SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Keefektifan Kalimat dalam Teks Diskusi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Trenggalek
ABSTRAK Karina, NastitiNila. 2017. KeefektifanKalimatdalamTeksDiskusiKaryaSiswaKelas VIII SMP Negeri 1 Trenggalek. Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata kunci: kalimatefektif, teksdiskusi Kalimat yang digunakan ketika menulis harus beraturan dan sesuai dengan EYD yang berlaku. Hal yang harus diperhatikan ketika menulis adalah keefektifan kalimat. Kalimat yang efektif memiliki satu ide pokok yang mudah dipahami oleh pembaca dan tidak berbelit-belit. Kalimat efektif diperlukan dalam teks diskusi agar pesan yang disampaikan dapat dipahami pembaca dengan baik. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu (1) kehematan, (2) kelogisan, (3) kegramatikalan, dan (4) kesatuan gagasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Trenggalek dengan subjek siswa kelas VIII H. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang terdapat pada teks diskusi karya siswa kelas VIII tahun ajaran 2016/2017. Instrumen analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panduan kriteria kelayakan data dan panduan analisis data. Sementara itu, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi dokumen. Teknik studi dokumen dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen dari responden secara langsung. Oleh karena itu, data yang diperoleh dari penelitian ini berupa hasil menulis teks diskusi siswa kelas VIII H SMP Negeri 1 Trenggalek yang terdapat dalam buku tugas siswa. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan kesimpulan dari keefektifan kalimat dalam teks diskusi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trenggalek. Kesimpulan tersebut disajikan sebagai berikut, yaitu (1) 127 (65,5%) kalimat efektif dan 67 (34,5%) kalimat tidak efektif berdasarkan kehematan. Berdasarkan data tersebut, kalimat tidak efektif berdasarkan kehematan, banyak ditemukan penggunaan kata yang berlebihan dan penggunaan subjek ganda dalam kalimat tunggal; (2) 141 (72,7% ) kalimat efektif dan 53 (27,3%) kalimat tidak efektif berdasarkan kelogisan. Berdasarkan data tersebut, ketidakefektifan kalimat disebabkan oleh keruntutan unsur kalimat yang berbelit-belit sehingga menyebabkan fungsi kalimat tidak jelas dan kalimat menjadi tidak bernalar; (3) 123 (72,7%) kalimat efektif dan 71 (27,3%) kalimat tidak efektif berdasarkan kegramatikalan. Berdasarkan data tersebut, ketidakefektifan kalimat disebabkan oleh keruntutan unsur kalimat yang tidak tepat dan fungsi kalimat tidak beraturan; (4) 136 (70,1%) kalimat efektif dan 58 (29,9%) kalimat tidak efektif berdasarkan kesatuan gagasan. Berdasarkan data tersebut, ketidakefektifan kalimat disebabkan oleh fungsi dan unsur kalimat memilik
Kemampuan Menulis Teks Fabel dengan Menggunakan Media Wayang Kelas 8 MTSN Tumpang
ABSTRAK Menulis merpakan salah satu ketrampilan dalam bahasa Indonesia, ketrampilan menulis dapat dilatih sejak dini. Kegiatan menulis dapat dilakukan pada teks fabel Fabel merupakan salah satu materi yang terdapat dalam Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia kelas VIII. Fabel adalah dongeng yang pelakunnya terdiri dari binatang yang ditafsirkan seperti manusia. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII dalam menulis teks fabel menggunakan media wayang, sebab media wayang dapat membantu siswa dalam menulis teks fabel. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan menulis teks fabel dilihat dari unsur struktur, dan mendeskripsikan kemampuan menulis teks fabel dilihat dari unsur pengimajinasian. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kuantitatif dan juga menggunakan desain penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil analisis unsur struktur, pada struktur teks orientasi, 33,96% siswa mendapat kualifikasi baik dan cukup. Pada struktur komplikasi 39,62% siswa mendapat kualifikasi cukup. Struktur resolusi 43,40% siswa mendapat kualifikasi baik. Pada struktur koda 33,96% siswa mendapat kualifikasi baik dan cukup, dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa cukup dan mampu menulis teks fabel dilihat dari unsur struktur. Berdasarkan hasil analisis unsur kebahasaan, pada unsur kalimat langsung 41,51% siswa mendapat kualifikasi cukup. Pada unsur kebahasaan kata sandang 49,06% siswa mendapat kualifikasi baik. Pada unsur kebahasaan kata hubung 28,83% siswa mendapat kualifikasi baik. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan bahwa siswa mampu menulis teks fabel dilihat dari unsur kebahasaan. Berdasarkan hasil analisi unsur pengimajinasian, pada unsur temuan ide 41,51% siswa mendapat kualifikasi baik. Pada unsur keunikan cerita 45,28% siswa mendapat kualifikasi baik. Pada unsur keruntutan cerita 37,74% siswa mendapat kualifikasi baik, 35,85% siswa mendapat kualifikasi cukup. Berdasarkan hasil analisis unsur pengimajinasian dapat dikatakan paling banyak siswa kelas VIII mendapat kualifikasi baik. Hasil analisis keseluruhan rata-rata siswa mampu menulis teks fabel, akan tetapi masih banyak siswa yang cukup dan kurang mampu dalam menulis teks fabel berdasarkan struktur teks, unsur kebahasaan, dan unsur pengimajinasian
KELAYAKAN ASPEK ISI BUKU TEKS CERDAS BERBAHASA DAN BERSASTRA INDONESIA KELOMPOK PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA KELAS XII SMA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas buku teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA yang secara khusus dianalisis dari aspek isi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian evaluatif. Sumber data penelitian adalah buku teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA. Data penelitian ini adalah deskripsi aspek isi buku teks. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Indonesia Kelompok Peminatan jenjang SMA/MA tahun 2014 oleh BSNP yang diadaptasi dengan beberapa teori dari ahli bahan ajar. Analisis data penelitian ini dilaksanakan dengan cara (1) pencocokan data kurikulum, (2) menganalisis kelayakan isi, (3) mengakumulasi hasil penilaian yang diperoleh, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan buku teks Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Kelas XII SMA berada pada kategori layak
MUATAN BUDAYA INDONESIA DALAM BUKU AJAR BIPA "SAHABATKU INDONESIA"
ABSTRAK Ringkasan: Pada penelitian ini dideskripsikan ragam bentuk budaya dan model pemaparan materi budaya pada buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan ancangan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tiga ragam bentuk budaya yaitu, (1) objek, (2) pengetahuan, dan (3) perilaku. Serta tiga model pemaparan materi budaya yaitu, (1) teks, (2) pelatihan, dan (3) penugasan. Ditemukannya ragam bentuk dan model pemaparan materi budaya dalam buku ajar menunjukkan bahwa buku ajar tersebut memiliki muatan budaya Indonesia yang ditujukan untuk pembelajaran pebelajar BIPA
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR WASIS NULIS CERKAK UNTUK SISWA SMA KELAS XII
ABSTRAK ABSTRAK: Bahan ajar menjadi bagian takterpisahkan dengan kegiatan pembelajaran, termasuk pembelajaran menulis cerkak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran Wasis Nulis Cerkak untuk siswa SMA kelas XII. Penelitian dan pengembangan ini mengdaptasi model Research and Development (R&D). Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba lapangan, modul pembelajaran Wasis Nulis Cerkak untuk siswa SMA kelas XII dinyatakan layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Jawa.Kata Kunci: pengembangan, modul, dan menulis cerkakABSTRAK: Teaching materials become an inseparable part of learning activities, including learning to write cerkak. The purpose of this research is to produce learning module Wasis Nulis Cerkak for high school students of class XII. This research and development adapt the Research and Development (R & D) model.Based on the results of expert validation and field trials, the Wasis Nulis Cerkak learning module for high school students of XII class is declared eligible to be implemented in Javanese language learning. Key Words: development, module, writing cerka
KOSAKATA DALAM KARANGAN KARYA SISWA KELAS IX SMP ISLAM ASSALAM JAMBEWANGI
