SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Penggunaan Konjungsi dalam Karangan Deskriptif Siswa SMP Kelas VII SMP Negeri 01 Krangploso
ABSTRAK Ahsani, Gandang Gita. 2016. Penggunaan Konjungsi Pada Teks Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: konjungsi, teks Deskriptif. Konjungsi adalah satuan kata yang digunakan untuk meluaskan maupun mengaitkan satuan-satuan sintaktis baik setara maupun tidak setara. Secara sederhana, konjungsi berarti kata hubung karena tugasnya merupakan penghubung antarkata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Dalam penelitian ini dikaji tentang penggunaan konjungsi pada teks deskriptif karya siswa. Teks deskriptif yang di dalamnya berisi suatu gambaran dari hasil observasi penulis dan dapat menciptakan impresi pada pembaca berdasarkan pengamatan dari penulis. Salah satu keefektifan penggunaan kalimat dapat ditinjau dari penggunaan konjungsi. Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah sebagai instrumen. Penelitian ini juga menggunakan instrumen pembantu sebagai alat untuk mempermudah dalam proses analisis. Sumber data penelitian ini adalah teks deskriptifsiswa kelas VII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Data penelitian adalah konjungsi koordinatif dan subordinatif antarklausa maupun antarkalimat. Data dikumpulkan dengan tugas menulis teks deskriptif yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran. Analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik kecermatan peneliti dan diskusi dengan pembimbing dan dosen yang ahli di bidangnya. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa siswa sudah cukup baik dalam menulis teks deskriptif dan menggunakan konjungsi sebagai penyempurna kalimat untuk ukuran siswa kelas VII SMP. Pada hasil penelitian telah ditemukan lima wujud penggunaan koordinatif antarklausa yang tepat dan empat wujud penggunaan yang tidak tepat. Untuk penggunaan konjungsi subordinatif antarklausa ditemukan sembilan wujud penggunaan yang tepat dan tiga wujud penggunaan yang tidak tepat. Penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat ditemukan enam wujud penggunaan yang tepat dan satu wujud penggunaan yang tidak tepat, sedangkan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat ditemukan enam wujud penggunaan yang tepat dan tidak ditemukan wujud penggunaan yang tidak tepat
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA DI KELAS VIII D SMP NEGERI 9 MALANG
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks berita di kelas VIII D SMPN 9 Malang. Kegiatan pembelajaran mencakup perencanaaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita yang dilakukan oleh guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain diskriptif. Data yang dihimpun dari kegiatan penelitian ini dibedakan menjadi tiap fokus penelitian. Data yang dihimpun dari perencanaan pembelajaran meliputi (1) informan tentang komponen RPP dan (2) informan hasil wawancara perencanaan pembelajaran. Data yang dihimpun dari pelaksanaan pembelajaran meliputi, transkrip pelaksanaan (1) kegiatan pembuka, (2) kegiatan inti, (3) kegiatan penutup, dan (4) informasi hasil wawancara pelaksanaan pembelajaran. Data yang dihimpun dari penilaian pembelajaran meliputi (1) alat penilian proses, dan (2) informasi hasil wawancara penilian pembelajaran. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu (1) RPP, (2) peristiwa pembelajaran, (3)dokumtasi pembelajaran, (4) guru, dan (5) peneliti. ABSTRCT: This study attempts to described learning to promote disorder to write the text of a story over a class of viii d state junior high schools 9 miserable and to be pitied. Learning activities includes planning learning and the implementation of learning to promote disorder to write the text of our message of that which was carried out by teachers and students. This study adopted qualitative approaches with the design diskriptif. The data were collected from this research activity distinguished into every focus research. The data were collected from planning learning covering (1) informants regarding components lesson plans and (2) informants the results of interviews planning learning. The data were collected from presentation weighting covering, transcript the (1) activities opening, (2) core activities, (3) activities cover, and (4) information the results of interviews presentation weighting. Data compiled from scoring learning covering (1) a the assessment the process, and (2) information the results of interviews the assessment learning. The Data sources used in the which are (1) lesson plans, (2) events learning, (3) documentation learning, (4) teachers, and (5) researchers
