SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Konjungsi dalam Jurnal Harian Mahasiswa Critical Language Scholarship
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konjungsi yang terdapat dalam jurnal harian mahasiswa asing program Critical Language Scholarship (CLS) tingkat pemula dan lanjut 2017/2018. Data berupa konjungsi koordinatif dan subordinatif yang terdapat dalam jurnal harian mahasiswa asing program Critical Language Scholarship (CLS) tingkat pemula dan lanjut 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan (1) konjungsi yang menyatakan penambahan dan lebih banyak dipakai oleh pembelajar; (2) ditemukan masing-masing tiga kategori konjungsi subordinatif dalam jurnal harian mahasiswa tingkat pemula dan lanjut
ANALISIS BAHAN AJAR UKBM BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN KELAS X SMAN 1 TUREN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK Ringkasan: Penelitian ini membahas sistematika dan cakupan bahan ajar UKBM Bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas X SMAN 1 Turen. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistematika UKBM Bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas X SMAN 1 Turen terdiri atas kode, judul, identitas, peta konsep, dan proses belajar. Selain sistematika juga terdapat cakupan bahan ajar UKBM Bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas X SMAN 1 Turen yang terdiri atas Buku Teks Pelajaran (BTP), kompetensi (KI dan KD), proses dan pengalaman belajar, serta alat evaluasi diri.Kata Kunci : UKBM Bahasa Indonesia, kelas X SMAN 1 Turen, sistematika, cakupan Abstract: This research discusses the systematics and coverage of teaching materials UKBM Bahasa Indonesia in learning class X SMAN 1 Turen. This research method uses qualitative method of text analysis type. The results of this study indicate that the systematics UKBM Bahasa Indonesia in learning class X SMAN 1 Turen consists of code, title, identity, concept maps, and learning process. In addition to systematics there is also a range of learning materials of UKBM Bahasa Indonesia in the learning of class X SMAN 1 Turen consisting of Textbook Lesson (BTP), competence (KI and KD), process and learning experience, and self evaluation. Key Word: UKBM Bahasa Indonesia, class X SMAN 1 Turen, systematics, coverag
KOMPLEKSITAS MATERI BAHAN AJAR TEKS BERITA DALAM PERENCANAAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cakupan dan repetisi materi bahan ajar teks berita. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis isi dengan data berupa kalimat yang menggambarkan dan menunjukkan wujud cakupan materi dan wujud repetisi materi dan sumber data berupa RPP teks berita MTs Negeri di Kabupaten Malang. Cakupan materi yang ditemukan berupa faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Repetisi materi dalam bahan ajar materi teks berita yang tercantum dalam RPP meliputi repetisi reseptif dan repetisi produktif
CITRAAN ALAM DALAMANTOLOGI PUISI REFREIN DI SUDUT DAM KARYA D. ZAWAWI IMRON
RINGKASAN Maksum, Agus. 2018. Citraan Alam dalam Antologi Puisi Refrein di Sudut Dam Karya D. Zawawi Imron. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: wujud citraan, fungsi citraan, objek alam, puisi Antologi puisi Refrein di Sudut Dam merupakan antologi puisi karya D. Zawawi Imron yang ditulis dalam Festival Winternachen (salah satu festival internasional sastra dan seni musim dingin yang berpusat di Den Haag, Belanda) pada tahun 2002. Ada beberapa pertimbangan yang memperkuat alasan untuk menjadikan antologi puisi Refrein di Sudut Dam sebagai objek kajian penelitian ini, pertama, antologi puisi Refrein di Sudut Dam merupakan catatan perjalanan hidup yang mengungkapkan sikap kritis terhadap masyarakat disekelilingnya. Kedua, puisi Refrein di Sudut Dam banyak ditemukan melalui penggunaan kata-kata yang secara estetis mampu menghasilkan gambaran alam dalam imajinasi. Citraan merupakan salah satu kajian stilistika yang dapat membuat pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan pengarang dalam karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis citraan dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam, (2) fungsi citraan dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam, dan (3) objek alam yang terdapat dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis wujud citraan alam sebagai pendukungnya. Data penelitian ini berupa larik puisi yang terdapat jenis citraan, fungsi citraan, dan objekalam yang menunjukkan adanya penggunaan citraan alam yang diperoleh dari puisi-puisi Refrein di Sudut Dam.Adapun proses pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas empat tahap, yakni: (1) memilih, (2) memahami, (3) mendokumentasi, dan (4) memberi kode. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data citraan alam yang dominan dalam antologi puisi Refrein di Sudut Dam. Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sementara reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah identifikasi data sebagai alat untuk memilih data. Proses identifikasi data didasarkan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Data-data yang telah memenuhi kriteria dilakukan dengan cara memberi kode pada data-data yang menunjukkan wujud penggunaan citraan agar memudahkan peneliti untuk proses analisis data. Tahap penyajian data dilakukan peneliti untuk memperoleh analisis data yang valid. Dalam penelitian ini, penyajian dilakukan oleh peneliti dengan cara memaparkan hasil analisis data sesuai fokus penelitian. Setelah tahap penyajian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti setelah melakukan analisis data yang telah dipaparkan sebelumnya. Peneliti berusaha menarik kesimpulan dengan meringkas hasil analisis data yang sebelumnya telah disusun secara sistematis. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menemukan aspek-aspek fokus penelitian yang sesuai dengan data penelitian. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu insrumen tambahan berupa tabel panduan pendeskripsian data, panduan klasifikasi data, pengkodean sumber data, dan format penyajian data. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan dengan ketekunan pembacaan puisi secara cermat dan teliti, pengecekan sejawat melalui diskusi, dan trianggulasi melalui referensi berupa buku-buku dan artikel dalam jurnal yang berhubungan dengan citraan. Penelitian menghasilkan tiga temuan.Pertama, jenis citraan alam. Jenis citraan alam yang ditemukan meliputi tujuh jenis citraan, yaitu (1) citraan penglihatan, (2) citraan pendengaran, (3) citraan penciuman, (4) citraan pencecapan, (5) citraan gerak, (6) citraan perabaan, dan (7) citraan perasaan. Citraan penglihatan berupa deskripsi benda, binatang dan alam Belanda. Citraan pendengaran berupa bunyi yang ditimbulkan melalui diksi alam membangkitkan persepsi yang seolah-olah alam berbisik atau saling berbicara. Citraan penciuman berupa aroma bau amis/ombak laut yang dihasilkan oleh alam. Citraan pencecapan yang menimbulkan sensani rasa kecut yang dicecap oleh lidah yang berada dalam mulut. Citraan gerak berupa gambaran sang penyair yang dihasilkan dalam puisi Refrein di Sudut Dam seperti beterbangan, berguling-guling, mengejar, merayap, bergerak, menari, berlarian, dan lain-lain. Citraan alam perabaan, melalui bahasa yang padat dan asosiatif berhasil menimbulkan efek yang dirasakan oleh kulit sebagai indera peraba. Citraan perabaan ini berupa sentuhan terhadap benda. Citraan perasaan berupa penggunaan kata-kata tertentu untuk menggambarkan dan mewakili perasaan, sehingga pembaca dapat ikut hanyut dalam perasaan penyair. Kedua, citraan pada antologi puisi Refrein di Sudut Damdapat dikelompokkan dalam empat jenis fungsi citraan, yaitu (1) citraan untuk memperjelas gambaran. Citraan untuk memperjelas gambaran ini merupakan fungsi dari memperjelas gambaran latar, yakni menggambarkan dimana penyair saat mengunjungi festival internasional sastra dan seni musim dingin yang berpusat di Den Haag Belanda dan fungsi latar ini juga memberikan gambaran lingkungan alam di Belanda, (2) citraan untuk menghidupkan gambaran dalam penginderaan dan pikiran,(3) citraan untuk menimbulkan suasana khusus. Suasana tersebut berupa suasana mengerikan, kerinduan, sunyi, bahagia, dan (4) citraan untuk membangkitkan intelektualitas pembaca. Ketiga, aspek citraan alam yang ditemukan sesuai dengan objeknya menampilkangambaran-gambaran lingkungan alam. Objek yang paling banyak ditampilkan berhubungan dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial disekitar penyair. Objek citraan alam ini cenderung menunjukkan kesan terhadap peristiwa, tempat, benda, yang menunjukkan interaksi di lingkungan alam Belanda
