SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Ciri Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Lumajang
Negosiasi merupakan bentuk interaksi antara dua pihak atau lebih dalam menyelesaikan masalah atau tujuan yang berbeda dengan cara mencari jalan keluar atau mencari kesepakatan bersama tanpa ada yang dirugikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ciri teks negosiasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Lumajang dengan tujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan struktur teks negosiasi yang digunakan oleh siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis data pada penelitian ini adalah mengumpulkan teks negosiasi, membaca teks negosiasi, mengidentifikasi teks negosiasi siswa yang telah dikumpulkan, serta mengklasifikasikan dan memasukkan hasil yang diperoleh ke dalam tabel spesifikasi. Data yang diperoleh merupakan data verbal, yaitu ciri teks negosiasi yang digunakan oleh siswa kelas X. Sumber data penelitian ini ialah 34 teks negosiasi karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Lumajang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis isi, yaitu menganalisis ciri teks negosiasi karya siswa. Analisis data pada penelitian ini dilakukan sesuai pedoman analisis data, yaitu peneliti mengolah data dengan cara membaca satu persatu hasil tulisan siswa. Kemudian, menandai atau mengkodifikasi, mengklasifikasikan data, dan menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan struktur teks negosiasi. Dalam struktur teks negosiasi terdiri dari orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Dalam hasil penelitian terdapat dua pola struktur teks negosiasi yang digunakan oleh siswa. Pertama, struktur pola lengkap terdiri dari orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Kedua, struktur pola tidak lengkap terdiri dari orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan
Pengaruh Strategi Language Experience Approach (LEA) terhadap Kemampuan Menulis Teks Cerita Pendek
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh strategi Language Experience Approach (LEA) terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek meliputi, penggambaran tokoh dan penokohan, perangkaian plot atau alur, penguraian nilai kehidupan atau amanat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen one group pretest-posttest. Populasi dan sampel siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Pademawu. Instrumen berupa tes dan rubrik penilaian. Data penelitian ini berupa hasil skor siswa dalam melakukan pretes dan postes menulis teks cerita pendek. Hasil penelitian ada siginifikansi pada kemampuan penggambaran tokoh dan penokohan, perangakain plot atau alur, penguraian nilai kehidupan atau amanat, dan kemampuan menulis teks cerita pendek secara keseluruhan. Kata Kunci: strategi Language Experience Approach (LEA), kemampuan menulis, teks cerita pendek ABSTRACT: The aim of this research is to describe the influence of Language Experience Approach (LEA) strategy to the ability to write short story texts including character's portrayal and characterization, plot or plot sequences, and deciphering life values or message. The type of research used is a quantitative experimental research by using one group pretest-posttest. The population and sample are the students of IX A class at Junior High School 1 Pademawu. The instruments are in the form of tests and assessment rubrics. The research data is in the form of student scores in doing the pretest and posttest in writing short story texts. The results of the research shows that there is a significance of the ability to describe characters portrayal and characterization, plot or plot sequences, deciphering of life values or message, and the ability to write short story texts as a whole. Keywords: Language Experience Approach (LEA) strategy writing ability, short story text
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA TEKS PUISI DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PUISI SISWA KELAS X MIA 1 MAN 3 TULUNGAGUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X MAN 3 Tulungagung. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan melaksanakan tes kemampuan membaca teks puisi, dan tes kemampuan menulis teks puisi, untuk kemampuan membaca menggunakan tes objektif dengan 5 alternatif jawaban, untuk kemampuan menulis teks puisi menggunakan tes subjektif dengan tema sesuai isi hati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) berdasarkan kemampuan membaca teks puisi siswa memperoleh kategori baik dengan persentase 48.5%, (2) berdasarkan kemampuan menulis teks puisi siswa memperoleh kategori cukup dengan persentase 60.6%, (3) berdasarkan uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi tiap variabel memiliki sig. (2tailed) 0,444 > 0,05. Hal ini berarti signifikan antara kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis puisi serta terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebu
Peningkatan kemampuan Meringkas Buku Nonfiksi dengan Menggunakan Metode SQ3R pada Siswa Kelas XI IPA 2 MA Negeri Wlingi.
