SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2231 research outputs found
Sort by
Materi Bahan Ajar Teks Berita
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cakupan dan repetisi materi bahan ajar teks berita. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis isi dengan data berupa kalimat yang menggambarkan dan menunjukkan wujud cakupan materi dan wujud repetisi materi dan sumber data berupa RPP teks berita MTs Negeri di Kabupaten Malang. Cakupan materi yang ditemukan berupa faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Repetisi materi dalam bahan ajar materi teks berita yang tercantum dalam RPP meliputi repetisi reseptif dan repetisi produktif
ISI TEKS BIOGRAFI DALAM BUKU BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/SMK SEDERAJAT
RINGKASAN Sari, Ika Purnama. 2018. Isi Teks Biografi dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK Sederajat. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Drs. Pidekso Adi, M.Pd. Kata Kunci: buku teks, teks biografi, isi teks biografi Salah satu prinsip pembelajaran yang tercantum dalam Permendikbud Nomer 65 Tahun 2013 adalah pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Hal tersebut menuntut peran guru untuk menjadi teladan yang baik dalam proses pembelajaran. Demi memenuhi tuntutan tersebut, guru memanfaatkan perangkat-perangkat pembelajaran yang telah disusun, salah satunya adalah bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia yang berupa teks bacaan. Hal tersebut mengacu pada pendidikan karakter yang diterapkan dalam kurikulum 2013. Beragam jenis teks bacaan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan pada jenjang SMP sederajat hingga SMA sederajat. Tiap jenis teks mengarah pada konteks dan tujuan penulisan atau penggunaan tertentu. Salah satu teks yang diberikan pada jenjang SMA/SMK sederajat adalah teks biografi. Teks tersebut mengalami penyesuaian dalam revisi kurikulum 2013 tahun 2016, yakni semula diberikan di kelas XI dan sekarang diberikan di kelas X.Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi teks biografi dalam buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud. Jenis penelitian ini adalah analisis wacana yang memfokuskan pada pemaknaan isi teks biografi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah isibagian orientasi, bagian peristiwa dan masalah, dan bagian reorientasi teks biografi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Sederajat Edisi 2015 Terbitan Kemendikbud yang telah dianalisis berdasarkan isi bagian-bagiannya, yakni bagian orientasi, bagian peristiwa dan masalah, dan bagian reorientasi. Isi bagian orientasi yang dianalisis meliputi identitas dan latar belakang. Isi bagian peristiwa dan masalah yang dianalisis meliputi pengalaman hidup dan masalah yang dihadapi tokoh. Isi bagian reorientasi yang dianalisis meliputi pandangan penulis dan pesan penulis tentang tokoh biografi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa pedoman pengumpulan data dan pedoman analisis data teks biografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isi bagian orientasi yang terdapat dalam teks biografi berupa identitas tokoh, yakni nama, tempat lahir, tanggal lahir, asal tokoh, dan pekerjaaan tokoh. Selain itu, latar belakang tokoh juga terdapat dalam teks biografi, yakni latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, dan latar belakang karir. Isi dalam bagian peristiwa dan masalah berupa pengalaman hidup, yakni prestasi yang pernah dicapai dan kegiatan/organisasi yang pernah atau sedang dilakukan. Selain itu, permasalahan hidup tokoh, yakni masalah pendidikan, masalah karir, dan masalah ekonomi. Isi dalam bagian reorientasi, yakni pandangan dan pesan penulis terhadap tokoh biografi. Pandangan penulis berupa pendapatnya tentang kelebihan tokoh. Berasarkan isinya, teks Biografi B.J. Habibie tergolong jenis teks biografi perjalanan hidup sedanagkan teks George Saa, Si Jenius dari Papua dan Komikus Indonesia yang Mendunia, Ardian Syaf tergolong jenis teks biografi perjalanan karir. Ketiga teks biografi tersebut berisi kisah hidup tokoh yang dapat diteladani oleh pembaca, khususnya oleh siswa agar bisa diterapkan dalam kehidupan seari-hari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada penulis biografi, guru, dan peneliti selanjutnya. Penulis diharapkan menuliskan contoh pesan dari kisah tokoh yang diangkat secara eksplisit sehingga pembaca, khususnya siswa tidak salah paham. Selain itu, penulis diharapkan mempertajam pesan yang paling menonjol di bagian reorientasi sebagai tanda bahwa teks tersebut sudah selesai. Selanjutnya, penulis diharapkan tidak hanya menceritakan permasalahan yang dihadapi tokoh saja tetapi juga perasaan dan upaya tokoh secara dramatis agar pembaca dapat menangkap kesan yang mendalam tentang tokoh. Saran bagi guru, diharapkan guru menjadi fasilitator agar membantu siswa mempertajam pembelajaran teks biografi. Saran bagi peneliti selanjutnya, diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi untuk melakukan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam tentang teks biografi.
