SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Morfofonemik dalam Teks Pidato Karangan Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Durenan

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini difokuskan pada morfofonemik dalam teks pidato karangan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Durenan. Fokus penelitian dirumuskan dalam tiga sub fokus, yaitu perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem dalam teks pidato karangan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Durenan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfofonemik dalam teks pidato karangan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Durenan meliputi (1) perubahan fonem, (2) penambahan fonem, dan (3) penghilangan fonem. Perubahan fonem pada teks pidato karangan siswa, yaitu perubahan fonem /N/, perubahan fonem /r/, dan perubahan morfem {ter-} dan {ber-}; penambahan fonem pada teks pidato karangan siswa, yaitu penambahan fonem /ə/, dan penambahan fonem /?/, /w/, dan /y/; penghilangan fonem pada teks pidato karangan siswa, yaitu penghilangan fonem /N/. Selain ketiga proses morfofonemik di atas, ditemukan juga kesalahan morfofonemik

    Aspek Penyajian dalam Buku Teks BIPA Sahabatku Indonesia

    No full text
    Majidah, Nur Afifatul. 2018. Aspek Penyajian dalam Buku Teks BIPA Sahabatku Indonesia. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Drs. Pidekso Adi, M.Pd.   Kata Kunci: aspek penyajian, buku teks, BIPA             Belajar bahasa Indonesia semakin menarik perhatian banyak orang, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat sebagai modal untuk memulai usaha dalam mengupayakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Landasan hukum tersebut tertulis dalam UU No. 24 Tahun 2009 pada bagian keempat tentang peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.Salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk merealisasikan amanah tersebut adalah melalui Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).             BIPA adalah program pembelajaran keterampilan BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing.Pengajaran BIPA itu sendiri merupakan salah satu kegiatan pembinaan sehingga pelaksanaannya perlu pengembangan pada berbagai aspek. Pengembangan yang perlu diterapkan dalam pengajaran BIPA, yaitu pengembangan kurikulum, pengembangan metodologi pengajaran BIPA, pengembangan tenaga kependidikan kebahasaan yang profesional, pengembangan sarana pendidikan bahasa yang memadai, dan pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.Sementara itu, salah satu bahan ajar yang sering digunakan dalam pembelajaran BIPA adalah buku teks. Salah satu aspek yang diperhatikan dalam buku teks adalah aspek penyajian yang digunakan.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek penyajian dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016terbitan Kemendikbud yang meliputi teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian.             Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Pendekatan kualitatif dipilih karenaanalisis datanya berupa kata-kata tertulis atau lisan yang bertujuan untuk mendeskripsikan aspek penyajian dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016terbitan Kemendikbud yang meliputi teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian.Prosedur pengumpulan data penelitian ini menggunakan studi dokumentasi dengan menganalisis isi tertulis dalam BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016terbitan Kemendikbud. Dokumen sebagai sumber utama penelitian ini adalah buku teks BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016terbitan Kemendikbud. Data verbal yang diteliti dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, paragraf, teks, gambar, maupun soal dan evaluasi yang memuat serta berhubungan dengan aspek penyajian dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia edisi 2016terbitan Kemendikbud. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi pengklasifikasian data, pengeinterpretasian data dan pendeskripsian hasil analisis data yang dibantu oleh tabel panduan analisis data. Data yang terkumpul diolah dalam instrumen pendukung berupa tabel pengumpul data dan tabel pengolah data.             Hasil penelitian didapatkan dipaparkan sebagi berikut.Pertama,  penyajian materi setiap bab dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1 terbitan Kemendikbud tahun 2016telah konsisten terbentuk mulai dari bagian pendahulu dan isi.Keruntutan penyajian  buku teks ini berpola pikir deduktif dengan masing-masing bab disajikan secara seimbang baik dari segi jumlah halaman maupun banyaknya kegiatan serta pelatihan. Kedua, penyajian materi pembelajaran dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1 terbitan Kemendikbud tahun 2016 ini sebagian besar telah mempertimbangkan penyajian materi pembelajarannya, yakni berpusat pada pelajar, mampu mengembangkan keterampilan proses pelajar, serta mampu merangsang metakognisi pelajar. Numun masih ditemukan kegiatan yang kurang mendukung tujuan pembelajaran yang ingin diraih.Ketiga, penyajian buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1 terbitan Kemendikbud tahun 2016telah dilengkapi dengan bagian pendahulu, bagian isi, dan bagian penyudah. Sebagian besar kegiatan dalam buku teks ini telah memuat 4 keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh pelajar BIPA, yakni menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Sementara itu, pada setiap bab yang disajikan dalam buku teks ini tidak memuat rangkuman/ringkasan pada akhir pembelajarannya. Bagian penyudah buku teks ini hanya menyajikan transkrip simakan dan biografi penyusun (indeks pengarang) tanpa glosarium, daftar pustaka, dan indeks.             Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas, saran bagi guru BIPA yang menggunakan buku teks BIPA Sahabatku Indonesia terbitan Kemendikbud versi November tahun 2016 untuk menggunakan buku tersebut secara runtut dari bab ke bab karena telah sistematis