ABSTRAK Ringkasan Penelitian ini membahas penggunaan kosakata dalam karangan siswa kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya jenis kosakata berdasarkan kelas kata, yaitu kelas kata nomina, verba, adjektiva, adverbia, pronomina, numeralia, konjungsi, dan partikel; berdasarkan muatan isi kosakata, ditemukan muatan isi pada kosakata kategori human, kategori fauna, kategori flora, kategori objek, kategori teresterial, dan kategori ke-ada-an. Kata Kunci : kosakata, karangan bebas, pembelajaran menulis Abstract : This research discusses the use of vocabulary in the essay of class IX students of Islamic Junior High School Assalam Jambewangi. This research uses qualitative descriptive method and document analysis. The result of this research is the discovery of vocabulary type based on word class, that is word class of noun, verb, adjective, adverb, pronomina, numeralia, conjunction, and particle; based on the content of the vocabulary content, the contents of the content of the human category vocabulary, the category of fauna, the flora category, the object category, the terrestrial category, and the situation category. Key Word: vocabulary, free essay, writing lesso
ANALISIS BAHAN AJAR DRAMA DALAM BUKU TEKS PRODUKTIF BERBAHASA INDONESIA UNTUK SMK/MAK KELAS XI TERBITAN ERLANGGA TAHUN 2016
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui cakupan materi bahan ajar drama dalam buku teks Produktif Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK Kelas XI Terbitan Erlangga berdasarkan aspek prinsip pemilihan bahan ajar yang mencakup relevansi, konsistensi, dan kecukupan isi materi sesuai capaian kompetensi. Teknik pengumpulan data diawali dengan menentukan sumber data yang digunakan, mengelompokkan data sesuai tujuanpenelitian, dan menjabarkan temuan data dengan menggunakan instrument penelitian. Hasil penelitian ini meliputi (1) materi yang disajikan relevan dengan KI dan KD, (2) materi yang disajikan konsisten sesuai dengan capaian kompetensi, (3) materi yang disajikan cukup untuk memenuhi capaian pengetahuan dan keterampilan bagi siswa. Kata Kunci: bahan ajar, relevansi, konsistensi, kecukupan ABSTRACT: This study aims to find out the range of drama teaching materials in Indonesian Productive Language textbooks for SMK/MAK Class XI Erlangga Issues based on the principle aspects of the selection of teaching materials that include relevance, consistency, and the adequacy of the content according to the achievement of competence. Data collection techniques begins by determining the data sources used, grouping data according to the purpose of research, and describe the findings of data by using research instruments. The results of this study include (1) the material presented relevant to the KI and KD, (2) the material presented consistent with the achievement of competence, (3) the material presented is sufficient to meet the achievement of knowledge and skills for students. Keywords: teacing materials, relevance, consistency, adequac
Karakteristik Diksi Pada Puisi Siswa Kelas XI dan XII SMAN 4 Malang
ABSTRACT Natalia, Dwi. 2015. Karakteristik Diksi pada Puisi Siswa Kelas XI dan XII SMAN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nita Widiati, M.Pd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: karakteristik diksi, puisi siswa SMA Puisi merupakan salah satu karya sastra untuk mengungkapkan perasaan penyair dengan kata yang imajinatif dan kaya makna. Senada dengan itu,Waluyo (1987:29) mengemukakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkosentrasikan semua kekuatan bahasa dan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Oleh karena itu, kekhasan sebuah puisi memiliki peranan yang penting dalam menyugesti pembaca. Diksi merupakan indikator utama dalam puisi karena memiliki peranan yang penting untuk memberikan kekhasan . Akan tetapi, penelitian tentang keragaman pilihan kata atau diksi pada puisi belum diadakan. Menurut Aminuddin(1987:140), berdasarkan bentuk dan isinya, kata dalam puisi dapat dibedakan menjadi lambang, utterance, dan simbol. Sayuti (2002:168, 194) mengemukakan bahwa diksi dalam puisi berkaitan erat dengan bahasa kias (majas), yaitu sarana untuk memperoleh efek puitis dan berkaitan dengan citraan (yang juga terkait dengan