Kreativitas Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kreativitas cerita pendek siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung yang berjumlah 616 siswa dengan mengambil sampel dari kelas XI IPA-10 dan XI IPS-14 yang berjumlah 80 siswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumen dan wawancara. Data penelitian ini berupa kreativitas unsur intrinsik judul, tokoh dan penokohan, latar, alur, gaya bahasa dan faktor yang memengaruhi kreativitas siswa. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan menggunakan tabel bantuan untuk menganalisis cerita pendek. Tabel bantuan tersebut berupa tabel analisis disertai pedoman analisis. Hasil penelitian ini adalah siswa telah mengembangkan kreativitasnya namun tidak maksimal. Kata Kunci: kreativitas, cerita pendek, unsur intrinsi
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi dengan Media Video Peristiwa Alam untuk Siswa Kelas VIII SMP
ABSTRAK Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil wawancara terhadap guru di sekolah bahwa pembalajaran menulis teks eksplanasi mengalami beberapa kendala. Kendala tersebut adalah (1) kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia, (2) keterbatasan pengetahuan, ide, dan gagasan dalam menyusun teks eksplanasi, (3) peserta didik kurang memahami struktur dan kaidah dari teks eksplanasi, (4) peserta didik kesulitan dalam mengembangkan kalimat, yakni menjabarkan kalimat utama menjadi kalimat penjelas, dan (5) dalam menulis, peserta didik kurang memperhatikan tanda baca dan kepaduan paragraf. Guru memerlukan bahan ajar yang dapat mengatasi kendala dan dapat mendukung kelancaran pembelajaran menulis teks eksplanasi. Dengan adanya bahan ajar menulis teks eksplanasi, pembelajarn di dalam kelas diharapkan akan menjadi lebih menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Bahan ajar memiliki beberapa fungsi yakni untuk (1) mencapai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran, (2) meningkatkan hasil belajar siswa, (3) membantu guru dalam mengelola kelas. Peneltian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam yang layak dan dapat digunakan oleh siswa SMP Kelas VIII.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah yakni, (1) wawancara dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli, (5) revisi awal berdasarkan hasil uji ahli, (6) uji praktisi dan lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir.Uji produk dilaksanakan dengan melibatkan (1) uji ahli pembelajaran, (2) uji ahli materi menulis teks eksplanasi, (3) uji ahli desain bahan ajar, (4) praktisi, (5) uji lapangan yakni siswa kelas VIII A SMP Laboratorium UM. Jenis data dalam penelitian dan pengembangan ada dua, yaitu data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa saran dan komentar perbaikan dari subjek uji baik itu tertulis maupun lisan. Data nonverbal berupa skor yang diperoleh dari angket penilaian ahli, praktisi, dan siswa. Analisis data verbal diolah dengan teknik kualitatif, dan data nonverbal diolah dengan teknik kuantitatif, yaitu dengan perhitungan persentase rata-rata skor.Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam. Kompetensi dasar yang dikembangkan meliputi rangkaian keterampilan berbahasa menelaah dan menulis kreatif. Materi dalam bahan ajar ini berisi teori, contoh peristiwa yang kontekstual dengan mata pelajaran lain, latihan yang menantang dan bervariatif, serta refleksi yang bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa. Media video peristiwa alam dipilih karena media ini dapat menghadirkan sumber belajar yang ada di alam bebas, dapat hadir di dalam kelas. Berdasarkan hasil uji coba produk oleh ahli materi pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 81,25%. Berdasarkan uji produk oleh ahli materi menulis teks eksplanasi diperoleh rata-rata nilai sebesar 83%. Berdasarkan uji produk oleh ahli desain diperoleh rata-rata nilai 86,3%. Berdasarkan uji produk oleh praktisi mendapatkan nilai rata-rata 81,25%. Terakhir, uji lapangan mendapatkan nilai rata-rata 87%.Simpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah bahwa bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam telah layak untuk implementasi berdasarkan ahli desain, praktisi dan siswa, sedangkan untuk ahli pembelajaran dan ahli materi menulis teks eksplanasi, bahan ajar masih perlu untuk mendapatkan perbaikan pada beberapa bagian. Oleh karena itu, bahan ajar direvisi sebelum diujicobakan kepada siswa dan praktisi. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis teks eksplanasi ini untuk dijadikan alternatif sumber belajar dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi.siswa disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis teks eksplanasi sebagai sumber belajar yang memudahkan siswa untuk mendapatkan informasi prosedural dalam kompetensi menulis teks eksplanasi. Penyebarluasan produk harus mempertimbangkan keefektifan dan keefisiensian. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah di dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi dengan Media Video Peristiwa Alam untuk Siswa Kelas VIII SMP