Transformasi Naskah DramaMatahari di Sebuah Jalan Kecil karyaArifin C. Noer dalamPementasanTeater Pelangi
ABSTRAK Wulandari, Triwida. 2016. Transformasi Naskah Drama Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer dalam Pmentasan Teater Pelangi. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Hj. S. Ch. Hamidah, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M,Sn.Kata kunci: transformasi, alur, penokohan, dialog.Penelitian ini merupakan penelitian mengenai transformasi yang terjadi padanaskah drama Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer ke pementasan Matahari di Sebuah Jalan Kecil oleh Teater Pelangi. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui adanya transformasi dari naskah ke pementasan melalui alur, penokohan, dan dialog. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya keunikan dalam sebuah naskah yang diwujudkan dalam sebuah pementasan. Pementasan merupakan wujud akhir dari naskah yang melalui proses kreatif sutradara dan aktor.Dalam menganalisis transformasi naskah drama Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer dalam pementasan Teater Pelangi, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif.Metode kualitatif menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi. Sumber data penelitian ini ialah naskah asli Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer dan video dokumentasi pementasan Matahari di Sebuah Jalan Kecil oleh Teater Pelangi. Data penelitian ini berupa transkrip pementasan Matahari di Sebuah Jalan Kecil oleh Teater Pelangi dan Hasil wawancara dengan sutradara pementasan. Analisis berupa unsur pementasan, tindak laku, alur, penokohan, dan dialog. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menganalisis transformasi naskah drama Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer dalam pementasan Teater Pelangi, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa poin. Poin pertama berupa hasil transformasi alur, kedua ternsformasi penokohan, dan yang ketiga hasil transformasi dialog.Hasil tersebut berdasarkan hasil analisis dari unsur pementasan berupa tata panggung, tata cahaya, tata musik, tata busan, dan tata rias. Analisis lain berupa tindak laku para tokoh tiap adegan pada pementasan. Analisis tersebut merupakan tumpuan dalam mendapatkan hasil transformasi berupa alur, penokohan, dan pementasan. Saran penelitian ini dapat ditujukan pada sutradara teater yang akan menggarap sebuah pementasan, juga ditujukan kepada peneliti berikutnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan atau menemukan gagasan baru karena tidak menutup kemungkinan masih banyak hal yang harus dikembangkan pada penelitian ini
Pengaruh Media Film 5CM terhadap Keterampilan Menulis Puisi Kelas VIII SMPN 12 Malang
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh media film “5 CM” terhadap keterampilan menulis puisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini siswa di SMPN 12 Malang yang berjumlah 771 siswa. Populasi pada siswa kelas VIII A – VIII H. Sementara itu, Sampel dalam penelitian ini kelas VIII B kelompok kontrol dan kelas VIII D.kelompok eksperimen. Pengumpulan data diambil dengan tes. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis hasil tes yang diperoleh pada saat pretes dan postes. Data dalam penelitian ini berupa ketepatan tema, ketepatan diksi, kesesuaian imaji, kesesuaian kata konkrit, dan penggunaan majas. Data-data tersebut digunakan dengan instrumen. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas menulis puisi dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Analisis data dihitung menggunakan uji-t. sebelum uji-t , terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat. Nilai hasil menulis puisi tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perbandingan penggunaan media film “5 CM” terhadap keterampilan menulis puisi. Kata Kunci: media film, keterampilan menulis puisi ABSTRACT: The purpose of this study is to describe the effect of "5cm" film media toward the poetry writing skills. This study used an experimental method with quasi-experimental research design. the population ini this students SMPN 12 Malang how much 771 students. The