SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
MODEL COOPERATIVE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN MENCERITAKAN KEMBALI TEKS FABEL PADA SISWA KELAS 7H SMPN 12 MALANG
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran cooperative script dalam pembelajaran menceritakan kembali teks fabel siswa kela 7H SMPN 12 Malang. Rumusan masalah, yaitu (1) bagaimanakah peran guru dalam pembelajaran menceritakan kembali teks fabel dengan model Cooperative Script, (2) bagaimanakah peran siswa dalam pembelajaran menceritakan kembali teks fabel dengan model Cooperative Script, (3) bagaimanakah hasil kompetensi siswa dalam menceritakan kembali. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) yaitu kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah peran guru dan siswa dalam pembelajaran menceritakan kembali teks fabel, kemudian skor dari menceritakan kembali teks fabel. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes praktik. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, RPP, rubrik penilaian, dan tes. Hasil penelitian menunjukan Pertama peran guru ditemukan yaitu guru berperan sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator dan fasilitator, serta evaluator. Kedua peran siswa ditemukan yaitu siswa berperan sebagai sktif berdiskusi, aktif menjawab pertanyaan, aktif bertanya, dan mendapatkan informasi. Ketiga hasil penilaian guru terhadap kompetensi siswa dalam menceritakan kembali  
Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Mahasiswa Tunarungu Mahasiswa Tunarungu Universitas Brawijaya
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi secara objektif mengenai penggunaan kalimat dalam karangan ilmiah mahasiswa tunarungu berdasarkan kelengkapan unsurnya dan jumlah klausanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis rancangan yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia pada karangan ilmiah mahasiswa tunarungu. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan tahun 2017. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh dua simpulan terkait penelitian ini. Pertama, kalimat berdasarkan kelengkapan unsurnya terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Kedua, kalimat berdasarkan jumlah klausanya terdiri atas kalimat sederhana dan kalimat luas. Selanjutnya, kalimat luas dibagi lagi atas kalimat luas setara, kalimat luas tidak setara, dan kalimat campuran.Kata Kunci: kalimat, karangan ilmiah, mahasiswa tunarungu ABSTRACT This study was conducted to obtain an objective description of the use of sentences in the scientific essays of deaf students based on their completness of the sentences and the number of clauses. The approach used in this research is qualitative and the type used is text analysis. The data of this study are Indonesian sentences in the scientific essays of deaf students. The source of the data used in this study is the scientific essays of Universitas Brawijaya deaf students year of 2017. Two conclusions related to this study were obtained. First, the sentences based on completness of the sentences consist of complete sentences and incomplete sentences. Complete sentences are more dominant used by deaf students in composing scientific essays compared to incomplete sentences. Second, sentences based on the number of clauses consist of simple sentences and broad sentences. Furthermore, broad sentences are subdivided into balanced broad sentences, broad sentences are not comparable, and mixed sentences.Keyword: sentences, scientific essay, deaf studentasiswa Tunarungu Universitas Brawijaya. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. Kata Kunci: kalimat, karangan ilmiah, mahasiswa tunarungu Karangan ilmiah merupakan salah satu media komunikasi akademik untuk mengomunikasikan gagasan peneliti kepada masyarakat ilmiah. Karangan ilmiah yang baik dapat dilihat melalui penggunaan bahasanya. Bahasa yang digunakan dalam karangan ilmiah harus jelas, lugas, hemat, dan sederhana. Sementara itu, produksi bahasa dari mahasiswa tunarungu masih sederhana bahkan seringkali ditemukan kerancuan dalam kalimatnya. Terkait hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi secara objektif mengenai penggunaan kalimat dalam karangan ilmiah mahasiswa tunarungu berdasarkan kelengkapan unsurnya dan jumlah klausanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis rancangan yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia pada karangan ilmiah mahasiswa tunarungu. