SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Analisis Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha

    No full text
    ABSTRAK Pratiwi, Devila  2018. Analisis Kelayakan Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Roekhan, M.PdKata kunci:kelayakan, modul, menulis cerpenDalam sebuah pembelajaran diperlukan sumber-sumber belajar agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Keberadaan sumber belajar di masyarakat sangat melimpah. Sumber belajar perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan dalam pembelajaran yang selanjutnya disebut bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dikembangkan adalah modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX yang dikembangkan oleh Ramadhani Widha. Alasan memilih sumber data tersebut karena pertama sumber data tersebut masih baru. Kedua, berdasarkan hasil uji validasi dari ahli materi cerpen dan uji ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia modul tersebut tergolong layak untuk diimplementasikan namun tidak semua modul yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan kesesuaian kualitas bahan ajar. Ketiga, materi teks cerita pendek diajarkan di kelas IX.            Fokus penelitian ini adalahkelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan tampilan modul menulis cerita pendek Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navisuntuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantatif. Jenis penelitian ini adalah analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa uraian materi meliputi konsep, contoh wacana, dan latihan. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) menggandakan sumber data, (2) kodifikasi data, (3) menandai data, (4) melakukan penyekoran, (5) menghitung skor, dan (6) menghitung skor pada setiap aspek. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) instrumen pengumpulan data dan (2) lembar pengumpul data.            Aspek kelayakan isi terdiri atas empat indikator meliputi (1) kelengkapan materi, (2) keakuratan materi, (3) kedalaman materi, dan (4) kemutakhiran rujukan. Untuk indikator kelengkapan materi, terdapat tiga bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria kelengkapan materi.Untuk indikator keakuratan materi, terdapat dua bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keakuratan materi. Indikator kedalaman materi, terdapat dua bab yang tidak memenuhi kriteria kedalaman materi. Bab tersebut kurang mendetail dalam memberikan penjelasan materi. Untuk indikator kemutakhiran rujukan, semua uraian materi di dalam modul tidak diketahui sumber rujukannya karena tidak mencantumkan rujukan yang jelas. Aspek kelayakan isi berada pada kategori cukup layak karena mencapai 73%.            Aspek kelayakan bahasa terdiri atas dua indikator meliputi (1) kekomunikatifan dan (2) kelogisan alur pikir.Untuk indikator kekomunikatifan uraian materi yang disajikan menggunakan bahasa yang jelas, namun terdapat beberapa kata yang kurang lazim.Pada uraian materi yang disajikan terdapat banyak kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca. Untuk indikator kelogisan alur pikir, uraian materi yang disajikan sudah memenuhi tingkat kelogisan. Perintah dalam latihan yang disajikan jelas dan sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Aspek kelayakan bahasa berada pada kategori cukup layak karenamencapai 71,8%.Aspek kelayakan tampilan mencakup tiga indikator meliputi (1) konsistensi sistematika, (2) keseimbangan antar bab, dan (3) keruntutan penyajian. Untuk indikator konsistensi sistematika, uraian materi yang disajikan hanya memenuhi dua kriteria dari empat kriteria konsistensi sistematika. Untuk indikator keseimbangan antar bab, semua bab umumnya tidak memenuhi batas jumlah halaman per bab. Terdapat bab yang tidak memenuhi batas jumlah halaman dan tolerensi lebih maupun kurang jumlah halaman. Indikator keruntutan penyajian, sebanyak tiga bab dalam modul hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keruntutan penyajian. Aspek kelayakan tampilan berada pada kategori layak karena mencapai 81%. Hasil penghitungan yang dilakukan menunjukkan modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha berada pada kategori cukup layak karena mencapai 69,7% dengan nilai C.Modul memerlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam hal kebahasaan.Kepada penyusun modul tersebut diharapkan melakukan validasi kembali sebelum melakukan uji lapangan terutama dari segi penggunaan bahasa. Kepada peneliti selanjutnya agar meneliti modul hasil pengembangan terdahulu dengan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui kelayakan bahan ajar yang lainnya

