SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Kritik Sosial dalam teks Anekdot Karya Siswa Kelas X MA Bilingual Batu
ABSTRAK RINGKASAN Susanti, Yeni. 2018. Kritik Sosial dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X MA Bilingual Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: kritik sosial, teks anekdot, karya siswa Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan nilai-nilai dan kritik sosial yang terdapat dalam teks anekdot karya siswa kelas X MA Bilingual Batu. Munculnya beragam permasalahan sosial yang diamati dan diketahui oleh siswa menjadi salah satu sumber inspirasi dalam menyampaikan pendapat dan saran. Bentuk penyampaian pendapat tersebut terwujud dalam kegiatan menulis, yaitu menulis teks anekdot yang didalamnya mengandung kritik. Melalui teks anekdot ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana nilai-nilai yang tergambar dalam kehidupan sosial dan bagaimana bentuk kritikan yang disampaikan terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian dokumen. Sumber data penelitian ini adalah karangan teks anekdot siswa kelas X MA Bilingual Batu. Data berupa kutipan-kutipan kalimat teks anekdot karya siswa yang berisi nilai-nilai dan kritik sosial. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau inferensi.Keabsahan data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu (1) peneliti memeriksa kembali data nilai sosial dan kritik sosial yang telah ditemukan, (2) peneliti membaca kembali bagian teks anekdot yang mengandung nilai sosial dan kritik sosial, (3) mengaitkan temuan data nilai sosial dan kritik sosial dengan panduan identifikasi data nilai dan kritik sosial. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan nilai-nilai sebagai berikut.Pertama, nilai moral yang berwujud perilaku jujur dalam hal pekerjaan, tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan, kerja keras dalam mencapai tujuan dan tidak mudah menyerah, dan sopan santun kepada orang yang lebih tua atau berbicara sopan dengan orang lain. Kedua, nilai pendidikan dalam hubungannya dengan pendidikan moral di sekolah. Ketiga, nilai budaya disiplin dalam masyarakat. Keempat, nilai politik yang kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat dimana tingkat kepedulian para pemimpin masih kurang dan kepercayaan yang diberikan rakyat kepada para pemimpin disalahgunakan, sehingga impasnya ke rakyat, dan kelima nilai religius dalam kaitannya dengan rasa syukur kepada Tuhan atas pemberian-Nya. Hasil analisis data selanjutnya ditemukan kritik sosial sebagai berikut. Pertama, kritik sosial terhadap fenomena keagamaan dengan menyampaikan kewajiban sebagai seorang muslim untuk menjalankan ibadah sholat. Kedua, kritik sosial tehadap fenomena ekonomi dengan menyampaikan suatu pekerjaan apa punyang dijalani tujuannya untuk mendapatkan uang tidaklah gratis melainkan harus bekerja, dan kurangnya pengaturan lapangan pekerjaan dari pemerintah. Ketiga, kritik sosial terhadap fenomena pendidikan dengan menyampaikan kritik terhadap pemerintah yang kurang menyamaratakan pendidikan di setiap daerah dan kritik terhadap guru dalam bertindak tutur di sekolah yang dijadikan panutan bagi siswa. Keempat, kritik sosial terhadap fenomena kebudayaan dengan menyampaikan budaya peduli lingkungan atau menjaga kebersihan masih kurang, buang sampah sembarangan, melalaikan tanggung jawab, dan budaya melanggar peraturan lalu lintas. Kelima, kritik sosial terhadap fenomena moral dengan menyampaikan kritik dalam hal kebohongan, sifat serakah dan suka pamer terhadap orang lain. Keenam, kritik sosial terhadap fenomena politik dengan menyampaikan kritik pada politisi yang masih sering korupsi, melakukan persaingan dalam hal menduduki kekuasaan, dan kasus suap masih berlaku di masyarakat. Ketujuh, kritik sosial terhadap fenomena keluarga yang menyampaikan kritik untuk orang tua terkait kasih sayang dan kepedulian terhadap perkembangan belajar anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa mengetahui, memahami, menghayati permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Permasalahan sosial tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menulis atau menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan, yaitu teks anekdot. Selain itu, siswa juga menuangkan berbagai kritikan kedalamnya sebagai wujud kepedulian dan respon terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