    KarakteristikPuisiKaryaSiswaKelas X SMK Negeri 7 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Bella, Dina Rosa. 2018.KarakteristikPuisiKaryaSiswaKelas X SMK Negeri 7 Malang.Skripsi, Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.   Kata Kunci: puisi, karakteristik, menulispuisi, pembelajaransastra.               Menulisadalahsalahsatudariempatketerampilanberbahasa.Keterampilanmenulismembuatseseoranglebihproduktifdanekspresif.Salah satuketerampilanmenulis yang diajarkan di SMK yakniketerampilanmenulispuisi.Menulispuisimenuntutseseoranguntukmemilih kata-kata yang selamainidiketahuinyauntukmengungkapkanpikirandanperasaannyasehinggaterbentuklahpuisi yang indah.Ide dalammenulispuisidapatdiperolehdariberbagaisumberdansalahsatunyayaitupengalamanpribadi.Karakteristikmerupakankekhasan yang digunakanpenyairdalammemaparkangagasansesuaidengantujuandanefek yang ingindicapainya.Tujuanpenelitianiniadalahmendeskripsikan (1) tipografipuisikaryasiswa, (2) diksipuisikaryasiswa, dan (3) majaspuisikaryasiswa. Penelitianinidapatdikategorikansebagaipenelitiankualitatifdenganrancangandeskriptif.Sumber databerupapuisikaryasiswakelas X SMK Negeri 7 Malang.Datapenelitianberupaunit-unit tekspuisi yang menunjukkankarakteristikunsur (1) tipografi, (2) diksi, dan (3)majas.Teknikpengumpulan data dengancaramemberikanlembartugasmenulispuisikepadasubjekpenelitianmelalui guru Mata PelajaranSastra Indonesia. Analisisdatanyameliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasiataupenarikansimpulan.Pengecekankeabsahantemuandilakukandenganteknikkecermatansertaketekunanpembacaandandiskusidenganpakarataupembimbing. Hasilpenelitianiniberupadeskripsikarakteristikpuisikaryasiswakelas X SMK Negeri 7 Malang berdasarkanpengalamanpribadi.Karakteristikpuisitersebutmeliputi (1) tipografi, (2) diksi, dan (3) majas.Pertama, padaaspektipografimeliputi (1) bentukkonvensionaldan (2) bentuknonkonvensional.Penggunaantipografipadapuisisiswalebihcenderungkapadatipografinonkonvensionaldikarenakansemakinluaswawasanpenyair.Temuanpertama, gambardidalam data bukanlahsekedarhiasankarenatipografimerupakanunsur visual puisinamununsurinimempunyaiperanancukuppentingyaitudapatmenarikperhatianpembacadanmemberisugestimaknapuisiberdasarkanbentuktersebut.Temuankedua, meskipunmenggunakantipografinonkonvensional, tipografimerekahanyasebatasuntukkeindahanindrawi, belummembantumengintensifkanmaknadan rasa atausuasanapuisi yang merekatulis. Kedua, aspekdiksimeliputi (1) makna kata, (2) imaji, dan (3) lambang.Makna kata dalamdiksimeliputi (1) makna kata konotatifdan (2) makna kata denotatif.Penggunaandiksipadapuisisiswalebihcenderungkepada kata konotasi.Katakonotatifmempunyaiperananyaitu, menimbulkanpemahamanberbedadarisetiappembaca.Imajidalamdiksimeliputi (1) imajiauditif, (2) imaji visual, dan (3) imajigerak.Lambangdalamdiksimeliputi (1) lambangwarna, (2) lambangsuasana, dan (3) lambangbenda.Penggunaanimajidanlambangcukupmeratapadapuisikarangansiswadantidakadaimajidanlambangtertentu yang dominan. Ketiga, padaaspekmajasmeliputi (1) metafora, (2) simile, (3) personifikasi, (4) hiperbola, dan (5) paradoks.Majas paling banyakditemukanyaituhiperbola.PenggunaanmajashiperboladipengaruhiolehfaktorusiapadasiswaSMK yang cenderungmeluap-luapdalammengaturemosinya. Olehkarenaitu, kata-kata yang dihasilkansangatdilebih-lebihkansesuaidengankondisi yang dialamisiswa. Sesuaidenganpenelitiandananalisis data yang sudahdilakukan, disarankankepada guru untuklebihmemberikanpengetahuan-pengetahuanbarutentangkesustraan agar siswalebihterlatihlagidalammembuatpuisi. Saran untuk guru pamongdan BK agar dapatmengatasipermasalahanterutamamasalah proses belajarmengajar yang dialamisiswadidasarkandari data pengalaman yang ada yang adadalampenelitianini. Saran untuksiswa agar lebihgiatdalammembacadanmenuliskarenamembacaakanmemberikanpengetahuanbaru yang mungkintidaktersampaikan di sekolahdanmenulisakanmampumengemukakangagasannya. Bagipenelitiselanjutnyadisarankanuntukmelakukanpenelitian yang relavan agar dapatmemperkayatemuankarakteristikdalampuisiataukaryasastralain, misalnyaprosa. Penelitianselanjutnyajugadisarankanuntukmemperluasfokuspenelitian