    Karakteristik Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP

    No full text
    ABSTRAK   Nova, Mevi Maria. 2017. Karakteristik Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd.   Kata Kunci:  struktur isi, ciri kebahasaan, teks deskripsi   Salah satu teks yang digunakan dalam pembelajaran tingkat sekolah menengah pertama adalah teks deskripsi. Dalam pembelajaran teks deskripsi, siswa perlu mengenali struktur isi dan ciri kebahasaan teks deskripsi agar diakhir materi pembelajaran siswa dapat membuat sebuah teks deskripsi yang baik dan benar sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan. Fokus penelitian ini adalah karakteristik teks deskripsi dilihat dari struktur isi dan ciri kebahasaan karya siswa kelas VII SMP. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah analisis teks. Data dalam penelitian ini berupa teks deskripsi karya siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang. Instrumen dalam penelitian ini adalah tabel pengumpulan data. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Dokumentasi pada penelitian ini berupa teks deskripsi karya siswa kelas VII. Dokumen teks deskripsi karya siswa direduksi berdasarkan panduan studi dokumentasi. Data yang telah direduksi kemudian dikodifikasi dan dianalisis ke dalam tabel analisis data. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama,  dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis teks deskripsi dilihat dari struktur isi karya siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang memiliki struktur isi berupa identifikasi yang didalamnya berisi gambaran umum terkait objek yang dideskripsikan berupa nama objek, lokasi, makna nama, sejarah lahirnya, dan pernyataan umum tentang objek. Pada bagian deskripsi bagian didalamnya berisi rincian mengenai objek seperti apa yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan oleh penulis. Pada bagian simpulan didalamnya berisi kesan terhadap objek. Penelitian ini juga memiliki tatanan unsur teks deskripsi yang lengkap. Seluruh siswa menuliskan identifikasi pada bagian pembuka yang menjelaskan tentang gambaran singkat mengenai objek yang dideskripsikan. Seluruh siswa juga menuliskan deskripsi bagian pada bagian isi yang menjelaskan tentang rincian mengenai objek yang dideskripsikan. Seluruh siswa juga menuliskan simpulan pada bagian penutup yang menjelaskan kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Namun ditemukan juga teks deskripsi siswa dengan tatanan unsur yang tidak lengkap. Data tersebut tidak berisi identifikasi yang lengkap dan tidak memiliki simpulan berupa kesan terhadap objek melainkan berisi deskripsi bagian yang menjelaskan rincian mengenai objek. Kedua, dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis teks deskripsi dilihat dari ciri kebahasaan karya siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang memiliki ciri kebahasaan berupa kata kerja aksi dari verba asal dan verba turunan, kata sifat untuk mendeskripsikan objek yang lebih dominan pada ajektiva dasar, kata benda terkait objek yang dideskripsikan yang lebih dominan pada nomina dasar (umum) dan nomina dasar (khusus), kata-kata yang dapat memancing kesan serta citra indrawi dan suasana batiniah pembaca yang lebih dominan pada citraan visual dan citraan gerak, sinonim, kata khusus, kalimat rincian, dan kalimat rincian untuk mengongkretkan. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada guru bahasa Indonesia dan peneliti lain. Pertama, saran untuk guru bahasa Indonesia agar lebih memperhatikan dan mengevaluasi struktur isi dalam teks deskripsi karya siswa dengan cara lebih memantapkan materi terutama mengenai struktur bagian simpulan dan ciri kebahasaan mengenai kata-kata yang dapat memancing kesan pembaca. Kedua, saran bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama atau mengembangkannya, sebaiknya banyak mencari referensi buku yang berkaitan dengan teks deskripsi agar dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.ation is not conducive.   

    Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

    No full text
    ABSTRAK   Suryani, Lisa. 2017. Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah, M.Pd   Kata kunci: metode latihan terbimbing, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi   Kemampuan menulis sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kemampuan menulis dapat diterapkan dalam menulis cerpen. Kemampuan menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus- menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. Saat ini banyak siswa yang mengalami kesulitan mengembangkan idenya dalam menulis teks cerpen. Oleh karena itu, untuk melihat kemampuan siswa mengungkapkan idenya menulis teks cerpen digunakan metode latihan terbimbing dalam menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh metode latihan terbimbing terhadap kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi. Pengaruh metode latihan terbimbing kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi tersebut ditentukan oleh lima aspek, yaitu (1) kesesuaian alur dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, (2) kesesuain tokoh dan penokohan berdasarkan pengalaman pribadi, (3) kesesuaian latar dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, (4) kesesuaian sudut pandang dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, dan (5) kesesuaian tema dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen pada kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Nilai hasil menulis cerpen pada kedua kelas tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perbandingan penggunaan metode latihan terbimbing dengan teknik pembelajaran konvensional dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas menulis cerpen dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis hasil tes yang diperoleh pada saat prates dan pascates. Data dalam penelitian ini berupa nilai penggambaran alur, penggambaran tokoh dan penokohan, penggambaran latar, penggambaran sudut pandang, dan pengembangan tema dalam cerpen yang ditulis berdasarkan pengalaman peribadi. Analisis data dihitung menggunakan uji-t. Sebelum uji-t, telebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat. Data pada penelitian ini dinyatakan normal dan homogen sehingga uji-t dapat dilanjutkan. Pengujian hipotesis diterima apabila thitung> ttabel dan ditolak apabila thitung < ttabel dengan ttabel pada taraf signifikansi 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek menggambarkan alur dan pengaluran, menggambarkan tokoh dan penokohan, menggambarkan latar dan pelataran, menggambarkan sudut pandang, dan mengembangkan tema. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya guru SMA Negeri 8  Malang adalah guru dapat menggunakan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran menulis cerpen di ke kelas XI untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penelitian lebih lanjut terkait dengan pengggunaan metode latihan terbimbing. Peneliti lain dapat menerapkan metode latihan terbimbing dalam penelitian dasar yang tidak sama atau jenis penelitian lain

    Pengembangan Bahan Pelatihan Menulis Cerpen untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Menulis Sastra SMA

    No full text
    ABSTRAK   Widayat, Sri Narindra Wahyu. 2017. Pengembangan Bahan Pelatihan Menulis Cerpen untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Menulis Sastra SMA.Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. KusubaktiAndajani, M.Pd.   Kata kunci:bahan pelatihan, menulis cerpen, ekstrakurikuler menulis sastra SMA   Kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra perlu dikembangkan termasuk pada jenjang SMA, karena dalam pendidikan, sastra memiliki peran yang sangat penting. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra, minat dan bakat siswa pada bidang kepenulisan sastra dapat diolah dan dikembangkan. Selain itu, melalui kegiatan tersebut dapat terlahir sastrawan-sastrawan muda yang berkompeten. Kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra membuka beberapa cabang pelatihan sesuai cabang sastra yaitu pelatihan menulis kreatif puisi, prosa (cerpen, novel), dan drama. Dari beberapa cabang tersebut, cerpen merupakan cabang yang paling banyak diminati. Cerpen adalah cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk, yang memuat peristiwa singkat, isi cerita yang pendek, serta pelaku-pelaku yang relatif sedikit. Berdasarkan pengamatan, cerpen merupakan cabang karya sastra yang banyak dikenal dan diperlombakan baik dalam lingkup pendidikan maupun masyarakat umum. Namun, penulisan cerpen oleh siswa SMA masih banyak mengalami kesalahan. Kesalahan ini salah satunya disebabkan oleh ketidaktersediaan bahan pelatihan untuk menulis cerpen yang disusun khusus untuk suatu kegiatan, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian dan pengembangan bahan pelatihan. Penelitian dan pengembangan yang peneliti lakukan memiliki tujuan untuk menghasilkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra SMA/sederajatsesuai spesifikasi produk yang ditetapkan, sertauntuk mendeskripsikan kelayakan bahan pelatihan berdasarkan hasil uji yang diperoleh, meliputi (1) deskripsi isi, (2) sistematika penyajian, (3) penggunaan bahasa, dan (4) tampilan bahan pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan karena bertujuan menghasilkan produk. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah adaptasi dari model Borg & Gall. Berdasarkan kebutuhan, prosedur penelitian dan pengembangan bahan pelatihan menulis cerpen yang telah diadaptasitersebut meliputi delapan tahapan, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji lapangan, (7) revisi produk akhir, serta (8) desiminasi dan implementasi. Uji coba awal dilakukan dengan uji validasi meliputi validasi ahli materi dan ahli tampilan. Uji lapangan dilakukan kepada siswa anggota ekstrakurikuler menulis sastra SMAN 1 Lawang cabang cerpen berjumlah lima siswa. Jenis data yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan ini adalah data angka dan data verbal. Data angka diperoleh berdasarkan angket uji coba, sedangkan data verbal diperoleh dari saran, komentar, maupun catatan dari para ahli dan siswa sebagai subjek uji lapangan, baik berupa data tertulis maupun lisan. Berdasarkan uji kelayakan produk, diperoleh data sebagai berikut. Persentase hasil uji ahli materi mencapai 82% dengan kualifikasi layak dan tindak lanjut implementasi. Persentase hasil uji tampilan mencapai 90% dengan kualifikasi sangat layak dan tindak lanjut implementasi. Sedangkan, berdasarkan uji lapangan dengan pembagian angket penilaian kepada siswa terhadap bahan pelatihan menulis cerpen diperoleh persentaserata-rata mencapai 86,5% dengan kesan positif bahwa menurut siswa bahan pelatihan sangat bermanfaatdalam memandu menulis cerpen, termasuk bagi penulis pemula. Sehingga, berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra SMA ini sangat layak untuk diimplementasikan. Saran yang diberikan peneliti kepada peneliti dan pengembang lain yaitu (1) mengembangkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler maupun lainnya dengan karakteristik yang lebih unik dan sesuai minat siswa, yang dapat melengkapi kekurangan pada bahan pelatihan ini, (2) memperhatikan kedalaman materi dan kesesuaian contoh yang disajikan dalam bahan pelatihan, (3) menggunakan bahasa yang sesuai untuk tujuan bahan pelatihan yaitu bahasa yang sangat komunikatif dan tidak “kaku” untuk kegiatan ekstrakurikuler, serta (4) memperhatikan tampilan, khususnya ukuran kertas, jarak, dan jenis huruf, serta sajian berupa bentuk visual yang lebih diminati dan dapat memotivasi siswa untuk berlatih