Teks Iklan, Slogan, dan Poster dalam Buku Teks untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP
ABSTRAK Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional adalah salah satu mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum 2013. Di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, terdapat salah satu materi yang diajarkan pada jenjang SMP, yaitu teks iklan, slogan, dan poster. Pembelajaran teks iklan, slogan, dan poster dalam dunia pendidikan dewasa ini mendapatkan perhatian yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh fungsi teks iklan, slogan, dan poster yang menyampaikan informasi, ajakan, saran, imbauan, peringatan, dan ide. Meninjau dari fungsi ketiga teks tersebut, tujuan pembelajaran bahasa Indonesia materi teks iklan, slogan, dan poster adalah menjadikan siswa atau peserta didik mampu menyampaikan informasi, ajakan, saran, himbauan, peringatan, dan ide dalam bentuk teks iklan, slogan, dan poster. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi dan penggunaan bahasa teks iklan, slogan, dan poster dalam bahan ajar yang berupa buku teks Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII SMP/MTs. Dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa isi dan penggunaan bahasa pada teks iklan, slogan, dan poster yang terdapat dalam bahan ajar. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui proses reduksi data yang meliputi identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi. Selanjutnya, dilakukan penyajian data, penarikan simpulan sementara, dan pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh dua hasil penelitian. Pertama, isi teks iklan, slogan, dan poster yang terbagi menjadi beberapa aspek. Isi teks iklan terbagi atas empat aspek, yaitu ajakan, penawaran, pemberitahuan, dan lowongan pekerjaan. Isi teks slogan yang memiliki satu aspek yaitu peribahasa. Isi teks poster terbagi atas empat aspek, yaitu ajakan, pemberitahuan, imbauan, dan penawaran. Kedua, penggunaan bahasa pada teks iklan, slogan, dan poster yang terbagi menjadi beberapa aspek. Penggunaan bahasa teks iklan terbagi atas delapan aspek, yaitu kalimat persuasif, kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, tanda baca yang sesuai, tanda baca yang tidak sesuai, singkatan, dan penulisan huruf yang tidak sesuai. Penggunaan bahasa teks slogan memiliki satu aspek yaitu gaya bahasa kiasan. Penggunaan bahasa teks poster terbagi atas tujuh aspek, yaitu kalimat deklaratif, kalimat persuasif, kalimat imperatif, tanda baca yang sesuai, tanda baca yang tidak sesuai, penulisan huruf yang sesuai, dan penulisan huruf yang tidak sesuai. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, guru bahasa Indonesia kelas VIII disarankan menggunakan buku teks Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII SMP/MTs terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia. Namun, guru juga harus mencari contoh teks iklan, slogan, dan poster yang lain sebagai pendukung bahan ajar yang lebih lengkap. Kedua, bagi penyusun buku teks atau bahan ajar disarankan agar memperbaiki perihal kelengkapan penyusunan materi teks iklan, slogan, dan poster untuk pembelajaran kelas VIII SMP. Para penulis buku teks atau bahan ajar bisa lebih memberikan contoh-contoh teks yang lengkap dan sesuai dengan definisi teks dan tepat dengan usia siswa kelas VIII. Ketiga, bagi peneliti lanjut disarankan agar melakukan penelitian dengan topik yang berhubungan dengan teks iklan, slogan, dan poster dalam bahan ajar yang berupa buku teks dan penerapan pembelajarannya di kelas
KETEPATAN KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA SMP NEGERI 16 MALANG
ABSTRAK The purpose of this study was to determine the use of the phrase in article 16 state junior high school students in Malang. This type of research is qualitative descriptive study, data were collected primary data in the form of direct documentation, in this essay are students 16 landscape. The results showed that students in the essay, some students are already using proper sentence and some other students who have not been able to use the right words.Key words: Word, Student Essay, The Right Word ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kalimat dalam karangan siswa SMP negeri 16 Malang.Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kulitatif, data yang dikumpulkan adalah data primer yang berupa dokumentasi langsung, dalam hal ini adalah karangan siswa SMP Negeri 16 malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam karangan siswa, sebagian siswa sudah menggunakan kalimat dengan tepat dan sebagian siswa yang lain belum mampu menggunakan kalimat dengan tepat
