SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Pembelajaran Teks Cerpen Siswa Kelas VII SMPN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK Izzah, Nunuk. 2015. Pembelajaran Teks Cerpen pada  Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd., (II) Dewi Pusposari, M. Pd.Kata Kunci: Pembelajaran, Teks Cerpen                  Dunia pendidikan Indonesia selalu berkembang dari waktu ke waktu. Pendidikan di Indonesia harus mengikuti perkembangan dunia pendidikan melalui kurikulum yang senantiasa berkembang. Perkembangan kurikulum tersebut sudah dilaksanakan oleh dunia pendidikan Indonesia. Pada tahun 2004 Mendikbud telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Tahun 2006 Mendikbud kembali merubah kurikulum menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tahun 2013 kurikulum kembali dirubah dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013 terdapat salah satu bahasan materi yaitu teks cerpen. teks cerpen merupakan salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII dalam kurikulum 2013. Masih banyak yang belum mengetahui bagaimana pembelajaran cerpen pada kurikulum 2013, oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian mengenai pembelajaran teks cerpen untuk lebih mendalami bagaimana pembelajaran teks cerpen pada kurikulum 2013.            Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran teks cerpen pada siswa kelas VII SMP pada aspek (1) rencana pelaksanaan pembelajaran teks cerpen, (2) pelaksanaan pembelajaran teks cerpen, (3) penilaian pembelajaran teks cerpen. hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan rujukan bagi guru untuk mengoptimalkan pembelajaran teks cerpen. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini bisa digunakan untuk pengembangan media, strategi, atau bahan ajar untuk mengoptimalkan pembelajaran teks cepen siswa kelas VII.            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang berstatus sebagai pengamat penuh. Peneliti terlibat sejak perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian, pengumpulan data, dan menjadi pelapor hasil penelitiannya. Kegiatan penelitian dilakukan di SMP Negeri 9 Malang karena SMP Negeri 9 Malang merupakan salah satu SMP Negeri di kota Malang yang tetap menggunakan Kurikulu 2013. Data penelitian ini berupa (1) paparan deskriptif tentang perencanaan perencanaan pembelajaran teks cerpen, (2) paparan deskriptif pelaksanaan pembelajaran teks cerpen, dan (3) paparan deskriptif penilaian pembelajaran teks cerpen. sumber data yang digunakan untuk memperoleh sejumlah informasi tersebut bersumber dari (1) RPP untuk memperoleh data perencanaan pembelajaran, (2) wacana interaksi kelas untuk memperoleh data pelaksanaan dan penilaian pembelajaran cerpen, dan (3) guru untuk informasi-informasi yang tidak tampak selama pengamatan.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran guru sudah menulis semua komponen RPP dengan lengkap sesuai dengan Permendikbud No. 65. Terdapat 9 komponen RPP yang disusun oleh guru yaitu, (1) identitas mata pelajaran,(2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pemblajaran, (6) pendekatan, model, dan metode pembelajaran, dan (9) penilaian.Pelaksanaan pembelajaran terbagi menjadi 3 bagian yaitu, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal yang dilakukan guru pada pembelajaran teks cerpen dimulai dengan guru mengecek daftar hadir siswa, memberi pertanyaan pancingan tentang materi sebelumnya, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti guru melibatkan siswa secara aktif pada kegiatan pembelajaran. guru melibatkan siswa melalui diskusi kelas, dan penugasan secara berkelompok. Selain itu dalam melaksanakan kegiatan inti guru lebih menekankan kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Selain itu, guru juga menciptakan suasana yang yang menyenangkan pada saat pembelajaran berlangsung. Penilaian pembelajaran teks cerpen dilaksanakan guru dengan menggunakan dua jenis penilaian yaitu penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan pada ranah sikap. Penilaian proses pada pembelajaran teks cerpen dilakukan guru sepanjang pembelajaran berlangsung dengan menggunakan teknik observasi.Penilaian sikap selanjutnya dimasukkan pada instrumen lembar pengamatan sikap yangdilengkapi dengan kriteria pedoman penilaian. Penilaian hasil pada pembelajaran teks cerpen ditekankan pada ranah pengetahuan dan keterampilan. Penilaian yang dilakukan guru dengan menggunakan teknik soal uraian. Soal uraian sesuai dengan tujuan pembelajaran teks karena cerpen siswa dituntut untuk menciptakan sebuah karangan.            Penelitian ini masih memiliki kelemahan, yaitu keterbatasan waktu, oleh karena itu diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk memaksimalkan waktu yang dimiliki sehingga didapat deskripsi yang lebih kaya tentang pembelajaran teks cerpen. Bagi guru kelas VII, hendaknya terus mempertahankan pola pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa akan mempermudah siswa dalam menyerap materi yang tengah dipelajari