    Kesalahan Berbahasa dalam Teks Tanggapan Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pangestika, Eva Rizky. 2017. Kesalahan Berbahasa dalam Teks Tanggapan Deskriptif  Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.   Kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, teks tanggapan deskriptif   Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP adalah menulis teks tanggapan deskriptif. Teks tanggapan deskriptif berisi penggambaran secara jelas dan rinci tentang objek yang diamati. Tingkat keterbacaan suatu teks dapat diidentifikasi melalui ketepatan penggunaan ejaan, pilihan kata, serta dari segi satuan kalimat dan satuan bentukan kata. Oleh karena itu, agar siswa dapat menghasilkan tulisan yang memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi perlu dilakukan analisis kesalahan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa yang terdapat pada teks tanggapan deskriptif siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) yang meliputi (1) kesalahan penggunaan ejaan, (2) kesalahan satuan morfologis, (3) kesalahan pilihan kata, dan (4) kesalahan satuan sintaksis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis teks. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik penugasan. Instrumen yang digunakan yakni, (1) peneliti sendiri dan (2) instrumen penugasan dan panduan analisis data. Kegiatan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh empat hasil penelitian. Kesalahan penggunaan ejaan terdiri atas kesalahan (1) penggunaan huruf, (2) penulisan kata, dan (3) penggunaan tanda baca. Kesalahan dari segi satuan morfologis terdiri atas (1) penghilangan afiks dan (2) penggunaan afiks yang tidak tepat. Kesalahan pada pilihan kata terdiri atas (1) kesalahan ketepatan memilih kata dan (2) kesalahan kesesuaian penggunaan pilihan kata. Kesalahan dari segi satuan sintaksis terdiri atas (1) kalimat tidak lengkap, (2) kalimat tidak hemat, (3) kalimat ambigu, dan (4) kalimat tidak logis. Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan dua saran. Pertama, pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia hendaknya memberikan perhatian yang lebih terhadap penulisan ejaan pada karangan siswa. Kedua, mahasiswa hendaknya memperhatikan penggunaan aspek kebahasaan karena aspek kebahasaan adalah salah satu aspek penting dalam penyusunan suatu karya tulis ilmiah

    Kajian Strukturalisme Todorov Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan

    No full text
    ABSTRAK   Vitaloki, Rulintang. 2017. Kajian Strukturalisme Todorov Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M.Si.   Kata Kunci: struktur, teks, novel, sintaksis, semantik   Strukturalisme merupakan metode yang digunakan untuk mengkaji karya sastra yang menekankan pada hubungan antarunsur sebagai satu kesatuan yang otonom dan saling berjalinan. Dalam teori strukturalisme terdapat beberapa cabang, salah satunya adalah strukturalisme naratologi. Naratologi membicarakan bagaimana menyiasati peristiwa-peristiwa cerita ke dalam sebuah bentuk yang terorganisasi, yang bernama plot. Salah satunya tokoh strukturalisme naratologi adalah Tzvetan Todorov. Strukturalisme merupakan suatu komentar yang berusaha menjelaskan suatu teks dan tidak bertolak dari anggapan adanya milik formal yang dianggap mesti ada pada suatu teks karya sastra. Oleh karena itu, ada kebebasan dalam pembacaan suatu teks, boleh bertolak dari mana saja dan menggunakan unsur apa saja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan struktur novel LH karya Eka Kurniawan berdasarkan teori Todorov yang meliputi (1) aspek sintaksis (urutan peristiwa secara kronologis dan logis), dan (2) aspek semantik (tema, tokoh dan latar). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktur berdasarkan teori Todorov.Data yang digunakan berupa data verbal yaitu kata, teks, monolog, dialog, dan narasi yang ada dalam novel LH karya Eka Kurniawan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai pengumpul data utama. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik pembacaan heuristik, mencatat dan mengklasifikasi data sesuai fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan empat cara yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai struktur novel LH diuraikan sebagai berikut. Pada aspek sintaksis, urutan peristiwa secara kronologis ditemukan 67 sekuen. Dari jumlah 136 sekuen yang ditemukan terdiri dari 51 sekuen pada sekuen penceritaan, 53 sekuen pada sorot balik tahap pertama, 26 sekuen sorot baik tahap dua, 6 sekuen pada sorot balik tahap ketiga, sedangkan pada urutan peristiwa secara logis ditemukan 79 fungsi utama yang berfungsi membentuk kerangka cerita, sedangkan pada urutan logis ditemukan 79 fungsi utama disertai backtracking. Aspek semantik meliputi tema, tokoh, dan latar. Tema yang diangkat pada novel LH adalahperasaan benci dan amarah akan membawa bencana bagi mereka yang tidak mampu menahan dan meredamnya. Pada subaspek tokoh, tokoh utama pada novel LH adalah Margio, sedangkan tokoh tambahan terdiri dari banyak tokoh, seperti Komar bin Syueb, Nuraeni, Anwar Sadat, Maharani, Mameh, Agung Yuda, Mayor Sadrah, Kyai Zahro, Ma Soma, Marian, Maesa Dewi, Laila, dan kakek. Kehadiran tokoh bawahan dapat memperkuat karakter tokoh utama. Latar dalam novel LH meliputi latar tempat dan waktu. Latar tempat dibedakan menjadi dua, yaitu latar tempat yang bergerak, dan latar tempat yang tidak bergerak. Latar tempat yang bergerak terdapat empat latar tempat, yaitu di atas sepeda, di atas motor, di atas geobak, dan di dalam bis. Pada latar tempat yang tidak bergerak terdiri dari sepuluh latar tempat, yaitu kolam ikan, warung Agus Sofyan, warung serabi, rumah pos ronda, rumah Anwar Sadat, surau, rumah Mayor Sadrah, rumah 131 atau rumah Margio, balai desa, dan lapangan bola. Latar waktu dalam novel ini menunjuk pada waktu terjadinya peristiwa. Ditemukan lima latar waktu yang terdiri dari pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, dan masalalu

    Tindak Tutur Deklaratif Tuturan Guru di Kelas VII pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Pare