    Pengaruh Strategi Sosio-Afektif terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Siswa SMPN 12 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Salas, Muhammad. 2018. Pengaruh Strategi Sosio-Afektif terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Siswa SMPN 12 Malang.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata Kunci: strategi Sosio-Afektif, kemampuan menyimak, teks cerita fantasi Teks cerpen merupakan teks yang bertujuan memaparkan atau melukiskan cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek. Menulis teks cerpen bukanlah hal mudah bagi siswa karena menulis merupakan kegiatan yang menggambarkan pikiran atau ide-ide melalui lambang dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diorganisasikan sistematik dan dapat dipahami. Oleh karena itu, diperlukan adanya media yang dapat memberikan stimulus untuk menulis teks cerpen. Salah satu media yang sesuai, yaitu media film pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis teks cerpen secara keseluruhan dan dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, serta gaya bahasa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Mambaul Ulum Tumpang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas XI IPA dan XI IPS. Kelas XI IPA sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa perintah dan petunjuk menulis teks cerpen beserta rubrik penilaian. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerpen siswa dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, dan gaya bahasa. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan pretes dan postes. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 17 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis cerpen. Secara keseluruhan rata-rata yang diperoleh dari kelompok eksperimen 70,23 dan kelompok kontrol 54,09. Pada aspek alur diperoleh rata-rata kelompok eksperimen 17,50 dan kelompok kontrol 15,68, aspek tokoh dan penokohan sebesar 16,36 dan 11,82, aspek tema sebesar 18,18 dan 12,95, aspek gaya bahasa sebesar 17,73 dan 13,64. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh tiga saran bagi guru Bahasa Indonesia, peneliti selanjutnya dan siswa. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan media film pendek dalam pembelajaran menulis cerpen. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan atau referensi untuk mengadakan penelitian sejenis pada kemampuan berbahasa yang lain. Ketiga, bagi siswa diharapkan dapat menjadi alternatif menghadapi kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerpen. Melalui media film yang diberikan, siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan

