SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS PUISI DENGAN REFERENSI DIKSI CERITA FANTASI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP/MTs.
RINGKASAN Firdausy, Alfiana. 2018. Pengembangan Modul Menulis Puisi dengan Referensi Diksi Cerita Fantasi untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd. Kata Kunci: pengembangan modul, menulis puisi, referensi diksi Pembelajaran menulis teks puisi merupakan pembelajaran mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan melalui bahasa puitis dan pemikiran imajinatif. Dalam Kurikulum 2013 revisi 2016, salah satu kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai siswa kelas VIII yakni siswa mampu menyajikan gagasan perasaan, pendapat dalam bentuk teks puisi secara tertulis/lisan dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, ditemukan kesulitan mendapat bahan ajar berupa modul yang dapat membantu siswa dalam menambah perbendaharaan kata dan mengembangkan bahasa kiasan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini, yaitu (a) mengembangkan produk modul menulis teks puisi menggunakan referensi diksi cerita fantasi untuk siswa kelas VIII dengan memperhatikan aspek isi, kegrafikaan, dan kebahasaan, dan (b) mendeskripsikan hasil uji kelayakan modul menulis puisi teks puisi menggunakan referensi diksi cerita fantasi. Sebagai upaya untuk mencapai tujuan di atas, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Akan tetapi, peneliti tidak menggunakan semua tahapan pada metode Borg and Gall. Peneliti memvariasikan menjadi sembilan tahap yakni (1) studi pendahuluan. (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli, (5) revisi produk awal, (6) uji praktisi, (7) revisi produk, (8) uji lapangan (siswa), dan (9) penyempurnaan produk akhir. Penelian uji coba modul dihasilkan dari tiga aspek, yaitu aspek isi, kegrafikaan, dan kebahasaan. Data dalam penelitian dan pengembangan ini terdiri atas dua jenis data, yaitu data verbal deskriptif dan data numerik. Data verbal tertulis berasal dari saran dan komentar yang terdapat pada lembar angket penilaian. Data numerik diperoleh dari hasil penilitian subjek uji terhadap produk berupa skor yang terdapat dari angket penilaian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket/kuesioner dan pedoman wawancara. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar berbentuk modul yang berjudul “Merangkai Larik Puisi melalui Diksi Cerita Fantasi” yang dikembangkan dari Kompetensi Dasar (KD) 4.8 Menyajikan gagasan perasaan, pendapat dalam bentuk teks puisi secara tertulis/lisan dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi. Isi modul terdiri atas (a) pengertian teks cerita fantasi; (b) Pengertian teks puisi dan contoh puisi; (c) Unsur teks puisi meliputi tema, suasana, amanat, judul, diksi, dan bahasa kiasan; (d) tahapan menulis puisi secara bertahap dari kegiatan sebelum menulis, proses menulis, dan setelah menulis; (e) contoh menulis teks puisi, serta (f) latihan menulis puisi yang terdiri dari tiga latihan dengan teks cerita fantasi yang berbeda-beda dengan diakhiri proses refleksi pembelajaran. Kegrafikaan modul disajikan sesuai dengan standar ISO yakni B5 18,2 X 25,7 cm dengan tebal kertas 70 gram dan dicetak bolak balik. Margin modul menggunakan margin atas, bawah, dan kanan 2 cm, sementara kiri ukuran 3 cm. Modul menggunakan jenis font yang beragam sesuai dengan subtansi. Bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa Indonesia formal, komunikatif, dan tentunya sesuai dengan perkembangan siswa SMP kelas VIII agar siswa dapat memahami modul dengan baik. Hasil validasi ahli materi pada aspek isi rata-rata 98,33%, aspek kegrafikaan rata-rata 100%, dan aspek kebahasaan rata-rata 84,37%. Hasil validasi ahli penyusunan bahan ajar pada aspek isi rata-rata 100%, aspek kegrafikaan rata-rata 90,62%, dan aspek kebahasaan rata-rata 78,12%. Selain itu, diperoleh saran yang meliputi, 1) penambahan teori teks atau cerita fantasi, 2) penegasan warna, 3) memperbaiki jarak setiap sub, dan 4) mencermati struktur kalimat diksi. Hasil uji praktisi pada aspek isi rata-rata 