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan tahun 2017. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah penugasan. Selanjutnya, analisis data penelitian ini menggunakan model Creswell yang terdiri atas 6 langkah. Langkah 1, mengolah dan mempersiapkan data dengan cara memilah karangan yang layak untuk dijadikan obek penelitian. Langkah 2, membaca keseluruhan data disertai pencatatan khusus ataupun umum terkait data yang diperoleh. Langkah 3, mulai mengkode semua data dengan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan. Langkah 4, menerapkan proses kodifikasi dengan mengidentifikasi setiap korpus data. Langkah 5, menunjukkan cara penyajian setiap kategori data dalam bentuk narasi/laporan kualitatif. Langkah 6, menginterpretasikan hasil analisis data. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh dua simpulan terkait penelitian ini. Pertama, kalimat berdasarkan kelengkapan unsurnya terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Kalimat lengkap lebih dominan dipakai mahasiswa tunarungu dalam menyusun karangan ilmiah dibandingkan dengan kalimat tidak lengkap. Kedua, kalimat berdasarkan jumlah klausanya terdiri atas kalimat sederhana dan kalimat luas. Selanjutnya, kalimat luas dibagi lagi atas kalimat luas setara, kalimat luas tidak setara, dan kalimat campuran. Kalimat sederhana lebih dominan dipakai mahasiswa tunarungu dalam menyusun karangan ilmiah. Hal ini disebabkan oleh minimnya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh mahasiswa tunarungu
SINDIRAN DALAM TEKS ANEKDOT KARYA SISWA KELAS X SMK NEGERI 7 MALANG
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sindiran dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata, kalimat, dan gaya bahasa yang mengandung sindiran dalam teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, dan lembar tes. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen yang digunakan adalah analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti melakukan tahap tringulasi data yaitu, tahap membaca data berulang-ulang dan mendiskusikanya dengan guru dan teman sejawat. Hasil penelitian ini berupa bentuk sindiran dalam teks anekdot meliputi ironi, sinisme, dan sarkasme. Teknik penyampaian sindiran dalam teks anekdot meliputi teknik eksplisit dan implisit. Makna sindiran dalam teks anekdot meliputi mengejek, memprotes, menghina, dan menganjurkan. Kata Kunci: sindiran, gaya bahasa, teks anekdot ABSTRACTThis research aimed to describe satire in anecdote text by class X students of Vocational High School 7 Malang. This research used qualitative approach with descriptive type research. Data on this research are words, sentences and language style which contain satire on anecdote text written by student. This research collected data with document study and test sheet. This research used aggregation data instrument and analyze data instrument. Instrument which used on this research is data analysis through data aggregation phase, data reduction, data analyze and conclusion. Data validity executed with data triangulation which is read data repeatedly and discuss the data with teacher and colleague. The result of research is satire construction which irony, cynicism, and sarcasm on anecdote. Satirical writing technique on anecdote text are explicit and implicit technique. Satirical purpose on anecdote text are insulting, protesting, mortifying, and advising. Keywords: satire, language style, anecdote tex
CITRA WANITA CANTIK DALAM NOVEL INDONESIA MUTAKHIR
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra wanita cantik dalam novel Indonesia mutakhir. Citra wanita cantik yang terdapat pada novel Bidadari-bidadari Surga karya Tereliye dan Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia ditinjau dari aspek fisik, psiokologis, dan sosial. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat tentang citra wanita cantik dari teks novel yang berupa kutipan langsung maupun tidak langsung dalam novel Indonesia mutakhir novel Bidadari-bidadari Surga karya Tere Liye dan Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra wanita cantik tidak hanya dipandang dari segi fisik saja, akan tetapi juga dipandang dari segi psikologis dan sosialnya.Kata kunci: Citra, wanita cantik, novelABSTRACT This study aims to describe the image of beautiful women is the latest Indonesian novel. The image of beautiful women found in the novel Bidadari-bidadari Surga heaven by Tere Liye dan Surga yang Tak Dirindukan heaven by Asma Nadia work in terms of physical, psychological, and social aspects. The research is a qualitative research. The data used in the form of words or setences in the latest Indonesian novel. The result show that the image of a beautiful woman is not only seen from a physical perspective, but also from a social and psychological perspective.Key word: The image, beautiful women, novel  