majas, diksi, dan sarana retorik). Berdasarkan kedua pendapat tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa diksi pada puisi terdiri atas lambang, simbol, citraan, dan majas. Penelitian ini berfokus untuk memaparkan dan menemukan pilihan kata (diksi) dari karakteristik (1) lambang yang diklasifikasikan menjadi kata tugas, kata benda, kata dasar, kata sifat, dan bentukan; (2) simbol yang diklasifikasikan menjadisimbol kosong (blank symbol),simbol alam (natural symbol), dan simbol privat(private symbo)l;(3) citraan yang diklasifikasikan menjadi citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan perabaan dan gerak; dan (4) majas yang diklasifikasikan menjadi majas metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola, snekdoce, dan ironi. Analisis lambang terbagi menjadi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dipaparkan berupa 34 puisi dari 102 puisi siswa kelas XII Bahasa, XIIIPS-1, XIIIPS-2, XIIPS-1, dan XIIPS-2. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa tabel analisis data. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kecermatan dan ketekunan dalam membaca dan memeriksa melalui diskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh empat simpulan hasil analisis berikut: (1) karakteristik lambang pada puisi siswa lebih banyak digunakan bentukan {me-},{me-kan}, kata sifat dan kata benda. Hal tersebut berkaitan dengan kecenderungan siswa menggunakan bahasa sehari-hari daripada bahasa yang lebih puitis; (2) karakteristik simbol pada puisi siswa yakni dominan penggunaan simbol kosong (blank symbol)dan terdapat pada semua puisi. Hal tersebut berkaitan dengan siswa cenderung mereproduksi kata daripada mencipta kata sendiri; (3) karakteristik citraan pada puisi siswa yaitu citraan penglihatan, pendengaran, dan gerak. Namun citraan penglihatan lebih dominan dibandingkan citraan lain dalam hal intensitas penggunaan karena siswa cenderung mengolah peristiwa atau benda yang ditangkap dengan indra penglihatan dibanding indra lainnya; dan (4) karakteristik majas pada puisi siswa yaitu majas personifikasi, hiperbola, perbandingan, dan metafora. Dari segiintensitasnya, majas personifikasi lebih dominan dibanding dengan majas yang lain.
Teknik Persuasi Iklan Gojek di Youtube
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik persuasi dan bahasa iklan dalam iklan Gojek di Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain (1) terdapat delapan bentuk teknik persuasi iklan Gojek di Youtube (2) Penggunaan bahasa iklan dipengaruhi dua komponen, yaitu gaya bahasa dan kalimat berdasarkan fungsinya, gaya bahasa terdiri dari a) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna yang berupa gaya bahasa eritosis, hiperbola, aliterasi, dan politededon, b) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang berupa gaya bahasa klimaks dan gaya bahasa antiklimaks, dan c) gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yang berupa gaya bahasa percakapan. Sedangkan kalimat berdasarkan fungsinya terdiri dari yaitu a) kalimat deklaratif, b) kalimat interogatif, dan c) kalimat imperatif
Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Maarif NU Pandaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan. Kemampuan menulis ini dilihat dari struktur dan kebahasaan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Maarif NU Pandaan dilihat dari aspek struktur dan kebahasaan. Pertama, dilihat dari struktur. Dalam penulisan judul (95,7%) mampu dan (4,3%) sangat mampu. Dalam menulis pernyataan umum sangat mampu (38,5%), mampu (35,8%), kurang mampu (21,4%) dan belum mampu (4,3%). Dalam menulis deret penjelas sangat mampu (40%), mampu (35,8%), kurang mampu (21,4%), dan belum mampu (2,9%). Dalam menulis penutup sangat mampu (57,25%), mampu (28,57%), kurang mampu (11,43%) dan belum mampu (2,9%). Kedua, dilihat dari kebahasaan. Dalam penulisan istilah teknis (85,7%) sangat mampu dan (14,3%) mampu. Dalam menulis konjungsi sebab-akibat sangat mampu (64,3%), sangat mampu dan (35,7%) mampu. Dalam kalimat penjelas sangat mampu (64,3%) mampu(28,6%), dan kurang mampu (7,1%). Dalam menulis ejaan (78,7%) dan sebagian kecil (21,4%) sangat mampu