Pemetaan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia (JSI) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Terbit 2013-2015
RINGKASAN Mahmudah, Siti. 2017. Pemetaan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia (JSI) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Terbit 2013-2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titik Harsiati, M.Pd. Kata kunci: pemetaan skripsi, topik penelitian, jenis penelitian, lokasi penelitian. Skripsi merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi sarjana. Akan tetapi, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan skripsi sebab faktor internal di antaranya adalah kebingungan mencari topik penelitian. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan pemetaan skripsi mahasiswa sehingga diketahui kecenderungan penelitian dan potensi penelitian yang belum diteliti. Penelitian pemetaan skripsi sudah banyak dilakukan, namun mayoritas penelitian tersebut meneliti salah satu dari topik penelitian, jenis penelitian atau lokasi penelitian, sedangkan penelitian yang memetakan skripsi berdasarkan ketiga aspek tersebut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 berdasarkan topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Data penelitian ini adalah frekuensi topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian. Sumber data penelitian ini adalah abstrak skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013, 2014, dan 2015 yang berjumlah 486 judul. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yakni (1) pengelompokan data, (2) penghitungan frekuensi (jumlah dan persentase) setiap topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian, (3) penyimpulan, dan (4) verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian, yakni sebagai berikut. Pertama, topik penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 23 topik, meliputi (a) pembelajaran menyimak (10 judul), (b) pembelajaran berbicara (28 judul), (c) pembelajaran membaca (45 judul), (d) pembelajaran menulis (254 judul), (e) pembelajaran apresiasi sastra responsi reseptif (14 judul), (f) pembelajaran apresiasi sastra responsi ekspresif (7 judul), (g) 14 topik penelitian lain-lain di bidang pendidikan (52 judul), (h) penelitian bahasa (20 judul), (i) penelitian sastra (50 judul), dan (j) penelitian kebudayaan (6 judul). Kedua, jenis penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 6 jenis, meliputi (a) jenis penelitian kuantitatif (78 judul), (b) jenis penelitian kualitatif (249 judul), (c) jenis penelitian kombinasi (3 judul), (d) jenis penelitian tindakan kelas (43 judul), (e) jenis penelitian pengembangan (102 judul), dan (f) jenis penelitian kajian pustaka (11 judul). Ketiga, lokasi penelitian skripsi mahasiswa JSI UM tahun terbit 2013-2015 sebanyak 13 lokasi. Lokasi tersebut digolongkan menjadi lokasi di bidang pendidikan dan lokasi di bidang nonpendidikan. Lokasi penelitian di bidang pendidikan berjumlah 411 judul yakni meliputi (a) Taman Kanak-kanak (2 judul), (b) Sekolah Dasar (19 judul), (c) Madrasah Ibtidaiyah ( 4 judul), (d) Sekolah Menengah Pertama (175 judul), (e) Madrasah Tsanawiyah (13 judul), (f) Sekolah Menengah Atas (100 judul), (g) Sekolah Menengah Kejuruan (26 judul), (h) Madrasah Aliyah (7 judul), (i) perguruan tinggi (21 judul), dan (j) lain-lain di bidang pendidikan meliputi telaah dokumen tertulis sebanyak 38 judul, telaah dokumen lisan sebanyak 2 judul, dan lokasi yang tidak disebutkan sebanyak 4 judul. Lokasi penelitian di bidang nonpendidikan berjumlah 75 judul yakni meliputi (a) dokumen tertulis (48 judul), (b) dokumen lisan (16 judul), dan (c) penelitian yang menelaah tuturan atau kegiatan di suatu daerah (11 judul). Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan empat saran. Pertama, untuk mahasiswa JSI UM agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu sumber dalam memilih topik penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian sehingga skripsi yang dihasilkan lebih beragam dan terhindar dari duplikasi bahkan plagiasi. Kedua, untuk peneliti lain. Penelitian ini dapat dilanjutkan yakni dengan menambah data (misalnya setiap periode 5 tahun sekali) sehingga dapat diketahui varian dan kecenderungan skripsi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Ketiga, untuk dosen matakuliah penelitian serta dosen pembimbing. Penelitian ini dapat disosialisasikan kepada mahasiswa sehingga mahasiswa akan mengetahui peta skripsi yang pernah diteliti. Keempat, untuk Jurusan Sastra Indonesia. Jurusan perlu mengembangkan sistem manajemen basis data (database management system). Sistem tersebut secara sistematik berisi informasi atau data (pemetaan) skripsi. Fungsi sistem tersebut adalah untuk menjadi acuan pengambilan keputusan dalam menentukan topik penelitian atau judul penelitian, jenis penelitian, dan lokasi penelitian
METAFORA KEMISKINAN DALAM KUMPULAN PUISI NYANYIAN AKAR RUMPUT KARYA WIJI THUKUL
Setiap penyair memiliki kekhasan makna maupun bunyi dalam menciptakan suatu metafora. Wiji Thukul sebagai salah satu sastrawan yang terkenal pada era Orde Baru memiliki kekhasan tersendiri dalam menciptakan metafora, khususnya metafora yang berkaitan dengan kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen metafora kemiskinan dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang bersifat kualitatif. Data penelitian tersebut berupa data teks verbal yang berupa kata, kelompok kata, larik, atau bait yang mengandung metafora kemiskinan dalam Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa Wiji Thukul lebih banyak menggunakan vehicle daripada tenor dalam metaforannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti metafora dengan pendekatan kesusastraan yang lain dan penelitian seperti ini juga dapat diterapkan pada objek lain
Dimensi Kognitif dalam Sajian Isi Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII
RINGKASAN Nahariyah, Saadatun. 2018. Dimensi Kognitif dalam Sajian Isi Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata Kunci: dimensi kognitif, sajian isi, buku teks Buku teks siswa adalah sumber utama untuk mencapai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai salah satu bahan ajar yang diandalkan, isi buku teks haruslah sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dibuat sebelum buku ditulis. Tujuan-tujuan belajar dapat diklasifikasikan dalam kerangka taksonomi pendidikan mencakup dimensi pengetahuan dan dimensi kognitif.Fokus penelitian ini ada enam, yaitu 1) dimensi kognitif tingkat mengingat, 2) dimensi kognitif tingkat memahami,3) dimensi kognitif tingkat menerapkan,4) dimensi kognitif tingkat menganalisis,5) dimensi kognitif tingkat mengevaluasi dan 6) dimensi kognitif tingkat mencipta dalam sajian isi buku teks pelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiantelaah dokumen. Data dalam penelitian ini berupa sajian materi dan sajian latihan materi yang mengindikasikan dimensi kognitif dalam sajian isi buku teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks siswaBahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2017 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Instrumen penelitian ini ada dua, yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan lembar panduan analisis data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan penelitian ini ada dua macam, yaitu teknik ketekunan pengamatan dan teknik diskusi dengan para ahli. Pada tahap-tahap penelitian, peneliti melakukan tiga tahap, yaitu tahap pemilihan judul, tahap pengumpulan dan analisis data, dan tahap menyusun laporan. Berdasarkan analisis dataditemukan enam hasil sebagai berikut. Pertama, dimensi