RINGKASAN Wahyudianto, Arif. 2017. Peningkatan kemampuan Meringkas Buku Nonfiksi dengan Menggunakan Metode SQ3R pada Siswa Kelas XI IPA 2 MA Negeri Wlingi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata kunci: Teknik membca cepat SQ3R, meringkas buku. Menulis ringkasan merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas 11 SMA. Melalui kegiatan meringkas, siswa dapat dengan cepat mengingat dan menemukan kembali dan mengingat sebuah bacaan yang pernah di baca dengan cepat dan juga efisien. Pembelajaran meringkas buku menjadi pembelajaran yang kurang diminati oleh siswa. Penyebabnya yaitu guru tidak merancang suatu kegiatan yang sistematis dan bertahap dalam pembelajaran meringkas buku di kelas. Akibatnya siswa mengalami kesulitan, yakni kesulitan untuk meringkas buku dengan efiesinsi waktu dan tingkat detail ringkasan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi hambatan dan mendukung kelancaran pembelajaran meringkas buku. Strategi yang dimaksud adalah penerapan teknik membaca cepat dengan metode SQ3R di aplikasikan pada kegiatan merinkas buku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan meringkas buku nonfiksi dengan menggunakan metode SQ3R pada siswa MAN Wlingi Kelas XI IPA 2 dan mendeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran meringkas buku nonfiksi dengan menggunakan metode SQ3R pada siswa MAN Wlingi Kelas XI IPA 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dan instrument yang digunakan untuk penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, angket dan wawancara. Hasil tes pada siklus I menunjukkan siswa yang mampu mencapai KKM hanya sekitar 61% dari total keseluruhan, atau 22 siswa dari 36 siswa. Sedangkan siswa yang belum mampu mencapai KKM adalah sekitar 39% dari total keseluruhan atau 14 siswa dari 36 siswa masih belum mampu mencapai KKM. Pada siklus ke II hasil tes menunjukkan hasil kemampuan meringkas buku nonfiksi siswa yang mampu mencapai KKM sekitar 83% dari total keseluruhan, atau 30 siswa dari 36 siswa. Sedangkan siswa yang belum mampu mencapai KKM adalah sekitar 17% dari total keseluruhan atau 6 siswa dari 36 siswa masih belum mampu mencapai KKM. Sedangkan untuk kualitas proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II berbeda, sehingga hasil kemampuan meringkas buku nonfiksi yang diperoleh sangat berbeda. Simpulan penelitian tindakan kelas ini adalah dengan menggunakan metode SQ3R dalam materi meringkas buku nonfiksi mempermudah siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam meringkas buku nonfiksi
Penerapan Prinsip Kerjasama Grice Dalam Interaksi Antara Guru dan Siswa TK Dharma Wanita Madiun
ABSTRAK Utomo, Degdiyo Wahyu. 2015. Penerapan Prinsip Kerjasama Grice Antara Guru dan Siswa di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kota Madiun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M. Pd. Kata Kunci: prinsip kerjasama, tuturan guru Prinsip kerjasama merupakan sarana untuk menunjukkan penghargaan kepada mitra tutur. Kemampuan berbahasa perlu dimiliki oleh guru, karena berkaitan dengan pembentukan karakter sejak usia dini. Pemahaman, penerapan, dan pembiasaan penggunaan tuturan yang sopan patut ditanamkan semenjak kanak-kanak. Usia Taman Kanak-Kanak yang dimaksudkan adalah anak usia 4—6 tahun yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemenuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dengan orientasi teoretis pragmatik. Data berupa interaksi antara guru dan siswa yang diperoleh di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita, sehingga penelitian ini termasuk penelitian lapangan, sebab peneliti perlu melakukan observasi partisipan untuk memperoleh data. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, membuat pengkodean, dan mengevaluasi data. