteria of success had been fulfilled in the first cycle.Second, averagely the students like the use of media in learning pronunciation. Around 96.7% of students stated that they could learn pronunciation faster by using flashcards. Besides, 76.6% of students enjoyed learning using flash cards as the media.Third, according to the observation sheet filled by the English teacher, the teaching and learning was well executed and the implementation of flash cards helped the students and encouraged them to learn pronunciation. This is proved by the score obtained in the observation sheet is 96 out 100.As the conclusion, the use of flash cards was proven to be able to improve the teaching pronunciation for third graders at SD LaboratoriumUniversitasNegeri Malang. Thus, this media can be one of the teachers’ solutions to teach pronunciation for students.Rahmawati, Putri Sari. 2018. Aspects of Conjunction Use in Text of Recount of Javanese Language by Students of SMP Negeri 1 Bubulan Class VIII-C. Essay. Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Counselor: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Keywords: conjunction, re-story, junior high school class VIIIConjunction is an important aspect in essay, especially essay written by the students. Errors in language usage, may occur with conjunction usage. If studied more deeply, the use of conjunctions in a discourse is sometimes ignored by students when writing an essay, students tend not to care about the conjunctions they use are correct or not. Not only in Indonesian language but in conjunction Java language learning also needs to be considered. This study aims to describe (1) the types of conjunctions contained in the text of the Java language storytelling by the students of SMP class VIII-C, (2) the function of conjunction contained in the text of the Javanese language storytelling by students of SMP class VIII-C, and (3) the inaccuracy of the use of conjunctions contained in the text of the javanese storytelling by the students of SMP class VIII-C.This study uses a qualitative approach, with the type of research text review or document studies. The research instrument in this research is the researcher himself as the key instrument with the aid of supporting instrument which is the data table. This study also uses criteria to facilitate data retrieval and data analysis. The criteria used are the criteria for determining the conjunctional aspects found in the recount text. As a supporting instrument, the researcher uses data identification table as an instrument of codification of data and data collection table. Data collection techniques in this study were conducted through documents using text stories, and techniques in data analysis, namely data identification, data classification, data codification, data interpretation, and data presentation.The results of this research are (1) the types of conjunctions contained in the text of the Javanese storytelling stories of the students of SMP class VIII-C, the results of the analysis of the students' re-coordination conjunction found six coordinating conjunctions namely (a) the sum conjunction, (b) elections, (c) conflictary conjunctions, (d) sequential conjunctions, (e) conjunction equations, and (f) conjunction inference. While the results of the analysis of subordinate conjunctions of the students' repeat stories found five subordinate conjunctions namely (a) causal conjunctions, (b) conjunction requirements, (c) conjunction objectives, (d) conjunctions of timing, and (e) conjunction engagement. (3) the inaccuracy of the use of conjunctions contained in the text of the re-story of the work of junior high school students of class VIII-C, the inappropriateness of the use of conjunctions, (a) the inaccuracy of the use of the coordinating conjunction found in coordinated conjunctive conjunctions and sequential coordinate conjunctions; (b) imprecise use of subordinate conjunctions is found in conjunctions of timing, conjunctive conjunctions, and conjunctions of purpose, and (3) excessive use of conjunctions. Suggestions for this study, first, for students should understand the differences and uses of each type of conjunction that has been taught, so that in making the story text, students can use conjunction variation properly and correctly. Second, for the teacher / teacher of the results of the research can be considered in providing learning about the concept and use of aspects of conjunction to students so that students can understand the types and functions of each conjunction. Third, for other researchers who want to do a similar research, this study is expected to increase the repertoire of research materials about the aspect of conjunction in the text of the story java language junior high school students

    Pengembangan Bahan Ajar Identifikasi Unsur Intrinsik Teks Cerita Fantasi dengan Menggunakan Media Teka-Teki Silang

    No full text
    Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengahasilkan produk bahan ajar identifikasi unsur intrinsik teks cerita fantasi dengan menggunakan media Teka-teki Silang dengan memperhatikan kelayakan isi, sistematika penyajian, bahasa, dan tampilan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah pengembangan yang diadaptasi dari langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul yang berjudul Bahasa Indonesia: Lihai Menyusun Kata Lihai Berbahasa. Modul siswa ini terdiri dari dua unit. Hasil penilaian produk secara keseluruhan dari segi isi, sistematika, bahasa, dan tampilan modul siswa mencapai persentase 87,6% yang berarti sangat layak dan dapat diimplementasikan