88,46%, aspek kegrafikaan rata-rata 87,5%, dan aspek kebahasaan rata-rata 100%. Selain itu, diperoleh saran yang meliputi 1) memperbaiki kesalahan penulisan dan 2) memperbaiki keruntutan halaman buku. Hasil uji coba lapangan pada aspek isi rata-rata 92,77%, aspek kegrafikaan rata-rata 93,35%, dan aspek kebahasaan rata-rata 92,18%. Selain itu, diperoleh saran dan komentar yang meliputi, 1) modul ini sudah sesuai, efektif, dan inovatif; 2) mudah dipahami; 3) warnanya menarik; dan 4) pada latihan soal masih membingungkan, tetapi jika lebih intens maka tidak begitu sulit. Berdasarkan hasil validasi dan uji praktisi, dilakukan tindak lanjut revisi terhadap modul dengan memaparkan pengertian cerita fantasi, kata perintah pada setiap latihan menulis lebih dispesifikasikan, pilihan warna diganti dengan yang lebih terang dan tegas, font tulisan dan ilustrasi gambar diperkecil, tata letak disesuaikan dengan halaman buku, dan lebih disesuaikan dengan PUEBI. Modul menulis puisi dengan referensi diksi cerita fantasi, hanya dapat dimanfaatkan atau digunakan pada sekolah dengan kriteria tertentu, misalkan sekolah yang dijadikan penulis sebagai tempat uji coba dan tempat penulis untuk mendapat informasi untuk tahap pra pengembangan. Hal ini disebabkan, modul diuji cobakan hanya pada tahap uji coba lapangan kelompok terbatas. Pada guru dan siswa dengan catatan sebagai bahan tambahan untuk pembelajaran menulis puisi di rumah. Untuk peneliti lain, dapat digunakan sebagai acuan mengembangkan produk yang sama dan juga dapat dilanjutkan pada tahap penelitian lanjut. Agar dapat digunakan pada semua sekolah jenjang menengah pertama
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) Variasi Kartu Panggilan Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kelas IV SDN Kuin Utara 4 Banjarmasin
ABSTRAK Fitriah, Rina. 2017. ”Pengaruh Model PembelajaranKooperatif Student Team Achievement Division (STAD) VariasiKartuPanggilanTerhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kelas IV SDN Kuin Utara 4 Banjarmasin”.Tesis Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd.Pembimbing II: Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif, STAD, kartu panggilan. Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran pada Kurikulum 2013, siswa dituntut lebih aktif mengeksplorasi kemampuan individu pada saat proses pembelajaran. Tugas gurulah yang menjadi fasilitator dan harus pandai memancing agas siswa bisa aktif. Agar siswa bisa aktif, perlu adanya sebuah dorongan untuk bisa aktif dalam proses pembelajaran. Siswa yang berkemampuan lebih baik cenderung mendominasi partisipasi dan kecenderungan siswa pasif di dominasi oleh siswa yang berkemampuan rendah. Variasi pembelajaran yang masih kurang menarik sehingga siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mengangkat keadaan faktual ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model Pembelajaran Kooperatif STAD Variasi Kartu panggilan terhadap motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment (posttest only untuk motivasi belajar dan pretest and posttest untuk hasil belajar). Adapun subjek adalah siswa kelas IV SDN Kuin Utara 4 Banjarmasin tahun ajaran 2017/2018 pada semester I, dengan jumlah siswa 66 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar dan tes evaluasi untuk hasil belajar serta lembar observasi guru. Data dianalisis secara kuantitatif deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD variasi kartu panggilan berpengaruh terhadap variabel motivasi dan hasil belajar. Berdasarkan hasil uji-t Independent Sample Test untuk motivasi belajar menunjukkan perbedaan signifikan yang ditandai dari p-value < 0.05. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan perbedaan signifikan yang ditandai dari p-value < 0.05. Berdasarkan hasil temuan penelitian dan temuan tambahan dalam penelitian ini disarankan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD variasi kartu panggilan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memilih dan perancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan, peningkatan motivasi, hasil belajar serta aktivitas siswa serta peningkatan mutu maupun kualitas pembelajaran di sekolah dasar