    Pembelajaran Menulis Teks Cerpen Untuk Siswa Kelas XI SMKN 3 Malang

    No full text
    RINGKASAN Hayuningtyas, Dina. 2018. Pembelajaran Menulis Teks Cerpen Untuk Siswa Kelas XI SMKN 3 Malang.Skripsi, Program StudiPendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, FakultasSastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci  : PembelajaranMenulis, Menulis, TeksCerpen, Pembelajaranmenulistekscerpen di SMK Negeri 3 Malang dilakukandengantahapan-tahapanmenulis yang dilakukanoleh guru dansiswa.Terdapatlimatahapandalammenulis, yaitutahappratulis, tahappembuatan, tahaprevisi, tahappenyuntingan, dantahappublikasi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan proses danhasilpembelajaranmenulistekscerpen di SMK Negeri 3 Malang. Hal yang didiskusikanmeliputiperencanaanpembelajaran, pelaksanaanpembelajaran, danpenilaianpembelajaranmenulistekscerpendenganmenggunakanketerampilanproses. Pendekatanpenelitian yang digunakanadalahpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif.Penelitiberkedudukansebagaiinstrumenkunci.Penelitianinidilaksanakan di SMK Negeri 3 Malang dengan data yang dibedakanberdasarkantiapfokuspenelitian.Ketigafokuspenelitiantersebut, yaitu (1) perencanaanberupa RPP guru, (2) pelaksanaan, berupakegiatanpelaksanaanpembelajaran, dan (3) penilaian, berupahasilmenulissiswa. Teknikpengumpulan data dalampenelitianiniadalahteknikdokumen, observasi, danwawancara.Instrumen yang digunakandalampenelitianmeliputi (1) pedomantelaahdokumen, (2) pedomanobservasi, dan (3) pedomanwawancara.Teknikanalisis data dalampenelitianinidengancarareduksi, penyajian data, danpenyimpulan. Tahap-tahappenelitian yang dilakukanadatigalangkahyaitu (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) pelaporan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapembelajaranmenulistekscerpenterbagimenjaditiga, yaituperencanaan, pelaksanaan, danpenilaianpembelajaran.Pertama, guru membuatperencanaanpembelajaranberupa RPP. RPP yang dirancang guru terdiriatas 10 komponen, yaitu (1) identitas RPP, meliputisatuanpendidikan, matapelajarankelas/semester, materipokok, alokasiwaktudanketeranganperetemuan, (2) kompotensiinti, (3) kompetensidasardanindikatorpencapaiankompetensi, (4) tujuanpembelajaran, (5) materipembelajaran, (6) metodepembalajaran, (7) langkah-langkahkegiatanpembelajaran, (8) penilaian, (9) media, alat/bahanpembelajaran, dan (10) sumberbelajar. Kedua, pelaksanaanpembelajarandilakukandalamtigakegiatan, yaitukegiatanpendahuluan, inti, danpenutup.Padakegiatanpendahuluan, guru tidakterlalumenyiapkanpesertadidiksecarapsikisdanfisikuntuk proses pembelajaran. Padapelaksanaankegiataninti, guru menekankanpentingnyamenulisbagisiswa, melatihsiswa agar terbiasamenulis, serta guru mengevaluasihasilakhirtulisansiswa.Tetapi, tahapan guru dalampembelajaranmenulistidaksesuai.Ada beberapahal yang tidakterlaksanadenganbaik.Selanjutnya, padapelaksanankegiatanpenutupadalangkah-langkah yang tidaksesuaidengan RPP guru.Ketiga, penilaianpembelajaran.Penilaianpembelajaranmeliputi (1) penilaiansikap, (2) penilaianpengetahuan, (3) penilaianketerampilan, serta (4) karyasiswa.Ada beberapakaryasiswa yang tidakmemenuhistrukturdanusurpembanguntekscerpen.Hal ituterjadikarena guru tidakmelaksanakantahapanmenulisdenganbaik. Untukmeningkatkanhasilmenulissiswa, guru disarankanuntuklebihmemperhatikanperencanaankegiatandalam RPP denganbaikdanmelaksanakanlangkah-langkahdalampembelajaranmenulis agar tujuanpembelajarandapattercapaisesuaidengan yang diharapkan.Penelitiselanjutnyadiharapkandapatmengembangakanpenelitianinidenganmetode yang berbeda. Hayuningtyas, Dina. 2018. Learning to Write Short Story Texts of Eleventh grade Students of SMK N 3 Malang. Thesis, Indonesian Language and Regional Education Study Program, Indonesian Literature Department, Faculty of Letters.State University of Malang. Advisor: Dr. Nita Widiati, M. Pd Keywords: Writing Learning, Writing, Short-Story Text Learning to write short story texts at SMK Negeri 3 Malang is done by the stages of writing conducted by teachers and students. There are five stages in writing, namely the writing stage, the manufacturing stage, the revision stage, the editing stage, and the publication stage. This study aims to describe the process and results of learning to write short story texts at SMK Negeri 3 Malang. Things discussed include learning planning, implementing learning, and evaluating learning to write short text texts using process skills. The research approach used is a qualitative approach with a type of descriptive research. The researcher is a key instrument. This research was conducted at SMK Negeri 3 Malang with data that was differentiated based on each research focus. The three focus of the research, namely (1) planning in the form of teacher RPP, (2) implementation, in the form of learning activities, and (3) assessment, in the form of student writing results. Data collection techniques in this study are document techniques, observations, and interviews. The instruments used in the study include (1) document review guidelines, (2) observation guidelines, and (3) interview guidelines. The data analysis technique in this study is by reducing, presenting data, and concluding. The stages of research carried out are three steps, namely (1) preparation, (2) implementation, and (3) reporting. The results showed that learning to write short story texts was divided into three, namely planning, implementation, and discussion of learning. First, the teacher makes learning plans into lesson plans. The RPP designed by the teacher consists of 10 components, namely (1) RPP identity, education unit license, class / semester subject matter, subject matter, time allocation and statement of meeting, (2) core competency, (3) basic competency and relationship indicators, (4) learning objectives, (5) learning material, (6) learning methods, (7) steps of learning activities, (8) learning, (9) media, learning tools / materials, and (10) learning resources. Second, the implementation of learning is carried out in three activities, namely the introduction, core, and closing activities. In the preliminary activity, the teacher does not prepare students psychologically and physically for the learning process. In carrying out the core activities, the teacher emphasizes the importance of writing for students, trains students to get used to writing, and the teacher evaluates the final results of student writing. However, the stages of the teacher in writing learning are not appropriate. There are a number of things that don't work well. Furthermore, in carrying out the closing activities there are steps that are not in accordance with the teacher's lesson plan. Third, assessment of learning. Learning assessments include (1) attitude assessment, (2) knowledge assessment, (3) skills assessment, and (4) student work. There are a number of student works that do not fulfill the structure and development of short story texts. This happens because the teacher does not carry out the stages of writing well. To improve the results of writing students, teachers are advised to pay more attention to planning activities in the RPP properly and implement the steps in writing learning so that the learning objectives can be achieved as expected. Future researchers are expected to develop this research with different methods