    Pengembangan Novel Bad Reputation

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Silfiyah. 2018. Pengembangan Novel Bad Reputation. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, menulis, novel Proses kreatif penulisan merupakan suatu proses pemikiran dan serangkaian kegiatan yang dilakukan penulis dalam menciptakan sebuah karya sastra. Novel Bad Reputation diangkat berdasarkan nilai sosial lingkungan kampus, khususnya pada kelompok mahasiswa yang memunculkan tanggung jawab sosial. Mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang sepatutnya menggerakkan masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Lingkungan kampus yang didukung oleh orang terdidik dan kegiatan positif tentu akan menghasilkan mahasiswa yang aktif dan kreatif. Interaksi yang dilakukan antara mahasiswa dengan masyarakat akan menghasilkan perubahan-perubahan yang berdampak pada dinamika sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan produk karya berupa novel Bad Reputation, (2) mendeskirpsikan proses kreatif penciptaan novel Bad Reputation, dan (3) mendeskirpsikan kritik dan saran novel Bad Reputation. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan four-D yang memiliki memiliki empat prosedur, yaitu pendefinisian (define), desain (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination). Penelitian ini bersifat reflektif karena novel telah diterbitkan secara mayor dan telah tersebar di toko buku Indonesia sejak Februari 2018. Data dalam penelitian ini adalah dokumen draf naskah novel Bad Reputation sebelum dan sesudah naskah diterbitkan. Sumber data penelitian ini berupa dokumen draf, masukan penerbit, dan penulis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Dalam penelitian ini, kedudukan peneliti adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pelapor hasil penelitiannya. Peneliti merefleksikan proses kreatif yang telah dilakukan dalam menciptakan novel Bad Reputation untuk dipaparkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, proses kreatif penulisan novel Bad Reputation diklasifikasikan menjadi empat tahap sesuai dengan metode pengembagnan four-D yang digunakan. Tahap pendefinisian (define) berisikan tentang penggalian informasi mengenai tema yang akan diangkap. Tahap desain (design) berisikan tentang perencanaan produk yang akan dikembangkan dan deskripsi tanggapan calon pembaca. Tahap pengembangan (development) berisikan tentang perubahan-perubahan naskah yang dilakukan penulis sebelum naskah dikirimkan kepada pihak penerbit. Tahap penyebaran (disseminate) berisikan tentang proses penerbitan. Kedua, kritik dan saran yang diberikan oleh ahli dan teman sejawat sesama penulis sangan bermanfaat bagi penulis. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam menulis novel berikutnya. Penerbit juga memberikan masukan-masukan mengenai naskah cerita agar semakin baik dan memiliki nilai jual. Peneliti menyarankan kepada dosen untuk memanfatkan penelitian ini sebagai sarana pendorong mahasiswa dalam berkarya. Bagi mahasiswa penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam penulisan penelitian proses kreatif. Mahasiswa juga dapat menjadikan penelitian ini sebagai sumber informasi dalam penulisan karya sastra. Bagi penerbit penelitian ini dapat digunakan sebagai penggerak untuk mencari penulis muda di kampus. Penerbit dapat membuat acara kepenulisan di kampus untuk menjaring penulis muda yang berbakat sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk berkarya dalam bidang kepenulisan

    analisis tema dan citraan dalam puisi siswa 'sekolah alam' MI AL IKHLAS kelas VI tahun 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini mendeskripsikan analisis puisi siswa ‘sekolah alam’ MI Al Ikhlas kelas VI tahun 2016/2017. Subfokus dalam penelitian ini meliputi analisis tema dalam puisi siswa dan analisis citraan dalam puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil analisis data berupa (1) tema yang meliputi tema alam atau lingkungan sekitar, tema cinta kasih atau persahabatan, tema cinta tanah air, tema pendidikan atau budi pekerti, dan tema patriotisme, (2) citraan yang meliputi citraan pengelihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan pencecapan, citraan penciuman, citraan gerak, dan citraan perasaan