kognitif tingkat mengingatdikembangkan pada KD mengidentifikasi dan menemukan. Penanda dimensi kognitif tingkat mengingat berupa kata kerja cari, mengenali, mengidentifikasi, mencari, menemukan, menyebutkan, mendaftar, melengkapi, penggalian ide dan kata perintah carilah, isikan, isilah, identifikasi, daftarlah, tandai, lengkapilah, tunjukkan. Kedua, dimensi kognitif tingkat memahamidikembangkan pada KD menyimpulkan. Penanda dimensi kognitif tingkat memahamiberupa kata kerja memahami, mencermati, mengamati, mempelajari, membaca, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, memasangkan, merinci, jelaskan, uraikan, deskripsikanlah, kata perintah lihatlah, perhatikan, bacalah, amati, cermati, simpulkan, bandingkan, kelompokkan, pasangkan, dan kata benda rangkuman, ringkasan, dan simpulan. Ketiga,dimensi kognitif tingkat mengaplikasikandikembangkan pada KD menceritakan kembali. Penanda dimensi kognitif tingkat mengaplikasikan berupa kata kerja menceritakan, membentuk, mengubah, menyunting, memperbaiki, mempertimbangkan, merevisi, memperagakan, kata perintah kerjakanlah, ceritakan, ikuti, atur, lakukan, peragakan, suntinglah, praktikkan, perbaiki, bermainlah, bertindaklah. Keempat,dimensi kognitif tingkat menganalisis dikembangkan pada KD menelaah dan menentukan. Penanda dimensi kognitifi tingkat menganalisis berupa kata kerja menelaah, menyusun, kata perintah urutkan, buktikan, kata perintah pilihlah, sesuaikan, kata benda telaah, perbedaan,susun. Kelima, dimensi kognitif tingkat mengevaluasidikembangkan pada KD mengidentifikasi, menelaah, atau menyajikan. Penanda dimensi kognitif tingkat mengevaluasi adalah berupa kata perintah komentarilah, berilah alasan, berikan komentar. Keenam,dimensi kognitif tingkat menciptadikembangkan pada KD menyajikan. Penanda dimensi kognitif tingkat mencipta berupa kata kerja menentukan, merancang, menyajikan, memerankan, melakukan, menulisdan kata perintah tentukan,tulislah, sajikan, perankan.Simpulan umum dari penelitian ini adalah dalam satu KD terdapat sajian materi dan latihan yang memiliki tingkat kognitif bervariasi mulai dari tingkat mengingat s/d mencipta. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar membahas ranah lain yaitu ranah psikomotor atau ranah afektif dalam buku teks
Penyimpangan Tuturan Kesantunan pada Sitkom Tetangga Masa Gitu Sesion 3
ABSTRAK Sitkom Tetangga Masa Gitu merupakan produksi Imagine Films dan NET Entartainment yang ditayangkan di NET TV. Tayangan tersebut bertemakan kehidupan rumah tangga, sitkom Tetangga Masa Gitu banyak terjadi penyimpangan tuturan kesantunan. Tuturan kesantunan merupakan salah satu kajian pragmatik yang dapat membuat situasi pertuturan menjadi santun. Penyimpangan tuturan kesantunan pada sitkom Tetangga Masa Gitu dilakukan semata-mata untuk kepentingan humor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis penyimpangan tuturan kesantunan pada sitkom Tetangga Masa Gitu sesion 3 dan (2) tujuan penyimpangan tuturan kesantunan pada sitkom Tetangga Masa Gitu sesion 3. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualiatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian ini adalah tuturan yang mengandung penyimpangan tuturan kesantunan dalam sitkom Tetangga Masa Gitu. Data tersebut diambil dari sumber data yang berupa tuturan Tetangga Masa Gitu sesion 3. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan cara klasifikasi, reduksi data, penyajian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial. Tahapan penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua temuan, yakni jenis penyimpangan dan tujuan penyimpangan. Pertama jenis penyimpangan tuturan kesantunan pada sitkom Tetangga Masa Gitu sesion 3 terdiri atas enam maksim, meliputi (1) penyimpangan maksim kearifan, (2) penyimpangan maksim kedermawanan, (3) penyimpangan maksim pujian, (4) penyimpangan maksim kerendahan hati, (5) penyimpangan maksim kesepakatan (6) penyimpangan maksim kesimpatian. Penyimpangan maksim kearifan berupa memaksimalkan kerugian orang lain sebagai mitra tutur dan meminimalkan keuntungan orang lain sebagai mitra tutur. Penyimpangan maksim kedermawanan berupa meminimalkan kerugian diri sendiri dan memaksimalkan keuntungan diri sendiri. Penyimpangan maksim pujian berupa memaksimalkan cacian kepada orang lain sebagai mitra tutur dan meminimalkan pujian pada orang lain sebagai mitra tutur. Penyimpangan maksim kerendahan hati berupa meminimalkan cacian pada diri sendiri dan memaksimalkan pujian pada diri sendiri. Penyimpangan maksim kesepakatan barupa memaksimalkan ketidaksesuaian dengan orang lain. Penyimpangan maksim kesimpatian berupa memaksimalkan rasa antipati terhadap orang lain. Berdasarkan hal tersebut jenis penyimpangan tuturan kesantunan yang paling banyak ditemukan adalah penyimpangan maksim pujian sedangkan jenis penyimpangan yang jarang ditemukan adalah maksim kesimpatian. Hal tersebut dikarenakan hubungan antar tokoh pada sitkom Tetangga Masa Gitu merupakan hubungan tetangga sehingga sering muncul rasa simpati. Kedua, tujuan penyimpangan prinsip kesantunan pada sitkom Tetangga Masa Gitu sesion 3 terdiri atas enam, meliputi (1) tujuan penyimpangan maksim kearifan, (2) tujuan penyimpangan maksim kedermawanan, (3) tujuan penyimpangan maksim pujian, (4) tujuan penyimpangan maksim kerendahan hati, (5) tujuan penyimpangan maksim kesepakatan, (6) tujuan penyimpangan maksim kesimpatian. Tujuan penyimpangan maksim kearifan untuk memaksakan kehendak diri sendiri berupa tuturan yang memaksakan keinginan penutur terhadap mitra tutur. Tujuan penyimpangan maksim kedermawanan juga untuk memaksakan kehendak diri sendiri. Tujuan penyimpangan maksim pujian berupa mempermalukan mitra tutur. Tujuan penyimpangan maksim kerendahan hati untuk menyombongkan diri. Tujuan penyimpangan maksim kesepakatan untuk mempertahankan pendapat. Tujuan penyimpangan maksim kesimpatian untuk menunjukkan rasa senang terhadap kemalangan orang lain. Berdasarkan hal tersebut tujuan penyimpangan tuturan kesantunan yang banyak ditemukan adalah tujuan penyimpangan tuturan kesantunan maksim pujian dan yang paling jarang ditemukan adalah tujuan penyimpangan tuturan kesantunan maksim kesimpatian. Hal tersebut dikarenakan hubungan antar tokoh pada sitkom Tetangga Masa Gitu merupakan hubungan tetangga sehingga sering muncul rasa simpati. Saran ditujukan kepada peneliti bahasa, dan penulis sitkom. Kepada peneliti bahasa diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk mengembangkan penelitian lainya. Disarankan juga untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam karena masih banyak tujuan yang dapat menimbulkan penyimpangan maksim kesantunan. Kepada penulis sitkom diharapkan penelitian ini menjadi tambahan wawasan dalam menciptakan humor. Disarankan juga untuk lebih berkreasi dengan menggunakan penyimpangan tuturan kesantunan dalam upaya penciptaan humor, khususnya penggunaan penyimpangan maksim kesimpatian
Imajisme dalam Kumpulan Puisi Tidak Ada New York Hari Ini Karya M. Aan Mansyur
ABSTRAK Fairuz, Amelia. 2017. Imajisme dalam Kumpulan Puisi Tidak Ada New York Hari Ini Karya M. Aan Mansyur. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. FakultasSastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M. Hum. Kata Kunci: stilistika, gaya bahasa, imajisme, ideologis Sebuah kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur terdiri atas 31 puisi dalam 120 halaman. Diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tidak Ada New York Hari Ini tergolong karya sastra yang muncul masa kini dan menjadi pendukung cerita dalam film Ada Apa dengan Cinta 2 tahun 2016. Tidak Ada New York Hari Ini termasuk genre puisi dengan gaya bahasa yang mengandung berbagai imaji. Dengan demikian, kumpulan puisi tersebut termasuk karya dengan gaya cipta sastra imajisme. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur-unsur imajisme meliputi imaji penglihatan, imaji pendengaran, imaji penciuman, imaji pencecapan, imaji gerak, imaji intelektual, serta imaji perabaan, (2) mendeskripsikan muatan ideologis meliputi cinta dan mencintai, perpisahan, nostalgia, serta kampung halaman yang terkandung dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Sumber data yang digunakan adalah puisi-puisi dalam satu kumpulan berjudul Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Data dalam penelitian ini adalah data kebahasaan yang mengindikasi adanya gaya imajisme yang meliputi imaji penglihatan, imaji pendengaran, imaji penciuman, imaji pencecapan, imaji gerak, imaji intelektual, serta imaji perabaan. Selain itu, data kebahasaan mengindikasi muatan ideologis yang meliputi cinta dan mencintai, perpisahan, nostalgia, serta kampung halaman. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri karena peneliti merupakan alat pengumpul data dengan pedoman analisis. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi data, pengodean data, mengklasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dipaparkan sebagai berikut. Pertama, imaji penglihatan (visual imagery) telah ditemukan sebanyak 41 data kutipan. Kedua, imaji pendengaran (auditory imagery) telah ditemukan sebanyak 12 data kutipan. Ketiga, imaji penciuman (smell imagery) telah ditemukan sebanyak 5 data kutipan. Keempat, imaji pencecapan (taste imagery) ditemukan paling sedikit, yakni 3 data kutipan. Kelima, imaji gerak (movement/kinaestethic imagery) telah ditemukan sebanyak 25 data kutipan. Keenam, imaji intelektual (intellectual imagery) telah ditemukan sebanyak 16 data kutipan. Ketujuh, imaji perabaan (tactile/thermal imagery) ditemukan sebanyak 5 data kutipan. Selain jenis imaji, dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini ditemukan 4 jenis muatan ideologis. Pertama, muatan ideologis perihal cinta dan mencintai ditemukan dalam 12 puisi. Kedua, muatan ideologis perihal perpisahan ditemukan dalam 10 puisi. Ketiga, muatan ideologis perihal nostalgia ditemukan dalam 14 puisi. Keempat, muatan ideologis perihal kampung halaman ditemukan dalam 3 puisi. Berdasarkan simpulan di atas, disarankan dua hal dalam penelitian ini. Bagi pembaca studi sastra, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan bacaan untuk mendukung kegiatan diskusi mengenai gaya bahasa, khususnya dalam studi stilistika. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat menambah minat peneliti lain untuk mengkaji karya sastra, khususnya genre puisi. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber informatif penelitian gaya bahasa untuk penelitian sejenis yang akan dilakukan
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Fantasi Bermuatan Pendidikan Karakter
ABSTRAK Sari, Asti Anjang. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Fantasi Bermuatan Pendidikan Karakter. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulis cerita fantasi, pendidikan karakter. Pengembangan bahan ajar menulis cerita fantasi ini dilatarbelakangi oleh dua permasalahan, yaitu 1) bahan ajar Bahasa Indonesia kurang efektif digunakan. Hal ini dapat dilihat dari angket siswa pada studi pendahuluan. Ada 22 siswa yang menyatakan bahwa bahan ajar yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kurang lengkap baik untuk materi maupun latihan menulis. Hal ini juga ditambahkan oleh guru Bahasa Indonesia bahwa bahan ajar di sekolah kurang efektif sehingga guru mencari materi atau latihan dari sumber lain seperti internet. 