    Hubungan Fasilitas dan Layanan Perpustakaan Dengan Motivasi Belajar Siswa di Perpustakaan SMK Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fasilitas dan layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini ada tiga, yakni, (1) ada hubungan yang signifikan antara fasilitas perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang, dengan nilai korelasi sebesar 0,545 yang berarti korelasinya sedang, (2) ada hubungan yang signifikan antara layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang, dengan nilai korelasi sebesar 0,663 yang berarti korelasinya kuat, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara fasilitas dan layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan sebesar 0,708 yang berarti korelasinya sedang. Kata Kunci : fasilitas, layanan, motivasi belaja

    Hubungan Kemampuan Literasi Dasar dan Prestasi Hasil Belajar Siswa Kelas VII dan VIII SMP/MTs Kecamatan Pagelaran Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fakta di lapangan menunjukkan para siswa kita sangat pandai menghafal, tetapi kurang terampil dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini mungkin terkait dengan kecenderungan menggunakan hafalan sebagai wahana untuk menguasai ilmu pengetahuan, bukan kemampuan berpikir. Tampaknya pendidikan sains di Indonesia lebih menekankan pada abstract conceptualization dan kurang mengembangkan active experimentation, padahal seharusnya keduanya seimbang secara proporsional (Pusbuk, 2003). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) kemampuan literasi dasar, (2) prestasi hasil belajar, dan (3) hubungan kemampuan literasi dasar dan prestasi/hasil belajar  siswa  Kelas VII dan VIII SMP/MTs Kecamatan Pagelaran Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Data penelitian ini adalah skor kemampuan literasi dasar siswa yang bersumber dari hasil tes esai dan skor prestasi siswa yang bersumber dari rapor Kelas VII dan VIII SMP/ MTs Kecamatan Pagelaran Malang. Pengambilan data melalui tes esai dilaksanakan oleh empat observer untuk menjaga keakuratan data skor. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilah data sesuai kriteria. Data berupa skor kemampuan literasi dasar siswa, prestasi siswa, dan hubungan kemampuan literasi dasar dan prestasi siswa disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil analisis data  diperoleh temuan bahwa kemampuan literasi dasar siswa kelas VII dan VIII SMP/MTs se-Kecamatan Pagelaran Malang, yaitu sebagian besar memiliki kualifikasi cukup baik yaitu (43%) dari total keseluruhan siswa, sisanya (30,5%) berada dalam klasifikasi baik, (25%) kurang baik, dan siswa yang sangat kurang baik hanya (1%). Prestasi belajar siswa Kelas VII dan VIII SMP/MTs se-Kecamatan Pagelaran Malang yaitu (12%) memiliki kualifikasi nila sangat baik, (40,5%) memiliki klasifikasi nilai baik, (23,5%) memiliki klasifikasi nilai cukup baik, (22%) memiliki klasifikasi nilai kurang, dan sisanya (2%) berada dalam klasifikasi sangat kurang. Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa siswa Kelas VII dan VIII SMP/MTs se-Kecamatan Pagelaran Malang memiliki rata-rata prestasi belajar yang baik. Dari hasil uji hipotesis diperoleh temuan bahwa dengan  koefisien korelasi sebesar r= 0,487  dengan nilai signifikansi sebesar p (sig) =0,000 untuk kemampuan literasi dasar siswa dengan hasil belajar siswa. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai p (sig) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Hal ini berarti terdapat hubungan positif antara kemampuan literasi dasar siswa dan  prestasi belajar siswa Kelas VII dan VIII SMP/MTs di Kecamatan Pagelaran Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini kepada (1) pendidik diharapkan  bergiat melaksanakan program literasi dasar bagi siswa dalam berbagai aspek kegiatan dalam pembelajaran karena dapat menunjang prestasi hasil belajar siswa; dan (2) sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan literasi dasar siswa di sekolah sehingga siswa dapat terbiasa berliterasi di lingkungan sekolah tidak hanya dalam pembelajaran