    JENIS KALIMAT RAGAM BAHASA REPORTER DALAM LAPORAN LANGSUNG ACARA KABAR PAGI TVONE

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Darojah, Asifa  2018. Jenis Kalimat Ragam Bahasa Reporter dalam Laporan Langsung Acara Kabar Pagi tvOne. Skripsi. Jurusan Satra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. Kata Kunci: jenis kalimat, bahasa reporter, laporan langsung Laporan langsung merupakan salah satu format penyiaran berita di televisi. Apabila suatu peristiwa yang mengandung nilai berita masih berlangsung sementara program berita masih “on air”, maka stasiun televisi dapat menyampaikan berita dengan format laporan langsung (live report). Dalam format laporan langsung, reporter akan melaporkan situasi terkini live dengan latar belakang tempat kejadian. Penelitian ini difokuskan pada jenis kalimat ragam bahasa reporter dalam laporan langsung acara Kabar Pagi tvOne. Fokus penelitian dirumuskan dalam tiga sub fokus, yaitu jenis kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa, jenis kalimat berdasarkan struktur internalnya, dan jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitian ini disusun menggunakan jenis penelitian analisis teks. Data dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat reporter dalam laporan langsung acara Kabar Pagi tvOne. Penelitian ini menggunakan instrumen penunjang berupa (1) tabel panduan kodifikasi data dan (2) tabel pengumpul data. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga langkah, yaitu (1) merekam siaran acara Kabar Pagi tvOne, (2) memilih data yang berupa laporan langsung dan mentraskripsikannya menjadi bentuk tulisan, dan (3) mengidentifikasi data dalam bentuk kalimat-kalimat. Analisis data dalam penelitian ini mengadaptasi model Cresswell yang terdiri dari lima langkah, yaitu (1) mengolah dan mempersiapkan data, (2) membaca keseluruhan data, (3) meng-coding data, (4) menerapkan proses coding untuk mendeskripsikan data, dan (5) menyajikan data berdasarkan fokus penelitian. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitaian sebagai berikut. Pertama, jenis kalimat berdasarkan ada-tidaknya klausa pada kalimat reporter dalam laporan langsung acara Kabar Pagi tvOne terdapat kalimat berklausa dan kalimat tidak berklausa. Dalam penelitian ini, lebih banyak ditemukan kalimat berklausa daripada kalimat tidak berklausa. Kalimat berklausa ditemukan sebanyak 354 kalimat (92,7%), sedangkan kalimat tidak berklausa ditemukan sebanyak 28 kalimat (7,3%). Kedua, jenis kalimat berdasarkan struktur internalnya pada kalimat reporter dalam laporan langsung acara Kabar Pagi tvOne terdapat kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Dalam penelitian ini, lebih banyak ditemukan kalimat lengkap daripada kalimat tidak lengkap. Kalimat lengkap ditemukan sebanyak 298 kalimat (75,6%), sedangkan kalimat tidak lengkap ditemukan sebanyak 56 kalimat (14,6%). Ketiga, jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa pada kalimat reporter dalam laporan langsung acara Kabar Pagi tvOne terdapat kalimat sederhana dan kalimat luas. Dalam penelitian ini, lebih banyak ditemukan kalimat luas daripada kalimat sederhana Kalimat sederhana ditemukan sebanyak 124 kalimat (32,4%), sedangkan kalimat luas ditemukan sebanyak 230 kalimat (60,2%), dengan rician 50 kalimat luas setara, 98 kalimat luas tidak setara, dan 82 kalimat luas campuran. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan. Pertama, saran ditujukan kepada mahasiswa dan peneliti bahasa Indonesia. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian lanjutan. Mahasiswa dan peneliti bahasa Indonesia disarankan melakukan penelitian terkait kalimat bahasa lisan pada ragam bahasa yang lain. Kedua, saran ditujukan kepada pendidik, baik guru bahasa Indonesia maupun pembina ekstrakulikuler jurnalistik. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar menulis teks berita maupun evaluasi penulisan teks berita. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar mengenai bahasa jurnalistik lisan (reporter). Ketiga, saran ditujukan kepada reporter dan media massa terkait. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan agar penyiaran berita khususnya dari segi bahasa menjadi lebih baik. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi reporter agar lebih terampil dalam menggunakan kalimat yang baik dan benar dalam penulisan berita maupun dalam laporan langsung secara lisan

    Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Deskripsi Bermuatan Kebudayaan Pasuruan Untuk Siswa Kelas VII SMP

    No full text
    RINGKASAN   Anggraeni. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Deskripsi Bermuatan Kebudayaan Pasuruan Untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd.   Kata Kunci: bahan ajar, teks deskripsi   Penelitian pengembangan bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan dilatarbelakangi dari hasil pengumpulan informasi awal bahwa dalam bahan ajar teks deskripsi masih belum ada teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan. Dengan demikian, disusunlah bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan. Berdasarkan observasi awal juga terdapat informasi bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menulis teks deskripsi. Pada kegiatan menulis siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan struktur deskripsi bagian pada teks deskripsi. Upaya yang dapat dilakukan ialah dengan digunakannya bahan ajar yang dapat memudahkan siswa saat menulis teks deskripsi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan untuk siswa kelas VII SMP dengan memperhatikan kelayakan isi, sistematika penyajian, bahasa, dan tampilan di dalam pembelajaran yang disesuaikan pendekatan pembelajaran berbasis teks. Selain itu, untuk menambah wawasan siswa mengenai kebudayaan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut dalam penelitian ini terdapat lima tahapan prosedur, yaitu (1) pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba produk, dan (5) revisi produk. Jenis data penelitian ini adalah data nonverbal berupa skor dan verbal berupa hasil wawancara dan saran. Analisis data dilakukan dengan cara: (1) mengumpulkan data nonverbal yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal, (3) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data verbal berdasarkan aspek yang dinilai, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Penelitian ini menghasilkan buku siswa dan guru berjudul Mendeskripsikan Kebudayaan Pasuruan. Isi dari buku siswa mencakup materi, yaitu pengertian, struktur, dan ciri kebahasaan teks deskripsi; contoh menulis teks deskripsi; menulis terbimbing, dan menulis mandiri, sedangkan buku guru mencakup materi dan petunjuk penggunaan buku siswa. Sistematika produk buku siswa terdiri atas tiga Unit yang disesuaikan dengan pendekatan berbasis teks, yaitu (1) Unit 1 merupakan perencanaan menulis teks deskripsi yang memuat tahap membangun konteks (pengertian dan langkah-langkah menulis), pemodelan teks (cara menulis teks deskripsi), dan menulis terbimbing (melengkapi/melanjutkan paragraf teks deskripsi), (2) Unit 2 merupakan Unit menulis teks deskripsi secara mandiri, (3) Unit 3 merupakan kegiatan menyunting teks deskripsi, sedangkan buku guru terdiri dari satu judul besar saja yang berisi petunjuk penggunaan buku siswa. Bahasa yang digunakan pada produk ialah bahasa yang komunikatif, mengacu pada EYD, dan kalimat yang sederhana. Tampilan produk buku bernuasa kebudayaan Pasuruan. Penilaian bahan ajar yang mencakup aspek isi, sistematika, bahasa, dan tampilan dilakukan oleh ahli menulis buku pelajaran, ahli pembelajaran sastra, praktisi, dan siswa. Hasil penilaian buku siswa dari aspek isi secara keseluruhan memperoleh persentase 92,6%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Dari aspek sistematika memperoleh 91,6%, berarti sangat valid dan dapat diimplementasikan. Dari aspek bahasa memperoleh 90,1%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Dari aspek tampilan memperoleh 93,3%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Hasil penilaian buku guru diperoleh dari ahli menulis buku pelajaran, ahli pembelajaran sastra, dan praktisi. Dari aspek isi memperoleh 93,7%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Dari aspek sistematika memperoleh 92,5%, berarti tergolong sangat valid dan dapat  diimplementasikan. Dari aspek bahasa memperoleh 83,3%, berarti tergolong valid dan dapat diimplementasikan. Dari segi tampilan memperoleh persentase 68,7%, berarti tampilan perlu direvisi sebelum diimplementasikan. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan yang dikembangkan tergolong valid dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Saran pemanfaatan produk hasil pengembangan ditujukan kepada empat pihak. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran menulis teks deskripsi sesuai dengan kebutuhan siswa dalam menulis. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari cara menulis teks deskripsi dan untuk mengenal dan menambah wawasan tentang kebudayaan daerah Pasuruan. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh peneliti lain sebagai sumber atau rujukan dalam mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang produk lebih lanjut dengan memanfaatkan bahan ajar menulis teks deskripsi bermuatan kebudayaan Pasuruan sebagaimana mestinya