Nilai-Nilai Moral dalam Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Hubungannya dengan Pendidikan Karakter
Nilai-nilai moral dalam karya sastra, khususnya novel dapat diajarkan kepada siswa di sekolah. Salah satu novel yang sedang diminati oleh kaum remaja dan mengandung nilai moral adalah novel Dilan1990 karya Pidi Baiq. Tokoh dan alur cerita dalam novel tersebut dapat dijadikan contoh dan rujukan pendidikan karakter di sekolah. Pada novel tersebut nilai moral yang ada juga memiliki hubungan dengan pendidikan karakter pada siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990, (2) strategi penyampaian nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990, dan (3) hubungan antara nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990 dengan pendidikan karakter pada remaja.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dilan1990 karya Pidi Baiq. Data berupa kalimat dan kata-kata yang mengandung nilai moral.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan tafsir. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri. Sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah berupa tahap induksi komparasi, kodefikasi, kategorisasi, tabulasi, pembuatan inferensi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara membaca intensif secara berulang.Hasil penelitian diuraikan sebagai berikut (1) nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990 memiliki tiga jenis, yaitu berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan diri sendiri, dan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial. Nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan memiliki empat bentuk yaitu keimanan, bersyukur dan berdoa, ketaatan, dan mengucap salam. Nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri berupa keteguhan, keberanian, dan tanggung jawab atas pendidikan. Nilai moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial meliputi nasihat orang tua, kesantunan, kejujuran, tanggung jawab atas orang lain, kasih sayang kepada orang lain, dan berterima kasih. (2) Strategi penyampaian nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990 meliputi dua bentuk yaitu strategi penyampaian langsung yang terdiri dari narasi dan komentar dan strategi penyampaian tidak langsung meliputi perilaku tokoh dan pemikiran tokoh. (3) Hubungan antara nilai-nilai moral dalam novel Dilan1990 dengan pendidikan karakter siswa SMA meliputi sikap religi, kasih sayang, jujur, bertanggung jawab, dan menghormati
Teknik Penceritaan Cerpen dalam Antologi Jalan Pulang dari Auschwitz
RINGKASAN Yuliati, Ely. Teknik Penceritaan Cerpen dalam Antologi Jalan Pulang dari Auschwitz. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Cerpen, teknik, latar, karakter, konflik Penguasaan tentang teknik penceritaan ini sangat penting dikuasai terutama olehpenulis muda agar tidak terjebak dalam penceritaan yang bersifat klise. Penelitian tentang teknik penceritaan berfokus pada teknik penggarapan karakter, teknik penggarapan konflik, dan teknik penggarapan latar. Pemilihan ketiga fokus penelitian ini didasarkan atas hubungan ketergantungan ketiga aspek tersebut dalam membangun keutuhan cerita. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif. Data yang digunakan berupa narasi dan dialog yang terdapat pada cerpen karya pemenang dalam antologi cerpen Jalan Pulang dari Auschwitz. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca-catat dan studi dokumentasi dengan analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman. Simpulan penelitian ini mencakup tiga hal. Pertama, teknik penggarapan karakter yang meliputi teknik ekspositori, teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, dan teknik reaksi tokoh lain. Penggambaran karakter pada cerpen dalam antologi ini banyak menggunakan teknik campuran, yakni gabungan dari beberapa teknik sekaligus untuk menggambarkan satu karakter. Kedua, tentang teknik penggarapan konflik yang diklasifikasi menjadi tiga teknik, yakni teknik asosiasi, teknik montase, dan teknik adegan. Teknik asosiasi menggunakan dua bentuk pengembangan, yakni pengembangan dengan lompatan ingatan masa lalu dan pengembangan dengan khayalan masa depan. Teknik montase dikembangkan dengan dua bentuk pengembangan berupa pengembangan dengan perubahan latar dan pengembangan dengan peristiwa tidak logis. Sementara itu, teknik adegan dikembangkan dengan menggunakan sarana kemunculan objek, pengembangan dengan menghadirkan tokoh lain, dan pengembangan dengan perubahan karakter tokoh. Dalam penelitian ini, saran yang diberikan peneliti ditujukan kepada peneliti berikutnya untuk mengembangkan teknik penceritaan pada cerpen karya pilihan dewan juri. Ketiga, teknik penggarapan latar yang meliputi teknik penggarapan latar waktu, tempat, dan suasana. Teknik penggarapan latar waktu menggunakan tiga bentuk pengembangan, yakni pengembangan dengan menggunakan kata keterangan waktu, pengembangan dengan kata penanda keterangan waktu, dan pengembangan dengan majas perbandingan. Teknik pengembangan latar tempat dilakukan pengarang dengan menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan geografis, pendekatan historis, dan pendekatan spasial. adapun teknik pengembangan latar suasana dipilah menjadi tiga pengembangan, yakni pengembangan dengan menggunakan suasana alamiah, pengembangan dengan menggunakan suasana batiniah, dan pengembangan dengan menggunakan suasana sosial
KEEFEKTIFAN BUKU CATATAN NAJWA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DIKSI PADA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
ABSTRAK Buku Catatan Najwa dinilai dapat meningkatkan keefektifan dalam pembelajaran penggunaan diksi sebagai sarana ekspresi dan pengembangan makna dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian eksperimen semu dalam paired sample group design. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan menulis puisi. Proses pengumpulan data melalui dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Uji statistik yang digunakan adalah uji beda berpasangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa buku Catatan Najwa efektif digunakan sebagai sumber belajar diksi pada pembelajaran menulis puisi siswa SMA Kelas X.Kata Kunci: diksi, puisi, efektivitas ABSTRACT The Catatan Najwa book is considered to be able to increase the effectivity in learning the use of diction as a means of expression and development of meaning in poetry writing learning for class X students. This research is a quantitative research, with a quasi-experimental research design in a paired sample group design. The instrument used was a test of the ability to write poetry. The process of collecting data through two stages, namely the preparation and implementation stages. The statistical test used is a different paired test. The final results showed that the Catatan Najwa book was effectively used as a learning resource for diction in the poetry writing learning of Class X high school students.Keyword: diction, poetry, effectiveness 
Kata Serapan Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar Surya
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah surat kabar Surya yang terbit pada edisi bulan Juli dan Agustus 2018. Hasil penelitian ini meliputi (1) kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya berupa bentuk tunggal dan bentuk kompleks dan (2) proses pembentukkan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya melalui proses adopsi, adaptasi, dan penerjemahan.Kata Kunci: Berita Utama, Kata Serapan, Surat Kabar.ABSTRACTThis study aims to describe English language absorption in Indonesian in the headline of the Surya newspaper. This study uses a qualitative approach and the type of text analysis research. The research data is in the form of English absorption words in Indonesian. The source of this research data is the Surya newspaper which was published in the July and August 2018 editions. The results of this study include (1) Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines in the form of singular and complex forms and (2) formation process Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines through a process of adoption, adaptation and translation.Keyword: Headline, Loanword, Newspape