ABSTRAK Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil wawancara terhadap guru di sekolah bahwa pembalajaran menulis teks eksplanasi mengalami beberapa kendala. Kendala tersebut adalah (1) kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia, (2) keterbatasan pengetahuan, ide, dan gagasan dalam menyusun teks eksplanasi, (3) peserta didik kurang memahami struktur dan kaidah dari teks eksplanasi, (4) peserta didik kesulitan dalam mengembangkan kalimat, yakni menjabarkan kalimat utama menjadi kalimat penjelas, dan (5) dalam menulis, peserta didik kurang memperhatikan tanda baca dan kepaduan paragraf. Guru memerlukan bahan ajar yang dapat mengatasi kendala dan dapat mendukung kelancaran pembelajaran menulis teks eksplanasi. Dengan adanya bahan ajar menulis teks eksplanasi, pembelajarn di dalam kelas diharapkan akan menjadi lebih menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Bahan ajar memiliki beberapa fungsi yakni untuk (1) mencapai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran, (2) meningkatkan hasil belajar siswa, (3) membantu guru dalam mengelola kelas. Peneltian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam yang layak dan dapat digunakan oleh siswa SMP Kelas VIII.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah yakni, (1) wawancara dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli, (5) revisi awal berdasarkan hasil uji ahli, (6) uji praktisi dan lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir.Uji produk dilaksanakan dengan melibatkan (1) uji ahli pembelajaran, (2) uji ahli materi menulis teks eksplanasi, (3) uji ahli desain bahan ajar, (4) praktisi, (5) uji lapangan yakni siswa kelas VIII A SMP Laboratorium UM. Jenis data dalam penelitian dan pengembangan ada dua, yaitu data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa saran dan komentar perbaikan dari subjek uji baik itu tertulis maupun lisan. Data nonverbal berupa skor yang diperoleh dari angket penilaian ahli, praktisi, dan siswa. Analisis data verbal diolah dengan teknik kualitatif, dan data nonverbal diolah dengan teknik kuantitatif, yaitu dengan perhitungan persentase rata-rata skor.Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam. Kompetensi dasar yang dikembangkan meliputi rangkaian keterampilan berbahasa menelaah dan menulis kreatif. Materi dalam bahan ajar ini berisi teori, contoh peristiwa yang kontekstual dengan mata pelajaran lain, latihan yang menantang dan bervariatif, serta refleksi yang bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa. Media video peristiwa alam dipilih karena media ini dapat menghadirkan sumber belajar yang ada di alam bebas, dapat hadir di dalam kelas. Berdasarkan hasil uji coba produk oleh ahli materi pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 81,25%. Berdasarkan uji produk oleh ahli materi menulis teks eksplanasi diperoleh rata-rata nilai sebesar 83%. Berdasarkan uji produk oleh ahli desain diperoleh rata-rata nilai 86,3%. Berdasarkan uji produk oleh praktisi mendapatkan nilai rata-rata 81,25%. Terakhir, uji lapangan mendapatkan nilai rata-rata 87%.Simpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah bahwa bahan ajar menulis teks eksplanasi dengan media video peristiwa alam telah layak untuk implementasi berdasarkan ahli desain, praktisi dan siswa, sedangkan untuk ahli pembelajaran dan ahli materi menulis teks eksplanasi, bahan ajar masih perlu untuk mendapatkan perbaikan pada beberapa bagian. Oleh karena itu, bahan ajar direvisi sebelum diujicobakan kepada siswa dan praktisi. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis teks eksplanasi ini untuk dijadikan alternatif sumber belajar dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi.siswa disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis teks eksplanasi sebagai sumber belajar yang memudahkan siswa untuk mendapatkan informasi prosedural dalam kompetensi menulis teks eksplanasi. Penyebarluasan produk harus mempertimbangkan keefektifan dan keefisiensian. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah di dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet.Penyebarluasan produk harus mempertimbangkan keefektifan dan keefisiensian. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah di dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet
Aspek Penggunaan Konjungsi dalam Teks Cerita Ulang (Recount) Bahasa Jawa Karya Siswa SMP Negeri 1 Bubulan Kelas VIII-C
ABSTRAK RINGKASANRahmawati, Putri 2018. Aspek Penggunaan Konjungsi dalam Teks Cerita Ulang (Recount) Bahasa Jawa Karya Siswa SMP Negeri 1 Bubulan Kelas VIII-C. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Kata kunci: konjungsi, cerita ulang, siswa SMP kelas VIIIKonjungsi merupakan aspek penting dalam karangan, terutama karangan yang ditulis oleh para siswa. Kesalahan dalam pemakaian bahasa, dapat terjadi pada penggunaan konjungsi. Jika dikaji lebih dalam lagi,penggunaan konjungsi di dalam sebuah wacana kadang-kadang diabaikan oleh para siswa ketika menulis sebuah karangan, siswa cenderung tidak peduli konjungsi yang mereka gunakan sudah tepat atau belum. Tidak hanya pada matapelajaran Bahasa Indonesia tetapi dalam matapelajaran Bahasa Jawa konjungsi juga perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang bahasa jawa karya siswa SMP kelas VIII-C, (2) fungsi konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang bahasa jawa karya siswa SMP kelas VIII-C, dan (3) ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang bahasa jawa karya siswa SMP kelas VIII-C.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kajian teks atau studi dokumen.Instrumen penelitian dalam peneitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dengan bantuan instrumen pendukung yang merupakan tabel data. Penelitian ini juga menggunakan kriteria untuk memudahkan dalam pengambilan data dan analisis data. Kriteria yang digunakan adalah kriteria untuk menentukan aspek-aspek konjungsi yang terdapat pada teks cerita ulang. Sebagai instrumen pendukung, peneliti menggunakan tabel identifikasi data sebagai instrumen panduan kodifikasi data dan tabel pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dokumen dengan menggunakan teks cerita ulang, dan teknik dalam analisis data, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, kodifikasi data, interpretasi data, dan penyajian data.Hasil penelitian iniberupa (1) jenis-jenis konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang bahasa jawa karya siswa SMP kelas VIII-C, hasil analisis terhadap konjungsi koordinatif cerita ulang siswa ditemukan enam konjungsi koordinatif yakni (a) konjungsi penjumlahan, (b) konjungsi pemilihan, (c) konjungsi pertentangan, (d) konjungsi pengurutan, (e) konjungsi penyamaan, dan (f) konjungsi penyimpulan. Sedangkan hasil analisis terhadap konjungsi subordinatif cerita ulang siswa ditemukan lima konjungsi subordinatif yakni (a) konjungsi penyebaban, (b) konjungsi persyaratan, (c) konjungsi tujuan, (d) konjungsi kesewaktuan, dan (e) konjungsi pengakibatan., (2) fungsi konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang bahasa jawa karya siswa SMP kelas VIII-C, dan (3) ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang karya siswa SMP kelas VIII-C, ketidaktepatan penggunaan konjungsi diantaranya, (a) ketidaktepatan penggunaan konjungsi koordinatif ditemukan pada konjungsi koordinatif penjumlahan dan konjungsi koordinatif pengurutan, (b) ketidaktepatan penggunaan konjungsi subordinatif ditemukan pada konjungsi kesewaktuan, konjungsi penyebababan, dan konjungsi tujuan, dan (3) penggunaan konjungsi yang berlebihan.Saran penelitian ini ditujukan kepada pihak berikut. Pertama, bagi siswa hendaknya perlu memahami perbedaan dan penggunaan masing-masing jenis konjungsi yang telah diajarkan, sehingga dalam membuat teks cerita ulang, siswa dapat menggunakan variasi konjungsi dengan baik dan benar. Kedua, bagi guru/pengajar dari hasil penelitian tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam memberikan pembelajaran mengenai konsep dan penggunaan aspek konjungsi kepada siswa agar siswa dapat memahami jenis-jenis dan fungsi masing-masing konjungsi. Ketiga, bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang serupa, penelitian ini diharapkan mampu menambah khasanah bahan penelitian tentang aspek konjungsi dalam teks cerita ulang bahasa jawa siswa SMP.SUMMARYRahmawati, Putri Sari. 2018. Aspects of Conjunction Use in Text of Recount of Javanese Language by Students of SMP Negeri 1 Bubulan Class VIII-C. Essay. Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Counselor: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Keywords: conjunction, re-story, junior high school class VIIIConjunction is an important aspect in essay, especially essay written by the students. Errors in language usage, may occur with conjunction usage. If studied more deeply, the use of conjunctions in a discourse is sometimes ignored by students when writing an essay, students tend not to care about the conjunctions they use are correct or not. Not only in Indonesian language but in conjunction Java language learning also needs to be considered. This study aims to describe (1) the types of conjunctions contained in the text of the Java language storytelling by the students of SMP class VIII-C, (2) the function of conjunction contained in the text of the Javanese language storytelling by students of SMP class VIII-C, and (3) the inaccuracy of the use of conjunctions contained in the text of the javanese storytelling by the students of SMP class VIII-C.This study uses a qualitative approach, with the type of research text review or document studies. The research instrument in this research is the researcher himself as the key instrument with the aid of supporting instrument which is the data table. This study also uses criteria to facilitate data retrieval and data analysis. The criteria used are the criteria for determining the conjunctional aspects found in the recount text. As a supporting instrument, the researcher uses data identification table as an instrument of codification of data and data collection table. Data collection techniques in this study were conducted through documents using text stories, and techniques in data analysis, namely data identification, data classification, data codification, data interpretation, and data presentation.The results of this research are (1) the types of conjunctions contained in the text of the Javanese storytelling stories of the students of SMP class VIII-C, the results of the analysis of the students' re-coordination conjunction found six coordinating conjunctions namely (a) the sum conjunction, (b) elections, (c) conflictary conjunctions, (d) sequential conjunctions, (e) conjunction equations, and (f) conjunction inference. While the results of the analysis of subordinate conjunctions of the students' repeat stories found five subordinate conjunctions namely (a) causal conjunctions, (b) conjunction requirements, (c) conjunction objectives, (d) conjunctions of timing, and (e) conjunction engagement. (3) the inaccuracy of the use of conjunctions contained in the text of the re-story of the work of junior high school students of class VIII-C, the inappropriateness of the use of conjunctions, (a) the inaccuracy of the use of the coordinating conjunction found in coordinated conjunctive conjunctions and sequential coordinate conjunctions; (b) imprecise use of subordinate conjunctions is found in conjunctions of timing, conjunctive conjunctions, and conjunctions of purpose, and (3) excessive use of conjunctions. Suggestions for this study, first, for students should understand the differences and uses of each type of conjunction that has been taught, so that in making the story text, students can use conjunction variation properly and correctly. Second, for the teacher / teacher of the results of the research can be considered in providing learning about the concept and use of aspects of conjunction to students so that students can understand the types and functions of each conjunction. Third, for other researchers who want to do a similar research, this study is expected to increase the repertoire of research materials about the aspect of conjunction in the text of the story java language junior high school students
Model-Model Pembelajaran Menulis di Sekolah: Penelitian Meta-Sintesis Periode 2005-2017