PENGEMBANGAN BAHAN AJARWASIS NULIS CERKAK UNTUK SISWA SMA KELAS XII
ABSTRAK Umaya Susanti 2018. Pengembanan Modul Wasis Nulis Cerkak Untuk Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas XII SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M. Pd Kata Kunci: menulis cerkak, pengembangan, modul pembelajaran Dalamcerkak dibutuhkan ide-ide yang dapat menggugah kreativitas, agar siswa dapat produktif dalam berkarya tentunya dalam bidang sastra. Rahmanto (2000:16) manfaat menulis sastra khususnya cerkak yaitu mengembangkan cipta dan rasa (emosi) siswa. Dengan demikian pembelajaran menulis cerkak dapat mengasah kreativitas siswa dan rasa emosi siswa agar tetap terjaga. Pembelajaran menulis cerkak seharusnya dioptimalkan karena kemampuan siswa dalam bidang menulis sangat beragam antara siswa satu dengan yang lain memiliki kemampuan yang berbeda. Untuk itu dibutuhkan bahan ajar yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dan untuk memotivasi siswa dalam menulis cerkak. Oleh karena itu keberhasilan kegiatan pembelajaran menulis cerkak tidak hanya ditentukan oleh ketrampilan guru dalam pembelajaran, tetapi juga ditentukan bahan ajar yang digunakan. Inilah yang menjadi landasan berfikir penelitian dan pengembangan modul wasis nulis cerkak. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan ini mengadaptasi model penelitian pengembangan Research and Development (R&D) oleh Sugiyono (2013) yang memaparkan sepuluh langkah dalam prosedur penelitian pengembangan. Oleh karena itu, tidak sepenuhnya kesepuluh langkah tersebut dilaksanakan dalam pengembangan produk berupa modul pembelajaran.Adapun langkah penelitian yang dimodifikasi, yaitu uji coba lapangan skala terbatas dan revisi produk. Langkah penelitian yang tidak dilaksanakan adalah uji desiminasi dan distribusi terkait dengan penyebarluasan modul pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, prosedur yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan modul pembelajaran ini meliputi tujuh tahapan, yaitu: (1) analisis potensi/masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba pemakaian, dan (7) revisi produk. Modul dipilih untuk solusi bahan ajar materi menulis cerkak. Modul dianggap tepat karena modul dirancang agar dapat dipelajari secara mandiri. Menurut Daryanto (2013:9) modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Modul yang menarik yaitu modul yang berisi mengenai materi yang tidak monoton. Modul juga dapat digunakan meskipun tidak pada jam pembelajaran. Menurut Daryanto (2013:9) modul berfungsi sebagai sarana belajar yang bersifat mandiri, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan masing-masing. Mengingat bahwa pembelajaran menulis tidak dapat dilakukan dalam sekali pertemuan. Pembelajaran menulis melibatkan beberapa proses yang harus dilakukan oleh siswa. Daripada itu guru harus mampu memberikan penjelasan dengan jelas dan menggunakan bahan ajar yang cocok untuk pembelajaran menulis cerkak. Apabila pembelajaran tidak menggunakan bahan ajar yang tidak mendukung sebuah materi ajar maka terjadi ketidak ketercapaian pembelajaran yang dilakukan. Hasil validasi ahli media pembelajaran, ahli materi bahasa jawa, dan guru tingkat kelayakan modul mencapai 88,9%. Sementara itu, hasil uji lapangan menunjukkan bahwa tingkat keberterimaan modul mencapai 90%. Hal ini diperkuat dengan tanggapan-tanggapan positif dari siswa subjek uji coba. Modul yang dihasilkan memang tidak terlepas dari kekurangan, berdasarkan saran dan masukan dari validator ahli tetap dilakukan revisi dan penyempurnaan produk, sehingga modul pembelajaran layak diimplementasikan dalam pembelajaran menulis cerkak. Sebagai saran penggunaan produk hasil pengembangan, siswa dan guru dianjurkan agar membaca dan memahami petunjuk penggunaan modul pembelajaran, serta menuntaskan setiap penggalan materi sebelum melanjutkan pada penggalan selanjutnya
STRUKTUR TEKS CERITA PENDEK DALAM BUKU BAHASA INDONESIA SMA/SMK/MA/MAK KELAS XI EDISI REVISI
ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan struktur cerita pendek dalam buku Bahasa Indoneseia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI Edisi Revisi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Data dikumpulkan menggunakan teknik kajian dokumen. Temuan penelitian berupa (1) struktur isi teks cerpen, (2) perbedaan struktur teks cerpen, dan (3) rincian struktur teks cerpen. Struktur cerpen tersebut berupa; (1) pengenalan situasi cerita, (2) pengungkapan peristiwa, (3) gambaran konflik, (4) puncak konflik, dan (5) penyelesaian.Kata Kunci: buku teks pelajaran, teks cerita pendek, struktur teks cerita pendekThis research is aimed to describe of the structure of Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI Edisi Revisi’s book. This research include to qualitative research. The main instrument of this research itself.data was collected by documentation technique. The findings are (1) the structures of short stories, (2) the difference in the structure of short stories, and (3) details of the structure of short stories. The structure of short stories are; (1) orientation, (2) complication, (3) rising action, (4) turning point, and (5) ending or coda. Key word: book a lesson, short stories, structure of short storie
EVALUASI PENDIDIKAN PEMAKAI PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pendidikan pemakai pada Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menggunakan perspektif pustakawan dan pemustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah pustakawan bagian pembinaan layanan dan pemustaka pelajar, mahasiswa, dan umum serta data pendukung dari telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perencanaan yang matang, mulai dari perencanaan jadwal pelaksanaan, materi, pengorganisasian pustakawan, serta penyampaian dalam pendidikan pemakai menyebabkan kegiatan tersebut belum berjalan sesuai dengan visi dan misi program pendidikan pemakai. Evaluasi yang dilakukan pengguna menitikberatkan pada materi yang disampaikan, cara penyampaian materi, dan dampak yang diperoleh dalam pendidikan pemakai. Pengguna merasa belum puas pada penyampaian materi yang belum lengkap serta pustakawan kurang menguasai tentang pendidikan pemakai
PROSES KREATIF MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMAN 1 GONDANGLEGI: ASPEK GAYA BAHASA
ABSTRAK Puisi adalah salah satu teks yang dianggap sulit bagi siswa. ini terbukti hampir setiap siswa dari jenjang menengah pertama hingga jenjang menengah atas pada umumnya masih memiliki kesulitan ketika menulis puisi. oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap teks puisi khususnya sebuah proses kreatif dalam menulis puisi yang dapat mengubah anggapan siswa bahwa puisi bukanlah teks yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan teks lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses kreatif menulis puisi siswa dan gaya bahasa yang terdapat pada puisi yang telah ditulis siswa. proses kreatif menulis puisi siswa meliputi empat tahap, yakni (1) pemunculan ide, (2) pengembangan ide, (3) pelahiran ide, dan (4) penyempurnaan ide. Gaya bahasa yang terdapat pada puisi siswa meliputi, (1) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, dan (2) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan mengkaji teks puisi dan setiap kegiatan dalam tahap proses kreatif yang telah dilakukan siswa. Data penelitian ini berupa hasil transkrip wawancara berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi. Hasil transkrip wawancara tersebut memuat setiap tahap proses kreatif dalam menulis puisi. Data tersebut kemudian difokuskan pada tahap pemunculan ide, tahap pengembangan ide, tahap pelahiran ide, dan tahap penyempurnaan ide. Kajian selanjutnya yakni gaya bahasa yang terdapat pada puisi siwa. Data penelitian berupa setiap larik pada keseluruhan teks puisi yang telah ditulis oleh siswa. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang bertugas mengumpulkan, mengolah, serta menyajikan menyajikan data. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, studi dokumen, dan wawancara kepada siswa. Teknik analisis dilakukan melali tahap mengorganisasi data, membaca keseluruhan data, memberikan kode pada data, mendeskripsikan hasil coding, menyajikan data, dan membuat interpretasi. Hasil analiss data menunjukkan bahwa siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi telah melakukan proses kreatif menulis puisi berupa variasi kegiatan yang dirinci sebagai berikut. Pada tahap pemunculan ide memuat enam kegiatan antara lain, mengamati objek secara langsung, mengingat pengalaman pribadi, mengingat peristiwa sebagai konsumsi publik, menghadirkan peran seseorang secara langsung dan tidak langsung, menghayati peristiwa masa lalu, dan merespon stimulus media. Pada tahap pengembangan ide terdiri dari empat kegiatan yakni menulis puisi secara random, membuat catatan kecil, meletakkan judul pada tahap akhir, dan menulis puisi secara runtut atau tanpa cara tertentu. Pada tahap pelahiran ide terdiri dari lima kegiatan, antara lain memaparkan isi puisi berisi kekaguman siswa terhadap seseorang atau sesuatu, memaparkan isi puisi berdasarkan konflik, mengungkapkan kasih sayang terhadap ayah dan ibu, mendeskripsikan seseorang atau sesuatu, dan memaparkan isi puisi berisi suatu kesan mendalam. Pada tahap terakhir yakni tahap penyempurnaan ide memuat tiga kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa antara lain membacakan puisi di depan kelas dengan koreksi bersama, merevisi puisi kembali, dan membaca puisi secara individu tanpa melalui revisi. Hasil analisis data selanjutnya juga menunjukkan bahwa pada puisi siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi telah memuat gaya bahasa yang dirinci sebagai berikut. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang ada pada puisi siswa berupa gaya bahasa paralelisme, antitesis, dan repetisi. Gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam hal ini dibagai atas dua kelompok, yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa estetis atau kiasan. Berdasarkan hasil analisis data terhadap proses kreatif yang telah dilakukan dan terhadap gaya bahasa dalam puisi siswa, kelas X SMAN 1 Gondanglegi telah memanfaatkan setiap tahap proses kreatif tersebut dengan baik dan puisi yang ditulis siswa telah sesuai dengan kegiatan proses kreatif yang dilakukan. Puisi yang telah ditulis oleh siswa juga telah memuat gaya bahasa berdasarkan stuktur kalimat dan langsung tidaknya makna. Namun, ada beberapa siswa yang belum melakukan tahap penyempurnaan ide dengan maksimal dalam proses kreatif. Selain itu, pada beberapa puisis swa diketahui belum memnuhi kategori standar penulisan puisi sesuai dengna jenjangnya, hal tersebut terlihat pada puisi siswa yang sebagian besar bertemakan lingkungan sekitar dengan paparan isis puisi yang tetap menggunakan diksi umum. Berdasarkan simpulan tersebut disarakan kepada peneliti lanjutan, untuk melakukan penelitian sejenis pada kelas yang lebih beragam yang telah mendapatkan materi teks puisi secara mendalam dan menambah analisis berdasarkan unsutr intrinsik dan ekstrinsik pada puisi siswa, sehingga menjadi pelengkap pada panelitian ini. Kepada guru pengajar bahasa Indonesia, agar lebih memperdalam penyampaian materi kepada siswa khususnya mmperkaya diksi dalam teks puisi dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk belajar membangun pemikiran siswa sendiri, sehingga dapat membuat siswa lebih mudah untuk mempelajari sekalis menuliskan puisinya. Kepada siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi, yaitu untuk terus menambah diksi dalam menulis puisi, agar puisi tersebut dapat lebih dinikmati oleh pembaca dengan unsur estetika puitika yang beragam
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS IKLAN, SLOGAN, DAN POSTER MENGGUNAKAN APLIKASI ADOBE FLASH UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
ABSTRAK Mariani, Sinta . 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Teks Iklan, Slogan, dan Poster Menggunakan Aplikasi Adobe Flash. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata Kunci : pengembangan media teks iklan, slogan, dan poster, adobe flash Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dari waktu ke waktu menyebabkan persaingan pada berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas diperlukan adanya peningkatan mutu pendidikan salah satunya dengan mengembangkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam proses memahami suatu pembelajaran di dalam kelas. Ada beberapa alasan penulis mengembangkan media pembelajaranm pada materi teks iklan, slogan, dan poster menggunakan aplikasi Adobe Flash. Pertama, materi teks iklan, slogan, dan poster merupakan materi yang baru pada kurikulum 2013 Revisi dan di ajarkan di kelas VIII SMP. Kedua, belum ada media