    Struktur Naratif Vladimir Propp dan Nilai Moral dalam Legenda Ranu Grati

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif dan nilai moral yang terdapat dalam Legenda Ranu Grati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis milik Vladimir Propp. Fokus dalam peneltian ini adalah struktur naratif naratif dan nilai moral yang terkandung dalam Legenda Ranu Grati. Objek penelitian ini adalah hasil wawancara peneliti dengan narasumber yang dialihwahana menjadi teks dan diterjemahkan serta disesuaikan alur dan tanda bacanya. Instrumen yang digunakan adalah peneliti yang menggunakan panduan wawancara, panduan angket, dan panduan analisis untuk menentukan 15fungsi pelaku dan nilai moral yang terdapat dalam Legenda Ranu Grati. Hasil penelitian ini adalah  lima belas fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita. Fungsi pelaku yang membangun kontruksi cerita yaitu (1) fungsi ketiadaan, (2) fungsi larangan, (3) fungsi pelanggaran, (4) fungsi penyampaian informasi, (5) fungsi penipuan, (6) fungsi kejahatan, (7) fungsi permulaan tindak balas, (8) fungsi keberangkatan atau kepergian, (9) fungsi pertama donor, (10) fungsi penerimaan alat sakti, (11) fungsi perpindahan, (12) fungsi berjuang dan bertarung, (13) fungsi penyelidikan, (14) fungsi tugas sulit, dan (15) fungsi penyelesaian. Nilai moral yang ditemukan dalam cerita Legenda Ranu Grati ada tiga jenis nilai moral, yaitu nilai moral individu, nilai moral sosial, dan nilai moral religi

    EFEKTIVITAS TEKNIK COPY WRITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA DI SMP/MTS

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas teknik copy writing dalam pembelajaran menulis naskah drama di SMP/MTs, (2) mengetahui efektivitas teknik copy writing pada aspek penokohan, (3) mengetahui efektivitas teknik copy writing pada aspek alur, (4) mengetahui efektivitas teknik copy writing pada aspek tema, (5) mengetahui efektivitas teknik copy writing pada aspek setting, dan (6) mengetahui efektivitas teknik copy writing pada aspek dialog. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Hasil penelitian ini, teknik copy writing tidak efektif pada aspek tema, penokohan, setting, dan dialog, namun teknik copy writing efektif pada aspek alur dengan sigifikansi yang tinggi. Dengan demikian teknik copy writing efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis naskah drama di SMP/MTs

    Muatan Pendidikan Lingkungan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan penelitian ini mendeskripsikan muatan pendidikan lingkungan dalam buku teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi 2017 terbitan Kemendikbud, menggunakan pendekatan kualitatif dan studi dokumentasi. Hasilnya (1) terdapat 10 bentuk pokok muatan pendidikan lingkungan yang muncul, yakni tentang ekosistem, sumber daya lingkungan, daya dukung lingkungan, kepedulian, partisipasi, estetika, kearifan lokal, etika lingkungan, pengambilan keputusan terhadap isu lingkungan, dan kebencanaan; (2) sebaran muatan pendidikan lingkungan muncul pada pengantar, materi pendukung, teks sastra, teks non sastra, tugas, dan gambar; dan (3) konteks yang melatari muatan pendidikan lingkungan muncul secara tersurat, tersirat dan tersorot dalam kalimat di bagian-bagian buku teks

    Konjungsi pada Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang.