    No full text
    ABSTRAK   Hayati, Yuslim A. 2017. Tindak Tutur Deklaratif Tuturan Guru di Kelas VII pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Pare. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.   Kata kunci:tindak tutur, tindak tutur deklaratif, tindak tutur guru.   Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas, tidak terlepas dari adanya proses komunikasi antara guru dan siswa. Sebuah komunikasi tidak terlepas dari adanya bahasa sebagai alat komunikasi.Tindak tutur adalah suatu tindakan bertutur yangmemiliki maksud tertentu dan ada dampak yang terjadi pada mitra tutur. Tindak tutur dibagi atas tiga klasifikasi, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi.             Tindak tutur lokusi merupakan tindak tutur guru yang berisi peryataan atau mengatakan sesuatu. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang menyatakan dan memiliki maksud di balik tuturannya. Tindak tutur ilokusi digolongkan ke dalam lima macam bentuk tindak tutur di antaranya yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Tindak tutur deklaratif adalah tindak tutur yang dilakukan si penutur dengan maksud untuk menciptakan hal (status, keadaan, dan sebagainya) yang baru (misalnya: menghukum, memberi nama, dan sebagainya).             Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru yang direkam.Data penelitian ini berupa data verbal yakni teks lisan yang dituturkan oleh guru. Pengumpulan data tersebut diperoleh melalui proses perekaman dan data konteks diperoleh melalui pencatatan lapangan. Selain peneliti sebagai intrumen utama, terdapat instrumen pendukung yang digunakan yaitu alat perekam suara, kamera untuk video, panduan perekaman, panduanpencatatan lapangan, format pencatatan lapangan, panduan pengumpulan data, panduan transkripsi, panduan analisis data, dan format transkripsi.Teknik analisis data akan dilakukan secara induktif dan komponensial(Componential Analysis). Peneliti menerapkan teknik triangulasi sebagai pengecekan keabsahan diantaranya (1) berkonsultasi dan berdiskusi dengan ahli, (2) peneliti mengumpulkan data, membentuk, dan menggunakan konsep-konsep, (3) peneliti mendengarkan kembali alat perekam data, membaca ulang transkripsi data dan pencatatan lapangan.             Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tindak tutur deklaratif guru dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII. Bentuk tindak tutur deklaratif guru terdapat lima macam bentuk, yaitu bentuk memutuskan, bentuk melarang, bentuk memaafkan, bentuk menggolongkan, dan bentuk menghukum. Bentuk-bentuk tersebut muncul dalam kegiatan inti pembelajaran dan akhir pembelajaran. Kedua, mengenai fungsi tindak tutur deklaratif guru terdapat lima macam fungsi yang didasarkan pada bentuk-bentuknya, yaitu fungsi memutuskan, fungsi melarang, fungsi memaafkan, fungsi menggolongkan, dan fungsi menghukum. Fungsi-fungsi ini berkaitan langsung dengan bentuknya. Ketiga, strategi yang digunakan ialah strategi tindak tutur langsung dan strategi tindak tutur tidak langsung