Kemampuan Menulis Puisi Dengan Rangsang Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Malang
ABSTRAK Kata Kunci: kemampuan, menulis puisi, rangsang cerpen Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang dilihat dari aspek (a) diksi, (b) imaji, (c) majas, (d) sarana retorika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan menulis puisi dengan rangsang cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang tergolong kurang, dengan skor sebesar 54,55. Skor yang diperoleh tersebut tergolong kurang karena tingkat capaian penguasaan antara nilai 50-69. Skor rata-rata menulis puisi dilihat dari aspek (a) diksi atau sebesar 65,05, (b) aspek pengimajian sebesar 62,51, (c) aspek majas sebesar 42,33, dan (d) aspek sarana setorika sebesar 48,29. ABSTRACT Keywords: ability, writing poetry, short stories excitatory This study aims to determine the ability to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang seen from the aspect (a) diction, (b) image, (c) figure of speech, (d) the means of rhetoric. This study uses a quantitative descriptive approach. The results of this study were (1) the ability to write poetry with excitatory short story class XI student of SMAN 5 Malang relatively less, with a score of 54.55. The scores obtained relatively less because the level of mastery achievement between grades 50-69. The average score of writing poetry from the aspect (a) diction or amounted to 65.05, (b) imaginary aspects of 62.51, (c) the figure of speech aspects of 42.33, and (d) means setorica aspects of 48.29.
Kecenderungan Tema Dan Kritik Sosial Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMKN 3 Malang
Teks anekdot merupakan salah satu ragam sastra yang diajarkan pada jenjang pendidikan menengah.Sebagai ragam sastra, teks anekdot berisi kritikanatausindiranterhadapkebijakan, layananpublik, perilakupenguasa, atausuatufenomena/kejadian yang dikemas dalam bentuk lucu, menarik, dan megesankan. Walaupun teks anekdot merupakan teks sastra, tetapi punya keterkaitan kuat dengan dunia nyata (sosial). Teks anekdot bisa menjadi alat untuk memberi kritikan terhadap penyimpangan yang terjadi dalam berbagai hal (tema). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan tema dan kritik sosial teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kalitatif. Kancah penelitian adalah SMK Negeri 3 Malang. Sumber data yang dipilih yaitu kelas X Jurusan Administrasi Perhotelan dan Tata Boga. Data penelitian berupa kutipan teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumen. Instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan wawancara, panduan kriteria kelayakan data, panduan analisis kecenderungan tema, dan panduan analisis kritik sosial. Analisis data dilakukan mulai tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, peneliti menggunakan uji pakar dan ketekunan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertama, teksanekdot yang diproduksisiswakelas X SMKN 3 Malang JurusanAdministrasiPerhotelandan Tata Bogatidakmemuattema yang sesuaijurusansiswa. Teks anekdot yang diproduksi siswa memuat lima tema, yaitu tema budaya, sosial, hukum, kriminalitas, dan ekonomi. Kecenderungan tema paling banyak yang termuat ke dalam data adalah tema budaya sebanyak 7 kali (41,2%), sosial 4 kali (23,5%), hukum 3 kali (17,6%), kriminalitas 2 kali (11,8%), danekonomi 1 kali (5,9%). Dalam penulisan teks anekdot tema paling banyak termuat ke dalam data adalah tema budaya, sedangkan paling sedikit adalah tema ekonomi. Hal ini dikarenakan siswa lebih memahami mengenai tema kebudayaan daripada tema yang lain. Kebudayaan yang dijabarkan dalam teks anekdot karangan siswa mayoritas mengenai kebiasaan sehari-hari yang dilakukan masyarakat khususnya remaja. Kedua, terkait dengan kritik sosial teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang. Siswakelas X SMK Negeri 3 Malang JurusanAdministrasiPerhotelandan Tata Bogatidakmengintegrasikankritikteksanekdotsesuaidenganjurusannya.Teks anekdot yang diproduksi siswa