SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NASKAH DRAMA KUSUMA YAJNYAKARYA PUSPA ZANUAR A.
RINGKASAN Laochong, Marisca 2018. KonflikBatinTokohUtamadalamNaskah Drama KusumaYajnyaKaryaPuspaZanuar A. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: KonflikBatin, PsikoanalisisdanNaskah Drama. Kusuma Yajnya merupakan sebuah pementasandrama berbahasa jawa yang diambil dari naskah berjudul Kusuma Yajnya karya Puspa Zanuar A. drama tersebut menceritakan sebuah cerita klasik atau cerita rakyat yang berkembang pada masyarakat suku tengger di sekitar kaki gunung Bromo Jawa Timur. Kusuma Yajnya ini menceritakan kisah dari Rara Anteng dan Jaka Seger yang merupakan sebuah cerita rakyat dan menjadi cikal bakal adanya gunung Bromo sekaligus tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat suku tengger. Konflik batin terjadi pada tokoh-tokoh drama Kusuma Yajnya ini dan menjadi sebuah ciri utama dari drama ini, hal paling mendominasi alurnya adalah konflik batin yang dialami tokoh-tokohnya oleh karena hal tersebut diperlukannya peran psikologi sastra. Aspek kejiwaan yang dialami oleh para tokoh drama Kusuma Yajnya ini akan dianalisis menggunakan teori psikoanalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Mendeskripsikan wujud konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam naskah drama Kusuma Yajnya, 2) Mendeskripsikan faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik batin pada tokoh utama dalam naskah drama Kusuma Yajnya, 3) Mendeskripsikan penyelesaian konflik batin yang dialami tokoh utama dalam naskah drama Kusuma Yajnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis analisis wujudkonflikbatin sebagai pendukungnya. Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan. Pertama, bentuk konflik batin. Bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dibagi menjadi beberapa aspek, termasuk bentuk konflik batin berdasarkan klasifikasi emosional yang mencakup kesedihan, kebencian dan rasa bersalah. Kemudian bentuk konflik batin berdasarkan kecemasan oleh karakter utama yang meliputi, kecemasan atau realitas obyektif, kecemasan neurotik dan kecemasan moral dan ekspresi emosional. Kedua, penyebab terjadinya adalah konflik batin karakter utama, ada dua faktor 1) Faktor internal yang terjadi karena konflik yang terjadi di hati, jiwa karakter cerita dan biasanya konflik internal yang Terjadi dalam suatu individu. 2) Faktor Eksternal yang dialami atau ditimbulkan karakter utama cerita adalah protagonis, dan biasanya disebabkan oleh adanya ketidaksepakatan antara protagonis dan antagonis. Ketiga, resolusi konflik adalah dengan cara Pengalihan dan Proyeksi.
Perilaku Pencarian Informasi Orang Tua untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Anak di Perpustakaan Umum Kota Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskipsikan perilaku pencarian informasi orang tua dan perilaku penemuan informasi orang tua di Perpustakaan Umum Kota Malang. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur, observasi non partisipan, dan telaah dokumen. Analisis data dimulai dari tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kebutuhan informasi pada setiap anak berbeda-beda sesuai dengan tingkat pendidikan anak. Perilaku pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi anak di Perpustakaan Umum Kota Malang, yaitu perilaku pencarian informasi orang tua, perilaku pencarian informasi anak, dan perilaku pencarian informasi orang tua dengan anak. Perilaku pencarian informasi di Perpustakaan Umum Kota Malang dilakukan dengan cara langsung menuju ke rak koleksi buku perpustakaan. Hasil pencarian informasi yang diperoleh orang tua berupa informasi tercetak dan digital. Peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan informasi anak juga dilakukan dengan menyampaikan hasil informasi yang diperoleh dan mendampingi anak dalam proses belajar
Latar Dan Penggambaran Latar Teks Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Bululawang