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian bahwa keempat prinsip kerjasama, yaitu prinsip kualitas, prinsip kuantitas, prinsip relevansi, dan prinsip cara dipenuhi dan dilanggar oleh guru. Pada pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa, ditemukan empat faktor yang membuat guru melanggar prinsip kesantunan, yaitu pelanggaran secara diam-diam, pelanggaran akibat penutur tidak mau melaksanakan prinsip, pelanggaran akibat benturan, dan pelanggaran secara terang-terangan. Dalam berinteraksi dengan siswa, guru harus menyesuaikan pada kondisi mitra tutur. Penggunaan bahasa Daerah, khususnya bahasa Jawa, juga ditemui dalam interaksi, sehingga menimbulkan adanya campur kode dalam penggunaan bahasa. Guru juga selalu berusaha menanggapi setiap tuturan siswa, sehingga pemenuhan prinsip relevansi banyak ditemui dalam interaksi. Dalam interaksi antara guru dan siswa, juga banyak ditemui kekaburan makna dan topik tuturan. Hal ini dikarenakan penutur banyak menggunakan kata ini dan itu dalam mendeskripsikan topik yang dimaksud. Situasi tutur juga mempengaruhi topik pembicaraan. Banyak topik yang bergeser, karena situasi tutur yang tidak kondusif. ABSTRACT Utomo, Degdiyo Wahyu. 2015. Application of Grice’s Cooporative Principle Between Teacher and Student in Dharma Wanita Kindergaten Madiun City. Skripsi, Indonesian Education, Literature, and Letter Department, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisor: Dr. Roekhan, M.Pd. Key Word: Cooperative principle, teacher utterance. Cooperative principle is way to show our appreciation to the hearer. Skill of language need to be owned by teacher, because is relating to the estabilshment character of the student since young. Comprehension, application, and habituation towards the use of polite directive speech should be inculcated from the children. The Age of Kindergarten which is meant in this research is children at the age between 4—6 years old studying on the Kindergarten. Considering the explanation above, this research aims to describe how is the fulfillment dan violation of the teachers politeness. This research uses qualitative descriptive study by focusing on the pragmatics theoretical orientation. The data is in the form of interaction between teacher and student at Dharma Wanita Kindergarten. This research is called field research because the researcher needs to observe the participant to get the data. The data analysis is done by identifying, clarifying, making a code, and evaluating the data. According to the data analysis, it obtainable result of the fourth cooperative maxim, such as maxim of quality, maxim of quantity, maxim of relevation, and maxim of manner, is used by the teacher. At the violation politeness by teacher, it discovered fourth factor what can make teacher does not meet the politeness, such as the secretly politeness violation, speaker does not want to implement maxim, speaker must to be faced with impact, and speaker really do violation of politeness. At the interaction between teacher and student, teachers must be adaptation it self with condition of students. The use of regional language, especially javanese language, also found in interaction, because that in can be mixed code at using language. Teacher also always respond, every student speech, because that, we can found many fulfillment of relevation maxim. At the interaction between teacher and student, we can find many fuzziness interaction. It’s because speaker used many word, like this or that, for show the topic. Said of the situation also affects the topic of conversation. Many topics were shifted, because the situation is not conducive.
Analisis Kualitas Layanan Taman Baca Masyarakat TABAMAS di Alun-alun Kabupaten Nganjuk
ABSTRAK Adhim,Muhammad Hamimul.2017. Analisis Kualitas Layanan Taman Baca Masyarakat TABAMAS di Alun-alun Kabupaten Nganjuk. Skripsi, JurusanSastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DwiSaksomo, M.Si.,(II) Drs. DwiSugianto, M.Pd. Kata Kunci: kualitas layanan,taman baca masyarakat Taman Baca Masyarakat atau TABAMAS merupakan salah satu layanan yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk. Pendirian TABAMAS bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Melalui penyediaan koleksi yang lengkap, diharapkan TABAMAS dapat menarik minat baca masyarakat. Selain itu juga ditunjang dengan fasilitas yang ada dalam layanan terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas layanan berdasarkan koleksi, fasilitas, sumber daya manusia, dan layanan, mendeskripsikan peranan yang dimiliki oleh TABAMAS, dan kendala yang dihadapi TABAMAS di Kabupaten Nganjuk. Rancangan dalam penelitian yaitu menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu kepala perpustakaan, pustakawan atau pengelola TABAMAS, dan pemustaka TABAMAS. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yaitu jumlah koleksi yang ada di TABAMAS yaitu 1.985 eksemplar yang terdiri dari buku dengan kelas utama 000-900, koleksi referensi, majalah, koran, dan buku anak. Kelengkapan koleksi yang dimiliki tersebut membuat kualitas koleksi TABAMAS cukup baik. Ketersediaan fasilitas pendukung yang ada di TABAMAS pun cukup lengkap. Ruangan TABAMAS masih memiliki ruangan yang sempit dan perlu adanya perluasan lagi. Ruangan TABAMAS tidak dapat menampung pengunjung yang datang dengan maksimal, khususnya pada jam istirahat dan hari libur. Tidak ada petunjuk khusus yang tersedia di dalam ruangan TABAMAS. Kebersihan TABAMAS selalu dijaga dengan cara membersihkan ruangan setiap awal dan akhir jam layanan. Sedangkan untuk lingkungan sekitar TABAMAS dibesrihkan oleh dinas kebersihan dan pertamanan. Dalam pelayanan yang dilakukan oleh petugas di TABAMAS, petugas memiliki prinsip untuk mengutamakan pelayanan terhadap pemustaka. Hal tersebut dapat menunjukkan sikap profesionalisme petugas layanan sehingga memunculkan rasa kebanggaan dalam diri petugas layanan TABAMAS. Sedangkan pada TABAMAS, ketepatan waktu layanan menurut pemustaka telah dianggap baik. TABAMAS memiliki peranan dalam menyediakan sumber informasi bagi masyarakat umum, khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk. Dengan adanya peranan tersebut, masyarakat mendapatkan manfaat seperti menambah informasi masyarakat, menambah wawasan masyarakat, membantu kegiatan belajar masyarakat, dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemustaka. Kendala yang dihadapi oleh TABAMAS yaitu berkaitan dengan kurang luasnya ruangan yang dimiliki oleh TABAMAS. Selain itu juga kendala terhadap koneksi wifi dan fasilitas lainnya
Elemen dan Pola Argumentasi Toulmin dalam Teks Pidato Siswa Kelas XI SMK Negeri 8 Malang
ABSTRAK Fahmi, Muhammad Irfan. 2017.Elemen dan Pola Argumentasi Toulmin dalam Teks Pidato Siswa Kelas XI SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing, (I) Dr.Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd Kata kunci: elemen,pola,argumentasi, teks pidato. Kurikulum 2013 menuntut siswa aktif menyuarakan pendapatnya.Pendapat siswa bisa dilakukan melalui tulisan maupun lisan.Pendapat secara tulis tersebut selanjutnya disebut karangan argumentasi. Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi argumen atau pendapat penulis mengenai suatu fenomena atau permasalahan yang disajikan dengan cara memberikan jawaban yang disertai alasan yang berisi data, fakta ataupun pernyataan-pernyatan lain yang mendukung atau menentangnya. Pendapat yang dituangkan ke dalam tulisan bisa berupakarangan teks pidato yang pada dasarnya teks ini berisi tentang paparan informasiyang dilengkapi pendapat dan bukti berupa fakta.Terdapat sebuah model bahasan yang mendalam terkait argumen. Model tersebut adalah Model Argumen Toulmin.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan elemen argumentasi dan pola argumentasiToulmin dalam teks pidato siswa kelas XI SMK Negeri 8 Malang.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 8 Malang.Data yang digunakan merupakan bagian dari teks pidato yang mengandung elemen argumentasi dan pola argumentasi yang muncul dalam teks pidato di tulis siswa kelasXI SMK Negeri 8 Malang.Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi yaitu mengambil data dari tugas yang diberikan guru. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputielemen dan pola argumentasi model toulmin pada teks pidato.Analisis data dibantu dengan panduan analisis yang sudah dibuat peneliti dan dilakukan setelah semua data terkumpul denganlangkah-langkah berikut: (1)pengkodean, (2)penyajian data, (3)penarikan kesimpulan.Hasil analisis setiap data yang diperoleh oleh penulis dianalisiskemudianmemunculkan elemen dan pola argumentasi.Elemen-elemen yang muncul berupa (1)pernyataan umum (claim), (2)bukti (ground),(3)penguatan (warrant),(4)pendukung (backing),(5)modalitas (modal qualifier),(6)penyanggah (rebuttal).Pola-pola yang muncul berupa (1) pola I (C-G) yang berisi pernyataan umum dengan bukti, (2) pola II (C-G-W) yang berisi pernyataan umum, bukti danpenguatan, (3) pola III (C-G-W-B) yang berisikan pernyataan umum, bukti,penguatan dan pendukung, (4) pola IV (C-G-W-B-Q) yang berisikan pernyataanumum, bukti, penguatan, pendukung dan modalitas, dan (5) pola V (C-G-W-B-Q-R) yang mempunyai elemen lengkap berupa pernyataan umum, bukti, penguatan,pendukung, modalitas dan penyanggah. Teks pidato siswa kelas XI SMK Negeri 8 Malang memunculkan semua pola argumentasi Toulmin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, ada saran untuk disampaikan pada pendidik serta peneliti selanjutnya.Penelitian ini dapat digunakan pendidik sebagai refleksi untuk melihat elemen dan pola argumentasi pada teks pidato yang dibuat peserta didik. Kemudian pendidik dapat memberi masukan agar peserta didik dapat memperkuat argumennya dan membuat teks pidato lebih baik lagi. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan pendidik sebagai acuan untuk mengembangkan pola pikir peserta didik agar lebih berpikir kritis dengan memberikan contoh-contoh dari berbagai media yang ada di masyarakat. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti elemen dan pola argumentasi dapat mengembangkanya pada objek yang lain. Peneliti selanjutnya juga dapat melakukan penelitian tentang penalaran dalam argumentasi pada objek. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk melengkapi kekurangan dari penelitian ini
Kecenderungan Penokohan dan Pengaluran Cerpen Karya Mahasiswa UM dalam Majalah Komunikasi Tahun Terbit 2011-2017
ABSTRAK Ernawati, Mimin. 2017. Kecenderungan Penokohan dan Pengaluran Cerpen Karya Mahasiswa UM dalam Majalah Komunikasi Tahun Terbit 2011-2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (2) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci : penokohan, pengaluran cerpen, mahasiswa UM, majalah Komunikasi Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra. Cerpen juga memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut yang membuat cerpen berbeda dengan karya sastra lainnya, seperti novel, puisi, dan roman. Cerpen dibangun atas beberapa unsur yang menopangnya. Aspek yang dapat dikaji yakni penokohan dan pengaluran. Penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku dalam cerita. Teknik penokohan bisa secara langsung atau analitik, dan tidak langsung atau dramatik. Sedangkan alur merupakan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan diemban oleh tokoh tertentu sehingga membentuk suatu cerita. Alur adalah salah satu unsur intrinsik cerpen sekaligus merupakan hal penting yang sangat berpengaruh terhadap cerita. Ada cerpen yang mempunyai struktur alur lengkap dan tidak lengkap. Kategori alur yang digunakan masing-masing mahasiswa untuk penulisan cerita tentu berbeda. Sejauh ini, yang banyak diketahui adalah penggunaan alur maju, alur sorot balik, dan alur campuran. Namun, ternyata masih terdapat kategori alur lain dalam cerpen yang perlu diketahui. Alur cerita yang ditulis oleh mahasiswa perlu diketahui atau digambarkan. Hal tersebut penting guna mengetahui bagaimana mahasiswa dalam mengembangkan alur sehingga menghasilkan cerpen yang menarik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penokohan dan pengaluran cerpen yang ditulis mahasiswa UM dalam majalah Komunikasi tahun terbit 2011-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan instrumen pembantu berupa tabel pedoman analisis. Prosedur pengumpulan data berupa dokumentasi. Penelitiian menggunakan tiga tahap analisis data, yaitu (1) tahap persiapan, (2) penganalisisan, dan (3) penyimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan (1) memeriksa ulang hasil kodifikasi dan hasil penelitian sesuai dengan teori, (2) membaca dan menganalisis teks cerpen secara berulang-ulang dan cermat, dan (3) melakukan diskusi dengan teman sejawat. Tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah (1) tahap persiapan, (2 ) pelaksanaan, dan (3) penyelesaian. Temuan penelitian menunjukkan adanya (1) cerpen dengan teknik penokohan secara langsung atau analitik; (2) cerpen dengan teknik penokohan secara tidak langsung; (3) cerpen dengan teknik penokohan campuran, yaitu gabungan dari penokohan secara langsung dan tidak langsung; (3) cerpen dengan struktur alur lengkap dan cerpen dengan struktur alur tidak lengkap; (4) cerpen dengan alur progresif dan cerpen dengan alur sorot balik; (5) cerpen dengan alur tunggal dan cerpen dengan alur paralel; (6) cerpen dengan alur padat dan cerpen dengan alur longgar; dan (7) cerpen dengan alur peruntungan, cerpen dengan alur tokohan, dan cerpen dengan alur