pembelajaran yang dibuat untuk memudahkan proses pembelajaran materi teks iklan, slogan, dan poster. Ketiga penulis memilih aplikasi Adobe Flash karena terdapat menu – menu yang beragam yang dapat digunakan untuk menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengembangkan isi media pembelajaran mengidentifikasi teks iklan, slogan, dan poster menggunakan aplikasi Adobe Flash untuk siswa SMP kelas VIII, (2) mengembangkan media pembelajaran dengan tampilan yang menarik (3) mengembangkan media dengan wujud yang mudah digunakan oleh siswa dan guru Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ASURE yang merupakan salah satu model yang dapat menuntun pembelajar secara sistematis untuk merencanakan proses pembelajaran secara efektif. Model ASURE terdiri atas beberapa langkah, yaitu. 1) Analyze Learners (Menganalisis Peserta Didik), (2) State Objectives (Merumuskan tujuan pembelajaran), (3) Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media, dan Bahan Ajar), (4) Utilize Materials (Memanfaatkan Metode, Media, dan Bahan Ajar), (5) Requires Learner Participation (Melibatkan Partisipasi Pelajar), dan (6) Evaluate and Revise (Penilaian dan Revisi). Jenis data yang digunakan dalam penelitia dan pengembangkan ini merupakan data kualitatif dan kuantitati. Data kualitatif di dapat dari hasil observasi saat media digunakan dalam proses pembelajaran dan data hasil wawancara guru setelah media digunakan. Data kuantitatif diperoleh dari kuisioner yang diguakan untuk mengetahui penilaian dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan dari siswa. Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran yang berbentuk macromedia flash yang berisi berisi pemaparan teori teks iklan, slogan, dan poster. Teori yang dipaparkan berisi pengertian teks, ciri umum teks, ciri kebahasaan, jenis-jenis teks, perbandingan teks, dan langkah-langkah menyimpulkan teks iklan, slogan, dan poster yang dikemas dalam Compact Disk (CD). Berdasarkan hasil uji coba aspek isi yang divalidasi oleh ahli materi menunjukkan rata- rata persentase 94%, oleh praktisi rata-rata persentase 100%, dan oleh siswa rata- rata presentase 88,2%. Hasil uji coba produk aspek tampilan oleh ahli media menunjukkan rata – rata presentase 100%, oleh ahli praktisi rata – rata presentase 100%, dan oleh siswa menunjukkan rata – rata 86%. Hasil uji coba aspek wujud yang divalidasi oleh praktisi menunjukkan rata – rata 100%, oleh siswa menunjukkan rata – rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran mengidentifikasi teks iklan, slogan, dan poster ini dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari uji coba, pengembang menyarankan agar guru menggunakan media pembelajaran ini dengan baik. Bagi peneliti lain prosedur penelitian dan pengembangan media ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan penelitian serupa. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan sosialisasi di sekolah dan melalui blog di dunia maya
Karakteristik Gaya Bahasa Dalam Penulisan Cerpen Karya Siswa Kelas XI SMK Negeri 7 Malang
ABSTRAK Gaya bahasa cerpen pada siswa Kelas XI SMK Negeri 7 Malang merupakan permasalahan dalam penelitian ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik gaya bahasa dalam penulisan cerpen karya siswa kelas XI SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini memfokuskan pada tiga aspek yang meliputi : (1) Karakteristik gaya pemilihan judul cerpen, dan (2) Pemakaian bahasa dalam teks cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya pemilihan judul dan pemakaian gaya bahasa dalam teks cerpen karya siswa kelas XI SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen pengumpulan data yang bersumber dari cerpen karya siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa identifikasi data dengan menggunakan tabel identifikasi dan kodifikasi. Data berdasarkan hasil studi dokumen diketahui bahwa gaya pemilihan judul cerpen yang paling banyak digunakan siswa adalah gaya penulisan pencerminan topik sebanyak sepuluh judul, yang kedua adalah gaya pemilihan judul dengan penulisan arti luas sebanyak empat judul, yang ketiga adalah gaya pemilihan judul dengan penulisan Personifikasi sebanyak satu judul, dan yang keempat pemilihan judul dengan penulisan metafora sebanyak dua judul. Temuan berikutnya pada analisis pemakaian gaya bahasa dalam cerpen karya Siswa Kelas XI SMK Negeri 