    Pengaruh Strategi Sosio-Afektif Terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Kelas VII Siswa SMPN 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Strategi Sosio-Afektif (Students Teams-Achievement Divisions) terhadap kemampuan menyimak teks cerita fantasi dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian eksperiment only posttest design . Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 12 Malang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas VII A dan VII H. Kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII H sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa soal pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban dan rubrik penilaian serta RPP. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerita fantasi siswa dari aspek tokoh, latar, tema, dan isi. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan postes.Hasil penelitian pada kemampuan menyimak teks cerita fantasi secara keseluruhan menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan nilai signifikasi adalah 0,00

    STRUKTUR TEKS CERITA PENDEK DALAM BUKU BAHASA INDONESIA SMA/SMK/MA/MAK KELAS XI EDISI REVISI

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Meilanda . 2018. Struktur Teks Cerita Pendek dalam Buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI Edisi Revisi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Pidekso Adi, M.Pd.   Kata Kunci: buku teks pelajaran, teks cerita pendek, struktur cerpen Kurikulum K-13 merupakan kurikulum yang berlaku saat sehingga materi pembelajaran di sekolah menyesuaikan SK dan KD yang berlaku. Salah satu materi pembelajaran tersebut adalah tentang teks cerpen yang diajarkan pada kelas XI SMA/Sederajat. Namun, kadangkala materi teks cerpen memiliki tingkat kesulitan tertentu. Kadangkala tidak semua teks cerpen memiliki struktur yang sama. Hal inilah yang menyebabkan siswa kurang memahami dengan baik bentuk struktur teks cerpen. Pelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI .Terdapat dua cerpen dalam buku tersebut, yakni cerpen Robohnya Surau Kami dan Matahari Tak Terbit Pagi Ini. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Data penelitian adalah struktur teks cerpen pada buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Kehadiran peneliti adalah sebagai instrumen utama, yakni peneliti yang akan melakukan analisis. Instrumen pendukung lainnya meliputi pedoman pengumpulan pengumpulan data struktur cerpen dan pedoman indikator struktur cerpen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu (1) menentukan sumber data, yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI, (2) menandai struktur teks cerpen yang ada pada kedua cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI, dan (3) kodifikasi data berupa kalimat yang menyatakan struktur teks cerpen pada kedua teks cerpen tersebut. Hasil penelitian meliputi (1) struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI, (2) perbedaan struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI, dan (3) rincian struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Pertama, struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XIdibagi menjadi dua cerpen yaitu cerpen Robohnya Surau Kami dan Matahari Tak Terbit Pagi Ini. Pada cerpen Robohnya Surau Kami memiliki struktur cerita berbingkai yang terdiri dari cerita sisipan dan cerita pokok. Cerita sisipan terdiri dari (1) pengenalan situasi cerita (exposition, orientation), (2) pengungkapan peristiwa (complication), (3) gambaran konflik (rising action), (4) puncak konflik (turning point), dan (5) penyelesaian (ending atau coda). Sedangkan pada cerita pokok terdiri dari (1) puncak konflik (turning point), dan (2) penyelesaian (ending atau coda). Pada cerpen Matahari Tak Terbit Pagi Ini memiliki struktur cerpen pada umumnya yaitu (1) pengenalan situasi cerita (exposition, orientation), (2) pengungkapan peristiwa (complication), (3) gambaran konflik (rising action), (4) puncak konflik (turning point), dan (5) penyelesaian (ending atau coda). Kedua, perbedaan struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/SMK Kelas XI yaitu pada cerpen cerpen Robohnya Surau Kami memiliki struktur cerita berbingkai yang terdiri dari cerita sisipan dan cerita pokok. Sedangkan pada cerpen Matahari Tak Terbit Pagi Ini memiliki struktur cerpen pada umumnya yaitu (1) pengenalan situasi cerita (exposition, orientation), (2) pengungkapan peristiwa (complication), (3) gambaran konflik (rising action), (4) puncak konflik (turning point), dan (5) penyelesaian (ending atau coda). Ketiga, rincian struktur isi teks cerpen dalam buku Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Hasil penelitian meliputi pengenalan situasi cerita, pengungkapan peristiwa, gambaran konflik, puncak konflik, dan penyelesaian. Pertama, pengenalan situasi tergambar melalui gambaran kehidupan tokoh dan hubungan antartokoh. Gambaran kehidupan tokoh pada cerpen Robohnya Surau Kami dan cerpen Matahari Tak Terbit Pagi Ini digambarkan lewat reaksi tokoh terhadap suatu kejadian, lewat tindakan dan psikologi tokoh. Hubungan antartokoh pada kedua cerpen tersebut menunjukan ikatan dalam alur cerita. Kedua, pengungkapan peristiwa tergambar melalui peristiwa yang dihadapi oleh tokoh. Gambaran masalah yang dihadapi oleh tokoh pada cerpen Robohnya Surau Kami dan Matahari Tak Terbit Pagi Ini menggambarkan perkenalan konflik yang dihubungkan oleh sebab akibat. Konflik yang akan terjadi digambarkan pada bagian ini. Ketiga, gambaran konflik tergambar melalui situasi yang dihadapi oleh tokoh. Pada cerpen Robohnya Surau Kami tokoh mengalami konflik eksternal yang berupa konflik antar tokoh, yakni antara Haji Saleh dan penghuni neraka lainnya dengan Tuhan. Pada cerpen Matahari Tak Terbit Pagi Ini tokoh mengalami konflik internal yang berupa konflik sengan diri sendiri (konflik batin). Pada tahap ini konflik masih berupa penggambaran situasi cerita karena belum mencapai klimaks. Keempat, puncak konflik tergambar melalui bentuk ketegangan, pencapaian klimaks, dan perubahan nasib tokoh. Pada cerpen Robohnya Surau Kami terdapat dua puncak konflik yaitu puncak konflik pada cerita sisipan dan puncak konflik pada cerita pokok. Bentuk ketegangan pada kedua cerpen  (Robohnya Surau Kami dan Matahari Tak Terbit Pagi Ini)menimbulkan rasa ingin tahu pembaca terhadap kelanjutan konflik. Pencapaian klimaks pada kedua cerpen berkaitan dengan adanya puncak klimaks yang memberikan kejutan kepada pembaca. Perubahan nasib tokoh pada kedua cerpen menunjukkan penentuan nasib, yakni bisa menyelesaikan konflik atau tidak. Kelima, penyelesaian tergambar melalui kesan atau efek yang ditimbulkan oleh cerpen. Pada cerpen Robohnya Surau Kami dan cerpen Matahari Tak Terbit Pagi Ini memiliki penyelesaian tertutup yakni pembaca hanya perlu membaca akhir cerita yang diberikan oleh pengarang. Penyelesian pada cerpen Robohnya Surau Kami memiliki dua penyelesaian yaitu penyelesaian cerita sisipan dan penyelesaian cerita terbuka

    Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMK di Kabupaten Magetan

    No full text
    RINGKASAN     Ningsih, Oriana Surya. 2018. Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMK di Kabupaten Magetan. Skripsi. JurusanSastra Indonesia.UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Dr. Roekhan, M. Pd.   Kata Kunci: Kemampuan Membaca Pemahaman.               Keterampilanmembacamenjadisalahsatuketerampilanberbahasa yang memilikikedudukansangatpentingdalam proses pembelajaran, karenadapatmembantusiswauntukmemperolehtingkatandanmemperluaspengetahuan.Dalamkegiatanmembaca,siswadituntutuntukaktifdalammenggalitingkatan yang dibaca.Untukmemperolehtingkatantersebut,perlukemampuandalammembaca, salahsatunyaadalahkemampuanmembacapemahaman.PenelitianinibertujuanuntukmendeskripsikankemampuanmembacapemahamansiswakelasX SMK di KabupatenMagetanberdasarkantaksonomiBarret.Kemampuanmembacapemahamansiswadideskripsikanmelaluipersentasepada tingkatankemampuanmemahamitingkatan literal, reorganisasi, inferensial, evaluatif, danapresiatif.             Rancanganpenelitianinimenggunakanpenelitiandeskriptifkuantitatif. Subjekpenelitianiniadalah112 siswa kelas X dari 5 SMK di KabupatenMagetan. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan melaksanakan tes kemampuan membaca pemahaman menggunakan tes objektif dengan 5 alternatif jawaban. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan teknik tabulasi dan persentase.             Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa (1)kemampuansiswa memahamitingkatan literalmemperolehkategoritidakmampudenganreratapersentase 59.8%, (2)kemampuan siswamemahamitingkatanreorganisasimemperolehkategoritidakmampudenganreratapersentase 80.4%, (3) kemampuansiswa memahamitingkataninferensialmemperolehkategoritidakmampudenganpersentase 71.4%, (4) kemampuan siswamemahamitingkatanevaluatifmemperolehkategoritidakmampudenganpersentase 78.6%, dan (5) kemampuansiswa memahamitingkatanapresiatifmemperolehkategoritidakmampudenganpersentase  72.3%. Saran yang ingindisampaikanpenulisberkaitandenganpenelitian yang telahdilakukanadalahsebagaiberikut. (1) Bagi guru, diharapkandenganadanyapenelitianini guru lebihmemerhatikankemampuanmembacasiswadanmendorongsertameningkatkanminatbacasiswa. Guru jugaharusbanyakmemberikanpengetahuanmengenaimembacapemahaman, baikteorimaupunpraktik agar siswalebihmenguasaidanmemahami. (2) Bagisiswa, diharapkandenganadanyapenelitiandapatmeningkatkandanmengembangkankemampuanmembacapemahaman, yang akanmemengaruhihasilprestasibelajarsiswa, sehinggadaritahunketahunprestasibelajarsiswaselalumengalamipeningkatan (3) Bagipenelitiselanjutnya, diharapkanpenelitianinidapatdigunakansebagaibahanreferensidanrujukanuntukmelakukanpenelitianlanjutan

    Makna Simbolis Tradisi Upacara Larung Sesaji (Petik Laut) di Pantai Sendang Biru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Sebagai Kajian Folklor