pemikiran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik penokohan yang paling banyak digunakan adalah campuran, dan tidak semua cerpen mempunyai struktur alur yang lengkap. Pada umumnya, mahasiswa menggunakan alur dengan struktur (pengenalan, konflik, komplikasi, klimaks, peleraian, penyelesaian). Pada kategori alur berdasarkan urutan waktu, mahasiswa cenderung menggunakan alur progresif. Pada kategori alur berdasarkan jumlah, mahasiswa cenderung menggunakan alur tunggal. Pada kategori alur berdasarkan kepadatan, mahasiswa cenderung menggunakan alur padat. Pada kategori alur berdasarkan isi, mahasiswa lebih cenderung menggunakan alur peruntungan
Persepsi PemustakaTerhadap Keterampilan Komunikasi Pustakawan Layanan Front Office di Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keterampilan komunikasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap orang yang bergerak dalam bidang pelayanan publik, termasuk pustakawan. Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi masyarakatnya. Salah satu layanan di Perpustakaan UIN Maliki Malang yang selalu berpotensi terjadinya interaksi dengan tujuan yang beragam adalah layanan front office. Layanan front officemerupakan layanan yang pertama kali dilihat pemustaka pada saat berada dalam lingkup perpustakaan sekaligus sebagai sarana tata usaha perpustakaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi pemustaka mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap keterampilan komunikasi pustakawan layanan front office di Perpustakaan UIN Maliki Malang dari segi empati, sikap mendukung, sikap positif, penyetaraan pelayanan, sikap percaya diri, keakraban, dan manajemen interaksi. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif. Peneliti mendeskripsikan apa yang ditemukan di lapangan sehingga dapat dikaji lebih lanjut untuk menemukan permasalahan beserta pemecahannya. Kegiatan analisis data menggunakan teknik mean dan grand mean. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa keterampilan komunikasi pustakawan layanan front office di Perpustakaan UIN Maliki Malang termasuk dalam kategori baik (rata-rata skor 2,53). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator empati termasuk dalam kategori cukup baik (skor rata-rata 2,42). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator sikap mendukung termasuk dalam kategori cukup baik (skor rata-rata 2,46). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator sikap positif termasuk dalam kategori baik (skor rata-rata 2,58). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator penyetaraan pelayanan termasuk dalam kategori cukup baik (skor rata-rata 2,31). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator sikap percaya diri termasuk dalam kategori baik (skor rata-rata 2,83). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator keakraban termasuk dalam kategori cukup baik (skor rata-rata 2,45). Persepsi pemustaka terhadap keterampilan komunikasi pustakawan dengan indikator manajemen interaksi termasuk dalam kategori baik (skor rata-rata 2,7). Skor terendah yang didapatkan dari hasil penelitian adalah keterampilan komunikasi pustakawan layanan front office dari segi penyetaraan pelayanan yaitu 2,31, sedangkan skor tertinggi merupakan keterampilan komunikasi pustakawan layanan front office dari segi sikap percaya diri yaitu 2,83
Rivalitas Tradisi dan Modernitas dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam: Kajian Pascakolonial
ABSTRAK Novel Jalan Menikung karya Umar Kayam menampilkan fenomena rivalitas tradisi dan modernitas yang terjadi pada masyarakat saat ini. Rivalitas tersebut disebabkan oleh budaya Barat yang berkembang begitu pesat di segala sisi kehidupan bangsa Timur. Masuknya budaya Barat yang semuanya serba modern mampu menarik perhatian masyarakat bangsa Timur. Namun, rivalitas tidak mengakibatkan perpecahan, melainkan saling menghargai dengan yang lain. Benturan yang terjadi bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Kalau tidak ada benturan menjadikan masyarakat cenderung pasif. Rivalitas tradisi dan modernitas dalam novel Jalan Menikung karya Umar Kayam, yaitu masalah pekerjaan, perbedaan sudut pandang mengenai pemugaran makam, masalah pendidikan, kekeluargaan, dan perkawinan antar budaya. Hal tersebut tidak terlepas dari segi pandangan hidup dan gaya hidup