Robitah, D. 2018. Latar Dan Penggambaran Latar Teks Cerpen Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Bululawang.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nita Widiati, M.Pd Kata Kunci: teks cerpen, latar, kualitatif, gaya bahasa. Teks cerpen merupakan sebuah bentuk karya sastra yang dapat digunakan sebagai media berkomunikasi. Bentuk komunikasi ini berupa teks yang bertujuan untuk menjadi sarana mengungkapkan suatu gagasan atau pokok pikiran seorang penulis terhadap pembacanya. Teks cerpen dikatakan sebagai karya yang indah jika karya tersebut dapat memberikan kesan menarik bagi pembaca teks tersebut. Kemenarikan sebuah teks dapat dilihat dari berapa banyak gaya bahasa yang dimiliki pengarang untuk menggambarkan pokok-pokok penting yang terdapat dalam cerita. Teks cerpen juga memiliki dua unsur pembangun cerita yakni, unsur intrinsik dan unsur ektrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang timbul dari dalam cerita tersebut sedangkan unsur ektrinsik adalah unsur dari luar cerita tersebut. Unsur intrinsik meliputi tokoh, alur, latar, judul, sudut pandang dan tema. Salah satu unsur intrinsik adalah unsur latar, latar juga dibagi menjadi tiga yakni latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sedangkan unsur ektrinsik adalah unsur dari luar cerita tersebut. Pengarang tidak hanya dituntut untuk menggambarkan latar dengan jelas namun, ada beberapa pengarang yang menggunakan gaya bahasa untuk memperindah karya yang dibuatnya agar lebih menarik dan dapat dinikmati oleh orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang datanya berupa tulisan atau kata-kata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pen-dekatan deskriptif. Metode penelitian ini dipilih karena data pada penelitian ini berupa teks cerpen cerpen karya siswa. Penelitian ini jug bertujuan untuk mengetahui berbagai macam gaya bahasa yang digunakan oleh sisiwa kelas IX SMP Negeri 2 Bululawang dalam menggambarkan sebuah latar cerpen yang dimana kebanyakan pengarang hanya menyebutkannya dengan singkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sisiwa kelas IX SMP Negeri 2 Bululawang dapat menggunakan berbagai macam gaya penggambaran. Kemudian, terdapat beberapa siswa yang menggunakan lebih dari satu gaya dalam karangannya. Ada pula yang kurang mengembangkan gaya penggambaran dalam mendeskripsikan latar cerita. Pada penggunaan gaya kiasan, siswa sering menggunakan gaya personifikasi dan gaya epitet. Selanjutnya pada gaya retoris sisiwa sering menggunakan gaya enomerasio dan pada gaya pencitraan siswa sering menggunakan citra pendengaran. Sehubungan dengan penelitian ini disarankan kepada tiga pihak yaitu guru, siswa, dan peneliti selanjutnya. Saran bagi guru adalah lebih kenalkan berbagai macam gaya pada siswa agar karya siswa lebih menarik dan indah. Guru juga disarankan agar lebih sering memberikan penguatan dan penugasan menulis teks agar siswa terbiasa dalam membuat karya terutama karya sastra. Bagi siswa disarankan agar sering-sering berlatih dan membaca buku agar memiliki berbagai macam wawasan dan pengetahuan tentang gaya dalam menggambarkan latar. Peneliti lain yang ingin meneliti topik penelitian yang sama diharpakan agar lebih menggunakan fokus yang rinci atau menciptakan media pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang lain misalnya, kuantitatif atau pengembangan
AJARAN SEKSUAL TEMBANG DOLANAN JAWA DALAM SÉRAT RARYÅ SARÅJÅ KARYA K.P.A. KOESOEMADININGRAT
Manuskrip atau naskah kuno sebagai karya sastra yang sangat unik dan memiliki makna yang mendalam terkait dengan kehidupan bermasyarakat khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Didalam sebuah naskah terdapat ajaran-ajaran hidup yang sangat bermanfaat dan juga dapat dijadikan sebagai pedoman manusia dalam melakukan suatu perbuatan. Ajaran-ajaran hidup tersebut dapat kita gali dan kita teliti lebih mendalam agar makna yang seutuhnya dapat kita pahami serta dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ajaran seksual yang terkandung pada tembang-tembang dolanan di dalam Sérat Raryå Saråjå Karya K.P.A. Koesoemadiningrat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa ajaran seksual yang terkandung pada tembang-tembang dolanan di dalam Sérat Raryå Saråjå Karya K.P.A. Koesoemadiningrat. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Penelitian ini menghasilkan analisis ajaran seksual serta makna yang terkandung pada tembang-tembang dolanan dalam Sérat Raryå Saråjå Karya K.P.A. Koesoemadiningrat. Kata Kunci: manuskrip, tembang dolanan, ajaran seksual, Sérat Raryå Saråj
PEMBELAJARAN MAHARAH AL-KALAM BAHASA ARAB DI MAN 1 KOTA MALANG
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kurikulum, bahan ajar, teknik pembelajaran, media pembelajaran, kegiatan evaluasi, permasalahan, dan solusi pemecahannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, angket, beserta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran maharah al-kalammampu meningkatkan kemampuan berbicarapeserta didik kelas X bahasaMAN 1 Kota Malang
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN TEKNIK “CERCA TEMAN” PADA SISWA KELAS VIII-B SMP NEGERI 1 TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 2017-2018