memuat tiga kritik sosial, yaitu masalah lingkungan hidup, kejahatan, dan delinkuensi (perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anak-anak). Kritiksosialpaling banyak termuat ke dalam data adalah masalahlingkunganhidupsebanyak12 kali (70,6%), kejahatan 3 kali (17,6%), dan delinkuensianak-anak 2 kali (11,8%). Berkaitan dengan penelitian ini, disarankan kepada beberapa pihak berikut. Pertama, bagi guru. BagiGuru Bahasa Indonesia disarankan agar menentukan tema yang sesuai dengan jurusan siswa dalam pembelajaran memproduksi teks anekdot agar siswa dapat memberikan kritikan tentang persoalan yang dihadapi siswa berkaitan dengan jurusannya misalnya tentang administrasi perhotelan.. Kedua, bagi peneliti lain. Bagi peneliti lain disarankan dapatmenggunakanskripsiinisebagaireferensi untuk melakukan penelitian tindakan kelas dalam mengajar teks anekdot agar tema disesuaikan dengan jurusan siswa
Pembelajaran Menulis Teks Berita Di Kelas VIII D SMP Negeri 9 Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks berita di kelas VIII D SMPN 9 Malang. Kegiatan pembelajaran mencakup perencanaaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita yang dilakukan oleh guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain diskriptif. Data yang dihimpun dari kegiatan penelitian ini dibedakan menjadi tiap fokus penelitian. Data yang dihimpun dari perencanaan pembelajaran meliputi (1) informan tentang komponen RPP dan (2) informan hasil wawancara perencanaan pembelajaran. Data yang dihimpun dari pelaksanaan pembelajaran meliputi, transkrip pelaksanaan (1) kegiatan pembuka, (2) kegiatan inti, (3) kegiatan penutup, dan (4) informasi hasil wawancara pelaksanaan pembelajaran. Data yang dihimpun dari penilaian pembelajaran meliputi (1) alat penilian proses, dan (2) informasi hasil wawancara penilian pembelajaran. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu (1) RPP, (2) peristiwa pembelajaran, (3)dokumtasi pembelajaran, (4) guru, dan (5) peneliti
KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM TAJUK RENCANA SURAT KABAR
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam tajuk rencana surat kabar berdasarkan tiga aspek keefektifan kalimat, yaitu kehematan, kesejajaran, kesatuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Dari 362 kalimat yang diteliti, diperoleh 290 (80,1%) kalimat efektif dan 72 (19,8%) kalimat tidak efektif. Secara rinci temuan penelitian adalah kalimat tidak efektif berdasarkan aspek kehematan terdapat 30 (41,6%) kalimat, berdasarkan aspek kesejajaran terdapat 26 (36%) kalimat, dan berdasarkan aspek kesatuan terdapat 16 (22,2%) kalimat
MUATAN BUDAYA YANG TERDAPAT PADA KATA NAMA ORANG, MAKANAN, DAN TEMPAT DALAM BUKU AJAR BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT A1
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan budaya yang terdapat pada nama orang, makanan, dan tempat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muatan budaya yang terdapat pada nama orang, makanan, dan tempat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. pertama, penggunaan nama orang dapat dilihat dari sudut pandang agama (Islam (Ahmad) dan Nasrani (Paulus)), etnis (Sunda (Asep), Bali (Wayan), Betawi (Mandra), dan Jawa (Joko Widodo)), internasional (Cina (Chuan Li-Ko), Jepang (Maho Tanikawa), Amerika (John), dan Belanda (Daan Van Leeuwen)), dan Umum (nama umum yang digunakan oleh orang Indonesia, yaitu Santi). Kedua, penggunaan nama makanan dapat dilihat dari sudut pandang tradisional (rendang) dan internasional (omelet). Ketiga, penggunaan nama tempat dapat dilihat dari sudut pandang etnis (Sunda (Bandung), Bali (Bali), dan Jawa (Yogyakarta) dan umum (nama tempat yang tinggali oleh penduduk multietnis, yaitu Jakarta)
ASPEK PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM TEKS CERITA ULANG (RECOUNT) KARYA SISWA KELAS VIII