    GAMBARAN GAYA HIDUP TOKOH A PADA LATAR DAN ALUR CERITA NOVEL SI PARASIT LAJANGKARYA AYU UTAMI

    No full text
    ABSTRAK   Handayani, Nurmala. 2018. Gambaran Gaya Hidup Tokoh A Pada Latar dan Alur Cerita Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Satra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hery Suwignyo, M.Pd.   Kata Kunci: Gaya Hidup, Latar, Alur, Si Parasit Lajang, Ayu Utami. Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami merupaka novel yang berisi cercahan pikiran seorang perempuan muda. Di akhir usia dua puluhan ia memutuskan untuk tidak menikah dan menyebut diri sebagai Si Parasit Lajang. Ia terkesan sangat cuek tentang nilai-nilai di sekitarnya, tak peduli komentar orang sama sekali. Di pihak lain, ia sangat mengamati dan memperhatikan keadaan disekelilingnya. Gaya hidup terjadi pada tokoh A (yang tidak disebutkan namanya) yang memilih tidak ingin menikah dan mengikatkan dirinya menjadi keluarga. Menurut tokoh A menikah hanya untuk orang yang mampu, sedangkan dia masih dalam kondisi kontradiksi jiwa. Gaya hidup ini ditemukan di setiap latar dan alur ceritanya. Ia menceritakan dirinya yang tidak ingin menikah dan ia memilih melepas keperawanannya di usia muda meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan menikah dengan lelaki tersebut. Gaya hidup inilah yang menjadi fokus penelitian penulis dan akan dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup iklan tokoh A dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami, 2) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup industri tokoh A dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit lajang karya Ayu Utami, 3) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup hedonis dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa narasi, monolog, dan dialog yang mengandung gaya hidup tokoh yang diperoleh dari novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Adapun proses pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas lima tahap, yakni: (1) membaca, (2) memilih, (3) mencatat, (4) pemberian kode, (5) menyimpulkan. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menganalisis gaya hidup tokoh dalam novel Si Parasit Lajang. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data yang dilakukandalampenelitianiniadalahidentifikasi data sebagai alat untuk memilih data. Proses identifikasi data didasarkan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Data yang sudah sesuai kriteria diberi kode tertentu yang menunjukkan gaya hidup tokoh agar memudahkan peneliti untuk proses analisis data. Tahap penyajian data merupakan kegiatan menyajikan temuan yang berupa gaya hidup tokoh pada latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang.Penyajian data dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang valid dengan cara memaparkan hasil analisis data sesuai dengan fokus penelitian. Setelah tahap penyajian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menemukan aspek penting fokus penelitian yang sesuai dengan data penelitian.  Peneliti berusaha menarik kesimpulan dengan meringkas hasil analisis data yang sebelumnya telah disusun secara sistematis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu instrumen tambahan berupa tabel panduan pendeskripsian data, tabel panduan analisis data dan tabel panduan penyajian data. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan ketekunan membaca novel secara cermat dan teliti, pengecekan sejawat melalui diskusi, dan trianggulasi melalui referensi berupa buku-buku dan artikel dalam jurnal yang berhubungan dengan gaya hidup. Hasil penelitian penghasilkan tiga temuan. Pertama, gaya hidup iklan. Gaya hidup iklan tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek fashion dan sub-aspek selera yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek fashion berkaitan dengan gaya busana/mode yang menentukan penampilan dari seorang individu. Gaya hidup seorang individu dapat dinilai dari bagaimana dia berpakaian. Sub-aspek selera berkaitan dengan keinginan atau kegemaran dalam seorang individu. Kedua, gaya hidup industri. Gaya hidup industri tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek kebiasaan dan sub-aspek perilaku yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek kebiasaan berkaitan dengan tindakan yang lazim atau umum dilakukan oleh seorang individu atau masyarakat. Sedangkan sub-aspek perilaku berkaitan dengan penampilan yang ditampilkan dimuka publik. Ketiga, gaya hidu hedonis. Gaya hidup hedonis tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek hobi dan sub-aspek komunitas yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek hobi berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Sedangkan sub-aspek komunitas berkaitan dengan kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai peran dan latar belakang yang mempunyai tujuan tertentu