population grade VIII A – VIII H. The sample in this research is eight grade students of SMPN 12 Malang which is divided into a control group and an experimental group. The instruments used in this research are the poetry writing tasks with the specified indicator. The data collection in this researcher was conducted by analysing the results of the test which are obtained from the pre-test and post-test. There data used as the indicators of poetry writing in this research namely, the accuracy of the theme, the accuracy of the diction, the appropriateness of the imagination, the appropriateness of concrete words and figurative language. The data analysis is done using t-test. Before conducting t-test, the normality and homogenity are tested as the requirements to do the next step. The scores of poetry writing is used to describe the comparison of using “5cm” film media toward the poetry writing skills of the students. Keywords: the medium of film, poetry writing skill
Bentuk Materi dan Sumber Belajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Gasal
ABSTRAK Saat ini pembelajaran di sekolah mengacu pada kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2016. Dalam pemberlakuannya, kurikulum 2013 hasil revisi berpedoman pada Permendikbud nomor 20—24 tahun 2016. Secara berturut-turut Permendikbud itu berisi standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi, standar proses, standar penilaian, dan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 bagi pendidikan dasar dan menengah. Adapun perubahan terletak pada kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, kompetensi dasar tersebut menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan berbasis pada teks. Terdapat 14 jenis teks pada jenjang SMP dan SMA yang harus dikuasai oleh siswa. Untuk mencapai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan tersebut maka diperlukan bahan-bahan yang harus dikuasai peserta didik untuk memahami pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahan-bahan yang harus dikuasai peserta didik dalam pembelajaran disebut materi ajar. Materi ajar tersebut terdiri atas berbagai ragam yang dapat digolongkan berdasarkan ranahnya. Penggolongan berdasarkan ranahnya yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk materi dan sumber belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal. Bentuk materi ajar tersebut dideskripsikan berdasarkan ranahnya, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap sedangkan sumber belajar dideskripsikan berdasarkan penggolongan empat sumber materi yaitu sumber cetak, sumber dengar, sumber pandang-dengar, dan sumber interakif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berjenis analisis isi. Data berupa materi ajar yang terdapat pada bahan ajar didasarkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tahap studi dokumen dan wawancara. Penganalisisan data melalui tahapan pengklasifikasikan data berdasarkan fokus penelitian, kemudian data tersebut disajikan sesuai teori yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan materi Bahasa Indonesia pada bahan ajar kelas XI semester gasal tidak memuat semua materi ajar yang dituangkan dalam kurikulum. Berdasarkan bentuknya, materi yang tercantum hanya memuat materi pengetahuan dan materi keterampilan. Adapun materi sikap disajikan secara implisit. Materi ajar pengetahuan yang ditemukan yaitu faktual, konseptual, dan prosedural. Materi ajar keterampilan terbagi atas keterampilan berbahasa lisan dan keterampilan berbahasa tulis. Keterampilan berbahasa lisan terbagi menjadi menyimak dan berbicara sedangkan keterampilan berbahasa tulis terbagi menjadi membaca dan menulis. Kedua, sumber belajar Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal yang ditemukan terbagi atas dua golongan sumber materi ajar. Dua golongan sumber materi tersebut adalah sumber materi cetak dan sumber materi pandang-dengar. Sumber materi cetak terbagi menjadi buku teks pelajaran, lembar kerja siswa, gambar, dan teks autentik sedangkan sumber materi pandang-dengar terbagi atas video, website edukasi, dan guru. Dari simpulan hasil penelitian, dapat dikemukakan dua saran, yaitu (1) bagi penyusun buku teks pelajaran dan lembar kerja siswa, penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun buku teks pelajaran dan lembar kerja siswa dengan menyertakan sumber materi dengar dan/atau pandang-dengar untuk melengkapi materi keterampilan meyimak, (2) bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk menggunakan sumber belajar yang variatif serta memanfaatkannya dengan maksimal