Bentukan Infleksi dan Derifasi dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfosintaksis
ABSTRAK Jokowali, Givari. 2019. Bentukan Infleksi dan Derivasi dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfosintaksis. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. Kata Kunci : infleksi, derivasi, morfosintaksis, bahasa Indonesia Bentukan infleksi dan bentukan derivasi merupakan kontruksi morfologi yang lahir dalam golongan bahasa fleksi. Bahasa Indonesia yang sebagai objek dalam penelitian ini merupakan bahasa yang tergolong bahasa aglutinasi. Bahasa fleksi merupakan bahasa yang hubungan gramatikalnya tidak dinyatakan dengan urutan kata, tetapi dinyatakan dengan infleksi. Akan tetapi, bahasa aglutinasi adalah tipe bahasa yang gramatikalnya saling menempel-nempelkan dari morfem yang satu dengan morfem yang lain. Bentukan infleksi dan derivasi akan diterapkan dalam bahasa Indonesia yang tergolong bahasa aglutinasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentukan infleksi dan bentukan derivasi dalam proses pembentukan kata bahasa Indonesia. Penelitian tersebut ditinjau dari kajian morfosintaksis yang mengkaji dari dua sistem bahasa, yaitu morfologi bahasa dan sintaksis bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kajian morfosintaksis, bukan hanya mempertimbangkan proses pembentukan kata saja, melainkan juga mengkaji kata tersebut dalam sebuah kalimat. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelititan ini adalah analisis teks. Data pada penelitian ini berupa pembentukankata yang menghasilkan bentukan infleksi dan derivasi dalam bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks yang berupa berita dalam Koran Jawa Postertanggal 1 Maret- 5 Maret 2019. Hasil penelitian ini menunjukan, yaitu pertama bentukan infleksi pada proses pembentukan kata ada dalam bahasa Indonesia. Bentukan infleksi tersebut ditemukan pada kata yang mengalami proses afiksasi. Dalam proses afiksasi yang menghasilkan bentukan infleksi, ditemukan penggunaan meN-, ber-, ke-, ter-, se-, -an, -kan, meN-kan, meN-i, per-an, peN-an, dan ke-an. Dari penggunaan afiks tersebut ada yang mengahsilakan bentukan berdistribusi sama dengan bentuk dasarnya. Distribusi kata yang sama dengan bentuk dasar tersebut menandakan bahwa bentukan infleksi ada dalam bahasa Indonesia. Kedua, bentukan derivasi pada proses pembentukan kata ada dalam bahasa Indonesia. Bentukan derivasi tersebut ditemukan pada kata yang mengalami proses afiksasi. Dalam proses afiksasi yang menghasilkan bentukan derivasi, ditemukan penggunaan afiksmeN-, ber-, peN-, ter-, per-, se-, di-, diper-, memper-, –an, -i,–kan, peN-an, per-an, meN-i, meN-kan, di-i, di-kan, ber-kan, ber-an, ke-an, ter-i, ter-kan, memper-i, memper-kan, dan diper-kan. Dari penggunaan afiks tersebut tersebut ada yang menghasilkan bentukanberdistribusi berbeda dengan bentuk dasarnya. Distribusi kata yang berbeda dengan bentuk dasar tersebut menandakan bahwa bentukan derivasi ada dalam bahasa Indonesia.Berdasarkan data temuan, bentukan derivasi ditemukan lebih banyak dari pada bentukan infleksi. SUMMARY Jokowali, Givari. 2019. Infection and Derivation in Indonesian: Morphosyntax Study. Essay. Indonesian Literature Department, Faculty of Literature, Malang State University. Advisors: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. keyword : Infection, Derivation, Morphosyntax, Indonesian Inflection formation and derivation formation are morphological constructs born in flexion language groups. Indonesian as the object in this study is a language that is classified as an agglutination language. Flexional language is a language in which grammatical relationships are not expressed in word order, but are expressed by inflection. However, the language of agglutination is a type of language that grammatically sticks together from one morpheme to another. inflection and derivation will be applied in Indonesian which belongs to the language of agglutination This study aims to determine the inflection and derivations in the process of Indonesian word formation. The study was reviewed from morphosyntax studies that examined two language systems, namely language morphology and language syntax. Therefore, this study uses morphosyntaxis studies, not only considering the word formation process, but also studying the word in a sentence. This study uses a qualitative approach and this