    IMPLEMENTASI BAHAN AJAR MENULIS NASKAH DRAMA DALAM PEMBELAJARAN SISWA DI KELAS VIII

    No full text
    ABSTRAK   Lina, Andini, 2018. Implementasi Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dalam Pembelajaran Siswa Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.   Kata Kunci: Bahan Ajar, implementasi bahan ajar, pembelajaran menulis naskah drama. Di dalam kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Indonesia untuk jenjang SMP, terdapat empat aspek keterampilan yang harus dikuasai, yaitu aspek keterampilan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut sangat berhubungan erat antara satu dengan lainnya. Salah satu aspek keterampilan yang sulit dikembangkan oleh siswa, yaitu keterampilan menulis naskah drama.Keterampilan menulis naskah drama merupakan wujud keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun nonfiksi. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekata kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah bahan ajar yang berupa Buku Teks Pelajaran. Data penelitian ini berupa aspek-aspek kegiatan pembelajaran guru dalam mengimplementasikan bahan ajar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa pedoman observasi dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua kesimpulan. Kedua simpulan tersebut diuraikan sebagai berikut.Pertama,  karakteristik bahan ajar menulis naskah drama. Karakteristik bahan ajar terdiri atas wujud bahan ajar dan karakteristik bahan ajar. Wujud bahan ajar menulis naskah drama berbentuk cetak yang berjudul Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs. Karakteristik struktur bahan ajar cetak  terdiri atas empat struktuk, yaitu judul, KD/MP, latihan, dan penilaian. Kedua,implementasi  bahan ajar menulis naskah drama yang terdiri atas  komponen perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.Implementasi bahan ajar menulis naskah drama dalam dokumen perencanaan tampak pada sumber belajar yang digunakan meliputi, 1) buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII SMP, 2) KBBI, dan 3) contoh cerpen. Implementasi bahan ajar menulis naskah drama dalam pelaksanaan pembelajaran tampak pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan implementasi bahan ajar di mulai dengan mengulas kembali materi yang terdapat pada buku teks siswa yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Implementasi bahan ajar pada kegiatan inti dilaksanakan dengan kegiatan guru menjelaskan materi langkah-langkah menulis teks drama berupa menentukan topik, menentukan tokoh-tokoh, membuat kerangka alur, dan mengembangakan kerangka cerita menjadi dialog. Pada kegiatan penutup implementasi bahan ajar tampak pada kegiatan menyimpulkan materi pembelajaran yang hampir keseluruhan berkaitan dengan materi dalam buku teks siswa. Implementasi bahan ajar dalam evaluasi pembelajaran tampak pada kegiatan guru melakukan penilaian dengan melihat proses pembelajaran dan hasil pembelajaran berupa produk. Penilaian tersebut bersifat konkrit karena menggambarkan proses dan hasil yang sebenarnya. Kegiatan penilaian tersebut dilaksanakan secara langsung sehingga mampu memperoleh hasil yang sesungguhnya. Berdasarkan temuan karakteristik bahan ajar dan implementasi bahan ajar menulis naskah drama disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk melakukan kreativitas dalam memanfaatkan bahan ajar yang beraneka ragam dalam kegiatan pembelajaran. RPP hendaknya disusun dengan lebih terperinci sehingga pembelajaran mampu tercapai sesuai tujuan pembelajaran.  Penjabaran penilaian dan produk siswa dalam RPP guru hendaknya lebih detail dan terstruktur sehingga penilaian lebih terarah.  Penilaian tersebut perlu memperhatikan aspek yang digunakan dalam menilai, waktu mengoreksi hasil tulisan, dan rubrik penilian yang jelas. Disarankan kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini menghasilkan gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran dengan mengimplementasikan bahan ajar menulis naskah drama di sekolah tertentu dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian lainnya, misalnya pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis yang memiliki kemiripan gejala pada tempat lain sehingga mampu membuka wawasan masayarakat tentang kelebihan dan kekurangan implementasi bahan ajar menulis naskah drama agar mengevaluasi dan diperbaiki secara bersama-sama