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama Berdasarkan Pengalaman Orang Lain dengan Teknik 5W+1H
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIID dalam menulis teks drama. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti sesuai dengan model Kemmis dan McTaggart, rancangan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa menunjukkan peningkatan dilihat dari proses dan hasil belajar. Siswa kelas VIIID SMP Laboratorium UM Malang menjadi lebih aktif dan kondusif dalam mengikuti pembelajaran. Peningkatan hasil kemampuan menulis teks drama berdasarkan pengalaman orang lain dengan teknik 5W+1H pada tahap pratindakan rata-rata sebesar 48,39 dengan tidak ada siswa yang dinyatakan tuntas. Setelah diberikan tindakan siklus I, kemampuan menulis teks drama siswa meningkat dengan rata-rata 77,55 dengan 28 siswa dinyatakan tuntas. Pada siklus II kemampuan menulis siswa kembali meningkat dengan rata-rata 80,68 dengan 26 siswa dinyatakan tuntas
ANALISIS TEKS EKSPOSISI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK KELAS VIII SMP
ABSTRAK: Penelitian ini difokuskan pada isi dan bahasa teks eksposisi dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia untuk Kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isi pada teks eksposisi berupa informasi tentang pentingnya orang tua untuk mengajarkan kejujuran pada anak, cara orang tua untuk mencegah kecanduan gawai pada anak, dampak UN terhadap kemajuan dunia pendidikan, pentingnya mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, dan pentingnya orang tua untuk mewaspadai bahaya kecanduan game online pada anak, sedangkan bahasa pada teks eksposisi menunjukkan ejaan berupa huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, bentuk ulang, kata depan di, dari, dan ke, partikel –lah, partikel pun, tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-), tanda tanya (?), tanda petik (“…”), dan tanda kurung ((…)) yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) serta pilihan kata berupa pronomina persona tunggal, pronomina persona jamak, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, kata populer, dan kata ilmiah.
KARAKATERISTIK CITRAAN DAN GAYA BAHASA DALAM ANTOLOGI PUISI ANAK INDONESIA AIR
Penelitian ini didasari oleh pentingnya mengapresiasi puisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis citraan dan gaya bahasa retoris dan kiasan dalam antologi puisi anak Indonesia Air. Penelitiaan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam Air terdapat citraan penglihatan, gerak, pendengaran, intelektual, penciuman, pencecepan, dan perabaan, sedangkan gaya bahasa retoris dalam Air didominasi oleh hiperbola, erotesi, aliterasi dan asonansi kemudian, gaya bahasa kiasan dalam Air didominasi oleh personifikasi, simile dan ironi
Analisis Kelayakan Modul Menulis Cerpen Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A.A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha
ABSTRAK Bahan ajar yang tersedia tidak semuanya memenuhi kelayakan bahan ajar. Tujuan penelitian ini untuk menguji kelayakan bahan ajar berupa modul ditinjau dari aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan tampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan modul yang diteliti cukup layak digunakan, namun peserta didik memerlukan pendampingan pendidik agar modul tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran
Implementasi Pendidikan Ketarunaan Dalam Meningkatkan Disiplin Pelajar di SMK Negeri 2 Turen Kabupaten Malang
ABSTRAK : Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea ke-4 yaitu ikut serta dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan jaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara lain yang telah maju. Pada era seperti ini dimana perkembangan dan kemajuan teknologi sangat cepat dan tak terbendung diperlukan suatu upaya dalam menanamkan sikap disiplin dalam kalangan pelajar, sehingga akan terbentuk masyarakat yang tertib dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Kebiasaan siswa dalam melanggar aturan sekolah seperti membolos, datang terlambat, seragam tidak rapi, seragam tidak sesuai, kabur pada saat jam pelajaran, tidak mengikuti kegiatan ekstra sekolah dan lain sebagainya juga merupakan dampak dari kurangnya penanaman kedisiplinan pada