    No full text
    ABSTRAK   Ahasa, Dhela. 2018. Konjungsi pada Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Pidekso Adi, M.Pd.   Kata Kunci: konjungsi, teks eksplanasi. Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi untuk menggabungkan bagian-bagian ujaran kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat, bisa juga antara paragraf dengan paragraf.Selain itu, konjungsi juga dapat diartikan sebagai kata tugas yang menghubungkan antarunsur kebahasaan dengan mempertimbangkan logika berpikir guna memaparkan pesan yang jelas. Konjungsi biasa digunakan di beberapa teks, salah satunya ialah teks eskplanasi. Teks eksplanasi memiliki ciri yang dapat membedakan dengan teks yang lain. Untuk dapat memahami teks eksplanasi, terlebih dahulu mengetahui ciri kebahasaan teks eksplanasi tersebut.Dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang, yaitu teks eksplanasi memerlukan penggunaan konjungsi yang harus tepat. Penggunaan konjungsi yang tepat atau sesuai juga menentukan keformalan suatu teks yang sangat dibutuhkan untuk memperjelas makna atau maksud proposisi atau ide dalam teks tersebut agar mudah dipahami.Pentingnya penelitian ini untuk dilakukan juga didasarkan pada beberapa alasan berikut. Pertama, belum ada penelitian tentang penggunaan konjungsi pada teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Kemudian yang kedua, penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa 93 buah bentuk konjungsi koordinatif dan 48 buah subordinatif yang terdapat dalam karangan siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Tumpang. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan terlebih dahulu teks eksplanasi beserta konjungsinya, kemudian siswa akan membuat karangan teks eskplanasi berdasarkan pemikiran siswa sendiri. Data diklasifikasikan dan dimasukkan ke dalam tabel sesuai kategori pada wujud konjungsi (intrakalimat dan antarkalimat). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi.Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta.Kedua, Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi koordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat meliputi selain itu, namun, dan, dengan, tetapi.Sementara itu, bentuk konjungsi koordinatif intrakalimat yang ditemukan meliputi dengan, dan, tetapi, yaitu, serta.Ketiga, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar,jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Keempat, Bentuk konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi Bentuk konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IS SMAN 1 Tumpang meliputi konjungi subordinatif antarkalimat dan intrakalimat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat meliputi oleh karena itu, agar,jika, oleh sebab itu. Sementara itu, bentuk konjungsi subordinatif intrakalimat meliputi karena, seperti, sehingga. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua saran. Pertama, saran ditujukan untuk guru.Guru disarankan untuk lebih mengajarkan kepada siswa tentang konjungsi yang terdapat di dalam teks eksplanasi, dan cara menggunakan konjungsi, khususnya dalam menyusun teks eksplanasi. Bentuk konjungsi yang digunakan oleh siswa merupakan gambaran pengetahuan dan kebiasaan siswa. Pada kenyataannya, penggunaan konjungsi tersebut merupakan informasi tentang pengetahuan dan pemahaman siswa kelas XI yang diberikan oleh guru. Kedua, saran ditujukan untuk siswa. Siswa hanya akan menggunakan kosakata yang tersimpan dalam benak mereka untuk digunakan dalam merangkai kata-kata. Kosakata yang telah tersimpan tersebut akan tereliasasi dalam bentuk kata-kata sesuai pemahaman siswa. Apabila kosakata yang dibutuhkan untuk mewakili salah satu konsep makna, tetapi kosakata tersebut tidak ditemukan maka siswa akan mengambil kosakata yang lain untuk mewakilinya. Oleh karena itu, siswa disarankan untuk lebih banyak membaca dan mempelajari tentang bentuk konjungsi, tidak hanya pada teks eksplanasi tetapi juga pada teks yang lain

    PENGEMBANGAN E-BOOK MENULIS CERKAK BAHASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER IDE FOTONOVELA UNTUK SISWA KELAS XII

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: E-book, cerkak, fotonovela.   Fokus penelitian ini adalah untuk menghasilkan E-book Menulis Cerkak Bahasa Jawa dengan Menggunakan Sumber Ide Fotonovela untuk Siswa Kelas XII sesuai dengan aspek isi, sistematika, bahasa, dan tampilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari aspek isi, sistematika, bahasa, dan tampilan, E-book Menulis Cerkak Bahasa Jawa dengan Menggunakan Sumber Ide Fotonovela untuk Siswa Kelas XII ini layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan dari hasil validasi dan uji coba produk didapatkan persentase kelayakan sebesar 88,3% dari ahli materi, 76,9% dari ahli media, 92% dari pratisi dan 94,16% dari subjek uji. Dari data tersebut, keseluruhan persentase yang didapat adalah 71,34% yang dinilai layak untuk diimplementasikan

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