    Konjungsi dalam Jurnal Harian Mahasiswa Asing Program Critical Language Scholarship (CLS) Tahun 2017/2018

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran BIPA saat ini telah diselenggarakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu perguruan tinggi di dalam negeri yang menyelenggarakan program BIPA adalah Universitas Negeri Malang (UM). Lembaga yang menangani BIPA di UM bernama CIS (Center of Indonesian Studies). CIS mengadakan kerjasama dengan CLS (Critical Language Scholarship). CLS merupakan program kerjasama dengan lembaga di Amerika Serikat. Program tersebut termasuk ke dalam program pembelajaran bahasa Indonesia secara intensif yang mencakup pembelajaran keterampilan berbahasa. Salah satunya pembelajaran keterampilan berbahasa tulis yang ditunjang melalui kegiatan menulis jurnal harian yang ditulis selama pembelajar mengikuti program CLS. Perkembangan menulis pembelajar dapat dilihat dari ketepatan kaidah penulisan bahasa dari hari ke hari, salah satunya kaidah penggunaan konjungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konjungsi koordinatif dan konjungsi subodinatif dalam jurnal harian mahasiswa asing program Critical Language Scholarship (CLS) tingkat pemula dan lanjut tahun 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang disusun dengan jenis penelitian analisis teks. Data peneliti ini berupa  konjungsi terdapat pada jurnal harian mahasiswa asing program Critical Language Scholarship (CLS) tingkat pemula dan lanjut tahun 2017/2018. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan meliputi kegiatan reduksi data yang mencakup kegiatan identifikasi, klasifikasi, serta pengkodean. Selanjutnya, dilakukan penyajian data, penarikan kesimpulan sementara, dan pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan temuan penelitian telah ditemukan konjungsi koordinatif dan subordinatif pada jurnal harian mahasiswa asing. Jenis kategori konjungsi koordinatif yang ditemukan dalam jurnal harian tingkat pemula dan lanjut yaitu konjungsi koordinatif yang menyatakan penambahan, konjungsi koordinatif yang menyatakan pertentangan, konjungsi koordinatif yang menyatakan pemilihan, konjungsi koordinatif yang menyatakan penyamaan, konjungsi koordinatif yang menyatakan pembatasan, dan konjungsi koordinatif yang menyatakan urutan kejadian. Jenis konjungsi subordinatif yang ditemukan dalam jurnal harian mahasiswa asing tingkat pemula dan lanjut yaitu konjungsi subordinatif yang menyatakan penyebab, konjungsi subordinatif yang menyatakan tujuan, konjungsi koordinatif yang menyatakan kesewaktuan, dan konjungsi koordinatif yang menyatakan penyuguhan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan dua saran. Pertama, pengajar disarankan untuk memberikan pembelajaran lebih lanjut mengenai jenis-jenis konjungsi kepada mahasiswa asing tingkat pemula dan lanjut. Pengajar perlu memperhatikan dan memberikan pembinaan untuk perbaikan tulisan pembelajar asing ini. Kedua, peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai penggunaan konjungsi dalam jurnal harian atau karangan mahasiswa asing program Critical Language Scholarship (CLS) dengan fokus yang lebih sempit sehingga hasil yang diperoleh lebih mendalam

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