siswa. Dengan maraknya pelanggaran-pelanggaran dan kenakalan remaja saat ini jelas menimbulkan suatu perubahan dalam pola mendidik di sekolah, salah satu alternatif dalam pola pembinaan siswa adalah penerapan pendidikan ketarunaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendidikan ketarunaan, kurikulum/program pendidikan ketarunaan, pelaksanaaan dan hambatan serta solusi dalam pendidikan ketarunaan di SMK Negeri 2 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan teknik deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan kegiatan triangulasi sumber dan teknik, kegiatan penelitian ini dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 5 (lima) temuan penelitian. Pertama,sejarah pendidikan di SMK Negeri 2 Turen dilatarbelakangi oleh dua jurusan yang berdiri sejak awal dalam mempelopori berdirinya sekolah yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Budidaya Air Tawar. Dua jurusan yang sejak awal merupakan cikal bakal berdirinya SMK Negeri 2 Turen dalam proses pelaksanaannya di sekolah harus dilaksanakan dengan pendidikan ketarunaan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Selain itu, perkembangan jaman dan arus globalisasi yang semakin meningkat juga membawa dampak negatif cukup banyak utamanya dalam kehidupan remaja, maraknya kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan indisipliner, dll. hal tersebut memunculkan keprihatinan dari para pendidik sehingga hal ini dijadikan dasar dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, dengan tujuan terbentuknya taruna yang memiliki sikap disiplin yang tinggi dan berkarakter. Kedua, program/kegiatan pendidikan ketarunaan secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu Pembinaan Fisik, Pembinaan Mental dan Pembinaan Psikologis. Pembinaan fisik dilakukan untuk membentuk fisik taruna yang kuat dan sehat sehingga diharapkan mampu mengikuti semua kegiatan ketarunaan, pembinaan mental dimaksudkan agar taruna memiliki mental yang baik dalam kehidupan sehari-hari hal ini dilaksanakan untuk menyiapkan taruna dalam menghadapi dunia kerja yang persaingannya sangat ketat, dan pembinaan psikologis dilakukan agara taruna merasa terbimbing dengan adanya pembinaan psikologis dikarenakan seorang taruna akan tahu kemampuan dan potensi dirinya. Ketiga, Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dilaksanakan oleh taruna sendiri dengan pembinaan dan pengawasan pembina taruna. Pembinaan pendidikan ketarunaan bertujuan agar pelaksanan pendidikan ketarunaan berjalan sesuai dengan semestinya dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dalam meningkatkan disiplin pelajar di SMK Negeri 2 Turen dilaksanakan dengan pembiasaan-pembiasaan taruna dalam menerapkan semua peraturan yang telah ditetapkan. Keempat, Hambatan dari guru adalah kurangnya perhatian terhadap taruna dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, sebagian guru kurang memahami tujuan pendidikan ketarunaan, dan salah pemahaman terhadap kegiatan yang dilakukan dalam pemdidikan ketarunaan. Sedangkan hambatan yang berasal dari taruna sendiri adalah kurangnya kesadaran dari para taruna dala menjalankan pendidikan ketarunaan, fisik taruna yang belum siap dalam menjalanankan pendidikan ketarunaan. Kelima,Solusi yang dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pendidikan ketarunaan yang terjadi adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengirimkan/mengikutsertakan guru dalam kegiatan/program pemantapan pendidikan ketarunaan di instasi militer, sekolah selalu mengevaluasi setiap pelaksanaan pendidikan ketarunaan. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Kepala Sekolah, sebaiknya dilaksanakan evaluasi dan peningkatan kegiatan ketarunaan dan perlu dikeluarkannya peraturan yang jelas dalam pendidikan ketarunaan (2) Bagi Guru seyogyanyamulai memberi keteladanan dan kepatuhan dalam pendidikan ketarunaan serta pendampingan sehingga taruna akan lebih bersemangat dalam kegiatan ketarunaan(3) Taruna/siswa, sebaiknya taruna harus mengikuti semua rangkaian kegiatan ketarunaan dengan baik, menaati segala aturan, dan setiap taruna harus mampu menampilkan pribadi-pribadi yang positif dan dapat menjadi teladan bagi semua. (4) Bagi pemerintah/Dinas Pendidikan ,sebaiknya pemerintah merekomendasikan pendidikan ketarunaan ini kepada sekolah-sekolah yang lain agar terbentuk siswa yang memiliki disiplin tinggi. Kata Kunci: Pendidikan, Ketarunaan, Disipli