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan jenis-jenis konjungsi, fungsi konjungsi, dan ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kajian teks atau studi dokumen. Hasil penelitian ini berupa jenis-jenis konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang, fungsi konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang, dan ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam teks cerita ulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kajian teks atau studi dokumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dokumen dengan menggunakan teks cerita ulang, dan teknik dalam analisis data, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, kodifikasi data, interpretasi data, dan penyajian data. Kata Kunci: konjungsi, cerita ulang, siswa SMP kelas VIII Abstract This research was conducted to describe the types of conjunctions, functions of conjunctions, and the inaccurate use of conjunctions contained in the recount text. This study uses a qualitative approach, with the type of research text review or document studies. The results of this research are the types of conjunctions contained in the recount text, conjunctional functions contained in the recount text, and the inaccurate use of conjunctions contained in the texts text. This research uses qualitative research approach, with kind of research of text study or document study. Data collection techniques in this study were conducted through documents using fictitious texts, and techniques in data analysis, ie data identification, data classification, data codification, data interpretation, and data presentation. Keywords: conjunction, recount, junior high school student of class VII
KESALAHAN PENGUCAPAN DALAM PIDATO BAHASA JAWA MAHASISWA MINOR JAWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan pengucapan vokal dan konsonan dalam pidato bahasa Jawa (sesorah) mahasiswa minor Jawa Universitas Negeri Malang. Melalui teks pidato ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan berbahasa Jawa mahasiswa Minor Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data pada penelitian ini berupa bentuk-bentuk kesalahan vokal dan konsonan. Sumber datanya adalah tuturan lisan dalam pidato bahasa Jawa. Hasil penelitian ini ditemukan kesalahan vokal dan konsonan. Pada penelitian ini ditemukan 21 bentuk kesalahan pengucapan vokal. Kesalahan tersebut berada pada posisi tengah dan akhir kata. Sedangkan pada kesalahan pengucapan konsonan, ditemukan 12 bentuk kesalahan yang terdapat pada awal, tengah, dan akhir kata
KARAKTERISTIK GAYA BAHASA DALAM CERPEN KARYA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 7 MALANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya bahasa dalam cerpen karya siswa, gaya pemilihan judul, dan pemakaian gaya bahasa dalam teks cerpen karya siswa kelas XI SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatid yang datanya diperoleh dengan jenis analisis dokumen dengan mengumpulkan data yang bersumber dari karya siswa berupa teks cerpen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas XI SMK Negeri 7 Malang dapat memilih judul dan penggunaan gaya bahasa dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian disarankan siswa dapat meningkatkan kembali kreatifitasan dalam penulisan cerpen, pemilihan judul yang sederhana namun menarik, dan memperluas pemakaian gaya bahasa yang baik dan benar. Kata Kunci: karakteristik, gaya bahasa, cerpen ABSTRACT:This study aims t the figurative language of short story, the figurative language characteristic in choosing the titles, and the figurative short story text of class XI SMKN 7 Malang. The approach used in this research is descriptive approach and its activity is text analysis. This approach is choosen because the reseach data in from of short story data sourch is collected in from of documents. The result of the study indicates that class XI SMKN7 Malang can choose a title and language use a in the short story well and correctly. Based on the result of research, there are some suggestion that can be useful for class XI students of SMKN 7 Malang which are, improve the creativity in writing the short story, choose an interesting title for the readers, and enchance knwledge in choosing the good and right of language use. Keywords:characteristic, figurative language, short stor