2) perilaku siswa. Pergaulan remaja saat ini sangat bebas terutama untuk siswa SMP. Sopan santun antar siswa dan guru juga berkurang. Bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter ini memadukan cerita fantasi dengan pendidikan karakter untuk megatasi kedua permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan karakter. Tujuan khusus penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar yang layak berdasarkan spesifikasi produk yang dikembangkan, menguji kelayakan bahan ajar dari empat aspek (isi/materi, penyajian, kebahasaan, dan tampilan), dan menghasilkan bahan ajar yang layak dari empat aspek (isi/materi, penyajian, kebahasaan, dan tampilan). Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan bahan ajar dari model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan prosedur, yaitu 1) studi penelitian, 2) tahap pengamatan, 3) tahap draft pengembangan, 4) tahap uji ahli dan praktisi, 5) tahap revisi produk awal, 6) tahap uji lapangan terbatas, dan 7) tahap revisi produk akhir. Uji produk awal melibatkan 1) ahli materi menulis cerita, 2) ahli bahan ajar,3) ahli praktisi atau guru Bahasa Indonesia MTsN Termas, dan 4) siswa MTsN termas. Jenis data yang digunakan adalah data verbal dan data non verbal. Data verbal berupa wawancara kepada guru, komentar, dan saran. Data non verbal berupa skor terhadap penilaian bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter. Data hasil telaah buku teks pelajaran Bahasa Indonesia dan wawancara dianalisis dengan memilih hal-hal yang penting, dan menarik kesimpulan secara umum, sedangkan analisis angket, validasi produk, dan uji coba terbatas siswa langkah-langkahnya meliputi: mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif, tabulasi semua data yang diperoleh pada setiap aspek, menghitung skor rata-rata, dan mengubah skor rata-rata menjadi kategori. Bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter dikembangkan melalui tujuh tahapan. Ketujuh tahapan itu antara lain, analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji ahli dan praktisi, revisi produk awal, uji lapangan, serta revisi produk akhir. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menentukan judul, tujuan, pemilihan bahan, penyusunan kerangka, dan pengumpulan bahan yang relevan dengan materi menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter. Selain itu, untuk menilai kelayakan produk yang dikembangkan, dilakukan uji validasi yang melibatkan dua orang dosen ahli pembelajaran Bahasa Indonesia dan dosen ahli bahan ajar Bahasa Indonesia, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta uji coba terbatas siswa. Penilaian kelayakan bahan ajar ini meliputi 4 aspek, yaitu aspek materi/isi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek tampilan. Hasil penelitian yang diperoleh dari akumulasi skor rata-rata dosen ahli, guru Bahasa Indonesia, dan siswa MTsN Termas pada bahan ajar menulis teks cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter yaitu, 1) aspek isi/materi memper oleh skor rata-rata sebesar 3,88 dengan kategori “baik”. 2) aspek penyajian memperoleh skor 3,98 dengan kategori “baik”. 3) aspek bahasa memperoleh skor 3,83 dengan kategori “baik”. 4) aspek kegrafikan memperoleh skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Jika keempat skor dari keempa taspek diakumulasikan, bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter memperoleh skor rata-rata sebesar 4,05 dengen persentase kelayakan sebesar 80% dengan kategori “baik”. Hasil akhir pengembangan bahan ajar menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter menghasilkan dua buku, yaitu buku siswa dan buku guru. Buku siswa mencakup materi-materi menulis cerita fantasi bermuatan karakter, sedangkan buku guru mencakup langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter. Pada buku siswa terdapat tiga unit pembelajaran berdasarkan indikator ketercapaian, yaitu 1) merencanakan cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter, 2) menulis cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter, dan 3) merevisi cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter
Tuturan Persuasif Guru dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia
ABSTRAK Penelitian ini membahas penggunaan tuturan persuasif yang dilakukan guru dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan tuturan persuasif guru berdasarkan wujudnya adalah deklaratif, interogatif, dan imperatif; berdasarkan isinya adalah berisi fakta, opini, peringatan, perintah, ajakan, saran, dan pertanyaan; berdasarkan teknik penyampaiannya adalah rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, penggantian, dan proyeksi
Tindak Tutur Direktif Dalam Talkshow Mata Najwa
ABSTRAK Wahyu, Katon. 2017. Tindak Tutur Direktif dalam Talkshow Mata Najwa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: tindak tutur, direktif, talkshow,Mata Najwa Penelitian ini mengkaji tindak tutur direktif dalam Talkshow Mata Najwa. Berkenaan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan strategi tindak tutur direktif dalam Talkshow Mata Najwa. Penelitian ini dilakukan karena talkshow tersebut mengandung tuturan untuk memengaruhi mitra tutur melakukan sesuatu dan mengundang tamu fenomenal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan direktif berupa kalimat dalam Talkshow Mata Najwa Ahok-Djarot dan transkrip video tersebut sebagai sumber data. Pengumpulan data menggunakan metode simak, yaitu metode simak bebas libat cakap. Ada dua teknik, yaitu teknik sadap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul dan penganalisis data dengan dibantu pedoman pengumpulan data, panduan klasifikasi data, dan pengodean data. Kegiatan analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu klasifikasi data, pengkodean data, dan konklusi atau pemberian kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk tindak tutur direktif dalam Talkshow Mata Najwa Ahok-Djarot pada Januari 2017 ditemukan ada beberapa macam. Bentuk tersebut meliputi (1) bentuk tindak tutur direktif permintaan, (2) bentuk tindak tutur direktif pertanyaan, (3) bentuk tindak tutur direktif perintah, (4) bentuk tindak tutur direktif larangan, (5) bentuk tindak tutur direktif pemberian izin, dan (6) tindak tutur direktif anjuran. Bentuk-bentuk tersebut ditemukan dalam slot komunikasi. Dari keenam bentuk tersebut, bentuk pertanyaan lebih banyak muncul karena tindak tutur ini bertujuan untuk menggali dan mengklarifikasi isu-isu tentang Ahok-Djarot. Tindak tutur pertanyaan ini didominasi oleh Najwa sebagai tuan rumah Talkshow Mata Najwa yang digunakan untuk bertanya, meminta penjelasan atau keterangan, dan mendesak bintang tamu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Kedua, Funsi tindak tutur direktif dalam Talkshow Mata Najwa Ahok-Djarot pada Januari 2017 meliputi (1) fungsi permintaan terdiri dari meminta, mengajak, dan mengundang, (2) fungsi pertanyaan terdiri dari bertanya, berinkuiri, dan menginterogasi, (3) fungsi perintah terdiri dari mengomando dan mengarahkan, (4) fungsi larangan terdiri dari melarang dan membatasi, (5) fungsi pemberian izin terdiri dari menyetujui dan membolehkan, dan (6) fungsi anjuran terdiri dari mengizinkan, menasihatkan, mengusulkan, dan menyarankan. Ketiga, terdapat dua strategi penyampaian tindak tutur direktif pada Talkshow Mata Najwa Ahok-Djarot Januari 2017. Tuturan yang diucapkan mengandung strategi langsung dan tidak langsung. Tuturan dalam Talkshow Mata Najwa Ahok-Djarot Januari 2017 didominasi dengan tuturan strategi langsung supaya mitra tutur memahami secara langsung apa yang dibutuhkan oleh penutur, sehingga mitra tutur dapat memberikan apa yang diminta oleh penutur