    Tuturan Persuasif Guru dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia

    No full text
    ABSTRAK   Hikmatusholikhah, Nurilla Ani. 2018. Tuturan Persuasif Guru dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Dawud, M.Pd.   Kata Kunci: tuturan persuasif, teknik tuturan, interaksi belajar-mengajar   Tuturan persuasif adalah tuturan yang bertujuan untuk memengaruhi dan mengubah sikap individu melalui pesan-pesan komunikatif. Tuturan persuasif digunakan guru untuk memengaruhi siswa dalam memahami penjelasan materi pelajaran yang disampaikan guru. Dalam praktiknya di MAN 1 Kediri, tuturan yang disampaikan guru tidak hanya pengetahuan dan keterampilan tentang materi pelajaran, akan tetapi juga tuturan yang dapat memengaruhi siswa untuk melakukan suatu hal yang mendukung berjalannya proses belajar di kelas. Penelitian ini membahas penggunaan tuturan persuasif yang dilakukan guru dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis studi kasus lapangan. Penelitian ini difokuskan pada tuturan guru terhadap siswa dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia di kelas. Dengan demikian, data penelitian ini adalah tuturan persuasif guru yang memiliki wujud, isi, dan teknik persuasif. Sementara sumber data penelitian ini adalah enam guru Bahasa Indonesia di MAN 1 Kediri. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, perekaman, dan wawancara. Data tersebut dianalisis sesuai fokus penelitian ini, yaitu wujud, isi, dan teknik tuturan persuasif guru. Selanjunya, data hasil analisis tersebut disimpulkan berdasarkan fokus penelitian dan dituliskan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan 45 data tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar. Tuturan persuasif tersebut dapat dilihat berdasarkan wujud, isi, dan teknik penyampaian tuturan persuasif. Berdasarkan wujud tuturan persuasif, tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar adalah tuturan persuasif deklaratif, tuturan persuasif interogatif, dan tuturan persuasif imperatif. Bentuk tuturan persuasif deklaratif adalah deklaratif runtut, deklaratif inversi, deklaratif aktif, dan deklaratif pasif; bentuk tuturan interogatif adalah interogatif informatoris dan interogatif konfirmatoris; dan bentuk tuturan imperatif adalah imperatif positif dan imperatif negatif. Tuturan persuasif yang paling sering digunakan guru adalah tuturan persuasif deklaratif. Berdasarkan isi tuturan persuasif, tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar berdasarkan faktualitas isi adalah tuturan persuasif berisi berisi fakta dan tuturan persuasif berisi opini. Sementara tuturan persuasif berdasarkan wujud tuturannya adalah tuturan persuasif berisi peringatan, tuturan persuasif berisi perintah, tuturan persuasif berisi ajakan, tuturan persuasif berisi saran, dan tuturan persuasif berisi pertanyaan. Tuturan persuasif yang disampaikan guru berisi fakta dari teori langsung dan fakta contoh dari teori tersebut; opini mengenai teori langsung dan contoh dari teori tersebut; peringatan langsung; perintah biasa dan perintah halus; ajakan langsung; saran biasa dan halus; serta pertanyaan informatif, persetujuan, dan penegasan. Tuturan persuasif yang paling sering muncul adalah tuturan persuasif yang berisi opini. Berdasarkan teknik tuturan persuasif, tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar adalah tuturan persuasif yang menggunakan teknik rasionalisasi, teknik identifikasi, teknik sugesti, teknik konformitas, teknik penggantian, dan teknik proyeksi. Tuturan persuasif yang disampaikan guru menggunakan teknik rasionalisasi berdasarkan teori dan contoh teori; identifikasi atas analisis siswa dan analisis situasi; sugesti biasa dan sugesti halus; konformitas atas penyesuaian situasi dan penyesuaian materi; penggantian atas makna sesuai wujud yang berkaitan dan makna yang tidak berkaitan; serta proyeksi secara halus dan biasa. Teknik yang paling sering muncul adalah teknik sugesti. Guru menyampaikan tuturan persuasif dengan tujuan membentuk tanggapan, memperkuat tanggapan, dan mengubah tanggapan siswa terhadap suatu hal. Guru menuturkan tuturan persuasif sesuai dengan situasi siswa dan keadaan sekitar sehingga memunculkan tuturan dengan wujud dan teknik yang bervariasi serta isi yang bermacam-macam. Tuturan tersebut ada yang bermakna tersurat dan ada yang bermakna tersirat. Berdasarkan hasil penelitian ini, bagi pengajar Bahasa Indonesia, dalam menjelaskan dan menyampaikan suatu materi atau motivasi hendaknya guru memengaruhi siswa dengan wujud yang bervariasi dan isi yang bermacam-macam. Di samping itu, guru hendaknya menggunakan teknik tuturan yang sesuai dengan konteks situasi kelas dan siswa. Hal itu akan lebih baik jika guru menyisipkan teknik sugesti pada setiap tuturannya untuk memperkuat tujuan tuturan tersebut. Sementara itu, bagi penutur bahasa Indonesia, penutur hendaknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus dan lebih luas

    Kualitas Soal Ujian Akhir Semester I Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Krian Tahun Pelajaran 2015/2016