RINGKASAN Rohmah, Ana 2018. Model-Model Pembelajaran Menulis di Sekolah: Penelitian Meta-Sintesis Periode 2005 – 2017. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, model pembelajaran, pembelajaran inovatif Laporan hasil penelitian dengan topik pembelajaran menulis di sekolah khususnya penerapan variasi model-model pembelajaran menulis telah banyak dilakukan oleh para mahasiswa. Banyaknya laporan hasil penelitian dengan topik tersebut ternyata tidak dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa di Indonesia secara signifikan. Hal tersebut terjadi karena laporan hasil penelitian terkait pembelajaran menulis masih tersimpan di dokumen pribadi penulis atau di perpustakaan, sehingga informasi terkait hasil laporan penelitian pembelajaran menulis belum sampai pada guru pengajar di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan kembali model-model pembelajaran menulis di sekolah yang telah teruji dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa di sekolah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penginformasian kepada guru di sekolah. Fokus penelitian ini mencakup (1) wujud model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017, (2) pengembangan kompetensi pembelajaran inovatif pada model-model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017, (3) kelebihan dan kekurangan model-model pembelajaran menulis di sekolah pada tahun 2005-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematic review dengan metode kualitatif (metasintesis). Prosedur penelitian ini ada lima langkah yaitu, (1) memformulasikan pertanyaan penelitian, (2) melakukan pencarian literatur, (3) melakukan skrining dan seleksi hasil penelitian yang relevan dan berkualitas, (4) melakukan analisis dan sintesis temuan-temuan kualitatif, (5) menyusun laporan akhir. Tahapan-tahapan analisis data terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu (1) pengelompokan dan pengorganisasian, (2) pengodean, dan (3) penyimpulan dan penginterpretasian. Data berupa sumber Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis yang menjadi kajian pada tahun 2005-2017 bervariatif. Terdapat tiga puluh variasi metode atau strategi pembelajaran menulis dan dapat diklasifikasikan dalam enam model pembejaran menulis, yaitu (1) model pembelajaran menulis berbasis riset, (2) model pembelajaran menulis berbasis kerja kooperatif, (3) model pembelajaran menulis berbasis proses berpikir, (4) model pembelajaran menulis berbasis pengalaman, (5) model pembelajaran menulis berbasis imajinasi, dan (6) model pembelajaran menulis berbasis pemodelan. Setiap model pembelajaran menulis mengembangkan kompetensi pembelajaran inovatif dengan klasifikasi yang berbeda-beda. Kelebihan model pembelajaran menulis adalah memanfaatkan media pembelajaran dalam penerapanya, sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran menulis. Selain itu, dengan menerapkan model pembelajaran menulis selain dapat mengembangkan kemampuan menulis, ternyata juga dapat mengembangkan berbagai kemampuan lain diantaranya, (1) kemampuan pemecahan masalah, (2) kemampuan berpikir, dan (3) kemampuan bersosialisasi. Sementara itu, kekurangan model pembelajaran menulis adalah memerlukan banyak persiapan dari guru dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam penerapannya. Saran bagi guru pengajar di sekolah adalah agar senantiasa mencari informasi terkait laporan-laporan penelitian terkait model-model pembelajaran inovatif yang telah teruji dapat meningkatkan kemampuan khususnya kemampuan menulis siswa dan senantiasa mencoba, mengaplikasikan, atau mengembangkan model-model pembelajaran inovatif di sekolah agar dapat berkontribusi terhadap kemajuan kemampuan menulis siswa secara signifikan. Sementara itu, saran bagi peneliti selanjutnya adalah untuk meneliti model pembelajaran kompetensi berbahasa yang lain (menyimak, membaca, dan berbicara)
GAYA BAHASA TEKS SASTRA YANG DIGUNAKAN DALAM BAHAN AJAR KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna, mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam teks sastra, dan mendeskripsikan terjadinya perubahan makna majas dari makna literal yang terdapat dalam teks sastra pada bahan ajar kelas VII SMP. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain (1) Bentuk penggunaan gaya bahasa retoris pada teks sastra dalam bahan ajar ditemukan ada tiga belas jenis gaya bahasa yang didominasi oleh gaya bahasa asonansi. (2) Penggunaan bahasa kiasan pada teks sastra dalam bahan ajar ditemukan sebanyak sembilan gaya bahasa yang didominasi dengan gaya bahasa metafora. (3) Bentuk perubahan makna majas sebanyak tiga jenis perubahan yang didominasi oleh perluasan arti.