    No full text
    RINGKASAN   Masyarakat pesisir pantai Sendang Biru yang terletak di kabupaten Malangmasih melestarikan sebuah tradisi dari leluhur yaitu petik laut yang dilaksanakan di pantai Sendang Biru. Tradisi Petik Laut tersebut juga dinamakan sebagai upacaralarung sesajiyaitu sebuah upacara persembahan kepada laut sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan dan alam semesta. Penelitian ini mengkaji cerita kelisanan yang melatarbelakangi adanya tradisi Larung sesaji dalam upacara Petik laut di pantai Sendang Biru dan juga mengkaji makna simbolik yang terkandung pada ubo rampe dalam rangkaian upacara larung sesaji (petik laut) di pantai Sendang Biru Malang Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan cerita kelisanan yang melatarbelakangi adanya tradisi Larung sesaji dan mendeskripsikan keanekaragaman makna simbolik yang terkandung pada ubo rampe dalam rangkaian upacara larung sesaji (petik laut) di pantai Sendang Biru Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tambakrejo kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Sumber data diperoleh dari dokumentasi KUD “MINA” desa Tambakrejo kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang, observasi dilakukan ditempat terjadinya upacara adatatau tradisi petik laut dan wawancara kepada sesepuh yang mengetahui tentang Tradisilarung sesaji (petik laut).Keabsahan data dilakukan secara bertahap, peneliti melakukan wawancara kemudian melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan tentang upacara Larung Sesaji dan makna simbolik Tradisi larung sesaji (petik laut) di pantai Sendang Biru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini yaitu, (1) masyarakat akan terus melakukan Tradisi Larung Sesaji (Petik Laut) karena warga mempercayai adanya mitos jika tidak dilakukan sebuah upacara larung sesaji maka akan terjadi malapetaka terhadap masyarakat sekitar pantai Sendang Biru, selain itu masyarakat juga memiliki rasa tanggungjawab untuk menjaga kekayaan budaya di nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun. (2) jenis sesaji yang terdapat dalam Tradisi Larung Sesaji (Petik Laut) dan harus dipatuhi yaitu: Kepala Kambing, Tumpeng besar (Kopong),Tumpeng kecil,Ayam Putih (hidup),Patung Loro Blonyo,Pisang Raja,Gagar mayang,Kembang telon,Kembang setaman,Kemenyan madu,Urap-urap sayuran,Hasil laut (ikan),Peteteng ayam kampung,buah-buahan,Jajanan pasar,Pala pendem,padi gedengan,Jenang Sengkala,Kelapa Gading,Cokbakal

    Leksikostatistik Lima Bahasa Nusantara; Bahasa Jawa Bahasa Madura, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan Bahasa Indonesia

    No full text
    RINGKASAN     Syafi’i, Imam. 2018. Leksikostatistik Lima Bahasa Nusantara: Bahasa Jawa, Bahasa Madura, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan Bahasa Indonesia. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim.   Kata Kunci: Leksikostatistik, Glotokronologi, Glos, Kosa Kata Dasar               Semua bahasa di dunia ini mempunyai kekerabatannya masing-masing dengan bahasa lainnya. Kekerabatan ini digolong-golongkan ke dalam rumpun, sub rumpun, keluarga, dan seterusnya. Begitu pula dengan Bahasa Jawa, Madura, Sunda, Bali, dan Bahasa Indonesia. Kelima bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa autronesia. Kelima bahasa ini dulunya pernah menjadi satu bahasa, yang disebut dengan bahasa proto.             Tujuan dari penelitian ini adalah mencari leksikostatistik kelima Bahasa Nusantara, yakni Bahasa Jawa, Bahasa Madura, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan Bahasa Indonesia dengan dua sub tujuan yang menyertainya, yakni menemukan (1) presentase kekerabatan kelima Bahasa Nusantara dan (2) glotokronologi lima Bahasa Nusantara.             Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sementara jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah seratus kosa kata dasar yang diusulkan oleh Morrish Swadesh dan panduan analisis data. Data dari penelitian ini adalah data verbal dan tulis berupa seraus kosa kata dasar.  Semenatar itu, sumber data dari penelitian ini adalah rekaman wawancara dari responden yang menguasai salah satu bahasa yang diteliti.             Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekaman. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti, ketekunan pengamatan,  dan pengecekan ulang temuan dari hasil diskusi bersama pihak ahli serta teman sejawat. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data, sampai tahap penyajian hasil analisis.             Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelima Bahasa Nusantara yang diteliti adalah berkerat. Riciannya adalah BJ-BM sebesar 41%, BJ-BS sebesar 39%, BJ-BB sebesar 29%, BS-BM sebesar 41%, BS-BB sebesar 37%, dan BM-BB sebesar 38%. Sementara itu kelima bahasa yang diteliti bersasal dari sebuah bahasa proto yang sama kemudian beripisah-pisah. Rinciannya adalah  BJ-BM berpisah pada tahun 936-898 SM, BJ-BS berpisah pada tahun 1103-1081 SM, BJ-BB berpisah pada tahun 2086-2063 SM, BS-BM berpisah pada tahun 936-898 SM, BS-BB berpisah pada tahun 1278-1260 SM, dan BM-BB berpisah pada tahun 1189-1165 SM

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