7 Malang ditemukan enam majas yakni, Simile (Perumpamaan), Personifikasi, metafora, prolepsi, pleonisme, dan Hiperbola dalam penulisannya, (1) ditemukan kalimat yang mengandung majas simile (Perumpamaan) sebanyak 14 kalimat pada keseluruhan cerpen, kedua ditemukan, (2) ditemukan kalimat yang mengandung majas personifikasi sebanyak 14 kalimat pada keseluruhan cerpen, (3) ditemukan kalimat yang mengandung majas metafora sebanyak 34 kalimat pada keseluruhan cerpen, (4) ditemukan kalimat yang mengandung majas prolepsi sebanyak 1 kalimat, (5) ditemukan kalimat yang mengandung majas pleonisme sebanyak 1 kalimat, dan (6) ditemukan kalimat yang mengandung majas Hiperbola sebanyak 7 kalimat pada keseluruhan cerpen. Kemudian untuk penilaian keseluruhan masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisa kata yang kurang tepat dalam menulis cerpen. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan beberapa saran yang berguna kepada Siswa SMK Negeri 7 Malang, yaitu meningkatkan kreativitas dalam menulis cerpen, memilih judul yang sekiranya menarik untuk dibaca, dan memperluas wawasan dalam memakai bahasa yang baik dan benar. Saran selanjutnya untuk guru pengajar bahasa Indonesia khususnya kelas XI di SMK Negeri 7 Malang sebaiknya lebih meningkatkan cara menalar atau berfikir secara luas tentang bagaimana menulis sebuah karya yang nantinya diminati oleh pembaca. Saran terakhir ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sejenis dengan subjek yang sama di SMK Negeri 7 Malang, namun degan jenis yang berbeda agar dapat mengetahui bagaimana hasil karya siswa dalam keterampilan menulis
Keterbacaan Materi Sastra pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X,XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
ABSTRAK Anggraini, Ajeng . 2018. Keterbacaan Materi Sastra pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: buku teks, bahasa Indonesia, keefektifan kalimat, dan keefektifan paragraf. Buku teks merupakan salah satu wujud bahan ajar yang penting dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah sebagai sumber penyedia bahan atau materi yang akan dipelajari baik bagi peserta didik maupun pendidik. Buku teks yang digunakan pada jenjang SMA adalah Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa penjelasan materi yang berkaitan dengan contoh teks sastra, uraian konsep, dan latihan berdasarkan kompetensi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan diadaptasi dari buku Penyusunan dan Pengembangan Paragraf oleh Ahmadi dan Kalimat Efektif oleh Putrayasa. Analisis data penelitian dilaksanakan dengan cara (1) pengklasifikasian data, (2) menganalisis keefektifan kalimat dan paragraf, dan (3) mendeskripsikan data yang diperoleh dari setiap materi. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua simpulan sebagai berikut. Pertama, pada tataran kalimat BTBI 1 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 2 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan rendah, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 3 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan sedang. Kedua, pada tataran paragraf BTBI 1 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan sedang. BTBI 2 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan tinggi, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 3 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan sedang. Berdasarkan hasil simpulan yang telah dipaparkan, saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut. Pertama, bagi pengembang buku teks hendaknya dapat memperbaiki indikator-indikator dalam tataran kalimat dan paragraf yang memiliki tingkat keterbacaan rendah. Di antaranya, dengan melakukan penataaan kembali pada kalimat yang memiliki kata penghubung banyak, dan mengubah kalimat majemuk menjadi kalimat yang lebih pendek dan sederhana. Kedua, bagi pendidik hendaknya memperhatikan keterbacaan buku teks yang digunakan sebagai salah satu sumber belajar. Perhatian lebih sebaiknya diberikan pendidik pada teks yang memiliki tingkat keterbacaan sedang. Pendidik dapat membimbing peserta didik agar dapat memahami dan mencerna indikator-indikator dalam tataran kalimat dan paragraf yang memiliki tingkat keterbacaan rendah. Ketiga, bagi peneliti lain hendaknya melakukan penelitian sejenis dengan variabel berbeda, misalnya menggunakan alat ukur keterbacaan yang lain