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Gustiana. 2017. Kualitas Soal Ujian Akhir Semester I Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Krian  Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd.   Kata kunci: kualitas, soal ujian, bahasa Indonesia   Pada tahun 2013, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disempurnakan menjadi Kurikulum 2013 (K’13) oleh pemerintah. Kurikulum berisi landasan pembelajaran berkaitan dengan isi dari proses pembelajaran. Kurikulum yang baik dan proses pembelajaran yang benar perlu didukung oleh sistem penilaian yang baik, terencana, dan berkesinambungan. Proses penilaian dalam materi pelajaran bahasa Indonesia berupa tes tulis, meliputi bentuk soal pilihan ganda, soal esai, dan soal uraian. Pada penelitian ini dipilih pengukuran berwujud tes tulis karena soal pilihan ganda memiliki pertanyaan tunggal dan pilihan jawaban yang hanya mempunyai satu jawaban benar. Selain itu, bila dibandingkan dengan ujian tengah semester, cakupan ujian akhir semester I lebih luas, yakni meliputi 3-4 kompetensi inti dan 3-8 kompetensi dasar serta lima jenis teks pada satu semester. Berbeda dengan ujian harian yang dilaksanakan setelah menyelesaikan satu jenis teks dan empat kompetensi inti serta dua kompetensi dasar sedangkan ujian tengah semester (UTS) dilakukan setelah menyelesaikan 1-2 jenis teks dan empat kompetensi inti serta 2-4 kompetensi dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan validitas isi soal ujian, validitas konstruk soal ujian, dan kesesuaian soal ujian berdasarkan kaidah soal pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dan bersifat deskriptif. Data penelitian berupa kisi-kisi soal dan soal ujian akhir semester I kelas XII SMAN 1 Krian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis penelitian ini terdiri atas (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, dan (3) simpulan data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi peneliti. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan terkait kualitas soal ujian akhir semester I kelas XII SMAN 1 Krian. Pertama, validitas isi yang terdapat dalam soal ujian akhir semester I mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMAN 1 Krian memiliki validitas lumayan tinggi. Hal ini membuktikan dari lima puluh butir soal yang telah disajikan, terdapat 35 butir soal valid dan 15 butir soal tidak valid. Kedua, validitas konstruk yang terdapat dalam soal ujian akhir semester I mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMAN 1 Krian memiliki validitas lumayan tinggi. Hal ini terbukti, dari lima puluh butir soal ditemukan 30 butir soal valid dan 20 butir soal tidak valid. Ketiga, soal ujian akhir semester I mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMAN 1 Krian dengan kaidah penulisan soal pilihan ganda terbukti lumayan tinggi. Hal ini terbukti dengan sebanyak 35 butir soal valid dengan kriteria kaidah soal pilihan ganda dan 15 butir soal tidak valid dengan kriteria kaidah soal pilihan ganda

    . Ragam Tema dan Alur Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII SMP NEGERI 21 Malang

    No full text
    Cerita fantasi adalah suatu cerita yang menghadirkan dunia lain yang tidak biasa terjadi di dunia nyata.  Teks cerita fantasi merupakan teks sastra baru dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kurikulum 2013 hasil revisi. Alasan yang melatarbelakangi dalam penelitian ini adalah belum terdapat penelitian yang membahas tentang ragam tema dan alur pada karangan siswa kelas VII SMP. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai ragam alur dan tema pada karangan siswa dengan jenis lain. Penelitian ini memiliki dua fokus penelitian, yakni bagaimanakah ragam tema dan bagaimanakah alur cerita fantasi karya siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks cerita fantasi karya siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks cerita fantasi karya siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Sumber data dalam penelitian ini dipih dengan beberapa kriteria, yakni (a) identitas lengkap, (b) tulisan dapat dibaca dan jelas, dan (c) karya yang dihasilkan merupakan teks cerita fantasi. Dalam penelitian ini, prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen yang dibantu dengan intrumen tabel identifikasi data sebagai panduan pengumpulan data. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan empat tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian. Pertama, ragam tema berdasarkan dikhotomisnya karya siswa tergolong menggunakan tema tradisional, dengan gambaran umum kebenaran dan kejahatan. Ragam tema berdasarkan tingkat pengalaman jiwa, ditemukan tiga tingkatan, yaitu tema tingkat fisik, tema tingkat sosial, dan tema tingkat egoik. Ragam tema berdasarkan keutamaannya ditemukan tema utama. Kedua, ragam alur cerita terdiri dari alur berdasarkan tahapan peristiwa, dan  kriteria urutan waktu. Pada alur berdasarkan tahapan peristiwa, teridentifikasi empat pola. Pola I, pola alur lengkap yang memiliki tahapan pengenalan, konflik, komplikasi, klimaks, leraian, dan selesaian. Pola II, pola alur tanpa komplikasi memiliki tahapan pengenalan, konflik, klimaks, leraian, dan selesaian.  Pola III, pola alur tanpa leraian memiliki tahapan pengenalan, konflik, komplikasi, klimaks, dan selesaian. Pola IV, pola alur tanpa tahap komplikasi dan leraian memiliki tahapan pengenalan, konflik, klimaks, dan selesaian. Alur berdasarkan kriteria waktu teridentifikasi satu alur, yakni alur progresif

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