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis puisi bebas dengan teknik “cerca teman” pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Trenggalek tahun pelajaran 2017-2018. Perencanaan pembelajaran membahas tentang identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media, alat, dan sumber belajar, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serta penilaian. Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pelaksanaan pembelajaran menumbuhkan KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4, implementasi pendekatan saintifik, dan teknik “cerca teman”. Penilaian pembelajaran menggunakan penilaian autentik untuk penilaian sikap dan penilaian keterampilan
Isi Teks Biografi dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK Sederajat
ABSTRAK Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui isi teks biografi dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMKssederajat edisi 2015 terbitan Kemendikbud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penyelesaian, dan hingga hasil penelitian Sumber data berasal dari sumber tertulis yakni teks biografi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK sederajat edisi 2015 terbitan Kemendikbud. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, yaitu paparan isi teks biografi dilihat dari strukturnya meliputi orientasi, urutan peristiwa dan reorientasi. Data tersebut diperoleh dari sumber data berupa dokumen teks biografi dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMKssederajat edisi 2015 terbitan Kemendikbud..Hasil penelitian pada isi teks biografi menunjukan bahwa ada beberapa unsur-unsur yang terkandung dalam masing-masing bagian dari struktur teks biografi
KOSAKATA DALAM KARANGAN KARYA SISWA KELAS IX SMP ISLAM ASSALAM JAMBEWANGI
RINGKASAN Wulandari, Anita Desy. 2018. Kosakata dalam Karangan KaryaSiswa Kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: kosakata, karangan bebas, pembelajaran menulis Kosakata adalah suatu perbendaharaan kata yang dimiliki oleh suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Kosakata merupakan simbol bahasa suatu budaya tertentu yang dimiliki masyarakat. Untuk mengetahui penggunaan kosakata oleh siswa, dapat dilihat melalui karya tulis yang dihasilkan. Salah satu hasil karya tulis tersebut dapat berupa karangan bebas. Karangan bebas tersebut bisa didapatkan dari kegiatan pembelajaran menulis siswa di dalam kelas. Melalui karangan siswa, ditemukan beberapa jenis kosakata yang diklasifikasikan berdasarkan kelas kata dan muatan isi kosakata yang dihasilkan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kosakata dan (2) muatan isi kosakata yang ada pada teks karangan siswa kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis dokumen untuk menjabarkan fokus penelitian. Peneliti mengumpulkan hasil karangan dengan tema bebas untuk mengetahui kosakata yang digunakan oleh siswa yang berjumlah 12 orang. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya jenis kosakata berdasarkan kelas kata, yaitu kelas kata nomina, verba, adjektiva, adverbia, pronomina, numeralia, konjungsi, dan partikel. Kelas kata nomina terdiri atas nomina wujud, yaitu abstrak dan konkret dan nomina bentuk, yaitu bentuk dasar dan bentuk berimbuhan. Kelas kata verba terdiri atas verba tindakan, kejadian, dan keadaan. Kelas kata adjektiva terdiri atas sikap batin, ukuran, jarak tempuh, kuasa tenaga, dan kesan indra. Kelas kata adverbia terdiri atas negasi, frekuensi, derajat, waktu, dan keselesaian. Kelas kata pronomina terdiri atas kata ganti diri, kata ganti penunjuk, dan kata ganti tanya. Kelas kata numeralia terdiri atas kata bilangan, yaitu bilangan ganjil, genap, himpunan, urutan, dan bertingkat. Kelas kata preposisi terdiri atas tempat berada, arah asal, dan arah tujuan. Kelas kata konjungsi terdiri atas koordinatif dan subordinatif. Kelas kata partikel terdiri atas partikel penegas. Dari segi muatan isi kosakata,ditemukan muatan isi pada kosakata kategori human terdiri atas nama orang, kata ganti orang, dan mata pencaharian. Muatan isi pada kosakata kategori fauna terdiri atas hewan darat. Muatan isi pada kosakata kategori flora terdiri atas tanaman pangan. Muatan isi pada kosakata kategori objek terdiri atas sarana transportasi, sarana berhias diri, dan makanan. Muatan isi pada kosakata kategori teresterial terdiri atas hamparan daratan dan lautan. Muatan isi pada kosakata kategori keadaan terdiri atas etika budaya, suasana perasaan, dan kondisi kehidupan. Berdasarkan jenis kosakata dalam karangan siswa, siswa lebih sering menggunakan kelas kata nomina dan kelas kata verba. Hal ini disebabkan siswa lebih banyak menguasai kosakata nomina dan verba. Berdasarkan muatan isi kosakata dalam karangan siswa, siswa lebih sering menggunakan kosakata kategori human dan kategori keadaan. Hal ini disebabkan persepsi siswa terhadap kosakata dan penguasaannya cenderung lebih mengarah kepada hubungan dengan diri sendiri dan sosial serta hal-hal yang mengacu pada hal-hal yang ada namun bersifat abstrak. Saran bagi guru dan tenaga pendidik,untuk memperkaya kosakata yang dimiliki oleh siswa, hendaknya rutin memberikan latihan-latihan yang dapat memperkaya kosakata Bahasa Indonesia siswa. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memberikan tugas membuat karangan kepada siswa, mencatat kosakata-kosakata yang muncul pada program- program televisi yang ditonton oleh siswa, dan menuliskan kegiatan sehari-harinya ke dalam buku diary.Hal ini akan melatih siswa untuk mempelajari kosakata baru yang mereka dapat dari kegiatan tersebut mengingat pembelajaran di sekolah juga mempunyai andil besar untuk memperkaya kosakata yang dimiliki siswa disamping faktor sosial dan lingkungan. Saran bagi peneliti selanjutnya, hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA TEKS PUISI DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PUISI SISWA KELAS X MIA 1 MAN 3 TULUNGAGUNG
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X MAN 3 Tulungagung. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) berdasarkan kemampuan membaca teks puisi siswa memperoleh kategori baik dengan persentase 48.5%, (2) berdasarkan kemampuan menulis teks puisi siswa memperoleh kategori cukup dengan persentase 60.6%, (3) berdasarkan uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi tiap variabel memiliki sig. (2tailed) 0,444 > 0,05. Hal ini berarti signifikan antara kemampuan membaca teks puisi dengan kemampuan menulis puisi serta terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebut
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Malang
RINGKASAN Pratama, Yeremia Christian. 2018. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Dr. TitikHarsiati, M.Pd Kata Kunci :Analisis Kesalahan Berbahasa, Teks Berita Hampirsemuakegiatanpembelajaran siswapadasuatumatapelajaranmelakukanaktivitasmenulis, tidakterkecualipadamatapelajaran Bahasa Indonesia padajenjangpendidikanmenengah pertamakelas VIII. Pada kegiatanmenulis, terdapattigahal yang menjadikaidahberbahasa, yaituejaan, konjungsi, dan pembentukankalimat. Tigahaltersebutmemilikiperan yang sangatpentingdalamkegiatanberbahasa. Jikasalahsatuaturanbahasatersebutditinggalkan, makaakanterjadikesalahanberbahasa. Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitiankualitatifdenganpendekatananalisisteks. Data penelitianiniadalah data kesalahanberbahasadalamteks berita karya siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Malang. Sumber data dalampenelitianiniadalahteks berita karya siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Malang yang berjumlahsebelas teks. Pengumpulan data dilakukandengandatang langsung ke sekolah untuk menemui guru bidang studi Bahasa Indonesia dan melakukan studi dokumen. Instrumenutamaadalahpenelitisendiri, sedangkaninstrumenpendukungberupainstrumenanalisiskesalahandantabelkorpus data. Kegiatananalisis data dilakukanmelaluitahapidentifikasi data, klasifikasi data, pengodean, pengintepretasian, danpenyimpulan. Pengecekankeabsahan data dilakukandenganduacara, yaitupengecekanteoridanpengecekanahli. Berdasarkananalisis data yang telahdilakukan, keseluruhankesalahan yang terdapatdalamteksberitakaryasiswakelas VIII SMP Negeri 23 Malang berjumlahenampuluhtigakesalahan. Kesalahantersebutterdiridarikesalahanejaansebanyaklimapuluhkesalahandankesalahankalimatsebanyaktigabelaskesalahan. Hasilpersentasekeduaaspekkesalahantersebutkesalahanejaantujuhpuluhsembilankomaempatpersendankesalahankalimatsebesarduapuluhkomaenampersendari total kesalahankeseluruhan. Bentukkesalahan yang dilakukansiswadalamaspekejaanadalahmelakukankesalahandalampenulisanhurufdantandabaca. Dalamhalpenulisanhuruf, kesalahanterjadipadapenulisanhurufkapital, sedangkandalampenulisantandabaca, kesalahanterdiridarikesalahanpenggunaantandabacatitik, komadantandahubung. Bentukkesalahan yang dilakukansiswadalamaspekkalimatadalahkesalahanmengenaikesatuan/kegramatikalan, kelogisandankehematankalimat. Dari simpulanhasilpenelitiandapatdikemukakandua saran, yaitu 1) Guru matapelajaran Bahasa Indonesia : Berdasarkan hasil penelitian, guru Bahasa Indonesia diharapkan memberi perhatian terhadap kesalahan berbahasa yang dilakukan siswa dengan cara mengenalkan siswa dengan pedoman baku aturan ejaan Bahasa Indonesia secara berkelanjutan. 2)bagipenelitilain: Berdasarkanhasilpenelitianini, diharapkanadapenelitianlanjut yang membahashal yang relevandenganpenelitianinidenganfokus yang lebih menarik dan spesifik, misalnya diksi, dan preposisi