type of research is text analysis. The data in this study in the form of word formation is produced from an affixation process that results in the inflections and derivations in Indonesian. The data sources in this study are newspapers, articles, and other research reports. The results of this study indicate, namely the first inflection formation in the word formation process is in Indonesian. The inflection formation is found in words that undergo an affixation process. In the affixation process that produces inflection formation, it is found that the use of affixes meN-, ber-, ke-, ter-, se-, -an, -kan, meN-kan, meN-i, per-an, peN-an, and ke-an. From the use of affixes there is a form that distributes the same distribution with the basic form. The distribution of the same word with the basic form indicates that the formation of inflection is in Indonesian. Second, derivation formation in the word formation process is in Indonesian. The formation of derivation is found in words that undergo an affixation process. In the affixation process that results in the formation of derivations, the use of affixes is found meN-, ber-, peN-, ter-, per-, se-, di-, diper-, memper-, –an, -i,–kan, peN-an, per-an, meN-i, meN-kan, di-i, di-kan, ber-kan, ber-an, ke-an, ter-i, ter-kan, memper-i, memper-kan, and diper-kan. From the use of these affixes there is a formation that is distributed differently from the basic form. The distribution of different words with the basic form indicates that the formation of derivation is in Indonesian. Based on the data of the findings, the derivation formation was found to be more than the inflection formation
Analisis majas dalam antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono
Sastra diartikan sebagai hasil karya cipta manusia yang mengandung nilai keindahan yang dituangkan secara lisan maupun tulisan dengan perantara media tertentu. Hasil penciptaan sastra dinamakan karya sastra yang dapat berwujud seni, bersumber dari kreativitas, maupun hasil olah rasa lainnya. Sastra tidak saja dinilai sebagai sebuah karya seni yang memiliki budi, imajinasi, dan emosi. Akan tetapi, sastra telah dianggap sebagai suatu karya kreatif yang dimanfaatkan sebagai konsumsi intelektual di samping konsumsi emosi. Karya sastra itu dapat berupa puisi, novel, cerpen dan drama. Salah satu jenis karya sastra yang sering dijumpai saat ini adalah puisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskipsikan majas dan fungsi majas yang terdapat pada antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode analisis stilistika. Penelitian ini berfokus pada majas yang merupakan bagian dari stilistika maka metode stilistika dirasa cocok untuk digunakan. Data dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi Hujan Bulan Juni. Pada penelitian ini, peneliti adalah instrumen utama yang bertugas untuk merencanakan, menyusun, menelaah, dan melaporkan hasil penelitian dibantu dengan instrumen pembantu berupa prosedur pengumpulan data dan pedoman analisis data. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode stilistika. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara membaca ulang sumber data, melakukan diskusi, dan membaca referensi yang cukup. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Dari hasil pembahasan ditarik dua kesimpulan. Pertama, pada antologi puisi Hujan Bulan Juni hanya terdapat satu majas. Majas tersebut merupakan majas perbandingan yang terdiri dari majas simile berjumlah 6 majas dalam 3 judul puisi, metafora berjumlah 12 majas dalam 9 judul puisi, dan personifikasi berjumlah 16 majas dalam 14 judul puisi. Kedua, pada antologi puisi Hujan Bulan Juni setiap majas memiliki fungsi sendiri. Majas simile berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca, majas metafora berfungsi untuk menambahkan intensitas perasaan pada puisi, dan majas personifikasi berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas tentang suasana atau kesan tertentu. Saran yang dapat diberikan berdasarkan simpulan tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, kepada penulis puisi selanjutnya disarankan untuk menambah penggunaan majas yang lebih banyak pada karya puisinya. Kedua, kepada peneliti selanjutnya diharapkan melaksanakan penelitian yang lebih mendalam terhadap kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono berdasarakan aspek lain yang lebih luas